Anata Ni Nani O Imi Suru Nodesu ka?

Disclaimer : Furudate Haruichi

Warning : OC, OOC, Shounen-ai, Typo dimana-mana awas keinjek :v

Pagi menjelang, Hinata mengerjapkan matanya perlahan, menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke retinanya. Karena dirasa masih terlalu pagi ia pun berniat melanjutkan tidurnya.

Hinata pun memiringkan tubuhnya ke arah kanan. Tertegun sebentar menatap sosok orang yang ada disamping kanannya yang juga menyampingkan tubuhnya. membuat mereka saling berhadap-hadapan.

' Aku tidak habis pikir. . ternyata Tsukishima terlihat sangat tampan saat tertidur. Eh? Tampan?. .uh apa yang kupikirkan?!' pikir Hinata sambil menepuk-nepuk pipi chubinya.

Hinata terus memandangi wajah milik Tsukishima, entah kenapa rasanya sangat damai saat memandangi wajah Tsukishima saat tertidur seperti itu berbanding terbalik dengan saat ia bangun yang sering mengejek atau mengatainya 'chibi' pikirnya.

Tanpa sadar Hinata menggerakkan tangannya. Mengelus surai blonde milik Tsukishima secara perlahan.

'Lembut' batin Hinata masih mengelus surai Tsukishima.

"Aku suka"gumam Hinata masih mengelus rambut Tsukishima. Dan tak lama usapannya berhenti. Menjauhkan tangannya dari surai blonde milik Tsukishima dan langsung bangkit dari tidurnya, Kemudian berlari keluar ruangan dengan tergesa.

Tsukishima membuka matanya. Sebenarnya ia telah bangun akibat usapan pelan Hinata tadi.

"Hinata. ."gumamnya bingung melihat Hinata yang berlari keluar ruangan.

oOo

Waktu sarapan pun tiba. semua anggota tim Voli yang ikut pelatihan telah berada dimeja makannya masing-masing. Tsukishima menatap pemuda bersurai jeruk mandarin yang ada disebelahnya.

Entah kenapa ia merasa ada yang salah dengan Hinata. Hinata terlihat agak sedikit pucat.

"Hinata kau baik-baik saja?" tanya Tsukishima sambil menepuk pundak Hinata pelan.

"A. . aku tidak apa-apa Tsukishima" jawab Hinata sambil menatap balik Tsukishima.

"Oh. . kalau begitu cepat makan. Sehabis ini kita akan latih tanding sama Nekoma" sahut Tsukishima. Hinata hanya mengangguk mengerti.

Semua yang ada disana pun menangkupkan tangannya dan berkata 'itadakimasu' mereka semua makan dengan lahap kecuali satu orang. yah. . Hinata.

Anggota Karasuno yang melihat Hinata saat itu pun terdiam. Pasalnya Hinata memakan makanannya dengan pandangan yang sulit diartikan oleh anggota Karasuno.

"Hinata kau baik-baik saja?" tanya Sugawara khawatir.

Hinata hanya diam, tak lama ia menaruh sumpitnya dan berdiri mendadak. kemudian berbalik dan berlari keluar dari Kantin.

Semua yang ada disana terdiam. Tsukishima yang sedari tadi memperhatikan Hinata yang hanya memakan beberapa suap saja juga ikut khawatir.

Dengan tergesa Tsukishima berdiri dari duduknya dan berlari keluar untuk mengejar Hinata.

"Tsukishima kau mau kemana?" tanya Tanaka sebelum Tsukishima keluar ruangan.

"Mengejar Hinata" sahutnya lalu melanjutkan larinya.

Ia berlari mengikuti Hinata sampai ke Toilet.

'Toilet? ah bodohnya aku mungkin saja kalau Ia hanya ingin buang air kecil' pikir Tsukishima.

Tsukishima yang berpikir positif pun berniat untuk kembali ke kantin. Tapi belum juga ia beranjak dari depan toilet, Tsukishima mendengar suara orang yang muntah dari dalam Toilet.

'Hinata' batinnya panik dan langsung membuka pintu Toilet menampakkan seorang pemuda yang tengah terduduk lemas di lantai Toilet.

