TOO FAR SERIES

(FALLEN TOO FAR)

by RyeoTa Hasu

(Original Story by Abbi Glines)

Cast :

Lee Sung Min (19 y.o)

Cho Kyu Hyun (24 y.o)

Shim Chang Min as Kyuhyun's step brother (24 y.o)

Lee Tae Min as Kyuhyun's youngest step brother (21 y.o)

Choi Si Won (25 y.o)

Lee Hyuk Jae aka Eunhyuk (19 y.o)

Lee Dong Hae (24 y.o)

Kim Hee Chul (26 y.o)

Park Jung Soo aka Leeteuk (26 y.o)

Kim Ryeo Wook (21 y.o)

Kim Ki Bum (21 y.o)

Kim Jung Mo (19 y.o)

Cho Ji No

Lee Sung Jin as Sungmin's twins brother (already passed away)

Bae Soo Ji aka Suzy

Lee Min Ho

Cast lain menyusul

Disclaimer :

This original story is from Too Far Series Novel by Abbi Glines

I just remake it with my own idea and with Kyumin as main Cast

Kyumin dan Cast lainnya milik Tuhan YME, Orang tua dan Agensi

Hasu hanya meminjam namanya untuk kepentingan cerita

Rate :

M (Mature)

Warning :

Boy's Love / YAOI, OOC, hurt/comfort, Mature Contain, some explisit sexual activity, uncensored,

.

.

a.n :

my first yaoi nc! #tutupmuka... mian jika mengecewakan n ga hot,ne... #bow

kalo kurang hot bacanya siang-siang di tengah lapangan biar lebih hot, hehe

and buat yg nanya aslinya di novel ini straight ato yaoi, novel ini straight loh.

Makanya, untuk beberapa karakter juga jalan cerita, harus disesuaikan n diubah,

Terutama nc nya ehhehe

Dan fyi, novel ini ada 4 buku. Hasu sih baru nerjemahin 3, n masih kurang 1.

Browsing jg blm ada yg nerjemahin sampai 4 bukunya...

So, mungkin agak makan waktu ntar updatenya, hehe..

Keep waiting ne... ^.^

.

DON'T LIKE? DON'T READ

MAKE IT SIMPLE

HAPPY READING ^.^

.

.

Chapter 7

o.o.o.o.o.o.o.

.

.

Seperti dugaan Sungmin, Kyuhyun tidak memulainya dengan perlahan.

Kyuhyun menciumnya dengan kuat dan sangat menuntut.

Itu membuat Sungmin senang.

Ini romantis. Ini nyata.

Dan ternyata Kyuhyun menggunakan barbel lidahnya.

Pada awalnya Sungmin tidak menyadarinya.

Ketika Kyuhyun melilitkan lidah mereka. Jentikan lidahnya hebat dengan adanya benda itu. Dan Sungmin sangat menikmatinya.

Kedua tangannya menangkup wajah Sungmin, ciumannya melambat.

Kemudian perlahan Kyuhyun menarik diri, "Ikutlah ke atas denganku. Aku ingin menunjukkan kamarku," dia memberikan Sungmin senyuman nakal, "dan ranjangku."

Sungmin mengangguk malu.

Kyuhyun menyelipkan salah satu tangannya dan menautkan jemari mereka, kemudian meremasnya lembut.

Tanpa berkata-kata, Kyuhyun mengarahkan Sungmin ke tangga dan menariknya naik dengan lembut.

Saat mereka tiba di lantai dua, Kyuhyun mendorong Sungmin ke dinding dan menciumnya dengan ganas, menjepit bibirnya dan membelai lidahnya mesra.

Kepala Kyuyun menyentak ke belakang dan mengambil nafas dalam.

"Satu tangga lagi menuju lantai atas," ujar Kyuhyun dengan suara parau dan menarik Sungmin kearah pintu di ujung lorong. Mereka melewati kamar Sungmin dan berhenti sebentar.

Pada mulanya, Sungmin berpikir mereka mungkin akan melakukannya disana.

Tetapi kemudian Kyuhyun mengajaknya kembali berjalan hingga mereka mencapai pintu kecil di ujung lorong.

Sungmin menduga dibalik pintu itu ada tangga yang menuju kamar Kyuhyun.

Kyuhyun mengeluarkan kunci untuk membukanya, kemudian membuka pintu itu dan memberi isyarat pada Sungmin agar mengikutinya.

Seperti dugaan Sungmin, di balik pintu itu terdapat sebuah tangga lain. Mereka pun menaiki anak tangga selangkah demi selangkah.

Saat Sungmin sampai di ujung teratas tangga, dia membeku.

Pemandangannya sangat mempesona. Cahaya bulan yang menyinari lautan memberikan kamar sebuah latar belakang paling luar biasa yang bisa dibayangkan.

"Kamar ini adalah alasan mengapa aku meminta Eommaku untuk membeli rumah ini. Meskipun saat itu aku baru berusia sepuluh tahun aku tahu bahwa kamar ini istimewa," bisik Kyuhyun di belakang Sungmin sambil membungkus pinggang Sungmin dengan lengannya.

"Ini sangat menakjubkan," bisik Sungmin pelan. Dia merasa seolah berbicara terlalu keras akan menghancurkan momen ini.

"Aku menghubungi abeojiku hari itu dan berkata padanya kalau aku menemukan rumah yang ingin aku tinggali. Dia mengirimkan uangnya melalui Eommaku dan Eommaku pun membelinya. Dia suka lokasinya jadi di rumah inilah kami menghabiskan musim panas kami. Dia punya rumah sendiri di ujung pantai Jeju yang lainnya, tapi dia lebih suka tinggal disini."

Kyuhyun bercerita tentang dirinya. Keluarganya.

Dia mencobanya.

Hal itu membuat hati Sungmin sedikit meleleh lagi.

Seharusnya Sungmin menghentikannya untuk membingkai Kyuhyun di hatinya. Dia tidak ingin hatinya terluka saat semua ini berakhir dan Sungmin harus pergi.

Tapi Sungmin ingin tahu lebih mengenai Kyuhyun.

"Aku tidak akan pernah ingin pergi dari sini," balas Sungmin jujur.

Kyuhyun mencium telinga Sungmin dengan lembut. "Ah, tapi kau belum melihat rumahku di Kangwondo Yanggu atau apartemenku di Gangnam."

'Tidak, aku belum pernah dan mungkin aku tidak akan pernah melihatnya.' Batin Sungmin pesimis.

Namun, Sungmin bisa membayangkan jika dirinya berada di tempat-tempat itu. Dia sudah sering melihatnya di drama televisi bagaimana bentuk tempat itu.

Saat musim dingin Sungmin bisa melihat Kyuhyun menyalakan api di perapian yang besar di dalam rumah ditengah gunungnya, dengan salju yang menutupi luar rumahnya.

Atau bersantai di apartemennya yang mengarah ke pemandangan kota Gangnam. Mungkin dari jendelanya Sungmin bisa melihat pohon natal besar yang selalu dipasang setiap tahun.

Kyuhyun memutar tubuh Sungmin hingga dia mencapai ranjang berukuran king size. Ranjang itu berwarna hitam legam. Kasur dan selimutnya juga hitam. Bahkan bantalnya pun hitam.

"Dan itu adalah ranjangku," kata Kyuhyun membawa Sungmin berjalan kearah ranjang dengan tangan di pinggang Sungmin.

Sungmin tidak ingin memikirkan tentang semua gadis yang pernah ada disini sebelumnya. Tidak akan.

Dia menutup matanya dan memblokir semua pikiran itu.

"Sungmin, meskipun kita hanya berciuman atau berbaring disana dan mengobrol, aku tidak masalah. Aku hanya ingin kau berada disini. Dekat denganku."

Perkataannnya itu satu atau dua inci sedikit melesak ke dalam hati Sungmin.

Dia berbalik dan menatap Kyuhyun.

