Plus Nine Boy

(You Are My Destiny)

.

Cast :

Jung Yunho

Kim Jaejoong

Other cast :

Park Yoochun

Shim Changmin

Genre :

Shonen-ai/Boys Love/Chaptered

Pairing : YunJae

Story by : Dipa Woon

Chapter : 6 (enam)

Note :

Cerita ini terinspirasi dari drama Plus Nine Boys, saya mengambil cerita salah satu tokohnya

Warning :

Bahasa tidak baku dan tidak sesuai EYD, typo(s)bertebaran, short story disetiap chapternya

.

.

.

:: cerita mengandung BOYS LOVE jadi yang TIDAK SUKA silahkan MINGGAT ::

.

.

.

Tanoshimi ni oyomi kudasai ^^

.

.

DOUZO

.

Previous chap

"Semalam kami berkenalan dan anehnya ia langsung mengatakan jika aku adalah takdirnya!"

"Mwo? Hahaha. Lalu, apa kau juga merasa kalau ia adalah takdirmu?" tanya Heechul lagi yang merasa geli mendengar ucapan Jaejoong.

"Molla." jawab Jaejoong dan mulai mengeluarkan buku dan peralatan tulisnya. Dan tanpa sengaja tatapannya jatuh pada kotak susu yang tadi deberikan oleh Yunho. Tiba-tiba perasaannya menghangat. Sudah lama ia tak merasakan perhatian seperti itu dari orang lain. Iapun mengelus pelan kotak susu itu dan sedikit senyum mengembang diwajahnya, mengabaikan ocehan kedua sahabatnya.

"Kurasa ia lumayan juga."

"Katakan, apa ia punya teman yang lucu juga?"

Oh, apakah perasaan Yunho terbalaskan?

.

.

Yunho, Yoochun dan Changmin kini tengah beristirahat setelah satu jam penuh berlatih. Keringat bercucuran di wajah ketiga namun sama sekali tak menghilangkan ketampanan diwajah mereka.

Changmin sedari tadi sudah merengek meminta mereka untuk pergi makan. Namun kedua hyungnya sama sekali tak mengindahkan permintaannya dan malah asik dengan obrolan mereka.

"Jadi bagaimana semalam? Apa kau berhasil bertemu dengan namja pujaanmu?" tanya Yoochun sambil mengusap peluh di dahi lebarnya.

Yunho menengokkan kepalanya menatap Yoochun dan tersenyum senang. "Tentu saja! Bahkan ia nampak senang saat aku memberikannya semangat."

Yoochun hanya memandang iritasi saat melihat aura cinta menguar dari tubuh Yunho, "Tapi apa kau yakin kalau ia juga menyukaimu? Bukankah ia tak pernah menganggap kehadiranmu?" tanya Yoochun lagi dan membuat Yunho terdiam.

"Otteokhae?"

"..."

"Begini saja. Bagaimana kalau kau mengecek apakah ia juga menyukaimu atau tidak?" tantang Yoochun dan membuat Yunho mengernyit bingung.

"Maksudmu?"

"Kau ingin tahu bukan, apakah ia juga menyukaimu atau tidak?"

Yunho hanya mengangguk.

"Jja, daripada kau penasaran. Bagaimana kalau kau coba mengiriminya pesan. Kita lihat bagaimana respond darinya." jawab Yoochun lagi, sementara Yunho mencerna dengan baik semua perkataan sahabatnya itu.

Ya bagaimanapun ia belum tahu apakah Jaejoong juga menyukainya atau tidak. Karena selama ini hanya dirinyalah yang gencar mendekati namja cantik itu, tanpa tau apakah namja cantik itu menyukainya juga atau tidak.

"Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Yunho lagi yang sepertinya menyetujui rencana Yoochun.

"Gampang. Kau tinggal kirimi dia pesan singkat. Katakan padanya kalau kau menyukainya. Dan apakah kau menyukaiku juga?" jawab Yoochun dan hanya diangguki oleh Yunho.

