Naruto © Masashi Kishimoto

Story © KawaiiHanabi

It Started With A Kiss

Sasuke X Sakura

.

.

.

.

.

.

.

Haruno Sakura bisa bernafas lega, kini ia bisa menjalani hari dengan gembira, tanpa masalah keluarga. Yap masalah keluarganya kini sudah terselesaikan dengan baik, kini ia hanya perlu menuntaskan sekolahnya lalu kembali ke Fukouka tempat tinggalnya dulu. Oh tapi sebelum itu ia harus bertemu Sasuke kekasihnya, karena secara tidak langsung Sasuke-lah yang membantu menyelesaikan masalah Sakura dengan keluarganya -seperti cerita Mebuki ibunya.

Flashback

"Kenapa belum jalan?"

Si supir taksi menoleh kebelakang dengan wajah yang tiba -tiba rata -becanda ini romance kok bukan horor viss- maksudnya datar.

"Dihalangi pria itu, jadi saya ga bisa lewat."

Sasuke cengo. Lah si bapak klaksonin aja kali nanti juga minggir , gerutunya OOC. Eh tunggu tapi siapa pria yang menghalanginya itu? Apa dia sengaja?

Tuk

Tuk

Tuk

Terdengar suara ketukan pada jendela taksi yang di tumpangi Sasuke. Perlahan Sasuke menurunkan kaca mobilnya dan menatap seorang pria berpakaian rapi yang ia yakini mengganggu perjalan pulangnya.

"Bisakah kau keluar sebentar." Entah kenapa Sasuke langsung mengiyakan perintah orang yang jelas-jelas tak ia kenal, padahal Mama Mikoto pernah bilang jangan deket-deket sama orang asing tapi kenapa Sasuke malah ngedekitin?

Sasuke keluar dengan wajah stoic andalannya dan tangan yang terlipat rapi didepan dada.

"Hn." Tak lama kemudian terlihatlah seorang wanita paruh baya nan anggun turun dari mobil yang terparkir di depan taksi pesanannya barusan.

"Maaf, bisa kita bicara sebentar anak muda?" Tanya wanita lembut.

Sasuke menatapnya heran, apakah baa-san ini tertarik pada anak remaja kece seperti Sasuke? Oke abaikan.

"Ah, perkenalkan saya Haruno Mebuki. Ibu dari gadis yang kau antar tadi." tambahnya.

Uchiha memang cerdas tapi kini otak Sasuke agak lambat menafsirkan pernyataan Mebuki, butuh waktu beberapa detik untuk mencernanya.

"Ah..." Segera Sasuke membungkukan badan tanda hormat sopan. Jadi ini sumber masalah Sakura pikirnya.

"Ada yang ingin kubicarakan, bisakah kau ikut aku sebentar?" Ujar Mebuki.

Sasuke sempat bingung, haruskah ia memanggil Sakura? Rasanya tak mungkin justru orang inilah yang Sakura hindari pasti Sakura tak ingin bertemu. Dengan terpaksa ia mengiyakan permintaan Mebuki. Toh Sasuke juga sebenarnya penasaran serumit apa sih masalah jodoh-jodohan yang dialami Sakura sehingga membuatnya bersembunyi? Dan siapa sih sebenarnya Sakura itu.

Mebuki membawa Sasuke mendekat kemobilnya. "To the point saja apa kau serius dengan puteriku?" Tanyanya.

"Maaf?" Sasuke menautkan alisnya bingung.

"Kau berkencan dengan anakku larena kau memang mencintainya atau hanya main-main saja?" Sasuke terengun mendengarnya, harusnya sih ia jawab pacaran karena mencintai Sakura, tapi gimana kalau nanti Ibunya Sakura tanya -tanya soal pernikahan. Secara Sakura saja langsung ditunangan dengan anak kenalan Ibunya, apa lagi Sasuke yang statusnya kekasih Sakura -meski tak didasari cinta- Kalau sudah begitu mana bisa Sasuke berbohong kalau kualat gimana?

Dengan mantap Sasuke menjawab.

"Kami hanya teman sekolah."

Mebuki tertawa mendengarnya.

"Apakah ciuman adalah hal yang wajar bagi seorang teman?" Tanyanya dengan nada rendah namun menusuk.

Sasuke diam, ia baru sadar kalau selama ini Ibunya Sakura mengamati mereka.