"Kau tidak serius dengan itu. Aku melihat sikapmu selama ini Cho Kyuhyun... Kau tidak membawa gadis ke kamarmu dan hanya ingin berbicara. Apa itu pengecualian karena aku bukan 'gadis'?" Sungmin mencoba terdengar menggoda tapi suaranya terdengar pecah saat dia menyebut kata gadis. Ingat, Kyuhyun itu awalnya straight kan?

Kyuhyun mengerutkan dahi, "Aku tidak pernah membawa siapapun kesini, Sungmin."

'Apa? Tidak mungkin! Dia pasti pernah melakukannya.' Batin Sungmin tak percaya.

"Pada malam pertama aku datang kesini kau bilang ranjangmu sudah penuh," Sungmin mengingatkannya.

Namun Kyuhyun hanya menyeringai. "Yeah, karena aku tidur disana. Aku tidak membawa gadis atau orang lain ke kamarku. Aku tidak ingin sebuah seks yang tidak berarti yang mencemari kamar ini. Ini adalah satu-satunya privasiku."

"Tapi... Besok paginya seorang gadis ada disini. Kau meninggalkannya di ranjang dan dia mencarimu hanya memakai pakaian dalam."

Kyuhyun menyelipkan tangannya ke bawah kemeja Sungmin dan mengusapnya, membuat lingkaran kecil di punggungnya,

"Kamar pertama di kanan adalah milik Changmin sampai orang tua kami bercerai. Aku menggunakannya sebagai kamar bujangan sekarang. Kesanalah aku membawa gadis-gadis itu. Bukan disini. Tidak pernah disini. Kau yang pertama," dia berhenti dan seringai tersungging di bibirnya. "Well, aku mengijinkan Kang Ahjumma kemari seminggu sekali untuk membersihkan kamar tapi aku bersumpah tidak ada kebohongan diantara kita."

'Apa itu berarti aku berbeda? Aku bukan satu diantara mereka? Tuhan, kuharap begitu.' Batin Sungmin.

'Tidak! Tidak!Aku tidak boleh berharap. Aku harus punya prinsip. Dia mungkin akan segera meninggalkan aku. Dunia kami tidak sama. Bahkan tidak mungkin untuk saling mendekat satu sama lain.' Batin Sungmin kembali berdebat.

"Tolong, cium aku," pinta Sungmin, dia berdiri berjinjit dan menekankan bibirnya pada bibir Kyuhyun sebelum dia sempat menolak atau menyarankan mereka untuk mengobrol lagi.

Sungmin tidak ingin mengobrol. Dia ingin lebih.

Kyuhyun mendorong Sungmin ke ranjangnya dan menutup tubuh Sungmin dengan tubuhnya sementara lidahnya bertautan dengan lidah Sungmin. Tangannya menelusuri sisi tubuh Sungmin hingga Kyuhyun menemukan lututnya. Kyuhyun memisahkan lututnya dan menempatkan dirinya diantara jarak yang dia ciptakan.

Sungmin mencoba sedikit agresif untuk menunjukkan keinginannya pada Kyuhyun. Dia meraih ujung kaus Kyuhyun dan menyentakkannya.

Kyuhyun mengetahui isyarat itu dan memutuskan ciuman lama mereka lalu membuka bajunya dan dilemparkannya kesamping.

Dan kini Sungmin punya ruang untuk menjelajahi tubuhnya.

Sungmin menjalankan tangannya di sepanjang lengan Kyuhyun dan meraba tonjolan keras otot bisepnya. Sungmin menggerakkan tangannya ke dada Kyuhyun dan menjalarkan jari-jari rampingnya di sepanjang otot perutnya, menghela napas dengan nikmat pada setiap kontur keras tubuh Kyuhyun.

Sungmin lalu meluncurkan tangannya keatas, menyusurkan ibu jarinya pada otot dada Kyuhyun yang keras dan merasakan nipple Kyuhyun menegang di bawah sentuhannya.

'Astaga, ini sangat seksi!' Batin Sungmin kagum.

Kyuhyun mundur dan mulai membuka kancing kemeja putih seragam Sungmin hampir dengan tergesa-gesa. Saat mencapai kancing terakhir dia mendorongnya dan menyentakkannya lepas hingga terpampang jelas dada putih mulus Sungmin dengan kedua nipple pink yang telah tegang.

Kyuhyun menjulurkan lidahnya dan menjentikkannya pada salah satu nipple Sungmin. Dia pindah dari satu nipple ke nipple yang lain dan merangsangnya dengan sama intimnya, sebelum kemudian dia merendahkan kepalanya dan menarik salah satu nipple Sungmin ke dalam mulutnya dengan satu tarikan keras.

Tubuh Sungmin menempel erat pada Kyuhyun dan Sungmin dapat merasakan milik mereka yang sama-sama keras dan saling bergesekan lembut.

"Ah..." Sungmin mendesah keras, saat Kyuhyun menggesekkan milik mereka, memberikan friksi yang luar biasa bagi Sungmin.

Sungmin ingin merasakannya lebih.

Dan sepertinya Kyuhyun pun juga.

Kyuhyun membiarkan nipple Sungmin lepas dari mulutnya. Dia menatap Sungmin penuh gairah dan semakin menekan tubuhnya pada Sungmin.

Tangannya membuka kaitan celana panjang Sungmin serta resletingnya. Kyuhyun menariknya turun perlahan bersamaan dengan celana dalam Sungmin. Namun Kyuhyun tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Sungmin.

Sungmin mengangkat tubuhnya untuk memudahkan Kyuhyun meloloskan celananya menuruni pinggangnya.

Kyuhyun duduk dan mengisyaratkan agar Sungmin ikut duduk.

"Kau telanjang di ranjangku... lebih cantik dari yang pernah aku bayangkan..." Gumam Kyuhyun takjub, "dan percayalah aku telah memimpikannya. Berulang kali." Lanjutnya tanpa mengalihkan pandangannya pada tubuh indah Sungmin.

Kyuhyu merunduk dan menempatkan wajahnya diantara kaki Sungmin.

Kyuhyun menggerakkan tangannya untuk memegang sisi dalam dari paha Sungmin, lalu mencium pusarnya dan kemudian puncak 'little Sungmin' yang bersih.

Mata hitamnya terangkat dan mengunci mata Sungmin saat lidahnya mendekat dan dia menjalarkan tindikan logamnya pada puncak Sungmin. Cairan pre-cum keluar perlahan. Dan Kyuhyun pun menjilatnya.

Sungmin meneriakkan nama Kyuhyun dan mencengkeram kuat selimut untuk menjaga dirinya agar tetap berada di ranjang. Sungmin merasa seperti bisa terbang tinggi melesat keluar dari jendela yang luar biasa besar.

"Tuhan, kau begitu manis..." erang Kyuhyun terengah.

Dia kembali merendahkan kepalanya untuk menyapukan lidahnya lagi pada puncak 'little Sungmin'. Bibir Kyuhyun menghisap-hisap puncaknya dengan intim. Membuat Sungmin semakin gila.

"Kyuh, kumohon..." Sungmin merintih.

Kyuhyun berhenti sejenak. Kehangatan nafasnya membasuh denyutan yang dia ciptakan.

"Mohon apa, Minnie? Katakan padaku apa yang kau inginkan!"

Sungmin menggelengkan kepalanya berulang-ulang dan menutup rapat matanya.

Sungmin tidak bisa mengatakan padanya. DIa tidak tahu bagaimana cara mengatakannya.

"Aku ingin mendengar kau mengatakannya Sungmin!" ujar Kyuhyun dengan bisikan tertahan.

"Suck me, please..."‖bisik Sungmin terbata-bata.

"Sial!" Kyuhyun mengutuk sebelum menjalankan lidahnya ke sekeliling milik Sungmin. Kemudian dia memasukkan little Sungmin yang telah mengeras itu kedalam mulutnya dan memaju mundurkannya. Membuat Sungmin serasa terbang ke luar angkasa.

Dunia meledak penuh warna dan nafas Sungmin terhenti saat kenikmatan melandanya. Dia mencapai puncaknya, di dalam mulut Kyuhyun.

