Ahahaha, update kali ini cepet banget, ciyus. Soalnya lagi semangat, ahahaha. Mana ada seseorang yang bilang dia mau gambarin anak-anak Kiseishi lagi. Author jadi semangat dan hepi banget, hehe... Nanti author kasih linknya kalo fanartnya udah jadi.

Oh, kemaren pada bingung ya anak FW ortunya siapa. . Gini, jadi begini... yang disebut duluan seme, OK ?

Imayoshi Shoichi + Hanamiya Makoto = Imayoshi Shikimi

Himuro Tatsuya + Mibuchi Reo = Himuro Yae

Miyaji Kiyoshi + Hayama Kotarou = Miyaji Matatabi.

Kiyoshi Teppei + Hyuuga Junpei = Kiyoshi Niwato.

Dan gomen FW cuma berempat, author gaada ide mau masangin Nebuya sama siapa! Ciusan ! Bantu dong! /bantu apa/ author payah/

BTW, people, seriusan kalo Kiseishi ke masa lalu, pengennya liat muka priceless Mikado waktu Akashi kalah lawan Seirin? Author malah lebih kepo sama mukanya Fuyu dan Hyo waktu Haizaki injek kakinya Kise dan habis itu ditonjok mine pula. Tapi author aja yang kepo soal itu, kali ya.

Comment Reply:

BakaFujo: Semenya Himuro. Himuro lebih "cowok" dibanding Reo. Kan nama anaknya Himuro bukan Mibuchi. :3 Ada tuh, satu comicstrip dimana Reo sama Himuro jadian karena selalu ngawal MuraAka kencan. Mau link ? nanti saya PM. Makanya Yae nempelnya juga paling sering ke Mikado, haha.

Anak-anak FW itu anak-anaknya UK kok. Kiyoshinya kan anggota UK. tapi beda sama Kiseishi, kalo FW cuma salah satu ortu anggota UK.

Bukan Himuronya bro. TATSU-nya.

Iya, bener Fuyu anak Nijimura. Kalo Hyo anak Aokise. hah? suka BDSM kayak siapa?

OK , Daiya sama keseluruhan Kiseishi. OK. Pfft, awas gunting ama cutter, lho.

Aish, kasian Hyo sama Fuyu ente lupakan...

Ah, gapapa. Saya kan orangnya plekcibel /plekcibel apa grammar jew ? dan balesannya juga lebih panjang. Terimakasih sudah selalu menemani saya ! ^o^

Akira Yui: OK. Semuanya, ya... Seru tuh...

Guest: Ini Ryorin24 ya ? Soalnya kayaknya isi pesan kamu mirip... Kalo bukan bilang, OK?

Oh, ya? Beneran? Upload foto KTP , dong /thor, itu privasi/ digampar/ Oh! Boleh banget ! Authornya juga sifatnya rusuh soalnya!

Ih kamu gak tahu saya sudah melakukan yang lebih parah. Saya juga mengkhianati MuraAka. Asal kamu tahu saya ngeship Akashi dengan siapapun dari lingkup Teiko dan Rakuzan... Bahkan Akashi sama Coach Shirogane pun saya doyan! (astagfirullah) /diajugacurcol

FW udah saya bahas di bawah, di chapter prologue, coba cek, oke? Iya semenya Himuro. Ah, lebih gak kebayang Reo jadi seme. Kalo Himuro jiwanya masih cowok. Kalo reo, fisik sama jiwa sama-sama uke.

Hm, hm, FF yang berbeda. OK. OH IYA BANGET DONG! Tapi saya gak yakin bakal ada Nijihai . Soalnya pas SMA! Nijinya raib gitu ! Jakinya juga gimbal, males bayanginnya!

