Abolition Flame
Pinch Them
Act.07
Rokoz POV
========
Aku benar-benar tidak menyangka, kalau pemuda bernama Benzi ini mampu berubah menjadi seorang Kamen Rider. Mungkin ini berkat gauntlet yang diberikan oleh Ixora itu dia mampu melakukan 'Henshin' menjadi seorang Rider. Dan kekuatannya pun meningkat setelah dia berubah, benar-benar aku dibuat kaget olehnya. Dan sekarang dia akan menghadapi dua orang lawan sekaligus... aku harap dia mampu melawan mereka berdua sekaligus.
"Benzi... berhati-hatilah! Aku yakin mereka akan cukup merepotkanmu..." ucapku memperingatkannya.
"Tenanglah... aku yakin, aku bisa menghadapi mereka berdua sekaligus... hehe..." jawabnya percaya diri.
Hmm... jika diperhatikan, setelah dia berubah karakternya pun ikut berubah. Dia menjadi seseorang yang jauh lebih percaya diri, mungkin karena dia yakin mampu menghadapi dua lawannya sekaligus. Ya, aku harap dia benar-benar mampu. Tapi aku pun tidak bisa hanya diam saja, karena masih banyak minions Ashtray yang masih siap untuk menyerangku, ya, aku harus tetap berhati-hati dan waspada dengan serangan dari para minions itu.
Benzi POV
=======
Setelah Rokoz memperingatkan aku untuk lebih berhati-hati saat menghadapi dua orang ini, aku pun langsung bersiap-siap untuk menyerang balik mereka, dan aku tidak akan memberikan ampun pada orang yang telah menghancurkan rumahku ini... ya, tidak ada ampun bagi siapapun juga yang telah mengganggu ketentraman kehidupanku!
"Heh... kau pikir dengan begitu kau bisa menghentikan kami hah!?" Ashtray berbicara dengan penuh percaya diri.
"Aku harap kau bisa bertahan menghadapi kami berdua, karena kami tidak akan segan-segan untuk melawan mu... Heh!" Kurata menambahkan.
"Kau tidak usah takut... karena mereka pasti akan kewalahan melawan kita... Hahaha!" Zibel seakan memberiku semangat.
Ya, aku tidak bisa hanya diam, aku pun langsung mengambil inisiatif untuk bergerak lebih dulu untuk menyerang mereka berdua. Aku berlari menuju Ashtray dan Kurata, dengan kepalan tangan kananku yang di selimuti api kegelapan yang siap untuk menghantam siapapun itu yang menghalangi dan menghadangku.
"Heaaaahhh!!! Rasakan ini !!!"
"Blarrrrhh...!"
Pukulanku diterima Kurata, namun ternyata dia menangkisnya dengan hantaman pukulan tangannya. Kepalan tangan kami saling beradu cukup lama, kekuatannya terasa cukup kuat untuk menahan kepalan tangan api-ku ini.
"hehe... apa hanya segini kemampuanmu!?" Kurata mengejekku.
Terlihat dari belakang Kurata, Ashtray menyiapkan sebuah senapan besar. Senapan dengan tenaga kekuatan Photon itu sedang melakukan pengisian tenaga untuk kemudian di tembakkan ke arahku.
"Hahaha..! rasakan ini !" Ashtray tertawa sembari dia menarik pelatuk dari senapan besarnya itu, dan kemudian keluarlah sebuah tembakan tenaga photon menuju arahku dan juga Kurata. Kurata mengelak dengan cepat saat serangan itu mendekat, namun aku tidak sempat untuk menghindari serangan itu.
"Bhwoossshhh...Dhwaaarrrhh!!!"
"Hehehe...!" tawa Ashtray menghiasi suara ledakan dari serangannya padaku.
"tunggu... apa yang...!?" Kurata kaget melihat apa yang sebenarnya ada di balik kepulan asap dari ledakan serangan barusan.
Aku menyelimuti seluruh tubuhku dengan api, api ini kubuat menjadi sebuah barier, tameng untuk menangkis serangan Ashtray.
"Hahaha... Dia pikir serangan semacam itu bisa menghentikan kita!? Hahaha...!" Zibel tertawa senang karena bisa menangkis serangan Ashtray.
"Hhhoooaaaahhh!!!... Dark Flaaamme... Buurrrssst!!!!"
"Bhwooosshh..!!! Zhiuungg...Zhwoossshhh...Blaaarrr...Ghoaarrr...Dhooaaaarrrr!!!"
Lima buah bola api ku tembakkan ke arah Kurata dan Ashtray, dan bagusnya serangan ini bisa mengenai mereka berdua, membuat mereka berdua terlempar cukup jauh. Aku pun langsung menyiapkan bola api lain untuk kemudian ditembakkan lagi kepada mereka.
"s,sial ! serangan macam apa itu!? Sama sekali tidak bisa ku hindari!" Kurata bergumam sembari menahan sakit setelah menerima seranganku.
"Bhwoossshh!!! Dhoaaarrr...Blaarrr...Ghrraaarrrr!!!"
Ledakan kedua dari serangan keduaku kepada mereka, mereka kini terkapar dilantai puing gereja, yang dikelilingi api. Rokoz yang sedang sibuk menghadapi minions Ashtray kagum melihat seranganku yang mampu menumbangkan dua orang sekaligus.
"Hei, bagaimana kalau kita akhiri saja mereka...? hehehe!" ucap Zibel ingin segera mengakhiri riwayat dua musuhku itu.
Aku pun kemudian bersiap untuk melakukan serangan selanjutnya, kali ini tangan kananku ku posisikan lurus sejajar dengan bahu dan kemudian keluarlah api dari dua lubang gauntlet ini. Api ini kemudian kutarik dan membentuk sebuah busur dan panah dari api, kali ini panah api ini ku arahkan ke arah Kurata yang masih terkapar kesakitan di kejauhan sana.
"rasakan seranganku ini... Dark Flaame... Arroooooww!!!!"
Meluncurlah anak panah api ini ke arah Kurata dengan kecepatan tinggi dan berkekuatan cukup besar untuk menghancurkan sebuah mobil truk. Semoga serangan ini dapat mengenainya! Ya aku sangat mengharapkan itu!
Act.07 End