"Jangan pernah berfikir aku ini bodoh Uchiha-san, Jika kau serius dengan anakku kalian harus bertunangan, jika tidak tinggalkan dia!" Seru Mebuki. Mebuki mengakhiri perbincangan itu tanpa membiarkan Sasuke menjawabnya.

"Lalu kau akan menjodohkannya dengan orang lain?" Tanya Sasuke tiba-tiba sebelum Mebuki memasuki mobil.

Mebuki menoleh menanggapi Uchiha bungsu itu. "Tentu saja, anakku tak keberatan."

Sasuke tertawa Sarkastik . "Tak keberatan tapi membangkang."

"Jaga ucapanmu anak muda!"

"Aku tak tahu mengapa kau sangat terobsesi dengan perjodohan anakmu, tapi jangan biarkan dia terus lari dari masalahnya, setidaknya beritahu dia alasan kau mendesaknya untuk segera menikah. Itu pun jika Mebuki-san masih peduli pada Sakura." Ucao Sasuke panjang lebar.

Mendengar pernyataan Sasuke Mebuki terdiam, kenapa perkataan Sasuke tadi terdengar kejam? Dia tidak bermaksud menjual puterinya sungguh, Ia hanya ingin Sakura bahagian, harusnya Sakura mengerti. -ah tidak Mebuki baru menyadari kalau Sakura memang tak mengerti ini salahnya karena ia tak pernah jujur. Perkataan Sasuke memang benar.

"Saya permisi Mebuki-san." Pamit Sasuke pada Mebuki yang masih terdiam di mobilnya.

"Tunggu, bisakah aku minta satu hal padamu Uchiha Sasuke-kun?" Ujar Mebuki yang mencegah Sasuke pergi.

Berkat pertemuan itulah pertanyaan yang sedari tadi berterbangan dibenak Sasuke tentang Sakura terjawab, dan karena inilah SasuSaku jadi bertengkar. Dan juga Mebuki meminta tolong pada Sasuke agar Sakura mau menemuinya.

End of Flashback

Kaki jenjangnya melanglakah cepat menaiki tangga menuju perpustakaan tempat Sasuke biasa menghabiskan waktu istirahatnya. Ya dia berniat menemui Sasuke untuk meminta maaf soal kejadian dikantin itu.

Belum sampainya langkah Sakura keperpustakaan kini dirinya tengah dihadang segerombolan orang yang ia yakini 100% ...

"Heh model murahan!"

... adalah fans fanatik Uchiha Sasuke.

Kenapa? lihat saja pin di Seragamnya itu muka Sasuke versi chibi!

Benar-benar menggelikan.

"Maaf?" Sakura menoleh malas pada wanita itu.

"Kau! Putuskan hubunganmu dengan Sasuke-kun!" Teriaknya sembari menunjuk-nunjuk Sakura.

Sakura memutar bola matanya dan melipat tangannya didepan dada .

"Heh Karin-sama lihat dia malah nantangin!" Adu seorang gadis berambut cokelat pada ketua UFF .

"Kau! Berani-beraninya ya! Cepat putuskan hubunganmu atau kami akan bertindak lebih jauh!" Ancamnya kembali.

Sakura menyeringai dibuatnya. "Bisa kalian beri alasan kenapa ?" ucapnya dengan menekankan kata kun.

"Karena kau player model sialan!" Ucap karin dipenuhi amarah.

"Ya, benar itu. Jelas-jelas kau kencan dengan pria lain di belakang Sasuke-sama." Jelas salah satu UFF.

Sakura menghela nafasnya pelan, ia tahu cepat lambat pasti ini akan terjadi tapi bukan. Haruno Sakura namanya jika ia menuruti kemauan club yang tak jelas ini.

"Benarkah? Apa kau sedang membuat bualan tentangku? Aku player? Murahan? Tak tahu diri? Tukang selingkuh? Sepertinya ini cukup untuk menyeret kalian ke meja hijau." Ucao Sakura datar.

"Ka-karin...-sama." Para UFF diam tak bersuara mereka salah telah menantang Haruno Sakura sengan tuduhan yang jelas-jelas bohong.

Sakura menyeringai, ia mengeluarkan handphone dari saku roknya lalu mengetikkan sesuatu. "Ah, aku yakin itu akan merepotkan. Bagaimana kalau telepon Sasuke-kun saja? Aku yakin dia..."

