Kai x Sehun
EXO member
T ++ in this part
.
WHAT? HE IS A GIRL?
.
prev;
.
"Mau kutemani tidur?"
.
Sehun menegakkan tubuhnya karena tak terlalu mendengar ucapan Jongin, "Apa?" tanyanya.
Jongin menangkup kedua pipi Sehun, ia mendekatkan wajahnya kewajah Sehun. Jongin menggesekan hidungnya dengan hidung milik Sehun.
"Kau bilang masih mengantuk kan? mau melanjutkan tidur mu hm? dan bagaimana jika aku temani tidur?" Jongin bertanya secara beruntun tepat dihadapan wajah Sehun yang jaraknya begitu dekat dengan wajahnya. Sehun meremas ujung jaket yang digunakan Jongin saat deru nafas Jongin yang masih segar menyapu wajahnya. Tak sadar ia menganggukan kepalanya dan memejamkan matanya saat Jongin mengelus pipinya.
Jongin mendekatkan bibirnya pada bibir Sehun, ia mengulum bibir Sehun dengan begitu lembut. Tangan Jongin yang tadinya berada di kedua pipi Sehun kini berpindah, tangan kanan yang berada dipinggang Sehun dan tangan kanannya berada ditengkuk Sehun. Ia juga ikut memejamkan matanya seperti Sehun.
Sehun membuka mulutnya ketika lidah Jongin menyapu bibir atas dan bibir bawahnya. Ia semakin kuat meremas ujung jaket Jongin saat kekasihnya itu menarik lidahnya dan menggelitik ruang didalam mulutnya.
Ciuman lembut sebagai pemulaan itu berubah menjadi panas saat Sehun mulai menggoda lidah Jongin yang berada didalam ruang mulut Sehun. Jongin memiringkan kepalanya dan semakin menekan tengkuk Sehun.
Sehun yang merasa pasokan oksigen didalam paru-parunya berkurang mencubit pinggang Jongin, namun dihiraukan Jongin. Dengan geram ia mengigit lidah Jongin.
"AKH" teriak Jongin kesakitan.
Wajah Sehun memerah saat Jongin melepas kuluman bibirnya, ia mengatur nafasnya dan berpegangan pada dinding agar tak terjatuh karena Jongin yang melepaskan tanganya. Jongin mengalihkan pandangannya pada gadis dihadapannya saat sakit dilidahnya sudah sedikit reda. Jongin sedikit merasa 'bangun' melihat Sehun yang ada didepannya.
Sehun yang masih memejamkan matanya tak menyadari Jongin sudah mendekat kearahnya lagi. Sehun sedikit terkejut ketika Jongin meletakan wajahnya diperpotongan lehernya dan memeluknya dengan erat. Jongin menghisap lembut dan menggigit cukup kuat pada leher Sehun.
Sehun mengaratkan genggamannya pada kedua lengan Jongin saat tangan Jongin menelusup masuk kedalam kemejanya dan menggelitik pinggang serta punggung Sehun. Jongin menarik wajahnya karena Sehun belum mengeluarkan 'suaranya' . Jongin semakin gencar menggelitik punggung Sehun. Ia sedikit mengerutkan dahinya saat tangannya tak sengaja tersentuh dengan kain lurus yanga ada dipunggung Sehun. Lalu Jongin tersenyum mengingat bahwa Sehun memakai kain yang menutupi dadanya.
"Keluarkan jika kau tak kuat sayang~" Jongin berbicara tepat berbicara ditelinga Sehun. Sehun masih tetap mempertahankan bibirnya yang digigit sedari tadi .
"Jangan digigit nanti bibirmu berdarah" Jongin mengusap bibir Sehun.
"AHHHH" Sehun akhirnya mengeluarkan suaranya saat Jongin mengulum cupingnya, dan hal itu membuat Jongin semakin melebarkan senyumannya.
"Kenapa tak dari tadi kau keluarkan eum?" Jongin semakin menggoda Sehun dengan meniup telinga Sehun dan mengecup belakang telinga Sehun. Jongin menaikkan tangan kanannya semakin keatas kearah dada Sehun yang kini berisi itu karena 'benda' itu sedikit menggodanya sedari tadi .
