NARUTO beserta orang orang yang ada di dalamnya asli milik MASASHI KISHIMOTO.

Uzu cuma minjem.

Ooc. Typo bertebaran, Oc, bahasa tidak baku,

Story gajellas.

Mulai dari sini mungkin rated nya di rubah menjadi

Rated.T. semi .M. atau mungkin .M.

*Di luar gedung apartemen.

Di luar apartemen yamanaka residence yang tadinya berjalan seperti hari hari biasa, tapi sekarabg semua berubah saat terdengar suara ledakan dari dalam gedung tepatnya di lantai 13 lantai paling atas gedung apartemen tersebut semua orang panik dan berlari menjauhi gedung tersebut orang orang mengira itu adalah aksi teroris.

dari dalam toko bunga sebelah gedung apartemen terlihat gadis pirang dengan gaya rambut pony tail, berlari keluar melihat keadaan dia adalah ino , ino yang keluar melihat keadaan sekitar saat terjadi ledakan dan saat dia mendengar ledakan yang kedua kali, ino merasakan aura manusia setengah yokai yang sangat familiar baginya.

" jangan jangan ini... Naruto." batin ino yang merasakan aura tersebut segera dia berlari sambil mengambil telephone genggan/ hp nya di saku lalu mencari cari nomer setelah dapat diapun menghubungi nya. setelah menuggu cukup lama akhirnya terdengar jawaban "hallo.." jawaban dari oang yang di hubungi ino.

" hallo tsunade sama...naruto kelihatannya sedang bertarung" ujar ino yang terdengar sedikit panik.

" bertarung dimana..." tanya orang yang di panggil tsunade.

*Di dalam apartemen.

Terlihat naruto yang tubuhnya di penuhi luka dan baju yang semula rapi kini acak acakan dan sobek sana sini.

melepas blazer yang di kenakanya, kini naruto hanya mengenakan kaos hitam, dengan nafas yang masih tersengal sengal naruto harus memlebarkan matanya saat kurama sudah ada di hadapanya tanpa ada kesempatan untuk menghindar naruto harus menerima pukulan di bagian dada, ' Bugh... Uhuuk..' mengusap kasar darah yang keluar dari mulutnya, naruto harus menyilangkan kedua tanganya saat kaki milik kurama mengincar kepalanya,

tendangan kurama yang sangat kuat membuat naruto terpental kebelakang dan tubuhnya menabrak dinding pembatas ruangan hingga menciptakan retakan laba laba.

Kurama hanya menggeram menampakkan taringnya, mata merah yang semula indah kini menakutkan dengan pupil vertikal yang menatap tajam naruto yang sedang mencoba berdiri meski sempoyongan.

" kau tau kurama ini mengingatkanku pada saat kita pertama bertemu." ucap naruto pada kurama namun kurama masih tidak bergeming, naruto yang tau keadaan kurama yang tengah di kendalikan. " dia dulu juga menghajarku sampai babak belur seperti ini." naruto terus berbicara meski tau kalau kurama tidak akan menjawab, tapi naruto percaya kalau kurama pasti mendengarkan apa yang di bicarakanya.

Naruto terus mencoba berdiri menggunakan dinding sebagai pegangan. 'Brakhh..' lagi naruto menerima tendangan dari kurama hingga membuat dinding tersebut jebol, untungnya lantai tersebut kosong karena tidak ada yang mau karena kepercayaan menganggap angka13 itu angka sial.

Kabuto yang sedari tadi hanya menonton pun menyeringai malihat naruto yang di hajar oleh kurama.

" khu khu khu ternyata benar kata orochimaru sama sekuat apa pun orang itu kalau kita menyerang hatinya dia tak akan bisa membalas, kita bisa mengalahkannya dengan mudah seperti mengambil permen dari seorang bayi ha ha ha..." kabuto berbicara dengan sombongnya dan senyuman yang meremehkan.

melihat tidak ada pergerakan dari naruto yang tertimbun reruntuhan dinding kabuto menganggapnya sudah mati,

berjalan dengan santai menuju tempat naruto.

dan mendapati tubuh naruto yang pingsan dan badanya yang tertimbun reruntuhan berjalan dan duduk di depan kepala naruto lalu menarik rambut kuning naruto hingga kepalanya mendongak, sedangkan naruto hanya bisa menerima perlakuan tersebut serta matanya yang setengah tertutup hanya menatap kabuto dengan tatapan benci,

kabuto hanya tersenyum mengejek.

" kau tau uzumaki naruto atau bisa kupanggil dengan nama 'hybrid' kau yang sekarang ini tidak lebih dari seorang bayi." ujar kabuto seraya teresenyum senyum yang naruto lihat sangat menjengkelkan.

" jangan..hah..hah... pernah memanggilku dengan nama itu..hah...hah...hah. ..." ucap naruto dengan nafas terengah engah.

" apa..? jangan pernah memanggilmu dengan nama 'hybrid'..? Heh.. bukankah kenyataan bahwa kau manusia setengah kitsune. Kenapa kau tak menyalahkan ibumu yang kitsune itu yang telah melahirkanmu heh...!" kabuto langsung mengankat kepala naruto hingga tubuhnya ter angkat. " hey naruto..! mungkin setelah ini selesai aku bisa bersenang senang dengan tubuh gadis kitsune mu itu..! " kabuto melanjutkan ucapanya sambil memegang wajah naruto dan memaksanya melihat kurama yang tengah berdiri tidak jauh dari hadapanya. " kuram selesaikan sekarang." ujar kabuto pada kurama, sedangkan kurama menyiapkan tangan kanannya bersiap untuk menusuk naruto, kurama langsung berlari menuju naruto.

'Jleb.' "ohok.." tubuh naruto pun tertembus tangan kanan kurama tepat di bagian hati. dan naruto pun memuntahkan darah dari mulutnya.

Naruto yang tengah sekarat itu pun hanya tersenyum saat malihat wajah kurama meski tak berekspresi tapi dia melihat setitik liquid bening di ujung mata kurama.

Dan dengan itu naruto jatuh dengan lubang di dada kirinya sembari memejamkan mata.

sedangkan kabuto yang melihat itu pun tertawa dengan nada kemenangan, kabuto pun langsung melepaska pengaruhnya pada kurama.

