Forgiven you

Author : Song Dong Hee

Genre : Romance, drama

Rating : T

Cast : Super Junior

Pairing : Sibum , Haebum

Warning : GS , EYD berantakan , bahasa yang aneh

DONT LIKE GO AWAY

Kemarin ada yang menanyakan umur Sibumhae. Ini umur mereka :

Kibum 18 tahun

Siwon 25 tahun

Donghae 25 tahun

Here they are

Chapter 7

#np BTOB - Abboji

Author POV

Setelah mengganti bajunya dengan seragam sekolah, Kibum berjalan keluar dari ruang rawatnya dan menuju ruang administrasi dengan Donghae dibelakangnya. "Berapa yang harus aku bayar?" tanya Kibum pada suster yang menjaga administrasi itu. "Biar aku saja yang membayar. Kau tunggu di sana" Donghae mengeluarkan dompetnya dan menyuruh Kibum duduk di bangku tak jauh dari mereka berdiri sekarang. Kibum hanya menurut dan duduk di bangku itu. Matanya bergerak mencari sesuatu yang menarik untuk menghilangkan kebosanannya.

DRRRTT

Ponsel Donghae berbunyi dan dia langsung menggeser tombol hijau di layar touchscreen nya.

"Yeoboseyo?"

"Yah! Lee Donghae kemana saja kau! Kenapa kau tidak mengangkat telpon ku dari kemarin?!" Suara lengkingan Eunhyuk langsung terdengar di telinga Donghae. Refleks dia menjauhkan ponselnya dari telinganya.

"Mian hyuk, aku lagi sibuk. Tidak ada waktu untuk mengangkat telponmu" jawab Donghae malas.

"Setidaknya kau memberitahu kami kau ada dimana! Kami mengkhawatirkanmu tahu!"

"Iya-iya, aku minta maaf hyuk. Yang penting sekarang aku sudah mengangkat telponmu kan?" Donghae tersenyum dan membungkukkan badannya sekilas pada suster tadi seusai membayar dan menghampiri Kibum yang masih asyik memandangi sekitarnya.

Hyuk menghela nafas berat. Tahu kalau Donghae tidak bisa dibantah lagi. "Sekarang kau dimana?"

"Aku ada di rumah sakit" Donghae mendudukkan dirinya di samping Kibum.

"MWO?! Kau sakit? Sakit apa Hae? Cepat beritahu aku!" Hyuk berteriak khawatir mendengar sahabatnya ada di rumah sakit. Membuat member lainnya tergopoh-gopoh mendekati Hyuk dan ikut mendengarkan percakapan keduanya.

"Aku tidak sedang sakit Hyuk, aku cuma mengantar seseorang ke sini"

"Nugu?"

"Kim Kibum"

DEG

Siwon yang tengah mendengar pembicaraan Eunhae tersedak air liurnya sendiri. Kibum di rumah sakit? Sakit apa dia? Berbagai pertanyaan terus berputar di kepalanya. "Kalau sudah selesai cepat kembali ke dorm Hae. Sudah ya" Eunhyuk menutup telpon nya dan menatap Siwon selaku leader Suju M. "Siwon-ah, bilang ke manager hyung Donghae sebentar lagi pulang ke dorm kita. Setelah ini kita harus per—" Eunhyuk menghentikan perkataannya dan mengkerutkan dahinya melihat Siwon yang menunduk dan pandangannya kosong.

"Siwon? Kau kenapa?" Eunhyuk menghampiri Siwon dan mengguncang kan badannya pelan. "E-eh hyung, aku tidak apa-apa. Tadi kau menyuruhku apa?" Eunhyuk menghela nafas untuk kesekian kalinya hari ini. Mungkin memang benar kalau Siwon agak kurang dalam pendengarannya (ditabok Siwon :p)

"Tolong kau telpon manager hyung kalau Donghae sebentar lagi akan pulang ke dorm"

"Ah, ne. Aku akan menghubunginya sekarang" Siwon berdiri dan menghubungi sang manager. Setelah itu dia melamun kembali. Memikirkan Kibum yang masih ada di rumah sakit sekarang. Sebulan tidak bertemu dengan kekasih nya itu membuat dia sangat merindukan Kim Kibum. Wajah cantiknya, suara lembutnya, dan jangan lupa sikap dinginnya. Itu yang membuat Siwon tergila-gila dengan Kibum. Ingin sekali dia berlari ke rumah sakit dan menemui Kibum. Melihat bagaimana kondisinya, apa dia baik-baik saja, dan mengecup bibir yang sangat manis itu. Tapi itu hanya khayalannya saja. Bisa-bisa semua orang tahu kalau dia sedang berpacaran dengan Kibum. Egois bukan? Hanya memikirkan perasaannya sendiri tanpa memikirkan perasaan sang kekasih...

