Title: It's Only You For Me

Genre: Romance

POV: 2 POVs

Main Cast: Hwang Niyeon (OC), Lee Donghae, some cameos inside

- EPILOGUE – MEETING YOU (AGAIN) -

[HNY POV]

Today, I wander in my memory
I'm pasing around on the end of this way
You're still holding me tightly, even though i can't see you any more
I'm losing my way again
I'm praying to the sky i want see you and hold you more
That I want to see you and hold you more
It can't be if it's not you
I can't be without you
It's okay if i'm hurt for a day and a year like this
It's fine even if my heart's hurts
Yes because i'm just in love with you
I cannot send you away one more time
I can't live without you
It can't be if it's not you
I can't be without you
It's okay if I'm hurt for a day and a year like this
It's fine even if my heart's hurts
Yes because I'm just in love with you
My bruised heart is screaming to me to find you
Where are you? Can't you hear my voice?
To me…
If I live my life again
If I'm born over and over again
I can't live without you for a day
You're the one I will keep
you're the one I will love
I'm… Yes because I'm happy enough if I could be with you

(It Has to Be You-Super Junior Yesung)

Aku tersenyum puas melihat lukisanku yang sudah tergantung rapi di salah satu sudut ruangan. Bukan karya pertamaku, tetapi bisa dibilang salah satu karya terbaikku. Di sebelahku berdiri Choi Siwon, kurator National Museum of Korea sekaligus penyelenggara pameran lukisan hari ini.

"Waaah… Hwang Niyeon-ssi, dengan hasil karya seperti ini aku yakin lima tahun lagi kau akan menjadi pelukis terkenal di seluruh dunia." Siwon berdecak kagum. Sementara aku hanya tersipu malu.

"Mana mungkin, aku bahkan belum lulus kuliah. Justru Anda yang akan menjadi ahli seni terhebat di seluruh dunia."

"Hahaha… Kau ini bisa saja." Choi Siwon menepuk bahuku. "Arra (oke), aku harus pergi, kau di sini saja dulu menikmati hasil kemenanganmu."

Aku membungkuk sambil mengatakan terima kasih.

Hari ini diadakan pameran lukisan sebagai bagian dari kegiatan lukis amatir yang diadakan di National Museum of Korea. Peserta lomba ini mencapai seratus orang, dan aku sangat beruntung karena bisa menjadi peserta terbaik se-Seoul. Dan hasil lukisanku akan dipajang di salah satu sudut penting dalam museum selama satu bulan! Bayangkan, berada di dalam museum selama satu hari saja sudah merupakan berkah untukku.

Setelah puas melihat-lihat karya lukis lainnya, kuputuskan untuk menyudahi tur kecilku dan makan siang sebelum pulang. Aku segera membereskan beberapa kertas gambar yang tadi kubawa dari kampus dan berbalik. Tetapi apesnya baru selangkah berjalan aku sudah menabrak seseorang di depanku. Kertas-kertas yang kubawa langsung berhamburan di sekitar kakiku dan kaki orang yang kutabrak.

"Ah, mianhamnida, mianhamnida. Aahh…"

Aku langsung berlutut untuk membereskan kertas yang berserakan. Sepertinya orang yang tadi kutabrak tidak tega melihatku begini memelas jadi ia membantuku membereskan 'kekacauan kecil' yang kubuat. Setelah kertas-kertas berada di tanganku dan orang itu kami berdiri bersamaan.

"Kamsahamnida…"(terima kasih, bahasa formal) Aku masih membungkuk membersihkan debu yang menempel di lutut dan tanganku, sama sekali tidak memperhatikan orang yang tadi sudah kutabrak.

"Kau sudah berani menabrakku, membuatku membereskan kekacauan, dan mengucapkan terima kasih bahkan tanpa menatap mataku?!"

Gerakanku sontak terhenti ketika mendengar suara tengil dan iseng yang khas itu. Seluruh tubuhku serasa membeku selama beberapa detik. Pelan-pelan aku mendongak dan melihat seseorang yang sudah satu tahun ini tidak pernah kulihat. Seseorang yang sudah menghilang selama satu tahun dari hidupku. Seseorang yang pernah, dan masih, memenuhi hati dan pikiranku meskipun sudah setahun lamanya dia pergi. Seseorang yang – Eunhyuk bilang – harus pergi untuk melakukan operasi transplantasi jantung di New York, Amerika.

