Author : Baby Himme #Istrinya Bang Yongguk# Dibunuh Himchan

Title : One Night

Cast : ChenSoo Couple.

Length : Ficlet / One shoot (?)

Rated : M (NC beneran)

Gender : Romance,NC.

Disclaimer : Mereka semua bukan punya saya,merka punya diri mereka sendiri, tapi ceritanya asli punya otak dodol saya.

Warning : Fanfic lain yang aneh,gaje,abal,GS and OOC + Fanfic gaje dari author dodol yang imajinasinya aneh. Mengalami ganguan mata dan pernafasan (?) diluar tanggung jawab author. Ini crack couple jadi yang ga suka crack silahkan tekan back.

.

.

Baby Himme Present

.

.

Happy Reading

.

.

Chen nampak berjalan-jalan kecil dibalkon kamar yang dia dan Kyungsoo masuki. Kyungsoo masih mandi,yeoja itu bilang kepalanya pusing dan dia ingin mandi. Chen menegak pelan sekaleng beer yang ada ditangannya. Namja itu melepaskan kaca matanya dan memijat pelan matanya yang dirasakan sedikit perih. Chen menoleh kearah belakang saat mendengar suara pintu yang terbuka. Chen kemudian terpaku pada yeoja yang baru saja keluar dari kamar mandi. Chen menatap Kyungsoo dari atas kebawah,rambut yeoja itu basah dan tergerai. Belahan dadanya,pahanya yang putih. Mata Kyungsoo yang bulat ikut menatap Chen yang masih saja menatapnya.

"Chen…" Kyungsoo mencoba memanggil Chen pelan,namun namja itu tidak bereaksi. "Chen…" Kyungsoo mencoba menaikan tekanan suaranya dan berjalan mendekati Chen. Chen masih belum bergeming,pikirannya kini sudah dipenuhi pikiran-pikiran kotor tentang yeoja dihadapannya. "Chenn.." Kyungsoo akhirnya setengah berteriak dan menepuk bahu Chen,namja itu akhirnya bereaksi dan secara tidak sengaja menumpahkan beernya ketubuh Kyungsoo. "Chen,apa yang kau lakukan. Aku baru saja mandi…"

"Astagah,maafkan aku Kyungsoo. Akuu…" Chen tidak melanjutkan kata-katanya saat dia melihat kemana beer miliknya tertumpah. Namja itu menelan ludahnya saat melihat apa yang menyapanya dari balik baju mandi Kyungsoo. Kyungsoo sendiri dengan santai malah mengusap dadanya yang tertumpah beer. Yeoja itu belum sadar telah menyihir namja dihadapannya.

"Lihatlah Chen, aku harus mandi lagi." Chen tiba-tiba memegang bahu Kyungsoo dan mengarahkan wajahnya kebagian dada Kyungsoo yang terlihat. Lidah hangat Chen mulai menyapu kulit dingin Kyungsoo,membuat yeoja itu menghela nafas berat.

"Akan kubersihkan sisa beer itu." Chen kembali melanjutkan kegiatannya dan membuat Kyungsoo meremas baju mandinya sendiri.

Lidah Chen makin naik kearah leher Kyungsoo. Kyungsoo lagi-lagi hanya bisa menghela nafas berat dan mendesah pelan. Tangan Chen tidak lagi berada dibahu Kyungsoo,kini tangan kanan Chen sudah ada didada Kyungsoo dan tangan kirinya ada dileher Kyungsoo. Tangan kanan Chen mulai bergerak menyibak baju mandi Kyungsoo dan masuk kedalamnya. Kyungsoo meremas bahu Chen saat merasakan tangan namja itu mulai meremas dadanya. Lidah Chen kini juga sudah berpindah kewajah Kyungsoo dan melumat bibir yeoja itu. Tangan Kyungsoo secara refleks berpindah mengalung dileher Chen saat makin intens melumat bibirnya. Tangan Chen kini mulai berpindah kebagian belakang tubuh Kyungsoo,namja itu mengangkat tubuh Kyungsoo kedalam gendongannya. Kaki Kyungsoo secara refleks melingkar dipinggang Chen. Chen kemudian membawa masuk tubuh Kyungsoo kedalam kamar tanpa memutus kontak bibir diantara mereka berdua.