Kyuhyun mengambil semuanya, tanpa melewatkannya sedikitpun.

Sungmin masih menikmati kenikmatan itu hingga dia menyadari Kyuhyun telah telanjang dan merendahkan dirinya lagi diatas tubuh Sungmin.

"Kondom sudah kupakai, aku harus berada di dalam," Kyuhyun berbisik di telinga Sungmin.

Kyuhyun menarik kaki Sungmin agar lebih terbuka dengan tangannya dan Sungmin dapat merasakan ujung dari milik Kyuhyun menggesek tubuh bagian bawahnya.

"Ah, Kyuh..." Sungmin kembali terangsang merasakan betapa besar dan kerasnya milik Kyuhyun.

"Aku sudah tidak sabar ingin segera masuk, tapi... aku harus menyiapkanmu... ini adalah yang pertama untukmu, aku tak ingin menyakitimu Sungminnie..." bisik Kyuhyun serak di telinga Sungmin. Bibirnya mengecup dan menghisap leher Sungmin, memberikan tanda kepemilikannya.

"Kyuh... aku menginginkanmu... lakukan Kyuh..." erang Sungmin. Tubuhnya sudah panas dan menginginkan Kyuhyun di dalamnya.

"Yah, Sungmin... Me too..." erang Kyuhyun dalam.

"Argh,"

Sungmin menggigit bibirnya ketika satu jari Kyuhyun masuk. Memberikan pemanasan untuknya yang sama sekali tidak berpengalaman dalam hal ini. Matanya nyaris mengeluarkan airmata saat jari yang kedua dan ketiga ditambahkan oleh pria itu. Napasnya memburu.

"Lihat aku," Kyuhyun berbisik padanya. Suaranya menjadi lebih dalam dan serak karena gairah.

Sungmin mendongak menatap Kyuhyun.

Pria itu berada di atasnya, dengan rambut yang basah oleh keringat dan mata yang menatapnya seperti predator. Menginginkannya setiap saat. Tubuh pria itu terlihat kekar di atasnya.

Ketiga jari Kyuhyun bergerak keluar masuk dari tubuhnya, Sungmin merasakan sakitnya makin menyiksa. Tapi Kyuhyun tidak membiarkannya untuk memalingkan wajah. Dan Sungmin terpaksa memperlihatkan ekspresi meringis kesakitan pada pria itu.

"Tenanglah Sungmin, aku akan segera menemukannya..." gumam Kyuhyun sambil melancarkan ciuman-ciumannya di leher Sungmin untuk meredakan sakit yang Sungmin rasakan.

Gerakan jari Kyuhyun makin cepat di bawah sana. Rasa sakit itu tergantikan ketika Kyuhyun menyentuh satu titik di dalam tubuhnya, dan Sungmin mendesah keras. Kejantanannya makin menegang sempurna.

"Kyuh..." dia tersengal. "Ah! Ah! Kyuhyun!"

Sungmin merasa sudah nyaris klimaks saat Kyuhyun mengeluarkan jari-jarinya. Dan menatapnya dalam.

"Holy fuck, kau begitu sempit Sungminnie... Aku akan mencoba untuk perlahan-lahan. Aku berjanji." Suara Kyuhyun mengejang dan pembuluh darah di lehernya muncul ke permukaan kulit saat dia menekan miliknya perlahan masuk ke dalam Sungmin.

Dorongannya meregangkan Sungmin tapi rasanya begitu nikmat. Rasa nyeri yang Sungmin bayangkan sebelumnya tidak ada.

Sungmin mengangkat tubuhnya dan membuka kakinya lebih lebar membuat Kyuhyun menelan ludah keras dan membeku.

"Jangan begerak... Tolong sweetheart, jangan bergerak," Kyuhyun memohon, menahan Sungmin agar tetap diam.

Kemudian Kyuhyun mendorong dirinya lebih jauh di dalam tubuh Sungmin yang begitu ketat.

Dan akhinya rasa sakit menghantam Sungmin. Dia menegang.

Begitu pula dengan Kyuhyun.

Setengah miliknya telah berada didalam Sungmin. Begitu sempit.

Sungmin menjepitnya erat, membuatnya sedikit sakit.

"Rileks, Sungmin. Aku akan melakukannya dengan cepat tapi kemudian aku akan berhenti saat milikku sudah berada di dalam sepenuhnya dan membiarkanmu agar terbiasa denganku." Bisik Kyuhyun pelan.

Sungmin mengangguk dan memejamkan matanya. Sungmin mengulurkan tangannya untuk memegang lengan Kyuhyun. Dia menarik nafas dalam, berusaha rileks.

Kyuhyun menarik diri dan kemudian pinggangnya bergerak ke depan diiringi dengan satu hujaman yang kuat.

Rasa ngilu yang panas mengiris Sungmin dan dia berteriak, mencengkeram lengan Kyuhyun erat dan menahannya sementara gelombang rasa sakit melanda tubuhnya.

Sungmin bisa mendengar nafas kasar Kyuhyun yang berusaha menahan diri.

Sungmin tidak tahu benar bagaimana rasanya, tapi dia tahu ini tidak mudah. Kyuhyun juga sepertinya sedang kesakitan.

"Oke. Aku oke," bisik Sungmin saat rasa sakitnya mereda.

Kyuhyun membuka matanya dan menatap Sungmin. Matanya berkabut.

"Apa kau yakin? Karena sungguh Sungmin, aku sangat ingin bergerak..." erangnya.

Sungmin mengangguk dan terus memegangi lengan Kyuhyun saat rasa sakit kembali datang lagi ketika Kyuhyun bergerak.

Pinggang Kyuhyun bergerak mundur perlahan membuat Sungmin merasa kosong, kemudian kembali menghujam kedepan dengan perlahan dan membuat Sungmin merasa penuh lagi.

Tidak ada rasa sakit kali ini. Sungmin hanya merasa meregang dan penuh.

"Apakah sakit?" Tanya Kyuhyun berusaha menahan dirinya lagi.

"Tidak. Aku menyukainya," Sungmin meyakinkannya.

Kyuhyun memundurkan pinggangnya lagi dan kemudian bergerak maju menyebabkan Sungmin merintih nikmat.

Kyuhyun langsung menemukan sweet spotnya.

Rasanya nikmat. Sangat nikmat.

"Kau menyukainya?" Kyuhyun bertanya dengan kekaguman.

"Ya. Rasanya begitu nikmat."

Kyuhyun menutup matanya dan menghempaskan kepalanya ke belakang dan mengeluarkan erangan saat dia mulai bergerak lebih cepat.

Sungmin bisa merasakan tubuhnya naik lebih tinggi lagi.

Apakah itu mungkin? Bisakah dia mengalami orgasme lagi dalam waktu sesingkat ini?

Yang jelas, Sungmin ingin lebih.

Sungmin mengangkat pinggangnya untuk menyelaraskan hujaman Kyuhyun dan itu sepertinya membuat Kyuhyun menjadi hilang kendali.

"Yeah. Ya Tuhan, kau menakjubkan. Begitu ketat. Sungminnie, kau sangat ketat!" sahut Kyuhyun diantara engahannya saat dia bergerak semakin cepat.

Sungmin menarik lututnya ke atas dan melingkarkan kakinya di sekeliling pinggang Kyuhyun. Tubuhnya bergetar.

"Apakah kau sudah dekat, BabyMin?" Tanya Kyuhyun dengan suara tertahan.

"Kupikir begitu," balas Sungmin sambil mengerang keras, merasa sesuatu terbangun didalam dirinya. Dia akan segera sampai.

Kyuhyun menggenggam milik Sungmin dan mengocoknya seirama dengan dorongannya. Membuat 'little Sungmin' semakin berdenyut keras. Cairan pre-cum mulai keluar dari ujungnya.

Sungmin menjerit dan berpegangan pada lengan Kyuhyun saat gelombang orgasme menyerangnya. Orgasme ternikmat yang pernah dialaminya.