Belum sesai Sakura menyampaikan kalimatnya para UFF sedikit demi sedikit membubarkan diri dengan tertib.

Kecuali Karin. "Kau...Aku masih tak rela Sasuke-kun ku berpacaran denganmu! Lihat saja nanti!"

Sakura melambaikan tangan pada Karin yang beranjak pergi. Sampai kapanpun Haruno Sakura akan selalu menang ketika berhadapan dengan UFF apalagi jika menyangkut Sasuke ia akan perjuangkan -lah sejak kapan? Gaje gini-

.

.

.

.

.

.

.

"Duh gara -gara UFO-yang benar UFF Sakura- sialan itu Sasuke keburu pergi." Ujar seorang gadis bersurau merah muda yang tengah menuruni tangga sekolah dengan indahnya.

"Sekarang Sasuke ada dimana ya." Iris emeraldnya senan tiasa celingak-celingung lirik kanan kiri mencari sang kekasih...

"Mencariku hm?"

...tanpa memperhatikan langkahnya.

"Maaf, siapa juga yang.." Sakura baru tersadar kalau ia menabrak seseorang dan kini ia berakhir di pelukan pria yang ditabraknya.

Pria berambut raven dengan kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya. Pria yang sangat tampan.

"Apa kau mau seperti ini terus. " ujar pria itu sambil menatap intens Sakura.

1

2

3

Sakura sadarlah dia itu Sasuke yang sedang memakai kacamata.

"Kyaaaaaaa." Sakura berteriak kaget, sontak Sasuke melepaskan pegangannya pada pinggang Sakura dan membuat gadis itu menuruni 5 anak tangga yang tersisa dengan pantatnya. Klise memang.

"Sakura!" Seru Sasuke, ia segera turun menyusul kekasihnya.

"I...itt..ittai." Ujar Sakura sembari memeganggi badannya yang terasa Sakit.

"Kenapa kau tiba-tiba berteriak hah?" Ujar Sasuke yang mencoba membantu Sakura berdiri.

"Kau yang tiba-tiba mengagetkan..ittai baka!" Gerutu Sakura saat Sasuke memapahnya menuju kursi terdekat -yaitu tangga- .

"Kakimu Sakit? bisa jalan?" Ujar Sasuke yang jongkok dihadapan Sakura.

Sakura mencoba berdiri sambil memegang bahu Sasuke.

"Sepertinya bi..."

Bruk

"Bilang saja kau mau memelukku." Sakura gagal berdiri. Jika Sasuke tak menahan badannya , Sakura sukses mencium lantai.

"..." Mendengar perkataan Sasuke, Sakura blushing dibuatnya.

Dengan cekatan Sasuke memgangkat kaki Sakura kepangkuannya.

"Sepertinya terkilir, tunggu disini kuantar pulang." Ujar Sasuke.

"Tapi..."

"tak ada penolakan." Sakura diam, menatap punggung Sasuke yang mulai menjauh dari hadapannya.

'Kau memang pria yang baik Sasuke-kun' batinnya berkata.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Sasuke berat ya?" Ujar Sakura pada Sasuke yang tengah menggendongnya.

"Hn." Sakura mengembungkan pipi sebal karena jawaban ambigu Sasuke.

"Sasuke, turunkan saja aku. Lagi pula kena kau malah menggendongku? Kan aku bisa naik taksi." Gerutu Sakura.

"Kau tak bisa berjalan."

Sakura menghela nafas dipunggung Sasuke. "Kan bisa minta tolong Sasori-nii. "

"Dia sedang bekerja dengan aniki." Ujar Sasuke.

Semenit

Lima menit

Sakura dan Sasuke berjalan-ah tidak lebih tepatnya Sasuke yang berjalan menggendong Sakura kini tengah melewati taman , sebentar lagi mereka akan sampai menuju apartemen Sasori.

"Sasuke turunkan saja aku, kau sudah menggendongku dari pemberhentian bus tadi. Aku sudah bisa jalan sendiri kok." Sakura kembali membeo dan Sasuke masih tetap menghiraukannya.

"Sasuke turunkan aku . " pinta Sakura lagi sembari menggerakan kakinya yang menggantung.

"Diamlah Sakura."

"Sasuke.." Ujar Sakura lagi.

"Kau ingin turun tapi kenapa memelukku erat?" Tanya Sasuke.

