.


The 21st of September

Baejun13 storyline

Kim Jongdae | Oh Sehun

.

Don't Like? Don't Read!

Happy Reading :D


Chapter 6: Best Friends?

Sehun berlari keliling sekolah membiarkan Joonmyeon dibelakangnya. dia tak peduli, yang penting dia sudah bisa menemukannya

" Sehun... tunggu aku " napas Joonmyeon tersenggal-senggal, kenapa Sehun berlari? Sudah tahu kakinya pendek pasti langkah mereka tak akan sama

Sehun berhenti berlari dan menatap Joonmyeon yang berada cukup jauh, " aishh, cepat sedikit "

Joonmyeon menatap Sehun kesal namun pada akhirnya juga dia sampai ditempat Sehun

" cepat sebelum kita terlambat "

ยท

Chen sontak mendorong dada Lu Han untuk menjauh, wajahnya sudah memerah. Apa yang Lu Han lakukan tadi?

" a..pa.. "

Lu Han tersenyum lembut melihat wajah Chen yang kebingungan, " kenapa? "

Badannya bergetar, itu ciuman pertamanya, bagaimana ini? Kenapa malah diambil oleh Lu Han?

Setelah bisa mengatur napas dan debar jantungnya yang tadi sangat berantakkan. Chen menatap langsung mata Lu Han, " apa maksudmu tadi? "

Lu Han mengangkat sebelah alisnya, " menciummu "

Tangan Chen memainkan ujung jas sekolahnya, dia benar-benar kesal sekaligus penasaran dengan Lu Han, tetapi dirinya takut untuk bertanya dengannya, entah kenapa

Tanpa sadar tangan Lu Han susah berada dilehernya, menggapai sesuatu disana. Belum sempat Lu Han mengambil kalung dilehernya, pipinya sudah dihantam dengan sangat keras

Mata Chen terbelak melihat Sehun berada dihadapannya sekarang, " Sehun.. "

" ck.. " Lu Han berdecak pelan

" apa yang kau lakukan, hmm " ucapnya dengan menatap Sehun datar, tangannya berada dipipinya karena ini sangat sakit

" apa maksudmu? "

" aku hanya menjalankan tugas " Lu Han memperlihatkan seringainya, dan jujur saja Sehun sudah mulai muak melihatnya

" kau mepermainkannya, kita tak menggunakan cara itu " Sehun menatap kesal Lu Han, karena dia merasa Lu Han mengingkari janjinya

" oh ya? Maaf " Lu Han tersenyum meremehkan

" cih "

Chen hanya bisa diam sebelum tangannya ditarik oleh seseorang

" Joonmyeon? "

Joonmyeon menghela napas lega ketika melihat keadaan Chen yang baik-baik saja, " kau kemana saja? Tiba-tiba menghilang "

Chen melengkungkan bibirnya kebawah ketika mendengar perkataan Joonmyeon, " aku bahkan tak tahu, tiba-tiba aku ditarik dengan orang bernama Byun Baekhyun kesini dan bertemunya "

" Lu Han? "

Chen hanya bisa menganggukkan kepalanya lemah

" tapi kau tidak melakukan apa-apakan? Maksudku dia tidak menyakitimu kan? Ada bagian tubuhmu yang sakit? "

" tidak ada "

" syukurlah " ucap Joonmyeon sambil menarik lengan Chen agar pergi dari situ

Chen membelakkan matanya ketika Joonmyeon menarik lengannya " e-eh? bagaimana mereka? "

" biarkan mereka menyelesaikannya "

.

Chen menghela napasnya pelan, dia sangat membenci ini. dirinya melihat Joonmyeon yang berjalan sangat cepat, sampai-sampai kursi roda Jinri yang didorongnya juga bergerak cepat, Jinri memukul tangannya agar memperlabat dorongannya

Joonmyeon memang terlihat antusias sedangkan Chen tidak, bagaimanapun pelajaran melukis itu sangat tidak mengenakkan dan Chen sangat membencinya sedari dulu

Terang saja, Joonmyeon antusias karena dia sangat menyukai melukis bahkan lukisan dia sangat bagus dan Chen mengakui itu. Sekarang semua murid dikelasnya sedang berjalan menuju ruangan melukis yang ada disini

Tapi sepertinya hampir bukan semua, karena ada beberapa murid yang tidak ada disini. Mungkin mereka membolos dan Chen tidak peduli akan itu yang jelas sekarang dirinya berharap pelajaran ini cepat selesai, walaupun pada kenyataanya pelajaran ini pun belum dimulai sama sekali

" ada apa Chennie? " Jinri melihat Chen yang sangat murung

" aku malas melukis "

" sudah kubilang Chennie, melukis itu mengasyikkan " ucap Joonmyeon yang langsung diberi pukulan gratis ditangannya oleh Jinri