"Kalau ia merespond dan menjawab 'Mwo? Aku menyukaimu?' itu artinya bisa jadi ia menyukaimu atau tidak menyukaimu. Tapi kalau ia membalas dengan 'Wae?' itu artinya kalau ia juga mungkin menyukaimu." lanjut Yoochun lagi mengutarakan idenya.

Ya, diantara ketiga sahabat ini, memang dirinya yang paling mengerti tentang cinta.

"Lalu kalau ia sama sekali tak memberikan respond?"

"Itu berarti ia sama sekali tidak perduli padamu."

Yunhopun berpikir. "Haruskah aku melakukan itu?" tanya Yunho lagi dan membuat Yoochun memutar mata malas.

"Min, bagaimana menurutmu? Apa Yunho harus melakukannya atau tidak?" tanya Yoochun kepada Changmin yang terlihat tengah menekuk wajahnya. Haha, maknae satu ini nampaknya tengah merajuk.

"Lakukan saja! Aku yakin ia tak akan perduli pada Yunho hyung!" jawab Changmin ketus. Ia benar-benar kesal karena hyungnya sama sekali tak memperdulikan keadaan dirinya yang sangat kelaparan.

"Ck, aku tak akan melakukan itu. Itu hanya tindakan yang dilakukan oleh seorang pengecut. Aku yakin kalau dia adalah-"

"Takdirmu!" jawab Yoochun dan Changmin memotong ucapan Yunho. Keduanya memutar mata bosan karena hampir setiap hari Yunho terus-menerus mengatakan hal yang sama.

::

::

YunJae - Plus Nine Boy

::

::

Sore harinya, kembali Yunho menemui Jaejoong ditempat lesnya. Nampak kini Yunho datang dengan kaos hitam ditambah topi bisbol yang semakin membuatnya tampak segar. Beberapa gadis yang lewat dihadapannya sampai terpesona akibat ketampanannya.

"Semoga ia menyukai ini." gumamnya sambil terus memperhatikan sekitar, mencari dimana keberadaan namja cantik pujaannya itu.

Senyum manis segera mengembang diajah Yunho saat melihat kedatangan Jaejoong. Ia pun kemudian mendekat kearah Jaejoong sambil melambaikan tangannya.

"Kim Jaejoong!" panggilnya sedikit kencang dan menyebabkan Jaejoong yang tadinya sibuk dengan ponsel, segera mendongakkan kepalanya. Raut wajahnya Jaejoong segera berubah menjadi kesal saat lagi-lagi dilihatnya Yunho sudah menunggunya di tempat les.

"Ck, dia lagi." ucapnya sebal dan terus berjalan mencoba mengabaikan kehadiran Yunho.

"Jaejoong-ah, ini untukmu." kata Yunho setelah sampai disebelah Jaejoong lalu menyerahkan sekotak susu coklat kepada Jaejoong.

Namun Jaejoong sama sekali tak memperdulikan Yunho dan malah terus berjalan.

Tak menyerah, Yunho kembali mengejar Jaejoong dan menghentikan langkah namja cantik itu. "Ambillah. Aku sengaja memberikannya untukmu. Apa kau menyukai rasa coklat?"

Diraihnya tangan Jaejoong lalu menaruh susu kotak itu ditelapak tangan Jaejoong. "Diminum ne?" ucapnya dan membuat Jaejoong mendongakkan kepalanya dan menatap mata musang Yunho yang berbinar cerah.

"Kau tau apa yang aku sukai?" tanya Yunho lagi tak sadar jika tangannya masih setia menggenggam tangan Jaejoong.

"Kau. Aku menyukaimu." lanjut Yunho dengan nada yang lembut.

Jaejoong tertegun saat mendengar perkataan Yunho itu, dan entah kenapa sedikit membuat dadanya bergetar. Apalagi ia melihat kilat kesungguhan dari mata Yunho.

Hemmm

Senyum Yunhopun mengembang, "Jja, masuklah." lanjutnya lagi dan dengan sedikit tidak rela melepaskan tangan lembut Jaejoong.

Jaejoong sempat terdiam sebentar menatap Yunho, sebelum akhirnya berbalik dan melanjutkan perjalanannya yang tertunda dengan sedikit senyum menghiasi wajahnya.