"Hinata. . ka. . kau Kenapa?" tanya Tsukishima Khawatir.

"Ti. . tidak apa-apa kok Tsukishima" sahut Hinata.

"Benar tidak apa-apa?" tanya Tsukishima lagi.

"Hm. . aku tidak apa-apa, jangan khawatir" sahut Hinata dengan senyuman.

"Ba. . baiklah kalau begitu sebaiknya kembali ke kantin oke? selesaikan makanmu. lihat kau sampai lemas. kau kan baru sembuh dari sakit jadi harus makan dengan teratur" ucap Tsukishima OOC.

Hinata pun hanya mengangguk dan berusaha berdiri namun karena dirasa sulit Tsukishima berinisiatif untuk membantunya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Hinata.

"Tsu. . Tsukishima. . i. . ini terlalu-" ucap Hinata gugup.

"Biar seperti ini chibi. nanti kalau kau pingsan bagaimana ha?" Hinata terdiam. dan terus melanjutkan perjalanan mereka kembali ke kantin.

"Hinata. . kau kenapa?" tanya Kageyama khawatir karena melihat Hinata yang nampak pucat.

"Aku tidak a-"

"Dia tadi muntah" potong Tsukishima.

"A. . apa muntah? Hinata siapa yang tega melakukan ini padamu? bilang saja sama senpaimu ini"ucap Tanaka OOC.

"Eh maksud senpai?" ucap Hinata yang tengah dibantu Tsukishima untuk duduk dikursinya kembali.

"Siapa yang tega menghamili mu Hinata? Katakan pada senpaimu ini. apa Kageyama atau Tsukishima?" ucap Tanaka OOC lagi. oh Tanaka salah pengertian. Membuat semua yang disana terkejut.

"Senpai aku hanya masuk angin bukannya hamil. lagi pula aku ini laki-laki" ucap Hinata kesal.

"Haha oke. . oke. . maaf" Sahut Tanaka dengan cengiran khasnya. Sedangkan Kageyama hanya terdiam menatap Hinata yang kini melanjutkan makannya.

'Aku merasa seperti ada yang disembunyikan oleh Hinata' batin Kageyama.

oOo

Kini terdengar decitan-decitan sepatu akibat gesekan dari lantai Gym 1. Tim karasuno sedang berlatih tanding dengan Nekoma. Skor mereka sekarang imbang 24-24.

'1 point lagi kita pasti menang dan tak perlu terkena hukuman kali ini!' pikir Kageyama

Bola sekarang berada di area karasuno, Kageyama bersiap untuk mengambil dan memberikan umpan pada Hinata.

'Bolanya datang' pikir Kageyama serius lalu memberikan umpannya ke arah Hinata.

Hinata yang melihat umpan yang diberikan Kageyama pun bersiap untuk melompat. Tapi karena tidak sengaja melihat Asahi-senpai berada dibelakangnya Hinata teringat kejadian saat ia menabrak Asahi. Hinata pun mengurungkan niatnya untuk mengambil umpan yang diberikan Kageyama.

'Mungkin Kageyama memberikannya pada Asahi-senpai' pikir Hinata.

Bola yang tadinya melayang mengarah Hinata akibat umpanan Kageyama pun jatuh ke lantai Gym. Yang sontak membuat pemain Nekoma melongo.

"Eh..? EEHH?!!" ucap seluruh anggota karasuno kaget kecuali Kageyama dan Hinata.

"PRRIIIITT" bunyi tanda pertandingan sudah selesai dan dimenangkan oleh Nekoma.

Hinata diam, Kageyama pun ikut diam. Kini ruangan Gym pun jadi sunyi senyap tak ada yang berbicara bahkan cicak yang lagi nikahan dipojokan pun juga diam.

"HINAAATAA!!" Ucap Kageyama geram.

"HINAATA BOGE!! Kau benar benar bodoh ya! Kenapa kau tidak memukul umpan yang kuberikan!" bentak Kageyama makin kesal.