Kyuhyun mengeluarkan geraman dan menjadi kaku saat merasakan Sungmin semakin menyempit dan memeluk miliknya erat. Membuatnya semakin dekat.

Kemudian dia memompa miliknya sekali lagi untuk terakhir kalinya. Kyuhyun pun mencapai puncaknya.

Napas berat Kyuhyun terasa di telinga Sungmin saat tubuh Kyuhyun ambruk diatasnya. Kedua lengan Kyuhyun berada di sisi tubuh Sungmin untuk menopang tubuhnya.

Dan tiba-tiba saja Sungmin merasa ingin menahan Kyuhyun. Tetap di dalam tubuhnya seperti ini.

Ketika Kyuhyun memindahkan lengannya dan mengangkat tubuhnya dari Sungmin, Sungmin langsung merapatkan lengannya ditubuh Kyuhyun dan membuat Kyuhyun terkekeh.

"Aku akan kembali. Aku harus mengurusmu terlebih dahulu," ujar Kyuhyun menenangkan dan kemudian mencium bibir Sungmin sebelum meninggalkannya sendiri di ranjang.

Sungmin memperhatikan tubuh telanjang Kyuhyun yang terlihat sempurna itu berjalan melintasi ruangan dan masuk ke dalam kamar mandi. Dia mendengar kran air menyala dan kemudian Kyuhyun berjalan keluar dan Sungmin dapat melihat tubuh bagian depannya yang telanjang.

Mata Sungmin secara langsung berpaling kearah lain.

Dan dia mendengar Kyuhyun tertawa. Sungmin memejamkan matanya karena malu telah tertangkap basah mengamatinya.

"Tidak perlu malu padaku sekarang," goda Kyuhyun kemudian meraih kedua lutut Sungmin dan membukanya.

Kyuhyun mengusap tubuh bagian belakang Sungmin menggunakan handuk basah, yang baru Sungmin sadari dibawa oleh Kyuhyun dari kamar mandi tadi.

"Tidak terlalu banyak,"‖kata Kyuhyun sambil membersihkan darah yang mengalir keluar dari tubuh bagian belakang Sungmin. Sungmin sendiri tidak sadar jika dia berdarah.

Sungmin memperhatikannya dengan pandangan penuh ketertarikan dan terharu.

"Apakah itu sakit?" Kyuhyun bertanya dengan nada prihatin dalam suaranya sambil terus menyekanya dengan lembut. Memastikan area privat itu bersih dari darah.

Sungmin hanya menggelengkan kepalanya. Namun dia sedikit mendesis merasakan hangat dari handuk basah itu menyentuh dinding di area privatnya dan sepertinya memang ada sedikit luka di dalam.

Yah, wajar saja karena memang ini yang pertama bagi Sungmin, dan lagi... milik Kyuhyun memang sedikit diatas rata-rata.

Dalam hati Sungmin merasa terharu mendapati sikap Kyuhyun yang begitu perhatian dan manis.

Jadi, inikah yang dilakukan para pria setelah berhubungan seks dengan pasangannya?' batin Sungmin bertanya ragu. Tapi dia tidak pernah melihat yang seperti ini dalam film-film yang sebelumnya pernah di tontonnya bersama Jungmo dulu.

'Atau karena ini yang pertama bagiku? Dan bagi Kyuhyun juga? Dengan pria?' batin Sungmin lagi.

Kyuhyun terlihat senang dengan pekerjaan membersihkannya itu. Lalu setelah dirasa bersih, dia membuang handuk itu ke tempat sampah di samping tempat tidur.

Kyuhyun merangkak naik lagi ke ranjang dan menempatkan dirinya di sisi Sungmin serta menarik Sungmin ke dalam pelukannya.

"Kupikir kau bukan seorang pemeluk, Kyu?" Tanya Sungmin saat Kyuhyun menyusurkan hidungnya di sepanjang leher Sungmin dan menarik napas dengan keras.

"Memang bukan. Hanya denganmu Sungminnie. Kau adalah pengecualianku," bisik Kyuhyun kemudian menyelipkan kepala Sungmin di bawah dagunya dan menarik selimut menutupi tubuh mereka. Dengan cepat Sungmin pun tertidur.

Sungmin merasa aman dan bahagia.

.

.

(Sungmin POV)

.

Ciuman lambat terasa di bagian dalam betisku dan sepanjang lengkungan kakiku.

Aku memaksa mataku terbuka.

Terlihat Kyuhyun tengah berlutut di ujung ranjang menciumi kakiku dan naik ke sisi tungkaiku dengan seringaian nakal di wajahnya.

"Itu dia matamu. Aku mulai berpikir berapa banyak yang perlu kucium untuk membuatmu bangun. Bukannya aku keberatan mencium lebih tinggi lagi tapi itu akan berakhir dengan beberapa hubungan seks yang mengagumkan dan kau sekarang hanya punya waktu sekitar dua puluh menit untuk berangkat kerja."

Kerja!

Oh sial!

Aku bangun dan Kyuhyun menurunkan kakiku.

"Kau masih memiliki waktu. Aku akan menyiapkanmu sesuatu untuk dimakan sambil kau bersiap-siap,"‖ujarnya meyakinkanku.

"Terima kasih. Tapi kau tidak perlu melakukannya. Aku akan mengambil sesuatu di ruang istirahat staf sesampainya aku disana."

Aku mencoba agar kecanggungan yang terjadi di pagi hari setelah kejadian semalam tidak menyerang.

Aku telah berhubungan seks dengan Kyuhyun!

Seks yang benar-benar hebat atau setidaknya menurutku seperti itu.

Sekarang hari telah terang dan... aku telanjang di ranjangnya.

"Aku ingin kau makan di sini. Kumohon."

Dia ingin aku di sini.

Jantungku berdebar keras.

"Oke. Aku perlu pergi ke kamarku dan mandi."

Kyuhyun melirik kamar mandinya dan kemudian ke arahku.

"Aku terbelah, antara aku ingin kau mandi di sini tapi kupikir aku tidak akan mampu berjalan keluar mengetahui kau sedang telanjang dan mandi di kamar mandiku. Aku akan sangat ingin bergabung denganmu." Godanya.

Sambil memegang selimut untuk menutupi dadaku, aku bangun dan tersenyum padanya.

"Semenarik apapun kedengarannya aku akan terlambat bekerja." Ujarku.

Kyuhyun menghela napas dan mengangguk. "Betul. Kau harus pergi ke kamarmu."

Aku memandang sekeliling untuk mencari pakaianku tapi tidak menemukannya dimanapun.

"Pakai ini. Kang Ahjumma datang hari ini. Aku akan menyuruhnya mencuci dan menyetrika pakaian yang kau kenakan semalam."

Kyuhyun melemparkan kaus yang dipakainya tadi malam padaku.

Aku mencium aromanya saat kausnya mendarat di dadaku. Akan sangat sulit untukku mengembalikannya nanti.

Aku mencoba memakainya tanpa membuat selimut jatuh.

"Sekarang berdirilah. Aku ingin melihatmu," gumamnya sambil bangun.

Dia memakai celana piyama ketika dia menuruni tepi tempat tidur dan menungguku untuk berdiri.

Aku membiarkan selimutnya jatuh dan berdiri. Kausnya menutupi hingga atas lututku.

Dan sejujurnya, bagian belakangku terasa sedikit nyeri. Efek dari aktivitas semalam.

"Bisakah kau mengajukan ijin sakit?" Tanya Kyuhyun sambil matanya menjalari ke bawah tubuhku. Tatapannya membuatku bergetar.

"Aku sedang tidak sakit," elakku. Apa dia tahu?

"Apakah kau yakin? Karena kupikir aku terkena demam," katanya berjalan mengitari tempat tidur dan menarikku kearahnya. "Tadi malam sangat menakjubkan," katanya di rambutku.

Aku tidak menduga reaksi seperti ini darinya.

Aku khawatir kalau dia akan mengusirku pagi ini.

