Flashback

Tampak pemuda berambut merah yang sedang berjalan cepat dikoridor kampus untuk membuntuti pemuda berambut raven didepannya "Itachi...! Kenapa kau menjauhiku sekarang...?".

Pemuda raven didepannya langsung berhenti dan berbalik menghadap Pemuda yang lebih pendek darinya itu. "Ada apa lagi Kyu...? Bukannya kita sudah 'selesai'..?"

"B..bisakah kita tetap seperti dulu lagi...?" Tanya Kyubi penuh harap. Itachi memandang Kyubi lembut, tangan besarnya secara reflek langsung menepuk puncak kepala Kyubi pelan.

"Gomen Kyu, Aku tidak bisa~, Aku tidak akan bisa memandangmu seperti dulu lagi, Apalagi setelah aku mengungkapkan perasaanku padamu. Aku tidak bisa~."

"Itachi Please~, Aku tidak bisa jika kau terus seperti ini... Aku terlalu terbiasa bersamamu,.. Jangan menjauhiku..." Onyx Itachi melebar karena terkejut, untuk pertama kalinya dia mendengar sebuah 'permintaan' bukan 'perintah' keluar dari bibir sang Namikaze.

"Oleh karena itu kita harus terbiasa sekarang"

"Bagaimana jika aku tidak bisa...? Bagaimana jika aku tidak bisa tanpamu..."

Itachi tersenyum lagi. "Temukan jawabannya sendiri Kyu...? Jawabannya ada didalam sini" Itachi menunjuk bagian dada Kyubi, Kemudian Itachi menambahkan lagi. "Aku akan terus menunggumu, Selalu~"

Flashback Off

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Warn: BL. Shounen,Typo ,Masih Author baru

SasuNaru, SasuSaku,xxxNaru

Dont Like, Dont Read^^

.

This Is

Just Friend? Maybe

Chapter 7 (3k+)

.

.

Present

Gaara berlari keluar dari resort dengan membabi buta, Tidak peduli berapa banyak orang yang ditabraknya tadi, Diluar resort dia mendapati sejumlah orang yang berlalu lalang dengan tulisan 'Regu Penyelamat' dibagian punggung bajunya. Ternyata Kyubi sudah memanggil regu penyelamat selama dia masuk kedalam tadi.

Gaara juga mendapati bahwa suhu udara semakin turun karena hujan salju yang terjadi. Hujan salju yang terjadi saat ini memang masih dalam intensitas wajar tapi ini adalah pertanda akan terjadi hujan salju dengan intensitas yang lebih tinggi nantinya, Apalagi tadi Gaara mendengar bahwa akan terjadi badai salju.

Sambil memakai dua lapis jaket tebal serta satu jaket lagi yang dibawanya, Gaara terus berlari menembus hujan salju.

.

.

.

"Seluruh rute bagi pemula sudah kami telusuri, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan seseorang disana. Semua rute yang ada juga telah ditutup untuk umum" Lapor salah satu pemimpin regu penyelamat kepada Kyubi.

Kyubi sudah mengatupkan bibirnya rapat, dia begitu bingung. Dimana lagi dia akan mencari Naruto.

"Kyubi-sama... Rute A belum kita telusuri" Beberapa pasang mata yang mendengar ucapan itu langsung membelalak lebar. Rute A adalah rute khusus untuk para profesional saja.

'Mungkinkah...'

Seorang pemuda bermata onyx langsung berlari pergi...

.

.

.

2 Jam yang lalu...

Naruto tersenyum semangat sambil memandang pemandangan disekelilingnya. "Sakura-chan benar... Disini pemandangannya sangat indah", Dia sudah siap dengan peralatan skinya untuk mencoba rute disini.

Naruto kemudian mencoba meluncur pelan... Jalur yang landai membuat Naruto dapat bermain ski dengan baik, Naruto tertawa senang karena dia dapat meguasai jalur baru ini, Baru saja dia tertawa senang ketika jalur yang dilalui tiba-tiba berubah menjadi turunan tajam. Naruto berusaha tetap tenang tapi ketika dia sudah kehilangan kendali akan permainan ski-nya maka Naruto memutuskan untuk menghentikan lajunya dengan kepanikan yang mulai menyerang.