Kenyal.
Satu kata yang terngiang dibenak Jongin saat menyetuh benda itu. Jongin semakin bersorak gembira dalam hatinya karena merasakan 'benda' yang ada dalam genggamannya itu. Aksi tangan Jongin itu berhasil membuat Sehun semakin mendesah hebat.
Jongin kembali mendekatkan bibirnya pada bibir Sehun, tangannya yang menggelitik didalam kemeja Sehun kini dikeluarkannya dan membuka kancing kemeja yang digunakan Sehun.
.
"Hyung kenapa mereka lama sekali?" tanya Baekhyun yang sudah jengah menunggu Jongin dan Sehun.
"Sabarlah yeobo~" Baekhyun memutar kedua matanya malas mendengar suara Luhan, ia mengeluarkan ponselnya dan mengetikan sesuatu pada ponselnya.
Luhan yang memang tengah memainkan ponsel terkejut saat mendapat pesan dari Baekhyun.
from; Baek-yeobo
IDIOT?! JANGAN MEMANGGILKU DENGAN PANGGILAN MENGGELIKAN SEPERTI ITU!
Luhan terkikik setelah membaca isi pesannya. Dengan cepat ia membalas pesan dari Baekhyun.
to; Baek-yeobo
Lalu aku harus memanggilmu apa chagi? bukan kah semalam kau ingin menjadi istriku? lalu salahkan jika aku memanggilmu yeobo :**********************
Luhan melihat Baekhyun yangg wajahnya sedikit memerah setelah melihat ponselnya, dan ia yakin pasti Baekhyun sedang membaca pesan singkat darinya. Baekhyun meletakkan ponselnya dan tak membalas pesan dari Luhan lagi, ia melirik Luhan sekilas. Baekhyun melihat kearah lain saat Luhan memberikannya kerlingan mata.
"Hyung apa waktu kita tak terbuang sia-sia hanya karena menunggu mereka berdua?" tanya Kris yang sudah bosan.
"Sabarlah, aku sudah mengirim pesan pada Jongin." kata manager Im.
"Kenapa tak kau hubungi saja hyung?"
"Tak diangkatnya."
"Ponsel Sehun juga kau hubungi hyung?"
"Ya tapi juga tak dijawab."
"Aku yakin selain Sehun yang bangun pasti punya Jongin juga bangun setelah membangunkan Sehun." celetuk Chen.
"Maksudmu hyung?" tanya Kyungsoo.
"Hihihi tak apa kyung." jawab Chen dengan cengirannya.
"Ya aku juga berpikiran sama sepertimu Chen." ujar Chanyeol.
"Apa perlu kita naik keatas lagi hyung?" tanya Yixing, manager hyung menggeleng "sepuluh menit mereka tak turun juga ya kita tinggal saja."
.
I'm a party, and party and party and party...
And party and party and party...
I'm a party, and party and party and party...
And party and party and party...
Sudah lebih dari lima kali ringtone ponsel itu berbunyi yang berada disaku jaket milik Jongin. Namun sang pemilik ponsel itu tetap pada kegiatannya.
"Nghh.." Sehun meremas rambut Jongin, ia mencoba menarik kepala Jongin yang berada didadanya karena ponselnya yang bunyi.
"Jongghh" Sehun memejamkan matanya saat Jongin menggigit daging dadanya.
I'm a party, and party and party and party...
And party and party and party...
I'm a party, and party and party and party...
And party and party and party...
Dering ponsel itu terus berbunyi, Sehun membuka matanya dengan tenaga yang masih ada ia mengepalkan tangannya dan memukul kepala Jongin, namun masih dihiraukan Jongin. Sehun mengepalkan kedua tangannya.
TUKK
"Ponselmu bodohhhh euh!" Jongin masih menenggelamkan kepalanya pada belahan dada Sehun, ia merogoh sakunya dan memberikannya pada Sehun.
Sehun membuka matanya lebar dan sedikit menggeser tubuhnya kesamping.
