Chapter 7: Semua Salah Cinta

"Pagi Sai!" sapa Ino pada Sai yang sedang menunggu di depan rumahnya. Seperti biasanya, mereka selalu bareng ke sekolah. Sepanjang jalan menuju ke rumah Tenten, Ino dan Sai nggak saling bicara. Setelah dari rumah Tenten, mereka mampir sebentar ke rumah Sakura untuk mengecek keadaan rumah yang nggak dihuni orang selama Ortu mereka di luar negeri dan Sakura berada di rumah sakit. Yang terakhir adalah ke rumah Sasuke dan pergi bareng ke sekolah.

"Pagi Itachi nii-san!" sapa Sai, Ino dan Tenten melihat Itachi sedang mencuci motornya di depan rumah kediaman keluarga Uchiha.

"Sasuke sudah siap?" tanya Ino yang nggak melihat Sasuke di depan rumah seperti biasa.

"Ah gawat! Aku lupa dia harus ke sekolah." kata Itachi sambil menepuk dahinya sendiri. "Aku lihat sebentar ya. Jangan-jangan dia belum bangun." Itachi langsung ngacir ke dalam rumah untuk memanggil Sasuke.

"Nggak perlu aku sudah bangun. Huf….aku kan nggak seperti kamu yang selalu terlambat ke tempat kuliah." kata Sasuke sambil memakai sepatunya. Sai, Ino dan Tenten hanya tertawa melihat Uchiha bersaudara itu. "Sudah ya, aku pergi dulu." pamit Sasuke.

"Kami pergi dulu ya! Bye-bye Itachi nii-san!" pamit Sai, Ino dan Tenten.

"Hati-hati di jalan ya." kata Itachi sambil melambaikan tangan pada mereka. Huf…..sejak Sakura masuk rumah sakit, baru kali ini aku melihat mereka tertawa Gumam cowok berambut panjang itu.

Nggak lama kemudian mereka sudah berada di sekolah. Jam pelajaran pertama adalah sejarah. Pelajaran paling membosankan tapi juga sekaligus pelajaran paling menyenangkan bagi mereka yang menyukainya.

Shikamaru berusaha keras untuk nggak tertidur karena dia duduk paling depan dan disampingnya ada Gaara adiknya Temari. Cowok nanas itu sudah ngantuk banget, dia terus menguap dari tadi. Sial kenapa aku harus duduk disini sih, mana di sebelah dia lagi Gumam Shikamaru kesal sambil ngelirik Gaara diam-diam.

"Kenapa kamu nggak tidur? Biasanya kan kamu selalu ketiduran di kelas saat pelajaran sejarah seperti ini." tanya Gaara melihat Shikamaru yang lagi menguap sambil mengelap matanya yang sudah berair karena ngantuk banget.

"Huh….kan kamu sudah tahu kenapa." keluh Shikamaru lalu kembali menguap.

Di tempat lain di kelas…..

Terlihat Sasuke sudah tertidur lelap di mejanya. Karena letaknya di bagian tengah dan dekat jendela, jadi nggak terlalu mencolok.

Sasuke kenapa sih? Kok dia bisa tidur di saat begini sih? Gumam Tenten yang sedang memperhatikan Sasuke yang ketiduran. Ino dan Sai yang sudah tahu penyebabnya, hanya diam saja.

Jam Istirahat siang…………

"Sasuke kenapa tadi kamu bisa ketiduran ?" tanya Tenten sambil duduk di kursi sebelahnya Sasuke (tempat duduknya Sakura) dan ngobrol dengan cowok itu. "Untung saja tadi sensei nggak melihatnya." lanjut gadis itu.

"Ah nggak kok. Hanya agak ngantuk saja." kata Sasuke sambil merapikan rambutnya yang agak acak-acakan dengan sisir dan kaca yang dipinjamkan Tenten.

"Sasuke, ada yang perlu kubicarakan denganmu." kata Ino sambil mendekati Sasuke.

"Tentang apa?" tanya Sasuke.

"Tentang Sakura." kata Ino sambil menarik kursi didekatnya untuk duduk bareng Sasuke dan Tenten. "Sasuke, kamu..." Ino menatap Sasuke serius.

"Ino, ada sesuatu yang mau kuperlihatkan padamu." potong Sai sambil mendekati Ino, Sasuke dan Tenten. "Ikut aku sebentar ya." Sai langsung menarik tangan Ino dan keluar dari ruangan itu.

