Hamdi dan 3 Mesum
Disclamers and Story:
Masashi Kishimoto: NARUTO
Ichiei Ishibumi:High School DxD
Mukhlis Nur, Afif Faris and Team, Tinker & Regalia Gameworks: Inheritage Boundary of Existence
Natsume Akatsuki: Konosuba
Rate: Random
Charakter:
Original Karakter: M Rofi'ie Hamdi/Muslim Otaku
Inheritage: Nala/Arca of Bandung/White Tiger,. Reta/Rakyan of Bandung
HighSchool DxD: Hyoudou Issei,. Sona Sitri,. Matsuda,. Motohama
NARUTO: Itachi Uchiha,. Obito Uchiha,. Deidara
Konosuba: Megumin
Pair: [M Rofi'ie Hamdi,.],. [Hyoudou Issei,. Rias,. Akeno],.[Deidara,.Megumin]
Genre: Petualangan Gaje, kadang Action, kadang Humor, kadang Romance, unsur Echi di kurangi secara drastis hingga hanya muncul beberapa kali saja
Episode 7 Hamdi dan kesialan yang ditanggung olehnya.
Hamdi pun berjalan dengan perlahan menuju ke arah Freed, matanya mulai berkunang kunang, sebelum Freed sadar, Hamdi pun mengambil tindakan berupa pukulan yang sangat keras pada bagian tengkok Freed dengan menggunakan sarung mandau miliknya {Braaak!} pukulan yang sangat kuat itu ternyata sanggup membuat orang sekelas Freed pingsan.
"Hamdi-san!" seru Issei dari belakang ia tidak menyangka kalau Hamdi sangat kuat dan mengalahkan pendeta berengsek yang membuatnya tak berdaya waktu itu.
"Apa yang kau lakukan disini Hamdi-senpai" tanya gadis kecil di belakang Hamdi dan disamping Issei.
"Tak aku sangka kau sangat kuat Hamdi-kun" tambah Kiba.
Hamdi hanya diam lalu menatap ke arah belakang sambil tersenyum dan mengatakan.
"Aku datang kemari bukan untuk membantu kalian para Iblis, tapi aku kemari untuk menyelamatkan gadis kecil berambut pirang yang membutuhkan pertolongan dan dia adalah Orang kedua yang ingin aku selamatkan ketika aku gagal menyelamatkanmu" jawab Hamdi, ia tidak ada maksud membantu Issei ataupun para Iblis, tapi ia ingin menyelamatkan seorang manusia yang baik, gadis yang ia ajari cara memasang kerudung dan gadis yang ia puji kecantikannya ketika menggunakan kerudung, Asia Argento, gadis yang masih suci, manusia yang baik dan polos, Hamdi tidak ingin gadis itu menjadi Iblis ia tidak akan membiarkan kejadian yang menimpa Issei ditimpa oleh gadis malang itu.
"Bagiku itu bukan masalah asalkan Asia bisa selamat, aku akan membantumu!" seru Issei.
Hamdi hanya tersenyum mendengar perkataan Issei.
"Aku rasa gadis itu berada di ruang bawah tanah, akses menuju tempat itu dihalangi lemari besar itu, aku tidak bisa menghancurkannya, aku harap kalian mau membantu" gumam Hamdi.
"Kami pikir kau tidak mau menerima bantuan dari kami" ucap Kiba, Kiba juga tidak menyangka kalau Hamdi tau bahwa mereka adalah bangsa Iblis.
"Jika tujuan kalian sama maka aku tidak akan menolak menerima bantuan dari kalian, lagi pula aku tidak akan bisa menang jika hanya sendiri" tambah Hamdi.
"Tapi Hamdi-san bagaimana kau tau kalau aku dan ini adalah iblis? Dan sejak kapan kau tau kalau aku adalah Iblis" tanya Issei pada Hamdi.
Hamdi terdiam ia menatap sendu ke arah Issei dan ia hanya mengatakan satu kalimat.