" apa salahku? " gumam Joonmyeon dengan bibir yang sengaja dia kerucutkan. Namun gumaman tetaplah gumaman, karena gumamannya tak didengar oleh Jinri maupun Chen

Mereka sudah berada diruangan melukis, Chen berjalan dengan lunglai, dia bahkan tak peduli Joonmyeon dan Jinri yang sudah jauh darinya. Ketika guru menyuruh mereka duduk, Chen menurutinya dengan duduk dikursi terdekat

Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya, yang membuatnya terlonjak kaget. Chen menoleh kekiri dan mendapatkan seorang pemuda yang sedang menyeringai, pemuda yang tak dilihatnya lagi selama dua minggu

" hai, kita bertemu lagi " Baekhyun memperjelas seringainya ketika melihat wajah Chen

" yah.. "

Setelah itu mereka terdiam karena mendengarkan penjelasan guru, dan berakhir dengan sebuah kertas dan kuas ditangan mereka. Dan juga mereka diharuskan untuk berbagi cat berdua, Chen berdua dengan Baekhyun karena tempat duduk mereka berdekatan

Chen mencoba menjauhkan jarak dari Baekhyun, entah kenapa. Tapi kejadian dua minggu lalu sangat menakutinya, memang Baekhyun tidak terlibat, namun tetap saja dia yang membawa Chen kesana

Chen tidak berkonsentrasi dengan lukisannya-sebenarnya sedari tadi- karena Baekhyun terus saja melihat dirinya. Apa Baekhyun sedang melukis dirinya?

Baiklah, Chen memang sangat percaya diri. namun sayangnya Baekhyun bukan melihatnya, tetapi melihat leher Chen

Jujur, Chen merasa risih dilihat seperti itu. Dia meruntukki dirinya karena tertinggal oleh Joonmyeon dan Jinri, jika saja tak tertinggal dia tidak akan menemui pemuda ini

Tunggu, berarti dirinya sekelas dengan Baekhyun? Chen ingin pingsan saja sekarang

.

Sehun membaringkan dirinya dikasur tipisnya, dia sudah membolos selama tiga hari dengan alasan sakit. Dia menarik napas panjang, hubungannya dengan Lu Han sudah sangat retak

Dia ingin kembali dimasa kecilnya, dimana dirinya dan Lu Han masih bermain bola bersama, tertawa bersama, mengejek satu sama lain dengan maksud candaan. Tapi semuanya hancur karena dendam dimasa lalu, dan Sehun yakin hubungannya dengan Lu Han sudah tidak bisa disembuhkan

Apalagi kalau diantara mereka bisa mendapatkan pemuda manis itu. Dan pada saat itulah hubungan mereka benar-benar hancur

Sehun mengambil sesuatu benda dibawah bantalnya, barang yang hampir belum dipakai olehnya. Kalung yang sama seperti yang dipakai oleh Lu Han dan Chen. Dia melihat kalung itu cukup lama

" maafkan aku "

.

" hahh "

Lu Han menendang bantal yang ada didekatnya, napasnya memburu. Dia mengingat kejadian dua minggu lalu, kalau saja Sehun tidak datang, dia bisa menyelesaikan tugasnya dan dia akan hidup bebas setelah itu tanpa kewajiban berat yang selalu memberatkannya sedari dulu

Bahkan bekas hantamannya masih berbekas dipipinya, dia benci dengan Sehun yang merusak tugasnya. Namun dia tidak bisa sangat membencinya, karena bagaimanapun juga dirinya dengan Sehun mempunyai hubungan sangat erat dulu

Hubungan yang diberi nama dengan persahabatan

Luhan mengeluarkan sebuah foto sedikit lusuh dari lemarinya, foto dirinya dengan Sehun yang sedang tersenyum lebar. Sehun merangkul pundaknnya dan dia membentuk tanda 'peace' disana. Tanpa sadar air mata turun dari kedua matanya

" aku merindukanmu bodoh! "

.

Chen sedang mencari buku di perpustakaan sekolahnya. Sekarang dia berada di bagian buku-buku sejarah, sejujurnya Chen sangat membenci sejarah sedari dulu. Namun mau bagaimana lagi dirinya sangat penasaran dengan sejarah terbentuknya sekolah gelapnya ini

Dan juga tentang kutukan itu, sebenarnya Chen sudah beberapa kali menanyakan Joonmyeon tentang itu, tapi wajah Joonmyeon selalu berubah ketika dia menanyakannya

Jadi sekarang Chen sudah sepakat untuk tidak membicarakannya

" ah, ketemu " gumamnya ketika matanya sudah menemukan buku yang sedari tadi dia cari

Tangannya beranjak untuk mengambil buku itu dari raknya, namun sebuah tangan menepuk pundaknya

" kau bisa menanyakanku tentang sekolah ini "

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue...