Disclamer: Saya tidak mengakui semua kerekter yang ada di Naruto, Bleach, High school dxd dan Kekkaishi. Mereka semua milik pengarangnya masing-masing saya hanya meminjam hal-hal yang berkaitan dengan anime tersebut..

Warning: Gaje,abal-abal,gak jelas,alur acak-acakkan,banyak kesalahan dari kalimat,tanda baca pokoknya banyak typo. Mohon di maafkan karena saya masih baru, ini cerita pertama saya dan semoga kalian menyukai fic pertma saya ini.

Summary: Madara memberi hadiah pada Naruto karena telah berhasil mengalahkannya,begitu pula dengan Hashirama dan Minato yang memberi hadiah pada Naruto. Setelah pulih Naruto keluar dari desa untuk berlatih selama empat tahun, tapi bukan di daerah-daerah shinobi melainkan di dimensi lain dengan menggunakan jutsu ruang dan waktu milik ayahnya. Bagaimana pejalanan Naruto selama berlatih di dimensi lain, suka duka apa saja yang akan Naruto alami pantengin ajah fic gaje ini..

Maf yah updatenya lama soalnya lagi fokus ke urusan sekolah, dan untuk up date sebenernya mau seminggu sekali tepi karena saya gk ada laptop buat ngetik paling seselesainya saya ngetik. tapi bakal saya usahain cepet kalau gk ada urusan.

Mudiantoro yang anda maksud dengan fap-fap apa yah? saya masih bingung bisa tolong di jelaskan dan itu juga berlaku untuk kalian yang tau, maaf yah saya masih amatir soalnya..hehe

Saya akan menjawab beberapa pertyanyaan kalian.

Apa naru akan tinggal di deminsi dxd?..

A : lihat ajah ke depannya

Kapan Naruto pake bankai?..

A : beberapa chapter lagi

Apa cinta Rias dan akeno bertepuk sebelah tangan?..

A : bisa dibilang tidak, bisa juga di bilang iya.

Apa pairnya?..

A : insyallah NaruHina

Apa Naruto mempunyai kekuatan setara rikudou sennin?

A : belum sehebat rikudou tapi jika mereka bertarung rikudou pasti kerepotan.

Apa naruto akan ikut campur di peperangan?..

A : sepertinya iya.

Apa Naruto di dimensi dxd sampai pertemuan ke 3 fraksi?..

A : lihat ajah ke depannya

Kapan naru kembali ke konoha?..

A : Masih lumayan lama

Untuk adegan dewasa saya belum terlalu bisa jadi saya harus banyak baca lagi. Cukup segitu ajah deh dulu tanya jawabnya. Selamat membaca.

By: Batrix danger

Rete: T

Genre: Adventure,romance

Pairing: NaruHina

A/N :semi crossover

Chapter 7

Di desa konoha

Sore hari di desa konoha begitu tenang, dengan udara yang sejuk dan angin musim semi yang berhembus menyentuh lembut, ada rasa yang menyejukkan jiwa, tenangkan pikiran, redakan masa kelam atas perang beberapa tahun lalu yang membawa banyak kesedihan. Ya sore hari yang sempurna dimana para anggota Roki 12 dan Sai sedang berkumpul, terkecuali Sasuke yang sedang bertugas sebagai kapten anbu sehingga tidak bisa berkumpul bersama, dan Naruto yang sedang berlatih di luar desa. Terlihat Shikamaru yang tengah tertidur di bawah pohon dengan tangan sebagai bantalan kepalanya. Kiba yang sedang bermain bersama akamaru. Choji yang sedang makan keripik. Lee yang sedang melakukan pus up, Sai yang sedang melukis. Neji dan tenten yang sedang duduk menyaksikan Lee pus up. Semetara Sakura, Ino dan Hinata yang duduk di bangku taman tangah menyaksikan semua kegiatan teman-temannya.

"Sudah cukup lama semenjak Naruto pergi berlatih di luar desa, aku sangat merindukannya aku ingin kita bisa berkumpul lagi seperti dulu. Menurut kalian akan seperti apa jika Naruto kembali nanti?"Ucap wanita berambut kuning dengan gaya poni tail bertanya kepada kedua temannya sambil memegang setangkai bunga di lengannya.

"Aku juga sangat merindukannya, tapi aku harap jika Naruto kembali nanti sekali pun penampilan fisiknya berubah tapi tidak dengan sifat dan perilakunya. Bagaiman dengan mu Hinata-chan?"Jawab Sakura sekaligus bertanya pada Hinata yang ada di sebelahnya tengah termenung.

"A-ano aku sama seperi Sakura-chan semoga Naruto-kun tidak barubah tetap Naruto-kun yang dulu"Jawab Hinata kemudian kembali melamun.

Hinata pov

"Naruto-kun sudah lama sekali semenjak kau meninggalkan desa, aku harap kau dalam keadaan baik-baik saja. Kami semua di sini sangat merindukan mu dan terkadang rasa rindu ini menyiksa ku Naruto-kun, namun menunggu mu datang bertahun-tahun membuat ku tak sabar untuk segera bertemu dengan mu. Kau tau Naruto-kun menyukai mu membuat ku bahagia meskipun aku tak tau kau menyukai ku atau tidak, tapi aku akan menepati janji ku untuk selalu menunggu mu kembali. Cepatlah kembali Naruto-kun aku ingin mengetahui semuanya dari mu, cepatlah kembali dan berikan jawaban atas semua keraguan ku ini.

Hinata pov and

"Hei Hinata-chan kenapa kau melamun? Ahh.. Aku tau kau pasti sedang memikirkan Naruto kan"Goda Ino ketika melihat Hinata yang melamun. Sementara Hinata yang kaget karena ketahuan sedang melamunkan Naruto tampak salah tingkah, dengan rona merah di kedua pipinya Nampak jelas terlihat.

"Ti-tidak a-aku ti-dak melamunkan Naruto-kun"Ucap Hinata tergagap kemudian menundukkan kepalanya sambil memainkan jari telunjuknya.

