New Savior : Uchiha Uzumaki Naruto

Uzu No Ken

Terik matahari menyinari Konohagakure menghangatkan desa terkuat di dunia Shinobi itu. Desa tersembunyi di balik dedaunan menghilang dari pandangan. Sorotan sinar matahari menyemangati aktivitas padat warganya, menyinari langsung 4 patung wajah ninja terhebat dari masa kemasa sejak di dirikannya desa itu. Seperti biasa burung-burung beterbangan indah di atas langit cerah pagi itu.

Kantor Hokage

"Jadi kau menguji kemampuan Naruto saat ini?" Tanya Sandaime yang berdiri di tepi jendela sambil menikmati hembusan asap pipa tembakaunya.

"Begitulah... Aku sengaja menginstruksikan pada Kakashi untuk melakukan latihan kerjasama team dengan lawan silang sebagai kedok agar tidak terlihat dia sedang di uji" jawab Yondaime serius dari kursi empuk kagenya.

"Memikirkan cara genius untuk mengelabuhi seorang genius" gumam sandaime sedikit tersenyum mengetahui maksud perkataan Minato. "Bagaimana pun juga tidak semudah itu mengelabuhinya Minato" lanjutnya.

"Aku tau Sandaime.. " Respon pelan Minato sambil mengerjakan beberapa tugas hariannya sebagai seorang Kage. "Bagaimanapun juga ia adalah seorang Prodigy sebelum ia koma dan saat ini ia sangat rentang karena telah mengetahui kebenaran tentang jati dirinya. Kepercayaannya pada Konoha saat ini sedikit goyah dan akan lebih buruk lagi jika ia tau kalau aku sengaja melakukan itu untuk mengetes kemampuannya" lanjut Minato berhenti sejenak dari pekerjaannya menatap veteran Kage yang menganggukan kepalanya setuju.

"Melawan seorang genius memang tepat untuk Genius sepertimu" komen senyum tipis Sandaime.

"Ia memutuskan untuk menyembunyikan kekuatannya tanpa ingin mengungkapnya dan melawan council adalah bukti kalau kepercayaannya pada kita kini hampir tidak ada lagi. Jika Uzu masih ada mungkin ia akan pergi dari Konoha dan tinggal di sana." Ucap Minato serius menatap lurus ke depan. "Kemungkinan ia masih mentetap di Konoha karena tidak ada tempat lain yang akan ia tuju, terlebih atas apa yang terjadi pada Uchiha" lanjutnya.

"Kau salah akan hal itu Minato" komen tidak setuju Sandaime. Minato langsung menatapnya penasaran. "Selama aku hidup di, Naruto kun akan selalu ada di konoha apapun yang terjadi. Ia adalah cucuku, meski bukan cucu kandung tapi akulah yang membesarkannya. Rumahnya adalah Konoha, itu adalah harga mutlak" lanjut Sandaime menjelaskan maksudnya.

Ia tau betul bagaimana watak Naruto selama ini, meski ia sedikit ragu akan Naruto yang sekarang. Tapi kenyataannya ia dipercayai dengan memperlihatkan sharingan yang di sembunyikan dari orang lain, membuktikan bahwa Naruto menganggapnya spesial dari kebanyakan orang di konoha. Kenyataan bahwa Naruto melawan perintah Hokage dan Council merupakan bukti kalau ia sudah tidak mempercayai pemerintahan Konoha.

"Mungkin anda benar bahwa anda adalah satu-satunya alasan untuknya tinggal menetap di desa ini. Tapi sampai kapan akan terus seperti ini?" Tanya Minato menyandarkan tubuhnya di Sandaran kursi Kage, menghela napas seperti lelah akan permasalahan akhir-akhir ini.

"Kita semua hanyalah manusia biasa yang di batasi oleh umur dan kita adalah Shinobi dimana kematian kapan saja bisa mendatangi kita tanpa peringatan. Sampai kapan ia akan bertahan?" Lanjutnya serius.

"Aku hanyalah seorang tua renta saat ini Minato dan hanya kasih sayang yang dapat kuberikan padanya. Aku tidak ingin mempengaruhi pemikirannya untuk tetap percaya pada Konoha seperti yang kau inginkan. Semua tergantung padanya apakah ia ingin menetap atau meninggalkan desa ini" respon pelan Sandaime menatap kearah wajah para kage di bukit tinggi belakang desa.

"Hai... Aku sudah menduga kalau anda akan mengatakan ini. Sudah merupakan tugas kami selaku generasi penerus untuk mencoba menunbuhkan kembali rasa percayanya pada desa ini" minato berhenti sejenak menatap Sandaime. "Aku merasa malu pada Kushina jika aku tidak berhasil membuatnya tetap di desa. Kushina sangat mencintai Konoha bahkan merelakan nyawanya, tapi balasannya... " Lanjutnya penuh penyesalan.

"Sudah tidak ada gunanya menyesalinya Minato. Yang bisa kau lakukan saat ini adalah bagaimana caranya agar ia mencintai Konoha seperti dulu lagi. Naruto yang sekarang ini akan melawan lebih kuat lagi jika kau mencoba memaksanya. Hanya dengan cara lembut yang bisa merubah keputusannya" ucap Sandaime. Minato menganggukan kepalanya setuju akan perkataan Sandaime barusan.

"Jadi benar adanya kabar tentang Jinchuuriki yang selamat setelah biju dalam tubuhnya di keluarkan?" Suara baru yang berasal dari jendela belakang Sandaime, suara seorang pria dewasa.

"Hai... Diluar dugaan kita semua.. " Jawab Minato serius melirik kearah pemilik suara."Lama tidak bertemu Sensei.." Lanjutnya menyapa sosok itu.

"Secara teori sangatlah mustahil seorang bisa selamat dari pengextrakan biju. Bagaimana bisa seperti ini?" Tanya sosok itu kembali sangat penasaran.

"Mungkin bisa dianggap sebagai sebuah keajaiban atau juga sesuatu yang telah di rencanakan." Kali ini Sandaime yang menjawab. "Apa kau sudah menyelesaikan pengembaraianmu Jiraiya?" Lanjutnya.