Tapi dia tidak melakukannya.

Dia bersikap manis.

Dan ini membuatku tegoda untuk menelepon dan mengajukan ijin sakit. Meskipun memang aku sedikit 'sakit'.

Tapi, hari ini aku akan bertugas di lapangan. Dan jika aku tidak datang maka Eunhyuk akan melakukan semua pekerjaan itu sendirian.

Itu akan sangat kejam. Aku tidak tega membiarkannya.

"Aku harus bekerja hari ini. Mereka mengharapkanku," elakku.

Kyuhyun mengangguk dan mundur, "aku tahu. Larilah Sungminnie. Bawa lari milikmu yang mungil nan menggemaskan itu ke bawah dan bersiap-siap. Aku tidak bisa berjanji aku akan membiarkanmu pergi jika kau berdiri disini seperti itu lebih lama lagi."

Sambil cekikikan, aku berlari melewatinya dan menuruni tangga. Dibelakang Kyuhyun tengah tertawa geli.

Kyuhyunku yang sempurna.

.

.

Hawa panas semakin bertambah parah.

Aku benar-benar berharap Heechul akan mengijinkanku beristirahat di ruang staf sejenak dan menikmati penyejuk udara disana. Atau aku akan mengambil sebotol air es dan menyiramkannya keatas kepalaku.

Aku pasti akan langsung kering dengan hawa sepanas ini.

Kenapa para pria bermain golf di tengah cuaca seperti ini? Apakah mereka gila?

Membawa mobil cart kembali ke lubang pertama dan aku menyadari kepala seseorang dengan rambut hitam.

Choi Siwon.

Bagus sekali.

Seseorang yang tidak aku harapkan untuk suasana hatiku hari ini.

Jika Donghae mungkin ingin menunggu Eunhyuk kembali lagi untuk putaran dia yang berikutnya.

Aku mungkin bisa melewati mereka.

Siwon berbalik dan melihatku. Dan sebuah senyum tersungging di bibir jokernya.

"Kembali mengantarkan minum hari ini Sungmin? Meskipun aku senang menempatkanmu di restoran, namun keberadaanmu disini membuat permainan golf lebih menyenangkan." Siwon berkata dengan nada menggoda saat aku menepikan mobil cart ke samping mereka.

Aku tidak akan menanggapi godaannya. Tapi dia adalah bosku jadi aku juga tidak bisa membuatnya marah.

"Mundur Siwon. Itu sedikit terlalu dekat," suara Kyuhyun datang dari belakangku dan aku berbalik untuk melihatnya berjalan mendekati kami dengan sebuah celana pendek biru dan kaus putih polos.

Dia bermain golf?

"Jadi dia adalah alasan mengapa kau tiba-tiba ingin bermain dengan kami hari ini?" Tanya Siwon.

Aku tidak berpaling dari Kyuhyun ketika dia berjalan mendekatiku.

Dia di sini untukku. Setidaknya aku sangat yakin dia begitu.

Saat sarapan dia bertanya padaku dimana aku akan bekerja hari ini.

Tangannya melingkari pinggangku. Dia menarikku ke sampingnya dan menundukkan kepalanya untuk berbisik di telingaku, "Apa kau masih merasa nyeri?"

Dia khawatir tentang diriku yang akan merasa nyeri hari ini dan harus bekerja di atas kakiku sepanjang hari! Kyuhyun khawatir!

Padahal aku sudah bilang padanya aku baik-baik saja. Aku hanya merasa meregang, meskipun memang agak nyeri.

Tapi rupanya dia masih khawatir.

"Aku baik-baik saja," jawabku lirih.

Dia menekankan sebuah ciuman di telingaku. "Apa kau kesulitan berjalan? Bisakah kau berkata bahwa aku pernah berada di dalammu? Apa masih terasa di bokong seksimu?"

Aku mengangguk, merasakan lututku sedikit lemah akibat dari nada suaranya dan pemilihan katanya itu.

"Bagus. Aku suka mengetahui kau bisa merasakan dimana aku pernah berada," katanya kemudian menarik diri dariku dan mensejajarkan tatapan matanya dengan Siwon.

"Aku telah mengira ini akan terjadi." Kata Siwon dengan nada sebal.

"Sudahkah Taemin mengetahui hal ini?" Tanya Donghae tiba-tiba.

Kyuhyun memukul lengannya dan memberenggut padanya.

Mengapa Taemin selalu disinggung? Apakah aku akan pernah tahu alasannya? Selain karena mungkin dia cemburu karena aku dianggap telah mengambil perhatian Kyuhyun darinya?

"Ini bukan urusan Taemin. Ataupun kau," ujar Kyuhyun sambil melotot pada Donghae.

"Aku datang kesini untuk bermain golf. Jangan membicarakan hal itu di sini. Sungmin-ah, kenapa kau tidak memberikan semua orang minuman dan lanjut ke lubang selanjutnya," kata Siwon.

Dan Kyuhyun menegang di sampingku.

Rupanya Siwon tengah menguji kami.

Dia ingin melihatku apakah aku sekarang akan bersikap berbeda saat Kyuhyun telah mengklaimku di tempat umum.

Aku di sini untuk bekerja.

Hanya karena aku sudah tidur dengan Kyuhyun tidak mengubah tempatku di pola besar ini. Aku tahu itu.

Aku melangkah melepaskan diri dari lengan Kyuhyun untuk membuka pendingin dan mulai menyerahkan minuman pilihan semua orang. Uang tip yang aku terima tidak sebesar yang biasanya mereka berikan di kelompok ini.

Kecuali, tentu saja, bagi Siwon. Aku pikir itu akan berubah juga hari ini.

Aku bisa melihat lembaran seratus ribu won yang Siwon berikan padaku dan aku yakin Kyuhyun juga melakukan hal yang sama.

Aku dengan cepat menutup tanganku dan menyurukkannya ke dalam sakuku. Aku akan menghadapinyanya nanti saat Kyuhyun tidak melihat.

Kyuhyun berjalan kearahku dan menyelipkan bayarannya ke sakuku. Dia menciumku lembut dan kemudian berkedip padaku sebelum dia berjalan untuk mengambil club (tongkat pemukul) golf dari caddy.

Dan aku tidak akan memberikan Siwon alasan untuk menegurku, dengan cepat aku berjalan kembali menaiki mobil cart dan menuju ke lubang selanjutnya.

Ponsel di sakuku bergetar mengejutkanku. Kyuhyun menyelipkannya di sakuku sebelum aku berangkat pagi ini. Aku lupa kalau aku memiliki ponsel.

Aku menghentikan laju mobil cart dan menariknya ponselku keluar.

Kyunnie: Aku minta maaf tentang Siwon.

Kenapa dia minta maaf? Dia tidak punya alasan untuk minta maaf.

BunnyMin: Aku baik-baik saja. Woods adalah bosku. Bukan masalah besar.

Aku menyelipkan ponselku kembali ke sakuku dan mengarah ke pemberhentianku selanjutnya.

.

(Sungmin POV end)

.

.

Parkiran rumah yang penuh dengan mobil bukanlah sesuatu yang Sungmin harapkan saat dia tiba di rumah Kyuhyun setelah pulang kerja.

Dia sangat sibuk di lapangan golf tadi sehingga dia hanya bisa berhenti sekali untuk memberikan para tamu minum di lubang ke 16.

Kyuhyun tidak mengirim Sungmin sms lagi sepanjang hari.

Perut Sungmin terasa melilit, dia gelisah.

'Ada apa ini? Apakah perasaan manis yang dia rasakan setelah mengambil ke'perjakaan'ku memudar begitu cepat?' batin Sungmin galau.

Sungmin pun harus memarkir jauh hingga keluar tepi jalan. Setelah menutup pintu truk, Sungmin mulai berjalan menuju pintu.

"Kau takkan ingin ada di dalam sana," suara akrab Changmin terdengar di kegelapan.