Hyunkyun hyung is calling . . .
Sehun mengatur nafasnya sebentar lalu menggeser layar ponsel Jongin.
"YAAAAA?! KENAPA BARU DIANGKAT? KENAPA KAU LAMA SEKALI?! CEPATLAH KALIAN TURUN JIKA KALIAN TAK INGIN KAMI TINGGAL?!"
Sehun menjauhkan ponselnya saat manager Im berteriak dari sambungan telepon. Jongin mengelus kepalanya yang terhantam dinding karena Sehun yang tiba-tiba menggeser tubuhnya. Jongin mengambil ponsenya yang ada pada Sehun.
"Maaf hyung tadi kami.." jawab Jongin
"KAMI APA?! OH JONGIN AKU SENGAJA MENYURUHMU AGAR KAU MENYELESAIKAN MASALAHMU DENGAN SEHUN TETAPI KAU MENYALAHKAN KESEMPATAN YANG KUBERI?! CEPAT TURUNN!"
Jongin meremas ponsel yang digenggamnya. Sehun mendekat kearah Jongin dan mengelus lengan kekasihnya. Jongin tersenyum kearah Sehun.
"Tak usah mandi kau ganti pakaian saja." Sehun mengangguk dan mengambil pakaiannya. Jongin mendudukan tubuhnya saat Sehun sudah masuk kedalam kamar mandi. Ia tersenyum sendiri mengingat tubuh Sehun yang berbeda.
.
Kesepuluh anggota EXO yang berada diloby itu sedikit bergidik ngeri melihat manager mereka setelah menutup sambungan telepon.
"Hyunkyun mengapa begitu mengerikan jika seperti ini." ujar Chen.
"Hii aku jadi takut." ujar Chanyeol dan meraih lengan Kyungsoo, Chen yang melihat Chanyeo memutar kedua bola matanya, "Tak usah modus kau gigi." Chen melepaskan tangan Chanyeol dari tubuh Kyungsoo.
"Kyungsoo saja tak marah kenapa kau yang marah kotak?!" Chanyeol gantian melepas tangan Chen yang berada ditubuh Kyungsoo.
"Bisa kah kalian diam?" Kris menatap tajam pada Chen dan Chanyeol yang tengah turun-menurunkan tangan dari tubuh Kyungsoo.
"Kyung pindahlah dari dua makhluk itu." ujar Suho, Kyungsoo mengangguk dan mendudukkan tubuhnya disebelah Tao.
"Kalian berdua diam." Chen dan juga Chanyeol langsung terdiam mendengar peringatan dari Suho.
.
Sehun sedikit bingung melihat Jongin yang tersenyum-tersenyum sendiri ditempat tidur. Ia melambaikan tanganya didepan wajah Jongin. Sehun sedikit meninduk dan menumpukan kedua tangannya pada lutut Jongin.
Jongin hampir saja mendorong tubuh Sehun yang ada dihadapannya. Sehun tersenyum dengan begitu manis tepat didepan wajah Jongin. Jongin mengecup bibir Sehun sekilas, ia menarik kedua tangan Sehun.
"Jangan menggodaku sekarang." Jongin bangkit dan membenahi jaketnya, "Ayo turun." ia menoleh kearah Sehun dan mendekatinya.
"Tak usah diikat nanti hasil karyaku terlihat oleh publik." Sehun menurunkan kembali tangannya dan memperbaiki sedikit rambutnya. Sehun tersenyum pada Jongin dan menarik lengan Jongin.
"Sehunnie bentuk tubuh mu yang sekarang jauh lebih lebih indah dan begitu sexy~" pipi Sehun sedikit memanas mendengar bisikan Jongin yang tepat ditelinga Sehun dan mengecup rambutnya sekilas.
"Kau menginginkan aku yang seperti ini?" tanya Sehun dan melepas tangannya yang berada dilengan Jongin saat sudah keluar kamar.
"Tidak juga."
"Lalu kenapa kau mengatakan seperti tadi?"