Tongkat yang berada dikedua tangannya digunakan untuk menahan ditanah bersalju agar dia dapat berhenti, Tapi kekuatan Naruto kalah dengan gravitasi yang ada, bahkan karena panik Naruto tidak dapat melihat sebuah batu dengan ukuran sedang yang tertutup salju berada dilintasannya.

DUAKK...!

Peralatan Ski Naruto menghantam batu dengan kerasnya, hantaman tersebut mengakibatkan Naruto terlempar beberapa meter ke udara. Naruto tidak sempat menjerit ataupun meminta tolong karena dalam hitungan detik berikutnya, Tubuhnya sudah menghantam tanah bersalju dengan kerasnya.

BUGGG..!

Naruto tidak dapat melakukan apa-apa karena sakit yang mendera sekujur tubuhnya, Tubuhnya terasa kaku dan sulit untuk digerakkan, bahkan ketika tubuh Naruto terperosok kebawah hingga bagian dasar lereng, Naruto tetap diam tidak bergerak.

.

.

.

'Kami-Sama... Tolong selamatkan Naruto, Aku mohon~' Untuk pertama kalinya sejak sang Kaa-san meninggal, Sasuke kembali memohon keselamatan seseorang yang sangat penting baginya, terakhir kali dia memohon seperti ini Kami-sama tidak mengabulkan permintaannya,Hingga sang Kaa-san harus pergi.

Sasuke tidak akan sanggup lagi jika kejadian itu akan berulang kembali, Terutama jika itu pada Naruto. Tubuhnya semakin gemetar membayangkan hal itu.

"Tidak..! Itu tidak akan terjadi... Aku akan menyelamatkanmu Naruto...!" Dengan tekat yang kembali kuat, Sasuke berlari untuk mencari Naruto. Ditembusnya penjagaan di jalur A, tidak dipedulikannya himbauan para penjaga akan keselamatannya.

'Yang terpenting Naruto bisa ditemukan' Tekat Sasuke dalam hati.

.

.

.

Gaara berlari menyusuri jalur A, dengan teliti dia melihat kesegala arah mencoba menemukan sesuatu, Jalur yang dilalui Gaara masihlah jalur yang landai, Hujan salju membuat jejak-jejak yang ada menjadi tertutup. Tidak ada petunjuk khusus yang dapat dia temukan, Hingga dikejauhan Gaara melihat terdapat sebuah gundukan yang asing.

Gaara langsung berlari menuju gundukan tersebut, dan ketika dia sudah berada didekat gundukan itu. Seluruh tubuh Gaara bergetar dengan hebatya.

.

.

.

.

"J-jika aku sudah... D-ditemukan aku ak..an makan ramen seb..sebanyak mung-kin" Naruto mulai meracau tidak jelas, setengah jam yang lalu dia habiskan dengan mencoba bergerak menuju pohon yang berjarak 10 meter darinya.

Tubuhnya dipaksa bergerak oleh Naruto, Kakinya meenjerit sakit ketika Naruto memaksa untuk berdiri. Kakinya terkilir parah dan Naruto tahu itu.

Maka dengan kekuatan terakhirnya, Naruto menyeret tubuhnya sendiri hingga dia dapat bersandar dipohon pinus dibelakangnya.

"Hosh...Hosh... D..dingin sekali" Nafas Naruto semakin pendek ketika suhu tubuhnya menurun drastis. Kulitnya sudah membiru, Tubuhnya sudah menggigil hebat.

Pohon pinus yang menjadi sandaran Naruto, tidak begitu membantu menghalangi hujan salju yang menimpanya.

Salju yang meleleh membuat pakaian Naruto basah kuyup membuat udara dingin semakin terasa, Jaket yang digunakannya semakin berat. Naruto ingin melepaskan jaket itu tapi tubuhnya terlalu kedinginan untuk dapat melakukan itu.

Menit demi menit berlalu... Pandangan Naruto bahkan sudah tidak fokus lagi. 'Kaa-san... Tou-san Tolong Naru~'

"Naruto... Naruto... kau bisa mendengarku...?" Naruto mendengar suara yang memanggil-manggilnya, Naruto mencoba memandang sosok yang sudah berada didepannya. Tapi sebelum Naruto bisa memfokuskan pandangannya... Kegelapan terlebih dahulu mengambil alih kesadaran Naruto.

.

.

.

"Dobe... Kau bisa mendengarku...? Dobe...!" Sasuke mencoba menepuk pipi Naruto pelan untuk mengembalikan kesadaran Naruto. Pipi dingin Naruto menyambut telapak tangan Sasuke yang menepuk-nepuknya pelan.

