Tittle : You're taste like a drug
Cast : Oh sehun, Xi luhan, Zhang yixing, Byun baekhyun, other.
Rate : M
Genre : Angst,AU,GS
Disclaimer : Fanfic ini murni hasil pemikiran saya, apabila ada kesamaan cerita, latar,tempat /? Itu murni ketidak sengajaan.
.
.
.
.
WARNING! MATURE CONTENT,LITTLE BDSM DETECTED,TYPO EVERYWHERE
.
.
.
.
Chapter 6
Happy reading guys..
.
.
"Kau mengenal Yixing?" Baekhyun menautkan kedua alisnya.
"Umm, tentu. Yixing Ge sudah kuanggap sebagai kakaku sendiri. Kami berpisah selama beberapa tahun. jika saja kau tak mencarikanku pekerjaan ini, mungkin aku tak akan bertemu dengannya"
Ketika Luhan dan Baekhyun tengah berbincang, tiba tiba seorang rekan kerja Luhan berucap "Luhan, antarkan minuman ini ke meja 3" kemudian menyerahkan nampan berisi pesanan pelanggan tersebut padanya.
"Ne" Luhan mengangguk mengerti.
Luhan berjalan menuju meja 3 untuk mengantarkan pesanan.
"Silahkan Tuan" ucapnya hendak kembali ketempatnya, namun belum sempat ia beranjak tiba tiba pelanggan tersebut beseru "Kita berjumpa lagi malam ini Noona"
Luhan membulatkan mata rusanya kemudian meneguk kasar ludahnya, ia yakin bahwa pemilik suara ini adalah seseorang yang kemarin malam membuatnya berakhir di Rumah Sakit.
Luhan mendongakkan kepalanya, menatap wajah dingin orang tersebut dengan tatapan takut.
"A-ada yang bisa saya bantu Tuan?"
"Kau harus bertanggung jawab atas kemarin, karena membuatku harus mengulanginya lagi bersamamu" ucap Sehun dengan santainya.
"M-maksud Tuan?"
"Aku menginginkanmu lagi malam ini. Kau, cukup puaskan aku saja"
"Apa?"
Luhan langsung bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi jika dirinya kembali disetubuhi oleh lelaki yang tengah berada dihadapannya tersebut, mengingat betapa kasarnya perlakuan yang didapat oleh Luhan. bekas luka kemarin bahkan masih terlihat diwajah Luhan, namun lelaki itu tak terlihat merasa menyesal sedikitpun.
"Kenapa? Kau tak perlu setakut itu. bukankah ini pekerjaanmu juga? Kau hanya perlu mengikuti permainanku"
"Tidak. Kenapa harus aku? Kenapa tidak dengan yang lain saja?" lirih Luhan namun masih dapat didengar oleh Sehun.
"Karena aku menginginkanmu. Bukankah itu sudah jelas hmm?"
Sehun kemudian melangkah mendekati Luhan, mencoba menghapus jarak diantara mereka. Namun, Luhan malah melangkah mundur beberapa langkah, membuat Sehun nampak sedikit geram. Oh ayolah, Sehun bukanlah type penyabar yang mau membuang banyak waktu untuk hal sebodoh ini.
Sehun yang nampak sudah geram ditambah dengan nafsunya yang semakin memuncak, akhirnya menarik tangan Luhan dan membawanya ke lantai dua Club tersebut, tempat yang biasa digunakan para pengunjung Club untuk memuaskan nafsu mereka.
Sehun kemudian menghempaskan tubuh Luhan ke sebuah ranjang empuk kemudian segera menindihnya, mengukung wanita yang Sehun anggap jalang tersebut.
Luhan memberontak, sambil terus menggumamkan kata "Kumohon jangan lakukan". Namun, sepertinya Sehun tak mengiraukan itu.
Tak mau membuang waktu lebih banyak, Sehun kemudian membuka kancing Luhan satu persatu. Walaupun ia terlihat sedikit kesulitan karena Luhan yang terus saja memberontak. Sehun yang mulai kesalpun kemudian mencengkram erat kedua pipi Luhan, membuat wanita cantik itu nampak meringis kesakitan.
"Apa kau menyukai tamparanku hmm?" Sehun berbisik sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Luhan.
Luhan hanya mampu menjawab dengan gelengan saja lantaran cengkraman tangan Sehun yang terlalu kuat dipipinya.
"Bagus, kalau begitu diamlah"
Kemudian Sehun melepaskan cengkraman pada pipi Luhan dan kembali membuka kancing Luhan. Namun belum sampai kancing baju Luhan terlepas semua, mata Sehun beralih ke bibir merah cherry milik Luhan. tanpa sadar Sehun tiba tiba saja melahap bibir tersebut dan melumatnya dengan kasar.
Tes!
