Kalian semua apa kabar? Mohon maaf sebelumnya dikarenakan mungkin cerita ini akan hiatus untuk sementara waktu dikarenakan saya yang sedikit sibuk dan juga saya yang mulai kehabisan ide, kalau begitu selamat membaca yaa~
"Jadi Aqua, apakah kamu menyukai Kazuma?" tanya Megumin
"Eh? EEHHH?! a-apa yang kau bicarakan Megumin?" balas Aqua dengan wajah yang sangat merah
"Ternyata dugaanku benar, kau memang sangat payah dalam berbohong Aqua" ucap Megumin sembari sedikit tertawa
"I-ini artinya sainganku untuk mendapatkannya semakin banyak ya" pikir Megumin
"A-a-aku tidak menyukai hikimori itu sungguh" balas Aqua sembari menggeleng-gelengkan kepalannya dengan wajahnya yang masih memerah
"Aku tidak menyukainya tapi aku rasa aku jatuh cinta padanya" lanjut Aqua dengan suara yang sangat pelan
"Kau bilang apa Aqua? aku tidak mendengarnya" balas Megumin
"Ti-tidak ada. Kalau begitu bagaimana jika kita pulang" ujar Aqua
Aqua langsung menggendong Megumin dipunggungnya dikarenakan Megumin yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya setelah mengeluarkan sihir ledakannya. Seperti perkiraan Megumin Aqua tidak ingat jalan pulang sehingga mereka sedikit tersesat, hari pun mulai gelap namun mereka berdua belum juga sampai kerumah.
"Huaaaaaa, maafkan aku Megumin, aku lupa jalan pulang kita" tangis Aqua
"Su-sudahlah Aqua jangan menangis seperti itu, lebih baik kita istirahat sebentar" ujar Megumin sembari mengusap kepala Aqua
Mereka berdua beristirahat sebentar, Aqua sepertinya kelelahan karena menggedong Megumin. Karena mereka sudah keluar cukup lama, mereka pun merasa lapar dikarenakan mereka belum makan sejak meninggalkan kota. Setelah istirahat yang singkat mereka kembali melanjutkan perjalanan dalam perjalanan dan bertemu dengan seseorang, beruntung orang itu mau mengantarkan mereka kekota.
"Akhirnya kita sampai juga~, lihat Megumin kita berhasil kembali" ucap Aqua yang sedikit terharu
"Iya iya aku tahu, kalau begitu bagaimana jika kita pergi ke guild dulu untuk makan malam, karena aku sangat lapar" ujar Megumin dengan nada yang sedikit lemah
"Ba-baiklah" ujar Aqua sembari berjalan menuju guild
"Tapi Aqua apakah kau memiliki uang?" tanya Megumin
"Tenang saja aku memiliki uang, apa kau lupa kalau aku ini bekerja?" ujar Aqua yang sedikit membanggakan dirinya
"Iya iya aku mengerti, oh iya Aqua boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Megumin
"Iya silahkan saja" jawab Aqua dengan nada yang gembira
"Aku rasa Kazuma mungkin tertarik dengan Aqua, terutama dibagian ini" ucap Megumin sembari memegang dada Aqua
"A-aahhh, Megumin tolong lepaskan tanganmu" ucap Aqua dengan wajah yang memerah karena malu
"Aku ingin sekali punya dada indah sepertimu Aqua" balas Megumin sembari sedikit tertawa
"MEGUMIN!.." ujar Aqua yang sedikit kesal serta malu disaat yang bersamaan.
Tak lama setelah itu mereka pun tiba di guild kemudian mereka memesan makanan dengan porsi yang cukup besar yaitu 4 potong kodok goreng, tapi Megumin cukup terkejut karena Aqua tidak memesan alkohol seperti biasanya.