Pfft kau senengnya nyiksa Mikado sama Akashi ya. Kalo author, Jaki sama Fuyu. /jahat

Oh, sama. Author juga suka Omote. Hontou itu cuma supaya Mikado gak gary-sue aja. Mikado juga lebih sadis dibanding Akashi kalo udah marah. Kalo Akashi kan : "Aku akan membunuh siapapun yang menentangku " , kalo Mikado "Kalau aku membunuhmu, apa yang akan kau pelajari ? Kesalahanmu terlalu berat untuk dibayar dengan kematian. Aku akan menghancurkanmu pelan-pelan dengan menyakitkan, sehingga rasa sakit itu akan jadi pelajaranmu" xD

Pairingnya? Rencanya author sih selain MikaDai itu FuyuHyo, terus Fukuro juga awalnya suka Fuyu, terus pas tau Hyo suka Fuyu juga ngalah, terus akhirnya (males ngomong karena spoiler) habis itu jadian sama Matatabi. Ada juga yang ngerequest Niwato-Shikimi, tapi author juga pengen Shikimi-Yae. Kalau yang terakhir, author masih pikirkan.

ini update cepet lagi~ Enjoy~ *bales pake kissbye juga*

Myadorabletetsuya:

Halo juga, dan sama-sama.

Tidak, review anda jelas. Um, maksudnya ? Ah, gapapa. Saya juga gitu. Awalnya benci Himuro karena suka nempel sama Mura, eh pas di-crackpair sama Reo lucu juga, atau sama Haizaki yang berandal najis, eh sama Niji jadi imut. Oh, tak apa. Saya senang Anda bisa menerima mereka. Mungkin Daiya gaakan bisa sebandel Hyo-Fuyu-Fukuro, tapi seenggaknya bisa menjadi lebih tegar.

Soal ortunya FW, sudah saya buat daftar ulang disini, silakan dicek.

Terimakasih. Soalnya saya punya temen buat konsultasi bikin FF (baca: adek) yang menyarankan bahwa kalau selalu menggunakan alasan "ini kan FF! " lalu membuatnya dengan asal tanpa perhitungan, akan menjadikannya FF murahan. Oh! dan soal OC saya, itu ada yang mau gambarin, lho! Makanya saya senang sekali ^q^

Oke, semuanya, habis gitu tanding lawan GoM. Sip, Ok. Makasih.

Ya.. Saya akan tetap menulis ^q^

DlienShae

Monyet lo, masa baru ripiu satu chapter =A= Orang lu pernah gue ceritain draftnya waktu ke rumah gue.

beuh, awal-awal mah emang masih komedi ! Kesana-sana sih angst xD

Fuyu? Iya dong. Siapa dulu bapaknya. Bapaknya sih berandal, hehe.

Loh? Hyo mah emak bodoh bapak juga bodoh, jadi udah gaada harapan xD

wokeee~ ditunggu ~

Warm Regard, Hairyuu Murasakimikado/DraceEmpressa (nama asli gue lo tau kan, secara temen SD)

Scarlet Sky:

Hm, kemarin itu author belum ada ide baru. Nih, udah diupdate.

Hmm, nantinya Matatabi sama Fukuro, tapi kalo Shikimi, gatau deh, antara mau dijadiin ukenya Niwato atau semenya Yae. Atau trisoman aja? *jeger*

OK.. Rilis sebagai FF baru. OK.

Yang secret black vow... OK. bentar ya, suara masih 1-1 nih. Hehe.

Puu: "Chan" ? Umur berapa ? Umurku 18, lho. Kalau kau memang lebih tua dariku, barulah kau boleh memanggilku dengan suffix "chan" =w=

Ahh, gapapa. Seenggaknya komen FF bahasa ini gak sesedikit yang versi inggris, hohoho.

Apakh !? Masa cuma ke temen!? Ke senpai, ke kohai, ke guru, ke satpam, ke dosen, ke OB , ke bonyok , ke sepupu sekalian... /udahwoy . Author juga ketemu senpai di kampus yang ternyata baca FF ini juga, hihi.

Oh, emang. Palingan dirilis dalam bahasa inggris soalnya orang yang mau jadi ilustrator FF ini orang Jerman. Ya kan seru Kisedai VS Kiseishi. Biar greget tuh penontonnya, hihihi. Author juga udah gak sabar bikin, , dan gamau bikin tugas ^w^ /digampar emak


"Daiyacchi...Bangun... Sudah waktunya sarapan.." Ujar suatu seseorang sambil menggoyangkan badan Daiya, mencoba membangunkannya. Daiya pun dengan mengantuk menepis tangan lengan tersebut.