Airmata Luhan menetes diiringi sebuah isakan yang tertahan, mengingat bibir Sehun nampak masih enggan berhenti melumat bibirnya. 'Bahkan kau juga merampas ciuman pertamaku Tuan' batin Luhan .
'Kenapa bibir ini begitu manis' batinnya yang masih sibuk melumat bibir Luhan. tak lama kemudian Sehun membelalakkan matanya, ia baru sadar jika dirinya tengah melumat bibir seorang jalang -bagi Sehun-. Ia kemudian menghentikan lumatannya tersebut dan kembali menanggalkan pakaian yang dipakai oeh wanita tersebut. Walau sebenarnya ia belum puas melumat bibir merah cherry itu yang sejujurnya Sehun menyukai sensasi ketika melumat bibir manis tersebut. namun Sehun teringat bahwa bibir yang barusaja ia nikmati adalah bibir seorang jalang.
Sehun nampak merasa aneh pada dirinya sendiri. Berkali kali ia melakuan seks pada wanita malam yang berbeda, namun hanya wanita inilah yang membuat pikiran Sehun kacau. Saat pertama kali menyetubihi wanita ini, Sehun merasa jika wanita ini berbeda. Bahkan Sehun selalu terbayang wajah Luhan setelah malam itu dan ini, ia bahkan tanpa sadar melumat bibir wanita ini selama kurang lebih lima menit.
Sehun menggeleng cepat. Ia menepis jauh jah apa yang ada dibenaknya, kemudian kembali melanjutkan aktifitas seksnya yang sempat terhenti beberapa saat.
Srekkk!
Sehun akhirnya berhasil menanggalkan seluruh pakaian Luhan, kemudian ia menanggalkan pakaiannya sediri. Tak lupa Sehun memasang pengaman yang selalu ia pakai ketika melakukan seks.
Sehun kembali menindih tubuh polos Luhan yang memampangkan semburat bekas luka lebam dibeberapa titik. Ada sedikit rasa penyesalan dihati Sehun. 'Untuk apa aku menyesal, aku biasa melakukan itu pada jalang jalang lainnya jika tak mau menurutiku. Bahkan aku pernah melaukan lebih parah dari ini' lagi lagi ia tepis perasaan itu jauh jauh.
Sehun menyusuri setiap ichi wajah Luhan dengan jari jemarinya, hingga ia tak sengaja menyentuh bibir Cherry Luhan.
Glup!
Sehun menelan ludahnya dengan susah payah ketika ia memandang bibir yang beberapa saat lalu ia lumat. Uh! betapa nikmat dan manisnya bibir itu, bahkan ia masih bisa merasakan sensasi tersebut. 'Haish! Apa yang kau pikirkan Oh Sehun!' batinnya menepis pikirannya tersebut. Entahlah dirinya juga bingung mengapa ia bisa seperti ini, padahal biasanya ia akan langsung membenamkan juniornya pada goa surga lawan mainnya tersebut tanpa melakukan foreplay apapun.
Jujur, alasan mengapa Sehun sering menyewa wanita malam hanyalah untuk memuaskan hasrat kelelakiannya saja, tak lebih. Menurut Sehun, ia tak perlu melakukan hal semacam itu. namun, sepertinya pengcualian untuk wanita yang satu ini.
Sehun yang pikirannya sudah kacau, akhirnya memutuskan untuk langsung ke inti. Ia kemudian merenggangkan kukungannya dan beranjak dari atas Luhan, mengubah posisinya kesamping tubuh polos Luhan.
Luhan nampak semakin ketakutan. Ia ingat pasti kejadian semalam, setelah lelaki itu mengubah posisi menjadi duduk disampingnya pasti lelaki itu akan segera memasukkan juniornya yang super itu kedalam Miss V nya. Ingin rasanya Luhan kabur saat ini juga, ia takut jika ia akan kembali berakhir di kasur Rumah Sakit pada keesokan harinya. Namun, apalah daya yang bisa Luhan lakukan saat ini hanyalah menangis.
Sehun membelai paha dalam Luhan, kemudian membuka celah diantara kedua paha yang semula tertutup rapat hingga dapat dilihat kini Luhan yang nampak terbaring dengan kaki mengangkang. Sehun kemudian kembali menindih Luhan dan mengambil posisi yang tepat untuk memudahkan dirinya untuk memanjakan junior supernya tanpa menghiraukan isakkan Luhan.
Jleb!
"Akh!" Luhan memekik ketika benda asing masuk kedalam lubang surgawinya untuk kedua kalinya. Ia merasakan ngilu dan sakit dibagian bawah tubuhnya diwaktu yang sama ditambah lagi luka yang ia peroleh kemarin, menambah rasa sakit Luhan. Isakan Luhan semakin menjadi ketika Sehun mulai meng in-outkan penisnya kedalam lubang surgawi Luhan dengan tempo sedang, menghujam titik nikmat yang ia cari.
