"Maafkan kelancangan hamba mengganggu waktu Yunho-wangseja bersama nona Shim. Tapi hamba rasa ini adalah waktu bagi hamba untuk menjelaskan semuanya."
.
.
.
Author Ela_JungShim presents
An Alternate Universe FAN-FICTION
"Takdir Cinta"
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)
Rate : T
Length : 7 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK/TVXQ/ToHoShinKi. Yang Ela punya hanya plot fanfic, ide gila dan cinta buat TVXQ!
Warn : TYPO's! Silla-era. Mention of Mpreg. Crossdress.
This is HOMIN Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN. Bagi yang tidak suka, silahkan angkat kaki dari fanfic ini. Simple.
.
.
.
.oOHOMINOo.
.
.
.
.
Yunho semenjak kecil sudah mengetahui kalau ia tidak sama seperti orang lain. Terlahir sebagai putra pertama dari Raja dan Permaisuri dalam sebuah kerajaan membuatnya memiliki posisi yang lebih tinggi dibandingkan anak seusia-nya yang lain. Pangeran-pangeran dan puteri-puteri lain—saudara yang lahir dari selir-selir raja—, baik lebih tua ataupun lebih muda darinya, semuanya diharuskan memperlakukan dirinya dengan lebih hormat. Dan jujur saja, itu semua terasa menyesakkan.
Ditambah dengan hari-harinya yang begitu sibuk. Diharuskan mempelajari segala hal, dan dituntut untuk selalu memberikan hasil yang lebih baik daripada pangeran-pangeran lainnya. Semuanya terasa melelahkan.
Sampai suatu hari, di perayaan ulang tahunnya yang ke-10, sekaligus hari pengangkatannya sebagai Wangseja—Putra Mahkota—,ia bertemu dengannya. Senyum sopan yang selalu terpasang di wajahnya itu menghilang ketika pandangannya menangkap sosok kecil yang berdiri di samping seorang penari anggun.
Cantik.
Usianya memang masih sepuluh tahun. Tapi dalam 6 atau 7 tahun lagi ia sudah dituntut untuk menikah, dan banyak sekali gadis-gadis seusia atau lebih kecil darinya diperkenalkan padanya. Puteri-puteri bangsawan di sekitar istana, pun begitupula dengan saudara dari para selir yang memiliki seorang anak perempuan, semuanya dipetemukan padanya. Berharap bisa menarik perhatian sang putra mahkota semenjak dini.
Mungkin bagi orang lain, gadis-gadis itu cantik. Namun baginya yang tumbuh dengan melihat sosok Wangbi-eommonim-nya, tidak ada yang sanggup mengalahkan kecantikan sang eommonim dimatanya.
Sampai saat sosok gadis kecil itu seolah menyedot perhatian Yunho untuk fokus padanya.
Manis.
Itu yang terbersit di benak Yunho ketika melihat sosok kecil itu memberanikan diri untuk berdiri di samping ibunda-nya, memberikan salam kepada Wangjeonha dan Wangbi.
"Hamba mengucapkan Selamat Ulang Tahun dan Selamat untuk pengangkatan Wangseja hari ini."
Saat sepasang mata bulat penuh binar itu terfokus kepadanya, disertai sebuah senyuman manis tersungging di bibirnya, Yunho tahu bahwa saat itu hati dan dunianya sudah digenggam oleh seorang Shim Jangmi.
.
.
.
Menyelinap untuk menemui Jangmi, melihat Jangmi secara dekat dan seksama berujung pada kalimat impulsif
"Aku suka. Mau menjadi permaisuriku suatu hari nanti? Mau menikah denganku?"
Dan Yunho tak pernah satu kali-pun menyesali kalimat itu.
Meskipun saat itu ia tahu kalau Jangmi itu ternyata bukan anak perempuan, namun seorang laki-laki bernama Shim Changmin, ia tak peduli. Dalam waktu yang sekejap itu, perhatiannya sudah sepenuhnya hanya tertuju pada Changmin. Hatinya sudah terisi penuh oleh seorang anak laki-laki kecil dengan mata bulat dan tingkah yang sangat menggemaskan itu.