"Uhm... Hyo-kun... Aku masih ngantuk...Lima menit lagi..."

"Lhoo ? Ini bukan Hyo, Daiyacchi. Bangun dulu, sarapan sudah siap... " balas suara itu lagi. Daiya pun mengucek-ngucek matanya dan menemukan cahaya emas, bukan biru. Kulitnya pun tidak gelap. Daiya pun segera sadar kepada siapa dia sedang berbicara.

"Oh... Aomine-san..."

Yap, Daiya sedang bicara kepada Ryouta, "emak" nya Hyo. Daiya segera beranjak dari tempatnya, kemudian berjalan ke arah tumpukan baju, tetapi Ryouta mencegahnya.

" Eh, nggak usah ganti baju ssu! Nggak apa-apa, turun begini aja! "

Daiya pun menurut, dan turun ke ruang makan bersama si emak pirang. Di meja makan, Daiki sedang membaca koran.

" Selamat pagi, kasihku. Bagaimana kasus semalam ? "

"Untung selesai, matahariku. Oh! Ada Daiya, ya ? Dasar! Anak ini memang mirip sekali dengan Tetsu, iya kan Ryouta !? " Jawab Daiki sambil mengacak-acak rambut Daiya. Daiya sebenarnya dalam hati jengkel, tapi merasa tidak enak untuk mengatakannya. Sang istri pun mengangguk .

"Iya bener. Coba Daiyacchi miripnya sama Kagamicchi . Pasti sudah kau depak bahkan sebelum menginjakkan kaki di rumah ini. Sebentar ya, aku mau bangunkan tiga anak malam itu. " Ujar Ryouta sambil merapikan sapu tangan di leher Daiya, kemudian naik ke lantai atas lagi.

Tak lama kemudian, Ryouta kembali dengan ketiga "anak malam" itu mengekor di belakangnya, sambil mengucek-ngucek mata, berjalan sambil menyeret kaki dan bertumpu ke tembok. Setelah itu, sampai meja makan langsung menelungkupkan wajah di atas meja. Tidur. Ryouta pun menggembungkan pipinya.

"Kalian ini... Benar-benar deh ssu! Kebiasaan buruk, malam jadi siang , siang jadi malam. Semalam ngapain aja !? "

"Uhm... Kita gak ngapa-ngapain kok, cuma main PC aja semaleman ssu. Maen apa kita semalem? " jawab Hyo lemas, wajahnya masih menempel dengan meja.

"Eh.. Main pokemon bukannya ?" Jawab Fukuro dengan tidak kalah lemasnya.

"Ngaco kalian... Semalam kan kita main counter strike..." Bantah Fuyu, dari nada suaranya terdengar jelas kalau dia yang paling kelelahan, dan setelah sarapan tersedia di depan ketiga "anak malam" tersebut, ketiganya makan dengan cepat, dan setelah selesai makan, ketiganya segera beranjak dari meja makan , lalu di tengah jalan, ketiduran dengan sangat tidak elit. Daiki pun menggendong Hyo, sambil menoel pipi putranya dan mengomentari keimutannya.

"Lihat anak kita, Ryouta. Manis sekali, ya, seperti kamu waktu SMP ? "

"Iya, sayang gosong kayak kamu. Mesum pula. Malu aku tahu, sebagai ibunya" Jawab Ryouta sambil menaruh lengan kiri Fuyu di bahunya, sementara Daiya, reflek melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Ryouta ke Fuyu kepada Fukuro.