"Dari pada memikirkan hal itu sebaiknya pikirkan bagaimana cara kita menyelamatkan Asia" jawab Hamdi mengalihkan pembicaraan, mana mungkin ia mengatakan kalau ia sudah mengetahui apa yang terjadi di masa depan bukan?.
Issei pun setuju dan akhirnya Koneko pung menghancurkan lemari yang digunakan untuk menutup pintu masuk ruang bawah tanah, Hamdi dengan cepat berlari masuk kedalam di iringi oleh Issei, Koneko dan Kiba.
Terlihat Hamdi menuruni tangga dengan tangan kanan memegang erat mandau di tangan kiri miliknya dan sarung pedangnya pada tangan kanan, Hamdi berlari menuruni tangga bersama dengan Issei dan yang lain, setelah di penghujungan tangga terlihat sekumpulan orang berjubah hitam memandang ke arah atas dan saat dilihat disana terlihat seorang, gadis berambut pirang yang hanya mengenakan kaos putih tanpa lengan di rantai di sebuah batu berbentuk salib.
"Asia!" seru Issei, menatap gadis berambut pirang itu, lalu disamping gadis berambuut pirang itu ternyata ada gadis berambuthitam berpakaian minim berdada besar bermata ungu dan bersayap burung, Hamdi dan Issei tau betul siapa dia, mata Hamdi menatap tajam malaikat jatuh itu, lalu ia sedikit mengacungkan mandaunya yang ada di tangan kirinya ke arah Yuuma.
"Lepaskan Asia kono Bitchi!" seru Hamdi dengan menggunakan kata kata kotor, yah wajar, Hamdi bukanlah Kiai dan juga ustad jadi wajar kalau kadang ia bisa menggunakan kata kata kasar, Hamdi dulunya juga seorang yang patuh pada Agama ia adalah seorang manusia berengsek yang suka membentak dan menggunakan kata kata kotor pada orang orang yang tidak ia sukai, tak peduli itu anak anak ataupun wanita.
"Bitchi?" ulang Koneko yang heran dengan kata kata kasar Hamdi.
"Hamdi-san ku rasa kau harus belajar tata kerama dalam bicara lihat dia terlihat marah" ucap Kiba sambil tersenyum.
"Siapa peduli! Jika saudara se ras ku di perlakukan layaknya binatang seperti itu! Kau pikir aku mau berbaik hati dan juga menjaga sopan santun pada orang yang seperti itu?! Fuck ! Kono yaro! Itu mustahil bangsat!" keluar sudah sifat aslinya yang kaya gimana gitu, ia sudah melupakan ajaran Agamanya untuk tetap tenang, lagian ia bukan ahli agama, tapi hanya umat yang sedang belajar menjadi islam yang baik, namum hal ini membuatnya sedikit emosi.
"Dasar Manusia rendahan! Sadari keberadaanmu!" seru Raynare tak terima ucapan Hamdi yang menghujatnya terus menerus.
"Kau yang harusnya sadar diri Kono yaro!, mana ada malaikat yang berbuat jahat dasar Bitchi! Fuck you! Bangsat, Tai, Anjing!" berbagai umpatan yang tak baik di dengar anak kecil Hamdi keluarkan pada saat itu juga, Koneko yang masih anak anak langsung swedrop mendengar jawaban Hamdi akan seruan Raynare atau lebih tepatnya ancaman, dengan ejekan dan umpatan orang dewasa dan juga seperti pembisnis dari dunia gelap.
Sedangkan Kiba dan Issei langsung mengedutkan mata mendengar ucapan Hamdi yang penuh dengan hinaan dan kata kata kotor yang tanpa filter sama sekali, Issei merasa kalau Hamdi itu kadang seperti preman dan kadang menjadi orang yang sangat baik perhatian, romantis dan juga tak pedulian, sungguh sifat Hamdi yang random itu membuat Issei tak habis pikir mengenai Hamdi itu sebenarnya orang yang seperti apa.
Asia yang juga sudah sadar ketika kedatangan Hamdi dan Issei berserta teman teman Issei, hanya bisa tercengang mendengar ucapan kotor yang Hamdi keluarkan.