*~Forgiven You~*

Donghae memasukkan ponselnya kembali ke saku celananya dan tersenyum pada Kibum. "Dimana rumahmu?" Kibum menatap Donghae dengan wajah bingung. "Untuk apa kau menanyakan rumahku?" Donghae mendecak kesal "Tentu saja untuk mengantarmu pulang. Kau mau menginap disini terus memangnya?"

"Itu lebih baik. Daripada aku tinggal di rumah yang seperti neraka bagiku" kata Kibum dingin dan menusuk.

"Ah, mian aku lupa. Aku yang akan bicara padanya. Kau jangan khawatir. Oke?" Donghae membentuk simbol oke dengan tangan kanannya yang dibalas Kibum dengan dengusan dari hidungnya.

Keduanya pun masuk ke dalam mobil Donghae dan segera menuju rumah Kibum. Setelah sampai di rumah Kibum, Kibum membuka pintu rumahnya yang tidak dikunci. Sepi, itulah yang terasa di dalam rumah kecil itu. Kemana sang appa?

"Kenapa sepi sekali Kibum-ah? Kemana appa mu?" Donghae menengok ke kanan kiri. Dilihatnya ruang tamu yang dalam keadaan berantakan. Penuh dengan botol-botol minuman keras dan belasan puntung rokok. Kibum mencengkeram erat ujung seragamnya. Matanya bergerak-gerak gelisah. Diarahkannya pandangannya menuju salah ruangan yang tak lain adalah kamar appanya. Perlahan dilangkahkannya menuju kamar itu. Langkahnya benar-benar terasa berat. Jantungnya berdebar-debar. Entah kenapa perasaan takut melingkupi hatinya. Perlahan kenop pintu itu diputarnya. Kaki kanannya adalah anggota tubuh pertama yang masuk ke dalam tempat itu. Gelap. Ya, gelap karena jendelanya masih tertutup gorden berwarna coklat muda. Mata Kibum terbelalak melihat kondisi appa nya. Meski gelap, Kibum masih bisa melihat sosok appa nya yang terbaring dengan mulut berbusa. Tubuh Kibum pun merosot jatuh, pandangannya kosong. Badannya bergetar hebat.

Donghae yang melihat Kibum jatuh terduduk, segera menghampiri gadis itu. "Kibum-ah? Ke—" omongan Donghae terputus saat melihat appa Kibum terbaring lemah dengan mulut berbusa. "ASTAGA! KIBUM-AH CEPAT BANTU AKU MEMBOPONG DIA!" Donghae mencoba membawa appa Kibum dengan tangan kirinya yang memeluk bahu namja tua itu dan tangan kanannya yang memeluk pinggang nya. Kibum tidak merubah posisinya sejak tadi. Pandangannya tetap kosong. Jari-jarinya bergetar hebat. "Dia sudah mati.." lirihnya.

"Tidak! Jangan bicara seperti itu! Kita harus membawanya ke rumah sakit!"Melihat Kibum yang tetap tidak bergerak, Donghae berdecak kesal dan dengan susah payah membawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobilnya. Sementara Kibum? Dia tetap tidak beranjak. Sebulir airmata mengalir di pipi porselen nya. "A-app-appa" Kibum akhirnya mengucap satu kata yang tidak pernah diucapkannya selama 10tahun ini. Harusnya sang appa mendengar ini. Dia pasti akan tersenyum dan memeluk sang putri yang disayangi nya itu.

*~Forgiven You~*

Setelah mengantar ke rumah sakit, Donghae menelpon Eunhyuk. Dia minta maaf tidak bisa pulang ke dorm karena harus mengantar sesorang (lagi). Meski keduanya sempat bersitegang, tapi pada akhirnya Eunhyuk mengalah dan menutup telponnya secara kasar. Donghae hanya menghela nafas dan duduk menunggu dokter yang menangani keluar.