"Hahaha.. kau tidak perlu berbohong Hinata-chan, dengan tingkah mu yang seperti itu dan juga rona merah yang muncul di kedua pipi mu, itu sudah menunjukkan bahwa tebakkan ku benar"Lanjut Ino terus menggoda Hinata. Berbeda dengan sakura yang melihat Hinata terus di goda oleh Ino akhirnya buka suara karena tidak tega melihat Hinata yang terus di goda seperti itu.

"Sudah Ino hentikan, jangan kau terus menggoda Hinata-chan seperti itu"Ucap Sakura.

"Maaf Hinata-chan aku tidak bermaksud, hanya saja kau terlihat manis saat merona seperti itu"Ujar Ino tersenyum kearah Hinata yang masih menundukkan kepalanya.

"Kau tak perlu secemas itu Hinata-chan, aku yakin Naruto akan segera kembali jika latihan yang ia jalani sudah selesai. Kita berharap saja latihan Naruto segera selesai sehingga bisa kembali ke konoha"Lanjut Ino menenangkan Hinata dengan terus tersenyum.

"I-iya aku tidak cemas kok, hanya saja"..

Hinata tidak melanjutkan kalimatnya ia tertunduk sedih.

"Sudahlah Hinata-chan aku mengerti perasaan apa yang tengah melanda hati mu, bersabarlah aku yakin Naruto akan menepati janjinya"Ucap Sakura masih dengan senyumnya.

Ya Sakura merasakan dan mengerti apa yang Hinata rasakan, karena Sakura pernah merasakan apa yang saat ini Hinata rasakan. Hal paling berat yang di rasakan oleh seorang wanita adalah ketika mereka terpisah sangat jauh dengan pria yang sangat mereka cintai dan saat orang yang mereka cintai pergi hanya ke hampaan yang mereka rasakan, cinta yang teramat besar membuat Hinata tak bisa mencintai pria, selain Uzumaki Naruto.

"Cepatlah kembali Naruto karena ada seorang gadis yang sangat mencintai mu di sini"Batin Sakura.

Tak lama datang para anggota Roki 12 dan Sai menghampiri ke tempat Ino, Sakura dan Hinata berada. Shikamaru kembali membaringkan tubuhnya di dekat mereka, sementara yang lain berkumpul mengelilingi Sakura, Ino dan Hinata.

"kalian sedang membicarakana apa, sepertinya serius sekali?"Tanya Tenten ketika sudah berada di dekat mereka bertiga.

"Tidak, kami hanya sedang berbicara mengenai Naruto karena dia sudah cukup lama meninggalkan desa. Iya kan Ino, Hinata-chan"Jawab Sakura yang di anggukkan oleh Ino dan Hinata.

"Benar juga sudah lebih dari dua tahun Naruto pergi, tapi tidak ada kabar sama sekali dari Naruto. Sebenarnya dimana dia berlatih?"Ucap kiba yang tengah berada di atas akamaru.

"Guk.." (benar)

"Seharusnya jika Naruto berlatih di suatu tempat di lima Negara besar atau di daerah lain pasti sangat mudah menemukan atau mengetahui kabar mengenai keberadaan Naruto, karena dia cukup terkenal sebagai pahlawan perang dunia shinobi keempat, semua orang pasti mengenalnya"Ujar Lee memandang satu persatu temannya.

Semua anggota Roki 12 dan Sai tengah berpikir begitu pula dengan Shikamaru yang mempunyai otak paling cerdas di antara mereka yang kini terbaring di rumput sambil memejamkan matanya tengah berpikir mengenai apa yang di ucapakan oleh Lee.

"Memang benar yang di katakan oleh Lee, untuk ukuran pahlawan seperti Naruto semua orang pasti mengenalnya. Jadi itu memudahkan pihak konoha memperoleh informasi mengenai kemunculan Naruto di suatu tempat atau daerah-daerah di dunia shinobi ini, tapi selama dua tahun lebih ini sama sekali tidak ada informasi mengenai kemunculan Naruto. Bahkan beberapa anbu elit konoha yang di tugaskan oleh Hokage untuk mencari keberadaan Naruto ikut menyerah, menurut mereka. Naruto seperti hilang di telan bumi. Itu pula yang membuat pihak konoha menjadi was-was. Sebenarnya dimana kau Naruto? jika kau berlatih di dunia shinobi pasti pihak konoha sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan mu. Jika sperti itu hanya ada satu ke simpulan, kau tidak ada di dunia shinobi ini Naruto"Batin Shikamaru menyimpulkan spekulasi mengenai ke beradaan Naruto.

"bagaimana menurut kalian?! Apa kalian tau dimana ke beradaan Naruto saat ini?!"Tanya Ino memcah keheningan dan semuanya menggelengkan kepala tanda bahwa mereka tidak tau.

"Naruto tidak ada di dunia ini"Ucap Shikamuru tiba-tiba. Semua mata tertuju pada Shikamaru yang terbaring di rumput yang tengah memejamkan matanya menikmati hembusan angin sore yang menerpa wajahnya.

"Apa maksud mu Naruto sudah mati?"Celetuk kiba yang membuat semua orang kaget terutama Hinata.

"Jaga ucapan mu Kiba, kau tidak boleh menyimpulkannya semudah itu"Teriak Sakura.

"Ti-tidak Na-naruto-kun tidak mungkin mati"Ucap Hinata yang sudah mulai meneteskan air mata dengan tubuh yang bergetar. Sementara Sakura yang melihat Hinata seperti itu segera memeluknya untuk menenangkan.

"Naruto-kun tidak mungkin mati hiks hiks Na-naruto-kun tidak mati. Iyakan Sakura-chan"Ucap Hinata lagi di sela isak tangisnya dalam pelukkan Sakura.

"Lihat hasil dari ucapan mu tadi, seharusnya kau tidak mengucapkan itu kiba"Ujar Neji sambil menatap kiba. Sementara Kiba masih terbengong dan meras sangat bersalah karena tidak menyangka ucapannya tadi akan berdampak seperti ini.

"Aku belum selesai bicara jangan menyimpulkan seperti itu"Ucap Shikamaru lalu bangkit dari posisi tidurnya seraya berdiri dan bersandar di batang pohon sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Maksud ku dengan Naruto tidak ada di dunia shinobi itu" Shikamaru membuat jeda di kalimatnya.