"Aku hanya mengatakan bentuk tubuh mu yang sekarang jauh lebih indah dan juga bentuk tubuhmu yang dulu juga indah sayang." Jongin kembali mendekati Sehun, "Aku ingin merasakan benda kenyal itu lagi Sehunna."
Sehun langsung mempercepat langkahnya saat Jongin berbisik yang membuat pipinya memanas. 'dasar mesum.' batinnya.
.
"Apa yang kalian lakukan selama lima puluh sembilan menit dua belas detik didalam kamar?" ucapan selamat pagi yang diterima Sehun dari managernya saat ia dan Jongin tiba di loby penginapan.
Sehun meremas ujung jaket Jongin yang dibelakang, ia menundukkan wajahnya dan berdiri dibelakang Jongin.
"Aku dan Sehun? menyelesaikan masalah kami hyung." jawab Jongin santai dan mendudukan tubuhnya didekat Baekhyun.
"Dengan waktu yang cukup sebentar Kim Jongin?" sindir manager Im.
"Yeahh waktu yang cukup sebentar untuk urusan anak muda." Jongin melirik Sehun yang masih berdiri disebelah Suho dan menundukkan wajahnya.
"Kau tau kami hampir tertidur menunggu kedatangan pangeran dan putri nya dari istananya."
"Kalau begitu maafkan putri dan juga pengeran tuan."
"Ck, beradu mulut denganmu tak akan ada habisnya." manager Im mengalihkan pandangannya pada Sehun, "Kau tak lelah berdiri Hun setelah melayani sang pangeran?" tanya manager Im pada Sehun.
Sehun menegakkan kepalanya, " Eung ya ya hyung?" cicit Sehun dan membasahi bibir bawahnya dengan lidahnya.
"HHH sudahlah ayo kita berangkat, aku harap kalian berdua sedikit jaga jarak karena banyek kamera diluar nanti mengerti?" tunjuk manager Im pada Jongin dan Sehun. Sehun mengangguk mendengar ucapan managernya sedangkan Jongin hanya memutar matanya dan mengikuti anggota EXO lainnya yang sudah jalan
.
Jongin bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kebelakang. Suho yang duduk disebelah Jongin sedikit bingung melihat tingkah Jongin karena sedari tadi adik nya itu mengumpat ditempat duduknya.
Jongin melewati tempat duduk Sehun ia memandang sinis pada Sehun dan juga Tao yang tengah berfoto-foto. Ia mendudukan tubuhnya dibelakang bangku Sehun dan Tao yang kebetulan kosong.
"Sehun ayo bergaya lagi."
"Ya hyung."
"One two cheseeeee." teriak Taohun bersamaan. Jongin yang melihat kebersamaan Tao dan juga Sehun meremas ponsel yang ada digenggamannya.
"Taooo kemarilah sebentar" panggil Lay dari bangku depan. Tao bangkit sebelum bangkit dia mengacak rambut Sehun. Jongin yang melihat tangan Tao menahan marahnya.
"Sudah selesai bersenang-senang nya ?" Sehun mengalihkan pandangannya dari layar ponsel pada seseorang yang duduk disampingya. Sehun tersenyum dan meletakkan ponselnya pada pahanya.
"Jongin…" Jongin tak menjawab panggilan Sehun dia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi bus.
"Jongin ayo berfoto.." ajak Sehun.
"Jongin ayolah kita berfoto." Sehun membujuk Jongin dengan menggoyangkan lengan Jongin. Sehun memajukan bibirnya dan menarik kembali tangannya, ia memandang kejalanan kota yang dilalui karena Jongin tak mendengarkannya berbicara.
"Hun . . " Sehun tak menjawab panggilan dari Jongin.
"Hunn . . ." panggil Jongin sekali lagi. Dengan tak sabaran Jongin menarik dagu Sehun dan
CUP
'KLIK'
Jongin menarik bibirnya yang mengecup bibir Sehun, ia memandang layar ponselnya dan mengarahkannya pada Sehun.
"Bagus kan?" Tanya nya dan menarik pinggang Sehun mendekat padanya. Sehun mengangguk dan menolehkan wajahnya pada pipi Jongin.