"Tumben sekali Aqua tidak memesan alkohol" ujar Megumin yang sedikit bingung
"Sebenarnya kesehatanku sedikit terganggu dikarenakan terlalu banyak mengonsumsi alkohol, sehingga mulai saat ini aku memutuskan untuk berhenti minum" jelas Aqua
"Ja-jadi begitu, tapi aku tetap penasaran dengan rasanya. Ne Aqua apakah aku boleh memesan satu?" ucap Megumin sembari sedikit tertawa
"Kau ini kan masih dibawah umur untuk meminumnya" balas Aqua yang sedikit kesal
"Ayolah Aqua sedikit saja" ucap Megumin sembari memohon
"Tidak" balas Aqua
Megumin sedikit kecewa dengan keputusan Aqua, tak lama setelah itu makanan mereka pun tiba dan mereka menghabiskannya dengan sangat cepat. Setelah makan mereka berdua sedikit berbincang-bincang sebelum akhirnya mereka pulang ke mansion, ternyata Kazuma dan Darkness sudah terlebih dahulu sampai.
"Aqua karena sudah malam ma-maukah kamu mandi bersamaku?" tanya Megumin
"Ehh, apakah kamu takut Megumin?" tanya Aqua sembari tersenyum dengan sinis
"Ti-tidak….., sebenarnya iya aku sedikit takut" balas Megumin dengan nada yang malu
"Baiklah aku akan mandi bersamamu" balas Aqua sembari sedikit tertawa
Mereka lalu mandi bersama, setelah mandi mereka pun pergi kekamar masing-masing, sebelum pergi kekamarnya Aqua sempat berhenti didepan kamar Kazuma
"Kazuma memangnya ada urusan apa kamu dengan Darkness?" tanya Aqua
"Tu-tunggu kenapa aku peduli dengan urusan mereka" lanjut Aqua sembari menggeleng-gelengkan kepalanya
"Haruskah aku menyatakan padanya? Mungkin ini bukan saat yang tepat" pikir Aqua semabari berjalan menuju kamarnya.
Malam hari pun berlalu dengan cepat dan pagi hari tiba, seperti biasa party Kazuma sarapan bersama lalu mereka melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, hari-hari terus berlalu namun mereka belum juga mengambil quest baru. Namun pada suatu hari,
"Kazuma, Kazuma" panggil Megumin
"Ya saya Kazuma" balas pria itu
"Maukah kau menemaniku berlatih?" tanya Megumin
"Mengapa tidak? lagi pula aku tidak memiliki pekerjaan untuk dilakukan hari ini" jawab Kazuma
Mereka lalu pergi meninggalkan mansion untuk mecari tempat yang tepat untuk mengeluarkan sihir ledakannya, setelah berjalan beberapa lama mereka menemukan tempat yang cocok.
"Sepertinya ini tempat yang bagus" ujar Kazuma
"Kau benar, baiklah aku akan mengeluarkan sihirku" balas Megumin
Setelah mengeluarkan sihirnya, Megumin cukup terkejut karena untuk pertama kalinya ia bisa menggerakan tubuhnya,
"Kazuma Kazuma apa kamu melihatnya" ujar Megumin yang sepertinya sangat senang
"A-aku tidak percaya ini, kau masih sanggup berdiri setelah mengeluarkan sihir itu" balas Kazuma yang sepertinya masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat
"Oh iya Kazuma, karena kita masih punya waktu luang bagaimana jika kita berjalan-jalan" ujar Megumin
"Berjalan-jalan, maksudmu seperti berkencan?" tanya Kazuma kepada Megumin
"Ji-jika Kazuma berfikir begitu maka aku tidak keberatan" ujar Megumin dengan suara yang pelan
"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Kazuma
"Ti-tidak ada, baiklah ayo kita pergi aku tahu sebuah tempat yang cukup bagus" ujar Megumin sembari menarik tangan Kazuma.
Tanpa disadari mereka terus berpegangan tangan, wajah Kazuma sedikit merona namun Kazuma berfikir bahwa Megumin tidak menyadari hal ini, pada akhirnya mereka tiba disuatu tempat yaitu sebuah tambang tua yang hampir mirip dengan dungeon.