"Ada dua kemungkinan kenapa Naruto tidak ada di dunia shinobi ini. Yang pertama seperti yang di katakan oleh kiba itu bisa saja terjadi pada manusia biasa yang mati kelaparan atau sakit ketika sedang melakukan perjalanan jauh atau tersesat di hutan, tapi tidak mungkin dengan Naruto. Dia adalah shinobi yang sudah terlatih bagaimana caranya bertahan hidup ketika berada di alam bebas. Atau pun mati karena di serang oleh para bandit atau mising-nin ketika dalam perjalanan, aku rasa itu juga tidak mungkin karena kita semua tau bahwa Naruto adalah shinobi terkuat saat ini mungkin gelar itu memang cocok untuknya, jadi hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Menurut ku Naruto saat ini berada di tempat dimana orang-orang tidak mengenalnya, karena jika Naruto beradi di dunia shinnobi otomatis pihak konoha sangat mudah mendapatkan informasi mengenai kebaradaan Naruto karena Naruto cukup terkenal di dunia shinobi ini. Semua orang pasti mengenalnya sebagai pahlawan. Aku juga tau Hokage-sama mengutus anbu elit untuk melacak keberadaan Naruto tapi meraka semua gagal, mereka sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Naruto. Menurut mereka Naruto seperti hilang di telan bumi. Jadi hanya ada satu tempat di mana orang-orang tidak akan mengetaui identitas Naruto sebagai seorang shinobi atau sebagai pahlawan yaitu"Shikamaru kembali membuat jeda kembali di kalimatnya.

"Naruto berada di dimensi lain"Lanjut Shikamaru seraya tersenyum dengan memandang jauh ke langit yang mulai menguning.

Semua orang hanya mampu tercengang setelah mendengar penjelasan dari si jenius Nara Shikamaru sudah tidak di ragukan lagi analisis seorang Nara Shikamaru keakuratannya bisa mencapai Sembilan puluh Sembilan persen tidak akan ada satu pun dari temannya yang meragukan ketika Shikamaru sudah mengemukakan hasil analisisnya.

"Tapi bagaimana Naruto pergi ke di mensi lain? Setau ku dia tidak mempunyai jutsu ruang dan waktu atau jutsu untuk membuka portal waktu"Tanya Lee bingung begitu pula dengan yang lain.

"Apa kau sudah lupa Naruto itu putra siapa? Apa kalian lupa saat Hokage ke empat memberikan sebuah gulunga pada Naruto? Dan apa kalian juga lupa saat Naruto masih berada di Konoha kita tidak betemu dengannya selama dua minggu? Setelah itu dia memutuskan untuk pergi berlatih ke luar desa"Balas Shikamaru.

"Aku mengerti sekarang, bisa jadi gulungan yang di berikan oleh Hogake ke empat saat itu adalah gulungan jutsu ruang dan waktu. Dan saat kita tidak menemui Naruto selama dua minggu waktu itu, karena dia sedang berlatih menguasai jutsu itu"Ucap Kiba.

"Ya itu bisa terjadi, dan aku yakin Hokage keempat tidak hanya mewariskan satu jutsu saja pada anaknya itu. Semua itu akan terjawab ketika Naruto sudah kembali nanti"Lanjut Shikamaru

"kau sudah mendengarnyakan Hinata-chan, jadi sekarang kau tidak perlu khawatir"Ujar Sakura melepaskan pelukkannya dari tubuh Hinata.

"I-iya Sakura-chan"Sahut Hinata singkat yang kini sudah mulai tenang.

"Tidak penting dimana Naruto berada saat ini, lebih baik kita do'akan saja agar Naruto dalam keadaan yang baik dan cepat kembali supaya kita bisa berkumpul bersama lagi"Ujar Neji.

"Dan satu lagi jangan bicarakan hal ini kepada orang lain, yang tadi ku ucapkan hanya sebuah perkiraan saja. keberadaan Naruto yang sebenarnya masih menjadi misteri, Kalian mengerti. Hari sudah mulai gelap lebih baik kita pulang!"Seru Shikamaru dan di jawab anggukkan oleh yang lain.

Akhirnya acara berkumpul mereka berakhir kerena waktu sudah mulai gelap, mereka pun pergi meninggalkan taman menuju ke rumahnya masing-masing. Persahabatan tidak terjanlin secara otomatis persahabatan membutuhkan peroses yang panjang, seperti besi menajamkan besi demikinalah sahabat yang menajamkan sahabatnya. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati namun tidak semua orang mendapatkannya, proses dari teman menjdi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dan kesetiaan, tapi bukan pada saat membutuhkan bantuannya saja barulah kita memiliki motivasi untuk memberi perhatian, pertolongan dan pernyataan kasih dari orang lain. Tapi justeru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang di butuhkan oleh sahabatnya. Beruntung sekali Naruto mempunyai sahabat seperti mereka, bukan hanya pada saat senang saja mereka ada untuk Naruto namun pada saat Naruto dalam keterpurukkan atau masalah mereka selalu ada untuk memberi dukungan atau support, bahkan ketika Naruto tidak ada di sisi mereka. Mereka selalu mendoakan yang baik untuk Naruto, serta selalu menunggu Naruto kembali agar mereka bisa berkumpul bersama dalam keadaan suka atau pun duka itulah yang di sebuat sahabat sejati.

Di tempat Naruto

Di sinilah Naruto tengah berjalan di jalan pinggir kota sehabis berlatih, sebenarnya bisa saja Naruto menggunakan hiraishin untuk segera sampai ke tempat yang ia tuju tapi kerena suasana sore yang indah akhirnya ia memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu sebelum kembali ke ruangan club yang sekarang menjadi tempat tinggalnya, sementara ia berada di dimensi ini.

"Sore yang indah sayang sekali untuk di lewatkan"Ucap Naruto terus berjalan menikmati angin sore sambil sesekali menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.

"Kau benar nak, ini sore hari yang sangat sempurna"..

"Ehh.. Suara siapa itu?"Seru Naruto bingung karena ada suara yang menyela ucapannya kemudian Naruto mencari sumber suara tersebut. Alhasil Naruto menemukan seorang laki-laki paruh baya yang sedang memancing di pinggir sungai.

