Chapter 7
Tik..tik…tik…
Tetes-tetes hujan yang turun bersamaan mengawali pagi hari itu. Mendung terus menggelayuti padahal seharusnya sang Mentari sudah menyinsing. Udara yang berhembus membawa hawa dingin yang dapat membuat siapa saja menggigil. Cuaca bulan Desember memang akan semakin memburuk sampai tahun baru nanti.
Pemuda berambut raven hitam yang kini tengah berbaring di sebuah ranjang mewah dengan selimut tebal membungkus tubuhnya perlahan-lahan mulai membuka mata berlian hitamnya. Rasa pening yang luar biasa langsung menyerang kepalanya. Mengerjap-ngerjapkan matanya sebentar, pemuda itu melihat ke sekeliling. Seprai dan selimut yang berwarna putih, kamar yang rapi dengan sebuah meja, sofa dan beberapa alat elektronik. Semuanya berwarna putih. Bau bunga tulip juga menyeruak dari pengharum ruangan yang digantung di dekat AC. Ini bukan kamar pemuda itu.
'Dimana aku?' tanyanya dalam hati. Pertanyaannya sepertinya akan segera terjawab ketika seseorang membuka pintu yang tepat berada di depan ranjang.
Sesosok pemuda berambut coklat panjang dan mata lavender masuk ke dalam kamar itu hanya dengan mengenakan yukata mandi berwarna ungu. Sasuke mengernyit heran tapi sakit kepala yang menderanya membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sudah bangun, bocah?" Tanya Neji sinis. Ia mendekati Sasuke dan menyerahkan sebuah cangkir yang berisi coklat panas. Sasuke mengembalikan coklat itu pada Neji yang berdiri di samping ranjang itu.
"Aku tidak suka manis," kata Sasuke. Ia meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya. Melihat hal itu Neji hanya menghela nafas dan mengambil sesuatu dari laci meja yang terletak di sebelah kanan ranjang big size itu.
"Kalau begitu telan ini.." belum sempat Neji menyelesaikan kalimatnya sasuke sudah memotong.
"Dimana aku?" Tanya Sasuke setelah sadar bahwa ia tidak berada di kamarnya. Dengan hati-hati ia membuka selimut yang menghangatkan tubuhnya. Pakaiannya masih utuh, sasuke sedikit bernafas lega.
"Kau ada di apartemenku. Semalam kau mabuk berat. Jangan berpikir aku akan melakukan sesuatu padamu… he.. bernafsu saja tidak," kata Neji ketika melihat tingkah Sasuke.
Dengan kasar sasuke meraih obat yang ada di telapak tangan Neji dan menelannya. Peristiwa semalam langsung berputar kembali dalam memori otaknya. Neji berciuman dengan pemuda berambut merah itu dan sasuke tidak suka melihatnya.
"Siapa pemuda berambut merah itu?" Tanya Sasuke tanpa sadar. Sasuke langsung merutuki dirinya sendiri karena menanyakan hal itu. Neji melangkah menuju pintu tapi berhenti sebentar untuk menjawab pertanyaan Sasuke.
"Cemburu?" Neji melengkungkan sudut bibirnya.
"Aww.." Neji merintih keras ketika sebuah bantal menghantam bagian belakang kepalanya. Neji menoleh ke belakang untuk melayangkan death glare mematikannya pada pelaku pelempar bantal itu.
"Kita harus bersiap. Hari ini kita akan menikah," Ucap Neji sembari keluar meninggalkan Sasuke yang memasang tampang kesal.
'Oh God… menikah?' Sasuke menepuk jidatnya sendiri ketika teringat bahwa hari ini ia dan Neji akan menikah. Dengan tergesa-gesa Sasuke berlari ke sebuah ruangan yang diduganya kamar mandi.
1 jam kemudian kini Sasuke dan Neji sedang dalam perjalanan menuju Uchiha Mansion dengan mengendarai mobil silver mewah milik Neji. Hujan yang mengguyur tadi pagi kini sudah tampak reda.