"Ini dia tempat yang ku bicarakan, bagaiman? hebatkan Kauzma?" ujar Megumin dengan nada yang ceria sembari menunjuk dungeon tersebut
"I-iya benar, tapi sampai kapan kau mau memegang tanganku?" ucap Kazuma dengan wajah yang memerah
"Ehhhh, i-ini tidak seperti yang kamu kira a-aku hanya terlalu bersemangat sehingga aku tidak menyadarinya" balas Megumin dengan wajah yang sedikit memerah
"Sebenarnya aku tidak keberatan, tapi entah mengapa aku merasa biasa saja saat tanganku disentuh oleh Megumin sebenarnya ada apa denganku?" pikir Kazuma
"Kalau begitu mengapa kita tidak periksa tempat ini, siapa tahu kita menemukan harta karun" ujar Kazuma
"Boleh saja, tapi aku sudah tidak memiliki sihir lagi" ucap Megumin
"Tidak masalah aku sudah melakukan skill observasi, sepertinya tidak ada makhluk hidup didalam" ujar Kazuma sembari menunjuk kearah pintu masuk
"Syukurlah…, ta-tapi tunggu dulu bukan itu masalahnya Kazuma….." ucap Megumin yang sedikit ketakutan
"Lalu apa masalahmu?" tanya Kazuma yang kebingungan
"Ya-yang jadi masalah adalah jika didalam terdapat makhluk halus seperti hantu dan roh jahat" jawab Megumin sembari memeluk tongkatnya
"Benar juga, jika memasuki dungeon seperti ini lebih menguntungkan jika aku membawa Aqua namun membawa Aqua justru bisa mengundang makhluk halus" ucap Kazuma sembari berfikir
"Aqua ya? ehh tunggu sebentar mengapa aku memikirkan dewi tidak berguna itu disaat seperti ini?" pikir Kazuma sembari menggelengkan kepalanya
"Baiklah Megumin jika kamu takut untuk menjelajahi dungeon ini lebih baik kamu menunggu diluar" ucap Kazuma sembari mengolok-ngolok Megumin
"A-aku tidak takut, akan ku buktikan. Aku akan ikut denganmu Kazuma" ujar Megumin sembari berjalan kedalam dungeon
"Sudah ku duga dia mudah untuk di manipulasi" ujar Kazuma sembari mengikuti Megumin dari belakang
Mereka berdua menjelajahi dungeon tersebut namun sesuai dugaan Kazuma tidak ada siapapun didalam dungeon tersebut kecuali mereka berdua, sudah berjam-jam mereka menjelajahi dungeon tersebut namun tetap tidak menemukan apa-apa. Dikarenakan mereka tidak membawa bekal untuk perjalanan, mereka memutuskan untuk kembali, namun secara tidak sengaja dalam perjalanan mereka menemukan sebuah kotak.
"Ka-Kazuma apa kau lihat itu?" ujar Megumin sembari menujuk kearah sebuah kotak
"Iya aku melihatnya, walaupun tidak begitu besar sepertinya kotak itu berisi sesuatu yang berharga" balas Kazuma sembari mengambil kotak itu
"Ughhh, ternyata kotak ini terkunci mungkin aku bisa membukanya saat kita pulang nanti" ujar Kazuma yang gagal untuk membuka kotak tersebut
"Sayang sekali, tapi Kazuma apa kau yakin kotak itu berisi sesuatu yang berharga karena kotak itu terlalu kecil untuk sebuah harta karun" ucap Megumin yang sedikit kecewa
"Jika kau terus mengeluh maka aku akan mengambil semuanya" ujar Kazuma yang sedikit kesal
"Baiklah aku tidak masalah, mungkin kotak itu hanyalah kotak kosong" ujar Megumin
Mereka segera keluar dari dungeon itu dan tepat saat mereka tiba diluar mereka dimanjakan oleh indahnya langit sore, mereka berdua sangat mengagumi pemandangan yang indah itu.