"Bisadi bilang seperti itu Sensei, tapi kau tidak menjelaskan secara lengkap apa maksud dari sesuatu yang telah di rencanakan" ucap Jiraiya masih penasaran.

"Kushina meninggalkan Chakrnya di dalam segel kyuubi yang hanya akan keluar saat segel itu rusak atau dengan kata lainnya saat kyuubi akan di keluarkan atau mencoba untuk keluar." Jelas Minato. Jiraiya mendengarkan serius penjelasan Yondaime.

"Dia mempersiapkannya?" Tanya tidak percaya Jiraiya. Ia mengenal Kushina dengan baik dan sangatlah mustahil bagi seorang kushina memiliki pemikiran sejauh itu.

"Semua di luar perkiraan kita. Ia bertemu dengan Naruto kun di alam bawah sadarnya, lalu memberikan chakranya pada Naruto. Secara ajaib, chakra itu mengalir sempurna di dalan tubuh Naruto Kun, memperbaiki sistem tangketsunya dan memberikan kehidupan yang baru untuknya. Seolah Kushina mengetahui kalau konoha akan melakukan ini pada anaknya dan mempersiapkan semuanya" lanjut Minato menjelaskan.

"Dan ia menceeitakan semuanya pada Naruto, semua yang telah di tutup rapat selama ini. " Tambah Sandaime kembali menghembuskan asap rokok dari pipa tenbakaunya. "Bocah yang malang.. " Lanjutnya.

"Bagaimana reaksinya?"Tanya Jiraiya.

"Buruk... Ia berubah 180 derajat dari dirinya yang dulu Sensei. Aku bahkan tidak mengenal lagi Naruto yang sekarang" jawab Minato mengepal erat tangan kanannya.

"Jika aku berada di posisinya pastinya aku mungkin akan menghancurkan Konoha dengan semua yang kubisa. Sangat wajar jika kepribadiannya berubah setelah semua yang ia lewati, semua perlakuan yang ia alami" respon pelan Jiraiya dan Sandaime mengangguk setuju. "Aku mengerti kenapa ia berubah" lanjutnya.

"Untuk sejenak kita lupakan dulu masalah itu.. " Komen Minato menatap serius senseinya. "Jadi kabar apa yang kau bawa Sensei?" Tanyanya.

Jiraiya menarik napas menutup mata terlihat sangat serius. Ia benar-benar berbeda saat ini. "Ada dua hal yang aku bawa dan kedua-duanya buruk" Minato dan Sandaime menyipitkan mata mereka.

"Apa maksudmu Jiraiya Kun?" Tanya Sandime penasaran.

"Orachimaru mendirikan desa di sekitar Kusagakure dengan nama yang aku belum ketahui. Tapi yang jelas ia seperti mengumpulkan kekuatan untuk melakukan sesuatu" ucap Serius Jiraiya.

"Hmpphh... Orachimaru yah... Apa yang sebenarnya ia inginkan?" Gumam Sandaime menghela Napas mengingat murid kesayangannya itu.

"Apapun itu sepertinya tidaklah baik. Bagaimanapun juga ia masih memiliki dendam ke Konoha dan pada anda Sandaime Sama. Kita sebaiknya tetap waspada pada gerak-geriknya" komen serius Minato di jawab anggukan oleh Jiraiya.

"Jadi kabar buruk yang kedua apa?" Tanya Sandaime mengalihkan pembicaraan dari bahan Orachimaru. Ia tidak ingin mengingat muridnya itu untuk saat ini karena di kepalanya cukup banyak masalah yang menggunung.

"Tentang Anak Dalam Ramalan" jawab Jiraiya.

Minato menyipitkan kedua matanya cepat. "Ada apa dengan itu? Bukankah semua sudah jelas?" Lanjutnya.

"Memang benar, dugaanku kau adalah anak itu, tapi kenyataannya Petapa Katak mengatakan informasi yang masih samar-samar. Ia mengatakan kalau satu kuridku akan menjadi child of prophecy dan yang lainnya akan menjadi faktor terbesar dalam perubahan dunia Shinobi. Aku masih belum mengerti jelas akan hal itu" jelas si Gama Sanin.

"Kau hanya memiliki dua murid, Minato dan Bocah Ame yang kau ceritakan. Tapi mereka telah tewas beberapa tahun yang lalu, jadi kemungkinan itu adalah petunjuk kalau kau di perintahkan mengangkat murid lagi yang akan menjadi anak dalam ramalan. " Komen Sandaime mencoba menganalisa permasalahan Jiraiya.

"Aku setuju dengan itu Sensei.. Lagi pula sudah saatnya kau melatih generasi baru" tambah senyum Minato.

"Aku juga tidak tau apa yang harus kulakukan selanjutnya karena keputusanku akan berpengaruh di masa depan. Aku benar-benar tidak tau" gumam Jiraiya bingung

"Biarkan waktu yang menjawabnya" ucap Sandaime Serius. "Jika semua telah diatur maka tidak akan ada yang di kewatkan apapun itu. Biarkan semua mengalur melalui jalur yang seharusnya jiraiya" lanjutnya dengan senyum.

"Hai.. Tapi bukan itu yang aku khawatirkan untuk saat ini" Minato dan Sandaime kembali menatap Gama Sanin itu serius. "Gamamaru Sama mendapatkan penglihatan baru di masa depan tentang prophecy" lanujutnya.

"Apa penglihatannya berubah?" Tanya Minato bingung. Semua sudah jelas sebelumnya tentang Child of Prophecy karena itu Jiraiya mengembara untuk mencari jawaban atas ramalan itu.

"Bukan berubah, mungkin di sebut penglihatan tambahan." Jiraiya berhenti sejenak menatap Minato sangat serius. "Ini tentang Bocah Neraka yang akan mengubah Dunia menjadi sesuatu yang benar-benar buruk." Mata Sandaime dan Minato langsung melebar.

"Bocah Neraka?" Gumam bingung Sandaime.

"Apa ada penglihatan lain tentang ramalan itu? Mungkin bisa di jadikan petunjuk dan kita bisa mencegahnya" tanya Minato Serius.

