Kyungsoo membuka pintu cafe lalu gadis itu berjalan dengan cantiknya menuju kesebuah meja yang terdapat seorang wanita cantik lainnya tengah duduk menunggunya.

Gadis manis itu menarik kursi lalu mendudukkan pantatnya dihadapan wanita yang beberapa bulan lalu menyewa jasanya. Tepat saat gadis itu baru duduk, si wanita cantik lain langsung melempar pertanyaan tanpa basa basi.

"Kapan kau akan memulai rencananya?" ucap wanita cantik itu –Krystal– langsung keduduk masalahnya.

Kyungsoo melirik wanita dihadapannya dengan pandangan bosan. Selalu seperti ini saat mereka bertemu untuk berbicara tentang rencana mereka. Wanita sialan itu selalu tidak sabaran tanpa memperhitungkan apa-apa. Bodoh –ejek batin Kyungsoo.

"Aku masih memiliki waktu satu bulan untuk rencana itu, jadi kenapa harus terburu-buru?" ujar Kyungsoo santai. Bahkan gadis manis itu terlihat tengah memainkan kuku-kuku jari cantiknya yang baru saja mendapat perawatan, seolah acuh terhadap Krystal yang ada disana. Gadis itu seperti enggan untuk menatap dimuka dua dihadapannya. Cih..

Sementara Kyungsoo santai dengan pendapatnya, maka lain halnya dengan Krystal. Wanita cantik itu terlihat murka jika dilihat dari raut wajahnya yang memerah padam, bahkan rahangnya mengeras. Dia merasa dipermainkan dengan anak kecil dihadapannya ini. Shit, bahkan umur mereka berjarak 7 tahun yang artinya Krystal lebih dewasa jauh darinya. Tapi lihat. Bahkan gadis brengsek itu tidak menghormatinya sama sekali. Jangankan menghormatinya, melihatnya saja gadis itu tidak mau seolah kuku-kukunya lebih cantik darinya. What the fuck..

Tapi, wanita itu segera kembali menetralkan ekspresinya kembali ke mode datar lagi. ya, dia harus sabar menghadapi gadis ini jika ingin rencananya lancar. Seperti kata orang-orang, dia harus benar-benar hati-hati dengan gadis kecil didepannya. Dia benar-benar tidak bisa diremehkan. Bahkan jika kau bohong sedikit saja maka dia akan segera tau kurang dari 24 jam dan Krystal sudah membuktikan kalimat itu. Jadi sekali lagi, Krystal benar-benar dibuat harus ekstra sabar saat ini.

Setelah menghela nafas satu kali, wanita cantik itu kembali berbicara.

"Oke, aku ingat jika aku memberimu waktu 2 bulan, tapi apa ini tidak terlalu lambat? Bahkan biasanya kau banya mengekskusi korbanmu dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam"

Kyungsoo mendengus mendengar ucapan Krystal. Heol... dia pikir semudah itu apa mendekati lelaki seperti Jongin. jika memang semudah korban biasa maka Kyungsoo sudah melakukannya sedari sebulan lalu tanpa harus menyamar sebagai guru les piano anaknya untuk mendekati Jongin.

"Jika kau meragukanku lebih baik kita batalkan perjanjian kita. Toh aku tidak akan rugi apapun, malah aku beruntung karena kau telah mengirim 80% bayaranku." Kyungsoo tersenyum miring melihat Krystal yang mengepalkan erat tangannya diatas meja. Ohhh... ini menyenangkan –batin Kyungsoo.

"Oke terserah kau akan menjalankan rencananya kapan, toh aku hanya bertanya. Aku juga tidak ingin uang-uangku itu terbuang percuma karena kau tidak berhasil untuk rencana ini" jawab Krystal setelah berhasil mengendalikan emosinya.

"Untuk masalah itu, kau tenang saja. Jangan pernah meragukanku untuk urusan ini. kau tinggal melihat dan menikmati hasilnya."

Dan akhirnya Krystal dapat tersenyum –atau mungkin menyeringai? Entahlah– mendengar penuturan Kyungsoo yang sedikit membuatnya lebih tenang.

Tapi tanpa diketahui kedua wanita cantik itu. Disudut cafe tepatnya satu meja disebrang meja Kyungsoo dan Krystal ada seseorang yang mendengar seluruh percakapan keduanya dari awal hingga akhir.

Seseorang itu menyeringai kala melihat dua sosok wanita cantik itu sudah pergi meninggalkan cafe tanpa mengetahui kehadirannya.

"Baiklah, aku 'pun tak sabar melihatnya" gumam seseorang itu sendirian masih dengan senyum miringnya.

.

.

.

.

.

The Destroyer People's Relationship

... baby_vee...

