Disclaimer: Tite Kubo

Fire And Ice


Semenjak diberi taukan bahwa Rukia adalah sasaran utama dalam perebutan harta keluarga Kurosaki dan Kuchiki. Ichigo sangat overprotektif pada Rukia setiap Rukia pergi Ichigo harus selalu ikut, ke mall, toko buku, kampus, toilet.

Semuanya Ichigo lakukan demi keselamatan Rukia yang mungkin sudah dalam tahap wapada sekarang tidak sedikit juga peristiwa janggal saat Rukia pergi rem mobil bllong yang hampir menyebabkan Rukia tertabrak, pot jatuh dari atas bangunan, oli yang sengaja dilantai agar Rukia terpeleset dan juga lift yang segaja dibuat macet saat Rukia sedang di dalam lift.

Hari kamis. Dimana hari Ichigo harus rapat tapi tetap saja dia tidak mau meninggalkan Rukia, Ichigo sudah berdebat dengan Rukia tapi tetap saja kata itu yang terucap dari bibir Ichigo.

"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri."

"Kumohon Ichigo…. Aku akan baik-baik saja!"

"Sekali tidak! Tetap tidak!"

Tiba-tiba pintu ruang kerja Ichigo terbuka.

"Kurosaki sama…. Mobil sudah menunggu anda untuk berangkat ke rapat."

"Ichigo lihat mobilmu sudah ada, aku mohon pergilah ke rapat aku akan baik-baik saja."

"Tapi!"

"Kurosaki sama…. Byakuya sama sudah menunggu anda!"

Rukia berjalan mendekat kearah Ichigo Rukia mengelus pipi Ichigo lembut dan berkata. "Demi aku Ichigo." Ichigo membalas dengan memeluk Rukia. "Tapi kau harus berjanji untuk pulang tepat waktu!" Rukia melihat dengan seksama tersenyum penuh arti dan berkata sekali lagi "Aku berjanji." Sambil mengecup pipi Ichigo.

Senna duduk dikursi memperhatikan Ichigo yang sudah keluar dari rumahnya. Senna melihat Rukia penuh kebencian.

"Akhirnya kau sendirian juga Kuchiki," lalu Senna segera mengenakan masker dan penutup wajah dia menyelipkan pisau army di saku belakangnya.

xXx

Ting-tong bunyi bel rumah Ichigo berbunyi Rukia yang sedangg membaca buku langsung berlari kecil membuka pintu.

"Siap-" duak Senna yang sekarang memakai masker meninju keras perut Rukia hingga Rukia pingsan.

"Maafkan aku Kuchiki, ini demi kebaikanmu juga," Senna menggendong Rukia menuju mobil van hitam dan segera mengendarainya menuju markas pusat diamana Aizen tinggal.

Ichigo ingin mengambil minum di ruang kerjanya tiba-tiba angin besar mesuk lewat jendela kecil dan itu langsung membuat Ichigo gelalapan sehingga gelas yang dia pegang terjatuh dan pecah.

Saat itu juga liontin yang Rukia titipkan untuk dibetulkan terjatuh dari sakun bajunya.

"Dasar bikin repot saja…," Ichigo memungut pecahan beling tersebut dan cerobonya ibu jari Ichigo tertusuk pecahan beling sehingga darah Ichigo menetes dari ibu jarinya mengenai liontin putih Rukia.

"Rukia….," gumam Ichigo.

xXx

Rukia sadar dari pingsanya dia melihat keadaan dirinya yang sudah terikat tali di gedung tua.

"D-dimana aku…."

"Kau sudah bangun Kuchiki?"

"S-Senna san.. dimana aku! Kenapa aku ada disini?!"

"Ya… ya respon yang sangat di harapkan… kau ada di tempat penyekapan Kuchiki! Dan itu adalah balasan dendamku padamu!" Senna melempar pisau army ukuran mini kearah Rukia tapi meleset dan hanya mengenai sedikit kulit pipinya saja yang membuat Rukia berdarah.

"Senna san kenapa? Ada apa ini!?"

Senna mengambil katana yang terletak dibelakangnya.

"Nikmati setiap detik penderitaanmu ini Kuchiki!"

"T-tunggu! Senna san!!"

Senna hendak mengayunkan katananya tapi ditahan oleh tangan seseorang.

"Yoruichi!"

"Hentikan tingkah lakumu itu Senna," Yoruichi mengambil pedang yang dibawa Senna dan melemparnya sembarangan.