"Mungkin aku harus mengatakannya pada Kazuma kalau aku tertarik padanya" ujar Megumin sembari memandangi Kazuma
"Ada apa Megumin? mengapa kamu melihatku seperti itu?" ujar Kazuma sembari melihat mata merah milik Megumin
"Ti-tidak ada apa-apa, ayo kita pulang Kazuma~" ujar Megumin sembari berjalan meninggalkan Kazuma
"Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk mengatakannya" pikir Megumin
"Oiii Megumin tunggu aku" ucap Kazuma sembari berlari mengejar Megumin
Mereka berdua terus berbincang selama perjalanan namun tanpa disadari mereka sudah sampai dirumah dan hari pun mulai gelap. Mereka disambut oleh Darkness saat tiba dirumah, namun yang membuat Kazuma bingung adalah mengapa ia tidak melihat Aqua, dan ternya Aqua sedang membaca dikamarnya. Mendengar hal itu Kazuma nyaris terkena serangan jantung, bagaimana tidak? seorang Aqua mau menghabiskan waktunya untuk membaca.
Kazuma memutuskan untuk menghabiskan makan malamnya sembari menunggu Megumin untuk selesai mandi, setelah selesai menghabiskan makan malamnya Kazuma meletakkan kotak yang ia temukan dikamarnya lalu ia pergi untuk mandi. Dikarenakan rasa penasaran yang tinggi setelah selesai mandi Kazuma segera menuju ke kamar Aqua
"Oii Aqua buka pintunya" ujar Kazuma sembari mengetuk pintu kamar Aqua
Karena tetap tidak mendapatkan jawaban Kazuma memutuskan untuk membuka pintu kamar Aqua secara perlahan dan benar saja rupanya Aqua sudah tertidur sembari memegang sebuah buku, melihat Aqua yang sudah tertidur Kazuma memutuskan untuk meninggalkannya sendiri.
"Si bodoh itu paling-paling hanya membaca sedikit ia langsung tetidur" pikir Kazuma sembari menahan tawanya
"Tapi mengapa dewi itu mau membaca buku yaa, itu hal yang sangat aneh bahkan untuk Aqua" pikir Kazuma
"Sudahlah Kazuma kau tidak perlu memikirkan dewi konyol itu" pikir Kazuma sembari menggaruk-garuk kepalanya
Kazuma memutuskan untuk tidur, namun saat tertidur Kazuma memiliki mimpi yang sangat aneh ia seperti berada disuatu tempat.
"Dimana ini? sepertinya tempat ini tidak asing bagiku" tanya Kazuma
"Kita bertemu lagi Kazuma-san" ujar seorang wanita
"E-Eris? Tunggu dulu aku tidak mati benar kan?" tanya Kazuma yang sedikit panik
"Tidak, Kazuma-san belum mati hanya saja ada yang ingin aku bicarakan denganmu" balas eris dengan nada yang lembut
"Sebelum itu bisakah kau jelaskan mengapa aku ada ditempat seperti ini?" tanya Kazuma yang masih kebingungan
"Sebenarnya sangat sederhana, karena waktu itu aku yang menghidupkanmu, secara tidak langsung aku bisa mengendalikan jiwamu" jawab Eris dengan tenang
"Mengendalikan jiwaku? apakah kamu akan menagih janji yang waktu itu?" tanya Kazuma yang sedikit lemas
"Iya, tapi aku hanya bisa memanggilmu kemari saja, jadi untuk saat ini kau berada diantara dunia nyata dan dunia mimpi. Dan juga aku memanggilmu hanya untuk mengatakan sesuatu kepadamu" balas Eris
"Syukurlah kalau begitu, karena jika aku mati konyol seperti ini mungkin saja dia akan menertawakanku lagi" ucap Kazuma sembari sedikit tertawa