Main Cast : Kim Kai (Kim Jongin) X Do KyungSoo (GS)

Support Cast : Jeon (Kim) JungkookOh SehunKim JongdaeByun Baekhyun (GS) Park Chanyeol

.

.

.

.

.

Seperti biasa setelah jam kuliahnya selesai Kyungsoo pasti akan duduk-duduk dibangku yang disediakan ditaman kampus sembari menunggu teman berwajah kotaknya.

Sejujurnya mood Kyungsoo sedikit tak baik hari ini. bagaimana harinya akan baik jika tadi padi saja Kyungsoo sudah bertemu dengan nenek sihir yang ingin benar-benar dia kutuk. Belum lagi tentang jadwal pengganti. Demi tuhan... ini hari sabtu dan dengan kurang ajarnya dosen mata kuliah musiknya mengganti kelas jadi hari ini karena dia tidak bisa menghadiri kelas hari selasa kemarin. Persetan dengan tanggung jawab moral yang diucapkan sang dosen ketika seluruh mahasiwanya protes tidak terima. Tapi apa daya jika dosen itu akan memberi nilai E bagi siapa saja yang hari ini tidak masuk. Jadi dengan segala umpatan-umpatan yang dilontarkan Kyungsoo akhirnya Kyungsoo mengikuti kelas meski dengan tidak relanya.

Kembali ke taman kampus.

Taman ini selalu ramai meski hari libur datang. Jelas yang meramaikannya adalah mahasiswa-mahasiswa yang tengah berkutat dengan organisasi dalam kampus tersebut. Jadi wajar hingga sore seperti ini taman masih ramai dengan mahasiswa yang berlalu lalang disana.

Kyungsoo tadi sebenarnya berangkat tidak sendiri. Gadis manis itu tadi berangkat bersama teman kotak brengseknya yang sekaligus merangkap sebagai manager juga asisten pribadinya. Jongdae sebenarnya tidak memiliki jam kuliah dihari libur seperti sekarang ini, hanya saja dia harus menemui dosen pembimbingnya. Untuk itu, lebih dari setengah jam Kyungsoo dibiarkan menunggu ditaman ini sendiri tanpa kepastian karena sejak tadi ponsel Jongdae selalu sibuk saat Kyungsoo coba menghubunginya.

Sekali lagi Kyungsoo harus menghela nafas lelah. Mungkin ini benar-benar menjadi hari sialnya karena untuk kesekian kalinya kesialan akan menimpa dirinya. Demi tuhan Kyungsoo benci hari ini.

Tepat 5 meter didepan Kyungsoo, gadis itu bisa melihat ada seorang lelaki yang bisa dibilang tampan karena memang dia tampan tengah melambai kearahnya. Itu Johnny. Adek tingkatnya yang merangkap sebagai ketua dari fanclub dirinya. Dia adalah adik tingkat Kyungsoo dan dia adalah pengganti dari ketua fanclub Kyungsoo sebelumnya, Hanbin. Malangnya Hanbin harus menyerahkan tahta ketua itu kepada Johnny karena Hanbin dipindah ke China oleh orangtuanya.

Kyungsoo kadang tertawa sendiri, bagaimana bisa orang-orang itu menjadi fanboy Kyungsoo mulai Kyungsoo disemester awal. Bahkan mereka akan berebut untuk mendapat kelas yang sama dengan Kyungsoo jika kebetulan mereka satu angkatan dan satu jurusan yang sama. Entahlah Kyungsoo jadi heran sendiri dengan lelaki-lelaki itu, seperti kurang kerjaan saja.

"Noona selamat sore~" ucap Johnny ceria ketika tiba dengan nafas terengah-engah. Ingat tadi lelaki itu berlari dengan semangatnya kearah Kyungsoo.

Kyungsoo memasang senyum palsu yang sangat amat manis. Yahhh setidaknya dia tidak boleh mengecewakan para penggemarnya bukan? Anggap saja fanservis.

"Sore juga Johnny~" balas Kyungsoo tak kalah cerianya. Lihat saja, setelah mendengar itu lelaki didepan Kyungsoo langsung berbinar bahagia bahkan hampir pingsan saat melihat senyuman manis Kyungsoo yang sayangnya palsu itu.

"Noona sedang apa disini?" tanya lelaki itu masih dengan wajah berbinar cerianya.

Kyungsoo tersenyum manis. Kali ini sedikit tulus.

"Oh, aku sedang menunggu temanku Jongdae" jawabnya kalem. Oke, Kyungsoo akui lelaki dihadapannya ini sedikit berguna karena setidaknya dia bisa diajak bicara dan Kyungsoo tidak sendiri lagi sekarang.

"Ahhh.. Jongdae sunbae" Kyungsoo mengangguk imut, membuat Johnny menahan jeritannya karena gemas dengan wajah imut Kyungsoo.