"Issei-san, Hamdi-san, kenapa mereka disini dan kenapa Hamdi-san mengucapkan kata kata kotor?" tanya Asia beruntun dengan nada lemah hingga Hamdi tak mendengar ucapan Asia, namun berbeda dengan Issei karena Issei Iblis jadi pendengarannya itu jauh lebih tajam.
"Asia dia sudah sadar" gumam Issei.
Gigi Raynare bergemerutuk ketika mendengar hinaan Hamdi kepadanya, ia benar benar marah menatap ke arah Hamdi, Hamdi dan Raynare saling menatap satu sama lain, tatapan tajam mereka berdua membuat suasana menjadi tegang.
"Kau! Manusia yang waktu itu! Tak aku sangka kau masih hidup bangsat!" umpat Raynare yang mulai mengingat wajah Hamdi.
'Saat ini aku tidak mungkin menggunakan Do'a Do'a untuk menangkis kekuatan sihirnya karena jika aku melakukannya mereka akan kesakitan dan itu akan merepotkan diriku karena aku juga harus melindungi mereka' batin Hamdi sambil menatap para iblis yang ikut bersamanya, saat ini tujuan mereka sama jadi ia tidak akan menyerang Issei dan teman temannya.
Orang orang berjubah hitam yang merupakan bawahan dari malaikat bersayap hitam itu menatap ke arah Hamdi dan bersiap menyerang, Hamdi menyadari hal itu ia pun menyiapkan kuda kudanya, kali ini ia meniru gaya Kirito, Kiba juga melepaskan pedangnya dari sarungnya dan menyiapkan kuda kuda bertarung, Issei menyiapkan Seacred Gearnya yang mengambil bentuk Gautel di tangan kiri, Koneko menyiapkan sarung tangannya lalu menatap ke arah gerombolan orang orang gereja bertopeng dan mengenakan pakaian serba hitam lalu menyiapkan light saber dan pistol.
Raynare pun membuat sebuah light spear atau tombak cahaya dengan ukuran cukup besar Asia yang melihat itu langsung berteriak.
"Issei-san! Hamdi-san! Awas!" seru Asia.
"Asia!" seru Issei.
"Hyoudo-kun!" seru Kiba yang langsung menarik tubuh Issei, Hamdi yang cukup kaget melihat light spear berukuran besar ke arahnya bersiap menggunakan mandaunya untuk menebas.
"Hamdi-senpai awas!" seru Koneko sambil menarik tubuh Hamdi dengan cepat dan light spear itupun menancam di lantai dan meledak, membuat Koneko, Hamdi, Issei dan juga Kiba terlempar ke belakang gara gara gelombang kejut dari ledakan tombak cahaya {Booom!}
"Argh"
Hamdi dan yang lain mencoba untuk berdiri, sementara Raynare memulai ritualnya, sedangkan Asia ia berteriak kesakitan, Issei langsung khawatir melihat hal itu.
"Sekarang aku tau tujuan Da-tenshi itu" ucap Kiba.
"Issei menatap ke arah Kiba sedangkan Hamdi mencoba untuk berdiri, yah wajar ia adalah manusia, daya tahannya terhadap benturan tidak sekuat para iblis dari dunia DxD itu, membuat ia membutuhkan persiapan untuk bisa beradaptasi dengan rasa sakit yang ia terima dari benturan keras dengan dinding batu gereja.
"Kau tak apa apa Hamdi-senpai?" tanya Koneko.
"Em, aku tidak ada apa Nekopoi" jawab Hamdi.
"Nekopoi? Siapa yang kau panggil begitu?" tanya Koneko, tak terima namanya dirubah oleh Hamdi.
"Maaf kepalaku sedikit terbentur, jadi ingatanku sedikit tergeser" jawab Hamdi.
{Krik krik krik}
"Heh?" ketiga iblis itu swedrop mendengar apa yang baru saja Hamdi katakan.