"Bodoh kamu ! Justru itu kerennya anak ini! Dia awesome kayak aku! "

"Iya aja , deh. Tapi anak ini juga... Untung miripnya sama Nijimura-senpai, ya. Coba miripnya sama Shougo-kun... Udah kubejek-bejek, kali! "

Daiya sadar sebenarnya Fuyu bangun, dia memang terkenal mudah bangun susah tidur, dan dari urat-urat yang muncul di dahinya, kemudian kali ini keping emas terbuka sedikit dan memberi kode yang samar kepada keping perak , dan kepala dengan mahkota kaca pun mengangguk samar. Kemudian ketiga orang yang entah teler atau memang kelelahan itu pun akhirnya dilemparkan ke kasur dengan ukuran 3 X 10 yang ada di kamar Hyo. Kemudian Ryouta pun langsung menempel ke suaminya sambil berkata :

"Daikicchi, kencan, yuk... Mumpung hari ini kita sama-sama libur... "

Dan respon sang suami ?

" Ngemalesin amat. Pergi sendiri sana. Mau sibuk baca bokep, nih. Kata Hyo hari ini ada anak baru debut. "

"Kau suami yang terburuk! " ujar Ryouta sambil melemparkan kaos kaki ke muka suaminya. Si suami yang notabene gosong pun langsung memeluk istrinya dari belakang dan berbisik sambil menggigit telinganya.

" Ngambekan banget sih, kayak cewek aja. Iyaaaa, kita jadi kencan kok. Mau ke mana, beb? "

" Ke mana aja... Asal sama Daikicchi." jawab Ryouta malu-malu. Sudah romantis, eh, malah dikasih jawaban yang menghancurkan suasana.

" Kalau begitu kita ke tempat pijit "plus-plus", oke? " .

Dan si dekil dilempar patung kuda (?) oleh istrinya, yang kemudian langsung lari keluar. Daiya cuma bengong melihatnya. Tak lama kemudian, Yoru pun mendatangi Daiya, menggosokkan kepaladanya ke kaki Daiya, dan menarik-narik kaki pria berambut merah itu pun. Mata biru muda terpaku pada si cheetah hitam, dan Daiya pun berjalan ke dapur, membuka kulkas, dan mulai memberi makan citah itu dengan daging mentah. Kucing besar itu nampak senang dan setelah makan, menjilati wajah Daiya. Daiya yang memang bosan pun akhirnya memutuskan untuk bermain dengan kucing besar tersebut, sampai siang, dan Daiya menyadari kalau hari sudah siang, mengecek ponselnya dan dia menerima SMS dari Ryouta yang berisi kalau akhirnya dia dan suaminya kencan pada hari itu juga, dan memintanya untuk menjaga ketiga "anak malam" itu. Daiya sebenarnya dari dalam hatinya jengkel, sayangnya dia terlalu baik untuk bilang tidak. Akhirnya hari itu Daiya memutuskan untuk membuat stew. Untuk Hyo, yang manis. Untuk Fukuro, yang pedas. Untuk Fuyu, yang rasanya ringan. Ketika Daiya menaruh makanan di meja makan, Daiya meilhat Yoru yang sedang minum susu di piringnya dan memikirkan sesuatu.


Daiya pun membuka pintu , dan melihat ketiga anak malam tersebut terlelap dengan nyenyaknya. Yakin tubuhnya sudah diatur untuk stealth mode, Daiya pun pelan-pelan melangkah , tetapi ia tak sengaja menginjak bantal kentut (yang besar kemungkinan milik Fukuro ) , tetapi Hyo dan Fukuro tak bergeming, sulit bangun seperti biasa. Yang bangun hanya Fuyu, yang setelah mengucek-ngucek matanya, segera melihat ke arah Daiya. , dan kemudian segera berguling ke sisi lain kasur untuk menghindari "serangan" Daiya, sehingga yang kena hanya Hyo dan Fukuro.

"Oh ? Kagami... Sekarang sudah jam makan siang ya... GYAH! ITU EMBER BUAT APA!? JANGAN MAIN AIR DI DALAM RUANGAN, WOY! "

"KYAAAA! DINGIIIIIINNN! SIAL! PADAHAL LAGI MIMPI BASAH NGANUIN IZAMI ASAKURA DI AIR TERJUN! "

"HYAA! APA NIH DINGIN-DINGIN!? NEGARA AIR MENYERANG! NEGARA AIR MENYERANG! "

"Oke, cukup berisiknya, kalian berdua. " Ujar Fuyu tenang sambil saling menghantamkan kepala Hyo dan Fukuro, kemudian mengalihkan perhatiannya ke Daiya.

