My Delicious Girl

Author: Fiola

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Fantasy*Romance*Hurt/Comfort

Warning: AU!vers, miss typo(s)

Ch. 7

.

Vampir adalah makhluk dingin penghisap darah yang ditakuti manusia.

Tapi, bagaimana jika seorang manusia tidak sengaja harus melewati garis batasannya?

Bagaimana lika-liku kisah cinta mereka?

.

Hari ini, Sasuke akan membuat kue tart stoberi dikarenakan sang istri, Sakura mengidamkan itu. Sasuke sangat kesal sekarang, kenapa ia yang harus membuat kue tart itu? Benar-benar sang istri membuatnya kesusahan.

"Baiklah Sasuke! Ini resep kuenya, buat yang enak ya!" ujar Mikoto memerikan resep kue tart stoberi pada Sasuke.

"Hn. Akan kuusahakan." Jawab Sasuke melihat resep kue tersebut.

"Ya-ya, cepat dibuat!" Mikoto berjalan menuju tempat duduknya lalu duduk di samping Fugaku.

- 1 jam kemudian -

"Ini." Sasuke meletakkan kue tart yang sudah jadi. Terlihat cantik dengan hiasan krim membuat Sakura terkejut.

"Wahh... Kau hebat juga Sasuke.." ujar Mikoto mulai membagikan kue tart tersebut.

"Hn."

"Baiklah... Mari kita coba sekarang.!" Mikoto, Fugaku, juga Sakura mulai memasukkan kue tart buatan Uchiha Sasuke tersebut ke dalam mulut mereka.

Baiklah mari kita lihat bagaimana raut wajah mereka sekarang.

Mikoto terbelalak. Fugaku terbatuk-batuk. Dan Sakura... senyum-senyum sendiri.

"S-Sasuke! K-Kenapa tak ada rasanya?" tanya Mikoto terbatuk-batuk sama seperti suaminya.

"Aku tak suka yang manis-manis." Jawab Sasuke singkat.

"Tapi Sakura.." sang ratu itu melihat ke arah Sakura yang senyam-senyum sendiri.

"Sakura? Kau baik-baik saja?" tanya Mikoto khawatir. Khawatir? Ya, bisa-bisa sang menantu yang memakan kue tersebut sakit karena Sasuke yang membuat kuenya tidak manis atau salah masuk bahan.

"Hm? Aku baik kok, Bu."

"Lalu kenapa kau senyum-senyum sendiri?"

"Hm... Mungkin karena kue ini.." ujar Sakura membuat Fugaku dan Mikoto terheran-heran.

'Mungkin ini efek hamil ya?' inner Fugaku juga Mikoto berkata

.

.

Sudah 3 bulan sejak Sasuke yang membuat kue tart stoberi untuk Sakura.

Kini, wanita surai musim semi itu sedang duduk di depan jendelanya menikmati angin malam yang sebenarnya dingin karena malam itu hujan.

"Hei, tutup jendelanya. Dingin." Titah Sasuke yang sedang membaca buku di sofa.

"Sebentar lagi." Jawab Sakura yang masih menikmati semilir angin dingin yang bertiup menerpa wajahnya.

Tak.

Bunyi jendela tertutup. Sakura yang menutupnya? Bukan, itu Sasuke.

"Anginnya sedang dingin." Tutur Sasuke membuat wajah Sakura cemberut.

"Baiklah-baiklah.." ujar Sakura beralih dari tempat duduknya menuju tempat tidur. Karena sedang hamil, emosinya sekarang labil dan sering naik turun dan itu membuat Uchiha Sasuke kewalahan mengurusinya.

Sekarang ia sedang berbaring. Bukan berarti ia sedang tidur. Ia belum mau tidur karena Sasuke membuat moodnya turun. Gawat kalau begini Sasuke.

"Hei." Panggil Sasuke menepuk pelan tubuh Sakura dari sisi ranjang yang bersebrangan dengan sisi Sakura sekarang.

"Apa?" jawab Sakura ketus. Sasuke sih membuat moodnya turun.

"Kau kenapa?" ujar Sasuke menyadarkan tubuhnya di kepala ranjang.

"Tidak kenapa-napa." Jawab sakura singkat membuat Sasuke mendengus kesal. Pasalnya, ia sudah terbiasa mendengar wanita itu mengoceh dengan jumlah yang tak terhitung sekarang ia malah diam atau lebih tepatnya jarang berbicara dan Sasuke ditambah kebingungannya karena...

Ia menyukai kecerewatan Sakura itu.

"Kenapa kau tak cerewet seperti biasa?" tanya Sasuke to the point.

Sakura terdiam. Ia tak menjawab pertanyaan Sasuke.

"Hei, kau masih ba-" / "Hiks.."

Suara isakan itu membuat Sasuke terkejut. Apa Sakura menangis karena ia yang menutup jendela tadi? Atau ada masalah lainnya?.

"Sakura kau—"

"A-Apa aku... hiks.. terlihat sangat cerewet di mata Sasuke?" ucap Sakura mendadak. Nah, ini yang membuat Sasuke kewalahan.

"Hn."

"M-Maaf.." Sakura beranjak dari tempat tidur lalu berlari keluar dari kamar.