Yunho masih terus menatap tubuh Jaejoong yang perlahan menghilang masuk ke dalam gedung, iapun berteriak sesaat sebelum Jaejoong benar-benar hilang dari pandangannya.

"Kim Jaejoong, ini sudah sepuluh hari kita jalan bersama. Kau harus mengingat itu oke!"

Sementara Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya dan tetap berjalan mengacuhkan teriakan Yunho itu.

"Hei, apa atlet itu masih terus mengikutimu?" tanya Hyunseung saat Jaejoong sudah duduk dihadapannya.

Jaejoong hanya mengangguk dan mulai mengeluarkan buku pelajarannya.

"Kelakuannya semakin hari semakin menyebalkan. Kalian tau, ia mengatakan 'Aku menyukaimu' setelah memberiku susu kotak ini." jawab Jaejoong dan memperlihatkan susu coklat pemberian Yunho tadi.

Sontak hal itu membuat Heechul dan Hyunseung tertawa terbahak. Tak menyangka jika namja itu benar-benar menyukai sahabat mereka.

"Astaga! Apa anak itu benar-benar menyukaimu Jae? Aigoo!"

Jaejoong hanya menghendikkan bahunya acuh. Dan mulai larut dalam buku pelajarannya.

::

::

YunJae - Plus Nine Boy

::

::

Yunho, Yoochun dan Changmin kini tengah asik menikmati semangkuk ramyun pedas di kedai yang dulu sempat Yoochun dan Changmin datangi (chap 2). Kali ini mereka benar-benar mengajak Yunho untuk makan bersama disana.

"Woaa, ini sungguh enak! Lain kali aku akan mengajak Jaejoong untuk makan disini." kata Yunho begitu takjub dengan rasa ramyun yang baru saja dimakannya. Matanya berbinar cerah dan sudah menyusun rencana diotaknya untuk mengajak Jaejoong kencan disini.

Yoochun dan Changmin hanya memutar mata malas mendengar ucapan Yunho.

"Ah, sebentar lagi ia akan pulang les. Jja, sebaiknya aku menjemputnya. Yoochuna, Changmina, aku duluan eoh."

Dan tanpa menunggu jawaban kedua sahabatnya, Yunho bergegas keluar dari kedai guna menjemput Jaejoong.

"Min, apa kau tak penasaran dengan orang yang disukai Yunho?" tanya Yoochun sesaat setelah Yunho pergi meninggalkan kedai itu. Changmin hanya mengangguk dan terus melanjutkan makannya.

"Bagaimana kalau kita pergi kesana juga?" usul Yoochun dan segera membuat Changmin menolehkan wajahnya. Ia pun dengan cepat menagnggukkan kepalanya setuju dengan ide brilian Yoochun.

.

.

Jaejoong baru saja keluar dari gedung tempat lesnya saat Yunho datang dan kembali mencegat langkahnya. Terdengar decakan ketus darinya saat melihat Yunho yang tersenyum dihadapannya.

"Jaejoong-ah!" panggil Yunho dan membuat kedua sahabat Jaejoong menolehkan wajah kearah namja tampan itu.

"Oh oh, bukankah itu si atlet?"

"Yaa, apa dia datang untuk menjemputmu?"

Tanya Heechul dan Hyunseung begitu penasaran. Jaejoong hanya menghela nafas tak ingin menjawab pertanyaan kedua sahabatnya.

"Jaejoong-ah!" panggil Yunho sekali lagi saat dirinya sudah tiba dihadapan Jaejoong.

"Apa lagi?" ketus Jaejoong sedikit merasa kesal dengan kehadiran Yunho. Bahkan kini beberapa teman ditempat lesnya mulai memperhatikan dirinya yang dijemput oleh seorang laki-laki tampan.

"Aku akan mengantarmu pulang. Kajja!"

Dan tanpa menunggu persetujuan Jaejoong, Yunho sudah lebih dulu menarik tangannya, meninggalkan Heechul dan Hyunseung yang hanya mengeryit bingung melihat kelakuan Yunho.