" Kenapa kau tiba-tiba seperti ini, Kagami ?"

Daiya diam, sementara Hyo menoel Fuyu, memperlihatkan ponselnya. Fuyu mengangguk, kemudian ia menggumam pelan. Hyo dan Fukuro hanya mengangguk, sementara Daiya tidak mengerti apa yang mereka maksud. Fuyu pun menyadari kebingungan Daiya dan bangun dari kasur. , Hyo dan Fukuro mengikuti. Tetapi, ketika mereka berjalan ke meja makan, Fukuro tiba-tiba menjerit dan menempel ke Fuyu. Hyo pun mendatangi sumber ketakutan Fukuro sambil mengelusnya, dan kucing besar itu pun mendengkur nyaman.

"Tidak apa-apa kok, Midorimacchi. Yorucchi ini citah, bukan jaguar. Dia jinak, ssu "

"T...Tapi... Tetapp saja kucing ! Takut... Ih, jadi iri sama Dia-chan, deh. Soalnya waktu kita ke rumah Fuu-chan, serigalanya Fuu-chan lagi ada pelatihan nanodayo. "

Daiya tercekat, dan bertanya dengan suara bergetar kepada Fuyu.

" Nijimura-kun... Yang barusan... Apakah Midorima-kun serius? "

Fuyu mengangguk santai, tanpa melihat ke mata Daiya. Yang merespon malah Hyo.

" Iya, aku punya serigala di rumah. Memangnya kenapa ?"

"Ih, itu apa-apa banget buat Daiyacchi, Nijimuracchi ! Daiyacchi itu takut anjing! "

"Lho!? Iya ya !? Pantesan Akashi kayaknya rada bete gitu waktu aku bilang serigalaku lagi gak ada! Maaf, Kagami. Tahu begitu, lain kali bilang kalau mau ke rumahku, ya. Aku bisa atur supaya kamu gak ketemu sama serigalaku" Ujar Fuyu sambil mengacak-acak rambut Daiya. Daiya hanya cemberut. , dan Fuyu pun menyingkirkan tangannya dari kepala Daiya. Setelah makan siang,mereka pun main dua lawan dua , Fuyu-Daiya lawan Hyo-Fukuro dan berakhir seri. Tiba-tiba , ponsel Fuyu berdering, dan ketika sang cowok bersurai kaca mengecek ponselnya, matanya membelalak dalam sekian nanodetik, kemudian meletakkan ponselnya kembali.

"Barusan itu siapa, ssu ? "

"Biasa, SMS mama minta pulsa. Eh, omong-omong hari ini kita jadi gak, cabut ke sana ? "

"Ih! Jadi banget nantodayo! Kan kita udah janji, malam ini DJnya aku, bartendernya Fuu-chan, koordinator bajunya Hyo-chan! Ya kan ? "

"Iya. Kagami mau ikut ? Kita mau ke tempat asik , nih! "

" Tapi aku tak membawa baju ganti, Nijimura-kun... "

"Ah! Gampang itu ssu! Kita beli aja, gimana?"

"Nah! itu pula mauku, tumben pinter lo pinter Hyo! Okesip ! Kita jalan sekarang! " Seru Fuyu semangat, memimpin di depan, semantara Fukuro dan Hyo mengikuti sambil menggandeng Daiya. Mereka akhirnya pergi pakai mobilnya Hyo, tapi yang nyetir Fuyu. Punya sim? Punya , tapi nembak. Kalupun ketilang, kan Hyo anak polisi. Anak Kiseishi berduit semua lagi. Intinya apa? Saya sesat? Salah, Kiseishi selalu punya cara buat kabur dari masalah. Oke, kita kesampingkan dulu itu. Awalnya mereka pun pergi ke mall terdekat buat nge-make-over Daiya. Pertama mereka ke toko aksesoris.