Sakura kini memang tengah memeluk leher Sasuke erat, setelah mendengar pernytaan Sasuke Sakura menyembunyikan wajahnya yang agak memerah di balik punggung Sasuke.

"Abaikan saja mereka."

Sasuke tahu Sakura kenapa Sakura memeluknya erat dan terus meminta turun bukan tanpa alasan. Sakura merasa tak nyaman dengan orang-orang terus memperhatikan mereka, lebih tepatnya menjadikan mereka pusat perhantian dan bahan perbincangan.

'Lihat pria itu tampan sekali.'

'Romantisnya.'

'Bukankah ia model terkenal itu ya?'

'Dia Saki dan pria itu siapa?'

'Kekasih yang wajahnya disensor itu ya?'

'Kupikir dia jelek ternyata sangat tampan'

'Mereka sudah tinggal bersama ya?'

'Uso!'

'Pamer kebersamaan didepan orang lain!'

'Anak muda jaman sekarang.'

'Membuatku iri, sayang gendong aku juga.'

'Kekanakan.'

Seperti itulah kira-kira yang mereka dengar. Ada yang mendukung dan menghujat. Bahkan ada yang asal jeplak menyimpulkan kalau mereka tinggal bersama, dasar tukang gosip!

"Hm, aku tahu. Ini resiko seorang entertainer kan?"

"Kau seorang entertainer?" Tanya Sasuke dengan nada yang meragukan.

Sakura memukul punggung Sasuke hingga membuat mereka hamoir terjatuh jika Sasuke tidak bisa menjaga keseimbangannya.

"Hey!" Seru Sasuke.

Mendengar nada suara Sasuke yang tak biasa membuat Sakura terkekeh geli. "Hahahahahaha. Sasuke kau marah ya?"

"Cih." Sasuke yang seperti biasa akan mendecih jika Sakura menertawakannya.

"Sasuke.." Sakura mendekatkan bibirnya ketelinga Sasuke guna membisikan sesuatu.

"Arigato Sasuke-kun." Bisiknya.

Mendengar Sakura menyebut Sufiks kun dibelakang namanya Sontak membuat Sasuke menoleh dan...

Bibir kissable Sakura dan bibir Seksi milik Uchiha Sasuke menempel istilah lainnya mungkin Ciuman tak disengaja! . Awalnya Sasuke membulatkan mata kaget namun perlahan ia mulai menutup matanya dan menikmati ciuman tak direncanakan itu.

Sementara Sakura?

'Bagaimana ini kami-sama kenapa Sasuke menoleh? Kenapa sekarang ia menutup matanya? Kenapa aku juga menutup mata? Apa sekarang Sasuke sedang mengerjaiku seperti sebelumnya? Kenapa di belum melepas ciuman ini? Dan kenapa Kami-sama kenapa ciuman ini terasa begitu memabukan!'

Sakura sangat sibuk dengan pikiran-pikiran anehnya. Oh Tuhan Sakura Sasuke itu tak sedang bercanda lihatlah kalian berciuman dengan keadaan Sasuke yang tengah menggendongmu. Dan lihat dia bahkan menghiraukan para aniki yang memandangi kalian.

"Ehemmmmmm." Suara berat menginterupsi kegiatan manis mereka.

Mendengar deheman itu, membuat Sasuke dan Sakura cepat-cepat memisahkan diri, lebih tepatnya hanya bibir saja karena Sasuke masih ingat akan kaki Sakura yang cedera tadi.

"Sudah berani mencium sepupuku di depan umum he?" Sindir Sasori yang entah sejak kapan ada di hadapan tepatnya lagi didepan apartemen miliknya.

Sasuke bertahan dengan wajah datar miliknya namun ada seburat merah tipis yang terlihat dan Sakura yang menyembunyikan wajah di punggung hangat Sasuke.

"Oh, Aniki Sasori-nii aku mengantar Sakura pulang lihat kakinya cedera." Sapa Sasuke. Tentu saja dengan wajah datar tak berdosa miliknya.

"Kau cari-cari alasan saja, Sakura-chan kau tak apa?" Ujar Sasori marah dan kini perhatiannya beralih pada Sakura yang ada sipunggung Sasuke.

"Sudahlah Sasori, mereka hanya menunjukan cintanya." Ujar Itachi dengan kalemnya.