"Petunjuknya... Gamamaru Sama mengatakan kalau kekuatannya sangat luar biasa. Ia memiliki dan menyempurnakan kekuatan di dunia, kekuatannya sma dengan alam ini dan bisa memotong Gunung hanya dalam sekali tebasan pedangnya. Aku ragu kalau kita bahkan bisa mendaratkan satu pukulan padanya" jawab Jiraiya terlihat sedikit putus harapan.

"Bahkan Hashirama Sama tidak dapat memotong Gunung hanya dalam sekali sabetan pedang. Siapapun dia pasti akan sangat mengerikan" komen serius Sandaime.

"Ia akan menyempurnakan kekuatan di dunia ini. Kekuatannya sama dengan alam" gumam minato mencoba menebak teka-teki itu. "Jika kekuatannya sama dengan alam berarti itu adalah Senjutsu" lanjutnya.

"Bahkan senjutsu tidak sebanding dengan kekuatan Alam Minato.."Komen tidak setuju Jiraiya.

"Kau benar Sensei.. Tapi kekuatan Alam adalah senjutsu dan jika Gamamaru sama mengatakan bahwa ia akan menyempurnakan kekuatan di dunia, kemungkinan kalau ia akan menyempurnakan senjutsu setara dengan alam. Dengan kata lain, ia tidak akan langsung kuat dan masih berlatih menyempurnakan kekuatan. Kita bisa mencarinya dan mencegahnya melakukan hal yang buruk". Lanjut Minato menjelaskan. Jiraiya melebarkan matanya dan sebuah senyuman terlihat di wajahnya.

"Kau memang benar-benar genius Minato.." Ungkap Jiraiya mengangkat jempolnya ke arah muridnya. "Jadi kita tinggal mencari siapa yang bisa menggunakan Senjutsu selain aku dan kau" lanjutnya semangat.

"Jika Bocah Neraka itu ada, lalu apa yang akan dilakukan oleh anak dalam ramalan yang akan menghentikan kehancuran dunia?" Tanya bingung Sandaime.

"Disitulah letak permasalah utamanya... Anak dalam ramalan yang akan mengubah dunia dan akan menjadi anak yang diramalkan memiliki hubungan satu sama lainnya dengan Bocah Neraka ini. Gamamaru Sama mengatakan bahwa, jika kekuatan Bocah Neraka ini Sempurna bahkan rikudo Sennin tidak dapat menghentikannya" jawab Jiraiya sangat serius.

Minato dan Sandaime hanya bisa menatap penasaran sedikit depresi membyangkan siapa Bocah Neraka ini. Jika bahkan rikudo Sennin tidak dapat menghentikannya maka dunia benar-benar diambang kehancuran, meski ada harapan dari anak yang diramalkan yang masih merupakan misteri.

'Aku hanya berharap kalau ia bukanlah Naruto Kun' pikir Sandaime.

Training ground 07

Angin sepoi menghembus dedaunan pohon menggugurkan beberapa dan membawanya keatas tanah. Kakashi, dan team 12 kini saling berhadapan satu sama lainnya, bersiap untuk melakukan pertarungan mereka setelah team 7 telah menyelesaikan bagian mereka. Kini giliran team 12 yang akan melawan Jounin pembimbing team 7, Hatake Kakashi.

"Baiklah... Aturannya sama dengan team 7 tadi saat melawanku" suara Zabuza sebagai instruktur pertarungan terdengar memberikan istruksi. Haku berdiri di tengah dengan Naruto di bagian Kanan dan Sai di kiri. "Di perbolehkan menggunakan seluruh kemampuan yang kalian miliki untuk merebut lonceng. Waktunya satu jam dan Mulai..."Lanjut Zabuza memulai pertarungan.

"Aku tidak yakin kalau Kakashi Sensei akan menanggapi serius pertarungan ini" gumam Sakura masih duduk diatas tanah kelelahan.

"Hn.. Dia adalah Jounin Elite Koniha, juga Jounin Sensei team 7. Ia tidak akan mungkin mengalah karena kita juga gagal melakukannya" tambah Sasuke setuju.

"YOSH... HAJAR TEAM 12 SENSEI..." Teriak semangat Menma menyemangati Senseinya.

'Yah... Aku juga ingin melihat sejauh apa Naruto bisa menggunakan Sharingannya' pikir Sasuke setuju menyeringai.

Bersama team 12

"Aku tidak tau kemampuan kalian bagaimana, dan kerja sama team kita bagaiman. Tapi aku sungguh ingin melawannya saat ini setelah lama tidak pernah bertarung" ucap Naruto dengan grin di wajahnya terlihat senang. Dua rekannya hanya menatapnya bingung.

"Kau tentu tidak sebodh itu berpikir kalau kau bisa mengalahkan Jounin sendiri Baka" komen ketus Haku di tambah anggukan oleh Sai.

"Hatake Kakashi adalah mantan kapten Anbu dan sangat mustahil jika bisa dikalahkan oleh Jounin yang ada di Konoha, apalagi hanya seorang Jounin" komen Sai.

"Aku tau itu..." Jawab Naruto dengan senyuman semakin lebar. Kakashi menyipitkan matanya menatap penasaran apa yang akan Naruto Lakukan. "Tapi itulah yang aku cari.. Bertarung melawan seorang di atasku" lanjutnya yang akhirnya menghunus katana dari punggungnya.

Mata Zabuza dan Kakashi melebar melihat katana yang Naruto cabut. "Ka-katana itu" gumam keduanya Shok mengenali katana Naruto.

"NARUTO... Dari mana kau mendapatkan Katana itu?" Tanya serius Kakashi.

Sisi lain.

"Hah... Apa spesialnya Katana itu? Terlihat biasa bagiku" gumam Menma tidak mengerti.

"Kau salah Bocah" ungkap serius Zabuza membuat team 7 menatapnya penasaran. "Katana itu bukanlah katana biasa. Logamnya terbuat dari besi hitam langka yang hanya ada di uzushiogakure dan kini sudah tidak ada lagi. Sangat mudah menghantarkan Chakra dibandingkan logam apapun dan sangat kuat dibandikan apapun juga di dunia ini" mata team 7 melebar mendengar penjelasan Zabuza.