"Apa paman tadi berbicara pada ku?"ucap Naruto bertanya ketika sudah berada di dekat orang tersebut.

"tentu saja memangnya ada siapa lagi selain kau"Balas orang tesebut tanpa mengalihkan pandangannya kearah Naruto ia terus melihat kearah sungai.

"Duduklah dulu temani aku di sini"Lanjut orang tersebut sementara Naruto hanya menurut kemudian duduk di sampingnya.

"Nama ku Azazel. Siapa nama mu?"Ucap orang tersebut memperkenalkan diri pada Naruto tanpa menengok hanya melihat Naruto dari ujung matanya.

"Nama ku Uzumaki Naruto panggil aku Naruto"..

"Aku hanya ingin mengetahui lebih banyak tentang mu apa boleh?"Lanjut Azazel to the poin.

"Mengetahui lebih banyak tentang ku. Apa maksud mu paman?"Tanya Naruto sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Ya lebih tepatnya aku ingin mengetahui tentang kemampuan yang ada pada diri mu, aku tau kau orang baik yang bisa di ajak berdiskusi. Karena aku sudah melihat ke baikkan mu, pada saat kau tidak membunuh salah satu anak buah ku itu sudah menunjukkan sifat mu. Dan aku juga melihat saat kau membuat serta mengendalikan naga air itu untuk menyerang kedua anak buah ku, itu sungguh luar biasa. Aku yakin masih banyak kemampuan yang kau miliki, maka dari itu aku ingin kau menunjukkannya pada ku karena aku merasakan bahwa kau bukan manusia biasa. Jujur saja aku merasakan kuatan besar yang mengalir dalam tubuh mu"Ucap Azazel panjang lebar seraya menengok dan tersenyum pada Naruto.

"Sudah ku duga kau bukan pria biasa yang hanya memancing di pinggir sungai. Siapa sebenarnya kau paman?"Balas Naruto sambil menatap tajam pada Azazel.

"Ya kau benar aku adalah seorang malaikat jatuh. Lebih tepatnya gubernur malaikat jatuh"Jelas Azazel.

"Tapi maaf paman, aku tidak bisa menunjukkan kemapuan ku pada mu kerena kemampuan ku tidak untuk di pertunjukkan atau di pamerkan pada orang lain. Aku di berkahi kemampuan ini untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi serta orang-orang yang berharga bagi ku"Ucap Naruto sambil memandang lurus ke depan.

"Jadi kau tidak mau memberi tahu ku tentang kemampuan yang kau miliki Naruto?"..

"Ya.."jawab Naruto singkat.

"Yasudah kalau kau tidak mau, alasan mu juga cukup masuk akal"Ucap Azazel menampakkan sebuah seringai di wajahnya.

"Apa ada lagi yang ingin kau tanyakan pada ku paman?"Tanya Naruto.

"Tidak"..

"Tapi kau beruntung sekali Naruto di kelilingi oleh dua wanita cantik dengan tubuh yang bisa membuat para pria meneteskan air liurnya"Lanjut Azazel.

"Maksud mu..?"

"Haha.. Kau tidak perlu berpura-pura bodoh seperti itu Naruto"Ucap Azazel sembil tertawa, sementara Naruto yang tidak mengerti maksud Azazel hanya menaikkan sebelah alisnya tanda ia bingung.

"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud?. Tapi aku ingin meminta maaf karena telah melukai salah satu anak buah mu serta ada yang ingin aku tanyakan pada mu paman"Ucap Naruo dengan tampang serius.

"Tidak perlu meminta maaf, sekalipun kau membunuhnya aku sama sekali tidak keberatan malah aku senang karena kau mengurangi sedikit beban ku. Apa yang ingin kau tanyakan"Balas Azazel'

"Aku sudah tau mengenai perang yang melibatkan tiga fraksi itu, aku hanya ingin bertanya apa kau ingin perang itu benar-benar terjadi lagi?"..

"Tidak. Aku sama sekali tidak ingin perang itu terjadi lagi, sudah cukup kesengsaraan ini dan aku tidak ingin melihat banyak korban yang berjatuhan akibat perseteruan konyol ini"Jawab Azazel dengan tampang serius.

"Lantas apa yang akan paman lakukan?"Tanya Naruto lagi.

"Aku hanya ingin mengakhiri perang ini dengan cara mendamaikan ketiga fraksi yang bertikai itu. Itulah tujuan ku"..

"Kau pasti bisa mencapai tujuan mu itu paman, aku yakin meskipun butuh usaha keras untuk mewujudkannya"Ucap Naruto mengalihkan pandangannya kearah Azazel.

"Ya semoga saja. Dan aku ingin Memberitahukan satu rahasia besar yang tidak semua orang lain tahu dan kau harus menjaga rahasia ini termasuk dari kelima teman iblis mu"Ucap Azazel masih terus memancing hanya melihat Naruto dari sudut matanya, sementara Naruto hanya mengangguk.

"Dahulu pada saat perang besar yang melibatkan tiga fraksi banyak korban yang berjatuhan dari masing-masing fraksi"Azazel mengambil jeda di kalimatnya.

"Termasuk tuhan itu sendiri"Lanjut Azazel, yang kontan membuat Naruto kaget, kini Naruto hanya mampu tercengang dan tak percaya atas apa yang baru saja di dengarnya.

"Maksud mu tuhan telah tewas?"Tanya Naruto dan di jawab anggukkan oleh Azazel.

"Ta-tapi bukankah tuhan yang menciptakan kalian semua. Mustahil dia bisa tewas, seharusnya dia bisa dengan mudah menghancurkan atau membinasakan kalian semua"Ucap Naruto tergagap kerena kaget mengetahui tuhan telah tewas sementara Azazel hanya tersenyum saat melihat ekspresi Naruto.

"Asal kau tau Naruto ada benda atau sacred gear yang bisa membunuh tuhan itu sendiri"..

"Sungguh rumit konflik yang kalian jalani. Lantas kenapa kau memberitahukan hal ini pada ku?"Ucap Naruto yang sudah mulai tenang.

"Entahlah. Tapi kurasa kita akan menjadi teman yang baik. Yang jelas kau harus menjaga rahasia ini"Balas Azazel.