'KLIK'
"Tetapi lebih bagus yang ini . ." ujar Sehun dan menampilkan layar ponselnya pada Jongin.
'KLIK'
Sehun memejamkan matanya saat Jongin mencium keningnya. "Yang ini?" Tanya Jongin kembali. Sehun meletakkan kepalanya pada bahu Jongin , "Ayo berfoto lagi oppa." Rengek Sehun pada Jongin.
.
Luhan yang tadinya memejamkan mata menoleh kesamping tempat duduknya karena merasa terganggu dengan suara blitz kamera ponsel dari dua orang disampingnya.
"Bisa kah kalian matikan suara kamera kalian? Menganggu saj!" ujar Luhan ketus, dua orang yang sedang diomelin Luhan hanya memandang Luhan sekilas dan melanjutkan berfoto-fotonya. Luhan mendengus kesal dan mengalihkan pandangannya kesamping kirinya.
"Kemana Baekhyun?" Tanya Luhan pada lelaki berwajah kotak disampingnya.
"Bertigaan dengan Kris dan Chanyeol dibelakang, mungkin dia sedang melayani dua tiang listrik itu." Luhan mengalihkan pandanganya kebelakang kearah dua lelaki tinggi yang tengah mengapit istrinya dibangku belakang.
Luhan berjalan kebelakang "Yeobooooooooooooo~" teriaknya.
"Siapa yang kau panggil dengan sebutan yang begitu menjijikan Lu?" Tanya Chanyeol yang terkekeh mendengar teriakan Luhan.
"Tentu saja istriku." Luhan langsung menarik Baekhyun yang duduk diantara Chanyeol dan Kris. Dua tiang listrik itu semakin terkekeh mendengar ucapan Luhan.
.
"Bisa kah kau berhenti memanggilku dengan sebutan seperti itu?!" geram Baekhyun saat sudah duduk dibangku. Luhan hanya diam saja, ia mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan mengarahkan kamera pada Baekhyun.
'KLIK'
'KLIK'
'KLIK'
'KLIK'
"Apa yang kau lakukan bodoh?!" Baekhyun terus menutupi wajahnya saat kamera ponsel Luhan tersus mengarah padanya.
"Nah sudah, yeobo aku menyimpan fotomu untuk kusimpan dan siapa tahu jika aku kembali promo di China aku akan merindukanmu jadi untuk mengobati rasa rinduku aku melihat fotomu dari ponselku saja."
"Fotoku sudah banyak diinternet."
"Tapi ini beda ini lebih istimewa karena aku sendiri yang mengambilnya." Baekhyun memukul pipinya saat melihat wajah Luhan yang sedang tersenyum dengan begitu menawan.
"Lu..."
"Ya?"
"Hmm sarang..."
CUP
"Hae.." Luhan melanjutkan kalimat yang diucapkan Baekhyun.
Baekhyun menutup wajahnya dengan kain yang ada dijendela bus yang mereka tumpangi.
"Ta usah malu pada suamimu sendiri yeobo~" bisik Luhan tepat ditelinga Baekhyun, ia menarik kain yang menutupi wajah Baekhyun.
Akhirnya Baekhyun melepas kain yang menutupi wajahnya, ia hampir mengeluarkan matanya saat melihat wajah Luhan yang begitu dekat dengan wajahnya, Luhan memiringkan kepalanya Baekhyun memejamkan matanya. Jarak wajah mereka semakin dekat deru nafas masing-masing semakin terasa diwajah kedianya hinggaa
"CEPAT KALIAN TURUNNNNNNNN"
.
TBC
.
Aduh maaf mianhe kalo kurang panjang T-T
Saya bingung chap ini rate T or M gzz soalnya asemnya coret —lemon—nya cuma diawal doang-_-
Masih bingung disini pairnya siapa aja selain Kaihun sama Lubaek.
Nah soal Sehun dateng bulan itu udah saya pikirkan dan emang saya masukin kedalam cerita ini buat yang minta Sehun dateng bulan ditunggu aja part nya yaa;-D
T. F . R
review manis?