Sungmin melihat sekeliling dan melihat cahaya oranye kecil jatuh ke tanah kemudian diinjak oleh sepatu boot sebelum sosok Changmin keluar dari tempat persembunyiannya.

"Apakah kau datang ke pesta ini hanya untuk berkeliaran di luar?" Tanya Sungmin, ini kedua kalinya semenjak Sungmin tiba di pesta seperti ini dan menemukan Changmin hanya sendirian di luar.

"Aku tidak bisa berhenti merokok. Kyuhyun mengira aku sudah berhenti. Jadi, aku bersembunyi di luar ketika ingin merokok," jelas Changmin.

"Merokok akan membunuhmu," ucap Sungmin padanya, mengingat semua perokok yang pernah dilihatnya perlahan sekarat saat dia mengantar Eommanya ke perawatan kemoterapi.

"Itu yang mereka katakan padaku," Changmin membalasnya sambil menghela napas.

Sungmin melihat kembali ke rumah dan mendengar suara musik mulai mengalir keluar.

"Aku tak tahu bahwa malam ini ada pesta," ucapnya pelan, berharap suara kekecewaannya tak terdengar.

Changmin tertawa dan menyandarkan pinggulnya di sebuah Volvo. "Bukankah di sini selalu ada pesta?"

Tidak, Sungmin pikir tidak akan lagi.

Setelah yang terjadi semalam, Sungmin berpikir Kyuhyun akan menelpon atau mengirim pesan teks kepadanya. "Kukira aku hanya tak menyangka akan hal ini."

"Kurasa Kyuhyun juga begitu. Ini pestanya Taemin. Dia menjebaknya. Pria jadi-jadian itu selalu bisa lolos dari segala aturan yang Kyuhyun terapkan. Aku selalu kena imbasnya lebih dari sekali karena aku tidak turut mengatasi jebakan pria nakal itu."‖

Sungmin ikut bersandar di Volvo disamping Changmin dan bersedekap. "Jadi kau tumbuh besar bersama Taemin juga?" Tanya Sungmin ingin tahu.

Changmin menyipitkan matanya ke arah Sungmin. "Ya. Tentu saja. Suzy Eomma adalah Eommanya. Eomma kami. Hanya dia Eomma yang kami punya. Well..."‖changmin tiba-tiba menarik diri dari Volvo dan menggelengkan kepalanya.

"Tidak. Kau hampir menguasaiku. Aku tak bisa mengatakan apa-apa, Sungmin. Aku tak memiliki hak apapun." Ujar Changmin sambil berjalan kembali menuju ke dalam rumah.

Sungmin melihatnya sampai dia masuk ke dalam sebelum Sungmin mengikutinya berjalan menuju ke dalam rumah.

Sungmin berharap tidak ada orang di kamarnya. Jika ada, dia akan ke kamar lamanya di dapur.

Dia sedang tidak ingin meladeni Taemin. Atau segala rahasia tentang Taemin yang semua orang tahu kecuali Sungmin.

Dan dia yakin, dia juga sedang tidak ingin meladeni Kyuhyun.

Sungmin membuka pintu dan bersyukur tidak ada orang di sana yang berdiri melihatnya datang. Dia langsung menuju tangga dan menuju kamarnya.

Tawa dan suara musik memenuhi rumah. Dan Sungmin tidak cocok dengan mereka. Tidak ada gunanya berada di sana dan bertindak seperti yang pernah dia lakukan dulu.

Sungmin melirik ke pintu yang menuju ke arah tangganya Kyuhyun dan membiarkan kenangan semalam menyapanya kembali. Sungmin mulai berpikir bahwa itu hanyalah kejadian sekali saja.

Sungmin membuka pintu kamarnya dan melangkah masuk kemudian menyalakan lampu.

Dia menutup mulutnya menahan teriakan yang hampir keluar saat menyadari dia tidak sendiri.

Itu Kyuhyun.

Dia duduk di ranjang Sungmin dan tengah memandang keluar jendela. Kyuhyun berdiri saat Sungmin menutup pintu dan kemudian berjalan ke arah Sungmin.

"Hai," sapa Kyuhyun dengan suara lembut.

"Hai,"‖balas Sungmin, kurang yakin mengapa Kyuhyun ada di kamarnya sementara rumah tengah penuh dengan orang. "Apa yang kau lakukan di sini?"

Kyuhyun tersenyum geli pada Sungmin. "Menunggumu. Kupikir itu sudah jelas."

Tersenyum malu, Sungmin menundukkan kepalanya.

Mata Kyuhyun selalu bisa menghanyutkannya. "Aku bisa melihatnya. Tapi kau punya tamu."

"Bukan tamuku. Percayalah padaku, aku ingin rumah yang senyap," ucap Kyuhyun lalu menangkup sisi wajah Sungmin dengan tangannya. "Naiklah ke lantai atas denganku. Please..."

Kyuhyun tak perlu memohon karena Sungmin dengan senang hati akan melakukannya.

Sungmin menaruh tasnya di atas ranjang dan menggandeng tangan Kyuhyun. "Tunjukkan jalannya."

Kyuhyun balas menggenggam tangannya dan mereka berjalan ke atas bersama.

Ketika mereka tiba di tangga teratas Kyuhyun menarik Sungmin dalam pelukannya dan menciumnya dengan keras.

Mungkin Sungmin tampak murahan tapi dia tak perduli.

Sungmin merindukan Kyuhyun hari ini.

Sungmin melingkarkan kedua tangannya di leher Kyuhyun dan balas menciumnya dengan segala emosi yang berputar di dalam dirinya, yang Sungmin sendiri tak cukup memahaminya.

Ketika Kyuhyun melepaskan ciuman, mereka berdua terengah-engah.

"Bicara. Pertama kita akan bicara. Aku ingin melihatmu tertawa dan tersenyum. Aku ingin mengetahui apa siaran TV favoritmu saat kau kecil dan siapa yang membuatmu menangis di sekolah dan poster boyband mana yang terpasang di dindingmu. Kemudian aku ingin kau telanjang lagi di ranjangku."

Sungmin tersenyum pada keanehannya, namun dia merasa Kyuhyun sangat menggemaskan. Ini adalah caranya memberitahu Sungmin bahwa Kyuhyun tidak hanya ingin bercinta dengannya saja. Dia juga ingin mengenal Sungmin.

Sungmin berjalan menuju ke sofa kulit besar yang terlihat besar dibanding TV.

"Haus?" tanya Kyuhyun, berjalan ke arah kulkas baja yang ternyata ada dikamarnya. Sebuah bar kecil terpajang disamping kulkasnya. "Air es akan sungguh menyegarkan," jawab Sungmin.

Kyuhyun sedang menata minuman sementara Sungmin berbalik untuk melihat keluar menuju laut.

"Pororo adalah acara favoritku, Shindong membuatku menangis setidaknya seminggu sekali saat taman kanak-kanak. Tapi saat dia mulai membuat Sungjin menangis, aku menjadi marah dan melukainya. Serangan favorit dan terbaikku adalah tendangan cepat kearah selangkangannya. Dan yang terbaik, poster Super Junior yang terpasang di dindingku."

Kyuhyun berhenti di samping Sungmin dan menyodorkannya segelas air es. Sungmin bisa melihat kebingungan di wajahnya. Dia duduk di samping Sungmin. "Siapa Sungjin?"

Sungmin menceritakan tentang saudara kembarnya itu tanpa berpikir. Karena Sungmin merasa nyaman dengan Kyuhyun dan Sungmin ingin Kyuhyun tahu tentangnya. Mungkin jika Sungmin membuka rahasianya, Kyuhyun juga akan membagi miliknya. Walaupun Kyuhyun tak ingin membagi rahasia tentang Taemin.