-At Kibum's house-

Kibum perlahan mencoba bangkit berdiri dengan menggapai kenop pintu sebagai alat bantunya. Lututnya masih bergetar saat dia sudah berdiri. Dipaksakannya tubuhnya keluar dari kamar itu. Botol-botol alkohol masih berserakan di ruang tamu itu. Dihempaskannya tubuhnya di atas sofa. Kepalanya menengadah dan matanya terpejam. Ingatan tentang keluarganya saat kecil terlintas di pikirannya. Saat dia, appa dan eomma nya tertawa riang dan saling mencintai. Ketiganya merupakan keluarga yang harmonis, semua orang yang melihatnya tahu itu. Kibum menghela nafas nya dan bergumam lirih "Eomma, kenapa hatiku sakit saat melihat dia seperti itu? Rasanya aku tidak ingin kehilangan dia..Bukankah aku ingin dia mati? Tapi, kenapa begini?" Kibum meraih harmonika di saku seragamnya dan mengusap alat musik itu perlahan. Disitu tertulis nama hangul Kim Kibum yang diukir oleh eomma Kibum.

Kibum meletakkan harmonika nya di atas meja. Tanpa sengaja dia menjatuhkan sebuah kertas yang ada di dekat botol alkohol tadi. Dipungutnya kertas itu. Ada sebuah tulisan di sana.

Kibumie..

DEGG

Ini adalah tulisan appanya. Meski dia membenci sang appa, tetap saja dia masih ingat bagaimana tulisan appa nya itu. Karena penasaran dia pun melanjutkan membaca nya.

Sudah lama appa tidak memanggil mu dengan panggilan itu. Haha appa benar-benar ingat saat kau merengut karena appa memanggilmu seperti itu. Bahkan kau hampir tidak mau makan karena hal itu. Untunglah kau tidak benar-benar marah pada appa.

Mianhae, appa sudah menamparmu waktu itu. Appa tidak bermaksud untuk melakukan itu. Appa hanya kecewa karena kau berkata-kata kasar. Tapi setelah kau ke pemakaman eomma mu, appa juga kesana kok. Meski kita tidak berangkat bersama-sama..

Appa tahu kau sangat membenci appa. Appa benar-benar minta maaf Bummie.. Appa saat itu membutuhkan uang untuk membelikanmu piano yang kau inginkan. Waktu itu appa dipecat dari perusahaan tempat appa bekerja. Jadi appa meminta bantuan pada teman appa. Tapi sepertinya dia menyukai appa. Appa menolaknya, appa hanya mencintai eomma mu bummie-ah.

Maaf, appa tidak bisa membelikanmu piano. Appa hanya bisa memberimu harmonika. Appa dan eomma yang membuatnya untukmu. Kami membuatnya dengan penuh rasa cinta untukmu bummie..

Saat kau membaca surat ini, mungkin appa sudah tidak bisa bersama-sama denganmu lagi. Mungkin ini jalan yang terbaik agar kau bisa mengampuni appa Bummie-ah. Hiduplah dengan baik, jangan tidur terlalu malam, makan yang banyak, dan maaf appa tidak bisa melihatmu di altar pernikahan dengan namja yang kau cintai. Appa dan eomma akan selalu mendoakanmu dan melihat mu dari atas sini. Appa mencintaimu Bummie..

TESS

Air mata mengalir deras dari kedua pipi Kibum. Hatinya seolah hancur berkeping-keping. Kibum mendekap surat itu di dadanya, seolah sedang memeluk sang appa. Isakan dan jerit yang menyayat hati meluncur dari bibir pucatnya. Kini yang tersisa hanyalah penyesalan dan penyesalan. Kebencian nya selama 10tahun hilang sudah, berganti dengan rasa kehilangan yang teramat dalam. Kesalahpahaman selama ini yang membuat Kibum menyakiti hati banyak orang.

"A-appa, mianhae –hiks- mianhae.." Kibum terus mengucapkan kata-kata itu. Percuma. Semuanya sudah terlambat..

*~Forgiven You~*

Sementara itu, Donghae yang menunggu langsung menghampiri Shin uilsanim yang keluar dari ruang UGD. "Bagaimana keadaannya uilsanim?" tanya Donghae cemas. " , dia.."

"Dia kenapa uilsa?"

"Maaf, tidak bisa diselamatkan" sesal Shin Uilsa

DEG

"Dia terlalu banyak meminum alkohol sehingga perutnya mengalami radang akut. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Maaf sekali lagi. Permisi" Uilsa itu pun pamit menyisakan Donghae yang terdiam. Bagaimana aku harus memberitahu Kibum? pikirnya.

