Prince's Control

A screenplay fanfic by Guanbae's

.

.

.

Warning! Typo, OOC

Don't like don't read

Lai Guanlin X Yoo Seonho

Bae Jinyoung X Park Jihoon

Park Woojin X Ahn Hyungseob

and others (P'101)

Disclaimer : All cast belong to themself, the story is mine :3

.

.

.

[Chapter 5/ Tboys 3- Park Jihoon]

Baiklah sebenarnya ini terdengar konyol. Mengapa Jihoon, Hyungseob, serta Seonho tidak kabur saja ketika dipangggil ke Mroom ? Jawabannya adalah karena keesokan harinya atau malah pada hari itu juga, mereka akan habis setelah menerima kejutan dari para pangeran.

Seperti satu ember bekas pel tumpah ? Loker dicoret-coret, tas hilang, terkunci digudang, terlempar bola atau bahkan foto memalukan mereka dipasang di madding. Yahhh mau bagaimanapun juga mereka pernah memakai pakaian maid, disuruh foto jadi model calvin klein katanya, dan hal aneh lainnya karna ulah para pangeran licik itu. Hyungseob pernah berfoto bersama makhluk melata menggelikan bernama ular mengakibatkan dirinya menolak melihat benda panjang macam tali selama beberapa hari. Trauma katanya sihh. Bahkan ia membeli sepatu cekrekan /maaf pyong ga tau itu sepatu apa -PLAKK (digampar readers)/ tanpa tali.

.

.

.

Jadi hari ini, setelah kelas berakir mereka baru menuju ke Mroom. Dengan terpaksa, setengah hati, dan tentunya takut. Cihhh ini benar-benar daerah kekuasaan para pangeran, jadi mereka bisa apa ?

Rasanya seperti ingin memuntahkan isi perutmu ketika Jihoo yang mengepalai barisan mereka membuka pintu perlahan. Dan seketika mereka masuk, sudah dihadapkan pada muka garang-tapi tampan-para pangeran.

Guanlin menaikkan sebelah alisnya

"Hanya perasaanku atau kini Yoo Seonho membantahku ?"

"Aku rasa kelas sudah berakhir, anni bahkan sekolah sudah berakhir"

Baejin menatap mereka sinis, kali ini ada Haknyeon yang ikut bersama mereka. Woojin benar-benar sedang dalam mode dingin-ngambek-nya karena sedari tadi ia hanya diam tanpa ekspresi tapi tetap dengan gingsulnya. Gingsulnya belum copot ngomong-ngomong.

"Maaf tapi tadi pelajarannya penting"

Biasa, Hyungseob ngeles.

"Lagipula buat apa kami menuruti kalian sampai segitunya! Kalian itu hanya anak-anak yang bersembunyi pada kekuasaan orang tua kalian dan menjatuhkan yang lemah! Dan kalian bangga ?"

Jihoon tidak berniat berkata seperti itu awalnya. Namun didukung ketakutan bodohnya ia malah ngegas dan ngomong ceplas ceplos kaya Ong sunbae. Sedangkan dari tadi Hyungseob masih betah bersembunyi dibalik si bongsor Byeongari.

"Heiii santai Park!"

"Aku juga Park kalau kau belum lupa Haknyeon"

Itu Woojin yang suaranya kentara menahan marah matanya menatap sinis.

"Ahhh maaf-maaf.. Tapi Jihoon atas dasar apa kau berkata seperti itu ? Bukannya kau sama? Kau saja yang bodoh menolak bersenang-senang seperti kami ya kan ?"

Haknyeon ini dasarnya level B seperti Jihoon. Tapi mengapa ia bisa bersama para pangeran? Jawabannya adalah karena sifat Haknyeon yang menonjol sebagai penindas, dan sedikit playboy bermulut manis yang hobi mencampakkan orang. Maaf, maksudnya banyak playboy.

.

.

.

Suasana berubah encekam ketika Guanlin bangun dari singgahsananya dan mendekati mereka. Seonho sudah gugup setengah mati. Namun alih-alih berjalan kea rah anak ayam itu, Guanlin perlahan menghampiri Jihoon. Membuat Jihoon mundur dan akhirnya terpojok.

Terhimpit di antara Guanlin dan tembok itu tidak baik. Guanlin itu dingin dan tembok juga dingin, kamu bisa masuk angin. Teori si jenius Seonho. Tapi nyatanya benar begitu, keringat dingin sudah membasahi dahi cantik Jihoon.

Guanlin mendekatkan wajahnya ke sisi kepala Jihoon. Meniup telinganya pelan.

"Mulai hari ini kau jadi… mainanku kan ?"

Jinyoung yang sedari tadi tidak terasa eksistensinya kini memicingkan matanya. Walaupun Guanlin di sini yang tertinggi- baik tubuh maupun levelnya – ia tidak bisa seenaknya main serong kan ? Apalagi Seonho sudah jadi mainannya.

"Tunggu Guan. Kemarin perjanjiannya dia akan jadi mainanku kan ?"

Jinyoung akhirnya mengutarakan kebingungannya.

"Niatnya kemarin begitu hyunggg tapi ini Jihoonie sangat manis jadi buatku saja bagaimana hhhmm ?"

Guanlin memandang wajah Jihoon dengan tatapan menggoda. Wajan Jihoon memerah sampai ke telinga, tidak dia tidak malu. Ini benar-benar marah dicampur takut!

