-aku merindukannya" ucap Yixing.

"Eh? Merindukan siapa Xingie~" Yixing sontak terkejut mendengar suara ummanya itu.

"A-aniyaa mamaa" ucap Yixing sekenanya. Mencoba menetralkan detak jantungnya yang baru saja terpompa karena terkejut.

"Ah kirain kangen siapa gitu" Yixing hanya nyengir kuda merespon jawaban ummanya itu.

"Mamaa.."

"Ne?"

"Bisakah Yixing minta seuatu?"

"Mau minta apa Yixingie?"

"Bisakah mama dan papa carikan alamat keluarga Kim?"

.

.

50 Yixing's Wishs

Chapter 7

Xounicornxing

.

.

Aku punya banyak permohonan

Tuhan,bersediakan engkau mengabulkan permohonan-permohonanku?

Aku hanya punya 50 permohonan

Bisakah terkabul semua?

.

.

Nb: untuk chap ini saya mau coba-coba pakai Yixing POV,jadi mohon maaf bila jelek. Happy reading

.

.

.

Joonmyeon menatap langit-langit dengan amat bahagia. Akhirnya hari yang dinanti-nantinya terkabul juga. Dengan menggenggam sebuah surat,Joonmyeon berlari-lari riang keluar dari rumah sakit. Dengan surat yang digenggamannya ini,Joonmyeon telah terbebas dari terapi-terapi aneh nan menggelikan karena amnesianya. Istilahnya, Joonmyeon sudah "cukup sembuh" dari amnesianya.

Sejujurnya yang masih menjadi pertanyaan besar di hati dan pikirannya adalah..

Namja manis yang menemani sesi terapinya itu. Jika di terapi pertama Joonmyeon bertemu dengannya,namun di terapi selanjutnya,namja manis itu lama kelamaan hilang,tak muncul lagi di pikirannya saat terapi seiring kembalinya ingatan Joonmyeon.

Tapi yang jalas sih sekarang Joonmyeon sudah tidak perlu lagi pergi terapi hahaha. Tapi kalau boleh jujur Joonmyeon amat penasaran dengan namja manis itu. Siapa sih dia? Mengapa Joonmyeon tidak ingat namja itu.

.

.

.

ALL YIXING POV

Sebelumnya tak pernah terlintas dalam pikiranku mengubur toples permohonan ini. Namun entah mengapa tekadku kali ini untuk menguburnya begitu kuat. Entah dorongan dari mana hingga aku mampu menggali lubang kecil dan mengubur toples ini dalam tanah yang amat dingin ini.

Keinginan ini bukan hasutan dari siapapun. Bukan ancaman dari siapapun. Bukan juga ide dari siapapun. Keinginan ini berasal dari hati yang telah lelah menunggu. Dapat kuingat ketika liburan musim panas kau hadir kembali ke dalam kehidupanku. Kau berdiri di depanku,tepat di depanku.

Namun apa? Seperti orang yang belum pernah mengenalku,kau hanya memandangiku dengan muka bingung dan penasaran. Kejadian itu memang hanya sekilas,membuatku tak dapat menyapamu. Belum sempat aku menyapamu,kau sudah diseret oleh namja manis disebelahmu,entah siapa namja manis itu. Kekasihmu sekarang kah?

Dan saat itu lah kali terakhir aku melihatmu,atau mungkin melihat orang yang serupa denganmu.

SREK...

SREK..

Dua timbunan tanah terakhirpun melengkapi akhir pekeraan mengubur toples ini. Selamat tinggal toples,selamat tinggal kenangan..

.

.

.

"Papaa" ucapku sedikit merengek. Bahkan hingga sekarang papa belum mau memberi tahu dimana Joonmyeon hyung tinggal.

"Ne?"

"papa sudah tahu dimana alamat keluarga Kim?" papa sedikit tersedak mendengar pertanyaanku. Mungkin dirinya kaget karena aku masih mengingat-ingat permintaanku yang satu ini.