"Sebenarnya ini soal Aqua-senpai, aku hanya ingin memberitahukan beberapa hal tentangnya" ucap Eris yang sepertinya mulai serius
"Ada apa dengan Aqua?" tanya Kazuma yang sangat penasaran
"Yang pertama adalah sebenarnya senpai tidak seperti yang kau pikirkan selama ini, dia bukannya tidak berguna atau semacamnya tetapi dia hanya memiliki sifat yang sedikit kekanak-kanakan" ujar Eris
"Kekanak-kanakan apa maksudmu?" tanya Kazuma yang terkejut dengan penjelasannya
"Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tetapi jika Kazuma lebih memperhatikan sifatnya senpai lebih seperti anak kecil yang butuh perhatian itulah sebabnya senpai selalu mengganggumu" ucap Eris
"Namun aku sedikit terkejut dengan perubahan Senpai, setelah kematianmu sifatnya menjadi sedikit lebih dewasa entah apa yang bisa mengubahnya" lanjut Eris yang sedikit kebingungan
"Ucapan Eris-sama ada benarnya juga, memang benar sifat Aqua seperti anak kecil namun aku sendiri tidak tahu apa yang mampu merubah sifatnya itu" balas Kazuma sembari menggaruk-garuk kepalanya karena bingung
"Namun Kazuma-san apa kamu tidak menyadari sesuatu?" tanya Eris tersenyum
"Tentang apa?" tanya Kazuma yang masih tidak mengerti
"Seorang wanita akan berubah untuk orang yang ia cintai, apakah kau menyadarinya Kazuma-san?" ucap Eris yang masih tersenyum
"Menyadari apa? bisakah Eris-sama menjelaskannya lebih rinci lagi?" tanya Kazuma yang sepertinya kebingungan
"Mungkin aku akan membiarkanmu menyadari hal itu dengan sendirinya" ucap Eris yang masih tersenyum dengan manis
"Ini pertama kalinya aku tidak tergoda senyuman dewi Eris, sebenarnya aku ini kenapa?" tanya Kazuma pada dirinya sendiri
"Kalau begitu Kazuma sampai bertemu lagi~" ucap dewi Eris yang perlahan mulai memudar dari pandangan Kazuma
"Setidaknya beritahu aku apa yang kau maksud dengan "hal itu"…." teriak Kazuma.
Tak lama setelah itu Kazuma terbangun dari tidurnya, setelah mengalami hal yang cukup aneh ia tidak lagi mengantuk, walaupun matahari akan terbit sekitar 3 jam lagi Kazuma tidak melanjutkan tidurnya, namun ia memutuskan untuk melihat apa yang sebenarnya ada dibalik kotak yang ia temukan di dungeon. Perlu waktu yang lama bagi Kazuma untuk membuka kotak tersebut, namun setelah kotak itu terbuka ia cukup terkejut dengan isi kotak itu.
Kota itu berisi perhiasan yang cukup bagus, yang membuatnya lebih terkejut adalah warna dari berlian pada perhiasan tersebut warnanya mengingatkan dia pada seseorang. Berlian itu mengingatkan dia pada mata seseorang yang berwarna biru seperti air.
"A-Aqua? tunggu mengapa aku memikirkan dewi itu? apakah aku menyukainya?" tanya Kazuma pada dirinya yang hanyut dalam lamunan
"Tidak itu tidak mungkin terjadi" ucap Kazuma yang mulai sadar dari lamunannya.
"Apakah yang dimaksud Eris adalah Aqua? apakah ia menyukaiku?" tanya Kazuma kepada dirinya sendiri
Kazuma mengurungkan niatnya untuk menjual harta karun tersebut, ntah mengapa ia lebih memilih untuk menyimpannya.