Kurama yang telah sadar dari pengaruh cacing parasit yang di tanam oleh kabuto pun, langsung shock saat melihat tubuh naruto yang tidak bergerak di hadapanya dengan lubang di dada kirinya, dia hanya menutup mulutnya agar tidak berteriak saat melihat tangan kanannya yang berlumuran darah, jatuh terduduk karena tidak sanggup menopang berat tubuhnya.

" na- naruto kun...gomen..gomennasai...a...aku hiks...hikss.." kuram yang tidak bisa melanjutka perkataanya dan hanya terdengar suara isak tangis dari mulutnya, kuram pun menciba merangkak menuju tempat naruto lalu membelai wajah pucat naruto, sedangkan kabuto yang melihat adegan tersebut pun hanya memutar matanya bosan lalu berjalan menuju kurama dan langsung menarik tangan kurama hingga tubuhnya terangkat, lalu menyertnya menuju lingkaran sihir yang tadi di tinggalkanya.

" hah... untung tidak ada yang rusak.! dan yang terakhir kini tinggal darah sebagai pelengkap nya" ujar kabuto sambil melirik tangan kanan kurama yang masih berlumuran darah milik naruto, dia langsung menarik tangan kanan kurama dan langsung menyiramnya dengan air hingga darah yang tadi nya mulumuri tangan kurama kini menetes di dalam ingkaran dan langsung terserap dalam gambar lingkaran dengan banyak tulisan kanji kuno, setelah terserap semua lingkara tersebut mengeluarkan cahaya yang terang hingga membuat kabuto serta kurama menutup mata,

dan beberapa saat lingkaran tersebut meredup dan menghilang di gantikan dengan sesosok manusia yang tingginya mencapai 3meter dengan rambut hitam panjang dan memiliki janggut hiatm yang lumayan panjang memakai kimono putih pudar yang di buka bagian depanya. dia membawa guci sake berbentuk seperti labu di tangan kirinya, dialah susano'o sang dewa badai.

"Siapa yang berani memanggilku kemari...?" ucap susano'o dangan mata menatap sekeliling dan mendapati seorang gadis berambut merah dengan tatapan kosong dan seorang laki laki berambut abu abu. Dan...! Seorang pemuda yang tengah terbujur dengan lubang di dada kirinya.

#unknown place.

Di sebuah tempat dengan nuansa putih terlihat seorang pemuda yang tengah berbaring.

Naruto p.o.v.

" di mana aku apakah ini alam setelah kematian ah...mungkin benar aku sudah mati." ujarku lalu aku mencoba bangun dari tidurku dan melihat sekeliling dan hanya warna putih yang kulihat, aku pun berdiri dan berjalan entah arah mana yang aku tuju aku hanya berjalan kedepan setelah beberapa saat aku pun berhenti karena merasa sudah berjalan cukup jauh aku pun berhenti namun tiba tiba saja aku merasakan sebuah tangan yang memegang pundakku dengan gerakan reflek aku memutar tubuhku hingga mataku melihat sosok yang sangat aku rindukan.

" kaa chan.." ucapku lirih saat melihat sosok wanita dengan surai merah yang sangat kurindukan dia hanya tersenyum tipis saat mendengar aku bicara. " kaa chan..aku sangat merindukan mu kau tau." ucapku sambil memeluk tubuh kaa chan.

" kaa chan juga naruto kun..." ucap kaa chan sambil mengusap punggungku, sedangkan aku menikmati usapan tangan yang penuh kasih sayang yang sangat aku rindukan tersebut.

" ne..kaa chan apakah kaa chan yang menyambutku untuk membawa ku pergi... apakah ini alam setelah kematian..? " tanyaku pada kaa chan saat aku melepaskan pelukanki pada kaa chan, dan di jawab dengan gelengan kepala,

" bukan naruto kun butuh luka yang lebih dari itu untuk membunuh seorang kitsune sekelas dirimu..! dan ini adalah alam bawah sadarmu..!" jawab kaa chan sambil menyentil keningku, aku yang merasa aneh pun hanya menatap dengan bingung.

" bukankah aku hanya manusia setengah yokai, dan aku sudah tertusuk di hati..!" ucapku yang merasa bingung sedangkan kaa chan masih tetap tersenyum saat mendengar pertanyaanku lebih tepatnya peryataanku.

" kamu memeng manusia setengah yokai tapi kamu memiliki kekuatan atau bisa di bilang bakat alamimu, bukankah kau merasa aneh saat tangan kananmu putus kau bisa menggunakan 'fuinjutsu: exstraction' tanpa mengorbankan anggota tubuhmu, tapi sebaliknya kyuubi yang kau segel membentuk tangan baru untukmu." ujar kaa chan, aku yang sedikit oaham pun hanya menganggukkan kepala.

" kau tau bukan 'kyuubi' itu ekor sembilan sedangkan kau adalah kitsune yang masih ekor satu." kaa chan melanjutkan untuk memberi tahuku " intinya kau memiliki kekuatan yang dapat menyerap kekuatan musuh." ujar kaa chan sambil mengusap kepalaku meskipun kaa chan harus sedikit mendongak karena tubuh kaa chan yang lebih pendek dari tubuhku. aku hanya membalas dengan anggukan.

" dan kau tau bukan sistym kitsune... semakin kuat seorang kitsune maka jumlah ekornya juga bertambah, kau yang dulunya ekor satu lalu menyerap kekuatan milik ekor sembilan jadi... artinya kau adalah kitsune ekor 10 atau sekarang 'juubi'. ah waktuku sudah tidak benyak lagi ternyata." ujar kaa chan dengan raut muka sedih aku yang mendengarnya pun ikut sedih.

" tapi sebelum kau menjadi ekor 10 kau harus bisa mengalahkanya dan bersatu denganya dan ingat kaa chan selalu menyayangimu." setelah itu tubuh kaa chan pun menjadi partikel partikel cahaya kemudian masuk kedalam tubuhku dan dalam aku merasaka sensasi hangat dan nyaman. aku pu memjamkan mata untuk sesaat aku merasakan kehadiran sosok lain selain aku, aku pun membuka mata dan melihat seorang gadis dengan rambut merah panjang berwarna merah dan bermata merah serta ekor yang berjumlah sembilan dengan telinga rubah yang menghiasi kepalanya .