Merasa tidak mendapat respon yang berarti. Sasuke langsung melepaskan jaketnya dan jaket Naruto. Dibuangnya jaket Naruto kesembarang arah. Sasuke tidak peduli jika dia hanya memakai sweater tipis dibalik jaketya. Setelah itu Sasuke dengan hati-hati memakaikan jaketnya. Sasuke bertambah kalut ketika merasakan suhu tubuh Naruto sudah tidak wajar.

'Terlalu dingin' Ucap Sasuke dalam hati.

Segera diposisikannya Naruto dipunggunya. Sasuke dengan hati-hati berdiri dengan tubuh dingin Naruto berada dipunggungnya. Lengan pucat Naruto sudah menggantung lemah dikedua sisi bahu Sasuke.

"Kau harus bertahan Dobe... Aku tidak akan memaafkanmu jika... Jika kau meninggalkanku seperti ini" Sasuke terus mengajak Naruto bicara walaupun dia tau Naruto tidak akan membalasnya.

"Gomen...Gomen aku meninggalkanmu"

"Gomen...Tidak bisa menjagamu dengan benar Naru..."

"Kau harus sembuh untuk memarahiku nanti... B..berjanjilah"

Dug.

Sasuke berhenti berjalan ketika kepala Naruto terkulai lemas hingga bersandar dibahu lebarnya. Rengkuhan tangannya juga semakin mengendur. Hatinya sakit melihat itu! gendongan Sasuke semakin dieratkan agar Naruto tidak jatuh. Buku-buka jari Sasuke sudah memutih. Tanpa sadar dia meneteskan air mata.

"Ber..berjanjilah... Jangan pernah meninggalkanku, Dobe"

.

.

.

Gaara langsung berlari menuju gundukan tersebut, dan ketika dia sudah berada didekat gundukan itu. Seluruh tubuh Gaara bergetar dengan hebatya...

Gaara mencoba menggali tumpukan salju didepannya dengan cepat... Tapi ternyata yang dia temukan hanya peralatan ski, yang kemungkinan besar adalah perlatan ski yang dipakai Naruto tadi.

Gaara mencoba mencari disekitar tempat peralatan ski itu ditemukan... Tapi setelah bermenit-menit mencari Gaara tidak menemukan apapun.

Hujan salju semakin deras saja... Bahkan dinginnya udara yang berada disekitar sudah menembus dua jaket tebal yang dipakainya.

Gaara melihat sesuatu dikejauhan... Gaara mencoba memfokuskan pandangan ditengah hujan salju yang semakin lebat ini.

"Tidak mungkin" Kemudian Gaara berlari kearah sosok dikejauhan tersebut.

Irisnya memebelalak lebar ketika melihat Sasuke yang menggendong Naruto dibalik punggungnya. "Bagaimana keadaan Naruto...? Apa dia baik-baik saj— Kau Gila...! Bagaimana kau hanya memakai sweater tipis itu" Gaara berteriak kencang agar suaranya tidak tenggelam oleh suara hujan.

"A-ku T-tidak peduli" Sasuke bahkan sudah menggigil kedinginan tapi dia tidak mempedulikannya. Melihat kekeras kepalaan Sasuke. Gaara langsung melemparkan jaket yang dibawanya agar dipakai oleh Sasuke.

"Biar aku yang membawa Naruto...!"

"Tidak...!" Sasuke kemudian kembali berjalan meninggalkan Gaara. Gaara segera berlari mengejar Sasuke. "Kau bodoh Sasuke...! Kau tidak akan bisa membawanya dengan selamat dengan kondisimu seperti itu..."

Ucapan Gaara hanya dianggap angin lalu oleh Sasuke. Dia tetap bersikeras untuk menggendong Naruto dengan usahanya sendiri.

"Kau harus selamat, Dobe~"...

Drap...

Drap...

Drap...

"Kemarikan Naru-chan,Sasuke...!" Sasuke memandang Itachi yang baru datang bersama para regu penyelamat.

"T-tidak, Aniki... Aku tidak akan meninggalkannya lagi" Ucap Sasuke tegas walaupun tubuhnya sudah menggigil kedinginan.

"Jangan egois Sasuke... Naruto tidak akan segera mendapatkan pertolongan jika kau terus seperti ini" Sasuke diam mematung mendengar perkataan Itachi... Sasuke memandang Naruto yang berada digendongannya, Nafas naruto terdengar semakin berat dan pendek-pendek.

