Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Bully, romance, school

Warning : Gaje, OOC, typo dll.

.

.

.

^_^ Happy Reading ^_^

"Hinata, kembalilah padaku! Ayo kita mulai semuanya dari awal, Aku mencintaimu" ucapan Gaara membuat Hinaka senang sekaligus sedih. Sedih karena bukan dia yang dicintai Gaara.

"Aku.." Hinaka bingung

"Kau tidak harus menjawabnya sekarang, aku mengerti kau pasti masih marah padaku. Aku.. akan menunggumu" sela Gaara sambil tersenyum, Hinaka terpukau. Gaara pun kembali ke kelasnya. Hinata sekelas dengan Temari,Tayuya,Guren,Shion dan Konan. Sedangkan Gaara sekelas dengan Sasame.

_Di kelas

Hinaka memperhatikan pelajaran dengan serius, Aikatsu terheran-heran melihatnya.

"Sssttt..." bisik Tayuya memanggil Temari yang duduk dengan Hinaka di depannya.

"Apa?" Temari menoleh ke belakang

"Lihat! serius sekali dia, tidak biasanya" ujar Tayuya, Temari memperhatikan Hinaka. Hinaka bahkan tidak tahu kalau Aikatsu sedang membicarakannya.

"Aku semakin curiga padanya" kata Temari.

##

"Hinaka? Sedang apa kau duduk di tempat kami?" tanya Naruto, di kantin sekolah memang ada tempat khusus Akatsuki. Kini mereka bertujuh berkumpul di sana. Semua murid diam berusaha menguping pembicaraan mereka.

"Hinaka akan menjadi anggota geng kita" jawab Ino

"Hm, boleh" ucap Shikamaru, Karin cs terkejut mendengarnya

"Iya, aku juga setuju. Selamat bergabung Hinaka" Naruto senang mendapat anggota baru

"Aku tidak setuju" ucapan Sasuke membuat semua orang menatapnya

"Kenapa?" tanya Hinata

"Kau tidak cukup bagus untuk menjadi anggota Akatsuki" ejek Sasuke, mulutnya mungkin berkata begitu. Tapi hatinya?

"Hei! Aku membuat kita menang lomba waktu itu" teriak Hinata kesal karena Sasuke masih bersikap begitu padanya, bahkan setelah perlombaan yang membuat mereka dekat.

"Sepertinya kau lupa, kau hanya menjawab 5 pertanyaan dari total 14 pertanyaan yang kita jawab" bantah Sasuke

"Iya sih, tapi kan itu juga karena usahaku!"

"Tukang tidur! Kau bahkan mengantuk saat aku mengajarimu" sindir Sasuke, semua orang tertawa membuat Hinata kesal.

"Tch, tapi kau peduli padaku kan? Buktinya kau mengantarku pulang waktu itu" balas Hinata, semua orang terkejut. Sasuke dan Hinata seperti sedang menunjukan kedekatan mereka di depan semua orang.

"Itu karena aku merasa kasihan padamu" elak Sasuke, seketika kantin riuh dengan tawa gembira fans Sasuke

"Dasar kejam!" seru Hinata,

Sasuke tidak mau kalah "Dasar aneh!"

"Pria dingin tak berperasaan!"

"Meskipun dingin tak berperasaan tapi kau suka kan?" goda Sasuke, Hinata kalah telak. Semuanya mulai ber-Ciiieeee cieee :D

'Darimana dia tahu?' pikir Hinata, sedangkan para fangirls Sasuke mengeluh karena akan mendapat saingan berat. Semenjak penampilannya berubah dan sejak insiden melawan Karin, Hinaka menjadi sangat populer di sekolah.

"Mana mungkin aku menyukaimu? Jangan ge'er!" Hinata mengelak

"Benarkah? Lalu waktu di atap itu apa?" tanya Sasuke

Hinata bingung, Atap? Apa jangan-jangan dia bicara sambil tidur dan mengakui semuanya pada Sasuke?

"Waktu itu kau bilang..." Sasuke akan membongkar semuanya tetapi cepat-cepat Hinata memotong

"Apa? Kau bohong! Aku tidak pernah bilang apa-apa! Sudahlah, aku pergi saja" putus Hinata, ia segera kabur dari kantin.