" kau..kurama.. kau bagaimana bisa berada di sini..? " ucapku yang melihat sosok kurama yang berada di depanku.

" aku bukan kurama, aku adalah kyuubi maskipun aku bagian dari kurama tapi saat tubuh kami di pisahkan aku memiliki kesadaran tersendiri dan aku adalah wujud dari kebencianya atau aku adalah sisi gelapnya." ujar kyuubi menjelaskan sedangkan aku hanya diam memikirkan ucapanya, belum aku sadar dari pikiranku aku langsung menerima tendangan dari kyuubi dan membuatku terpental lumayan jauh " sial tenaganya lebih kuat dari kurama " pikirku sambil menyeka darah yang keluar dari mulutku.

" kau tau aku sangat membencimu naruto

..sangat...sangat...membencimu..NARUTOO...!" teriak kyuubi dan langsung menghilang dari tempatnya aku pun langsung bersiap menerima serangan dari kyuubi, tanpa sempat menghindar kyuubi langsung berada di belakangku dan menendangku dengan keras 'Buagh' aku pun terpental cukup jauh belum selesai aku mendarat kyuubi sudah ada di depanku bersiap memberiku pukulan terkuatnya aku pun menyilangkan kedua tangan di depan dada untuk menerima pukulanya, setelah pukulanya ku tahan aku pun langsung loncat ke belakang.

" kenapa..kenapa kau tidak melawanku dan kau hanya menerima semua seranganku." ujar kyuubi dengan menundukkan kepala, sehingga aku tidak tau ekspresi mukanya, namun satu yang aku lihat kedua bahunya bergetar, sepertinya dia menangis. sesaat kemudian dia mengangkat kepalanya sehingga aku dapat melihat ekspresi datar yang di gunakanya, kemudian dia membuat sebuah bola energi di telapak tangan kananya.

" kau akan mati di sini naruto.." ucap kyuubi dengan nada dingin lebih dingin dari kutub utara. dan dia pun langsung berlari menuju arah ku, setelah cukup dekat aku hanya merentangkan kedua tanganku dan memejamkan mata.

'Grep' aku pun memeluk tubuh kyuubi, meskipun tangan kanan yang memegang bola energy tersebut mengenai tubuhku. sesaat kurasakan tubuh kuyuubi menegang kemudian di gantikan dengan getaran kecil di tubuhnya.

" kenapa..kenapa..kau tidak menghindar, apa yang kau lakukan cepat lepaskan aku..!" ucap kyuubi sambil mencoba untuk melepaskan pelukanku. sedangkan aku masih terus memeluknya dan mengelus surai merah miliknya.

" hey..tenanglah.!" ucapku sambil terus mengelus surai merahnya " kau tau..kenapa aku tidak menghindar..? karena aku memang pantas untuk mendapatkanya," ujarku.

" karena aku tidak pernah menganggap kau sebagai kyuubi.

karena kurama adalah kyuubi dan kyuubi juga kurama, meskipun kau adalah sisi gelap ataupun kebencianya kau tetap adalah kurama sang kyuubi no kitsune dan orang yang aku sayangi." ucapku sambil membuat jarak antara aku dan kyuubi, dan melihat wajah cantiknya, mata yang sedari tadi menatapku dengan penuh kebencian sekarang mengeluarkan airmata " hey sudahlah tak usah menangis" ucapku sambil mengusap air matanya.

" tapi...hiks..a-aku..hiks..hiks sudah..hiks..membunuhmu...huweee..!" ujar kyuubi dengan terisak dan di akhiri dengan tangisanya. aku yang melihatnya pun sedikit sweatdrop.

" hey..siapa bilang kau membunuhku..?, memang benar kau menusukku tepat di hatiku. tapi kau tau..? hatiku sudah lama di ambil orang..! dan luka seperti itu takbisa membunuhku" ucapku dengan lembut sambil memegang pucuk kepalanya, dia pun mendongakkan kepala menghadap ke arahku. aku hanya membalasnya dengan senyuman.

" jadi..ehm...maukah kau menerimaku dan slalu berada di sampingku dan menemaniku. ? dan tetap menjadi bagian dari diriku..?" ujarku melanjutkan dan di balas dengan anggukan kepalanya sambil mengusap air matanya yang keluar di ujung matanya.

" baiklah...kita harus menyelamatkan tubuhmu yang satunya lagi, dan dia juga orang yang aku sayangi.." ujarku dengan senyuman lebar dan mendapatkan pukulan di dadaku.

" baka...! orang yang akan kau selamatkan itu juga diriku." ujar kyuubi dengan terus memukul pelan tubuhku. dan kutangkap kedua tanganya lalu memegangnya dengan lembut lalu aku mengecup dahinya dangan penuh kadih sayang. dan akupun memejamkan mata menikmati aroma yang keluar dari tubuhnya. setalah itu tubuh kyuubi mengeluarkan sinar dan menyelimuti kami berdua. dan kurasakan kesadaran ku kembali.

Mind scape off.

Naruto pov end.

Real world.

Ino yang sedang menunggu tim Anbu datang pum shock saat merasakan energi youki naruto yang melemah dan kemudian lenyap. " ti-tidak mungkin naruto...!" tidak sanggup meneruskan kata katanya karena langit yang tadinya cerah kini menjadi gelap dengan petir dan guntur yang menyambar. dan waktupun seakan berhenti dan terjadi sebuah distorsi ruang dimensi di sertai dengan sinar yang terang. ino pun menutup matanya . setelah mereda ino pun membuka matanya dan dia pun terkejut saat dia melihat kanan kiri dan tidak mendapati seorang pun tempat yang semula ramai kini menjadi sangat sepi, masih dengan rasa terkejutnya ino di sadarkan oleh sebuah tepukan tangan yang mengagetkanya dan dia pun menengok kebelakang dan mendapati tiga orang pemuda dengan rambut hitam dengan model yang berbeda beda, dan tangan yang menyentuh pundaknya adalh seorang pemuda dengan kukit putih pucat dengan gaya rambut hitam yang tertata rapi berbeda dari dua orang yang ada di sampingnya yang sebelah kiri berambut nanas dengan tampang malas dan sebelah kanan dengan gaya rambut ekor bebek dan dengan wajah yang hanya memiliki ekspresi datar. mereka adalah, sai, shikamaru dan sasuke.