Selanjutnya, keduanya terlibat obrolan yang mepanjang. Kurang lebih keduanya berbicara selama setengah jam dan Jongdae belum muncul juga.

Kyungsoo mengalihkan pandangannya kearah jam tangan dipergelangan tangannya. Jam 2 yang berarti satu jam lagi les pianonya dengan Jungkook akan dimulai sebentar lagi. jika sampai dia terlambat semenit saja dipastikan bahwa bocah kecil itu akan merajuk marah tidak mau bermain piano karena Kyungsoo sudah pernah merasakannya dua minggu lalu dan serius dia tidak mau itu terjadi lagi.

Jadi segeranya diambil ponsel ditas jinjingnya. Ketika lock screen dibuka, muncul sebuah pesan yang belum terbaca dari Jongdae. Kyungsoo segera membuka dan membacanya, ketika pesan itu sudah selesai dibaca Kyungsoo dibuat kesal, marah, sebel jadi satu kepada lelaki berwajah kotak yang untungnya adalah sahabat yang merangkap menjadi manajer, asisten serta supir pribadinya.

From : Best Fucking Friends

12.45 PM

"Kyungsoo... maaf aku tidak bisa pulang bersamamu. Aku masih ada urusan dengan Minseok noona, jadi... bisahkah kau pulang sendiri? Aku tau kau pasti akan menjawab iya jadi terima kasih Kyungsoo. Aku menyayangimu :*"

Fuck fuck fuck fuck fuck...

Kyungsoo mengumpat dalam hati. Demi apa? Lelaki itu menyuruhnya pulang sendiri? Masih ada urusan katanya? Dan apa itu tadi, menyayanginya? Fuck, menyayangi pantat kuda.

Bodohnya Kyungsoo yang tidak membaca pesannya sedari tadi. Bodohnya Kyungsoo yang langsung menunggunya disini tanpa memberi kabar dulu. Dan bodohnya Kyungsoo yang tidak mengecek ponselnya terlebih dahulu tadi. Bodoh bodoh bodoh bodoh!

Kyungsoo terus merutuki kebodohannya sendiri. Oke, dia merasa sebal sendiri karena merasa sia-sia dengan membuang waktunya untuk menunggu Jongdae selama satu jam disini sementara si sialan itu sekarang tengah bersenang-senang dengan Minseok noonanya. Bajingan!

Lalu apa gunanya Kyungsoo disini dari tadi? Menunggunya dengan harus melayani setiap tanya dari Johnny ketua fans clubnya. Ahhh itu bu_ –eh, tunggu! Johnny?

Kyungsoo mengalihkan pemandangannya kearah lelaki didepannya yang memandangnya dengan sedikit bingung karena sedari tadi Kyungsoo gusar sendiri. Kyungsoo sedikit berfikir. Bukankah dia ini anak salah satu dari 10 pengusaha sukses di korea? Dan kalau tidak salah bukankah dia biasanya membawa Ferrari SCG 003 ke kampus?

Jadi karena pemikiran itu, Kyungsoo segera beralih menatap Johnny dengan pemandangan mata bak puppy milik Jongdae.

"Johnny-ya..." Kyungsoo memanggilnya manis membuat lelaki didepannya sedikit gugup.

"I-iya noona wa-waeyo?"

"Bisakah aku meminta tolong kepadamu?" lagi, bahkan Kyungsoo makin manis dengan memegang tangannya kali ini.

"Tentu! Apa yang bisa ku bantu?" jawabnya semangat. Sementara Kyungsoo tersenyum semakin lebar dengan jawaban lelaki dihadapannya ini. oke, setidaknya dia bisa dimanfaatkan.

.

.

.

.

.

Brakkk..

Suara pintu dibuka menyahut pendengaran Kyungsoo. Kakinya menjulur untuk keluar dari mobil mewah yang kali ini menjadi tumpangannya.

Oke, kiranya rencananya tadi berhasil karena tanpa butuh waktu 2 detik Johnny langsung menyetujui untuk mengantarkannya ketempat dirinya mengajar. Dan sekarang lelaki itu bahkan membukakan pintu untuk Kyungsoo. Uhhh so gentel man...

"Johnny-ya... terima kasih. Maaf harus membuatmu repot dengan mengantarkan jauh kemari" ucap Kyungsoo setelah dirinya penuh-penuh keluar.

Sementara Johnny langsung menyanggah tegas pernyataan Kyungsoo.

"Tidak noona, noona sama sekali tidak merepotkanku sama sekali. Jadi noona jangan sungkan seperti itu."

Mendengar itu Kyungsoo tersenyum manis padahal dalam hatinya dia tengah mendengus keras saat ini. Cih, siapa juga yang sungkan? Bukankah memang dari awal Kyungsoo memang berniat menumpang jadi siapa perduli?