"A. . ano tenanglah Kageyama-kun" pinta Takeda-sensei

"Eh? Aku.. aku kira kau akan memberikannya pada Asahi-senpai" ucap Hinata sambil melihat Kageyama yang kini telah mengeluarkan aura menyeramkan.

"Kau bisa lihat sendiri kan? Bolanya mengarah padamu, bukan pada Asahi-senpai! Kau ini tidak bisa untuk fokus sedikit ya?! Andai saja kau memukulnya tadi pasti kita sudah menang dan tidak perlu kena hukuman lagi di kamp ini!" ucap Kageyama sedikit dengan nada membentak.

"Tenanglah Kageyama" ucap Sugawara mencoba menenangkan Kageyama

Sudah Hinata lelah. Dia selalu disalahkan.

'Sebenarnya apa makna diriku? apa maknaku untuk tim karasuno?' batin Hinata

"Cukup.. sudah cukup.."ucap Hinata pelan.

"Eh?!" kaget Kageyama yang mendengar apa yang dikatakan Hinata.

"Sudah cukup.. kumohon hentikan.." lirih Hinata.

"Hinata" ucap Sugawara khawatir. (Au: uh mami suga emang selalu khawatiran yah. . aku juga pengen dikhawatirin / Suga : gak mau/ Au : aih . . mama suga jahat/ Suga : biarin)

"Apa? apa yang kau katakan ? kau bilang sudah cukup? Bagaimana bisa ha? Karenamu kita akan mendapat hukuman lagi, dan disaat cuacanya sangat panas seperti ini pula!!" ucap Kageyama.

"SUDAH CUKUP, AKU SUDAH TIDAK KUAT LAGI!! AKU MUAK DENGAN SEMUA INI!! KALIAN PIKIR AKU INI APA? BONEKA?! DIRIKU SELALU SALAH DIMATA KALIAN KAN?!. . ."

"Hinata kami tidak-" cicit Yamaguchi.

". . .SAAT ITU JUGA SAMA KAN?! SAAT AKU MENABRAK ASAHI-SENPAI KALIAN JUGA MENYALAHKANKU KAN? BAHKAN SEKARANG JUGA SAMA, AKU TIDAK MEMUKUL UMPAN DARI KAGEYAMA KITA KALAH DAN HARUS KENA HUKUMAN LAGI DAN SEMUA ITU GARA-GARA AKU. KALIAN MEMANG SELALU BENAR DAN AKU SELALU SALAH!! SEBENARNYA APA MAKNA DIRIKU UNTUK KALIAN?!" teriak Hinata frustasi. (Kageyama: Kepslock jebol :v / Au : biarin)

Seluruh orang yang ada di dalam Gym sontak mengalihkan pandangannya pada Hinata yang baru saja teriak.

"Hinata tenanglah dulu oke? Kami tidak berpikir seperti itu" ucap Sugawara sambil berjalan menuju Hinata untuk menenangkannya.

"Tidak berpikir seperti itu kah? Sudahlah Suga-senpai, kau tidak perlu berpura-pura" ucap Hinata masih kesal.

"Hinata yang Suga katakan itu benar,kau perlu menenangkan dirimu dulu" ucap Daichi hati-hati agar kouhainya yang satu ini tidak tambah marah.

"Hinata, kami tidak berpikir seperti itu. Dan kami juga tidak menyalahkanmu" ucap Tsukishima.

"Cukup, bisakah kalian hentikan saja sandiwara kalian ini? Terlebih kau Tsukishima. Kita tidak berteman bukan? Jadi kenapa juga kau mengatakan itu?" jawab Hinata datar.

DEG

Seluruh anggota tim karasuno dan nekoma terkejut. Bagaimana bisa Hinata yang selalu ramah dan ceria kini malah melakukan hal yang sebaliknya.

"Hi.. Hinata Tsukki tidak bermaksud mengatakan bahwa kalian tidak ber-"

"Bisakah kau juga diam Yamaguchi?" potong Hinata kesal.

"Hinata kau tidak melakukan hal yang salah kok, jadi kuharap tenangkan dulu dirimu" ucap Asahi.