"Ini gawat aku tidak mungkin jatuh cinta pada Aqua" ucap Kazuma sembari menggelengkan kepalanya
"Arrrgghh, aku tidak bisa membohongi diriku sendiri sepertinya aku memang tertarik padanya, tunggu dulu apa yang aku katakan, Argh….. aku bingung….." ucap Kazuma sembari mengacak-ngacak rambutnya
"Mungkin Aqua memang benar aku harus sedikit menjaga jarak dengannya" lanjut Kazuma
Kazuma akhirnya memutuskan untuk mengurangi kontaknya dengan Aqua. Matahari mulai terbit dan hari-hari mulai berjalan seperti biasanya dan Kazuma mulai menjalankan rencananya, ia jarang berbicara dengan Aqua dan lebih sering menghabiskan waktu dengan Darkness dan Megumin. Mengetahui hal ini Aqua menjadi sedikit cemburu dan ia memutuskan untuk menemui Kazuma, ia menghampiri Kazuma yang sedang berbaring di sofa
" a, apa maksud semua ini? mengapa kau menjauhiku?!" tanya Aqua yang sedikit kesal
"Bu-bukankah waktu itu kau yang menyuruhku untuk menjaga jarak denganmu?" balas Kazuma dengan nada yang lebih rendah dari Aqua
"Ehhh, tapi bukankah hubungan kita sudah kembali normal setelah quest waktu itu? lalu mengapa sekarang Kazuma selalu menjauhiku" tanya Aqua
"A-aku ha-hanya butuh waktu sendiri" ujar Kazuma sembari menundukan kepalanya
"Ughh sial aku terpojok" pikir Kazuma
"Tunggu apa jangan-jangan Kazuma tertarik denganku? sksksk" ucap Aqua sembari tertawa
"Apa yang kau katakana dewi bodoh, a-aku tidak menyukaimu" balas Kazuma dengan nada yang kesal
"Tapi kau tahu Kazuma, setelah kamu mengabaikanku seperti ini aku menjadi sedikit kesepian" ucap Aqua dengan nada yang sedikit kecewa
"Apa maksud perkataanya itu? apakah secara tidak sengaja ia menyatakan perasaannya? ternyata dugaanku tepat, Aqua memang tertarik denganku" pikir Kazuma
"Seharusnya jika kamu membutuhkanku kamu hanya perlu memohon kepadaku" ucap Kazuma dengan senyum yang sinis
"Ta-tapi Kazuma aku ingin bertanya padamu, apa yang membuatmu tidak tertarik dengan dewi sepertiku?" tanya Aqua sembari menatap mata hijau pria itu
"Kau ingin tahu jawabannya? karena kau itu tidak memiliki karisma sebagai seorang dewi, itulah sebabnya aku tidak mungkin tertarik denganmu" ucap Kazuma dengan nada yang sinis
"Hmm jadi begitu ya? baiklah Kazuma bagaiman jika kita bertaruh?" ujar Aqua dengan tatapan yang serius
"Boleh saja" balas Kazuma
"Untuk hari ini akan kutunjukkan padamu karismaku sebagai seorang dewi, jika kamu tertarik padaku itu artinya kamu kalah namun jika kamu bisa menahan daya tarikku maka Kazuma menang, jadi Bagaimana?" ucap Aqua sembari mengulurkan tangannya
"Lalu apa hadiah untuk pemenang?" tanya Kazuma pada Aqua
"Mereka boleh meminta apapun pada pihak yang kalah" jawab Aqua dengan nada yang ceria
"Si-sial aku tidak mengira Aqua akan membuat sebuah taruhan seperti ini, tapi aku yakin aku tidak akan tergoda. Lagi pula ini tidak masalah dikarenakan Darkness dan Megumin yang tidak akan kembali sampai 2 hari yang akan datang" pikir Kazuma
"Baiklah aku terima tantanganmu dewi" ucap Kazuma sembari bersalaman dengan Aqua
"Kalau begitu mari kita mulai" ucap Aqua sembari tersenyum.
Sampai jumpa dilain waktu dan semoga hari kalian menyenangkan