Dan setelah usiran halus yang dilayangkan Kyungsoo, Johnny akhirnya pergi melenggang menaiki mobil mewahnya.

Seusai lelaki itu pergi Kyungsoo segera masuk kedalam halaman mansion karena jam hampir menunjukkan pukul 3 kurang 10 menit. Jadi dia harus segera sampai didalam sebelum si tuan muda itu kembali merajuk.

Namun tepat saat Kyungsoo sudah didepan pintu, sosok mungil nan menggemaskan tengah berdiri sambil bersedekap tangan disana. Kyungsoo tersenyum ketika keduanya saling bertemu tatap. Tapi anehnya, Kyungsoo merasa lelaki kecil itu tidak membalas senyum Kyungsoo. Jadi Kyungsoo berjalan mendekatnya. Tapi, tepat saat Kyungsoo sudah didepannya lelaki kecil itu malah melengos sembari berlalu meninggalkan Kyungsoo berlari kelantai dua menuju kamar mewahnya.

Melihat itu Kyungsoo tentu bingung. Jadi, dia menghela nafas lalu mengalihkan pandangannya kearah sofa yang terdapat seseorang tengah memandangnya tak kalah tajam dari Jungkook tadi.

Itu Jongin. ohhh, Jongin sudah pulang rupanya. Tumben sekali. Dan disebelahnya terdapat sesosok manusia bermuka datar dan berkulit pucat. Itu Sehun. Sehun? Sejak kapan sehun ada disini? Oke pikiran Kyungsoo jadi bercabang-cabang sekarang.

Karena merasa canggung dengan aura dingin yang mencekam juga lirikan mata tajam yang seolah-olah menghujaninya akhirnya Kyungsoo mulai membuka suara.

"Selamat sore Jongin-ssi" sapa Kyungsoo ramah tapi lelaki yang disapa itu malah mendengus lalu melengos begitu saja. Melihat itu Kyungsoo kembali mengalihkan perhatiannya kepada Sehun disebelah Jongin.

"Selamat sore juga untukmu Sehun." Sapa Kyungsoo masih ramah, tapi lihat lelaki itu juga melengoskan wajah datar nan dinginnya.

Kyungsoo jadi bingung sendiri, sebenarnya ada apa dengan orang-orang ini. tadi Jungkook dan sekarang malah Jongin dan Sehun yang bersikap dingin kepadanya. Apakah dia membuat kesalahan kali ini? jika iya, tapi apa? Kyungsoo benar-benar pusing sekarang.

"Maaf, Jongin-ssi. Ada apa dengan Jungkook kenapa dia menjadi seperti itu kepadaku?" tanya Kyungsoo yang tak betah dengan fikirannya yang bercabang-cabang.

Jongin mendengus kesal, "Tanyakan saja sendiri." Ketusnya.

Kyungsoo yang semakin bingung akhirnya bergulir mentap Sehun seolah meminta petunjuk, namun yang didapat hanya tatapan datar lagi.

Melihat itu Kyungsoo jadi geram sendiri.

"Baik, biar saya tanya saja sendiri jika memang Tuan-Tuan sekalian tidak ingin memberi tau kepada saya." Balas Kyungsoo tak kalah ketus, dan jangan lupakan penekanan kata-kata dibagian Tuan-Tuannya.

Setelah itu, Kyungsoo berlalu dari hadapan dua pria itu menuju kamar Jungkook dengan kaki yang menghentak-hentak dilantai tanda dia tengah kesal.

.

.

.

siang ini, seperti biasa Jungkook bermain diruang keluarga sembari menunggu noonanya yang akan datang untuk mengajarinya piano.

Hari ini dia ada jadwal les piano seperti yang sudah dijadwalkan diawal. Anak kecil itu bahkan terlihat tidak sabar terlihat dari tampilannya yang sudah segar padahal jam masih menunjukkan pukul 2 lebih 10 yang berarti noona cantiknya masih akan datang sekitar 40 menit lagi.

Dia masih bermain disana dengan tenang, sampai telinga kecilnya mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya.

Itu papanya. Papanya pulang cepat hari ini.

Anak itu menjerit senang, lalu berlari segera menubruk papanya untuk meminta digendong. Dan Jongin pun dengan sigap langsung mengangkat tubuh anaknya kedalam pelukan hangatnya.

Jungkook masih bermain dileher papany sampai tidak sengaja matanya melihat bahwa pamannya juga ikut datang kerumahnya.

"Uncle!" anak itu berteriak histeris minta diturunkan dan beralih meminta gendong kepada pria yang lebih muda dari papanya.

Sehun tersenyum sayang saat Jungkook sudah berada digendongannya.