"Kenapa kau membawaku ke apartemenmu?" Tanya Sasuke tanpa menoleh ke arah Neji yang tengah memegang kemudi di sampingnya.
"Bukankah aku sudah memberitahumu tadi pagi? Kau mabuk dan aku tidak ingin di bunuh oleh keluargamu," Jawab Neji ketus.
'Jadi dia hanya takut pada keluargaku dan bukan karena peduli padaku? Ah, apa-apaan kau sasuke,' Sasuke tenggelam dalam pikirannya sendiri sebelum akhirnya Neji memeberhentikan mobilnya tepat di depan Uchiha mansion.
"Kita sampai, Tuan muda," kata Neji penuh dengan nada mengejek. Sasuke mendengus pelan.
Beberapa pelayan langsung menyambut mereka. Sesampainya di ruang tamu, sang kakek dan Itachi sudah menunggu mereka dengan tampang khawatir.
"Darimana saja kalian? Kenapa tidak pulang semalam? Apa kalian lupa kalau hari ini pernikahan kalian?" Tanya Itachi khawatir. Sasuke bingung harus menjawab apa, tapi Neji segera membungkuk dan meminta maaf.
"Maafkan kami, Aniki. Semalam aku mengajak Sasuke jalan-jalan dan kami pulang terlalu larut. Karena itu aku membawa sasuke ka kamarku untuk menginap," Jelas Neji penuh kesopanan. Sasuke memandang kagum terhadap acting Neji barusan.
Mendengar penjelasan Neji, mata obsinian milik Madara dan Itachi langsung menyorot ke arah Sasuke yang hanya berdiri mematung. Mereka menatap Sasuke dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Memastikan bahwa tubuh Sasuke masih utuh.
"What?" Tanya Sasuke pada keluarganya itu.
"Kalian tidak berbuat macam-macam kan?" Tanya Madara polos.
"Aaaarrrrggghhhh…" Sasuke hanya mengerang frustasi sambil menjambak rambut pantat ayamnya dan berlari ke kamarnya. Sementara Neji dan Itachi cengok mendengar pertanyaan Madara barusan.
"Hmm.. baiklah, Upacara pernikahannya akan diadakan jam 1 siang nanti. Kakashi akan membantumu menyiapkan semuanya," kata Itachi pada Neji.
"Dimana upacaranya akan berlangsung?" Tanya Neji penasaran. Ia benar-benar tidak tau menahu mengenai rencana pernikahannya ini. Semuanya sudah terurus dengan rapi.
"Kau akan tau nanti," Dengan begitu, kini Neji sudah dikawal oleh Kakashi untuk mempersiapkan segalanya.
Setelah hampir 3 jam mempersiapkan diri mulai dari kostum dan lain-lain, akhirnya Sasuke dan Neji menampakkan diri di ruang keluarga dimana semua keluarga sudah menunggu.
Uchiha Sasuke memakai hakama berwarna biru muda dan atasan berwarna Biru tua. Benar-benar warna kesukaannya. Rambut hitam ravennya masih mencuat ke belakang namun agak lebih rapi hari ini. Kulit putihnya tampak bersinar meskipun tanpa make up. Sementara Neji memakai Hakama berwarna abu-abu dan atasan berwarna biru tua. Rambut coklat panjangnya diikat rapi ke belakang.
Mereka semua yang ada di ruang keluarga berdecak kagum melihat dua orang pemuda tampan ini. Mereka tampak sangat serasi. Sasuke melirik Neji yang ada di sampingnya. Mau tidak mau Sasuke harus mengakui kalau Neji memang terlihat tampan memakai Hakama itu.
"Baiklah, kurasa semuanya sudah siap. Kalau begitu kita bisa langsung pergi ke kuil," kata Madara memimpin. Semuanya segera bersiap dan keluar dari Uchiha mansion dimana beberapa limosin mewah sudah siap mengantar mereka ke kuil. Tampak di rombongan itu Madara, Itachi dan Hyuuga Hiashi dalam satu mobil. Lalu Tenten beserta suami dan kedua anaknya, Naruto, Hinata dan Hanabi dalam rombongan berikutnya. Dan tentu saja sang kedua mempelai Neji dan Sasuke yang berada dalam satu mobil.