Sasuke tertawa. sedangkan Karin, Sakura dan Ino terbengong-bengong. Shikamaru menepuk pundak Sasuke

"Kau sudah berubah, Selamat" ucap Shikamaru

"Hm, apa maksudnya?" Naruto tidak mengerti. Sasuke hanya terdiam.

##

Pulang sekolah, seperti biasa Hinaka akan menemui kembarannya di kafe tempat Hinata bekerja. Ia menyamar dengan topi dan masker seperti biasanya. Tanpa ia sadari teman-temannya sedang mengikutinya.

"Kira-kira dia akan pergi kemana?" tanya Tayuya

"Entahlah, kita ikuti saja dia" jawab Temari

"Kenapa dia menyamar segala? Seperti mau mencopet saja" oceh Guren

"Diam! Nanti kita ketahuan" tegur Temari membuat Guren menutup mulutnya rapat-rapat.

Hinaka sampai di kafe, ia duduk di salah satu bangku. Temari cs ikut duduk di tempat yang tidak terlalu jauh dari Hinaka. Mereka menutupi wajah mereka dengan buku menu, sambil sesekali melirik memperhatikan gerak-gerik Hinaka.

Tidak lama kemudian tampak seorang gadis mendekati Hinaka kemudian berbincang dengannya. Mata ketiga anggota Aikatsu itu membulat tatkala melihat Hinata, mereka menyadari kalau kedua orang itu kembar!

"M-mereka" Guren terkejut

"Kembar!" lanjut Temari dan Tayuya bersamaan.

Sementara si kembar itu tampak asyik dengan obrolannya tanpa sadar kalau mereka sudah tertangkap basah.

"Haha, jadi kau berhasil membuat Sasame mengaku? Dan bahkan Guren membuat seluruh murid mendengarnya? Ini luar biasa! Tapi kasihan juga Sasame, dia tidak mendapatkan apapun dari perbuatannya termasuk Gaara" ujar Hinata.

"Gaara meminta kau kembali padanya" ucap Hinaka, entah mengapa ada sedikit rasa kecewa menyelimuti hatinya. Hinata berhenti tertawa.

"Akhirnya dia menyesal juga!" kata Hinata, ia sepertinya lebih tertarik mendengar Sasame dipermalukan daripada pernyataan cinta Gaara.

"Kau.. mau menerimanya?" tanya Hinaka

"Aku tidak tertarik lagi menjawabnya. Kau saja yang menjawab" suruh Hinata malas

"Kenapa begitu? Dia mencintaimu! Tapi kau bersikap seakan tidak peduli padanya! Kalau aku menerimanya tapi kau tidak serius kembali pada Gaara, itu sama saja kau mempermainkan perasaannya!" seru Hinaka, Hinata terkejut mendengarnya. Kenapa Hinaka seperti marah padanya?

Hinata menatap wajah kembarannya, ada raut kekecewaan di wajah Hinaka. Hinata mulai paham situasinya.

"Ya sudah tolak saja" jawab Hinata santai,

"Apa?" Hinaka terkejut

"Aku sudah tidak bisa kembali lagi padanya. Tapi, apa kau tidak punya perasaan apapun padanya selama kau ada di dekatnya? Apa kau tidak menyukai Gaara?"

DEG! Pertanyaan Hinata membuat Hinaka gugup

"T-tidak" Hinaka terbata-bata

"Benarkah?" Hinata menyipitkan matanya curiga

"B-benar" jawab Hinaka sambil menunduk menyembunyikan rona merah yang menjalar di pipi nya.

"Ini ATM-mu, aku berhasil mendapatkannya" ujar Hinaka mengalihkan pembicaraan. Hinata tersenyum senang. Artinya dia tidak perlu lagi bekerja di sini.

"Ah, terimakasih. Kau hebat!" puji Hinata, Hinaka melamun memikirkan kata-kata Hinata. Apa dia menyukai Gaara?

"Kalian..."

"Kembar?"

"Hinata!" ucap Temari, Tayuya dan Guren berurutan.

Hinata dan Hinaka terlonjak kaget, Mereka sudah ketahuan!