Hinata kini diam, Sugawara pun kini telah berada disamping Hinata untuk menenangkannya. Setelah Hinata dikira sudah tenang Kageyama pun angkat suara untuk meminta maaf.

"Hinata aku-" ucap Kageyama terpotong.

"Apa lagi? Apa?! Kau mau memukul ku sekarang? Pukul saja !! aku malah bingung apa maknaku sebenarnya bagi kalian!! " sahut Hinata

"Sho-chan?" ucap seseorang.

Hinata berbalik menatap orang yang memanggilnya.

"Sho-chan, apa yang Ayah bilang kemarin hm?" tanya ayahnya santai.

Hinata menunduk dan terdiam, tangannya sekarang mengepal erat menahan emosi.

"Sho-chan Ayah bilang gunakan kata-kata sopan kan? Ayah tak pernah memperbolehkanmu berkata kasar pada teman-teman mu. Dan bukankah kemarin kau berjanji agar tidak bertengkar dengan temanmu" ucap Ayahnya. Hinata sontak mengangkat wajahnya menghadap sang Ayah.

"Memangnya apa yang Ayah tau? Apa Ayah tau apa yang telah terjadi?!" tanya Hinata kesal.

"Ayah mendengarmu mengatakan hal-hal dengan nada datar dan dingin. Itu tidak baik loh Sho-chan. Cepat minta maaf pada mereka" ucap Ayahnya santai. Hinata memutar bola matanya. Sekarang Ia tambah kesal.

"Minta maaf? Ayah bilang minta maaf ?! pada mereka? Oh yang benar saja!" ucap Hinata kaget campur kesal.

"Ya lalu pada siapa? Pada Sue? Tidak mungkin kan? Lagi pula kalian ini kan satu tim. Dalam tim tidak boleh ada pertengakaran karena itu akan membuat kerjasama tim menurun" ucap Ayahnya sambil berjalan mengambil bola voli yang tergeletak didekat Hinata.

"Dan lagipula, bukankah Sho-chan sangat menyukai voli?" tambah Ayahnya sambil memberikan bola voli tersebut ke Hinata.

Hinata diam lagi. Dia benar-benar merasa akan meledak sekarang.

"Ayah bilang minta maaf? Kenapa harus aku? Ayah pasti juga akan membela mereka bukan? Menyalahkan semuanya padaku. Ayah tidak ada bedanya dengan mereka !" ucap Hinata dengan nada mulai meninggi diakhir.

"SHO-CHAN!!" bentak Ayahnya karena mendengar Hinata yang meninggikan suaranya tadi.

"TUH KAN AYAH JUGA PASTI MENYALAHKANKU, SAMA SEPERTI MEREKA. MAKANYA AYAH MENYURUHKU MINTA MAAF! MEMANGNYA SIAPA YANG PEDULI DENGAN KERJASAMA TIM. AKU BENCI.. AKU BENCI KALIAN SEMUA! AKU BENCI VOLI.. AKU BENCI !!" ucap Hinata sambil menghempaskan bola voli yang tadinya dia pegang ke lantai dengan keras. Kemudian Hinata lari keluar dari Gym meninggalkan ayahnya dan orang-orang yang ada di Gym yang membatu akibat kaget denga sikap Hinata tadi.

"Sho-sama"panggil Sue assisten pribadi Ayah Hinata saat melihat tuan mudanya berlari dari Gym.

Hinata pov's

Aku berlari ke arah taman dekat dengan kantin. Berniat untuk menenangkan diriku yang penuh dengan emosi disana. Aku mendudukkan diriku di bawah pohon yang rindang.

"Huft. . ."

". . . kenapa. . jadi seperti ini" gumamku.

Aku teringat kembali saat aku jatuh pingsan disekolah karena perut dan kepalaku sakit tiba-tiba, kemudian Ibu membawaku ke rumah sakit.

Flashback On~~~

"Ibu. . ibu kenapa melamun?" tanyaku saat berada di Mansion Hinata yang ada di Tokyo. Lebih tepatnya di ruang tamu setelah memeriksa kesehatanku di rumah sakit karena aku pingsan tadi siang.

"Ti. . tidak apa-apa Sho-chan" jawabnya.

