Inazuma Eleven: Boof Of Poem
.
.
.
.
Warning: Jika Fic ini menyebabkan sakit perut berkelanjutan, rahang pegel, dan penyakit tertawa lainnya, maka itu diluar tanggung jawab saya
.
.
.
Disclaimer: Saya, Crystal Nyrent tidak memiliki Inazuma Eleven dan saudara - saudaranya
.
.
.
Poem #7
Mother's Day
Author's POV
Ah, hari yang gak enak kenapa ? Karena di luar ada hujan kodok (?). Tapi, bagi anak - anak yang ada di sekolah mereka biasa aja. Kenapa ? Karena di sekolah tersebut ada sebuah pelindung canggih yang dapat melindungi kepala atau A Device To Protect A Pack Of students disingkat ATAP.
"Anak - anak, besok adalah hari spesial buat para ibu. Hari apa...?" Tanya Beta-Sensei.
"Hari Ibu, Bu !" Jawab semua murid dengan kom to the pak, kompak.
"Bagus, pokoknya ibu mau kalian semua bikin sesuatu buat mama kalian. Besok kalian ceritain di kelas ya..." Ucap Beta-Sensei.
"Kenapa ?" Tanya para murid layaknya iklan b*sk**t.
"Banyak nanya, udah pokoknya bikin aja !"
WIUUU...WIUUU...WIIUU...
Suara sirine berbunyi.
"Gawat ! Gawat !" Si rambut hijau Fei berteriak.
Brak !
Alpha dan Gamma membanting pintu dan masuk ke kelas.
"Ono opo ?" Tanya mbah Alpha.
"Ono opo ono opo ! Profesional dikit napa ? Mestinya pake bahasa alien, you know ?" Gamma memulai sesi ceramahnya.
"Weh, bukanya tolongin malah berantem disana" si Saryuu...uuu negor.
"Whatever lha, nah kenapa ?" Tanya Gamma.
"Itu Beta-Sensei meledak !" Lapor Fei.
"Oh meledak, itu sih udah biasa" Jawab Alpha dengan muka aspalnya.
Teng ! Teng ! Teng !
Bunyi bel tanda kematian bagi Alpha dan Gamma.
"Alpha...Gamma..."
Jeng Jeng Jeng ! Jeng !
Suara kematian telah terdengar. Rasakanlah hukuman dari Betakong (?).
Duak ! Buak ! Meong (?) ! Guk Guk (?) ! Cicit Cuwit (?) !
Ok mending kita tinggalkan 3 orang yang lagi berantem itu. Kita skip ke bagian dimana Fei sudah sampai di rumahnya yang tercintah.
"Tadaimah~" Ucap Fei dengan gembira.
"Okaerinasai !" Sang malaikat pencabut nyawa (di bouncer rabbit ama Fei | Hwaaaaa...Fei jahat | biarin :P) eh malaikat yang paling baik deh yaitu Mami Kinako.
"Mami ! Mami !" Panggil Fei.
"Iya Fei, ada apa ?" Tanya Maminya dengan senyum Sein.
"Weh, nama gua gak usah dibawa - bawa kaleus" Wah kelihatannya Sein gak terima.
"Biarin, males tau harus tulis malaikat, mending tulis nama malaikatnya aja langsung" Balesku.
"Sekarep lo dah" Sein mulai marah
"Sejak kapan Sein jadi alay ?" Tanya Desuta yang ikut - ikutan nimbrung
"Bukan masalah lo" Sein dan aku teriak bersama - sama.
Ok lupakan perdebatan tadi, kita balik lagi ke Fei.
"Itu Ma, Beta-Sensei suruh Fei buat bikin sesuatu buat Mama di hari Ibu" Lapor (?) Fei.
"Trus ? Gue harus bilang 'wow' gitu ?" Tanya Mami Kinako.
"Weh ! Salah naskah tuh !" Aku berteriak.
"Oh iya, oke ulang lagi !" Kinako teriak balik.
Camera ! Roll ! Action !
"Wah, itu bagus dong, nak" Ucap Kinako.
"Umm...kira - kira Fei harus bikin apa ya ?"
"Bikin gambar ?" Tebak Kinako.
"Tidak !"
"Prakarya ?" Tebaknya lagi
"Tidak !"
"Masakan ?" Wonderbot ikutan nimbrung.
"Tidak !"
"Karya seni ?" Papi Asurei ikutan
"Bisa jadi !"
"Weh ! Kok jadi Inazuma pintar sih ?" Aku protes.
"Oh iya sorry" Fei dan keluarganya minta maaf.
"Jadi, Fei mau bikin apa ?" Tanya Papi Asurei.
"Himitsu~" Fei bernyanyi.
Keesokan Harinya...
Fei's POV
"Fei Rune" Beta-Sensei memanggilku untuk menunjukan karyaku.
Aku maju ke depan kelas sambil membawa secarik kertas yang berisi karya buatanku.
"Selamat Pagi teman - teman dan guruku. Hari ini saya akan membacakan sebuah puisi" Aku memberi sambutan singkat.
Mommy ! Love You
By: Fei Yang Cayank Ama Mami
.
Mawar yang itu merah gak ada yang bilang biru
Buat Mama kalau aku punya satu
Tapi, sayangnya aku gak punya
Memang bukan itu sih intinya, mau tau intinya ?
Intinya Mommy, I Love You !
Aku, Fei Rune, Papa dan Wonderbot sayang ama Mommy polepel
Author's POV
Wah, wah ternyata puisi Fei punya dampak yang cukup besar terhadap murid - murid dan gurunya. Alhasil, berkat puisi indah (baca: nista) tersebut, Beta-Sensei dengan sangat baiknya menghadiahkan sebutir telur ayam di tugas Fei saat ini.
"TIDAAAK !" Si Saryuu...uuu meratapi ehemukeehemnya yang telah gagal melaksanakan tugas dari Beta-Sensei.
Tamat
Crystal: Yosh ! Selesai !
Gamma: Oi Thor, maksudnya bel tanda kematian itu apa ?
Crystal: Oh, kurang jelas ya ? Aku kasih bonus Omake deh
Omake
Yang Terjadi Setelah Bel Berbunyi...
"ADOUW !" Alpha dan Gamma di jewer layaknya anak bandel.
"Awas kalian ya, gini - gini gue itu guru lho" si Beta pamer.
"Beta-Sensei !" Panggil Manto.
"Iya Manto ?" Beta menjawab sambil tersenyum.
"Kenapa Sensei ngamuknya gak dari tadi ?" Tanyanya lagi.
"Tadi kan Sensei masih jadi guru jadi harus jaim dong. Sekarang kan udah pulang, berarti gak harus jaim, nah sekarang Sensei mau kasih hukuman dulu ya buat ni 2 cleaning service, Jaa~"Ucap Beta-Sensei.
The End
Crystal: Udah jelas kan ?
Krik Krik Krik
SFX: Teganya, teganya dirimu padaku, Oh~
Crystal: Huh ngeselin, ya udah lah terserah. Fic ini kupersembahkan untuk asunarune yang request Inazuma Eleven Go Chrono Stone dan untuk Mama yang baru gak lama ini Ulang tahun. Selamat Ulang tahun Mama, semoga sehat selalu, panjang umur, banyak rejeki dan selalu diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jaa~
Review~