"Tak usah menatapku seperti itu, sebaiknya kau jelaskan saja apa yang ia lakukan!" perintah Hamdi, Kiba yang sadar akan swedropnya langsung menjawab.
"Dia ingin mengambil Secread gear gadis itu" jawab Kiba.
"Apa lalu apa yang akan terjadi pada Asia?!" tanya panik Issei.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak kencang Asia.
Sebelum Kiba menyelesaikan kata katanya Hamdi langsung melesat ke arah Raynare untuk menghentikan mereka dengan mandau dan sarungnya ia berlari, ke arah para pendeta sialan disana.
"Enough! Mother Fucker!" teriak Hamdi sambil berlari kencang ke arah musuh.
"Tidak akan kami biarkan" teriak para penghini gereja dengan pakaian pastur bertopeng dan mengenakan topi bundar berwarna hitam itu, ketika Hamdi sudah berada dekat dengan mereka Hamdi langsung dengan cepat menebas mereka dengan menggunakan, mandau di tangan kirinya, namun dengan cepat ditangkis dengan pedang cahaya {Trenk!} {Buag}.
"Aaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrg! Sakit saki sakit!" teriak salah satu dari orang yang mencoba menyerang Hamdi sambil melompat lompat kecil kebelakang, penyebabnya adalah Hamdi langsung menendang selangkangannya ketika tebasannya ditangkis.
"Heh" gumam Hamdi yang langsung melanjutkan larinya, pedangnya tidak ia gunakan untuk melukai lawan lawannya, ia hanya menggunakan mandau ditangannya untuk menahan tebasan dan peluru peluru yang mengarah padanya sambil berlari kencang, ia menendang selangkangan memukul tengkok dengan sarung pedang melakukan gerakan memukul ke wajah musuhnya menggunakan sarung pedang, menusuk tenggorokan dengan sarung pedang pukulan keras leher bagian kanan tusukan kuat yang megarah ke dada membuat tulang rusuk patah, Hamdi juga membuat tulang kering beberapa orang yang menghalanginya patah karena tendangan dan pukulan dengan sarung mandau.
{Tenk tank trak teteteteteteteteteererererererererarararaank ! Bug bak prak, krak dug tatatatatatatatatatak!, Bom!} Hamdi menghempas kuat tubuh mereka ke lantai lalu setelah sampai di tangga Hamdi berlari lalu melompat tinggi ketika mencapai Raynare, Raynare menatap tajam Hamdi, menyiapkan tombak cahaya miliknya, tiba tiba dari belakang.
{Doar dududududududududududaaarr!} suara ledakan pistol keluar dari belakang.
"Hamdi-san!"
"Hamdi-kun"
"Hamdi-senpai!" seru mereka bertiga secara bersamaan ketika melihat kejadian itu, sedangkan Raynare hanya tersenyum, melihat kejadian tersebut.
"Ugh!"Hamdi langsung muntah darah, dipunggungnya dipenuhi darah karena ditembus banyak peluru, mata Hamdi membelalak ia tidak menyangka kalau orang orang atau manusia yang tidak ia bunuh itu membunuhnya, ia juga tidak menyangka kalau mereka lebih membela Datenshi dibandingkan kebebasan ras mereka sendiri, ada apa dengan dunia ini, itulah yang Hamdi pikirkan.
"Mungkin aku harus membunuhmu sekarang sebelum suatu saat nanti kau menjadi masalah buat kami" ucap Raynare yang langsung menusukan tombak cahaya ke perut Hamdi {Srak!}
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhhhhh!" teriak Hamdi tak menyangka kalau ia akan kalah dengan mudah, padahal statusnya sudah ditingkatkan.
"Hamdi-saaaan!" seru Issei tak menyangka Hamdi akan kalah dengan mudah {Buaag!} Hamdi langsung terlempar dengan keras ke arah Issei dan yang lain.
"Hamdi-san!" teriak Issei sambil berlari ke arah Hamdi.