"Sungjin adalah saudara kembarku. Dia meninggal dalam kecelakaan mobil 5 tahun lalu. Abeojiku yang mengemudi. Dua minggu kemudian, Abeoji pergi dari hidup kami dan tak pernah kembali. Eomma mengatakan bahwa kami harus memaafkannya karena Abeoji mungkin tidak bisa hidup dengan kenyataan bahwa dia lah yang mengemudikan mobil yang menyebabkan Sungjin meninggal. Aku selalu ingin percaya padanya. Walaupun dia tidak datang saat pemakaman Eomma, aku sungguh ingin percaya dia tidak bisa mengatasinya. Jadi aku memaafkannya. Aku tidak membencinya atau membiarkan kegetiran dan kebencian menguasaiku. Tapi setelah aku datang kesini dan yah... kau tahu. Aku rasa Eommaku salah."

Kyuhyun membungkuk dan menaruh gelasnya di atas meja kayu unik di samping sofa dan merangkul Sungmin. "Aku tak tahu kalau kau punya saudara kembar," katanya takjub.

"Kami identik. Tak ada yang bisa membedakan kami. Kami sangat bergembira di sekolah dan juga akrab baik dengan anak laki-laki maupun perempuan. Diantara semuanya hanya Jungmo yang bisa membedakan kami."

Kyuhyun bermain dengan rambut Sungmin sambil duduk dan memandang lautan.

"Berapa lama orangtuamu saling mengenal sebelum mereka menikah?" tanyanya.

Bukan pertanyaan yang Sungmin perkirakan.

"Itu adalah cinta pada pandangan pertama. Eommaku sedang mengunjungi temannya di Incheon. Saat itu Abeoji yang baru saja putus dengan pacarnya dan dia datang pada satu malam kala Eommaku sedang sendiri di apartemen temannya. Temannya itu agak sedikit nakal menurut Eommaku. Abeoji hanya melihat sekali dan dia langsung terpikat. Aku tak bisa menyalahkannya. Eommaku sangat cantik. Warna rambutnya sama dengan milikku tapi dia punya mata besar yang indah. Matanya berkilau seperti berlian dan Eommaku adalah wanita yang sangat menyenangkan. Kau pasti bisa bahagia hanya berada di dekatnya. Tidak ada yang membuatnya sedih. Dia selalu tersenyum. Aku hanya melihat dia menangis sekali saat dia diberitahu tentang Sungjin. Dia jatuh ke lantai dan menangis hari itu. Itu sangat menakutkanku jika aku tak merasakan hal yang sama. Seperti separuh jiwaku pergi."

Sungmin berhenti bercerita.

Matanya berkaca-kaca. Sungmin membiarkan dirinya terbawa suasana saat bercerita. Dia tak pernah terbuka selama ini kepada orang lain.

Kyuhyun menempelkan dahinya di puncak kepala Sungmin.

"Aku minta maaf, Sungmin. Aku tak tahu."

Untuk pertama kalinya sejak Sungjin meninggal dia merasa butuh seseorang untuk berbicara. Dan Sungmin tak perlu menahan diri.

Sungmin berbalik ke pelukan Kyuhyun dan menciumnya.

Sungmin membutuhkan ini.

Dia kembali teringat luka itu dan sekarang dia harus melupakannya. Sungjin sangat pandai dalam segalanya tetapi dia menghilang dari hidup Sungmin.

"Aku mencintai mereka. Aku selalu mencintai mereka tapi aku baik-baik saja sekarang. Mereka telah bersama. Mereka saling memiliki," ucap Sungmin pada Kyuhyun ketika dirasanya keengganan Kyuhyun untuk balas menciumnya.

"Siapa yang kau miliki?" Tanya Kyuhyun dengan geram.

"Aku punya diriku sendiri. Aku tahu selama 3 tahun yang lalu ketika Eommaku sakit aku berkeyakinan bahwa selama aku berpegang teguh pada diriku dan tidak melupakan siapa diriku maka aku akan baik-baik saja," jawab Sungmin tegar.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam. Ketika dia membuka matanya wajah putus asa-nya mengejutkan Sungmin.

"Aku butuh dirimu. Sekarang. Izinkan aku bercinta denganmu di sini, kumohon."

Sungmin melepas kausnya dan kemudian melepas milik Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mengangkat tangannya kala Sungmin menarik kausnya melewati atas kepalanya. Dia bergerak cepat.

Kyuhyun langsung membelai dada Sungmin dan memelintir kedua nipplenya.

"Kau sungguh sangat cantik. Di dalam dan di luar," bisiknya. "Meskipun aku tak layak untukmu, aku ingin terkubur di dalam dirimu. Aku tak bisa menunggu. Aku hanya butuh sedekat mungkin denganmu semampuku."

Sungmin beringsut dari Kyuhyun dan berdiri.

Setelah melepas sepatunya, Sungmin melepas celana pendeknya dan mendorongnya turun bersama celana dalamnya.

Kyuhyun hanya duduk diam melihat Sungmin seakan Sungmin adalah hal paling memukau yang pernah dilihatnya.

Itu menguatkan kepercayaan diri Sungmin. Perasaan malu yang sempat muncul saat berdiri telanjang di depannya hilang sama sekali.

"Telanjanglah Kyu," pinta Sungmin sambil melihat ke arah ereksi Kyuhyun yang menekan celana jinsnya.

Kyuhyun menurut, dia berdiri, dengan cepat melangkah keluar dari jinsnya dan kemudian menghempaskan dirinya bersama Sungmin kembali di sofa.

"Naik ke pangkuanku," perintah Kyuhyun.

Sungmin menuruti kata-katanya.

"Sekarang," Kyuhyun menelan ludah, "turun perlahan ke arahku."

Sungmin menunduk dan melihat Kyuhyun sedang memegang pangkal kejantanannya.

Sungmin berpegangan di bahu Kyuhyun dan perlahan menurunkan dirinya.

"Perlahan, Babymin. Pelan-pelan. Kau akan merasa sakit nanti."

Sungmin mengangguk dan menggigit bibir bawahnya saat ujung milik Kyuhyun menggesek back holenya. Kyuhyun terus merangsang Sungmin dengan menggesek-gesekkan miliknya membuat back hole Sungmin berkedut-kedut.

Sungmin meremas bahu Kyuhyun dan terkesiap.

Dia begitu terangsang dengan aksi Kyuhyun. Padahal miliknya sama sekali tak tersentuh.

Sungmin memejamkan mata sambil mendesah. Miliknya mengeras hanya dengan rangsangan Kyuhyun di back holenya.

"Ya, begitu. Kau sangat sensitis Sungminnie. Oh Tuhan, aku ingin segera masuk sayang," geram Kyuhyun.

Melihat nafsu liar di mata Kyuhyun seakan menyalakan tombol di dalam diri Sungmin.

Sungmin ingin Kyuhyun mengingatnya. Mengingat semua yang mereka lakukan.

Sungmin tahu waktu mereka terbatas dan dia tahu takkan mudah melupakan semuanya. Tapi, Sungmin ingin tahu ketika ini berakhir Kyuhyun takkan pernah melupakan dirinya.

Kyuhyun kembali menggosok kejantanannya di back hole Sungmin. Kemudian perlahan Sungmin menurunkan tubuhnya dan menjerit keras ketika milik Kyuhyun masuk dan memenuhinya. Terasa keras, sesak, perih dan panas.

"Ugh, shit! So tight!" teriak Kyuhyun.

Meskipun terasa sakit dan masih belum terbiasa, namun Sungmin tak mau membuat Kyuhyun khawatir dan menunggu.

Kyuhyun telah menyerahkan padanya. Sungmin yang memegang kendali. Jadi Sungmin akan berusaha memberikan yang terbaik.

Kyuhyun baru akan mengatakan sesuatu namun Sungmin langsung menghentikannya dengan mendesakkan lidahnya di mulut Kyuhyun sambil mengangkat pinggulnya dan meluncur ke arah milik Kyuhyun lagi dengan keras.

Terdengar erangan Kyuhyun serta tubuhnya yang melengkung merasakan nikmat.

Itu meyakinkan Sungmin bahwa dia telah melakukan sesuatu dengan benar.