"Ehm... terakhir papa mendapat kabar,keluarga dokter Kim dulunya menetap di Tokyo,namun sekitar pertengahan musim panas lalu mereka pindah,entah kemana" ucap papa.

Deg..

Pertengahan musim panas yang lalu?

Mungkinkah Joonmyeon hyung kini di Korea? Perasaanku langsung campur aduk antara sedih,gemas,senang,dan..rindu.

Kalau boleh jujur entah mengapa aku masih berharap Joonmyeon hyung kembali,terlalu tinggikah harapanku?

.

.

.

"hyung!" aku langsung melompat dari tempat dudukku begitu ada yang menepuk pundakku sambil berkata," Hyung!". Sedangkan si pelaku hanya nyengir saja.

"Ada apa Jongin?" tanyaku. Jongin menyodorkan selembar..brosur?

"Mau nyoba kompetisi itu hyung?" tanya Jongin. Aku membaca sekilas brosur itu kemudian mengangguk

"Tentu saja "

Kurasa kini waktunya Zhang Yixing merintis hobinya dan melupakan kegundahannya

.

.

.

Kompetisi yang ditawarkan Jongin adalah kompetisi dance. Sejak aku tahu Jongin punya hobi dan bakat yang sama,kami sering berlatih bersama. Kami terkadang bertukar info tentang kompetiis-kompetisi dance yang ada. Sungguh menyenangkan mempunyai teman yang satu hobi! Hahaha..

Bicara soal hobi,dulu aku dan Joonmyeon hung tidak memiliki hobi yang sama sedikitpun. Namun cenderung berbalikan. Jika aku suka memasak –tolong jangan ejek aku karena hobiku ini,bisa jadi aku menjadi chef ya kan/?- maka Joonmyeon hyung lebih suka makan,ya makan,makanya dia menjadi gendut dan tak tinggi-tinggi /ups. Jika Joonmyeon hyung suka berlari,maka aku lebih suka berjalan. Joonmyeon hyung lebih suka menyanyi sedangkan aku menari.

Flashback on

"Hyuuung! Jika kau kemari hanya untuk makan,pergi saa sanaa!" ucapku sambil berteriak. Sedangkan Joonmyeon hyung hanya menunjukkan cengiran lebarnya. Joonmyeon hyung kembali menyomot satu sushi buatanku. Aku mendelik.

"HYUNG KEMBALIKAN KEMBALI SUSHI ITUU!" teriakku. Joonmyeon hyung kembali nyengir. Tapi kali ini dia mengembalikan sushi itu.

"Buat siapa sih,Xing?" tanya Joonmyeon hyung. Aku tersenyum manis.

"Untuk... Sunbae itu loh hyung" ucapku malu-malu. Joonmyeon hyung langsung melotot dan mengambil kembali sushi yang tadi dikembalikannya.

"YA! HYUNG!" teriakku sambil cemberut,namun tak digubris sedikitpun oleh Joonmyeon hyung

Flashback off

Aku terkikik-kikik mengingat kisah itu. Namun tak begitu lama aku kembali termenung. Apakah Joonmyeon hyung ingat saat-saat itu?

Kurasa tidak..

Rasa kepercayaanku.. entah kenapa makin terkikis..

.

.

.

Aku kembali mengecek barang-barang yang tadi kubawa ke sekolah. aku sadar diri kalau aku pelupa jadinya setiap akan pulang aku selalu mengecek barang-barangku.

"Hyung!" ucap Jongin sambil melambaikan tangan di pintu kelasku. Hari ini kami berencana mendaftar di kompetisi yang kemarin ditawarkan Jongin.

Setelah mengecek semuanya beres aku menghampiri Jongin. Jongin terlihat sedikit sebal karena aku terlalu lama. Hahaha...

"Kau lama hyung!" ucap Jongin namun kuabaikan. Kami pun bergegas pergi ke tempat pendaftaran kompetisi itu. Menurut brosur yang kemarin diberikan Jongin,tempat pendaftaran itu ada di sebuah mall,hal itu membuat Jongin minta diantar membeli sepatu juga -_-

Tak butuh waktu lama untuk sampai di mall yang kita tuju. Entah perasaanku saja atau memang hari ini terasa begitu capek dan berat,kepalaku sedikit berdenyut dan pandanganku terhadap jalan sedikit kabur. Atau mataku saja yang mungkin sudah mulai minus?