" apa yang terjadi ino dan bagaimana kita berada di sini..?" tanya sai sambil maju kesamping ino sedangkan ino hanya menggeleng tanda tidak tau.

" cih merepotkan..pasti kita berada di dimensi yang lain.! dan di mana naruto..dari tadi aku tidak merasakan energi youkinya..? " ujar shikamaru sambil melihat lihat sekeliling. Sedangkan sasuke masih terus berjalan ke depan menuju gedung tidak memperdulikan ketiga temanya yang memanggil setelah dekat dengan gedung dia pun memutar tubuhnya hingga menghadap teman temanya lalu mengambil sebuah batu dan melemparkanya jauh di belakang temanya sedangkan ketiga temanya hanya memandangnya dengan tatapan heran.

mereka bertiga pun mengikuti betu lemparan sasuke dan saat melihat batu tersebut melewati mereka dan menghilang, shikamaru yang pertama kali sadar atas perbuatan sasuke pun hanya mengngguk sedangkan ino dia langsung menunjuk nunjuk sasuke.

" KAUU..! apa yang kau lakukan HAH...! KAU GILA YA..?" teriak ino kepada sasuke sedangkan sai hanya tersenyum aneh sambil menutup telinganya.

" kau yang gila.. berteriak di telinga orang lain." shikamaru yang membalas dengan nada malas. dan mendapatkan deathglare gratis dari ino. tidak memperdulikan deathglare ino yang di arahkan kepadanya shikamaru melanjutkan ucapanya.. " sasuke hany ingin memastikan kita di dimensi lainya atau hanya sebuah kekai pelindung.." ujarnya,

" dan apa yang di dapatkanya. .?" tanya ino sambil menujuk arah batu yang di lemparkan oleh sasuke. sedangkan shikamaru hanya menghela nafas.

" kita telah masuk ke dimensi yang lain. butulkan shikamaru..?" sai yang menjawab pertanyaan dari ino

" ya... bisa di bilang begitu." ujar shikamaru lalu di mengambil sebuah pisau yang terdapat lubang untuk jari dan menggenggamnya di ikuti oleh sai dan sasuke. yang menyiapkan pedangnya kemudian mereka memasang posisi siaga dan mereka pun berlari menuju gedung di depan mereka yang mereka ketahui itu adalah gedung apartemen milik keluarga yamanaka atau milik keluarga ino.

setelah sampai di dalam mereka pun langsung menuju lift tapi sialnya lift tersebut tidak dapat di gunakan karena berbeda di mensi akhirnya mereka berlari menuju tangga untuk sampai ke atas dan tidak perlu waktu lama untuk sampai lantai atas, setelah sampai mereka pun melihat sebagian ruangan yanghancur berantakan mereka pun berjalan dengan waspada, baru beberapa langkah mereka merasakan tekanan killing intens yang sangat besar hingga membuat mereka sulit bernafas. Setelah mereka menetralkan killing intens tersebut mereka di kejutkan oleh suara yang menyeramkan dan kedatangan seorang pria tinggi besar dengan kimono putih pudar dan membawa botol sake berbentuk labu dan rambut serta janggutnya yang hitam berjalan menuju ruangan yang hancur dan mendapati sorang pemuda dengan pakaiann yang sudah rusak dan lubang di dada kirinya serta rambut kuning uang kini ternoda oleh darah.

" aku merasakan kekuatan yang besar dari pemuda ini..hmmm..tapi sayang dia sudah tidak bisa bergerak.! ". Ucap susano'o sambil memegang janggutnya, sedangkan kabuto yang merasa jengkel karena tidak di anggap.

" hey...pak tua aku yang memanggilmu jadi jangan abaikan aku.." ujar kabuto " jadi sekarang turuti perintahku.." lanjut kabuto dengan nada sombong dan melipat ke dua tangannya di depan dada, sedangkan susano'o dia mengambul tempat duduk dan bersila di samping tubuh naruto, kabuto yang merasa jengkell melangkah menuju tempat susano'o duduk dan mengeluarkan kertas mantra lalu melemparkan kedepan kemudian kertas tersebut terbakar dengan sendirinya, dan berubah menjadi abu setelah abu kertas tersebut jatuh di tanah kabuto menuangkan cairan dari botol kecil yang di simpan di saku nya, dan dari abu trrsebut keluar asp dan membentuk berbagai jenis monster atau siluman, tepatnya lima monster besar dan puluhan monster kecil dari berbagai bentuk dari mulai serangga sampai kodok. setelah semua terbentuk kabuto mengisyaratkan dengan tangan untuk maju menyerang susano'o. dan semua monster siluman tersebut langsung berlari menyerang susano'o tapi sebelum mendekati tempat susano'o, susano'o membentangkan tangan kirinya dan langsung tercipta sebuah pusaran angin dan menerjang semua siluman tersebut, sedangkan siluman yang masih sempat menhindar langsung mencoba menyerang susano'o kembali, sedangkan susano'o yang masih duduk si dekat tubuh naruto hanya menguap bosan, dia lalu mengibaskan tanga kirinya dan tercipta sebuah gelombang kejut yang langsung menghantam siluman tersebut dan membuat semua siluman terpental menabrak dinding hingga runtuh.

dilain tempat shikamaru,sasuke,sai,ino mereka hanya terperangah melihat pertarungan antara siluman ciptaan kabuto melawan susano'o yang hanya berdiam diri tanpa pindah dari posisinya dan hanya mengerakkan tangam saja bisa membuat puluhan siluman langsung terpental dan mereka pun melihat bahwa siluman tersebut meski sudah kalah berkali kali masih bisa bangun lagi dan terus menyerang susano'o. " pasti merepotkan melawan orang seperti dia " ucap shikamaru dengan nada pelan namun masih bisa di dengar oleh ke tiga temanya dan di jawab anggukan pertanda setuju oleh mereka.

" hey...! kau jangan remehkan siluman yang ku bangkitkan, mereka tidak akan bisa mati meski memiliki luka yang serius" ujar kabuto dengan nada aroganya. " meskipun kau dewa badai tapi aku yang memanggilmu dengan lingkaran sihir kontrak jadi kau harus menuruti perintahku.! " kabuto melanjutkan ucapanya sedangkan susano'o hanya memandang dari ujung mata merasa tidak tertarik oleh perkataan dari kabuto, dan dia memandang rendah sekumpulan siluman yang masih berdiri mengelilingi dirinya dan tubuh naruto.