" Kagami kayaknya cocok pake anting ini " Ujar Fuyu sambil memperhatikan satu anting berbentuk berlian. Yang lain komentar.

"Loh, Daiyacchi kan gak ditindik ?"

" Tolol. Ini kan anting klip. Gausah ditindik juga bisa pakai ." Ujar Fuyu sambil melihat-lihat aksesoris lain . Fukuro mengacungkan cincin kali ini.

"Kayaknya Dia-chan cocok pakai ini, kontras sama mata birunya "

"Enggak ssu. Daiyacchi cocoknya choker ini, cocok sama rambutnya ssu ! "

"Tidak! Kagami cocoknya pakai anting ini, biar kontras ama namanya! "

"Cincin! "

"Choker! "

"Anting ! "

"Ehm... semuanya juga gapapa kok... " Gumam Daiya lemah. Kontan, semuanya

langsung memakaikan aksesoris pilihan mereka ke Daiya dan seenaknya saja membayar. Daiya cengo melihat struk pembayarannya, walaupun begitu yang lain cuek saja. Sudah biasa, sih!


Sudah selesai membeli baju, akhirnya mereka pergi dan sampai ke tujuan mereka. Daiya cuma cengo melihat lokasinya. Dari pintu masuknya saja sudah memancarkan aura hura-hura yang kuat. Hyo pun menggandeng Daiya masuk.

Di dalam, ketika Kiseishi (minus Mikado) masuk, semuanya langsung berteriak bersemangat .

"Weeehhh! DJ kira dateng nih ! Midorima! Entar musiknya yang ajib, eakkk! "

"Wessssh ! Siiaaaapp bro! Gampang ituuu ! "

" Weeeehh! Hari ini spesial banget yaaaa, fashion coordinatornya ! Aomine ! Dandanin kita yang keren, ya !"

"Iyaaaa! Beres tuhhh! Itu mah cetekk! "

"Weeeehh! Liat tuh bartender kita hari inii! Nijimura! Awas lo ya kalo racikannya gak enak ! "

"Itu kalimat gue brooo! Awas lu ya kalo pingsan habis tiga shot! "

Begitulah, Daiya diajak clubbing sama ketiga orang itu. Tentu saja, Daiya itu sebenarnya lumayan introvert seperti ibunya. Ia pun melangkah menjauh, keluar dan hanya melihat pemandangan dari balkon. Apa sih, yang dianggap asyik oleh tiga orang itu? Ketika Daiya masuk lagi ke dalam, Hyo sudah sepenunhnya mabuk, Fukuro sudah mulai tipsy, semantara Fuyu masih sadar. Ia memutuskan untuk menghampiri Fuyu yang masih sadar, yang dengan kasar melempar salah satu botol bir ke salah satu klien.

"Oh? Kagami? Ada apa kesini ? "

"Nijimura-kun... Aku... Aku tidak ingin di sini. Aku mau pulang... "

Fuyu tersenyum, dan mengacak-acak kepala Daiya.

"Akhirnya kau mengatakannya, Kagami. "

Daiya pun memandang Fuyu dengan ekspresi heran.

"A... Apa maksudmu, Nijimura-kun ? "

Fuyu pun menjawab sambil menyingkirkan tangannya dari kepala Daiya dan kemudian menyilangkan lengannya.

"Aku sengaja membawamu kemari supaya kau meraih puncak ke-stres-anmu dan membuatmu mengatakan itu. Tadinya hanya eksperimen, tapi syukurlah berhasil hanya sampai di sini saja dan aku tak perlu menekanmu lebih jauh... "

"Me.. Mengatakan apa ? " Daiya mulai emosi, sementara Fuyu tetap tenang. Setelah melayani satu klien lagi, Fuyu pun menjawab.

" " Tidak" . Selama ini kau tak bisa mengatakannya , kan ?"

Daiya tercekat,m suaranya gemetar.