"Aduh!" ucapku refleks ketika kepalaku sedikit terbentur pintu bus ketika akan turun. Jongin refleks menoleh,

"Eh? Gwenchana hyung?" aku mengangguk. Sepertinya tubuhku tidak dalam keadaan baik. Huft..

.

.

.

"Ternyata yang mendaftar banyak,aku capek berdiri mengantri.." ucapku mengeluh sambil menselonjorkan kaki. Jongin hanya mengangguk-angguk sambil cemberut. Hampir satu jam kami mengantri hanya untuk mendaftar.

"Hyung,jadi kan mengantarkanku ke toko sepatu?" tanya Jongin. Aku hanya memberi respon anggukan.

Jongin pun segera menghabiskan minumannya dan menggeretku ke toko sepatu langganannya.

"Kau harus tau toko langgananku hyung,disana bagus-bagus sepatunya,mereka juga up to date masalah tren,jadi tidak jadul,harganya juga tidak mahal" ucap Jongin panjang lebar aku hanya mengangguk paham.

Tak lama kami berjalan –cenderung berlari-,akhirnya kami sampai di toko sepatu langganan Jongin. Benar kata Jongin,model sepatu di toko ini tidak jadul sama sekali! Waaa~ Harusnya aku meminta uang pada papa untuk membeli sepatu kemarin!. Sampai di toko Jongin langsung menghampiri pelayan toko yang sepertinya tampak akrab. Sedangkan aku hanya melihat-lihat sepatu berhubung aku tidak bawa uang lebih,huh..

Drtt.. drtt..

Tiba-tiba ponselku berdering, telpon dari..

Mama..

Oh tidak aku lupa! Aku lupa memberitahu mama kalau aku pulang telat! Eotthokee

Buru-buru aku menganggkat telpon dari mama itu.

"Ha-halo,Ma.." ucapku takut-takut

"Yak! Zhang Yixing! Keluyuran kemana kau!" buru-buru aku menjauhkan telponku.

" mianhae mamaa.. tadi mengantrinya sangat lama" ucapku dengan nada takut.

"Ah,baiklah.. harusnya lain kali beri kabar pada Mama,Arra?"

"Ndee mama" ucapku sambil menutup telepon.

Nyuut..

Nyuut..

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku,kenapa tiba-tiba kepalaku terasa amat berat?

Nyuut..

Pandanganku mulai mengabur. Sadar aku akan pingsan,dengan cepat aku mulai mencari keberadaan Jongin. Menoleh ke kanan,ke kiri namun hasilnya nihil. Dimana Jongin?

DUK!

"Aww..." rintihku sambil tetap memegangi kepalaku. Bukannya menemukan Jongin,aku justru menabrak seseorang. Dengan sekuat tenaga,karena tidak enak dengan orang yang kutabrak,aku membungkuk meminta maaf

"Mianhae" ucapku

"Ah,gwenchana"

Deg..

Suara itu.. mengapa begitu mirip? Buru-buru aku mendongak,namun pandangan mataku sudah terlanjur buram. Sambil tetap memegangi kepalaku aku terus mencoba memperjelas penglihatanku.

"Yixing Hyung!"

Dan entah kenapa semuanya tiba-tiba terasa hitam...

'apakah tadi itu Joomyeon hyung?'

TBC

01/10/2014

Xounicornxing

Hai~ lama tidak jumpa:D kemarin-kemarin saya amat sangat moody hahahaha.. jeongmal mianhae T.T gimana chapter ini? Jelek kah? Duh.. lagi pengen coba-coba bikin POVnya Yixing.

BIG THANKS FOR ALL REVIEWERS,ALL READERS

Kalian benar-benar penyemangat buat ngelanjutin fanfic ini

Review again,please?:)