" kau tau bocah..? dari pada kau terus menggangguku lebih baik kau mencari lawan yang sepadan aku sedang menuggu orang mungkin bisa membuatku bersenang senang."

Ujar susano'o sambil merangangkat kedu tanganya serta mernggangkan tubuhnya. " dan kalian yang bersembunyi lebih baik kalian keluar dan ikut bersenang senang ". kaget itullah yang kabuto rasakan saat susano'o berkata tersebut, sedangkan di tempat shikamaru dan laainya mereka hanya shock bagaimana dia bisa merasakan energi mereka padahal energi mereka sudah di tekan di titik terendah.

akhirnya shikamaru yang pertama kali muncul dari balik dinding yang tidak terkena dampak dari pertarungan.

kabuto yang melihat shikamaru dan yang lainya keluar daei balik dinding hanya terseyum meremehkan. " ah...aku kira siapa ternyata sekelompok tikus yang menggangu acara ku." ujar kabuto dengan nada merendahkan, sedangkan ino yang mendengar nama binatang yang menurutnya sangat menjijikan tersebut langsung muncul urat yang menyilanh di dahi nya yang tak tertutup poni tersebut, sebelum ino mulai marah sai lansung memegang bahu ino, " dan..aku melihat seekor cacing yang keluyuran tanpa induknya disini." ujar sai dengan nada inocent dan di akhiri dengan senyum watadosnya, membuat wajah kabuto memerah menahan marah. " BRENGSEKK...! Kau anak kecil aku akan membunuhmu disini." kabuto yang terpancing emosinya langsung berteriak. " ya..ya..ya.. kalau kau bisa..!" ujar shikamaru dengan nada malasnya, kabuto yang mendengar kata shikamaru yang merendahkan dirinya langsung menyuruh semua silumanya untuk maju menyerang shikamaru dan teman temanya.

Shikamaru dan lainya pun langsung menghindar karena sekor siluman badak dengan tubuh manusia mengayunkan kapak besar ke arah mereka dan meraka pun akhirnya terpencar dan di kelilingi oleh berbagai jenis siluman.

" KYAAAA...!" teriak ino yang dirinya dekelilingi oleh siluman yang siluman kodok, lipan, serta serangga.

" KYAAA...! makhluk makhluk ini lebih menyeramkan dari pada serangga milik shino.." teriak ino sambil menyebut nama dari salah satu anggota clan aburame yang terkenal dengan tekhnik serangganya.

sedangkan di suatu tempat seorang pemuda dengan jaket hodie yang menutupi kepalnya serta memakai kacamata yang sedang berada di sebuah lembah pun bersin " HAATCHIII...!".

" ada apa shino..? " tanya seorang pemuda dengan baju hitam lengan panjang serta kacamata yang berada tidak jauh dari orang yang di panggil shino. " tidak ada torune niisan, hanya saja aku merasa ada seorang yang mengataiku dan seranggaku." ujar shino dengan nada datarnya dan di jawab anggukan oleh torune.

Shikamaru yang mendengar teriakan ino pun menutup telinganya lalu dia membuat sebuah heand seal, dan keluar bayangan dari bawah kakinya berbentuk tentacle. bayangan tersebut pun memanjang ke atas lalu menusuk beberapa siluman yang mengepung dirinya serta sebuah tentacle bayangan menuju ino lalu mengikatnya dan menariknya menuju tempat sai dan menjatuhkanya " sai tolong suruh diam pacarmu itu...! teriakanya bikin telinga sakit." ujar shikamaru pada sai dan di balas dengan senyuman aneh oleh sai serta muka ino yang menjadi sedikit merah karena berada di berada di pelukan sai, namun momen romantis saiino harus di interupsi oleh sebuah pedang yang melintas di samping ino dan menebas seekor siluman yang bersiap menebas mereka berdua. " ck..bisa kita selesaikan sekarang dan pergi dari sini..!" ujar pelaku penebasan yaitu sasuke serta memandang bosan ke arah sai dan ino dan mendapat glare dari ino.

sasuke pun berlalu dan menyerang siluman yang masih tersisa di pun menebas, memotong semua siluman yang berada di depanya.

sedangkan di tempat kurama kini kurama berada di samping tubuh naruto serta mengangkat kepala naruto dan menidurkanya di pangkuanya serta mengusap rambut kuning naruto, kurama tidak memperdulikan susano'o yang berada di sebelahnya yanh sedang memandangnya dengan heran, masih terus mengusap kepala naruto sambil terus meneteskan air mata dan terus menggumamkan kata maaf

" gomen...gomene naruto kun...hiks...hiks...!".

. " hey...apa kau kekasihnya..?" tanya susano'o meski suaranya besar tapi terdengar halus, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh kurama. "Apa kau menyayanginya..?". Ujar susano'o dan di jawab anggukan oleh kurama lagi. " maka percayalah..padanya dia pasti kembali..!" ujar susan'o melanjutkan sambil meminum sake yang di bawanya, sedangkan kurama hanya melebarkan mata mendengar ucapan terakhir dari susano'o,

" tap-tapi..." belum sempat kurama melanjutkan ucapanya tiba tiba tubuh naruto memancarkan cahaya yang menyilaukan mata dan di sertai dengan angin yang mengelilingi tubuh naruto dan kurama di sertai dengan aura merah kehitaman yang menguar dari tubuh naruto. "DUAARR...!" dan di sertai ledakan energi hingga menerbangkan semua material yang berada di sekitarnya, sedangkan susano'o hanya menutup mata dan tertawa dengab keras, " ha..ha..ha...!, akhirnya..aku sudah lama menunggumu bocah...!." ujar susano'o dengan wajah dan senyuman arogan, setelah semua debu yang berterbangan mereda kini terlihat naruto yang menggunakan jubah hitam panjang yang sedang menggendong kurama dengan gaya bridal style.