"Hai sayang, bagaimana kabarmu?" sapa sehun.

Si anak lelaki kecil itu melebarkan senyumannya dengan lebar. "Aku baik uncle" jawabnya.

Mereka bertiga lalu duduk diruang keluarga bersama-sama setelah Jongin kembali dari mengganti pakaian kantornya dengan pakaian yang lebih santai.

Samar-samar terdengar suara halus mobil yang dimatikan dari arah depan gerbang. Jungkook yang telinganya kelewat peka, langsung berdiri sambil bergumam senang.

"Itu pasti Kyungsoo noona" ucapnya kelewat ceria. Dan kaki mungilnya langsung melangkah lebar-lebar menuju pintu utama mansion untuk menyambut noona kesayangannya. Namun, saat kaki-kaki kecilnya sudah mencapai dengan pintu yang tengah terbuka. Anak itu diam, tak bergeming sedikit pun. Bahkan senyuman manis yang tadi merekah senang kini sudah hilang seperti tergulung oleh ombak. Wajah menggemaskannya itu memerah tanda dia sedang kesal.

Jongin dan Sehun yang sedari tadi mengobrol ringan pun akhirnya ikut memperhatikan Jungkook yang masih terdiam didepan pintu berdiri layaknya patung dengan tangan mengepal disisi kanan dan kirinya.

Keduanya yang tak mengerti apa-apa akhirnya memutuskan untuk menghampiri anak kecil itu.

"Hei sayang ada apa? Kenapa hanya diam disini?" tanya Jongin. tapi, bukannya mendapat jawaban lelaki berkulit tan itu malah mendapat keheningan dari mulut anaknya.

Merasa aneh dengan tatapan Jungkook kesuatu arah. Akhirnya kedua lelaki yang lebih tua mengikuti menggulirkan matanya kearah pandang Jungkook.

Deg

Kedua hati lelaki itu bergetar tak suka kala melihat pemandangan didepannya.

Didepan sana, tepatnya diluar pagar depan mansion. Jongin dapat melihat jelas bahwa disana ada Kyungsoo yang tengah diantar oleh seorang lelaki menggunakan mobil sport mahal. Tidak, itu bukan Jongdae karena Jongin sudah hafal dengan gestur juga mobil milik Jongdae.

Sementara jika Jongin masih berfikir siapa lelaki itu, maka berbeda dari Sehun yang jelas tau siapa lelaki didepan gerbang sana. Itu Johnny. Sehun tau betul lelaki itu adalah ketua fans club Kyungsoo. Karena bagaimana pun, Sehun memang secara diam-diam juga ikut dalam grup itu meski menggunakan akun samaran.

Kedua lelaki itu menggeram kesala melihat Kyungsoo yang dengan cantiknya tersenyum manis kearah lelaki itu. Mereka berdua cemburu juga iri dengan senyuman manis yang dilemparkan kepada lelaki lain.

Ketika lelaki yang mengantar Kyungsoo telah pergi dengan mobilnya. Maka kedua lelaki itu berbalik untuk kembali ketempat duduk semula dan meninggalkan Jungkook yang masih berdiri disana.

Mereka –Jongin dan Sehun– dapat melihat jelas Kyungsoo yang mulai berjalan kedalam dan tersenyum manis kala melihat Jungkook.

Tapi sepertinya Jungkook tidak membalas senyum itu dan malah bersedekap tangan didepan dada.

Kala Kyungsoo mendekat hendak menyapa, secepat kilat Jungkook berbalik untuk menuju kamarnya. Meninggalkan Kyungsoo yang tengah dibuat bingung sendiri.

.

.

.

.

.

Kyungsoo mengetuk pintu kamar Jungkook dengan lembut.

"Sayang... ini noona, apakah noona boleh masuk?" tanyanya sekali lagi.

Kyungsoo sudah berdiri disana selama 5 menit lamanya. Tangannya juga sudah mulai lelah untuk mengetuk pintu itu tapi tidak mendapat respon sedikit pun dari pemilik kamar. Jadi, Kyungsoo memutuskan untuk langsung masuk saja toh pintu itu juga tidak dikunci oleh Jungkook.

Pintu itu terbuka.

Kyungsoo dapat melihat disana, diatas kasur. Terlihat ada Jungkook yang tengah duduk sembari melipat tangan didada. Pandangannya dibuang kearah lain enggan untuk memandang Kyungsoo yang berdiri ditengah pintu.

Kyungsoo hanya menggeleng kecil melihat anak kecil itu terlihat seperti merajuk. Sungguh, sebenernya ini menggelikan menurut Kyungsoo karena gadis sendiri sebenarnya tidak tau apa yang membuat si lelaki kecil itu merajuk.