Sungmin kembali menaik turunkan tubuhnya sambil mengerang keras saat dia mulai memacunya lebih cepat dan keras. Rasa nyeri dan nikmat terasa saat milik Kyuhyun masuk dan menyentuh sweet spotnya telak.

"Sungmin.. Oh sial Minnie..."‖geram Kyuhyun kala dia menarik pinggul Sungmin dan mulai mengambil alih.

Kyuhyun mengangkat pinggul Sungmin lalu menghentaknya kebawah dengan dorongan cepat dan tajam. Setiap umpatan dan erangan keras yang keluar dari bibirnya membuat Sungmin makin ganas. Sungmin ikut mengerang nikmat. Miliknya sendiri akan segera meledak meskipun belum disentuh sama sekali.

Orgasmenya hampir sampai. Dan Sungmin juga ingin Kyuhyun orgasme bersamanya.

Sungmin mulai memacu di atasnya dan mengeluarkan jeritan keras yang coba Sungmin kendalikan sedari tadi. "Aku hampir sampai," Sungmin mengerang kala sensasinya terbangun.

"Terus babymin, ugh... sungguh nikmat," geram Kyuhyun.

Mereka berdua sampai di puncak bersama.

Tubuh Kyuhyun terguncang. Dia meneriakan nama Sungmin saat mencapai klimaksnya. Begitupun Sungmin yang meneriakan nama Kyuhyun. Lalu ambruk di pangkuannya.

Ketika getarannya perlahan mereda Sungmin melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. Kedua tangan Kyuhyun memeluknya erat dan Kyuhyun juga tengah mengatur napasnya.

Sungmin menyukai percintaan lembut yang mereka alami semalam tapi ada sesuatu yang lain tentang percintaan malam ini.

Sungmin tersenyum dan mencium leher Kyuhyun.

"Tak pernah. Tak pernah dalam hidupku," ucap Kyuhyun terengah-engah sambil mengelus punggung Sungmin dan menangkup bokong berisinya dengan remasan lembut. "Itu tadi. Ya Tuhan, Sungmin, aku tak bisa berkata-kata."

Sungmin tersenyum ke lehernya, dia tahu telah membuat kesan pada pria yang sempurna, terluka, misterius dan bingung seperti Kyuhyun ini.

"Aku yakin kata yang kau cari itu adalah luar biasa," ujar Sungmin sambil‖tertawa. Dia bersandar sehingga bisa menatap Kyuhyun.

Kelembutan di mata Kyuhyun membuat hati Sungmin agak mencair. "Percintaan paling luar biasa yang pernah dikenal manusia," balas Kyuhyun dan mengulurkan tangan untuk memainkan rambut Sungmin. "Aku hancur. Kau tahu itu, kan? Kau menghancurkanku."

Sungmin menggoyangkan pinggulnya sedikit dan dia masih bisa merasakan Kyuhyun di dalamnya. "Hmmm tidak, kupikir milikmu masih berfungsi."

"Ya Tuhan, BabyMIn...kau akan membuatku keras dan siap lagi. Aku harus membersihkanmu."

Sungmin menelusuri bibir bawah Kyuhyun dengan ujung jarinya sambil merengut. "Aku takkan berdarah lagi. Aku kan bukan perawan. Aku ini pria Kyunnie..." rengeknya.

Kyuhyun menarik jari Sungmin ke mulutnya dan menghisapnya dengan lembut sebelum melepaskannya. "Aku tidak memakai kondom. Aku juga bersih. Aku selalu memakai kondom dan memeriksakan diri secara teratur.‖meskipun kau pria tapi... kau tahu kan soal penyakit itu..."

Benar juga, dia tidak berpikir soal kondom. Tapi dia percaya pada Kyuhyun. Lagipula dia pria kan? Tidak ada yang perlu di khawatirkan.

"Aku minta maaf. Saat kau telanjang aku kehilangan akal sehatku. Aku berjanji padamu kalau aku bersih." Ujar Kyuhyun lagi.

Sungmin menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak apa-apa. Aku percaya padamu."

Kyuhyun menarik Sungmin kembali ke arahnya. "Bagus, karena tadi itu sungguh luar biasa. Aku tak pernah merasakannya tanpa memakai kondom. Terlebih kau adalah pria pertama dan satu-satunya. Mengetahui bahwa aku di dalam dirimu dan merasakan ketelanjanganmu membuatku sangat bahagia. Kau sungguh mengagumkan. Segalanya panas dan sangat ketat."

Sungmin bergoyang kembali. Dirty talk Kyuhyun telah membangunkan gairahnya. "Mmm..." erang Sungmin saat merasakan Kyuhyun kembali keras di dalamnya.

Kyuhyun mengerang dan menggeser pinggul Sungmin sampai miliknya keluar. "Kita tak bisa melakukannya lagi. Aku akan membuatmu kelelahan. Tapi... kau sudah membuatku keras kembali.‖Kyuhyun meraih milik Sungmin dan membelai puncaknya. "Sangat seksi," gumamnya.

Sungmin menengadahkan kepalanya dan menikmati sentuhan lembutnya.

"BabyMin, ayo mandi bersamaku," pinta Kyuhyun dengan suara serak.

"Oke," desah Sungmin genit sambil menatap ke arahnya.

Kyuhyun membantunya berdiri dan kemudian menuntun Sungmin ke kamar mandinya yang besar.

"Aku menginginkanmu di pancuran. Apa yang kita lakukan di luar sana adalah hal yang sangat mengagumkan yang pernah kurasakan sepanjang hidupku. Tapi di sini aku akan melakukannya dengan perlahan. Aku janji..."

Dan tak lama kemudian desahan menggema di dinding kamar mandi itu.

.

.

TBC

.

.

Ah, apa ini! #tunjuk ke atas

Fail NC! Mian.. #bow

Padahal dah coba ngintip2 ff kyumin nc yaoi dari author lain yg jauh lebih senior, tapi...

Yah beginilah jadinya... hehe...

Mian jika mengecewakan ne...

Thank you very much to :

Lee Minry :

ini full nc no conflict, otte? Hehe

Danactebh :

ini dah lanjut n full nc, mian ne kalo ga hot, masih amatiran hehe

Guest :

nih dah update... siapa yg minta nc? Hehe

PRISNA :

wow, serem amat chingu.. hehe.. ga lama lagi akan terungkap kok rahasia taemin, siap2 baper ya... nih full nc loh, kalo kurang hot makan cabe aja ya, hhehehe...

Orange girls :

wah chingu kamu peramal ya? Kok tahu? Hehe... hampir bener tebakannya. Di chap2 selanjutnya pelan2 dibuka kok rahasianya. Siap2 baper ya ama Taemin n Suzy, hehe...

Nih dah full nc no cut, otte?

Joyers :

nih dah full nc, semoga ga mengecewakan ne.. belom pengalaman sih (loh?) hehe...

Karen Kouzuki :

wah iya chingu, hehehe... mian, kelewat di cek, hehe gomawo koreksinya ne... yah gitu deh Taemin emang ajaib hehe #ditampolTae

semoga nc nya ga mengecewakan ne...

LeeVinct:

rahasianya akan terungkap sebentar lg kok, hehe... siap2 baper aja..

Za Kyumin :

Iya, gomawo koreksinya chingu...

Ini novel straight n settingnya di amerika, jd harus diubah biar sesuai ama keadaan di korea n jg karakternya masing2, termasuk nc nya hehe... moga ga ngecewain ne... Gomawo

Lee mingma :

chap ini full nc, hayo siapa yg minta? Mudah2an puas ne...

Taniea458 :

Ohoy, dah update ni.. ga lama2 bgt kan, hehe semoga puas ma nc nya. Kalo rahasia Taemin, di chap2 depan akan diungkap kok, keep reading ne..

Zagiya Joy : jgn gila dong hehe... keep reading ne... gomawo

Abilhikmah : hmm, Kyuhyun akhirnya mengikuti kata hatinya...

.

Oke, thank you jg buat readers lainnya...

Keep Reading ^.^

Gomawo

.

.

RyeoTa Hasu