"Chhenn…" Kyungsoo merintih pelan saat Chen yang sudah duduk ditempat tidur mereka mulai membuka baju mandinya dan melumat dadanya.

"Mmm," Chen hanya menjawab panggilan Kyungsoo dengan menggumam tidak jelas.

"Setelah malam ini,ehhm. Apa yang akan kita. Chenn…" Kyungsoo berteriak cukup keras saat Chen megigit dadanya. Refleks Kyungsoo mendorong kepala Chen cukup keras hingga namja itu terbaring ditempat tidur. Kyungsoo mengusap bagian dadanya yang berwarna keunguan dan menatap Chen tajam.

"Apa?"

"Itu menyakitkan." Chen hanya terkekeh pelan dan meraih tangan Kyungsoo.

"Maaf. Itu refleks. Menurutmu apa yang kita lakukan setelah malam ini berakhir?"

"Pulang keasrama adalah satu-satunya hal yang kufikirkan." Kyungsoo mengangkat bahunya acuh dan menatap Chen tang menahan tawanya.

"Bukan tentang itu. Tentang kita,apa yang akan kita lakukan." Kyungsoo merebahkan dirinya diatas tubuh Chen dan meletakan telinganya didada Chen.

"Entahlah,aku tidak mendengar apapun dan tidak melihat apapun." Chen terdiam dan memandang Kyungsoo yang sudah duduk kembali. Yeoja itu meraih tangan Chen dan meletakannya didadanya. "Kau rasakan itu?" Chen merubah posisinya menjadi duduk dan menempelkan telinganya didada Kyungsoo.

"Aku mendengarkannya Kyungsoo. Aku memang tidak seperti itu,tapi bukan berarti aku…" Ucapan Chen terhenti saat Kyungsoo tiba-tiba melumat bibirnya. Yeoja itu tersenyum kecil menatap Chen yang nampak keget.

"Lakukan apa yang seharusnya terjadi malam ini. Tentang besok kita akan memikirkannya. This One Night I'm yours. Tomorrow we will see." Chen tersenyum kecil dan menatap yeoja dihadapannya. Chen menatap tangan Kyungsoo yang bergerak membuka baju mandinya dan meletakannya dilantai. Mata Chen kini terus memandang tubuh Kyungsoo yang sudah tidak memakai apapun. "Kau tidak ingin mengabil makananmu Kim Jongdae?"

"Dengan senang hati akan kulakukan."

Chen mulai melanjutkan aksinya dengan melumat dada Kyungsoo. Lidah namja itu mulai bergrilya dan menjilat ujung dada Kyungsoo. Kyungsoo mendongakan kepalanya keatas saat merasakan sesuatu yang aneh menggelitik perutnya. Tangan Kyungsoo kini mulai berpindah meremas pelan rambut Chen. Chen tiba-tiba merubah posisi mereka membuat Kyungsoo sedikit memekik terkejut. Namun yeoja itu kembali tersenyum melhat Chen yang menatapnya. Kyungsoo menurunkan tangannya meraih kaos yang dipakai Chen dan melemparkannya kesembarang arah. Kyungsoo meraih tengkuk Chen dan kembali melumat bibir namja itu. Tangan kiri Chen yang tidak digunakan untuk menopang tubuhnya digunakan untuk meraba bagian bawah tubuh Kyungsoo. Kyungsoo mulai mendesah pelan dalam ciumannya bersama Chen.

Chen melepaskan kontak bibirnya dengan Kyungsoo dan memandang Kyungsoo. Namja itu kemudian mengecup puncak kepala Kyungsoo,lanjut kedahi Kyungsoo, dua mata Kyungsoo, hidungnya, sedikit kecupan dibibirnya, lehernya, antara dadanya, perutnya. Chen terdiam saat wajahnya sudah ada diantara paha Kyungsoo. Kyungsoo merubah posisinya menjadi duduk dan menjitak pelan kepala Chen. Hal itu membuat Chen terduduk dan menatap Kyungsoo kesal.

"Kyungsoo kau merusak suasana."

"Kau fikir aku tidak malu kau pandangi seperti itu." Chen menghela nafas pelan dan menatap Kyungsoo.