"Kookie-ya.." sapa Kyungsoo pelan kala dia sudah menaiki ranjang yang sama dengan anak itu.

Gadis itu hendak mengulurkan tangannya tapi saat hampir mencapai pundak yang kecil, anak itu malah menghindar seakan enggan untuk disentuh Kyungsoo.

Kyungsoo menghela nafas saat merasa bahwa dirinya kini diabaikan sepenuhnya oleh anak yang biasanya selalu menempel kemana-mana padanya.

"Apa Kookie sedang merajuk kepada noona sekarang?" tanya Kyungsoo hati-hati tapi lagi-lagi anak itu hanya diam.

"Apa noona berbuat salah? Jika iya katakan agar noona bisa memperbaikinya." Oke, Kyungsoo masih belum mau menyerah.

"Sayang... ada apa sebenarnya hmm? Kenapa diam saja? Katakan sesuatu kepada noona" lagi, masih tidak ada balasan. Kyungsoo kembali memutar otaknya berpikir apa kiranya yang bisa membuat anak itu bicara. Sampai akhirnya dia menemukan sebuah ide yang membuatnya berbinar.

Gadis itu sedikit cemberut, "Baiklah jika memang Kookie tidak mau bicara dengan noona kalu begitu noona pergi saja." Ucap Kyungsoo akhirnya.

Gadis itu berpura-pura bangun dari ranjang, berdiri dan hendak berjalan kepintu yang masih terbuka sampai sebuah suara membuatnya berhenti.

"Siapa tadi yang mengantar noona kemari?" tanyanya ketus.

Kyungsoo bersorak dalam hati saat akhirnya anak itu membuka suara. Tapi setelah dicerna lagi ada yang aneh dengan pertanyaan anak itu.

"Memang kenapa?" tanya Kyungsoo balik. Tapi bukan menjawab anak itu hanya melirik tajam kearah Kyungsoo seakan berkata 'noona tinggal jawab apa susahnya sih?'

kyungsoo menghela nafas sekali (lagi), "Itu hanya teman noona sayang" jawab Kyungsoo kalem.

"Sungguh?" kyungsoo mengangguk mengiyakan.

"Tapi kenapa hyung tadi yang mengantar noona kesini? Kenapa tidak hyung yang biasanya saja?"

Kyungsoo jadi sedikit jelas sekarang. Dia merasa mungkin anak ini cemburu? Yah mungkin. Dan itu menambah kesan gemas Kyungsoo untuk anak itu.

"Jongdae hyung sedang ada urusan, jadi noona minta tolong kepada hyung tadi untuk mengantar noona. Sekarang sudah jelas?" anak itu sedikit melirik Kyungsoo lalu mengangguk mengerti membuat Kyungsoo tersenyum senang.

Sementara dua lelaki dewasa yang tengah menguping dibalik pintu menghembuskan nafas lega saat mendengar jawaban dari Kyungsoo.

Setelahnya Jungkook langsung mendekat kearah Kyungsoo yang duduk diranjang. Anak itu langsung duduk dipangkuan kyungsoo sembari memeluknya. Kyungsoo tersenyum dengan tingkah manja anak itu. Keduanya masih diam. Mungkin Jungkook masih malas berbicara fikir Kyungsoo.

Tapi tanpa disangaka-sangka, anak itu malah berbicara sendiri yang membuat Kyungsoo bingung.

"Papa dan uncle keluar lah jangan bersembunyi didepan pintu. Aku masih bisa melihat kalian" ucap anak itu kalem tanpa memandang kearah pintu karena kepalanya tenggelam dalam dekapan Kyungsoo.

Kyungsoo mengalihkan matanya kearah pintu dan benar saja disana dia dapat melihat jika Jongin dan Sehun tengah salah tingkah sendiri karena ketahuan sedang mengintip sedari tadi. Kyungsoo terkekeh geli dibuatnya dengan tingkah absurd yang mereka lakukan.

Setelah selesai dengan salah tingkahnya, Jongin segera menghampiri Kyungsoo dan Jungkook untuk ikut bergabung dengan keduanya. Sementara Sehun hanya mengekor dibelakang Jongin, dia hanya merasa malu. Selama ini dia membangun image dingin dan keren. Tapi dalam sepersekian detik, image yang dibangun sejak dirinya kecil itu hancur hanya karena ucapan keponakan nakalnya.

"Noona, apa noona akan menginap disini?" Jungkook membuka percakapan terlebih dahulu setelah selesai dengan acara mari-memeluk-kyungsoo-noonanya.

"Maaf sayang, tapi sepertinya_" Kyungsoo melihat anak didekapannya sejenak yang terlihat ingin menangis saat tau apa yang diucapkan Kyungsoo. Dan hanya karena hal itu, pertahanan Kyungsoo dibuat roboh begiitu saja dengan mengangguk.