Meskipun sekarang Guanlin memundurkan tubuhnya, Jihoon masih saja mengeluarkan aura hitamnya. Ahhh dia benci sekaliii ! Seonho memandang kejadian yang berlangsung dengan raut bingung. Otaknya masih memproses dengan tersendat-sendat.

"Jangan serakah Guan ! Kalau memang kau mau Jihoon. Lepaskan Seonho"

Ini Woojin yang mendadak bijak. Dia seperti sedang memberi petuah kepada seseorang yang membagi hatinya. Nyatanya ini hanya sekedar masalah 'mainan'. Cck berebut seperti anak kecil saja pikirnya.

"Apa ? Apa kau baru saja menjelekkanku, .HYUNG ? YAA Bae Jinyoung cari saja yang lainnyaaa.. Jihoonie hyung tak cocok buatmu !"

Baejin yang mendengarnya sontak terkejut. Mau bagaimanapun harusnya Guanlin lebih sopan !

Guanlin mengelus pipi Jihoon, aahhh semburat merah itu menggoda sekali. Ia gemas dibuatnya. Sepertinya kenyal sekali yaa.. Dan Guanlin menggigit pipi Jihoon cukup keras untuk melampiaskan rasa gemasnya.

"AKKKHH"

Suara pekikan terdengar dari mulut Jihoon. Ia menatap sengit Guanlin yang sudah membebaskan pipinya dari gigitan. Yang dibalas dengan tatapan 'kenapa?' oleh si pemuda jangkung.

Daripada dirinya terus di sini dan amarahnya memuncak, Jinyoung meninju dinding pelan untuk melampiaskan emosinya dan memutuskan untuk pergi ke Troom, menghabiskan waktu untuk menembak tidak buruk juga pikirnya. Kemudian ia memandang dengan tatapan yang sulit diartikan dan berlalu begitu saja.

.

.

.

Tersisa Guanlin, Woojin, Haknyeon, Seonho, dan Hyungseob. Woojin mengangkat bahunya tidak peduli ketika Haknyeon menatapnya seolah bertanya. Kemudian Woojin mendekati Hyungseob yang masih bersembunyi namun kehilangan sedikit fokusnya. Ditariknya kerah baju Hyungseob dan membawanya ke Nroom, dia ingin membalaskan dendamnya atas aksi balas dendam Hyungseob kemarin. Dendam yang terbalas judulnya.

"Aaargghh pelannn pelannn.. Lapasskk.. Uhhukk.. kanhh.. hkk"

Ini Hyungseob yang merasa tercekik, dan beberapa kali tersandung kakinya sendiri. Woojin mengendurkan sedikit tarikannya namun masih enggan berbicara. Astaga Hyungseob teramat takut untuk sekedar mengeluarkan hembusan napasnya.

Ketegangan yang tersaji seolah tidak mengendur. Sampai tiba-tiba Guanlin mengembuskan nafasnya keras dan jatuh terduduk dengan nafasnya tidak beraturan dan terasa berat. Jihoon kaget bukan main. Ini pertama kalinya ia melihat seseorang mendadak kehabisan nafas. Parahnya itu Guanlin.

Guanlin menduduk dengan jari-jari tangan yang beringsut kaku. Nafasnya semakin berantakan ketika Haknyeon memapahnya ke ranjang di ruang bersantai Mroom. Kepalanya berasa akan pecah. Sebelumnya Guanlin tidak pernah seperti ini, yang Haknyeon tau. Woojin yang paling dekat dengannya cuma mengatakan Guanlin harus meminum obat setidaknya 1 kali setiap dua hari. Jadi Haknyeon dengan sigap mencari obat yang ada di tas Guanlin.

Entah kenapa terlihat Seonho juga panic di mata Jihoon, ia segera menuju kamar Guanlin di Mroom dan mengambil sebuah tube obat melewati Jihoon yang masih diam membatu. Setelah keluar, Senho melewati Jihoon dan tangannya ditahan pelan namun masih bisa membuatnya menghentkan langkah.

"Hoyaa, kamu tau Guanlin kenapa ?"

"Eummhh itu hyung..i..tu.. sejenis trauma ?"

"Trauma apa ?"

"Sesuatu yang tidak boleh kuceritakan.. maaf . Lain kali aku janji"

Kalimat akhirnya disuarakan dengan berbisik oleh Seonho. Awalnya Jihoon bingung. Bohong jika ia tidak penasaran, namun kemudian dia memutuskan untuk mempercayai Seonho dan akan menanyakan di waktu yang tepat.

Seonho mengampiri Guanlin, duduk di samping kasur dan melakukan hal tidak terduga. Haknyeon dan Jihoon yang menyaksikan kejadian barusan hanya membelalakan matanya memandang tak percaya.

-tbc-

.

.

.

Annyeong~

Pyongg di sini mau minta maaf bcs Pyong ngerasa banyak salah bangetttt sam kalian. Bukan cuma karena slow update (pyong sdh mulai sklh) tapi pyong juga ngerasa ga enak sama para authornim yg kena report. Pyongg merasa semua ini salah pyongg~ Kalau aja ga karena kejadian waktu itu mungkin ga ada ff rated yg bakal sampe gini nasibnya.. Pyong jujur aja merasa sedih banget dan tertekann.. Pyong bingung harus gimana tanggung jawab ke kalian :( Kalian bisa message atau curhat2 ke pyong berkeluh kesah semuanya bolehhh.. Semangat lagi yaa semuanyaa~ Pyong cinta kaliann~

Thanks buat semua support dan masukannyaa yaa, juga di capt depan ada hal yang ga 'terduga' sama sekali lohh hehehe :3