"Ya aku akan menjaga rahasia ini. Kalau begitu aku pergi dulu senang bisa bebincag dengan mu lain waktu jika ada kesempatan kita lanjutkan"Ujar Naruto berjalan menjauhi Azazel sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya.

"Selamat menikmati tubuh mereka Naruto aku yakin pasti sangat nikmat. Aku hanya sekedar mengingatkan, kau butuh tenaga ekstra untuk mengimbangi permainan mereka!. Ha ha ha "Seru Azazel dengan tawa kerasnya, sementara Naruto yang baru mengerti maksud Azazel hanya menelan ludah dan terus berjalan mengacuhkan Azazel yang masih tertawa.

"Kau orang yang menarik Naruto, Meskipun kau tidak mau memberiahukan tentang kemampuan yang kau miliki pada ku, tapi aku masih punya cara lain untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mu. Dan untuk kau vali, aku akan mempertemukan mu dengan lawan yang tangguh selain si merah"Batin Azazel dengan seringai mengerikan terlihat jelas di wajahnya.

Di ruang penelitian ilmu gaib

"Aku pu.." Ucapan Naruto terhenti ketika masuk ke ruangan club, Naruto melihat Issei tengah bediri dengan darah yang keluar dari kedua lobang hidungnya serta air liur yang menetes dari mulutnya dengan tampang mesum Nampak jelas, Issei tengah menghadap kearah tirai mandi di belakang ruangan, di tirai itu terdapat bayangan seorang wanita dengan tubuh yang sangat menggoda.

"Heh.. Bocah mesum ini harus aku beri pelajaran. Maaf kakashi-sensai aku pinjam jurus mu"batin Naruto.

Sennen goroshi (derita seribu tahun)

Ucap Naruto kemudian menusuk pantat Issei dangan jarinya.

"Huuwaaa ..!"

Teriak Issei dan meluncur seperti sebuah roket, sementara Naruto hanya menyaksikan dengan tampang biasa saja. Kemudian Naruto duduk bersandar di sofa sambil memikirkan mengeani ucapan Azazel yang memberi tahunya bahwa tuhan telah tewas, tak lama Rias dan Akeno keluar dengan Rias yang sudah mengenakan seragam dengan rambut yang masih basah.

"Kau sudah pulang Naruto-kun. Kenapa dengan Issei-kun"Ucap Rias ketika melihat Naruto sekaligus bingung melihat Issei yang jingkerak-jingkerak sambil memegangi pantatnya.

"Tidak apa-apa, aku hanya memberinya sedekit kejutan saja"Balas Naruto.

"Apa-apaan kau Naruto seenaknya saja melakukan itu pada ku, itu sakit tau!"Ucap Issei marah-marah sambil terus memegangi pantatnya.

"aku benci saat melihat tampang mu yang seperti itu"..

"Aku juga, benar-benar wajah mesum menjijikan"Timpal Keneko yang tengah memakan youkan.

"Kau kenapa Naruto-kun?"Tanya Akeno ketika melihat Naruto tidak seperti biasannya.

"Apa kau sedang ada masalah?"Lanjut Akeno.

"tidak aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Aku ingin keluar sebentar untuk merilekskan pikiran ku"Jawab Naruto seraya bangkit dan pergi keluar, setelah sampai di luar Naruto langsung berteleport ke tempat favoritnya yaitu atap kuoh akademy.

"Buchou apa kau tau, kenapa Naruto-kun bersikap seperti itu?"Tanya Akeno cemas.

"Aku tidak tau, tapi akan aku cari tau"Ucap Rias seraya bangkit dari duduknya dan pergi ke luar untuk menemui Naruto.

Sementara Naruto kini tengah duduh di atap kuoh akademy. "Apa kau masih memeikirkan perkataan orang itu Naruto?"Tanya Kyuubi.

"Benar Kurama aku itdak habis pikir tuhan sudah tewas. Aku bingung harus percaya atau tidak"..

"Ada yang datang Naruto, nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan kita karena aku ingin memberitahukan mu sesuatu"Ucap Kyuubi kemudian memutuskan kontaknya dengan Naruto. Sementara Naruto tidak mengalihkan pandangannya karena sudah mengetahui siapa yang datang menghampirinya.

"Naruto-kun"Uacap Rias.

"Hm.."

"Apa kau baik-baik saja?"Tanya Rias.

"Ya aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir. Kemarilah duduk di samping ku jangan berdiri seperti itu"Jawab Naruto sekaligus mengajak Rias untuk duduk di sampingnya.

"Kau membuat ku cemas dengan sikap mu yang seperti itu"Lanjut Rias ketika sudah berada di samping Naruto.

"Maaf jika sikap ku tadi membuat mu cemas, aku hanya sedang berpikir apakah ketiga fraksi itu akan berdamai. Bagai mana jika tidak? dan perang benar-benar terjadi. Kau tau Rias-chan perang adalah bencana yang sangat mengerikan kematian tak berarti, kebencian tanpa henti, rasa sakit yang tak pernah berakhir itulah perang. Jika saja aku bisa mendamaikan ketiga fraksi itu pasti akan aku lakukan, tapi aku tidak bisa karena aku hanya seorang pengembara yang selalu berpindah-pindah tempat"Jawab Naruto setengah bohong.

"Jadi itu yang kau pikirkan, tenang saja suatu saat perang ini akan berakhir dan kedamaian akan terwujud jadi kau tidak perlu khawatir"..

"Yak kau benar. Aku berjanji selama aku belum pergi dari sini, aku akan melindungi kalian semua itu adalah janji ku"Ucap Naruto seraya berbalik dan menggenggam tangan Rias.

Deg..

"perasaan apa ini, kenapa jantung ku berpacu begitu cepat. Tidak. Perasaan ini tidak boleh muncul"Batin Rias ketika tangannya di genggam oleh Naruto.

"Naruto-kun tangan mu"..

"Maaf aku telah lancang"Ucap Naruto kemudian melepaskan genggaman tangannya dari Rias.

"Tidak apa-apa"Ujar Rias dengan rona merah di pipinya serta jantung yang masih berpacu dengan cepat, berbeda dengan Naruto yang terlihat biasa saja atas apa yang telah ia perbuat mungkin sifat tidak pekanya sudah mulai kambuh.