"Tunggu Sousuke kesini!" Yoruichi mencengkram kerah baju Senna.

"Iyah-iyah!" Senna menepis tangan Yoruichi dan kembali ke luar.

"Yoruichi san? Kenapa? Kenapa Yoruichi san?"

"Diam."

Yoruichi mengambil sapu tangan yang terletak disakunya lalu mengelap luka di pipi Rukia hingga bersih.

"Sudah baikan Rukia chan?"

"Kenapa!? Kenapa Yoruichi san membantuku? Bukanya Yoruichi san itu benci padaku?"

"Lelucon macam apa itu?"

"Lalu kenapa Yoruichi san membantu Aizen?"

"I-tu…..," Yoruichi menggantungkan kalimatnya.

"Dulu keluargaku membuat perjanjian…. Antara keluarga Shihouin dan Aizen. Dua keluarga itu memperebutkan harta yang menjadi warisan dari keluarga Yamamoto… dan akhirnya kelurgaku kalah dan perjanjianya adalah aku sebagai pewaris keluarga Shihouin yang terakhir harus menjadi dari budak keluarga Aizen….," Yoruichi mulai menangis air matanya air mata kepedihan yang selama 20 tahun ia pendam baru kali ini dia keluarkan.

"Yo-ruichi san…."

"Aku tidak tau harus bagaimana lagi! Walau Sousuke mengangkatku sebagai adiknya tapi itu hanya menambah rumit keadaan!"

"Aku meninggalkan anaku! Suamiku! Soi Fon dan Kisuke! Kalau aku harus menunjukan mukaku lagi! Di depan mereka aku tidak tau harus berkata apa pada mereka! Aku…. Aku sudah tidak tau harus bagaimana lagi R… ukia chan?"

Rukia tertegun melihat Yoruichi yang menahan rasa sakitnya selama 20 tahun.

Ichigo segera pulang. Saat ia membuka pintu rumah besar itu yang ia lihat hanya kertas serta barang-barang yang berantakania mencari Rukia tapi disatupun tempat tidak ada Rukia yang ada hanya perabotan rumah yang sudah tidak karuan.

Saat Ichigo masuk kedalam ruang kerjanya ia mellihat surat yang tergeletak di mejanya saai Ichigo membacanya…..

Bruk Ichigo tertunduk badanya lemas air matanya menetes matanya membulat surat itu bagai petir yang menyambar Ichigo pas dibagian jantung Ichigo.

Flashback!

For: Kurosaki Ichigo

From: Aizen Sousuke and Shihouin Yoruichi

Kurosaki sekarang tunanganmu Kuchiki Rukia sudah berada di tangan kami. Sekarang ada seseorang yang siap membunuh Kuchiki kapanpun dimanapun, sekarang juga Kuchiki Rukia sedang dalam keadaan sekarat akibat pendarahan yang cukup banyak di bagian perutnya kami bisa membawa Kuchiki langsung kerumah sakit nanti malam asalkan….

Kau memberitahu kode rahasia brangkas keluarga Kurosaki. Nanti malam tepat pukul 12 malam kami ada di hotel Seireitei yang sebenarnya itu adalah markas kami. Nanti malam kau harus datang membawa kunci Kurosakimu itu! Terlambat 1 detik mungkin nyawa Kuchiki Rukia tidak akan tertolong lagi.

P.S: Jika kau melapor ke kepolisian Kuchiki Rukia akan mati.

End Of Flashback

"Tidak… Rukia."

Ichigo meneteskan air matanya sati persatu. Ichigo berlari keluar menuju hotel Seireitei ditengah guyuran hujan yang deras dia menangis dibawah guyuran hujan seakan hujan juga sedih akan kepergian Rukia dan saat dia sampai di hotel Seireitei Ichigo berteriak.

"RUKIAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!"

TeBeCe

Wuih…. Cape juga nih nulis… aku nulis ini karena aku sangat patah hati! Ukh hancur hatiku setelah mengetahui pacarku sendiri selingkuh sama sahabatku hueeee makin ancue kalau diinget-inget makanya supaya sembuh luka dalam hatiku ini.

Review yah biar hatiku ini ada tambalan nyah….. makin lama makin curhatt deh ah!

Pokoknya nih fic 2-3 chap lagi tamat dah… makasih yang udah ngerepiu ^^ senangnya hatiku eheuy….. sudahlah bagi yang mau merepiu silahkan.

Repiu! Review! Ripiu! Apalah komen! Flame! Terserah yang penting repiu!