"Baiklah…" Chen kemudian membarigkan tubuhnya dan menaik Kyungsoo untuk duduk diatas tubuhnya. "Kau yang memimpin sekarang,"

Kyungsoo tersenyum kecil dan merendahkan posisi tubuhnya. Dadanya kini tepat ada didepan wajah Chen. Chen tersenyum kecil dan menjulurkan lidahnya menjilat dada Kyungsoo. Namun Kyungsoo kemudian kembali menegakan tubuhnya dan malah berdiri dari atas tubuh Chen. Kyungsoo berjalan kearah jaketnya dan meraih ponselnya. Chen tetap memandang tubuh Kyungsoo yang berjalan kesana kemari tanpa apapun. Kyungsoo menarik sebuah kursi yang ada tak jauh darinya dan meletakannya disamping tempat tidur. Kyungsoo meraih tangan Chen dan meminta namja itu duduk ditepi tempat tidur.

"Kau mau melihat pertunjukan Chen…" Kyungsoo berbisik dengan seduktif ditelinga Chen dan kemudian duduk dikursi yang sudah diambilnya tadi.

Telinga Chen kini mulai bisa mengdengar intro lagu 'Poison' milik sebuah girlband. Kyungsoo mulai menggerakan tubuhnya mengikuti irama lagu dimulai dari bahunya hingga kakinya. Chen hanya menatap semua pergerakan Kyungsoo tanpa berkedip. Tubuh Kyungsoo mulai menggeliat pelan dan memperlihatkan gerakan erotis pada Chen. Chen menelan ludahnya saat merasakan tenggorokannya tiba-tiba kering. Kyungsoo mengarahkan kakinya untuk menggoda sesuatu yang ada diantara paha Chen. Kaki jenjang Kyungsoo kini bergerak pelan menggoda naik dan turun dikaki Chen. Chen kembali menahan nafasnya saat melihat Kyungsoo berdiri dan menghapirinya dengan tatapan menggoda. Kyungsoo kemudian duduk dipangkuan Chen dan mulai menggoyangkan tubuhnya membuat Chen menggeram pelan. Chen bisa merasakan permukaan kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit punggung Kyungsoo. Chen melingkarkan tangannya keperut Kyungsoo dan balas menggoda yeoja itu. Kyungsoo menahan tangan Chen dan tetap mempertahankan gerakan pinggulnya. Chen menggeleng pelan dan mengangkat tubuh Kyungsoo kemudian membaringkan yeoja itu ketempat tidur.

"Chenn…" Kyungsoo memanggil Chen manja melihat nafas namja itu mulai tidak beraturan.

"Tidak ada lagi menggoda,aku mau makan sekarang." Kyungsoo tersenyum menggoda kearah Chen dan menggigit bibir bawahnya.

"Aku milikmu…" Chen menyeringai kecil kearah Kyungsoo yang masih terus menggodanya.

Chen menurunkan wajahnya dan kembali melumat bibir Kyungsoo. Kyungsoo juga membalas lumatan Chen dengan semangat. Tangan Chen mulai turun meraba bagian kewanitaan Kyungsoo. Kyungsoo melengguh pelan saat jari-jari Chen masuk kedalam kewanitaannya. Chen mulai menggerakan jarinya,itu membuat Kyungsoo sedikit menyerit sakit merasakan gesekan jari Chen dan dinding vaginanya.

"Appo?" Chen menatap khawatir Kyungsoo yang nampak menahan sakit.

"Nde," Chen menghentikan gerakan jarinya dan mengelurkannya dari kewanitaan Kyungsoo.

Chen menggantikan kerja tangannya dengan mulutnya. Lidahnya bergerak menyapu permukaan vagina Kyungsoo dan melesak masuk kedalamnya. Kyungsoo menahan nafasnya merasakan sesuatu masuk kedalam tubuhnya. Chen makin melesakan lidahnya masuk kedalam kewanitaan Kyungsoo. Chen mulai menggerakan lidahnya dan membuat Kyungsoo mendesah pelan. Chen makin mempercepat gerakan lidahnya dan membuat Kyungsoo makin keras mendesah. Chen secara tiba-tiba menghentikan gerakannya membuat Kyungsoo menggerang protes. Chen dengan cepat berdiri dan membuka celananya. Kejantanannya yang sudah menegang langsung saja berdiri tegak. Kyungsoo refleks menutup matanya melihat apa yang ada dihadapannya. Chen merendahkan tubuhnya dan berjongkok diatas tubuh Kyungsoo.