'Sehebat itukah? Tapi bagaimana Kaa Chan bisa memberikan katana itu pada Naruto dibandingkan aku anaknya' pikir geram Sasuke iri melihat Naruto mendapatkan sesuatu yang kuat.

"Tapi dari mana ia mendapatkannya?" Tanya bingung Sakura

"Terakhir kali pedang itu di pegang oleh Uzumaki Kushina dari Konohagakure yang merupakan S rank kenjutsu" ucap zabuza.

"Uzumaki Kushina? Aku tidak pernah mendengar nama itu di Konoha" gumam bingung Menma.

"Tch. Kalian mengatakan diri kalian Shinobi Konoha tapi tidak tau para pendahulu kalian.." Gumam kesal Zabuza.

Team 12.

"NARUTO... DARI MANA KAU MENDAPATKANNYA" tanya tegas Kakashi kembali.

"Kau mempertanyakan itu berarti Yondaime belum mengatakan siapa aku yang sebenarnya" jawab Serius Naruto. "Tapi itu tidaklah penting, karena aku mendapatkan katana ini sebagai warisan dan aku adalah pewaris tunggalnya.

'Pe-pewaris tunggalnya.. Ma-maksudnya.. ' Pikir Shok Kakashi, terlihat zabuza juga mengalami Shok yang sama tau apa maksud perkataan Naruto.

"Sebaiknya jangan lagi menghabiskan waktu dan segera memulai pertarungannya tebayou" ungkap semangat Naruto mengarahkan kataananya ke bawah menyentuh permukaan tanah dengan ujungnya.

"Baiklah... " Ucap Kakashi merogoh kantong perlengkapan Shinobinya. Team 7 hanya bisa sweetdrop mengetahui apa yang akan di lakukan Kakashi Hatake.

"Kurasa kau bisa memulainya... Naruto" ucap Kakashi mengeluarkan buku orange dari tas kecil itu.

Haku dan Sai menyipitkan kedua mata mereka bingung atas apa yang dilakukan Kakashi. "Tsk... Ia bahkan tidak menganggap kita sebagai lawannya" gumam Haku tidak Suka dan Sai mengangguk setuju.

"Di dunia Shinobi, mereka yang terpancing emosi adalah orang yang akan pertama mati. Bukannya begitu.. Kakashi San" suara Naruto yang muncul di belakang si Jounin dengan katananya langsung di arahkan kepinggangnya. Mata Kakashi melebar merasakan sentuhan ujung katana itu, tidak percaya kalau Naruto bisa bergerak secepat itu.

Sisi lain

"Ba-bagaimana dia bisa dibelakang Sensei se-secepat itu?" Tanya Shok Menma, melebarkan mata tidak percaya akan penglihatannya sendiri.

'Apa yang terjadi? Aku bahkan tidak bisa melihat gerakannya' pikir shok Sasuke.

'Boch itu bukan bocah biasa.. Ia melakukan Shunshin No jutsu sangat cepat bahkan tanpa heandseal' pikir zabuza menyipitkan matanya mengetahui trik Naruto.

Team 12

'Gerakannya sangat cepat.. Mataku tidak bisa mengikutinya. Ini adalah informasi untuk Danzo sama' pikir Sai serius mengamati Naruto.

'Apa yang baru saja terjadi? Apa itu Shunshin? Tapi aku tidak melihatnya melakukan handseal? Jika itu kecepatannya, bagaimana mungkin?' Pikir penasaran Haku.

"Aku tidak percaya ada seorang genin yang bisa melakukan Shunshin No jutsu secepat yang kamu lakukan. Tapi kau terlalu terburu-buru menyerangku tanpa mengetahui kekuatanku sebelumnya" suara malas Kakashi terdengar dari belakang Naruto, mengarahkan kunai ke leher pemilii rambu merah itu.

"Yatta... Kau tidak mungkin mengalahkan kakashi Sensei Baka.. " Teriak Menma dari kejauhan mengetahui kalau Kakashi yang kini memegang kendali.

Naruto meresponnya hanya dengan sebuah senyuman tipis membuat Kakashi dan semua yang ada di sana penasaran akan arti senyuman itu. Natuto meneruskan tusukannya menusuk Kakashi di depannya yang langsung berubah menjadi asap.

"Kau benar... "Gumam Naruto pelan. "Kau tidak seharusnya menyerang seseorang tanpa mengetahui apa yang bisa ia lakukan" lanjutnya. Tiba-tiba semua berubah, Kakashi pada posisi pertamanya sedangkan Naruto sudah berada di tempatnya semula samping Haku.

Sai melebarkan matanya terkejut, Haku melebarkan kedua matanya lalu perlahan menggerakkan kepalanya menatap Naruto. "Ba-bagaimana ka-kau bisa ada di-disini.." Gumamnya bingung sangat terkejut.

Sisi Lain

"CHA... Apa yang terjadi... " Teriak Sakura bingung tidak tau akan apa-apa

'Ssstt... Semua yang terjadi hanyalah sebuah genjutsu? Tapi kapan ia melakukannya? Aku tidak melihat ia melakukan heandseal melepaskan Genjutsu' pikir Sasuke mengepal erat tangannya. 'Sial... Seberapa kuat kau sebenarnya Naruto' lanjutnya semakin geram.

"Hey... Bagaimana si baka itu bisa berada di tempat itu? Ia tadi sudah menyerang Kakashi Sensei, dan.. Dan... Apa YANG SEBENARNYA TERJADI.. " Teriak Menma depresi bingung atas apa yang terjadi.

'Ia melepaskan Genjutsu untuk menipuku dan membuatku keluar dari persembunyianku sendiri. Aku bahkan tidak mengetahui kapan ia melepaskan genjutsu itu, dia berada di level Sasuke atau Menma' pikir Kakashi menatap serius Naruto. "Kapan?... Kapan kau melepaskan Genjutsu.." Tanya Kakashi serius.

"GENJUTSU... " Teriak spontan Menma dan Sakura terkejut dan menyadari kalau semua hanyalah Genjutsu.