Membuatnya menangis dan melihat segala ekspresi panik, takut, dan terakhir melihatnya bersemu merah membuatnya merasakan perasaan protektif sekaligus membangunkan rasa posesif-nya.
Hanya ia satu-satunya orang yang boleh melihat semua ekspresi di wajah manis itu. Semua senyum dan tatapan sepasang binar-binar mata bulat itu hanya boleh terarah padanya seorang. Ia ingin Changmin menjadi miliknya, dan ia akan memberikan segala perhatian dan kasih sayangnya agar Changmin selalu bahagia di sisinya.
Namun ia dibuat kecewa dan marah saat ia memberitahu Wangbi-eommonim kalau ia menginginkan Shim Jangmi sebagai istrinya, esoknya rombongan keluarga Shim pergi meninggalkan istana.
Di saat itulah peramal Jo tiba-tiba mengunjungi kediamannya. Menjelaskan semuanya, dan membuatnya menjadi benar-benar yakin kalau ia akan bisa memperistri Changmin. Membuat amarah yang begitu ingin ia tujukan pada keluarga Shim akhirnya perlahan menghilang.
.
.
.
Tahun demi tahun berlalu dengan segala penolakan dari keluarga Shim. Dan ia sendiri tak pernah mendengar kabar dari Changmin-nya. Ia hanya bisa percaya pada kalimat peramal Jo, bahwa selama Chami, kucing putih kecilnya itu tidak pulang kepadanya, Changmin disana masih selalu mengingat dan menginginkannya juga.
Dalam beberapa tahun itu, saat masa puber mendatanginya, tidak sekali-dua kali ia mempertanyakan dirinya sendiri. Mengapa kenyataan bahwa Changmin-nya adalah seorang yang bergender sama dengannya, tidak meruntuhkan niatnya untuk memperistrinya?
Jika di bilang ia menyukai sesama jenis, mengapa ia tidak pernah merasa tertarik melihat namja lainnya?
Dan ia bisa meng-apresiasi yeoja cantik, namun tak sekejap-pun ia merasa ketertarikan saat melihat lekukan-lekukan tubuh indah itu menari di hadapannya.
Yang terjadi malah malamnya ia memimpikan jika itu adalah Changmin yang menari di hadapannya. Sudah tumbuh menjadi seorang namja yang kecantikannya mengalahkan yeoja manapun.
Dengan tidak sabar, ia melucuti segala kain yang membungkus tubuh langsing itu hingga tubuh dengan anatomi yang serupa namun tak sama dengannya itu terpampang polos di hadapannya—dan ia bisa merasakan miliknya sudah berdiri tegak dengan hasrat menggelora dalam setiap tetes darahnya.
Menggeram seperti seekor binatang buas, Yunho dengan cepat menyusuri jengkal demi jengkal tubuh di hadapannya itu. Sepasang bibir dan mulutnya memuja setiap inchi tubuh yang tersaji dihadapannya.
Meraih bukti kelelakian dari namja yang terbaring di bawahnya, dan memberikan kenikmatan demi kenikmatan yang membuat namja dibawahnya bernafas tersengal, melenguh dan mendesah penuh nikmat. Tak sanggup menahan diri, ia menggesekkan penisnya pada kejantanan Changmin dan mengocoknya bersamaan. Menggerakkan pinggulnya dengan cepat demi mencari friksi nikmat dari gesekan penisnya pada kejantanan Changmin, sekaligus tangannya tak berhenti bergerak naik turun memberi kenikmatan pada mereka berdua, Yunho akhirnya menggeramkan nama Changmin saat ia mencapai puncak kenikmatannya—dan terbangun dengan pakaian dalamnya yang sudah basah kuyup oleh cairannya sendiri.
Dan setelah berkali-kali mengalami mimpi basah dengan hanya Changmin sebagai bintang porno pribadinya, Yunho akhirnya mengerti bahwa ia bukan namja normal, tapi juga bukan seorang homoseksual. Ia hanya seorang Changmin-seksual. Itu saja.
.
.
.
Dan saat akhirnya peramal Jo mendatangi kediamannya dan mengatakan sudah saatnya ia menjemput calon istrinya, Yunho tak bisa menahan dirinya lagi. Ia segera bersiap-siap dan menyeret Choi Siwon untuk menemaninya ke Hannyang. Menjemput Changminnya, membawanya ke istana dan akhirnya ia bisa memiliki Changmin dengan senyum manis dan sepasang mata bulat cantk itu untuk dirinya seorang.