"Kyungsoo," Chen melepaskan tangan Kyungsoo dari matanya dan meletakannya dikejantanannya. Tangan Kyungsoo mulai bergerak naik dan turun. "Masukan kedalam mulutmu Soo." Kyungsoo menuruti perintah Chen dan memasukan kejantanan Chen kedalam mulutnya. Chen ikut menggerakan pinggulnya merasakan rongga mulut Kyungsoo yang hanyat. "Kita mulai Soo."

Chen mengeluarkan kejantanannya dari mulut Kyungsoo dan memposisikannya didepan kewanitaan Kyungsoo. Kyungsoo menggigit bibir bawahnya dan menatap Chen,tapi Chen tahu itu bukan gerakan menggoda,itu ekspresi takut yeoja itu. Chen mengecup bibir Kyungsoo pelan dan menatap Kyungsoo lembut.

"Jangan takut. Jantungku tidak berdebar sepertimu,tapi bukan berarti aku tidak menyukaimu. Aku hanya tidak tahu bagaimana harus mengekspresikan apa yang kurasakan. Aku mencitaimu Kyungsoo…"

Kyungsoo hanya mengangguk menanggapi kata-kata Chen,karena namja itu mulai memasukan kejantanannya kedalam kewanitaan Kyungsoo. Chen menyodorkan bahunya kemulut Kyungsoo, Kyungsoo yang didera rasa sakit segera saja menggigit tangan Chen tanpa ragu. Chen menahan sakit dibahunya dan lebih memilih berkonsentrasi untuk memasukan kejantanannnya kedalam kewanitaan Kyungsoo. Kyungsoo dan Chen sama-sama bernafas lega saat kejantanan Chen sudah bersarang didalam kewanitaan Kyungsoo. Chen menunggu Kyungsoo yang nampak masih menstabilkan nafasnya. Kyungsoo menganggukan kepalanya menatap Chen.

Chen segera saja memaju-mundurkan tubuhnya pelan. Kyungsoo mulai mendesah kecil saat merasakan sensasi aneh didalam tubuhnya saat Chen bergerak. Kyungsoo mulai mendesah makin keras saat gerakan Chen bertambah cepat. Kyungsoo meremas bahu Chen saat tubuhnya mulai terlonjak mengikuti gerakan Chen yang makin menjadi.

"Chen,Chen. Pelann,appoo…" Chen kali ini menulikan telinganya dan tidak menggubris kata-kata Kyunsgoo,namja itu malah makin mempercepat gerakan tubuhnya. Air mata mengalir diujung mata Kyungsoo saat rasa sakit mendominasi tubuhnya. Chen menghentikan gerakannya dengan tiba-tiba saat melihat Kyungsoo menangis.

"Kyungsoo,maafkan aku. Sungguh aku…"

"Hiks,hiks. Chen ini sakit sekali…" Chen menggelengkan kepalanya berusaha mengenyahkan semua fikiran kotor yang ada dikepalanya.

"Maaf. Kita hentikan sekarang." Chen akan mengeluarkan kejantanannya namun Kyungsoo menggeleng pelan.

"Selesakan dulu ini."

"Tapi Soo…"

"Lakukanlah Chen."

Chen mengangguk dan mulai menggerakan tubuhnya lagi. Chen menggerakan tubuhnya dan tetap memandang Kyungsoo dan terus memperhatikan perubahan wajah yeoja itu. Kyungsoo mulai mendesah lagi,apa lagi saat junior Chen menusuk (?) titik terdalamnya. Chen kembali mempercepat gerakannya kearah titik yang sama dan membuat Kyungsoo makin keras mendesah.

"Chen…" Kyungsoo meremas sprai yang ada dibawah tubuhnya merasakan nikmat yang belum pernanh dirasakan sebelumnya,serasa ada sesuatu yang menggelitik diperutnya.

"Soo…" hen terus mempercepat gerakan tubuhnya saat rasa nikmat juga mulai mendera tubuhnya.

Tubuh Chen dan Kyungsoo kini sudah sama-sama penuh dengan peluh. Mata Kyungsoo sudah mulai sayu menatap Chen. Menatap wajah Kyungsoo,Chen makin bersemangat untuk bergerak.

"Chen,akhh,akhh. Ada,.."