'Ternyata dia memang bukan dianggap bocah semarangan' pikir Haku tersenyum menatap Naruto.

'Danzo sama akan senang mendengarkan informasi yang kubawa nanti' pikir Sai.

"Bukankah kemampuan shinobi sebaiknya di rahasiakan tebayou.. " Jawab Naruto sedikit tersenyum. Kakashi menyipitkan bola matanya sedangkan Zabuza menyeringai. "Sama halnya seperti saat kau melepaskan Kage Bunshinmu tadi, aku juga mempunyai rencanaku sendiri" lanjutnya serius.

Seolah angin mengrti kapan ia harus berhembus, rambut Naruto dihempaskan membuatnya terlihat sangat tampan. Haku blush melihat itu bersama kedua mata Sakura yng berubah menjadi pink berlambang love. Tanpa di sadari, dua Konoichi sudah mulai terjebak dalam permainan dewa asmara.

"Lagi pula aku tidak suka melawan Bunshin tebayou." lanjut Naruto sambil menyeringai lebar.

Kakashi awalnya melebarkan kedua matanya terkejut, kemudian menutup kedua matanya serius. "Baiklah kalau begitu... " Ia menggerakan tangannya merogoh kantong Shinobinya. "Pertarungan sebenarnya baru akan di mulai.." Lanjutnya dengan memegang kunai di tangan kanannya.

"Oh yah... Aku datang tebayou" teriak semangat Naruto berlari menyerang Kakashi. Zabuza menyeringai sedangkan para genin menyipitkan mata penasaran apa yang akan terjadi pada pertarungan Jounin melawan Veteran Genin.

Naruto meluncur dengan cepat menyabetkan katananya di hadapan Kakashi. Kakashi sudah bersiap untuk menahan serangan itu, tapi ada sesuatu yang membuatnya sangat terkejut. Naruto tiba-tiba menghilang dari hadapannya.

'Cepat... Aku tidak yakin kalau ada genin yang bisa menandingi kecepatannya' pikir serius Kakashi mengamati keadaan.

Naruto muncul dibelakangnya langsung menyabetkan vertikal katananya ke punggung Kakashi.

Trank..

Dengan cepat sang Jounin berbalik dan menahan serangan itu menggunakan kunai di tangan kanannya. Naruto tersenyum terlihat sangat bahagia pada pertarungannya itu. Ia kemudian melanjutkan serangannya membabi buta menyabet Kakashi dari kiri, kanan secara beruntun.

Terdengar bunyi pertemian antara kunai dan katana Naruto di sertai kilatan-kilatan percikan api akibat pergesekan itu. Kakashi bisa menahan semua serangan Naruto tanpa satuput ia lewatkan. Apa yang bisa di harapkan dari seorang Jouni elite seperti kakashi dan tentunya berpengalaman selain kemampuan luar biasa berkelas A. Itulah Hatake Kakashi si Joinin elite Konohagakure.

Terlihat Naruto menyabetkan katananya dari bawah keatas akan membelah tubuh Kakashi. Tapi tentu tidak semudah itu bosa menggores si jounin. Pertahanannya sangat sempurna melawan kenjutsu Naruto. Ia melompat kebrlakang menghindar cepat sehingga tebasan itu hanya bisa melaluinya begitu saja tanpa menggoresnya.

Di celah lompatannya, beberapa Shuriken melayang menyerang Naruto. Kakashi melemparkannya cepat menyerang si pemilik rambut Merah.

Trank.. Trank.. Trank..

Semua shuriken itu berhasil ia tepis satu persatu menggunakan Katananya. Gerakannya sangat cepat dan indah menghalau shuriken itu sehingga hanya bisa melewatinya dan beberapa lagi menancap diatas tanah.

'Ternyata bukan cuma serangannya yang cepat, ia juga dapat bertahan dengan baik' pikir Kakashi yang audah berdiri kembali memperhatikan serius Naruto. Si rambut merah itu memegangi katananya menggunakan kedua tangannya lalu di sentuhkannya ujung tajam pedang itu keatas tanah.

"Yosh.. Bagaimana kalau kita bernjak ke ronde kedua tebayou.." Ucapnya menyeringai.

Sisi lain.

"Kya... Dia berhasil memojojjan Kakashi Sensei seorang diri... " Teriak kagum Sakura mendapatkan kenyataan kalau Naruto begitu hebat.

"Oi Sakura... Kau bodoh yah mengagumi team lain.. " Ungkap Menma tidak suka pendapat rekannya itu.

"Eto.. Uh... Go-Gomen.." Ungkap Sakura sedikit nerves, malu pada rekan setimnya.

"Yeah.. " Jawab Menma. 'Tapi tetap saja ia berhasil memojokkan Kakashi Sensei berarti ia cukup hebat. Aku penasaran bagaimana Kyuubi bisa mengrtahui tentang anak itu' lanjut menma di dalam pikirannya mengamati Naruto.

Sedangkan di sampingnya terlihat Sasuke menggeram sangat kesal melihat kenyataan di hadapannya. Naruto jauh lebih cepat di bandingkan dirinya dan bahkan tanpa menghunakan Sharingannya. 'Sial...seberapa jauh kau mrelngkah baka.. Kenapa aku merasa sangat lemah saat melihatmu bertarung' pikirnya.

"Uhm Zabuza sensei.. Apa kau mengenali style yang digunakan Naruto?" Tanya Menma penasaran menatap sang ahli kenjutsu. Ia cukup tau dan pernah membaca tentang style dalam kenjutsu dan Taijutsu sesuai dengan klan masing-masing, dan itu membuatnya penasaran.

"Itu bukanlag style gaki.. " Jawab serius zabuza. Menma dan Sasuke menatap serius Zabuza meminta penjelasan perkataannya. "Katana itu bernama uzu no ken, atau pedang dari Uzumaki. Penggunanya dulu adalah wanita bergelar Akai Chisio No Habanero, Kushina Uzumaki. Aku tidak tau jelas style yang ia gunakan dalam kenjutsu, tapi menurut orang-orang, ia tidak menggunakan style khusus sehingga membuatnya sangat sulit untuk ditebak. Kemampuannya bahkan bisa membuat para legenda pedang dari Kirigakure harus bersiap meregang nyawa jika bertarung denannya." Lanjut Zabuza menjelaskan sangat serius.