Di tempat shikamaru, sasuke, sai, dan ino yang masih bertarung melawan para siluman dan kabuto harus di interupsi oleh suara ledakan. Shock mereka semua melihat sosok naruto yang berdiri sambil menggendong kurama, dengan jubah hitam yang berkibar anggun, mengambil kesempatan untuk lari sasuke langsung menuju ke tempat naruto di ikuti oleh ketiga temanya, membiarkan kabuto beserta silumanya yang masih shock. sedangkan kurama yang sedari tadi menutup mata bersiap menerima rasa sakit yang akan diterimanya setelah cukup lama dan tidak merasakan sakit, malah yang di rasakan adalah pelukan hangat seseorang, kurama pun memberanikan diri untuk membuka mata, setelah matanya terbuka dan melihat orang yang sedang menggendongnya dia pun tidak percaya apa yang di lihatnya.

" na...ruto kun..?" ucap kurama dengan nada tidak percaya sedangkan naruto yang masih menutup mata dia pun membuka matanya karena mendengar suara lembut kurama, kini terlihat mata naruto yang semula biru cerah kini berganti dengan mata merah berpupil hitam vertikal, melihat kurama sekilas dan kembali menghadap ke arah kabuto beserta silumanya, lalu mengok sekilas karena merasakan aura yang kuat serta aura manusia yang memiliki kemampuan khusus, dia pun melihat susano'o yang sedang duduk dan meminum sake yang di bawanya serta keempat temanya yang memandanginya dengan tatapan bermacam macam.

" naruto/bagaimana bisa..?" ujar shikamaru dan ino yang hampir bersamaan, naruto tidak menjawabnya malah kembali menatap ke arah kabuto dan menurunkan kurama dari gendonganya, setelah kurama berdiri tegap meski masih memegang lenganya neruto pun menjauhkan tangan kurama dari lenganya kemudian mengambil jarak dari kurama, dia pun tidak memperdulikan teman temanya yang menanyai dirinya, dirasa cukup naruto langsung melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan kawah hasil pijakanya shikamaru dan yang lainya hanya shock melihat kejadian tersebut sedangkan sasuke dia masih bisa menyembunyikan rasa kagetnya dengan gaya sok cool nya.

Naruto yang melesat kini sudah berada di hadapan kabuto yang masih berdiri tidak memiliki kesempatan menghindari pukulan dari naruto 'BUAGH..!' tercipta gelombang kejut dari pukulan naruto yang beradu dengan tubuhnya hingga dia langsung malayang kebelakang hingga menabrak dinding hingga jebol, kabuto pun terlempar keluar dari dalam gedung naruto pun langsung melesat lagi menuju tempat kabuto jatuh, kabuto yang masih terjun bebas tidak memyadari naruto yang sudah berada di belakangnya naruto pun menendang punggung kabuto hingga dia terpental ke atas naruto pun langsung menyiapkan tangan kanannya dan mengeluarkan cakar yang sangat tajam naruto pun langsung meloncat ke atas setelah sampai di depan kabuto naruto langsung menebas tubuh kabuto dengan cakarnya hingga mencptakan luka yang sangat parah dan naruto pun langsung menendang jatuh kabuto. 'BOOOMMM' tubuh kabuto yang menghantam tanah hingga membuat debu di sekitarnya berterbangan, naruto yang sudah mendarat di tanah hanya memandang tempat kabuto jatuh.

setelah semua debu menghilang kini terlihat tubuh kabuto berada di tengah kawah yang tercipta dari benturan tubuhnya, berdiri dengan santai naruto melihat kabuto yang mencoba berdiri, kini terlihat tubuh kabuto yang terluka serta banyak darah yang keluar dari mulutnya.

" kough..!" kabuto yang terbatuk dan mengeluarkan darah serta membersihkanya dengan kasar. " apa kau kira luka seperti ini dapat membunuhku dengan mudah..heeh..? Jangan bercanda..!" ujar kabuto sambil memperlihatka luka bekas cakaran yang di berikan oleh naruto kini mulai berasap dan menutup dengan sendirinya, namun naruto yang melihat kejadian tersebut hanya memandangnya dengan sebelah mata seakan tidak tertarik akan apa yang di perlihatkan oleh kabuto. Masih santai naruto berdiri melihat tubuh kabuto yang tubuhnya sudah kembali normal tanpa luka, namun saat kabuto memcoba untuk berjalan tiba tiba saja dia batuk darah dan terjatuh sambil memegangi dadanya.

" ugh..bagaimana bisa..?" ucap kabuto dalam hati karena merasakan sakit.

" apa kau bingung kenapa lukamu masih sakit..?" seakan mengerti ekspresi bingung kabuto naruto bertanya dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh kabuto. " kau mungkin bisa menyembuhkanya karena itu luka fisik. tapi..! bagaimana kalau itu adalah luka yang melukai jiwamu..?" 'Degh..!' perkataan naruto membuat shock kabuto belum sempat kabuto sadar dari rasa shocknya tiba tiba sebuah tangan monster berada tepat di wajahnya. " kau tau...? bahwa tangan ini bukan hanya melukai fisik saja, tapi beserta jiwa mu." naruto pun langsung menghantamkan tangan kanannya ke wajah kabuto hingga membuatnya terpental sangat jauh.

'Bragh..!sreeekk...!' tubuh kabuto yang terjatuh dan terseret cukup jauh, naruto yang melihat kabuto sudah berhenti dan tidak bergerak, langsung lenyap meninggalkan bayangan hitam lalu naruto muncul di depan kabuto sambil membawa bola hitam besar di tangan kanannya.

" apa ada kata terakhir.." ujar naruto yang bersiap menghantamkan bola hitam tersebut.

" dia akan mengambil kembali apa yang sudah jadi miliknya" ujar kabuto dengan nada lemah dan 'BLAARRR' bola hitam tersebut menghantam tubuh kabuto dan meledak hingga tak bersisa. naruto pun langsung meloncat ke tempat temannya berada, namun belum sempat naruto memijaki tanah sebuah tongkat menghantam tubuh naruto hingga terpental akibat kuatnya hantaman tongkat tersebut dan membuat kurama beserta yang lainya terkejut melihat tongkat yang menghantam naruto, namun naruto masih dapat berdiri dengan tegap memasang dan posisi siaga, namun sebuah suara menginterupsi nya.