"Melihat langit malam di tempat ini sangat indah ya Rias-chan"Ucap Naruto sambil memandang langit malam.

"Kau benar Naruto-kun, apa langit malam di tempat mu tidak seindah ini?"Balas Rias sekaligus bertanya.

"Lagit malam di tempat ku juga indah, sama seperti di sini".

"Naruto-kun"..

"Hm.."

"Apa boleh aku bersandar di bahu mu?"..

"Tentu saja aku tidak keberatan, terlebih itu membuat mu nyaman aku sangat senang"Jawab Naruto dengan senyumnya.

Rias pun tersenyum ketika mendengar jawaban dari Naruto lalu mendekatkan tubuhnya pada Naruto seraya meletakan kepalanya di bahu Naruto.

"Nyaman bahu mu sangat nyaman, barada sedekat ini dengan mu terasa terlindungi aku ingin seperti ini terus Naruto-kun"Batin Rias sambil teerseyum. Berbeda dengan Naruto yang terus berbicara mengenai hal-hal yang bekaitan dengan indahnya malam itu, Rias hanya mendengarkan tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya hingga muncul sebuah pertanyaan di benak Rias.

"Naruto-kun"..

Naruto yang mendengar namanya di panggil akhirnya menghentikan ocehannya.

"Ya ada apa Rias-chan?"..

"Apa pendapat mu tentang cinta?"Tanya Rias masih bersandar di pundak Naruto.

"Cinta ya"Jawab Naruto menggantung kalimatnya mencoba untuk berpikir.

"Menurut ku cinta itu asal mula, menjadi awal dari rasa. Ketika jiwa ingin menyatu dengan takdirnya. Kembali pada asal mula dia berasal kemudian abadi di tempatnya. Cinta juga sebuah pencarian, karena cinta adalah peroses pencarian diri untuk menemukan cinta di dalam dirinya. Bisa jadi cinta adalah ujian. kesetian menanti hadirnya selalu di harapkan hingga ketulusan itu terpenuhi dengan ketulusan hati. Dan cinta adalah akhir, tujuan terakhir yang mengakhiri segala bentuk kemudian menyatu dan berakhir di dalam cinta itu sendiri. Itulah cinta"Lanjut Naruto sambil membayangkan wajah Hinata di langit yang di penuhi bintang-bintang.

"membingungkan dan sesulit di mengerti itukah definisi cinta menurut mu Naruto-kun?"..

"Haha.. Begitukah, lantas menurut mu cinta itu bagaimana?"Tanya Naruto dengan tawa.

"Cinta itu mengharukan, memilukan siapa pun pasti terharu dan menangis karenanya hingga habislah air mata. Yah cinta itu memang rumit dan membingungkan. Tampilannya begitu sederhana namun sulit di terjemeahkan dengan logika"Jawab Rias lalu mengangkat kepalanya dari bahu Naruto.

"Jika benar cinta itu sebegitu rumitnya bagi mu, maka cintailah ia dengan cara sederhana Rias-chan. Dan kalau pun terlihat rumit lupakanlah, karena itu bukan cinta sejati. Kau harus tau cinta sejati itu selalu sederhana"Balas Naruto dengan senyum yang kini menghadapkan tubuhnya kearah Rias. Rias pun tertegun atas ucapan Naruto.

"Na-naruto-kun"Ucap Rias tergagap, arah pandangnya tertuju pada Naruto yang masih tersenyum.

"Tidak biasanya kau menanyakan hal seperti itu pada ku. Apa kau sedang menyukai seorang pria Rias-chan?"Tanya Naruto dengan muka jahil.

"ehh.."

Kaget Rias lalu memalingkan wajahnya, senyum Naruto kembali mengembang ketika melihat tingkah Rias.

"Ti-tidak"Jawab Rias.

"Kau mengingatkan ku padanya, jika bersikap seperti itu Rias"Batin Naruto.

"Kau gadis yang cantik jangan pasang tampang seperti itu, tersenyumlah jangan pikirkan kata-kata ku tadi aku hanya bercanda"lanjut Naruto sambil sedikit mengacak rambut Rias dengan senyum yang tak pernah hilang di wajah Naruto. Berbeda dengan Rias yang kembali terteguan atas perlakuan Naruto, pasalnya baru kali ini Rias di perlakukan layaknya seorang gadis biasa oleh seorang pria yang bukan keluarganya dan itu membuat mata Rias berkaca-kaca hingga membuat genangan air yang siap tumpah.

"Ma-maaf Ri-as-chan jika kata-kata dan perbuatan ku tadi melukai perasaan mu"Ucap Naruto tergagap karena melihat Rias yang mulai menangis.

Grebb…

Tiba-tiba Rias memeluk Naruto yang membuat Naruto kaget terlebih Naruto merasakan bahwa Rias menangis makin kencang di dadanya bidangnya.

"A-apa kau tersinggung atas ucapan dan perbuatan ku? Jika iya, aku minta maaf"Lanjut Naruto masih tergagap dan Nampak salah tingkah.

"Hiks.. Kau tidak melakukan kesalahan apa pun Naruto-kun jadi tidak perlu meminta maaf. Hiks.. "Balas Rias masih menangis tersedu-sedu di tubuh Naruto.

"Lantas kenapa kau menangis?"..

"Aku senang.."

Mendengar jawaban Rias membuat Naruto bingung, di tandai dengan alis Naruto yang terangkat sebelah. Namun Naruto tau Rias belum selesai atas penjelasannya.

"Aku senang atas perlakuan mu Naruto-kun, aku merasa layaknya gadis biasa saat di dekat mu"..

"Haha.. jadi ini yang membuat mu menangis, kau ini. Tak pernah terbesit dalam pikiran ku, kau ini apa atau pun siapa. Bagiku kau adalah gadis cantik yang mempunyai senyum manis, rambut yang indah serta kau terlahir dengan wajah yang sangat cantik, tutur kata yang lembut selalu terlantur dari mulut mu bagaikan mutiara. Keindahan hati mu membuat langkah kaki mu memberikan kehidupan bagi orang-orang yang berada di sekeliling mu. Dan yang ku tahu persahabatan tak pernah memilih. Persahabatan bukan di dasari oleh genre, usia atau motif apa pun"..