Kuil yang menjadi tempat upacara pernikahan ternyata terletak di tanah lapang dimana Uchiha Fugaku dan Mikoto dimakamkan. Sasuke baru menyadari keberadaan kuil itu hari ini. Selama ini ia hanya mengira tanah lapang penuh rumput hijau itu hanya merupakan makam kedua orang tuanya. Beberapa orang pendeta yang memakai Hakama berwarna hitam menyambut mereka. Mereka adalah Pendeta Shinto yang menjaga kuil budha itu. Mereka semua berbaris dengan rapi dengan sang Pendeta yang memimpin di depan serta Neji dan Sasuke yang berjalan di tengah barisan.
Sesampainya di dalam Kuil, semuanya segera menempatkan diri masing-masing. Kuil yang masih terbilang tradisonal itu menyiapkan aula mereka untuk prosesi upacara pernikahan itu.
Neji dan sasuke yang berdiri di tengah ruangan menghadap seorang pendeta dan keluarga mereka yang berdiri berjejer rapi di belakang mereka. Upacara pernikahan dengan tradisi Shinto ini memang hanya dihadiri oleh keluarga terdekat saja.
Upacara pernikahan dimulai dengan pemurnian kedua mempelai yang dipimpin oleh sang Pendeta. Sasuke tampak gugup tapi ia tetap berekspresi datar. Begitu halnya dengan Neji, ini adalah pengalaman pertamanya. Acara berikutnya yang dinamakan san-sankudo pun segera menyusul. Seorang pelayan membawa nampan berisi tiga buah cangkir. Dimulai dengan Neji yang mengambil pertama kemudian Sasuke. Gelas itu masing-masing berisi Sake dan kedua mempelai harus menghirup masing-masing Sembilan kali dari ketiga cangkir itu.
Selanjutnya upacara pengikatan janji. Suasana tampak hening dan khidmat, hanya terdengar suara komat-kamit sang pendeta yang tengah membaca doa.
"Apakah kau Hyuuga Neji menerima Uchiha Sasuke sebagai pasangan hidupmu dalam keadaan sehat maupun sakit, senang maupun susah dan kaya maupun miskin?" Tanya sang Pendeta pada Neji. Neji tidak langsung menjawab. Ia memejamkan matanya sebentar sambil menghirup nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Lidahnya terasa kelu untuk beberapa saat. Hingga akhirnya ia menjawab.
"Aku bersedia," Jawab Neji lirih.
"Lalu apa kau Uchiha Sasuke menerima Hyuuga Neji sebagai pasangan hidupmu dalam keadaan sehat maupun sakit, senang maupun susah dan kaya maupun miskin?" Kini giliran Sasuke yang jantungnya serasa ingin meledak. Memang sejak berangkat ke kuil tadi Sasuke sudah merasa tidak enak badan, bahkan ia lupa tidak meminum pil hijau seperti biasanya.
"Aku bersedia," suara Sasuke terdengar bergetar.
"Kini aku sahkan kalian menjadi sepasang kekasih," Neji dan Sasuke langsung bernafas lega. begitu juga dengan keluarga mereka. Madara yang duduk di samping Itachi tampak sedang menhapus air mata haru yang tadi sempat menetes. Sementara Lee yang tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol. Semuanya tampak bahagia sekaligus terharu. Selanjutnya giliran para keluarga yang saling bergantian minum sake. Lalu upacara ditutup dengan mengeluarkan sesaji berupa ranting sasaki yang ditujukan kepada Dewa Shinto.
"Dengan ini, Upacara pernikahan sudah berakhir." Sang Pendeta mengumumkan. Neji dan Sasuke masih dalam posisi berdiri saling berhadapan. Mereka merasa lega karena acaranya sudah selesai. Tapi..