Saat hendak berbalik, dilihatnya Kibum yang berdiri di belakangnya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan menggeleng keras. Ya, setelah membaca surat itu dia menyusul Donghae ke rumah sakit untuk melihat kondisi sang appa. Tubuhnya merosot jatuh. Donghae buru-buru mendekapnya "Menangislah, aku akan menemanimu. Kau masih punya aku Kibum-ah" Kibum meraung keras dan mencengkeram kerah baju Donghae. Pengunjung rumah sakit melihat keduanya dengan pandangan iba. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan bukan?

.

.

Siang itu langit terlihat mendung. Titik-titik hujan membasahi sebuah pemakaman yang masih baru. Dua orang berdiri di dekat makam itu. Kibum dan Donghae. Kibum menangis seraya memeluk nisan itu. Tidak dihiraukannya petir yang menyambar dan hujan yang semakin deras. Seolah-olah langit ikut merasakan kesedihan gadis itu. Disamping makam sang appa, ada makam eomma Kibum.

Donghae memeluk Kibum dari belakang dan bergumam "Ahjussi dan ahjumma sudah tenang disana Kibum-ah. Relakan mereka.."

Kibum hanya menggeleng lemah dan semakin terisak. Dengan terpaksa Donghae menarik tangan Kibum dan menyuruhnya berdiri. Donghae pun memeluk Kibum erat dan ikut menangis melihat gadis yang dicintainya menderita seperti ini..

TBC ^^

Annyeong ^^ gimana nangis ya? *sodorin tissue*

Mian updatenya lama..

Mian pendek *bow*

Chap depan saya mau mempertemukan Kibum dengan Siwon dan terkuaknya siapa penabrak eommanya Kibum. Apa Kibum masih bisa mengampuni orang itu?

Balasan review :

Lovembum

Ini udah lanjut. Gomawo udah review ^^

RistaMbum

Iya mereka temen masa kecil. Suka ff ini? Terharu saya :')

Gomawo udah review ^^

Siwonsemekibum

Ini udah lama. Gomawo udah review ^^

Ichigobumchan

Sibum nanti bersatu kok. Meski banyak rintangan #plakkk

Haebum temen masa kecil. Gomawo udah review ^^

Shofiy Nurlatief

Mian saya belum bisa memberikan yg chingu inginkan :(

Terima kasih buat kritiknya. Semoga chap ini lebih baik dari sebelumnya :D

Gomawo udah review ^^

meyy-chaan

Iya, kibum kasihan T_T

Saya aja yg nulis ngerasa kasihan nyiksa Kibum gini *dilindes Kibum*

Ini udah update. Gomawo udah review ^^

geelovekorea

Iya dunia emang sempit karena penghuninya kayak Shindong semua XDD *dibakar masa*

Gomawo udah review ^^

mitade13

Mereka temen masa kecil. Jadi Kibum manggil Hae oppa karena memang lebih tua Hae kan?

Chap dpn Siwon ketemu ama kibum kok. Gomawo udah review ^^

Shim Yeonhae

Perlahan-lahan Kibum bakal inget ama Hae. Gomawo udah review ^^

kyucho

kibum emang cocok jadi yeoja/uke XDD

Mian saya gak bisa bikin ff yg panjang2 *bow*

Gomawo udah review ^^

sibum forever

chap dpn sibum ketemu kok :D

Gomawo udah review ^^

shiki

terima kasih sudah suka sama ff ini :')

mian gak panjang ya :(

Gomawo udah review ^^

bumuke

ne, bener. Mereka teman masa kecil. Chap depan mereka ketemu kok. Tenang aja dijamin jadi tambah seru XDD Gomawo udah review ^^

wonniebummie

Chap ini siwon udh tahu kibum masuk rumah sakit. Tapi karena dia takut ketauan pihak managemen klo dia pacaran sm kibum dia gak njenguk kibum.

Gomawo udah review ^^

MissChoi

Hehe makasih dibilang tambah seru :)

Gomawo udah review ^^

cho97

chap dpn mereka ketemu kok. Di chap ini udh diberitau perbedaan umur mereka :)

Terima kasih sudah suka ff ini :')

Gomawo udah review ^^

zakurafrezee

kasi tau gak ya? XD #plakk

Gomawo udah review ^^

Nina317Elf

Mian gak bisa panjang2 :(

Gomawo udah review ^^

blackwhite28

kibum saking menderitanya ya begini nih *dilempar panci*

chap dpn mereka ketemu kok. Gomawo udah review ^^

Review please?