"A.. aku.. "

" Aku tak tahan lagi melihatmu terus diperbudak Akashi, Kagami. Mengatakan "tidak" bukan dosa... Kalau memang waktunya, tidak apa-apa... Maafkan aku yang sudah menekanmu seperti ini, aku tahu kau pasti tak betah dengan suasana hedonis begini. Tapi aku harap, kedepannya kau akah menjadi lebih kuat supaya tidak mudah dimanfaatkan orang. "

"... Terimakasih.. Nijimura-kun... Kalau begitu, Midorima-kun dan Hyo-kun juga berakting ? "

"Oh, mereka? Tidak, kok. Mereka memang mabuk, ini memang hobi kami setiap minggu. Pulanglah, Kagami. Jemputan sudah kusiapkan... Bawa juga dua bocah tolol itu, ya. Aku masih ada sedikit keperluan yang harus diurus. "

Daiya pun menyeret Fukuro yang kali ini sudah sepenuhnya teler, dan Hyo dibawa oleh salah satu bawahannya Fuyu.


Setelah yang lain pergi, Fuyu berpaling ke seorang pria berambut hitam-ralat, ungu tua, dengan mata sipit seperti rubah dan alis seperti kecebong.

"Selamat malam, Imayoshi-san. Ada yang bisa kubantu ?"

Shikimi hanya tersenyum penuh makna, lalu menjawab salam Fuyu.

"Kok kamu formal begitu, Nijimura-kun? Aku jadi merasa tua... Dan lagi, kamu kok tidak terkejut aku ada di Jepang? "

" Imayoshi-san kan memang lebih tua daripadaku, jadi aku pakai honorific. Apa salahnya? Tadi ada yang mengirimiku SMS. "

"Rasanya seperti bukan kamu. Kamu kan, selalu memanggilku dengan nama pribadiku. " Jawab Shikimi tenang. Kemudian dia melanjutkan dengan senyum licik dan matanya sedikit terlihat.

"Atau kamu sebenarnya terguncang atas apa yang terjadi pada ibumu? Dan lagi, sepertinya yang memberimu pesan kami akan berkumpul di Jepang bukan seseorang yang kukenal, ya? "

Fuyu tercekat, kemudian dengan dingin menjawab.

"Apa yang terjadi diantara ibu kita bukan urusanku. Dan tidak, Imayoshi-san tidak kenal dengan gadis itu. "

"Masa? Tapi suaramu bergetar, lho... "

Kali ini, akhirnya keping perak bertatapan sinis bertemu dengan keping obsidian bertatapan licik , dan cowok bersurai bening mendesis.

"Bagaimana kalau Imayoshi-san katakan keperluan Imayoshi-san sekarang juga? "

"Tahu tidak, sebenarnya aku sudah melihatmu dari tadi sejak kau datang. Teman-temanmu imut semua, ya... Kalau mereka kenapa-kenapa, apakah kamu akan marah ?"

" Kalau Imayoshi-san melakukan apa-apa kepada mereka, aku akan membalasnya dengan jauh lebih sadis dan menyakitkan. Dan asal tahu saja, anak berambut merah itu, "pelayan" kesukaannya Akashi Mikado yang itu, tahu kan? Aku ragu bahkan Imayoshi-san berani cari gara-gara dengan Keluarga Akashi. "

"Ih, seram. Takut , ih. Baiklah, cukup sampai di sini. Aku akan mengatakan keperluanku sekarang. Ingat ini, Fuyu. Aku datang untuk menyatakan pernyataan perang resmi sebagai pemimpin Forgotten Warlords, kepada Kiseki No Keishi. Nah, aku sudah menyelesaikan keperluanku , karenanya aku permisi... Sampai jumpa, Nijimura-kun. "

Sambil memperhatikan Shikimi yang berjalan menjauh, Fuyu pun menggertakkan giginya. Dia harus segera merapatkan ini dengan Mikado dan Yukina...


OK, done! itu chapter 7! Gomen singkat... Tapi lumayan kan update kali ini cepet? Hehe... Akhirnya anggota pertama FW muncul ! Mana topiknya gak enak gitu, lagi. Emang mereka berdua yang paling banyak rahasianya, Fuyu sama Shikimi .

OK, see u next time! *kasih kissbye* *readers muntah*