"You may kiss your bride," kalimat sang pendeta barusan benar-benar tidak terduga oleh Neji maupun Sasuke. 'WHAT THE HELL?' teriak mereka berdua dalam hati. Mereka kira dengan upacara tradisional ini tidak akan ada acara cium-ciuman di depan umum. Mereka harus berakting lagi.
Untuk menyempurnakan aktingnya, Neji akhirnya perlahan-lahan mendekati Sasuke. Sasuke membulatkan mata onyksnya ketika kini jarak wajahnya dengan wajah Neji tinggal beberapa senti. Mata mereka terus terpaut dan seperti terhipnotis, Sasuke memejamkan matanya ketika akhirnya bibir lembutnya bertemu dengan bibir Neji. Tangan kiri Neji melingkari pinggang Sasuke sementara tangan kanannya menahan pipi Sasuke agar tidak bergerak. Tangan sasuke sendiri mencengkeram hakama Neji di bagian dadanya. Tanpa mereka sadari puluhan kamera mengabadikan momen tersebut dari pintu kuil yang terbuka lebar. Keluarga sendiri tampaknya tidak masalah dengan adanya awak media itu karena upacara sacral itu sudah selesai.
Selama momen ciuman itu, jantung Sasuke benar-benar seperti ingin melompat dari dadanya. Ini tidak seperti insiden Neji menciumnya dulu, Sasuke benar-benar mabuk dibuatnya. Namun, entah kenapa tiba-tiba kepalanya terasa pening dan pandangannya mulai kabur. Sasuke melepaskan diri dari rengkuhan Neji sebelum sebuah cairan merah menetes dari hidungnya. Dan tiba-tiba semuanya gelap. Sasuke tidak sadarkan diri namun dengan sigap Neji menangkap tubuh sasuke yang hampir saja menyentuh lantai. Keluarga mulai panic dan segera menelepon ambulance. Para wartawan dan cameramen juga tampak berebut untuk mengambil gambar Sasuke yang tampak tidak berdaya dalam dekapan Neji.
"Sasuke.." Panggil Neji sambil mnepuk-nepuk pelan pipi kenyal Sasuke. Melihat keadaan Sasuke dan juga suasana yang panic membuat Neji melupakan kebenciannya pada bocah itu.
"Kita harus membawanya ke rumah sakit." Teriak Naruto panic. Neji pun membopong Sasuke ke dalam limosin dan menyuruh supir untuk bergegas. Itachi dan yang lainnya juga segera menyusul menggunakan limosin lain. Para wartawan yang tak ingin ketinggalan juga mengikuti mereka.
Itachi segera meraih ponselnya dari saku celananya dan menghubungi seseorang.
"Sakura.." Suara Itachi terdengar panic.
"Itachi-kun.. ada apa?" Tanya Sakura.
"Sasuke sekarang sedang tidak sadarakan diri dan dalam perjalanan ke rumah sakit Himawari, kau bersiaplah disana. Ingat pesanku kemarin sakura," Itachi terus memantau mobil yang membawa Sasuke.
"Hai," Tanpa basa-basi lagi Sakura yang tengah berada di kliniknya segera meluncur ke rumah sakit yang ditunjukkan Itachi.
Sementara itu di dalam mobil yang ditumpangi Neji dan Sasuke.
"Uhuk.. Uhuk…" Sasuke yang kini berada dalam pelukan Neji terbatuk-batuk dan yang membuat Neji membelalakkan mata, keluar darah dari mulut Sasuke.
"Sasuke.." Neji berusaha membuat Sasuke sadar.
Darah yang menetes dari mulut Sasuke menodai hakami mereka berdua. Perjalanan yang hanya 10 menit terasa bertahun-tahun bagi Neji yang kini tengah dilanda kepanikan. Beberapa orang perawat langsung menyambut mereka dan segera membawa Sasuke ke UGD.
"Maaf, silahkan anda tunggu di luar," ucap seorang dokter dengan rambut sebahu berwarna pink. Di dadanya terpampang nama Sakura.