"Bersama Soo…" Chen makin mempercepat gerakannya hingga…

"Chenn/Soo…" Kyungsoo merasakan tubuhnya sangat lemas. Chen menarik kejantanannya keluar dari kewanitaan Kyungsoo dan berbaring disamping yeoja itu.

"Chen." Kyungsoo memanggil pelan namja itu dan memiringkan wajahnya kearah Chen.

"Nde,"

"Aku ingin mandi lagi." Chen mengangguk dan merubah posisinya menjadi duduk. Namja itu kemudian membawa tubuh Kyungsoo kedalam gendongannya dan berjalan menuju kamar mandi.

"Kau lebih ringan dari yang kubayangkan." Chen meletakan tubuh Kyungsoo dengan hati-hati kedalam bathtub. Namja itu kemudian menyalakan kran air.

"Mandilah bersamaku." Chen mengangguk dan ikut masuk kedalam bathtub. "Aku memintamu untuk lebih sering minum beer lagi."

"Wae?"

"Aku tidak mau namjaku dianggap namja polos."

"Agar apa?"

"Namja yang polos lebih sering diincar yeoja." Chen tertawa pelan mendengar apa yang dikatakan oleh Kyungsoo.

"Benarkah."

"Dan enyahkan kacamatamu. Kau sangat jelek dengan itu."

"Yaa,Do Kyungsoo.."

"Aku kekasihmu malam ini?" Chen mengerutkan dahinya mendengar apa yang dikatakan Kyungsoo.

"Malam ini,dan seterusnya kau adalah milikku Do Kyungsoo." Kyungsoo tersenyum pelan mendengar apa yang dikatakan Chen.

.

.

(Pagi Hari)

Seorang yeoja berambut hitam nampak berjalan dikoridor sebuah sekolah. Mata yeoja itu menatap lembaran kertas yang ada ditangannya.

"Zhang Yixing,Kim Miseok,Xi Luhan,Byun Baekhyun, Do Kyungsoo dan Huang Zitao. Kalian semua dalam masalah sekarang."

FIN

Holla,holla. #Lambai-lambai bunga bangke

Saya kembali bawa part terakhir dari 'One Night' nih.

Terima kasih buat semua dukungan kalian untuk FF ini.

Terima kasih buat semua reader apa lagi yang sudah menyempatkan diri buat review di FF ini.

Sequel FF ini yang sudah dijanjikan akan dipost dipostingan depan.

Sekali lagi terima kasih banyak nde.

Mari balas review dichap kemarin.

Mrs Kim siFujoshi : Nih eon airnya #Sodorin air panas #Digampar. Eon mian,HunTao-nya bakal ngaret dulu. Lagi bikin KrisTao-nya dulu #nyengir. Saya mah suka dua-duanya KrisTao hooh,KrAy hooh #Slaped. Gomawo sudah review, review lagi nde eon.

indah yunjae : Iya nih Suho,dasar emang #Dibuang kekali. Gomawo sudah review, review lagi nde.

ohristi95 : Saya ga kuat ngetiknya #Slaped. Xiumin hamil? Ada kok nanti yang hamil disequelnya. Tapi rahasia. Ehh,kok saya bocorin #Tampar diri. Kalau dua ronde,nanti saya pingsan ngetiknya. Ini udah ChenSoo,apa pertapaan saya termasuk lama? #ohristi :Lama bangaet lagi thor. Gomawo sudah review, review lagi nde.

Blacknancho : Benarkah? Iya nih nanti kita keroyok Suho ya, #Sodorin kayu#ngacir. Gomawo sudah review, review lagi nde.

barbieLuKai : Apakah Pairnya aneh? #mangap-mangap kayak kuda nil. Ini udah lajut. Gomawo sudah review, review lagi nde.

Riyoung Kim : Ini udah lanjut. Gomawo sudah review, review lagi nde.

imroooatus : #Sodorin es jeruk. Ini udah dinext. Gomawo sudah review, review lagi nde.

chyshinji0204 : Iya saya typo disana,baru sadar setelah say abaca ulang #digeplak. Saya masih belajar mesum pada saat itu sih #Nyengir. Saya enggak kuat kalau kepanjangan #Tepar. Gomawo sudah review, review lagi nde.

Terima kasih buat support kalian semua.

Ditunggu ya sequelnya FF ini.

Mind To Review In Last Part?

#Tebar Beras bareng Sadako#