" ha...ha...ha...siap untuk ronde selanjutnya bocah...?" ujar seseorang di antara kurama shikamaru danyang lainya dia adalah susano'o sang pelaku pemukulan

" Apa..maksudmu..!?" tanya kurama sambil menunjuk wajah susano'o sedangkan susano'o meneguk lagi sake yang di bawanya kemudian berdiri " ini adalah bayaran yang kuminta atas kedatanganku kesini.". Ujar susano'o sambil berjalan menuju ke arah naruto, di sis sasuke yang melihat susano'o berjalan pergi dia langsung melesat dan meloncat lalu menebaskan pedangnya secara vertikal namun hanya di tahan denga tangan kosong oleh susano'o dan melemparkanya beserta sasuke yang shock saat seranganya di tahan oleh susano'o begitu mudahnya. "Oh..ternyata kusanagi.. tapi...! kekuatanya hanya setengah dari asli nya." ujar susano'o saat melihat katana putih yang di pegang sasuke, shikamaru dan sai yang melihat sasuke begitu muadah di kalahkan langsung berlari mencoba menyerang susano'o, namun susano'o tanpa melihatnya lansung mengibaska tanganya hingga tercipta gelombang kejut yang mementalka shikamaru dan sai, "ugh..! Sial dia kuat sekali" ucap shikamaru sambil memegang bahunya yang tadi menghantam tanah, tiba tiba saja sebuah angin yang sangat kencang mengelilingi shikamaru dan yang lainya.

" ini kekkai angin..! apakah mungkin dia mau mengajak naruto duel..?" ucap lebih tepatnya pertanyaan dari sai namun tidak mendapatka respon dari yang lainya karena masih merasa bingung saat sai menengok ke arah kurama sai melihat kurama yang menangis melihat ke arah naruto berada.

" sekarang sudah tidak ada yang mengganggu kita berdua bocah... ! aku tau kau masih belum menggunakan seluruh kekuatanmu, jadi...jangan sungkan atau kau beserta teman teman mu akan mati di sini...!". ujar susano'o dengan seriangaian yang menakutkan dia pun menaruh botol sake tersebut di pinggang kirinya sambil mengikatnya dengan tali yang berada di pinggangnya. " kau lebih baik menggunakan senjata kalau kau tak mau mati dengan mudah.". susano'o melanjutkan sambil bersiap melafalkan mantra pemanggilan sedangkan naruto juga bersiap memanggil senjata yang selama ini di sembunyikanya.

"Aku panggil sang kehampaan. pedang hitam yang mengeksekusi segalanya. Keluar lah Amano murakumo.!./ jiwa yang siap menanggung seluruh beban kebencian, pedang yang menyerap kepedihan jiwa aku memanggil mu kusanagi no tsurugi. " ujar susano'o dan naruto yang hampir bersamaan, setelah pelafalan mantra yang di ucapkan naruto dan susano'o selesai keluarlah cahaya di depan naruto dan susano'o dan keluarlah sebilah pedang yang sama sama berwarna hitam namun berbeda ukuran dan bentuk, pedang milik susano'o yang duakali lebih besar dari milik naruto dan memiliki dua sisi yan tajam, sedangkan pedang milik naruto hanya memiliki satu sisi saja yang tajam.

" sebuah kehormatan bisa bertarung dengan seorang dewa seperti anda susano'o sang dewa badai. " ucap naruto sambil membungkukkan badan tanda penghormatan.

" ohh...ternyata kau sudah tau namaku, dan siapa orang yang siap aku hajar ini...he...he..he..! dan ternyata kau juga memiliki tiruan pedan dari kusanagi. Ujar susano'o sambil tersenyum aneh sedangkan naruto hanya sweat drop melihat kelakuan orang yang di sebut dewa badai tersebut.

" aku adalah uzumaki naruto manusia setengah yokai sang juubi no kitsune, dan pedang ini bukan tiruan tapi ini adalah kusanagi yang di bagi menjadi dua dan kau mungkin sudah mengetahui yang satunya lagi." ujar naruto sambil mengenalkan dirinya seraya mengangkat pedang untuk bersiap duel. " dan satu pertanyaan ku, sebelum kita bertarung, bagaimana kita bisa keluar dari sini..?" naruto bertanya dengan wajah innocence nya yang membuat susano'o tertawa terbahak bahak melihat wajah polos naruto.

"Ha..ha...ha...! Kalau itu jawabanya adalah mengalahkanku dulu bocah...! ". Susano'o berkata sambil melesat menyerang naruto, naruto pun lamgsung menyiapkan pedangnya untuk bersiap menerima serangan dari susano'o.

'Trang...!' suara pedang yang beradu di sertai dengan percikan api naruto terpental kebelakang akibat tekanan kekuatan dari susano'o, naruto langsung reflek merunduk saat sebilah pedang ingin memotong lehernya, naruto dengan cepat mencoba menusuk pelaku yang hampir memotong lehernya namun hanya angin kosong yang menerima tusukanya, naruto langsung koprol kedepan untuk menghindar dari kaki milik susano'o yang ingin menginjaknya. 'BLAAMM' tercipta sebuah kawah yang cukup dalam. Melihat kesempatan naruto langsung menebaskan kusanagi nya saat susano'o membelakanginya 'TRANG' kembali pedang saling beradu naruto langsung melompat kebelakang kemudian melesat lagi mencoba menebas susano'o namun dapat di tahan oleh pedang milik susano'o , naruto langsung melesat dengan kecepatan tinggi begitu pula susano'o hingga pertarungan hanya meninggalkan kilatan api akibat dua pedang yang saling berbenturan pertarungan dengan kecepatan kilat terus berlanjut hingga beberapa menit tiba tiba sebuah cahaya ke unguan terlihat dan 'BLARR' sebuah ledakan energi terjadi dan seseorang terlempar jatuh 'bugh!'

" kau hebat...anak muda bisa menandingi kecepatanku.! tapi...! kau tak akan bisa menembus pertahanan mutlak milikku.. dan perkenalkan 'armor astral tengu'..". Ucap susano'o yang tubuhnya di selimuti oleh aura ungu yang lama kelamaan membesar kemudian membentuk sosok samurai raksasa lengkap dengan pakaian tempurnya serta sepasang sayap di punggung dengan hidung yang lumayan panjang menyerupai paruh gagak. susano'o yang berada di dalam wujud astral tersebut pun melihat naruto yang mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya kemudian berdiri.