Neji langsung menghela nafas panjang dan duduk di kursi yang ada di depan ruang UGD itu. Kepanikan belum hilang darinya.
'hah.. ada apa dengan bocah itu? Apa jangan-jangan karena mabuk kemarin?' Neji bertanya-tanya dalam hati. Tak berapa lama keluarga yang lain datang dan segera memeberondong Neji dengan pertanyaan seputar keadaan Sasuke. Itachi sudah menempatkan bodyguard khusus untuk menghalau para wartawan yang ingin mengetahui keadaaan Sasuke.
"Siapa yang menanganinya?" Tanya Madara pada Neji yang tengah menyibakkan rambut panjangnya yang tampak berantakan.
"Seorang dokter dengan rambut berwarna pink. Sepertinya namanya Sakura," Jelas Neji.
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya sebuah troli* membawa tubuh Sasuke yang terbaring lemah dengan wajah pucat. Dua orang suster mendorongnya dan membawanya ke ruangan VVIP yang berada di lantai tertutup selimut sampai sebatas dada. Beberapa selang infuse juga terpasang di nadinya. Kemudian seorang dokter juga keluar.
"Itachi-kun, silahkan ikut saya," kata dokter itu. Itachi segera mengikuti Sakura. Mereka akhirnya sampai di sebuah koridor yang cukup sepi, sakura berhenti dan memasang tampang serius.
"Apa sebelum ini Sasuke sempat minum minuman beralkohol?" Tanya Sakura. Itachi mengernyitkan dahinya.
"Aku tidak tau. Baru saja ia selesai dengan upacara pernikahannya. Seteguk sake tidak akan membuatnya koma kan?" kata Itachi bingung. Sakura menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan.
"Mungkin Sasuke merasa kelelahan. Sistem metabolisme tubuhnya sangat lemah. Kadar trombositnya juga menurun. Ingat Itachi-kun, Sasuke sudah memasuki tahap stasium akhir. Aku perlu berkonsultasi dengan dokternya yang dulu untuk menentukan langkah selanjutnya." Jelas Sakura. Itachi merasa menyesal karena kurang memperhatikan adiknya. Selama ini ia pikir ia sudah melakukan yang terbaik tapi ternyata itu belum apa-apa.
"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Itachi.
"Sejauh ini ia masih baik-baik saja tapi pastikan Sasuke benar-benar terjaga dengan baik. Dia tidak boleh meminum obatnya. Dan yang terakhir, kita tidak pernah tau dengan pasti sampai kapan penderita leukemia stadium akhir bisa bertahan, jadi buatlah ia bersemangat untuk melawan penyakitnya," dengan begitu Sakura segera undur diri dari hadapan Itachi.
Sementara itu Neji yang baru saja keluar dari kamar mandi segera melepaskan Hakama bagian atasnya yang terkena bercak darah Sasuke sehingga kini ia hanya memakai Hakama bagian atas berwarna putih. Didepan ruang rawat Sasuke tinggal tersisa Madara, Naruto dan Hiashi. Itachi tampaknya tengah menengok keadaan Sasuke yang belum sadarkan diri. Neji sendiri belum tau bagaimana keadaan Sasuke saat ini. Perasaan khawatir terselip sedikit diantara relung hatinya.
'sebenarnya sakit apa bocah itu?' Tanya Neji dalam hati. Akhirnya Itachi keluar dari ruang rawat Sasuke dengan ekspresi wajah yang tidak dapat tergambarkan. Namun,keluarga Uchiha memang mahir menyembunyikan ekspresi mereka. Karena penasaran, akhirnya Neji masuk ke dalam ruangan rawat VVIP itu.