Sret...!

Kemudian Itachi membawa Naruto kedalam rengkuhannya langsung, Dia menggendong Naruto menuju mobil regu penyelamat yang baru datang.

Sebelum pergi, Itachi menoleh kearah adiknya yang berada dibelakangnya, kemudian menghela nafas berat. "Kau juga harus masuk Sasuke..."

.

.

.

"Suke... Aku menyukai Gaara senpai dan kami sudah berpacaran sekarang"

Iris Onyx Sasuke membelalak lebar,tidak percaya. "Gaara senpai selalu ada untukku, Suke~. Tidak sepertimu..! Kau sudah berubah"

"Tidak...! Kau tidak boleh"

Naruto menggeleng pelan. "Suke... Kau tidak boleh mengaturku seperti ini lagi... Aku sudah menjadi milik Gaa—"

"Kau Milikku!" Ucap Sasuke penuh rasa kepemilikan.

"Dulu, memang aku milikmu tapi sekarang tid—"

"Tidak...! Kau milikku Dobe... Selalu!" Sasuke tidak sadar bahwa dia telah berteriak kepada Naruto.

"Dulu kau selalu memilikku Suke, Tapi tidak sebaliknya~... Aku...Aku lelah Suke"

"..." Sasuke diam. Bukan karena ingin, tapi Sasuke tidak memiliki bantahan untuk kalimat Naruto tadi.

"Gaara senpai... Memintaku untuk pergi Suke" Jelas Naruto.

"Jangan meninggalkanku Dobe..." Sasuke memohon pada Naruto.

"Bukan aku yang meninggalkanmu Suke... Tapi kau yang meninggalkanku terlebih dahulu ! Uchiha Sasuke"

"Aku ti-dak"

Naruto menggeleng pelan sebelum dia beranjak pergi "Aku mencintaimu Suke... Terimakasih atas segalanya... Sayonara"

Naruto berjalan menjauh... Meraih tangan Gaara yang sudah menyambutnya dan berjalan bersama-sama meninggalkan Sasuke.

"Tidak Dobe...! Aku... Aku mencintaimu...! Jangan tinggalkan Aku...!"

Dari kejauhan Naruto berbalik, menoleh kearah Sasuke. "Gomen Suke... Tapi kau sudah terlambat"

"AAAARGGGHHHH"

"Sasuke... Sasuke... Bangun..!"

Sasuke membuka kelopak matanya yang langsung menatap kesegala arah , Dia menemukan beberapa lapis selimut yang dia pakai sekarang. Di sebelahnya ada Sakura yang sedang memandangnya cemas.

Srak...!

Sasuke langsung menyingkirkan selimut-selimut itu, dia duduk dengan tegaknya. Otaknya sedang memproses apa yang terjadi serta apa maksud dari mimpinya tadi.

Bohong jika Sasuke tidak takut akan mimpi buruk itu, keringat dingin bahkan muncul disekitar pelipis Sasuke gara-gara mimpi tadi. Nafasnya masih memburu, tapi bayangan tentang Naruto langsung membuyarkan semuanya.

"Kau mau kemana sayang...? Demammu masih belum turun betul"

"Dimana Naruto...? Berapa lama aku tidur...?"

"Hampir 10 Jam sayang... Ini masih dini hari dan Naruto senpai..." Sakura sedikit ragu mengatakan dimana Naruto berada.

"Dimana Naruto...?"

"Naruto senpai masih berada diresort ini, dia sedang ditangani oleh paramedis, Aku tidak tau bagaimana kondisi Naruto senpai sekarang"

Mendengar itu Sasuke langsung keluar, Dia berlari menuju kamar kakaknya.

Brak..!

"Dimana Naruto...? Apa dia baik-baik saja...?" Sasuke meneter kakaknya dengan sederet pertanyaan. Sementara Itachi yang tadi baru selesai berganti pakaian memandang Sasuke datar.

"Untuk apa bertanya tentang Naruto...? Bukankah kau sudah tidak peduli lagi...?"

"Apa maksud aniki...? Dimana Naruto sekarang...? Aku harus melihat keadaannya sekarang"

"Seperti aku mau memberitahumu saja" Jawab Itachi datar.

"Aku tidak memiliki waktu untuk bermain-main denganmu Aniki...!" Geram Sasuke.