"Apa ini karena hasil test kesehatanku, Ibu?" tanyaku yang melihat guratan kecemasan dan kekhawatiran dari wajah Ibu.

"Katakan saja bu, memangnya apa kata dokter?" tanyaku lagi.

Ibu nampak terdiam. seperti enggan untuk memberitahuku apa yang sudah terjadi.

"Ibu. . katakan saja, bagaimana hasil test kesehatan Shoyo" ucapku memaksa. Ibu nampak terkejut dan berusaha menutupi semuanya.

"Ayolah bu. . katakan"

"Sho-chan. ."

"Katakan bu katakan. . apa yang dokter bilang sehingga ibu nampak cemas seperti ini?" desakku saking penasarannya.

"Sho-chan mulai sekarang jangan makan-makanan sembarangan, dan jangan makan terlambat. Oh iya. . obat yang diberi dokter juga harus rutin Sho-chan minum ya. apalagi saat Camp pelatihanmu nanti oke?" ucap Ibu yang pastinya membuatku bingung.

"um.. baik bu. . tapi ibu belum menjawabnya. sebenarnya aku kenapa?" tanyaku lagi.

"Sho-chan. . sebenarnya ibu tak ingin mengatakan ini. tapi kau memaksa, jadi setelah Ibu beritahu jangan berbuat yang aneh-aneh oke?" ucap Ibu.

"Ya bu . . tentu saja" sahutku.

"Kata dokter, Sho-chan mengidap Kanker Lambung. tapi tenang saja ne~ masih stadium 1 kok . Shoyo pasti sembuh" ucap Ibu dengan senyumnya yang bagiku Ibu terlihat memaksakan senyumnya.

"Kanker. . Lambung?" ucapku tidak percaya.

Flashback off~~~

Normal Pov's

"Hinata. ." ucap seseorang menyadarkannya. Ia pun mendongak dan seketika itu juga ia langsung terkejut.

"Tsuki. . shima. ." ucap Hinata.

Tsukishima langsung berjongkok di depan Hinata, mensejajarkan dirinya dengan sang-ehem- calon kekasih.

"Hinata. .kau. . tidak apa-apa? Kau terlihat pucat hari ini" Tsukishima mengkhawatirkan pemuda yang ada didepannya ini. Menatap dalam indahnya mata Hinata.

Hinata hanya diam, membuat Tsukishima tambah khawatir.

"Hinata aku tau kamu marah, dan. . aku hanya ingin bilang aku minta maaf soal kejadian hari itu. aku. . aku tidak bermaksud mengatakan bahwa kita bukan teman. aku. . aku sungguh sangat menyesal. kumohon maafkan aku Hinata" ucap Tsukishima menggetarkan.

Hinata menatap pemuda yang ada di depannya, berniat mencari-cari kebohongan dari mata Tsukishima, tapi ternyata memang tidak ada kebohongan dalam perkataanya.

"Um.. aku memaafkanmu Tsukishima" sahut Hinata akhirnya. Sebuah senyuman tipis tercipta di wajah Tsukishima. Sungguh ia senang Hinata memaafkannya. Kemudian Ia memeluk tubuh Hinata karena saking kesenangannya. . mungkin. . .

Hinata kaget dengan pelukan tiba-tiba yang diberikan Tsukishima padanya.

"Ano. . Tsukishima. . ke. . kenapa kau memelukku?" Tanya Hinata.

"Ah maaf aku senang karena kau mau memaafkanku Hinata" Sahut Tsukishima sambil melepaskan pelukannya.

Hinata hanya diam membuat Tsukishima mengernyit bingung.

"Hinata kau baik-baik saja?" tanya Tsukishima yang menatap Hinata yang terlihat gelisah dan kesakitan? Oke pikiran tentang yang terakhir itu membuatnya khawatir.

"Hinata. . ."

"Sakit Tsukishima. ." ringis Hinata memegang bagian perutnya.

"Bagian mana yang sakit Hinata?" Tsukishima mulai panik.