.
.
.
.oOHoMinOo.
~Takdir Cinta~
.
.
.
Dan saat ini, seorang Jung Yunho benar-benar merasa bersalah karena membuat tubuh dalam pelukannya itu masih gemetaran karena ia tidak menjelaskan bahwa peramal Jo tidak akan membeberkan kenyataan bahwa Changmin adalah seorang namja di depan keluarga kerajaan.
"Maafkan kelancangan hamba mengganggu waktu Yunho-wangseja bersama nona Shim. Tapi hamba rasa ini adalah waktu bagi hamba untuk menjelaskan semuanya. Hamba terlahir dari keluarga peramal bintang yang sudah turun-temurun mengabdi pada kerajaan Silla, dan selalu mengharapkan kejayaan kerajaan ini selalu terjaga." mulai peramal Jo saat ia duduk di depan kedua orang yang ia tahu akan membuat negara Silla bisa semakin besar.
"Peramal demi peramal sebelum hamba, semua menuliskan hasil ramalannya dalam sebuah gulungan demi gulungan kertas dengan nama mereka masing-masing, agar semua petunjuk bintang yang mungkin tidak terlaksana di usianya, masih bisa menjadi petunjuk bagi penerusnya."
"Tiga puluh tahun lalu, hamba membaca petunjuk bintang-bintang yang memberikan tanda bahwa sebuah bintang besar dan kuat akan lahir dalam keluarga kerajaan. Namun banyak debu bintang yang menutupi jalannya dan mungkin bisa menjatuhkannya. Dan saat itu hamba baru menyadari keberadaan bintang lain di samping bintang besar itu. Bintang itu kecil, cemerlang sebenarnya, tapi seluruhnya tertutup oleh kabut gelap yang membuat hamba sebelumnya tak menyadari keberadaan bintang kecil itu. Bintang kecil penuh kabut itu bergerak mendampingi sang bintang besar, dan bersama-sama bintang yang besar itu menjadi semakin bersinar dan semakin kuat. Seluruh debu bintang yang tadinya berkeliling di sekitar bintang besar perlahan pudar dan menghilang."
Yunho mengeratkan pelukannya pada tubuh Changmin. Ia sudah mendengar ramalan ini tujuh tahun lalu dan sudah mengerti artinya. "Mungkin aku adalah bintang yang besar itu. Namun tanpa keberadaan sang bintang kecil berkabut itu, mungkin debu bintang itu akan selalu mengitariku dan akhirnya membuatku jatuh."
Ia tersenyum saat merasakan Changmin meraih tangannya yang masih melingkar di pinggang Changmin, dan menyatukan jari-jari mereka berdua. Jemari lentik itu meremas lembut tangannya, seolah berkata kalau 'Aku tak akan membiarkanmu jatuh'.
"Pada hari-hari mendekati kelahiran Yunho-wangseja, hamba bisa melihat keberadaan bintang besar itu semakin jelas. Dan saat itu hamba tahu kalau bintang besar itu memang menunjuk pada kelahiran Yunho-wangseja. Dengan berhati-hati, hamba memberitahukan kepada Yang Mulia Wangjeonha dan Wangbi, jika dimasa depan Yunho-wangseja tidak bisa menemukan permaisuri yang tepat, jika sang bintang besar tak bisa menemukan bintang kecil berkabutnya, maka takdir kejayaan Silla yang akan dibawa oleh Yunho-wangseja tidak bisa terlaksana."
"T-tapi peramal bintang Jo, apakah anda benar-benar yakin kalau bintang kecil berkabut itu adalah aku?" tanya Changmin.
"Changmin..."
Yunho seketika itu merasakan tubuh dalam pelukannya itu menggeliat. Dengan tidak sepenuhnya rela, ia melonggarkan pelukannya pada Changmin, dan menemukan sepasang mata bulat Changmin menatap langsung padanya.
"Wangseja... hamba hanya tidak ingin kalau-kalau bintang kecil berkabut itu bukan hamba, dan hamba hanya akan menyeret jatuh wangseja bersama hamba... Hamba benar-benar tidak ingin hal itu terjadi..."