Ruangan yang didominasi warna putih itu tampak begitu sunyi. Hanya terdengar langkah pelan Neji yang perlahan-lahan mendekati tubuh Sasuke yang terbaring di atas ranjang itu. Ia tampak tengah tertidur pulas. Kedua bola mata hitam yang biasanya menyorot tajam kini tengah tertutup. Dadanya naik turun seiring hembusan nafas hangat yang keluar dari hidung bangirnya. Bibir mungil nan lembut itu juga tengah terkatup. Neji benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya pada malaikat yang tengah tertidur itu. Sangat cantik. Tanpa sadar jemari Neji menyibakkan helai-helai halus rambut yang terjatuh di dahi putih Sasuke. Namun, segera ia tarik kembali ketika sadar akan tindakannya barusan.
'Apa-apaan aku ini' kata Neji dalam hati. Gerakannya yang tiba-tiba itu ternyata membuat Sasuke terbangun. Mata obsidian yang tersembunyi dibalik kelopak mata itu akhirnya menampakkan diri kembali dan seketika bertemu pandang dengan sang lavender.
"Hmm.." Sasuke menggeliat sedikit dan melihat ke sekelilingnya. Ia berada di sebuah ruangan yang serba warna putih. Sebuah sofa, TV, tabung oksigen dan beberapa peralatan rumah sakit lainnya menghiasi ruangan itu. Sasuke mengernyit heran ketika sebuah selang infuse terhubung dengan nadinya.
"Dimana aku?" Tanya Sasuke pada Neji yang tengah memperhatikannya.
"Kau ada di rumah sakit. Kau tadi pingsan setelah upacara penikahan berakhir," jelas Neji dengan nada malas. Ia tidak berniat memanggil Itachi dan lainnya bahwa Sasuke sudah sadar. Neji kini duduk di tepi ranjang sasuke dan dengan gerakan perlahan ia menundukkan kepalanya mendekati wajah sasuke yang masih pucat.
"Apa ciumanku begitu memabukkan sampai kau pingsan begitu… Suamiku?" bisik Neji menggoda.
Seketika rona merah langsung mewarnai wajah sasuke yang semula putih pucat.
"F*ck you, Hyuuga," balas Sasuke sambil memalingkan wajahnya dari wajah Neji yang begitu dekat. Rona merah juga belum memudar dari kedua pipinya. Neji masih tetap dalam posisi itu dan menyeringai jahil sebelum…
Ceklek..
"Neji? Sasuke?"
To Be Continued
Muahahaha.. bagaimana? Akhirnya mereka menikah kan? Tinggal kawinnya aja yang belon. *dibacok*
Itu apaan sih namanya tempat tidur yang buat pasien di rumah sakit, yang bisa didorong-dorong itu loh… inyong ga tau… hahaha ngarang aja tadi namanya troli. Kalo soal upacara pernikahannya cari aja di google, aku juga dapet info dari sana. hehehe
*tarik nafas dalam2* TERIMA KASIH REVIEW NYA SEMUANYAAAAA… THANK YOU… GA TAU MAU BILANG APA… Hiks.. SAYA TERHARU… UWEEEEEE…. T.T
Sesi jawab
Yang jadi Uke siapa? Hmm.. sapa? *nengok ke Nejisasu* suit sono… hehe Uke nya SasUKE donk…
Kapan Neji tau penyakitnya Sasuke? *ngliat kalender* ga tau saya… akakaakak… sabar ya.. nanti ada waktunya kok… okok?
Jadi fic rate M? *nosebleed* jiah.. saya belum kuat euy… ntar saya belajar dulu,, hehe
Itachi udah nikah? Belum tuh makanya keriputnya dia banyak *apa hubungannya?*
Pasang kamera? Boleh.. monggo.. silahkan.. tapi nanti jgn di aplod di yutab yak..*digorok* hehe
Hubungan NejiGaara? Rahasia donk… hehe
Sasuke mabok? Gapapa mungkin… asal bukan mabok janda aja.. haha garink
TERIMA KASIH ATAS SEGALA MASUKAN DAN SARANNYA. SANGAT MEMBANTU SAYA. MOHON MAAF JIKA MASIH ADA TYPO DAN EYD YG TDK TEPAT.
Mind to Review?
With Love,
Mutmut Chan