" baiklah aku juga tidak akan kalah darimu pak tua...! tidak perduli sekuay apapun dirimu dewa atau bukan aku akan membuatmu babak belur.." ujar naruto dengan semangat lalu memindahkan pedang yang tadi di pegangnya dengan tangan kanan kini dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya kini dia angka sejajar dengan wajahnya lalu dia pun memfokuskan tenaganya hingga keluar aura kehitaman di tangan kananya, sehingga tangannya yang berbentuk tangan monster yang hanya sebatas siku kini semakin membesar dan merubah total tangan naruto sampai lengan atasnya. " bersiaplah..pak tua...!" teriak naruto yang langsung menghilang meninggalkan bayangan hitam di tempatnya berdiri.

'Trang..! ' pedang milik atral tengu yang di miliki oleh susano'o menahan pedang naruto yang menyerangnya.

" kau terlalu cepat ratusan tahun bocah...! untuk menembus pertahanan mutlak milikku..heh..". Susano'o berujar seraya mementalkan naruto beserta pedangnya, naruto pun salto kebelakang dan mendarat di tanah.

" baiklah kalau begitu aku akan menyarang mu dengan kecepatan 'time alter last stage' " setelah naruto menyebut tekhniknya diapun menghilang dan dengan cepat berada di belakang tubuh susano'o yang berada di dalam armor astral tengu diapun menebasnya 'Tang' namun gagal naruto pun menghilang lagi dan muncul di samping kanan 'Tang..Tang..' dua kali menyerang namun tidak memberikan hasil ataupun menembus pertahan milik susano'o naruto pun langsung menhilang kembali dan muncul di atas kepala sosok astral tengu naruto pun mengayunkan pedangnya di sertai dengan aura kehitaman menuju bagian kening astral tengu 'TRAANGG...! crack...!' serangan naruto menghasilkan retakan meski tidak terlalu lebar namun itu membuat naruto optimis bisa menglahkan susano'o, karena dari retakan itu naruto melihat wujud astral tengu sedikit goyah. " heh..kau bilang tidak bisa ku tembus lihatlah sebentar lagi pak tua. " dengan teriakan tersebut naruto langsung mengayunkan pedang nya sekuat tenaga di sertai dengan aura kehitaman 'Syuuutttt...! Slash..!' "Apa..?" Shock naruto yang melihat serangan terkuatnya di hindari oleh susano'o.

" kau hebat anak muda bisa cepat mengetahui titik lemah dari armor astral tengu milikku, baik lah ini ronde terakhir untuk bermain nya.". susano'o yang muncul jauh di atas naruto bersuara sambil terbang dengan kecepatan tinggi menuju naruto, dengan pedang yang berada di tangan kiri naruto bersiap menghadapi sang dewa badai susano'o 'BLAARR...!' naruto melompat kebelakang untuk menghindari pedang besar yang di miliki oleh astral tengu, 'TRAANG..!' naruto sekali lagi harus menangkis pedang besar yang di ayunkan oleh sosok astral tengu naruto yang merasa kalah dalam hal kekuatan memilih melompat mundur dan memikirkan cara lain untuk dapat menyerang titik lemah armor astral tengu milik susano'o yang memiliki ukuran raksasa tersebut,

" baiklah aku akan bertaruh dengan keberuntungan " ujar naruto dalam hati kemudian berlari melesat karena tekhnik yang di gunakan naruto memiliki batas waktu sampai sepuluh menit naruto langsung melompat tinggi sampai di atas kepala astral tengu, naruto langsung mencoba mengayunkan pedangnya dan di sambut oleh pedang besar dari astral tengu 'TRANG' naruto menahan pedang tersebut lalu melompat ke atas dan mendarat di sisi lebar pedang milik astral tengu kemudian melompat sekali lagi menuju kening tepatnya ke area retakkan tersebut dengan menyiapkan tinjuan yang berlapis aura hitam naruto memukul di bagian kening tepatnya tempat yang berada di antara ke dua mata 'Duagh...!prang...!' tinjuan naruto berhasil menghantam titik terlemahnya dan menghancurkanya dan seketika itu sosok astral yang melindungi susano'o dari luar itu langsung lenyap bersamaan dengan naruto yang meluncur menuju tanah sedangkan susano'o mendarat dengan santai di tanah, 'BRUAGH..!' sedang kan naruto menghantam tanah dengan keras "hah...hah..hah..." naruto dengan nafas terengah engah membalikkan badan sehingga terlentang .

" kau hebat anak muda..!". Ujar susano'o dengan nada bijaksana di sertai dengan senyum tipis sedangkan naruto hanya diam mendengarkan karena tenaganya sudah terkuras habis. " bisa menembus pertahanan mutlak yang ku miliki dengan lumayan cepat dan janjiku ". 'Ctik' dengan jentikan jari susano'o melepas penghalang yang menghalangi arena pertarungan dengan shikamaru kurama dan yang lainya, kurama yang melihat penghalang nya sudah hilang langsung berlari meninggalkan tempat shikamaru.

" Naruto..!" teriak kurama saat melihat sosok terbaring di samping susano'o kurama langsung menghampiri naruto lalu menaruh kepala naruto di pangkuanya dan tidak lama di susul oleh sasuke, yang bersiaga di samping tubuh naruto menghadap ke arah susano'o. "Tenang anak muda ini sudah selesai. aku sudah cukup puas melawanya sekarang kalian boleh pergi dan untukmu juubi no kitsune.! aku merasakan akan ada masalah besar yang menantimu.! jadi bersiaplah atau kau akan kehilangan semuanya. ". Ujar susano'o yang memberi peringatan pada naruto.

" yah..apapun itu.! aku siap untuk melindungi semua yang penting bagiku dan sampai jumpa lagi." naruto membalas dengan percaya diri dan di balas anggukan serta gerakan tangan yang membuat hembusan angin yang sangat kencang hingga membuat naruto dan yang lainya menutup mata dan bertahan agar tidak terpental, setelah angin tersebut mereda mereka pun membuka mata dan apa yang di lihat mereka sekarang pemandangannya berbeda, sekarang mereka berada di gang apartemen milik yamanaka.

" Yeah...akhirnya kita kembali. "ujar naruto sebelum jatuh pingsan.

T.b.c.

Gimana jelekan bikin muntah kan, Ini chapter terpanjang yang aku buat haaah...! sudahlah... silahkan di review bagi yang berkenan *uzukage69* out.

See you next chapter.