Changmin menundukkan kepalanya di bahunya, dan meskipun lirih, ia masih bisa mendengar gumaman Changmin. "..hamba benar-benar tidak sanggup jika membayangkan bahwa keberadaan hamba malah akan membuat Wangseja jatuh..."
Yunho tersenyum lembut mendengarkan pernyataan Changmin itu. Ia memeluk erat sosok yang semenjak awal sudah menggenggam hatinya, dan sekarang ia bisa merasa tenang karena orang yang sudah ia percayakan untuk selalu menjaga hatinya itu benar-benar memikirkan dirinya sedemikian rupa. Kebahagiaan benar-benar memenuhi hatinya. Karena saat orang yang kau cinta ternyata juga mencintaimu dengan sama besarnya, saat itulah kau menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
"Nona muda Shim tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Begitu Yunho-wangseja terlahir, hamba mengunjungi perpustakaan pribadi keluarga Jo yang menyimpan seluruh catatan ramalan dari setiap generasi. Dan hamba akhirnya menemukan sebuah gulungan perkamen yang sudah berusia seratus tahun. Dalam tulisan peramal sebelum hamba, ada sebuah tulisan mengenai keluarga Shim. Disitu tertuliskan bahwa di suatu masa nanti, garis keturunan keluarga Shim akan bersinggungan dengan keluarga kerajaan dalam bentuk terlahirnya bintang berkabut yang akan membantu keberadaan bintang besar paling bersinar dalam keluarga kerajaan."
"Tapi untuk hal itu bisa terjadi, garis keturunan utama keluarga Shim harus selalu di lanjutkan oleh anak pertama dari keluarga Shim yang akan selalu terlahir sebagai seorang yeoja dengan bakat seni yang akan membuat nama keluarga Shim selalu terkenal. Setiap anak pertama keluarga Shim dinikahkan, sang namja harus mau mengikuti nama marga keluarga Shim. Jika anak pertama yang terlahir bukanlah seorang yeoja, ia harus dibesarkan sebagai seorang yeoja, dinikahkan dengan namja. Ia akan tetap bisa hamil dan melahirkan keturunan berikutnya keluarga Shim dengan bantuan dari keluarga peramal istana. Karena jika hal itu ntidak dilakukan, garis keturunan keluarga Shim tidak akan bisa berlanjut, dan nantinya bintang berkabut itu tidak terlahir. Kalau bintang berkabut itu tidak terlahir, maka bintang besar itu bisa jatuh, dan itu menjadi awal runtuhnya kejayaan negara Silla."
"Karena hal itulah, selalu ada satu pengikut keluarga hamba yang dikhususkan memantau keluarga Shim dalam setiap keturunannya. Jika ada pelanggaran dalam aturan ini, maka keluarga Shim akan dianggap mengkhianati keluarga kerajaan dan mendapat hukuman. Dan semua aturan itu terbayar saat tiga tahun dari kelahiran Yunho-wangseja, hamba melihat kelahiran bintang berkabut itu, dan tak lama kemudian hamba mendapat laporan mengenai kelahiran anak pertama keluarga Shim yang ternyata merupakan seorang namja. Dari situ hamba tahu kenapa bintang itu berkabut. Karena bintang itu terlahir dalam sosok namja yang harus terselimutkan dalam penyamarannya sebagai seorang yeoja."
Penjelasan detail dari peramal Jo membuat Yunho mengingat kembali pertemuannya dengan Changmin tujuh tahun lalu. Saat Changmin kecil menjelaskan kalau peramal kerajaan memerintahkan setiap anak pertama keluarga Shim haruslah seorang yeoja. Kalau yang terlahir seorang namja, harus tetap dididik, diperkenalkan dan hidup seterusnya sebagai seorang yeoja. Kalau itu tidak dituruti, keluarga Shim akan dihukum berat dan garis keturunan keluarga Shim akan berakhir.
Ia benar-benar tidak tahu kalau semuanya itu berawal dari ratusan tahun lalu. Yang ia tahu dari peramal Jo hanyalah kalau Changmin adalah bintang kecil berkabutnya, dan mereka sudah dijodohkan oleh sang penguasa alam sendiri ratusan tahun lalu.