Aku melihat dia.

"Kenapa kau hanya menatapku dengan pandangan seperti itu?" Tangannya terlipat di depan dada dan ia berdecak kesal. "Apakah kau tidak merindukanku? Aigoo… Padahal aku sudah jauh-jauh terbang ke sini untuk menemuimu…"

Tanpa sadar air mataku perlahan mengalir turun. Melihat itu ia justru menggelengkan kepalanya seraya tertawa kecil.

"Aigoo, kenapa kau malah menangis?"

Ia menarik tubuhku ke pelukannya. Kali ini bisa kudengar degup jantungnya yang berdebar-debar tetapi terdengar normal.

"Nan neomu bogoshipeo, Hwang Niyeon…," ia berbisik di telingaku. Aku tertawa pelan di sela-sela tangisanku. (aku sangat merindukanmu)

"Nado bogoshipeo, Lee Donghae." (aku juga merindukanmu) "Berjanjilah kau tidak akan pergi meninggalkanku lagi karena aku baru sadar aku butuh seorang Christopher Robin."

Lee Donghae mempererat pelukannya ke tubuhku.

"I promise. I don't need anyone else, it's only you, my Eeyore."

Aku diam sejenak sebelum melepaskan dari dari lengannya. "Artinya apa?"

Donghae melongo, kemudian memukul kepalaku dengan kertas gambar yang ia pegang.

"Ya! Kau masih saja babo seperti dulu. Bahasa Inggris saja kau tidak mengerti? Apakah aku harus menjadi Christopher Robin sekaligus guru bahasa Inggrismu?"

Sudut bibirku tertarik ke bawah dan memandanginya kesal. Sepertinya mulai hari ini aku tidak akan bisa hidup tenang lagi.

Tapi aku tidak keberatan. Karena aku sudah punya Christopher Robin.

I don't need anyone else, it's only you
When you ask again, it's only you
Even if you already have another love
I can't forget you, I can't turn back around
The moment my eyes began to burn
The moment my heart was captured by you
I have no regrets, I chose you
That's right, it's you
Oh whatever anyone anyone says
It doesn't matter to me
Oh whoever whoever curses me
I'll only look at you
Even when I'm born again, it's still only you
(Still still) Even as time goes by
Oh, when you tell me you love me
When you tell me thousands and millions of times
Even when my heart sets on fire, my dry lips wear out
Even when I'm born again, it's still only you
(Still still) Even as time goes by
Ah ah only for you
I don't need any words, it's just you
"It's too late", but for me it's just you
I know our love is wrong
I can't give up, I can't let you go
My lips, cold as can be, are even more blue
I cry out to find to find your warmth
I call, even though I call for you
And there's no reply, I'll wait for you
Oh whatever anyone anyone says
It doesn't matter to me
Oh whoever whoever curses me
I'll only look at you
Even when I'm born again, it's still only you
(Still still) Even as time goes by
Oh, when you tell me you love me
When you tell me thousands and millions of times
Even when my heart sets on fire, my dry lips wear out
Even when I'm born again, it's still only you
(Still still) Even as time goes by
Ah ah only for you
For me, it's you, it's you, I…
Why don't you know, why don't you know?
For me, it's you, it's you, I
Oh whatever anyone anyone says
It doesn't matter to me
Oh whoever whoever curses me
I'll only look at you
Even when I'm born again, it's still only you
(Still still) Even as time goes by
Oh, when you tell me you love me
When you tell me thousands and millions of times
Even when my heart sets on fire, my dry lips wear out
Even when I'm born again, it's still only you
(Still still) Even as time goes by
Oh, I
It's you (It's you)
It's only you (It's you)
It's you

(It's You-Super Junior)

-THE END-

#AuthorNotes

Waaa… Akhirnya kelar juga FF ini. Maaf lama banget. Sebagai permohonan maaf, here's another double updates. Gomapseumnida udah ngikutin FF ini dari awal sampai akhir, ataupun dari tengah-tengah sampai akhir, hehehe… Untuk selanjutnya ditunggu comments dari reader ya ^_^