"..." Sasuke terdiam beerapa saat lalu menghela nafas panjang. Detik berikutnya ia hilang dari atas tempat tidur. Dimana dia? Tentu saja di tempat Sakura sekarang namun, ia menyembunyikan diri atau lebih tepatnya ia bersembunyi.

"A-Aku bodoh! Kenapa menangis.." Sakura berbicara pada dirinya sendiri.

'Kenapa kau menangis, nona cantik~?'

Suara yang entah darimana asalnya membuat Sakura sekaligus asuke yang bersembunyi terbelalak kaget.

"S-Siapa itu?!"

'Kau pasti mengenalku... Nona manis..'

Sepasang iris klorofil jernih itu terlihat kaget sipa yang keluar dari semak-semak yaitu...

"K-Kak Itachi?!" Sakura terkejut dengan Itachi yang berlumuran darah dengan sepasang mata berwarna semerah darah.

"Inilah wujudku.. nona cantik.." Itachi menyeringai sebelum ia berjalan mendekati Sakura.

"A-Apa yang..." Sakura tak bisa berkata-kata. Nalurinya berkata lari sekarang juga akan tetapi kakinya terlalu lemas untuk berlari. Yang ia bisa lakukan sekarang adalah mundur selangkah demi selangkah.

"..Mati.."

"A-Apa?!"

Itachi terlihat menghunuskan sebuah pedang panjang yang ia arahkan pada Sakura.

".. Ma-ti"

Ting.

Bunyi dentingan antara dua pedang yang bertemu membuat Sakura terkejut ada seseorang menolongnya yang tak lain adalah..

"S-Sasuke?!"

.

.

Sakura terbangun dari tidurnya. Ia menatap kosong kamarnya. Ia berusaha mengingat kejadian semalam yang telah terjadi.

Flashback on.

"S-Sasuke?!"

"Kau tak apa?" tanya Sasuke sedikit menoleh ke arahnya.

"I-Iya.." jawab Sakura dengan suara bergetar.

"Lari."

"Apa?!"

"Lari Sakura!" teriak Sasuke membuat Sakura tertegun.

"A-Apa maksudmu?!"

Di detik kemudian, ia tak ingat apa yang terjadi karena ia jatuh pingsan.

Flashback off.

Matanya bergulir kesana kemari mencari sesuatu di dalam kamar. Ia beranjak berdiri dari kasurnya dan keluar kamar. Ia menelusuri setiap tempat guna menemukannya.

Ya, Sasuke.

Akhirnya ia berhenti disebuah ruangan. Entah ruangan apa tetapi ia tak tahu dan tak peduli. Ia hanya ingin menemukan Sasuke dalan keadaan selamat dan masih hidup dan di ruangan itu terdapat..

"S-Sasuke?"

"Hn."

Ia mendapati Sasuke sedang duduk santai seraya minum teh.. Ah- bukan, Lebih tepatnya darah.

"Kau tak apa?" tanya Sakura pelan. Ia berjalan mendekati Sakura dengan langkah takut-takut. Namun, ia rasa ia tak perlu melangkah lebih jauh lagi karena Sasuke sudah ada di depannya alias berpindah tempat.

"Kenapa..."

"Eh?"

"Kenapa setiap di dekatmu aku merasa nyaman? Kenapa aku suka kau yang cerewet? Kenapa menyukai saat melihat kau tersenyum? Kenapa aku..." ucapan sasuke terjeda

"... Kenapa aku... jatuh cinta padamu?"

Deg.

Sepasang iris klorofil itu membulat. Jatungnya berpacu dua— tidak, mungkin tiga kali lebih cepat dari biasanya. Wajahnya terdapat semburat merah tipis.

"S-Sasuke..."

"Kenapa..." Sasuke ingin melanjutkan kata-katanya namun, Sakura memotong ucapan Sasuke dengan bibirnya. Itu hanya kecupan sekilas namun terasa lembut dan hangat bagi Sasuke.

"Aku juga..."

"... Jatuh cinta padamu." Sakura tersenyum manis dengan wajah yang bersemu kemerahan dan perkataannya itu membuat Uchiha Sasuke terkejut.

"Sakura.."

"Sstt... Kau hanya perlu menyatakan perasaanmu itu Sasuke." Ujar Sakura tersenyum pada Sasuke.

"Aku mencintaimu.."

"Aku juga mencintaimu." Sasuke mengatakan ucapannya tepat setelah Sakura selesai mengutarakan perasaanya.

"Eh?" Sakura menjadi kikuk setelah mendengar Sasuke menyatakan perasaannya.

"Aku tidak ingin mengatakannya dua kali." Ujar Sasuke yang kemudia memeluk Sakura dengan erat.

"H-Hei! P-Pelan-pelan saja memelukku!" Sakura menepuk punggung Sasuke lalu tersenyum senang.

"Hn." Sasuke melepaskan pelukannya dan..

Cup.

Bruk.

Baru saja bibir dua insan itu bertemu sebentar, bunyi sesuatu jatuh membuat dua orang tersebut kaget dan melihat ke asal suara yang rupanya adalah...

~TBC~

A/N: Akhirnya si Sasuke menyatakan isi hatinya pada si Sakura :v.

Gimana minna? Baguskah?

Thanks for read *bows*

~Fiola