"Sa. . Sakit hiks. . sakit. ." Hinata meneteskan air matanya karena sakit yang menyerang perutnya. Melihat itu tentu saja membuat Tsukishima makin panik.

'Apa yang harus ku lakukan aargh!' rutuknya dalam hati. Ia tak dapat berpikir jernih kalau sedang dalam keadaan panik seperti ini, apalagi kalau berkaitan dengan Hinata. Berada didekat Hinata saja kadang membuatnya gugup apalagi kalau ditambah dengan keadaan seperti sekarang.

"Sakit. . hiks. . Sakit" Hinata masih menggumamkan hal yang sama. Dan tak lama Hinata kehilangan kesadarannya. Dengan sigap Tsukishima menangkap tubuh Hinata yang akan mencium lantai taman sekolah.

"SHO- SAMA!!" teriak Sue yang melihat tuan mudanya pingsan dan ditangkap oleh temannya.

"Terima Kasih telah menangkap tubuh Sho-sama dengan sigap. Sekarang biar saya yang mengurus Sho-sama" ucap Sue membuat Tsukishima terdiam. Dengan sigap ia mengangat tubuh mungil Hinata yang tadinya ada di pelukan Tsukishima ke mobil.

"Aku harus memanggil Kyu-sama Tapi. ."

"Paman biar aku yang menjaga Hinata, selagi paman memanggil Ayahnya" potong Tsukishima. Sue mengangguk mengerti dan berlari cepat ke arah gym 1.

"Ah.. sepertinya ada yang tidak kumengerti, kenapa dia bisa semarah itu" ucap Kyu, Ayah Hinata.

"Ano.. sebenarnya.." ucap Sugawara.

Sugawara pun menceritakan hal yang baru saja terjadi. Yang membuat ekspresi ayah Hinata berubah drastis.

"A.. apa kau bilang? Astaga pantas saja dia sangat marah saat aku menyuruhnya meminta maaf!" ucap Ayah Hinata kaget.

"Tapi kami tidak menyalahkannya" ucap Daichi.

Kageyama hanya diam, tadi dia sedikit menyalahkan Hinata dan akhirnya malah membuat Hinata marah besar.

"Jadi-" ucap Kyu

"KYU-SAMA GAWAT, GAWAT! SHO-SAMA! SHO-SAMA" teriak sue yang kini berada di depan pintu masuk.

"A.. apa ada apa dengan Sho-chan?" Kaget kyu langsung berlari ke arah sue. Berbicara sedikit lalu berlari menjauh dari Gym

"Hinata kenapa? apa terjadi sesuatu?" ucap Yamaguchi

Mereka semua merasa bersalah, bahkan pelatih Ukai dan Takeda-sensei pun tak bisa berkata-kata sejak Hinata marah tadi.

"Ano.. kurasa kalian harus segera minta maaf pada Shoyo" ucap kenma.

"E.. eh?!" kaget Kageyama

"Jangan hanya 'eh' kalian pikir dengan begitu Hinata akan memaafkan kalian? Bukankah kalian yang membuatnya merasakan hal tersebut?" ucap Lev.

"Lev hentikan. Kau membuat suasana jadi tambah buruk!" ucap Kuroo.

"Ah Sawamura. Maafkan dua anggota tim kami ini ya, mereka tidak bisa membaca situasi" ucap Kuroo meminta maaf

"Ah.. i.. iya tentu saja" jawah Daichi

'mereka benar' pikir semua anggota tim Karasuno kecuali Tsukishima. karena dia tidak ada di gym karena ia sedang bersama Hinata.

*TBC*

Chapter 6 Up! hehe. . ini chapter paling panjang yang pernah Hika-chan buat hehe. .

Terima kasih untuk kalian yang menyempatkan diri hanya untuk membaca fict buatan Hika-chan ini. dan terima kasih juga dukungannya serta perhatian kalian kepada Hika-chan. . Hika-chan tersentuh. .

Hm. .

Gimana

Chapter

Kali ini?

Aneh kah? Hehe. . Mohon maaf sebesar-besarnya kalau masih ada kekurangan di fict ini ya minna-san. .

Sekali lagi terima kasih banyak. See you in next chapter~~