Sementara itu di kejauhan, nampak Yoochun dan Changmin yang tengah melakukan pengintaian. Nampak kedua sahabat Yunho itu bersembunyi di belakang sebuah pohon besar sehingga menutupi keduanya dari pandangan Yunho.

"Oh Min, apa itu Jaejoong? Wow, aku tak menyangka jika ia benar-benar menawan. Pantas saja si Jung itu sampai tergila-gila." ungkap Yoochun saat melihat seorang namja cantik yang tengah diseret paksa oleh Yunho.

Changmin hanya mengagguk setuju dengan apa yang diucapkan Yoochun, namun ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. "Eoh, sepertinya aku mengenal namja itu hyung."

"Kau mengenalnya?" tanya Yoochun dan hanya diangguki oleh Changmin. "Ne, sepertinya aku mengenalnya. Ah sial, dimana aku pernah melihatnya eoh." kesal Changmin karena tak berhasil mengingat dimana ia pernah bertemu dengan Jaejoong.

"Kim Jaejoong..Kim Jaejoong..namanya sedikit familiar untukku."

::

::

YunJae - Plus Nine Boy

::

::

Jaejoong merasa sangat terganggu dengan kehadiran Yunho yang terus berjalan disebelahnya. Ah ya tak masalah jika namja itu hanya berjalan diam disebelahnya, tapi lain jika namja tampan itu melakukan hal-hal yang sangat memalukan baginya.

Bayangkan saja. Sekarang mereka tengah berada di dalam bus. Dan namja tampan itu dengan sukses membuat Jaejoong menjadi bahan tawaan bagi seluruh penumpang bus itu.

Bagaimana dirinya tidak malu jika Yunho membuat orang-orang menatap aneh kepadanya. Lihatlah gaya Yunho yang terus berada dihadapannya sambil merentangkan tangan, mengusir siapa saja yang berani mendekat kearah dirinya.

"Yah! Jangan menatapnya seperti itu."

'Yah jangan menyenggolnya seperti itu."

"Aiss. Jinja!"

Jaejoong benar-benar merasa kesal dengan tingkah namja mata musang itu. Lihat saja, setelah ini ia akan membuat perhitungan dengan namja yang sialnya ia akui tampan itu.

"Kau bisa diam tidak hah!" bentak Jaejoong akhirnya setelah tidak tahan dengan kelakuan Yunho. Namun namja tampan itu hanya tersenyum lebar merasa senang akhirnya Jaejoong mau berbicara padanya.

"Bagaimana aku bisa diam, sedangkan kau bisa terluka kalau mereka tidak sengaja menyenggolmu. Apalagi mereka bisa saja mencari-cari kesempatan untuk bisa menyentuhmu."

Jika ini adalah sebuah anime, mungkin saja dari atas kepala Jaejoong sudah muncul kepulan asap akibat dirinya menahan amarah yang luar biasa.

"Michin nom!" geram marah Jaejoong dan menatap tajam kearah Yunho, namun namja tampan itu sama sekali tidak ambil pusing dengan geraman Jaejoong. Yang lebih penting baginya adalah keselamatan Jaejoong dari tatapan orang-orang yang memandang lapar kearah 'kekasih' cantiknya itu.

::

::

YunJae - Plus Nine Boy

::

::

Keesokan harinya Yunho kembali datang untuk menjemput Jaejoong. Kini ia sudah berada di luar gedung, menunggu sang pujaan hati keluar. Senyum selalu nampak terlukis diwajah Yunho sambil memandang sekotak susu digenggamannya. Hah, hari ini ia merasa sangat senang karena sudah dua minggu ia bisa berdekatan dengan Jaejoong.

"Hahaha. Ne lain kali kita harus memberinya pelajaran."

"Hahaha.."

Suara tawa yang sedikit kencang membuat Yunho terusik. Ia pun kemudian menolehkan kepalanya keasal suara dan menemukan namja cantik pujaannya tengah berjalan sambil bercanda dengan kedua sahabatnya.

Lagi-lagi senyum mengembang diwajah Yunho saat melihat itu. Apalagi kali ini ia bisa melihat secara langsung tawa Jaejoong yang membuat namja itu semakin cantik berkali-kali lipat.