"Aku tidak menyangka kalau ada Konoichi sekuat itu di Konoha selain Tsunade Sama" gumam Sakura.

"Aku juga tidak menyangka kalau Konoha tidak memberikan informasi tentangnya sedikitpun dalam buku sejarah kalian." Komen Zabuza.

"Tapi dari mana ia mendapatkan Katana itu?" Tanya heran Menma sangat penasaran.

Pertarungan

Naruto meluncur cepat menyerang Kakashi, mengayunkan katananya horizontal dari kiri ke kanan, cukup cepat. Kakashi menunangkisnya dengan kunainya kembali, lagi-lagi seperti yang pertama tadi. Naruto mengubah arah serangannya dari kanan ke kiri tapi tetap bisa di tangkis.

Kakashi melihat kesempatan saat Naruto akan mengubah arah serangannya secara vertikal. Ia menggerakan kaki kanannya menusuk ke arah dada bocah berambut merah uzumaki.

Naruto menghilang dengan kecepatan dan muncul di belakang Kakashi langsung menyabetkan katananya menebas ke arah punggung sang Jounin. Mata Kakashi melebar merasakan Naruto di belakangnya. Menggunakan reflek dari ribuan pengalamannya bertarung, ia berbalik cepat dan menangkisnya menggunakan kunai di atas kepalanya.

Trank..

Pertemuan dua senjata itu menghasilkan suara gesekan logam dan kilatan pecrcikan api. Naruto masih berada di udara pengaruh kecepatannya tadi. Kakashi kembali menggerakan kaki kirinya menendang kearah tulang rusuk bagian kanan Naruto. Bocah itu tidak pasrah begitu saja, ia mengangkat lutut kanannya menangkis tendangan itu.

Dengan cepat pula ia mengangkat kaki kirinya menendang kearah dagu Kakashi. Tendangan itu berhasil di hentikan telapak tangan kirinya yang sudah berada di bawah dagunya menghentikan ujung kaki Naruto.

'Sial.. Apapun gaya kenjutsunya, aku benar-benar kesulitan menghadapinya. Aku tidak menyangka akan sesulit ini melawannya' pikur Kakashi sedikit kerepotan. Ia menambahkm chakra di kaki kirinya mendorong lutut Naruto, melemparkannya sekitar 5 meter kearah kiri.

Naruto mendarat mulus meski sedikit terseret oleh kecepatan dorongan tendangan Kakashi yang di aliri chakra. Ia berdiri sedikit terengah-engah kuwalahan menahan serangan terakhir sang Jounin musuhnya, sementara dua rekannya hanya menjadi penonton, terkagum-kagum akan kemampuannya.

Kakashi kembali dalam posisinya mengamati Naruto, memikirkan apa yang harus ia lakukan berikutnya. 'Bocah ini bukanlah bocah biasa. Kecepatannya diatas Sasuke, mungkin setara Chunin. Gaya bertarungnya seperti orang yang sudah berpengalaman. Kurasa aku tau kenapa ia sempat di panggil prodigy' pikir Kakashi memperhatikan Naruto yang tersenyum lebar.

"Yosh.. Melawan seorang Jounin elite memang sangat menyenangkan tebayou. Aku hampir lupa kapan terakhir aku melawan seorang yang hebat setelah Shisui dan Itachi Sensei" gumamnya menyeringai.

Sisi lain

"Siapa Shisui dan Itachi yang dia sebut Sensei? Apa itu sensei Naruto sebelumnya?" Tanya bingung Sakura yang kini sudah berdiri bersama dengan rekannya.

Sasuke menatap serius Naruto, terlihat agak kesal sebenarnya, mengepal erat kedua tangannya, dengan Sharingan dua tomoe berkibar. Menma yang melihat itu menatapnya khawatir akan reaksi aneh rekannya. 'Sepertinya Sasuke mengenal dua orang yang Naruto sebutkan... Siapa sebenarnya mereka' pikirnya

"Aku kurang mengenal Shisui, tapi aku tau siapa Itachi. Dia adalah orang yang akan aku bunuh." Jawabnya monoton.

Menma dan Sakura serentak melebarkan kedua mata bersama Zabuza yang melirikna sejenak. Kenangan masa pertama perkenalan team teringat kembali di kepala Sakura saat sasuke mengatakan tentang ambisinya untuk membunuh seseorang. Kini ia tau siapa orang itu, meski cuma namanya saja.

'Jadi bocah ini ingin balas dendam pada pembantai klannya? Ini akan menarik' pikir Zabuza saat melirik Sasuke, kemudian mengembalikan tatapannya ke pertarungan. 'Aku harap bisa berada di sana, melihat langsung pertarungan itu' lanjutnya.

Pertarungan

"Begitu yah... Jadi kau adalah mantan murid Shisui atau Shunshin No Shisui. Aku kini tidak bingung lagi akan keahlianmu menggunakan katana dan cepatnya pergerakanmu. Kau pernah di latih oleh manusia tercepat kedua di Konoha setelah Yondaime" respon datar Kakashi.

Naruto menambah lebar seringainya mendengar nama Shisui di sebut sebagai Shinobi tercepat kedua di Konoha. "Hai.. Aku memang mendapatkan pelatihan baik dari Shisui sensei tentang bagaimana meningkatkan kecepatan dan respon dalam bertarung." Naruto berhenti sejenak lalu menatap Kakashi serius."Tapi sebenarnyal baik kecepatan bergerak atau merespon gerakan, itu bukanlah hal yang paling utama di ajarkan oleh mereka" lanjutnya.

Kakashi menyipitkan kedua matanya menatap Naruto, bersamaan dengan Haku dan sai di bagian pojok belakang Kakashi. Mereka juga kebingungan mencoba menelaah perkataan Naruto. Kenjutsu nya sangat mengagumkan untuk seorang genin, begitu pula kecepatannya. Butuh waktu lama untuk seseorang bisa menggapi level seperti itu, terutama dalam usia muda.