"Baiklah.. noona akan menginap malam ini" jawab Kyungsoo. Jungkook bersorak senang mendengar jawaban Kyungsoo. Jongin tak kalah jauh, hanya saja dia bersorak dalam hati. Hell, dia akan seperti tak punya harga diri jika bersorak seperti Jungkook.

Sementara Sehun yang menunduk langsung mengangkat wajahnya dengan penuh binar.

"Aku juga akan ikut menginap kalau begitu hyung." Jongin menatap lelaki itu datar.

"Tidak!" jawab Jongin. sehun mencibikkan bibirnya mendengar jawaban Jongin.

"Ayolahhh hyung~ sekaliiii saja..." rayunya. Tapi Jongin tetap pada pendiriannya.

"Tidak Sehun Tidak" kukuh Jongin.

"Wae? Kenapa aku tidak boleh ikut menginap" protes Sehun. Sementara Jongin meliriknya malas.

"Bukannya tidak membolehkan. Hanya saja, kau tau bagaimana bibi Oh kan Sehun. Dia tidak akan tenang jika anak kesayangannya tidak pulang kerumah"

Sehun mendengus kesal. "Aku sudah besar hyung. Dan ibu tidak akan marah jika aku ti_" belum selesai sehun berbicara tiba-tiba ponsel disakunya berbunyi.

Segera lelaki pucat itu melihat siapa kiranya yang tengah menelfon dirinya, dan saat melihat id penelfon Sehun langsung cemberut tak suka.

Jongin menaikkan sebelah alisnya kala melihat ekspresi sehun. Lelaki tan itu tau siapa kiranya yang menelfon Sehun jam segini. Karena ini sebenarnya adalah jam Sehun pulang kekandang.

Sehun melirik Jongin yang tengah menyeringai kearahnya. Sehun mendengus kembali, dengan tidak rela lelaki itu berdiri dan memohon pamit.

"Baiklah aku pulang dulu hyung. Mommy benar-benar sepertinya mencari ku" ujarnya kesal.

"Oke aku pulang dulu, sampai juga lagi Kyungsoo" pamit Sehun. Sementara Kyungsoo hanya mengangguk merespon ucapan Sehun.

.

.

.

.

.

Malam ini jam didinding telah menunjukkan angka 9 yang artinya waktunya Jungkook untuk tidur. Kyungsoo dan Jungkook sudah berganti pakaian mengenakan sebuah piyama bergambar kartun pororo. Bedanya hanya ukurannya saja.

Keduanya sudah bersiap-siap untuk berbaring sampai pintu kamar Jungkook dibuka oleh seseorang.

Keduanya mendongak dan mendapati Jongin yang tengah berjalan menuju kearah ranjang tepatnya sebelah Jungkook. Lelaki itu masih mengenakan pakaian rumahnya belum berganti piyama yang artinya lelaki itu belum berniat untuk segera tidur.

"Anak papa sudah mau tidur eoh?" tanya Jongin ketika dirinya duduk disebelah Jungkook. Sedang Jungkook menjawab dengan mengangguk antusias.

"Ya. Kookie akan segera tidur dengan noona pa"

Jongin ikut tersenyum melihat anaknya yang tengah tersenyu senang.

"Baiklah segera tidur sebelum hari semakin malam."

Jongin hendak beranjak dari sana. Namun tiba-tiba lelaki itu merasa bahwa tangannya ditarik oleh tangan yang lebih kecil.

"Kenapa?" tanya Jongin kembali duduk.

Jungkook tersenyum senang. "Papa kiss" sambil menunjuk pipi sebelah kirinya.

Jongin tersenyum dan hendak memberi ciuman selamat malam dipipi anaknya sebelum dicegah oleh Jungkook sendiri.

"Aniyooo~" protesnya. Lalu anak itu kembali mengungkapkan maksudnya.

"Papa disini" menunjuk pipi kiri, "Dan noona disini" menunjuk pipi kanannya.

Kyungsoo membulatkan matanya kaget dengan permintaan anak itu. Iya sedari tadi diam karena hanya ingin melihat tapi melihat dia dilibatkan dia merasa harus buka suara.

"Sayang..." tegur Kyungsoo.

Jungkook yang tadi masih sibuk memandangi papanya kini beralih mentap memelas kearah Kyungsoo yang hanya bisa membuat Kyungsoo pasrah.

"Noona please..." mohonnya. Kyungsoo menghela nafas, lalu mengangguk sembari tersenyum manis "baiklah" putus Kyungsoo.

Sementara Jongin tidak bisa apa-apa karena tadi hendak protes anaknya sudah melirik tajam kearahnya.

Dan sekarang mereka bersiap ditempat masing-masing. Kyungsoo yang ada dikanan, Jongin dikiri dan Jungkook yang ditengah.