"Jaejoong-ah!"

Tawa diwajah Jaejoong segera luntur saat mendengar teriakan Yunho. Sial! ternyata namja mata musang itu masih saja mengikutinya.

Heecul dan Hyunseung yang tadinya asik bercandapun segera menghentikan tawa mereka saat mendengar seruan yang memanggil nama sahabatnya. Merekapun dengan sepakat segera berlalu meninggakan Jaejoong saat melihat Yunho yang datang menghampiri mereka.

"Yahh kalian, mau kemana!" teriak Jaejoong saat melihat kedua sahabatnya malah meninggalkannya berdua dengan Yunho. Ia menggerutu tidak jelas saat melihat kedua sahabatnya tertawa dengan senyum yang menggodanya.

"Yah! Kalian tunggu aku!"

Belum sempat Jaejoong mengejar kedua sahabatnya, Yunho sudah lebih dulu mencekal tangannya dan menyebabkan tubuh Jaejoong berbalik arah menuju kearahnya.

"Kau mau kemana?" tanya Yunho dan mendapatkan tatapan tajam dari Jaejoong. Segera ia menghempaskan tangan Yunho yang menggenggam tangannya lalu mendengus kesal.

"Mau apa lagi kau!"

Yunho tersenyum sudah terbiasa mendengar gerutuan itu keluar dari bibir merah Jaejoong. "Tentu saja aku datang menjemputmu. Kajja, kau ingin langsung pulang atau pergi ke suatu tempat?" tanya Yunho antusias.

"Sampai kapan kau mau berhenti mengikutiku?" tanya Jaejoong tiba-tiba sama sekali tidak nyambung dengan pertanyaan Yunho.

Yunho sedikit mengembangkan senyumnya saat mendengat pertanyaan Jaejoong. Hell, sampai kapanpun ia tidak akan berhenti mengikuti Jaejoong, karena Jaejoong adalah takdirnya.

"Mengapa kau masih menanyakannya? Sudah jelas bukan, aku tidak akan pernah berhenti. Karena kau adalah takdirku." jawab Yunho tegas dengan senyum yang masih terpatri indah diwajahnya.

Jaejoong terdiam. Namja dihadapannya ini, apa serius dengan apa yang dikatakannya?

"Bagaimana kau tau kalau aku adalah takdirmu?"

Yunho tersenyum kecil. "Tentu saja aku tahu. Aku bisa merasakannya. Disini." jawabnya sambil menunjuk dada kirinya. "Ia selalu berdetak kencang saat berada di dekatmu."

Degh

Mau tak mau jantung Jaejoong berdetak kencang saat mendengar jawaban Yunho. Padahal hanya gombalan yang dilontarkan oleh pemuda itu. Namun efeknya cukup terasa untuk Jaejoong. Apalagi ia melihat kedua mata Yunho yang memancarkan ketulusan saat mengatakannya.

Mencoba menetralkan detak jantungnya, Jaejoong pun kembali menjawab. "Kalau begitu, aku ingin kau membuktikannya. Buktikan jika benar aku adalah takdirmu."

"Aniyo. Itu tidak bisa dilihat dengan mata atau hanya diucapkan dengan kata-kata. Tapi lebih dari itu-"

Srettt

Yunho pun meraih tangan Jaejoong lalu menggenggamnya dan mengarahkan tepat ke dadanya. "Kau bisa merasakannya disini."

Degh

Degh

Degh

Jantung keduanyanya sama-sama berdetak kencang untuk alasan yang, mungkinkah sama?

Yunho tersenyum manis saat merasakan sentuhan tangan Jaejoong didadanya(?). Dan ia begitu menikmati menatapi wajah cantik Jaejoong yang berjarak cukup dengan dengan wajahnya.

Perlahan bisa ia lihat semburat merah muda yang mulai menghiasi wajah putih Jaejoong. Mau tak mau, senyumnya semakin mengembang saat melihat itu.

Astaga! Kalau saja ia tidak bisa menahan diri, sudah dipastikan kalau sedari tadi ia sudah memakan habis pipi menggoda namja cantik itu.

Hemmm

"Bagaimana? Kau merasakannya bukan?"