Naruto mengatakan bahwa itu bukanlah kemampuan yang paling di utama di ajarkan oleh Itachi maupun Shisui. Jadi pertanyaan dikepala mereka adalah apa yang diajarkan paling utama? Dan bagaimana bisa Naruto memiliki skill seperti itu jika ia melatih kenjutsu hanya sebagai selingan, bukan yang utama.

"Jadi kau mau mengatakan kalau kenjutsu bukanlah kemampuan utamamu?" Tanya Kakashi penasaran.

Naruto menggelengkan kepalanya menandakan kalau perkataan Kakashi benar. "Kenyataannya, tidak ada satupun diantara keduanya yang begitu menguasai kenjutsu. Kenjutsu aku pelajari saat berusia 8 tahun setengah dan mereka hanya memberitahukanku dasarnya saja, selebihnya aku kembangkan sendiri. Sama seperti taijutsuku" jawan Naruto menjelaskan. Sejenak flash back terniang di kepala Naruto.

Flashback.

Naruto berdiri depresi di depan telaga sore itu. Usuianya berada di kisaran 7 tahunan menatap letih pantulan matahari sore dari telaga. Ia kelelahan melakukan jutsu Ryuuka setelah Fugaku memerintahkannya harus menguasai jutsu itu sebaik ia menguasai Gokakkyou.

"Seharusnya dengan chakra yang kumiliki saat ini dan chakra bonus dari kyuubi aku bisa melakukan Ryuuka dengan mudah. " Guamamnya bertanya pada dirinya sendiri meminta jawaban. Ia melakukan handseal jutsu dengan cepat lalu menarik napas membengkakkan dadanya.

Katon : Goukakkyou No Jutsu' teriaknya dalam benaknya, menyemburkan api dari dalam mulutnya membuentuk bola sekitar 2 meter untuk diameternya membentuk sempurna meluncur cepat kearah telaga.

Booomm

Bola api itu meledak di tengah telaga dan Naruto berlutut kelelahan setelah melakukan jutsunya. 'Aku bisa melakukan goukakkayou, tapi kenapa ryuuka tidak bisa?' Pikirnya depresi. 'Aku sudah melakukan seperti Goukakyou, mengumpulkan chakra di dalam perut, tapi kenapa tetp tidak bisa' lanjutnya frustasi.

"Seorang teman mengatakan kalau adik kecilku sedang kesusahan mencoba jutsunya" mendengar suara dari belakangnya, Naruto melebarkan matanya lalu perlahan membalikan wajahnya.

"SHISUI NII CHAN" teriaknya senang langsung berdiri dan berlari kearah Shisui memeluknya. "Aku rindu padamu Shisui Nii Chan.. Kau telah menyelesaikan misimu" ucap Naruto dalam pelukannya.

Shisui tidak bisa melakukan banyak hal selain tersenyum dan meraba lembut rambut merah jabrik itu. "Hai.. Nii san sudah menyelesaikannya dan akan menghabiskan waktu dengan adik kecilku ini.." Gumam Shisui.

Naruto melepaskan pelukannya lalu melompat semangat. "Yosh... Aku semakin semangat dalam latihan ini tebay"- ia menghentikan ucapannya dengan menyumbak cepat mulutnya.

"Tidak apa-apa.. Fugaku Sama tidak ada disini tebayou." Ucap senyum Shisui menggoda Naruto.

"Hey.. Itu styleku Baka Shisui Niisan" teriak protes Naruto mendengar kata kebanggaannya di ucapkan Shisui. Sedangkan Uchiha itu hanya memberikan seringainya berhasil membuat Naruto menghilangkan stoic yang diajari oleh Fugaku.

Di uchiha, ia dilarang mengucapkan kata-kata aneh itu, terutama tebayou. Fugaku memberikan aturan itu padanya dan selalu mengatakan bahwa seorang Uchiha harus bisa tenang, mengendalikan perkataan dan tindakan mereka, juga tidak berisik. Sangat sulit bagi seorang Naruto yang hobi berisik dan selalu mengatakan kata tebayou untuk berubah. Tapi ia tetap berusaha melakukan perintah itu dengan baik.

"Nah sekarang... Apa masalahmu sampai iau dipaksa Fugaku sama berlatih seharian?" Tanya Shisui penasaran.

Naruto sedikit terkejut lalu akhirnya tersenyum. "Oh.. Tentang Jutsu Ryuuka Nii San... Aku tidak bisa melakukannya semudah melakukan gokakkyou" jawab Naruto semangat.

Shisui menatap serius Naruto sedikit berpikir. "Hum.. Apa kau sudah berkonsentrasi penuh? Mungkin permasalahanmu ada pada tingkat Fokusmu" komen Shisui memberikan Saran.

"Aku sudah melakukannya Nii San, tapi tetap saja aku tidak bisa. " Naruto lalu menghadap ke telaga. "Liat yah.. " Lanjutnya langsung melakukan heandseal.

Katon : Ryuuka No Jutsu' teriaknya kemudian menarik napas membengkakkan dadanya lalu meniupkan jutsunya. Tapi bukannya api yang keluar malah hanya asap.

"GAHAHAHAHAHAH... SEPERTINYA KAU SUDAH BERHASIL MENCIPTAKAN JUTSU ASAP.. HAHAHAH" ledakan tawa Shisui mengejek Naruto saat itu. Di kening Bocah uzumaki itu tercipta urat besar menyilang jengkel padanya.

"BAKA NII SAN.. KALAU KAU HANYA INGIN MENERTAWAIKU SEBAIKNYA PERGI SAJA..." Teriak Naruto menggunakan jutsu big headnya menunjuk Shisui tepat di depan batang hidungnya.

"Gomen... Gomen Naru Chan... Aku tadi hanya bercanda" ungkap Shisui tersenyum sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya meski tidak gatal. Naruto terlihat tenang dan tersenyum padanya. "Nah.. Sekarang biar kujelaskan padamu sesuatu." Lanjut Shisui memegangi bahu kanan Naruto yang mendengarkan serius.

"Jika kau di suruh menggambar lingkaran dan Naga, mana yang sulit?" Tanya Shisui pelan.