"Jika kau tidak bisa menjaganya, lebih baik sekarang aku yang menjaganya...!"

"Ap—"

"Dia terkena Hipotermia-moderat"

Lutut Sasuke terasa lemas ketika mendengar itu, Dia berpegangan pada dinding kamar itachi agar dia masih dapat berdiri.

"B..bagaimana keadaannya sekarang...?" Tanya Sasuke terbata.

"Aku tidak akan memberitahumu... Mulai sekarang Naruto berada dalam perlindunganku... Meskipun kau adikku sendiri Sasuke, Aku harus menjauhkanmu darinya"

"Apa maksudmu dengan menjauhkannya dariku Aniki...?"

"Kau tau sendiri apa artinya, sebaiknya kau ikuti aku Sasuke... Kau akan tau seberapa besar kesalahanmu kali ini" Kemudian Itachi berjalan melewati Sasuke dan kemudian berjalan keluar kamar.

Sasuke langsung mengikuti Itachi dari belakang, hingga Itachi memasuki ruangan berwarna putih yang didalamnya terdapat beberapa orang berpakaian dokter yang saling hilir mudik.

Baru saja Sasuke akan membuka ruangan tersebut, tangannya sudah dicekal oleh seseorang disampingnya. "Mau kemana kau...?"

"Masuk!"

"Aku melarangmu untuk memasuki ruangan ini...!"

"Memang siapa kau berhak melarangku...?" Tanya Sasuke geram. Dia dapat melihat sebuah ranjang dari jendela kecil yang ada dipintu. Sasuke sangat yakin Naruto berada disana dan ketika Sasuke akan masuk dia tiba-tiba dilarang oleh pemuda beriris merah disampingnya.

"Kau lupa...? Aku masih pemilik sah dari resort ini, dan aku sebagai pemilik melarangmu untuk memasuki ruangan maupun area ini."

"Tapi disana ada Naruto..! Aku ingin melihat bagaimana keadaannya"

"Justru karena Naruto berada didalam, aku melarangmu untuk masuk!... Kau boleh melihatnya. Dari sini"Setelah mengatakan itu Kyubi langsung masuk menyusul Itachi yang sudah berada didalam.

.

.

.

Didalam ruangan

"Untunglah kau memiliki tenaga medis yang lengkap diresort ini Kyu... Kondisi Naruto pasti lebih parah dari ini jika Naruto harus dilarikan kerumah sakit pusat yang membutuhkan waktu yang tidak sedikit"

"Banyak pelanggan resort ini yang mengalami cedera dalam bermain ski... Oleh karena itu, aku membentuk tenaga medis yang bekerja disini... Lagipula yang terpenting sekarang adalah kesehatan Naruto..." Kyubi memandang wajah pucat Naruto yang masih terbaring lemah. Wajah manisnya terhalang oleh masker oksigen yang mengalirkan udara hangat karena sudah dilembabkan terlebih dahulu untuk menghangatkan saluran pernapasan.

Dibagian punggung tangan Naruto juga telah diberi selang infus yang berisi larutan salin yang juga sudah dihangatkan.

Itachi memandang wajah Naruto sendu... Jari jemari Itachi bergerak untuk mengelus surai pirang Naruto lembut.

"Bagaimana dengan Sasuke,..? Apakah dibiarkan seperti ini...?" Kyubi memandang wajah Sasuke diluar sana melalui jendela kaca kecil yang berada dipintu. Kyubi dapat melihat onyx Sasuke terus memandangi Naruto,Kyubi juga dapat melihat bahwa Sasuke sangat merasa bersalah akibat perbuatannya.

"Anggap itu sebagai hukumannya, Beruntung Naruto masih dapat diselamatkan... Jika saja—"

"Ssssh... Tidak akan terjadi apa-apa Itachi... Naruto adalah orang yang kuat"

.

.

.

"Naruto belum sadar hingga sekarang" Sasuke menoleh kearah sumber suara, dan menemukan Gaara yang sudah duduk dibelakangnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi tadi...?" Tanya Sasuke ikut bergabung duduk disamping Gaara, Raut cemas sekaligus khawatir tampak di wajah kacau sang Uchiha bungsu.

"Setelah Naruto masuk kedalam mobil paramedis, kau pingsan ditempat. Membuat para regu penyelamat susah payah membawamu. Setelah diperiksa ternyata kau pingsan hanya karena kedinginan "

"Naruto...?"