Mereka berdua sudah mendekat untuk mencium Jungkook yang tengah tersenyum-tersenyum sendiri.

Dan saat keduanya sudah dekat hampir menyentuh kulit pipi Jungkook. Anak itu malah memundurkan kepalanya dan_

CHUUU~

Kyungsoo yang sadar dengan apa yang tengah menempel dibibirnya dibuat melotot tak percaya. Sementara Jongin juga sama-sama membulatkan matanya selebar-lebarnya dengan apa yang menempel pada bibirnya. Sedangkan Jungkook terkikik sendiri melihat adegan didepannya.

Setelah selesai dengan masa terkejutnya. Keduanya segera melepasakan tautan itu.

Jongin langsung berdiri dan meninggalkan kamar Jungkook secepat kilat dengan pipi yang merah padam karena malu.

Sedang Kyungsoo juga sama merahnya. Bahkan sampai ketelinga. Gadis manis itu bahkan rasanya ingin menjerit...

ARRRGHHHH... CIUMAN PERTAMAKU!

.

.

.

.

Te Be Ce

.

.

.

.

Eakkkkkkkkk... pingin ketawa sumpah sama akhir chapter ini. serius garing banget XD udah ah gak usah dibahas baby vee jadi malu sendiri.

Yuhuuuuu baby vee fast up juseyo~ sesuai janji uyeee...

Sedikit cerita tentang chapter kemarin tentang POV nya Sehun. Disana, baby vee Cuma mau kasih tau aja kalo Sehun itu suka sama Kyungsoo bukan karena dia udah jadi cantik. Bahkan dia suka sama Kyungsoo mulai dari dia masih jadi cewek nerd. Awalnya Sehun itu tipe cowok yang gak suka sama cewek sexy karena menurutnya itu buat geli ada orang pamer badan. Tapi pas Kyungsoo yang berubah entah kenapa sehun enggak geli malah makin jatuh cinta aja. Sehun itu tipikal anak mommy. Dia itu sebenarnya minderan sayang ditutupin sama tampang coolnya biar kagak keliatan padahal aslinya mah manja. Dan karena sebab itu dia gak berani deketin Kyungsoo.

Gitu aja kali yah cerita singkat Sehunnya. Entar kita buat POV nya bang kai kalo mbak diamondnya udah diusir cantik. Ada rahasia dibalik rahasia entar :D jadi sabar oke nunggu mbak diamond ilang.

Oke, yang kemarin mintak manis-manis wajib review! Apalagi yang mintak fast up harus dan diwajibkan juga karena baby vee bela-belain pulang kuliah malem ngelembur ini padahal besoknya ada kuliah subuh-subuh yahhh meski gak baby vee up kemarin karena mata baby vee gak kuat udahan baru bisa selesaiin sekarang.

See you next chap, payyy-payy :* :* :*

.

Thank's to :

Dinadokyungsoo1 : baby vee juga bayanginnya gitu lhoo XD || Lovesoo : iya :D mau pilih jadi team mana ini beb? || dhyamanta1213 : oke gpp makasih udah mau mampir keffnya baby vee bakalan up seminggu sekali kok beb (kalo baby vee gak ada tugas akhir pekan sihhh :D) entar kalo mbak diamond udah diusir kita buat mereka liburan biar banya moment bertiga ;) || wulankai500 : baby vee juga masih bingung agak berat ke Sehun tapi juga berat ke kai nya XD || Sofia Magdalena : Jongin emang dari awal udah curi start duluan kak kkk~ || ChocoSoo : udah fast up ya kakkkk, santai aja baby vee gak bakalan molor lagi kayak dulu takut ilang fell lagi :D || erikaaini : ohhh, baby vee line 98 || kjongsoo1214 : thank's to reviewnya beb :* || kim gongju : sabar oke, akan ada waktunya mbak 4dinding kita lenyap kan *smirk || Yoosumarcel : iya ini emang pov nya spesial Sehun, Cuma buat pertegasin ketertarikannya sehun ke kyungsoo itu kayak gimana || itsrain222 : baby vee team kaisoo kok beb meski pun sebenarnya sedikit berat ke hunsoo hiks ;( || kim kyo jin : setidaknya chap ini ada moment manis kaisoo meski dikit beb :D || ripusi1288 : kemana aja kak ditungguin kagak nongol-nongol XD jujur baby vee juga agak bingung antara hunsoo sama kaisoo serius, salain jongin yang ngebiarin sehun lebih sweet ke kyung dikehidupan nyata || AySNfc3 : yuhuuu,,, Thank's to reviewnya beb :*

.

.

NB : maafkan jika ada typo dimana-mana karena TYPO IS MY STYLEB-)