Naruto terlihat berpikir sejenak memegangi dagunya. "Hum.. Pasti Naga tebayou" jawab spontan Naruto.

Shisui menganggukan kepalanya. "Jika orang ingin pandai dalam melukis, apa yang hatus ia pelajari?" Tanya lanjut Shisui.

"Hey.. Aku belajat Jutsu bukannya melukis tebayou" jawab ketus Naruto menyilangkan lengannya di depan dadanya membuang muka sambil cemberut.

Trank...

"BAKA... JAWAB SAJA" teriak Shisui menggunakan Jutsu big head sambil menjitak kepala Naruto sehingga muncullah pulau baru.

"AOO... ITU SAKIT TEBAYOU.." Teriak Naruto melawan sambil memegangi benjolan di kepalanya. "Uhm.. Aku akan mempelajari tentang.. Hum.. Kemampuan.. Hum.. Kemampuan melukis?" Jawab ragu Naruto.

"Hai... Kau harus mempertajam kemampuan imaginasimu lalu mengungkapkannya dalam lukisan" jawab senyum Shisui.

"Jerk... Hubungannya lukisan dengan jutsu apa, tebayou" gumam Naruto sedikit berbisik sambil menghela napas.

Shisui tersenyum sesaat menatap Naruto. "Apa yang kau bu tuhkan untuk melakukan jutsu?" Tanya Shisui

"Tentu saja Chakra tebayou" jawab Naruto cepat.

"Yang kau butuhkan dalam melukis adalah Tinta, sama dengan jutsu dalam chakra. "Jelas Shisui. "Sekarang apa yang kau butuhkan untuk mengeluarkan chakra itu dalam bentuk jutsu?" Tanyanya lagi.

"Heandseal?" Jawab ragu Naruto.

"Hai.. Heandseal sama dengan kuas Kanvas untuk melukis. Jadi jika kau memiliki kuas dan tinta apa kau bisa melukis dengan baik?" Tanyanya lagi.

Naruto melebarkan matanya lalu tersenyum lebar seolah mengetahui maksud Shisui. "Hoaa.. Tentu saja aku membutuhkan kemampuan untuk melukis dan kemampuan dalam jutsu adalah.. " Ungkap semangat Naruto. "Mengendalikan Chakra.. " Lanjutnya.

Shisui menganggukan kepalanya.'Dia genius... Sebentar lagi akan ada prodigy kedua setelah itachi' pikir senyum Shisui. Ia berlutut dihadapan Naruto menatapnya lembut. "Dengan Naru Chan.. Kau tau kedaan mu seperti apa. Kau tau chakramu seperti apa kan?" Tanyanya.

"Hai.." Jawab pelan Naruto mengangguk.

"Jika kau memiliki banyak tinta dan Kuas untuk melukis, apa kau akan menggunakannya sekaligus?" Tanyanya lagi dan Naruto menggelengkan kepalanya. "Bagus, kurasa kau mengerti. Didunia ini tidak akan ada yang bisa mengalahkan jumlah Chakramu, dan masalh terbesarnya adalah bagaimana kau mengendalikannya. Semakin sempurna caramu mengendalikan Chakra maka akan semakin mudah juga bagimu untuk melakukan jutsu. Kau mengerti?" Jelas Lembut Shisui.

"Uhmm.. Aku mengerti tebayou" jawab Serius Naruto.

"Baguslah... Ingatlah ini.. " Shisui berdiri terlihat melangkah akan menjauhi Naruto. "Tidak akan ada gunanya kekuatan yang besar jika kau tidak bisa mengendalikannya. Tidak ada gunanya chakra yang besar jika kau tidak bisa menggunakannya, dan tidak ada gunanya kau mengendalikan kekuatanmu jika kau tidak bisa mengendalikan dirimu. Ingat itu dalam hatimu" ucap Shisui sambil berjalan menjauhi Naruto. 'Aku tau kalau suatu saat nanti kau akan menemukan caramu sendiri untuk mengendalikan kemampuanmu Naruto Chan' pikir Shisui.

Terlihat Naruto menganggukan kepalanya mengerti apa inti perkataan Shisui. 'Aku mengerti Nii San, dan Arigatou.." Guamam Naruto dalam hatinya. Ia kemudian membalikan badannya dan menatap telaga di hadapannya yang luas. 'Yosh.. Saatnya berlatih mengendalikan chakra tebayou.. ' Ungkap semangat Naruto di benaknya langsung melompat keatas air untuk belajar mengendalikan Chakranya.

End

"Uzumaki adalah kerabat jauh Senju bukan tanpa alasan" ucap Naruto serius mengangkat tangan kirinya menggerakannya ke depan dadanya. "Senju telahir dengan tubuh yang kuat, pengendalian chakra sempurna dan chakra yang banyak. Uzumaki terlahir dengan stamina yang kuat, pemulihan luka yang cepat dan... " Ia berhenti sejenak menatap Menma.

"Chakra Monster bahkan melebihi Senju" lanjutnya membuat menma terkejut tapi memang itu adalah kenyataan. "Seorang uzumaki dewasa akan memiliki chakra setara dengan biju tapi masalahnya adalah pada pengendalian chakra. Sangat sulit untuk seorang uzumaki mengendalikan chakra mereka secara sempurna. Aku terlahir setengah senju, dan bahkan saat aku belum mengaktifkan Chakraku aku telah di latih mengendalikan chakra." Ia melakukan heandseal tiger satu tangan kirinya.

Katon : ' 'Ti-tidak mungkin ia bisa melakukan jutsu dengan hanya menggunakan satu heandseal' pikir Kakashi Shok melihat Naruto mengembangkan dadanya sendiri terlihat sudah mempersiapkan jutsunya. Sasuke yang berada di luar arena arena menatap penasaran apa yang akan terjadi. Begitu juga dengan Haku dan Sai yang terlihat tegang di belakang Kakashi.

Goukakkyou no jutsu" teriak Naruto keras. Kakashi, Zabuza dan semua yang mendengarkannya melebarkan mata terkejut dengan apa yang akan Naruto lakukan saat itu. Sebuah pemandangan yang pastinya tidak pernah mereka lihat selama ini.