Tak seperti kemarin, malam ini Sehun nampak sedikit lembut dari kemarin karena sejak awal permainan hanya satu cengkraman saja yang Luhan dapatkan. Lagipula saat memasukinya, Sehun juga melakukan tak sekasar kemarin. Namun tetap saja selembut apapun Sehun menyetubuhinya, Luhan tetap merasaan sakit dibagian bawah tubuhnya.
Dua puluh menit berlalu, tiba tiba saja Sehun mempercepat gerakan meng in-outkan juniornya tersebut. Membuat tubuh Luhan semakin terhentak, bagian bawah tubuhnya juga semakin sakit.
Luhan semakin terisak seiring dengan gerakan Sehun meng in-outkan penisnya yang semakin cepat. Sehun yang nampak sebal mendengar isakan wanita yang tengah ia setubuhi itupun akhirnya memekik. "Hentikan tangisanmu itu! Ck! Menjijikan"
Sehun berdecih tanpa menghentikan genjotannya pada tubuh Luhan. namun, sepertinya itu tak digubris oleh Luhan yang malah nampak semakin terisak.
"Aku sudah berbaik hati padamu hari ini, setidaknya kau puaskan aku dulu jalang! Kau boleh menangis sepuasmu setelah ini selesai. Berhentilah menangis! Atau setidaknya lebih baik kau mendesah. Itu nampak lebih pantas untukmu " lanjut Sehun dengan penuh penekanan disetiap kalimatnya.
Sedangkan Luhan hanya membalas dengan sebuah gelengan tentu saja disertai dengan tangisan.
"Mendesahlah! Bukankah jalang sepertimu harusnya mendesah dibawah kungungan lelaki untuk mendapatkan uang?"
Luhan menggeleng cepat.
Sehun yang geram kemudian kembali mencengkram kedua pipi Luhan, "Apa aku harus memberikan obat perangsang agar kau mau mendesahan namaku huh?"
.
Lima belas menit berlalu, keduanya nampak terengah pasca orgasme mereka. Namun nampaknya Sehun belum puas dengan permainan seksnya malam ini. Terlihat kini Sehun kembali menindih tubuh Luhan yang nampak sudah kehabisan tenaga tersebut.
"Sial tubuhmu membuatku kecanduan, hanya sekali orgasme saja tak cukup untukku" racau Sehun.
Sehun hendak memasukan juniornya kembali kedalam goa hangat Luhan namun, "T-tuan kumohon, jangan. Ini sangat menyakitkan" lirih Luhan terisak lemah, terlihat dari raut wajahnya yang begitu kekelahan. Membuat Sehun terhenti sejenak.
Namun, tak lama kemudian...
"Apa perduliku"
Jleb!
"Akh" pekik Luhan lirih, yang malah terdengar seperti desahan bagi Sehun.
Tanpa sadar sebuah smirk terukir dibibir Sehun kala mendegar Suara tersebut. Sehun pun mulai meng in-outkan penisnya, namun tak berselang lama..
Tiba tiba...
Cklek!
Brakkk!
"Ya! Oh Sehun, dasar anak nakal. Sudah kubilang jangan kabur dari Apartementku, kau masih saja melanggar"
"Akh! Nuna, sakit!" teriak Sehun.
Ya, Xiuminlah yang memasuki kamar sewaan Sehun yang kebetulan tak terkunci itu. awalnya Xiumin tak ingin ketempat terkutuk bernama 'Club Malam' itu lagi. Namun, mengingat apa yang dilakukan Sehun pada seorang wanita kemarin malam, membuat Xiumin harus mencegah itu terjadi kembali dan mau tak mau ia harus kembali menginjakkan kaki ditempat terebut.
"Rasakan ini, rasakan. Sudahku bilang jangan berbuat kasar pada wanita, kau masih saja tak mendengarkan ku" pekik Xiumin tanpa berhenti menjewer adik albinonya ini.
"Akh! Nuna, lepaskan. Kau bisa membuat telingaku putus"
"Biarkan saja. Cepat pakai pakaianmu, kita pulang sekarang"
"Setidaknya kau mengijinkanku menyelesaikan ini dulu Nuna" ucap Sehun memelas.
"Lihatlah, wanita itu sudah nampak kelelahan" ucap Xiumin yang menunjuk Luhan dengan dagunya.
Sehunpun akhirnya menurut pada Xiumin. Ia meninggalkan wanita malamnya -Luhan- setelah selesai memakai seluruh pakaiannya menutupi tubuh polos Luhan dengan selimut.
Luhan yang sudah tak berdaya itu hanya bisa bergumam "Terimakasih Telah menolongku" kemudian ia memejamkan matanya. ia sangat lelah setelah menjadi mainan this and that Sehun ditambah lagi selama itu berlangsung Luhan tak henti henti menangis.