"Temari, Tayuya, Guren? Sejak kapan kalian di sini?" tanya Hinaka terkejut.

"Kau siapa? Mana yang Hinata?" tanya Tayuya bingung. Akhirnya mau tidak mau Hinata menjelaskan semuanya dari awal. Trio Aikatsu itu terbengong-bengong mengetahui kenyataan itu.

"Kau Gila! Kenapa harus bertukar tempat?!" seru Tayuya, Hinata hanya mengangkat bahunya

"Pantas saja Hinata jadi aneh" timpal Guren

"Maaf" ucap Hinata

"Kalau begitu tugas kalian sudah selesai kan?" tanya Temari memastikan

"Apa ayahmu tahu kau punya kembaran?" Guren ikut bertanya

"Ayah belum tahu, dan aku belum bisa kembali karena urusanku belum selesai" jawab Hinata

"Urusan apa?" (Mengejar cinta Uchiha lahhh :v :D )

Hinata hanya diam tak menjawab. Aikatsu menghela nafas.

##

"Apa kabar ayah" ucap Neji begitu seorang pria keluar dari jeruji besi didampingi seorang polisi.

"Baik, kau jarang mengunjungiku akhir-akhir ini?" keluh sang ayah

"Aku sibuk" jawab Neji singkat, sang ayah yang bernama Hizashi Hyuuga itu menatap putranya serius.

"Kau sudah menyampaikan pesanku pada Hiashi?" tanya Hizashi yang merupakan saudara kembar dari ayah Hinata.

"Sudah"

"Lalu apa katanya?"

"Dia tidak mau menemuimu"

"Sudah ku duga, tolong bilang kalau ini sangat penting!" pinta Hizashi

"Aku sudah bilang begitu. Tapi beliau tidak mau menemui penjahat yang pernah menculik anaknya" kata Neji datar.

"Ini tentang Hinata"

"Ada apa dengan Hinata?"

"Aku tidak hanya menculik dia. Tolong katakan pada Hiashi"

"Ayah tidak bisa memberitahu lewat aku?"

"Tidak. Maaf"


Hiashi menatap foto istrinya, ibu Hinata meninggal saat melahirkan Hinata dan saat itu Hiashi sedang berada di luar negri. Ia sangat menyesal, apalagi saat mendengar putrinya diculik oleh kembarannya sendiri. Untungnya Hinata segera ditemukan. Ia tidak mengerti hanya karena harta Hyuuga jatuh ke tangannya, Hizashi rela melakukan hal seperti itu. tapi ia masih berbaik hati merawat Neji seperti anak sendiri bahkan akan memberi sebagian harta Hyuuga untuk Neji.

##

Ttiinnn...tinnnn Suara klakson mobil membuat Hinata bergegas keluar dari dalam rumah.

"Sasuke?" Hinata terkejut mendapati Sasuke tengah berada di depan

"Ayo berangkat" ajak Sasuke, Hinata terbengong

"Kau pasti butuh tumpangan kan? Ayo!" seru Sasuke melihat Hinata mematung, Sasuke kembali membunyikan klaksonnya membuat Hinata tersadar dan langsung masuk ke dalam mobil.

"Kau mimpi apa semalam? Tumben sekali" ucap Hinata.

"Jangan salah paham, aku hanya kasihan padamu" elak Sasuke

'Bilang saja kau menjemputku' batin Hinata kesal. Sasuke tentu saja tidak akan bilang begitu, bagaimanapun dia adalah Uchiha! Seorang Uchiha selalu menjunjung tinggi harga dirinya.

Sekolahan heboh dengan berita hot pagi ini.

'Hinaka berangkat sekolah bersama dengan Uchiha Sasuke'

"hiks.. hikss Sasuke-kun" Karin menangis, Ino tampak merengut

"Sudahlah, kita relakan saja" kata Ino pasrah

"Tapi Ino-chan, tidak semudah itu..."

"Tapi apa Sasuke pernah menyukai kita seperti kita menyukai dia? Sasuke adalah idola sedangkan Kita hanya seorang fans" ujar Ino

"Huhuhu, kau benar Ino. Lagipula sepertinya Sasuke tidak akan tertarik pada kita" kata Karin

To be continued...