"...jadi, keharusan Changmin dididik dan dibesarkan sebagai seorang yeoja karena itu..." gumamnya tak percaya.
"Benar sekali Yunho-wangseja. Dan nona Shim, hamba sebagai perwakilan dari keluarga peramal bintang Jo, meminta maaf atas segala ketidaknyamanan yang harus dilalui oleh keluarga Shim dari semenjak seratus tahun lalu hingga saat ini. Kami semua tidak bermaksud menyusahkan keluarga Shim, dan hanya mengharapkan yang terbaik untuk kerajaan Silla. Setelah ini, semua aturan dan tradisi keluarga Shim yang berhubungan dengan ramalan dari keluarga Jo bisa dihentikan."
Yunho menatap Changmin yang masih ia peluk dihadapannya. Tangannya dengan sigap mengusap air mata yang ia lihat menetes dari ujung mata cantik itu. "Changmin-ah... uljimma.."
Kebingungan melanda Yunho saat ia melihat sepasang mata yang berair itu menyunggingkan sebuah senyuman lebar. "Ha-hamba tidak menangis karena sedih, Wangseja. Ha-hamba hanya bersyukur karena hamba-lah bintang berkabut milik Wangseja. Bintang yang bisa membantu Wangseja... dan tidak membuat Wangseja jatuh. Hamba menangis karena bahagia Wangseja..."
Yunho tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengecup dahi dan kedua mata Changmin. Menghapus jejak air mata dari pipi putih bersih itu dengan sayang dan penuh kelembutan.
Melihat kedua insan yang sepertinya sudah melupakan keberadaannya itu, peramal Jo kembali berdehem. "Hamba mohon undur diri karena keberadaan hamba sudah tidak diperlukan kembali disini. Anda berdua bisa beristirahat dulu berdua disini. Sebelum acara petang nanti dimulai, hamba akan menyuruh dayang untuk tidak menganggu anda berdua dan hanya akan mengingatkan jika waktunya sudah dekat." Yunho mengangguk sambil memberikan cengirannya pada peramal Jo.
"Dan agar tidak kembali mengagetkan nona muda Shim, tolong bersiap-siap untuk menikah besok lusa, karena hamba sudah membaca petunjuk bintang bertepatan dengan kedatangan anda ke istana. Sebelum itu, mohon agar nona muda Shim sebelum upacara pernikahan menyempatkan diri bertemu secara pribadi dengan hamba tanpa dampingan siapapun selain dayang Gain, karena hamba harus menjelaskan mengenai detail persiapan malam pertama nona Shim dan Yunho-wangseja. Hamba permisi dahulu."
.
.
..
..
...
...
"...Changmin-ah, bisakah kau keluar dari dalam lemari? Aku benar-benar ingin melihatmu yang bersemu merah sampai ke telinga dan leher itu~" goda Yunho yang hanya terkikik kecil saat begitu peramal Jo keluar, Changmin-nya itu langsung melepakan diri dari pelukannya, dengan mata membulat lucu dengan muka memerah hingga ke telinganya—dan langsung melesat masuk ke dalam lemari kosong yang memang ada didalam ruangan mereka itu.
.
.
.
.
.
.
~TBC~
Ela_JungShim is back~!
Yeaaaayyyy~ Ela akhirnya bisa kembali menulis lagi~ Jadi ceritanya, sesudah Ela posting chapter 6, Ela siap-siap untuk program operasi Lasik buat mata minus Ela yang udah parah. Alhamdulillah tgl 30 Agustus kemaren tindakan Lasik-nya berjalan lancar. Masa penyembuhan yang bikin Ela pakai kacatama hitam dan menjauh dari komputer dan TV sudah selesaaaiiiii~ dan siang habis dzuhur ini Ela bisa mulai mengetik dan jadilah chapter ini~!
Semoga ke depannya bisa lancar ngetik lagi, karena hari demi hari-nya Ela sudah dipenuhi dengan TVXQ lagiii~ My Muse already back~
Jangan lupa tinggalkan review penyemangat buat Ela ya~
Salam, HoMinShipper HardCore, Ela_jungshim