Belum lama Luhan terpejam, ia merasakan pintu kamar yang ia tempati kembali terbuka.
"LUHAN!" pekik seorang wanita yang Luhan ketahui adalah Baekhyun.
Baekhyun segera menghampiri ranjang tempat Luhan berbaring. Baekhyun memandang iba pada Luhan, ia benar benar merasa bersalah kali ini. Betapa bodohnya diri Baekhyun mau mengiyakan permohonan Luhan saat itu, jika saja ia menolaknya dan mencarikan pekerjaan yang lebih baik pasti Luhan tak akan mengalami ini.
"Lu, kau tak apa?" ucapnya panik
Luhan mengangguk lemah kemudian berkata "Aku tak apa Baek, tak usah sepanik itu. aku hanya lelah" Luhan tersenyum meyakinkan Baekhyun jika dirinya tidak apa apa, walau sebenarnya ia tak yakin jika dirinya benar benar baik baik saja atau tidak.
"Ayo aku antar kau pulang" ajak Baekhyun
"Tidak, aku tak mau Yixing Ge melihatku seperti ini. Aku disini saja tak apa Baek" tolak Luhan.
"Kalau begitu ke Apartementku saja, kau aman disana. Aku akan mengantarmu besok pagi"
Luhan nampak berfikir sejenak memudian mengiayakan ajakan Baekhyun.
.
Sinar matahari menelusup melalui celah gorden putih, membuat kedua wanita cantik ini terbangun dari mimpi indah mereka, siapa lagi kalau bukan Baekhyun dan Luhan.
Setelah kejadian malam kemarin, Luhan memutuskan menerima ajakan Baekhyun untuk menginap di Apartemennya. Mereka tidur bersama dalam satu kamar karena terlalu lelah untuk membereskan kamar yang dulu pernah Luhan tempat.
"Nghh"
Luhan merentangkan kedua tagannya keata sambil menggeliat lucu di kasur empuk Baekhyun, membuat Baekhyun yang sudah bangun lebih dulu itu hanya bisa terkikik gemas.
"Pagi Baekhyun" ucap Luhan dengan suara khas orang bangun tidur.
"Pagi Lu, bagaimana keadaanmu?"
"Sepertinya seluruh tulangku terlepas, aish kenapa tidur membuat tubuhku semakin lelah" dengus Luhan mengacak rambutnya. Ia kesal karena seluruh tubuhnya serasa remuk setelah bangun tidur, apalagi bagian bawah tubuhnya yang masih terasa ngilu.
"Mandilah dengan air hangat Lu, mungkin lelahmu akan sedikit terobati"
Luhan kemudian mengangguk dan bergegas ke kamar mandi dengan langkah yang aneh.
.
Satu jam berlalu, dan disinilah mereka. Terlihat kini Baekhyun tengah mengemudikan mobilnya menuju Rumah Yixing, sedangkan Luhan duduk disamping kursi kemudi sambil memandang jalanan Kota Seoul.
...
"Kenapa sampai pagi Luhan belum pulang, Semoga dia baik baik saja" gumam Yixing yang nampak berjalan mondar mandir didekat pintu. Ia sangat mengkhawatirkan Luhan yang tak kunjung pulang padahal jam kerja Luhan hanya sampai pukul dua pagi. Yixing bahkan tak tidur semalaman arena terlalu khawatir dengan Luhan.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar sebuah ketukan pintu membuat Yixing segera membukanya. kemudian Yixing menghela nafas lega karena sosok yang ia tunggu tengah berdiri dihadapannya.
"Kemana saja kau Lu?" ucap Yixing dengan penuh kekhawatiran
"Maaf telah membuatmu khawatir Ge, semalam aku terlalu lelah jadi aku menginap dirumah Baekhyun" ucap Luhan tersenyum bodoh. Membuat yixing gemas meihatnya.
"Kau tak apa apa kan"
"Uhmm, aku tak apa Ge" ucap Luhan mengangguk pasti.
"Syukurlah, kalo begitu ayo masuk. Kau harus memasakkanku sesuatu yang enak karena kau telah membuatku menunggumu semalaman" Yixing segera menarik tangan Luhan menuju dapur.
"Akh" pekik Luhan pelan, karena merasa nyeri dibagian tubuh bawahnya karena harus berlari kecil mengimbangi tarikan Yixing. Yixing yang mendengar itupun langsung menggernyit.
"Kau kenapa lu?"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Gimana?
Absurdkan?
Hehehe aku mutusin buatmenambah satu chapter lagi. Ga papa kan?
Net chap masih ada satu adegan Nc lagi kok kkkk...
Oh iya karena ini bentar lagi bakal selesai, aku mau tanya sama kalian untuk next ff kira kira
YAOI or GS?
Okay last, review juseyo.. ^^