Doeng

Seakan tersadar, Jaejoong pun segera menghempaskan tangan Yunho dari tangannya. Ia pun memalingkan wajahnya kesamping agar Yunho tidak melihat wajahnya yang kini sudah berubah warna menjadi merah.

'Aiss. Ada apa denganku!' rutuk Jaejoong dalam hati.

Setelah menormalkan detak jantungnya, Jaejoong pun kini kembali menghadapakan dirinya kearah Yunho. Perlahan ditatapnya kedua mata Yunho sambil mencoba untuk tidak terpengaruh dengan debaran keras didadanya.

"Baiklah kalau begitu. Bagaimana kalau kita mengadakan tes?"

Yunho mengernyit bingung mendengar perkataan Jaejoong. Tes? Musun tes?

Jaejoong tersenyum kecil saat melihat kebingungan diwajah Yunho. Ini adalah kesempatan dirinya untuk bisa menjauhkan Yunho dari dirinya.

"Tes?"

"Ne. Kita melakukan tes. Tes untuk menentukan apakah benar aku adalah takdirmu atau bukan."

Sementara itu, Yunho masih terus berpikir. Apakah ia mau melakukan tes seperti apa yang Jaejoong inginkan? Tapi saat melihat senyum diwajah Jaejoong-yang disalah artikan olehnya-ia pun akhirnya menyetujui dengan tantangan dari namja cantik itu.

"Baiklah. Ayo kita lakukan! Aku yakin, karena kau memanglah takdirku!"

Senyum semakin mengembang diwajah Jaejoong. Untung saja Yunho mau mengikuti usulnya untuk mengadakan tes. Kalau begini, ia akan lebih mudah untuk menyingkirkan namja itu dari kehidupannya.

"Jangan terlalu percaya diri tuan Jung! Kita lihat saja nanti, apakah kau selama ini hanya membual atau tidak."

Yunho hanya mengangkat bahu cuek mendengar itu. Yang ada diotaknya sekarang adalah, kira-kira tes apa yang akan diadakan oleh namja cantik itu.

"Lalu, tes apa yang ingin kau lakukan?"

Jaejoong menyeringai kecil saat mendengar pertanyaan Yunho. Ia pun kemudian maju selangkah lebih mendekat kearah Yunho.

"Tesnya adalah-"

.

.

.

.

.

.

.

Tsuzuku

(TBC)

Hayolohhhh... tes seperti apa yang akan diberikan oleh Jaejoong?

Hohooo.. yang uda pernah nonton pasti tau kan yah? Tapi kalau yang belum, ya tungguin aja ne chap selanjutnya #modus

Haaalooohhaaaaa... apa kabar semuanya? Heheheee

Saya kembali dengan chap baru.. apakah kalian menantikannya? Apa? Tidakk? ToT

Chap ini semakin pendek yah? Hehehee...

Gomawo bagi yang masih mau membaca dan mereview cerita ini.. Big thanks buat :

Artemis Jung | yeye uun | saphire always for onyx | Youleebitha | akiramia44 | shipper89 | azahra88 | Lawliet Jung | michiko r rin | yeojazz | Rzsa | dheaniyuu | himeryo99 | cha yeoja hongki | nabratz | 5351 | justfera | Jung hana | GOMCHI46 | Yani Cassie YJS | Kim Jae Eun | mei azzahra1 | vichi vhan | TiasPrahastiwi | choikim1310 | lunabie | shanzec | shin kyoong kyoong | JungKimCaca | Jung Sister | zhoeuniquee | jiraniatriana | birin rin | Avanrio11 | alby chun | ccsyaoran01 | Kim Jae Qua | Guest | Jung Sister | Blueonyx Syiie | JonginDO | Guest | rizhu | panda | yjs | Guest | Bestin84

Atas kesan dan pesan(?)kalian mengenai cerita ini.. jeongmal khamsaheyo~~ kalau antusias kalian banyak, saya akan update cepat #smirk

Jangan lupa untuk tinggalkan kesan lagi untuk chap ini ne~~

Minna, review juseyo...

..

Denpasar, 10 November 2015