"Hamdi-kun!" seru Kiba ikut ikutan
"Hamdi-senpai!" teriak Koneko, dan akhirnya Hamdi pun disambut oleh tiga iblis itu, pandangan Hamdi menjadi kosong.
'Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini, aku tak menduga akan seperti ini' ucap batin Hamdi sambil menatap ke arah Asia yang mengerang kesakitan, 'Aku gagal lagi, kenapa? Kenapa harus begini?' tanya batin Hamdi, air matanya mengalir.
"Hamdi-san, hoy, bangun, jangan mati!" seru Issei ia tidak menyangka Hamdi sahabatnya yang menolongnya dari pukulan gadis gadis kendo waktu pertemuan pertama harus mati dengan cara begini, mati karena ingin menyelamatkan Asia seperti dirinya.
"A, a a"
"Hamdi-san, kau mau bilang apa cepat katakan aku akan mendengarkannya!" seru Issei.
"Asyhadu an la illaha illa Allah" kata pertama yang di ucapkan Hamdi langsung membuat ketiga iblis itu kesakitan.
"Arrrrrrrrggggggghhhhh! Hamdi-san hentikan !" teriak Issei, sementara Kiba dan Koneko langsung menutup telinga.
"Wa Asyhadu anna Muhammadarr-" belum selesai Hamdi mengucapkan Syahadat tubuhnya langsung tergeletak tak berdaya tatapannya terlihat kosong, Issei yang melihat hal itu hanya bisa membelalakan mata ia tidak menyangka akan hal ini, Hamdi terlihat tak bernyawa, Koneko yang memeriksanya pun mengatakan kalau Hamdi sudah tidak bernapas, tak lama setelah itu Secread gear milik Asia lepas, Asia tampak lemah, Issei yang melihat itu, menjadi marah ia melesat ke arah Asia, Kiba dan Koneko membantu dari belakang.
Di sebebuah tempat.
"Cepat kita sudah dekat!" seru gadis berambut putih dengan ekor rambut berbentuk seperti ekor Harimau putih dengan belang Cyan, bermata biru dengan pupil garis vertikal, mengenakan pakaian serba putih dengan hiasan selendang kuning dan kain batik di pinggangnya, dia adalah Nala.
"Ossu kalau begitu tambah kecepatannya!" seru Deidara, burung ciptaannya pun melesat dengan kecepatan tinggi.
'Oh tuhan semoga kami tidak terlambat, entah kenapa perasaanku jadi tidak enak, aku merasakan hawa keberadaan Hamdi semakin menipis' batin Nala dan Reta.
"Nala dimana Hamdi-san?!" seru tanya Itachi.
"Aku dan Reta merasakan keberadaannya di Gereja itu!" seru Nala.
"Baiklah kalau begitu kita ke Gereja!" seru Obito, akhirnya mereka pun turun.
Di depan pintu gereja kemudian.
Nala dan Reta serta Deidara, Megumin, Itachi dan Obito, pun sampai mereka masuk kedalam Gereja tak menemukan apapun.
"Dimana Hamdi-san?" tanya Megumin.
"Aku merasakan aroma tubuh Hamdi ada di dalam ruang bawah tanah!" seru Reta.
"Kalau begitu tunggu apa lagi cepat kesana!" pertintah Itachi, akhirnya mereka berenam berlari menuju ruang bawah tanah melalui tangga rahasia.
Bersambung.
Kalian lebih setuju yang mana?
Hamdi hidup kembali dan menyelamatkan Asia (tapi Asia tetap mati) maksud menyelamatkan adalah menyelamatkan Identitas Asia sebagai manusia.
Hamdi hidup kembali dan membantu Issei, menyerahkan Asia untuk dihidupkan kembali pada Rias, karena ia tidak ingin terlalu banyak merubah alur dengan membuat Asia mati karena ke egoisannya.
Hamdi hidup lagi dan meminta bantuan Horlog dengan meminta alat kejut jantung yang akan digunakan pada Asia untuk hasil aku rahasiakan.
Oh Hidupnya tetap manusia, bukan Reinkarnasi.