"Tapi aku tak suka kalau adik mesummu itu sering mencium sepupu berhargaku. Kau pikir Sakura-chan itu boneka apa diciumi terus!" Timpal Sasori yang kini sudah mengambil alih Sakura.

"Aku hanya mengantarnya pulang bukanlah orang mesum." Bela Sasuke.

"Kau pria mesum! Buktinya kau mencium sepupuku disekolah, di dalam taksi, dan kini terang-terangan didepan apartemenku."

Sasuke diam, Itachi menganga tak percaya, Sakura malu dan itu semua berkat ucapan Sasori, sepupu bayi Sakura.

"Wow.." komentar Itachi.

"Hmmm.." Sasori menyadari ucapannya barusan dan segera pamit pada duo Uchiha itu.

"Kalian pulanglah, Itachi kita bahas pekerjaan besok pagi."

Itachi mengangguk dan membiarkan Sasori yang membawa Sakura dalam keadaan malu itu pergi masuk ke apartemen.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah Sasori dan Sakura masuk dalam apartemen tadi, duo Uchiha kece kita ini memutuskan untuk pulang kemansion. Didalam mobil terlihat Itachi yang mengemudi sambil menyeringai kecil kearah Sasuke adiknya.

"Aniki hentikan seringai mesummu!" Perintah Sasuke yang tak nyaman dengan sikap Itachi.

"Kau tak dengar kata Sasori tadi? Yang mesum itu kau Sasuke." Balasnya.

Sasuke diam, dan itu membuat Itachi tersenyum . "Kalian terlihat saling mencintai ya?"

Sasuke menghela nafas dan mengangkat bahu acuh. "Entahlah." Jawabnya jujur.

"Jika kau mencintai Sakura kau harus menjaganya Sasuke. Jangan Sakiti dia, jangan pernah berbohong dan terbukalah padanya Sasuke. Sakura itu memang terlihat kuat, tapi dia gadis yang rapuh dan kesepian Sasuke." Ujar Itachi. Sasuke tesenyum mendengarnya, ia kagum pada anikinya yang bijak dan baik hati meski terkadang terlihat menyebalkan.

"Kau benar aniki."

Itachi menatap Sasuke sejenak. "Kau paham apa maksudku kan?"

Sasuke tersenyum tipis. "Aku akan menceritakan itu pada Sakura nanti."

"Baguslah." Itachi kembali fokus menyetir.

"Aniki." Ujar Sasuke.

"Nani? Otouto. " balas Itachi.

"Kau tahu apa tujuan Saara kembali?"

Oh tidak, kita melupakan Saara, sebenarnya siapa dia dan apa tujuannya datang kembali ke kehidupan Uchiha Sasuke?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

A/N

Konbanwa minna-san! Hanabi kembali nihh sebelumnya mohon maaf ya Chapter kemarin yang kependekan:(

Oiya Hanabi juga mau minta maaf buat yang minta update kilat Hanabi belum bisa soalnya masih sibuk sama LKS, beuntung hanabi udah bebas dari tugas rangkuman jadi bisa ngelanjutin fict ini.

Balasan Review

Bang Kise Ganteng: iya hanabi masih kelas 1. Mebuki ga akan maksa Saku lagi kok. Masih ada typo kah ? Terimakasih atas koreksinya senpai , maaf belum bisa Update kilat:(.

Uchiha javaraz: Sudah update nih! Mohon maaf kalo chapter kemarin kependekan selamat membaca:)

Frizca A: sudah update.Terimakasih telah membaca ISWAK:)

Syahidah973: Maaf Chapter kemarin yang kependekan, semoga chepter kali ini memuaskan ya, Terimakasih:)

Mantika mochi: Sudah Update:) mohon maaf chapter kemarin yang singkat.

Luca Marvell: Sakura belum pulang, Terimakasih sudah me Review:).

zarachan:Doitashimashite:), Terimakasih juga sudah membaca dan singgah di kotak Review .

Lynn: Salah paham mereka sudah selesai, terimakasih sudah membaca dan Review:)

t-chan: Maaf Chapter kemarin yang kependekan:( Selamat membaca:)

U'S : Terimakasih sudah membaca dan mendukung ISWAK:) terus ikuti kisahnya ya?

Uchiharuno: Terimakasih sudah membaca dan Review:) jangan bosan-bosan mampir yaa .

Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan nama dsb, RnR yaa . Doumo arigato gozaimashita.