"Kondisinya sangat kritis saat itu, bahkan paramedis harus melakukan pertolongan pertama dalam mobil sebelum dirawat disini, Naruto terkena Hipotermia sedang, terlambat sedikit lagi nyawanya pasti tidak akan tertolong" Mendengar itu Sasuke semakin menyalahkan dirinya sendiri, dia selalu berkata 'Jika saja aku tidak meninggalkannya, jika saja... Jika saja...' Dan banyak pengandaian yang intinya akan menyalahkan dirinya sendiri.

Diam-diam Gaara memandang Sasuke dengan raut wajah penuh penyesalan.

Flashback

"KAU GILA SAKURAA...!" Gaara berteriak tepat didepan wajah Sakura, sedangkan Sakura wajahnya sudah pucat pasi karena ketakutan.

"A..aku ti-tidak menyangka... a-akan seperti i-ini jadinya... Aku m-menyesal"

"Obsesimu benar-benar menakutkan Sakura... Aku bahkan tidak mengenalimu lagi... Kau mengerikan..!"

"Hiks... jangan berkata s-seperti itu G-gaara... Aku... Hiks.. Aku benar-benar menyesal"

"Apa jadinya jika Sasuke mengetahui semua perbuatanmu ini"

Sakura langsung terkesiap kaget, hal itu tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Surai pinknya bergoyang pelan karena gelengan Sakura. "Jangan...! Aku mohon jangan katakan apapun pada Sasuke-kun, dia bisa langsung memutuskanku... Aku mohon Gaara"

"Apakah kau tidak berpikir apa akibat yang timbul sebelum bertindak Sakura...?"

"Maaf Gaara... Aku benar-benar minta maaf"

"Salah jika kau meminta maaf padaku... Kau harus minta maaf kepada Naruto. Semoga saja Naruto dapat ditemukan, jika tidak... aku yang akan membongkar semuanya" Ancam Gaara dengan mata yang menyipit tajam.

"Arigato Gaara... Kau benar-benar sahabat terbaikku"

"Ini yang terakhir Sakura, Ingat itu baik-baik"

Flashback Off

Gaara masih memandangi Sasuke yang sedang memandang kearah pntu tempat Naruto dirawat penuh harap.

Cklek.

Pintu terbuka dan Itachi keluar dari ruangan yang langsung dihadang oleh Sasuke. "Bagaimana keadaannya Aniki...? Apakah dia sudah sadar...?"

"Dia sudah melewati masa kritisnya, Suhu tubuhnya juga sudah muai kembali normal"

"Syukurlah~" syukur Sasuke penuh kelegaan.

"Sudah mengerti apa akibat dari perbuatanmu...?" Tanya Itachi tajam.

Sasuke mengangguk lemah, untuk pertama kalinya seorang Uchiha Sasuke mengaku bersalah. "Aku benar-benar bodoh, telah meninggalkannya. Semuanya salahku"

"Bagus kau mau mengakui, Sasuke" Nada yang digunakan Itachi tidak setajam tadi, Itachi tau bahwa Sasuke sangat merasa bersalah dan ia rasa hal itu cukup setimpal sebagai hukuman Sasuke.

"Bolehkah aku melihatnya...?" Pinta Sasuke penuh harap.

"Tidak! Tidak sekarang,.." Sasuke menatap Itachi penuh ketidak setujuan. "Kenapa...?!"

"Itu hukumanmu Sasuke"

"Tapi sampai kapan aku tidak boleh menemuinya...?"

"Setidaknya tunggu sampai dia sadar... Saat ini kau hanya boleh melihatnya dari sini". Sasuke kemudian mengangguk setuju. Itachi sempat terkejut karena sikap kooperative Sasuke, sebelumnya Itachi membayangkan perdebatan yang alot agar Sasuke menyutujui hukumannya, tapi itu tidak terjadi.

Sambil berjalan meninggalkan Sasuke, Itachi sempat tersenyum lembut. 'Kau sudah mulai bersikap dewasa, Sasuke~' batin Itachi dalam hati.

.

.

.

Sepanjang malam Sakura menunggu Sasuke untuk kembali kekamarnya, tapi pemuda yang ditunggu tidak kunjung datang.