"Benarkah seperti itu Naruto-kun"Balas Rias atas ucapan Naruto.

"Ya. Ketahuilah kau, Akeno, Keneko, Kiba dan juga Issei. Kalian adalah hadiah yang terindah yang ku dapatkan di tempat ini, kalian sahabat terbaiku yang ku temukan dalam perjalanan ku"Lanjut Naruto menyambut pelukan Rias dan sepertinya Rias enggan untuk melepaskan tangannya yang melingkar di tubuh Naruto ia malah membenamkan seluruh tubuhnya kedalam pelukan Naruto, menikmati kehangatan dari tubuh Naruto sehingga udara malam yang dingin pun sudah tidak terasa karena Naruto dan Rias saling berbagi kehangatan. Rias memejamkan matanya sedekatini dengan Naruto membuatnya merasa sangat nyaman sehingga membuat hatinya menjadi tenang.

"Kau adalah teman terbaik ku Rias-chan meskipun pada akhirnya kita harus berpisah karena cepat atau lambat aku harus pergi untuk melanjutkan perjalanan ku, percayalah kau menepati tempat yang istimewa di hati ku, orang yang berharga bagi ku. Ngomong-ngomong hari sudah mulai larut yang lain pasti sedang cemas menunggu kita di ruangan club Rias-chan"Ucap Naruto namun tak ada jawaban dari Rias, Naruto kembali menaikkan sebelah alisnya karena bingung Rias tak merespon ucapannya, ia pun kembali berbicara.

"Rias-chan bisa kau lepaskan pelukkan mu. Ayo kita kembali ke ruangan club"..

Kembali tak ada jawaban dari Rias dan itu membuat Naruto semakin bingung.

"Rias-chan.."

"Rias-chan.."

Sama sekali tak ada jawaban dari Rias dan itu sukses membuat Naruto menjadi khawatir. Dengan perlahan Naruto melepaskan lengan Rias yang melingkari tubuhnya senyum terukir di wajah Naruto ketika melihat Rias yang ternyata sudah tertidur lelap, wajah Rias nampak damai dan tenang dengkuran halus terdengar dari mulut Rias.

"Ternyata kau tertidur yah. Tak ku sangka kau mempunyai sifat seperti ini"Ucap Naruto menatap wajah Rias dengan senyum yang masih melakat di wajahnya.

"Bodoh.."Celetuk kyuubi dari pikiran Naruto.

"Ucapkan sekali lagi jika itu untuk ku"Balas Naruto.

"Kau bodoh Naruto. Apa sudah jelas?"..

"Alasan apa yang membuat mu menyebut ku bodoh. Memang ada yang salah dari apa yang ku lakukan!"Jawab Naruto dengan nada sedikit meninggi.

"itulah kebodohan mu. Sudah jangan ganggu aku"Balas Kyuubi santai lalu memutuskan kontaknya dengan Naruto.

"Kurama cepat jelaskan apa maksud dari perkataan mu, aku sama sekali tidak mengerti!"Teriak Naruto namun Kyuubi tidak mau menjawab.

"Dasar bola bulu, seperti biasanya kau sangat menyebalkan"Lanjut Naruto, Nampak jelas kekesalan di wajah Naruto, arah pandang Naruto pun teralih kearah Rias yang tengah tertidur dan nampak sangat lelap.

"Sepertinya hari ini sangat melelahkan untuk mu"Gumam Naruto lalu membawa tubuh Rias ala bridal style, tedengar sedikit suara dari Rias sambil membuat sedikit gerakan untuk menyamankan tubuhnya dalam gendongan Naruto kemudian kembali terlelap dalam tidurnya. Naruto Nampak tersenyum lalu berjalan menuju ruangan club. Di ruangan club Kiba dan Keneko baru saja kembali dari pekerjaannya sebagai seorang iblis yaitu, membuat perjanjian dengan manusia. Berbeda dengan Issei ia sudah lebih dahulu kembali ke ruangan club, tugasnya hanya membagikan selebaran saja karena Rias belum mengizinkanya untuk mengadakan perjanjian dengan manusia. Kiba yang baru saja tiba di buat bingung oleh tingkah Issei yang mondar-mandir dengan raut wajah menunjukkan kecemasan.

"Kau baik-baik sajakan"Ucap Kiba lalu duduk di sofa.

"Aku khawatir dengan Buchou dia belum kembali, bagaimana kalau si Naruto itu melakukan hal-hal cabul pada Buchou, aku tidak rela kalau dia meremasnya apalagi mengisapnya. Akan ku bunuh jika dia berani melakukan hal itu pada Buchou, karena dada buchou itu milik ku"Balas Issei mengepalkan tangannya.

"Naruto-sanpai itu tidak sepertimu dasar bodoh"Gumam keneko yang berada di sebelah Kiba, meskipun hanya gumaman tapi itu masih bisa di dengar oleh Issei sementara Kiba hanya tersenyum begitu pula degan Akeno yang tak berada jauh dari mereka.

"Aku mendengarnya Issei"Ujar Naruto yang kini tengah berdiri di depan pintu dengan Rias yang masih berada di gendongannya tengah tertidur dengan lelap, kini semua mata tertuju pada Naruto.

"Naruto apa yang kau lakukan pada Buchou?!"Teriak Issei berlari menuju kearah Naruto sambil mengepalkan tangannya berniat memukul Naruto.

Bruaakkk..

Ughh..

Namun pukulan Issei sama sekali tak mengenai Naruto, karena Naruto menggunakan hiraishin untuk berpindah. Akibat pukulanya yang tak mengenai Naruto membuat Issei menjadi kehilangan ke seimbangan hingga menabrak pintu dengan wajah terlebih dahulu. Naruto ysng muncul di dekat Akeno hanya menggelengkan kepala atas tingkah konyol Issei.

"Aku tidak seperti mu dasar bocah mesum"Ucap Naruto sambil melihat Issei yang terkapar.

"Dia memang sangat cepat"Batin Kiba melirik Naruto dari sudut matanya.

"Apa yang terjadi pada Buchou Naruto-kun?"Tanya Akeno.

