Disclaimer : Detektif Conan milik Gosho Aoyama.


Ruang Rindu

Epilog

By Enji86

Berhari-hari kemudian...

Jam dinding baru menunjukkan pukul 6 pagi saat Shiho sibuk memasukkan sampah yang ada di tempat sampah di dapur ke dalam kantong plastik sampah untuk dibuang di tempat sampah yang tak jauh dari rumahnya.

"Buang sampah, membangunkan Zuzu, masak sarapan, mengantar Zuzu ke sekolah lalu berangkat ke rumah sakit" ucap Shiho dalam hati mengingat-ingat jadwal kegiatannya hari ini sambil memasukkan sampah ke kantong plastik sampah.

Setelah semua sampah-sampah itu aman dalam kantong plastiknya, Shiho melangkah menuju pintu depan dengan kantong sampah di tangannya. Begitu Shiho membuka pintu, betapa terkejutnya dia mendapati punggung dan kepala Shinichi menghantam lantai di dekat kakinya berdiri. Kelihatannya Shinichi bersandar pada pintu yang sebelumnya tertutup itu jadi begitu pintu itu terbuka, mau tidak mau Shinichi harus menanggung akibatnya.

"Kudo-kun..." seru Shiho.

"Kau ini apa-apaan sih, sakit tahu" ucap Shinichi mengomel sambil bangkit berdiri dan mengelus-elus belakang kepalanya yang baru saja bertabrakan dengan lantai.

"Bukankah ini salahmu sendiri. Kalau kau tidak mau jatuh seperti itu, seharusnya kau jangan bersandar pada pintu rumah orang" ucap Shiho yang menaikkan alisnya sambil menatap Shinichi.

"Yah, kau ada benarnya. Tapi seharusnya kau juga memeriksa sebelum membuka pintu. Siapa tahu ada orang yang bersandar di pintumu" ucap Shinichi tidak mau kalah.

"Kudo-kun, apakah kau mau terus berdebat tentang siapa yang salah jika orang yang bersandar pada pintu rumah orang lain jatuh menghantam lantai karena si empunya rumah membuka pintu, atau menjelaskan padaku kenapa pagi-pagi begini kau muncul di depan pintu rumahku setelah menghilang berhari-hari" ucap Shiho dalam satu tarikan nafas.

Shinichi hanya bisa ber-wow dalam hati. Betapa hal kecil bisa mereka perdebatkan selama berjam-jam jika mereka berdua benar-benar ingin melakukannya.

"Sebenarnya aku sampai di sini dini hari tadi tapi aku tidak ingin mengganggumu jadi aku tidur sambil bersandar di pintu rumahmu" ucap Shinichi.

"Kudo-kun, itu tidak menjelaskan kenapa kau ada di pintu rumahku pagi-pagi... atau sejak dini hari tadi" ucap Shiho datar.

"Yah, tidak ada alasan khusus. Hanya saja, istriku sudah mencampakkan aku karena aku tidak bisa memberinya anak dan dia menuduhku berselingkuh. Karena hal itu juga, keluarga dan teman-teman dekatku marah padaku dan memusuhiku. Jadi, di sinilah aku" ucap Shinichi.

Shiho menghela nafas.

"Kelihatannya semuanya berjalan tidak baik" ucap Shiho sambil mengamati bekas-bekas memar di wajah Shinichi.

"Yah, begitulah" sahut Shinichi.

Mereka berdua diam selama beberapa saat sebelum Shiho bertanya lagi.

"Lalu apa yang terjadi dengan pekerjaanmu?" tanya Shiho.

"Aku mengundurkan diri. Aku merasa aku tidak cocok menjadi inspektur. Menjadi detektif swasta lebih cocok untukku karena aku bisa lebih bebas menyelidiki suatu kasus daripada ketika menjadi inspektur" jawab Shinichi.

Lalu mereka berdua berdiam diri lagi. Kali ini lebih lama dari sebelumnya. Tidak tahu apa lagi yang harus dikatakan kepada orang yang ada di hadapannya karena terlalu banyak hal yang harus dibicarakan tapi tidak bisa diungkapkan.

"Kukuruyuk" suara perut Shinichi memecah keheningan diantara mereka berdua.

Shiho tidak bisa menahan senyum yang terbentuk di bibirnya sementara wajah Shinichi menjadi merah karena malu.

"Apa kau mau sarapan bersama kami?" tanya Shiho sambil menyodorkan kantong sampah yang ada di tangannya.

"Dengan senang hati" jawab Shinichi sambil tersenyum lalu mengambil kantong sampah yang disodorkan Shiho.

Shiho masuk kembali ke dalam rumah untuk membangunkan Suzuna dan meninggalkan pintu depan dalam keadaan terbuka sementara Shinichi melangkah keluar dari rumah Shiho untuk membuang kantong sampah di tangannya ke tempat sampah yang berada tidak jauh dari rumah Shiho. Setelah membuang sampah, Shinichi melangkah kembali ke rumah Shiho, masuk ke dalam dan menutup pintu di belakangnya.


Catatan Penulis :

Karena satu dan lain hal, aku baru bisa nulis fic multichapter baru di bulan Februari.

Mungkin sepanjang sisa bulan Januari ini aku akan menulis songfic di akhir pekan karena ada yang request.

Terima kasih kepada para reviewer atas support-nya selama ini.

Sampai jumpa di cerita selanjutnya!