"Pasti dia menunggu Naruto senpai" Entah mengapa Sakura merasa kalah ketika mengatakan kalimat itu, Sasuke memang pacarnya tapi perhatian yang diberikan Sasuke kepada Naruto, Sangat jauh berbeda.

Sakura jadi ingat ucapan para fans Sasuke dahulu, ketika dia pertama kali berpacaran dengan Sasuke.

Flashback

"Ehm..." Salah seorang Cheerleader menghampiri Sakura yang masih melihat kearah Sasuke yang berjalan keluar,Cheerleader itu memandang Sakura mulai dari atas hingga bawah dan berdecih kemudian. "Sebaiknya kau jangan mencintai seorang Uchiha Sasuke..."

"Jika hanya untuk kesenangan sesaat boleh saja tapi tidak untuk hubungan yang serius, kau hanya akan bernasib sama seperti mantan-mantan Sasuke yang lain"

"Aku sudah pernah berada diposisi sepertimu sebelumnya" Mahasiswi bertubuh bak model itu langsung melenggang pergi tapi sebelumnya dia sempat menoleh kearah Sakura dengan senyum mencemoohnya.

"Karena kau... Tidak akan menang melawan seorang Uzumaki Naruto"

Flashback Off

Tidak hanya saat itu, sering kali para fans Sasuke mendatanginya langsung untuk mengatakan bahwa dia tidak pantas untuk berpacaran dengan Sasuke ataupun dia akan kalah telak jika harus melawan Naruto.

Hatinya sakit ketika banyak orang yang dibelakang Sasuke mencemoohnya, dulu dia hanya bisa diam tapi lambat laun setelah kejadian itu Sakura mulai berubah, Dia mulai terobsesi untuk mengalahkan Uzumaki Naruto dan menjadi perempuan pertama yang dapat memenangkan hati seorang Uchiha Sasuke.

Dia sudah tidak peduli jika harus melakukan segala cara, dia tidak peduli omongan orang termasuk Gaara, Gaara sekarang tidak berpihak lagi padanya, Sakura tidak dapat mempercayai Gaara lagi. Sakura akan menjalankan rencananya lagi, Dengan caranya sendiri.

.

.

.

Pagi hari menjelang, Sasuke masih betah memandangi Naruto dari balik pintu, Kyubilah yang menjaga Naruto semalaman.

Kondisi Naruto sudah lebih baik dari sebelumnya terbukti dengan dilepaskannya masker oksigen yang kemarin masih dipasang.

Sasuke beberapa kali ingin memaksa masuk untuk menemui Naruto tetapi ketika mengingat ucapan Itachi kemarin dia berusaha meredam sebisa mungkin.

Gaara beberapa kali dalam semalam juga keluar masuk ruang rawat Naruto, dan Sasuke akan terus bertanya bagaimana perkembangan kondisi Naruto padanya.

Sasuke merasa tidak berguna, Dia hanya bisa berdiam diri tanpa melakukan apapun. Bahkan untuk memberi semangat disamping Naruto-pun dia tidak bisa.

Sepanjang malam Sasuke telah memikirkan semuanya, tentang dirinya, Naruto dan juga Sakura. Dan dia sudah menentukan keputusannya.

Cklek.

"Naruto mencarimu" Hanya itu kata yang keluar dari mulut Kyubi, tapi hal itu cukup membuat Sasuke bangkit dari duduknya dan menerjang masuk dengan semangatnya.

Ketika baru memasuki ruang itu, Sasuke dihadapkan dengan Naruto yang duduk bersandar lemah diatas kepala ranjang besarnya, tatapan shapphire itu memandang Sasuke lembut tidak lupa senyum yang selalu diberikan sang Blonde kepada Sasuke walaupun senyuman itu keluar dari bibir pucat Naruto.

Sasuke berjalan perlahan mendekati Naruto, sementara Kyubi sudah keluar meninggalkan mereka berdua untuk memberitahu Itachi bahwa Naruto sudah sadar.

"Hai..." Sapa Naruto dengan suara paraunya.

"..."

"Suke—"

Tap

Tap

Tap

GREP

Naruto memandang Sasuke bingung, Sasuke tiba-tiba saja memeluknya tanpa mengatakan apapun, Tapi ketika menyadari bahwa bahu Sasuke bergetar pelan Naruto langsung terdiam.

'Sasuke menangis~'

Beberap saat kemudian Naruto bertanya kepada Sasuke lembut "Ada apa...?". Sasuke menggeleng pelan di ceruk leher Naruto. Kemudian Sasuke mengangkat wajahnya yang langsung menatap Naruto lembut, Bekas-bekas air mata masih ada diwajah Sasuke.