"Entahlah aku juga tidak tau. Saat Rias-chan memeluk ku lalu kami berbincang tak lama dia sudah tertidur dalam pelukkan ku. Mungkin dia sangat kelelahan, aku akan memindahkan Rias-chan ke kamarnya"Jawab Naruto lalu bejalan kearah kamar Rias.

Deg..

Setelah mendengar jawaban dari Naruto ada sesuatu yang menghujam hati Akeno, seperti pisau yang menghujam hati hingga titik terdalam dadanya terasa panas serasa ingin meledak.

"Apa yang sebenarnya Naruto-kun dan Buchou lakukan? Kenapa hati ini tak rela mendengar Buchou memeluk Naruto-kun"Batin Akeno dengan tangan kanannya menyentuh bagian dada seolah menahan rasa sakit.

"Sebaiknya kalian pulang untuk segera istirahat dan sekalian bawa bocah mesum itu"Ujar Naruto yang sudah kembali dari kamar Rias yang kini barada di samping Akeno sambil menunjukkan jarinya kearah Issei yang terkapar di lantai, Kiba hanya mengaguk dan tersenyuman pada Naruto.

"Ayo kita pulang kenoko-chan"Ajak kiba, mereka berduapun berjalan menghampiri Issei.

"Menyusahkan"Ucap Keneko lalu memegang kaki kanan Issei kemudian membawanya dengan cara di seret.

"Dan untuk mu. Aku akan mengantar mu"Lanjut Naruto memgang tangan Akeno.

"Tidak perlu"Balas akeno ketus lalu melepaskan tangannya secara kasar dari Naruto kemudian berjalan menjauhi Naruto menuju kearah pintu keluar.

"Akeno-chan tunggu"Ucap Naruto namun tak ada respon dari Akeno.

"Akeno-chan tunggu apa kau marah pada ku gara-gara sikap ku tadi"Lanjut Naruto yang bergerak dengan sangat cepat sehingga kini Naruto berada di depan Akeno.

"Akeno-chan jawab aku"..

"Maaf kan aku Akeno-chan"Gumam Naruto dengan nada yang menunjukkan sebuah penyesalan dan tertunduk sedih namun akeno masih saja diam.

"Seharusnya aku tidak melakukan hal ini pada Naruto-kun. Aku cemburu karena kau mencintai Naruto-kun"Batin Akeno dengan mata sendu menatap kearah Naruto yang tertunduk sedih.

"Ternyata pria setampan diri mu bisa terlihat sangat jelek jika seperti itu"Ucapa Akeno dengan sebuah senyuman. Naruto yang mendengar ucapan Akeno mengangkat kepalanya dan melihat Akeno yang tengah tersenyum.

"Akeno-chan kau tidak marah pada ku?"…

"Tentu saja tidak Naruto-kun, aku hanya bercanda"Bohong Akeno.

"sungguh..?"

"ya"Jawab Akeno singkat.

"Huuufff.. syukurlah"Ucap Naruto menghembuskan nafas lega.

"Kalau begitu ayo aku antar pulang"Lanjut Naruto tersenyum.

"Tidak perlu.."Balas Akeno.

"Tapi kenapa?"..

"Aku masih punya sedikit urusan Naruto-kun, lagi pula Naruto-kun kelihatan sangat lelah lebih baik Naruto-kun istirahat"Jawab Akeno mengeluarkan senyum termanisnya untuk menyakinkan Naruto.

"Tapi-.."

"Ssssttt.. Tak ada tapi-tapian"Ucap Akeno memotong perkataan Naruto.

"baiklah kalau kau tidak mau ku antar, jika dalam perjalanan kau menemui masalah yang membahayakan nyawamu tutuplah mata mu dan ingatlah aku. Aku akan hadir untuk menolong mu dimana pun itu, ingat itu. Pergilah"Ujar Naruto menatap Akeno dengan tatapan khawatir, Akeno hanya mengagukkan kepala tanda mengiyakan, ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun ketika Naruto menatapnya. Akeno segera mengalihkan pandangannya kearah lain kemudian berjalan mejauhi Naruto.

"Ingat pesan ku tadi Akeno-chan"..

"Ok Naruto-kun"Balas Akeno sambil mengedipkan satu matanya dan tersenyum lalu menghilang seiring dengan pintu yang kembali tertutup.

"sepertinya kau sangat khawatir padanya Naruto"Ucap Kyuubi dari pikiran Naruto.

"Tentu saja dia adalah teman ku bukankah sudah sewajarnya aku mengawatirkan keselamatanya, terlebih di tempat ini masih mengalami pertikaian basar"..

"Tapi kau memberikan porsi yang berbeda pada wanita itu. Jangan bilang kau sudah pindah ke lain hati"..

"Tentu saja tidak Kurama, mereka semua ku anggap sama yaitu teman ku tidak lebih"Balas Naruto berjalan kearah sofa kemudian membaringakan tubuhnya.

"Tapi sayangnya mereka tidak"..

"maksud mu?"Tanya Naruto pada Kyuubi karena tak paham akan maksud Kyuubi.

"Kau memeng bodoh dalam urusan ini"Jawan Kyuubi sambil menggelengkan kepalanya.

"Sudahlah aku bosan, karena hari ini kau sering menyebut ku bodoh"Ujar Naruto memutuskan kontaknya dengan Kyuubi lalu memejamkan matanya.

"Bocah bodoh. Aku tau kau sudah menempatkan hati mu pada gadis hyuuga itu, tapi secara tidak sadar kau telah membuat mereka masuk kedalam lingkaran yang selalu membawa duka atau yang sering kalian sebut dengan penderitaan cinta. Ini tidak akan smudah saat kau bertarung dengan musuh-musuh mu Naruto, dimana kau bisa melukai tubuh musuh mu sesuka hati mu namun luka di tubuh musuh mu itu akan segera sembuh. Ini soal hati, tergores sedikit saja akan membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh, terlebih jika kau salah mengambil tindakkan kau akan dalam masalah besar Naruto"Batin Kyuubi dengan seringai rubahnya.

TBC

Maaf jika tidak memuaskan dan masih banyaka kesalahan dalam chapter ini. silahkan keritik dan saran kalian melalui review.

Terima kasih…(y)