"Jangan...! Jangan sekali-kali membuatku seperti ini lagi Naru... Aku mohon. Aku tidak sanggup jika harus melewati kejadian seperti ini lagi."

Naruto tersenyum lembut sambil mengusap jejak air mata diwajah Sasuke dengan tangan yang tidak dipasangi selang infus.

Kemudian Naruto menggeleng pelan. "Tidak akan lagi Suke... Aku minta maaf telah membuatmu khawatir"

"Tidak Naru... Aku yang harusnya minta maaf, Aku telah meninggalkanmu hingga kam—" Sasuke menghentikan kalimatnya ketika memandang wajah Naruto yang mendadak dipenuhi oleh rasa takut.

"Gomen, aku tidak akan membicarakan kejadian itu lagi" Ucap Sasuke penuh penyesalan, Kemudian tiba-tiba Sasuke teringat tentang keputusan yang dia buat.

"Naruto~ Aku ingin memastikan sesuatu"

Naruto menoleh kearah Sasuke bingung. Kemudian iris shapphirenya membelalak lebar ketika dia merasakan bibir tipis Sasuke yang memagut kedua belah bibirnya.

Naruto tidak sempat bereaksi ketika telapak tangan Sasuke sudah berada ditengkuknya, menarik kepalanya mendekat.

"Engh"

Erangan pelan keluar dari bibir Naruto ketika Sasuke semakin memperdalam ciumannya. Ciuman itu bukanlah ciuman yang menggebu-gebu dan penuh nafsu, Ciuman Sasuke terasa sangat lembut,tidak memaksa

Dan ketika Naruto sadar apa yang sedang terjadi Naruto langsung mencoba melepaskan ciuman mereka. Sasuke yang menyadari hal itu langsung melepaskan ciuman mereka tapi sebelumnya Sasuke mengeup bbir Naruto lembut. 'lagi'.

"Suke..." bisik Naruto tidak percaya

"Aku mencin—"

BRAK...!

Suara pintu tertutup dengan kerasnya mengagetkan mereka berdua, Sekilas Naruto dapat melihat pemilik surai berwarna pink sedang berlari keluar ruangan.

"Itu... Sakura..."

TBC

Tara Note :Pertama-tama Tara mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan minna-san.

Bagaimana menurut minna? Tara kurang kejamkah dalam menistai Sasuke...? Oh iya... Bulan ramadhan ini bagaimana kalau Tara 'Hiatus' selama 1 bulan? Khukhukhu #Tertawa nista

See You Next Chapter.

Peluk dan cium Tara untuk orang – orang yang berbaik hati mau meluangkan waktu untuk memberi sebuah jejak ini

ARIGATO^^

(Maaf kaau salah dalam penulisan nama atau yang lupa tidak tercantum^^)

Deep'O'world, Dewi15, Christal Otsu, virgo31, Ftafsih, Yuiko Narahashi(Yang telah lepas dari Guest sejati^^ Arigato), sivanya anggarada, , kazekageashainuzukaasharoyani, 85, rin oviana, meyy-chaan, RisaSano, rei diazee, mifta cinya, Saniwa satutigapuluh, Akasuna no Akemi, Reikai Eran, Call Me Mink, orieku kazemia, istiartika, Vianycka Hime, kyubi no kitsune 4485, Chiharu Nao TomatoOrange, choikim1310, saphire always for onyx, versetta, ChubbyMindland, Angel Muaffi, Arruka Terlucky-nanodayo, blackjackrong, gici love sasunaru, vherakim1, peekkaboo, November With Love, AprilianyArdeta, veira sadewa, Damchu93, BlackCrows93, krisTaoPanda01, Aiko michishige, Afh596, Uzumaki Prince Dobe-Nii, hanazawa kay, SNlop, Retnoelf, xxxSN, Mathematicolicious13, Hiraku, SNCKS, ai no dobe, kitsunekyuubi60, reiasia95, Shiroi.144, himekaruLI, Princess Onyxsapphire, Aprieelyan, justin cruellin, Miyu Mayada, Do Namikaze, NaYu Namikaze Uzumaki, Ichijo sena, Guest, ykaoru32, keira natsuka, Shima, Guest(2), hen hen, yumeka88, kimm bii