"Ah." Ino 'terpaksa' harus ngikutin Sai yang terus memegang tangannya.

"Ada apa ya?" tanya Tenten heran. Sasuke hanya mengangkat kedua bahunya, seakan berkata 'entahlah'.

"Neji, mana?" tanya Sasuke yang nggak mendapati cowok berambut panjang itu di kelas.

"Dia lagi dipanggil kepala sekolah, katanya sih soal acara ultah sekolah kita bulan depan." kata Tenten sambil terus menatap ke arah pintu kelas.

Sementara itu Ino dan Sai yang sudah berada di belakang perpustakaan...

"Sai! Kamu apa-apaan sih, narik aku kesini?" tanya Ino kesal. Dia segera melepaskan genggaman Sai.

"Ino, tadi kamu mau mengatakan yang kita lihat kemarin ke Sasuke kan?" tanya Sai. Dia memandangi Ino dengan pandangan serius.

"Ya. Aku nggak mau lagi ada kebohongan diantara kita." Ino juga nggak kalah serius. "Aku nggak mau semuanya jadi seperti ini." lanjutnya.

"Kalau kamu melakukan itu sekarang, hanya akan menambah kesedihan mereka." kata Sai menenangkan Ino.

"Tapi kita nggak bisa begini terus. Makin lama akan semakin menyakitkan."

"Ino…." Sai hanya terus menatap Ino, dia nggak tahu lagi harus ngomong apa.

"Apa kamu nggak apa-apa seandainya Sakura benar-benar mencintai Sasuke?" Ino bertanya sambil memandangi mata Sai serius.

"Aku nggak pernah menyesal telah membuat janji dengannya. Yang aku sesalkan hanyalah mereka nggak jujur pada kita."

"Sai………" Ino terus menatap Sai, sepertinya ada satu perasaan yang mulai berkembang di hatinya. "Kalau nggak suka Sasuke, pasti aku sudah suka kamu." Ino berkata sambil tertawa kecil pada Sai.

"Berarti aku nggak perlu lama-lama patah hatinya, kalau Sakura jadian dengan Sasuke nanti." kata Sai sambil tersenyum Ino.

"Aku bercanda tahu! Siapa juga yang mau sama kamu." Ino berkata sambil tertawa penuh kemenangan pada Sai.

"Huh…..aku juga nggak akan mau jadian sama kamu." Sai nggak mau kalah dengan Ino.

"Sial….jadi kamu nggak mau kalah ya." kata Ino sambil menepuk lengan Sai pelan.

"Huf…..ini semua salah CINTA." Sai menarik nafas panjang dan menatap ke langit.

"Ya…kalau saja kita nggak mengenal tentang CINTA, pasti semuanya nggak akan jadi begini. Kata orang, cinta itu adalah anugerah. Tapi kalau itu adalah anugerah, kenapa ini harus terjadi?" Ino ikut menatap ke langit seperti Sai. Sekilas bayangan saat mereka masih kecil, terlintas dibenaknya.

"Cinta ataupun persahabatan…………Pada saatnya nanti pasti akan menjadi jelas." kata Sai sambil mengalihkan pandangannya pada langit dan menatap Ino. "Ayo kembali, mereka pasti lagi nungguin kita." lanjutnya.

"Ah kamu duluan saja. Aku mau ke toilet dulu." Kata Ino sambil berlari kecil ke arah toilet.

Sementara itu Tenten dan Sasuke di kelas………..

"Eh itu Sai sudah kembali." kata Tenten yang masih sedang ngobrol dengan Sasuke. "Mana Ino? Tadikan kamu bareng dia." tanya Tenten heran melihat Ino nggak bareng Sai.

"Tadi dia bilang mau ke toilet sebentar." kata Sai sambil duduk di kursi yang ditarik Ino tadi.

"Sasuke, Sai main baseball yuk." ajak Kiba. "Yang lain sudah pada main tuh." lanjut cowok yang suka banget dengan anjing itu.

"Nggak ah. Lagi nggak pingin main nih." kata Sai diikuti anggukan Sasuke.

"Ya sudah. Kalau gitu aku pergi dulu ya." Kiba segera berlari kecil menuju ke lapangan kecil di dekat perpustakaan.

"Teman-teman makan yuk." ajak Ino yang baru kembali. "Di kantin lagi sepi loh." lanjut gadis itu. Biasanya kantin sekolah mereka selalu penuh, jadi mereka jarang banget makan di kantin.

"OK ayo." Tenten segera berdiri dari kursinya diikuti Sasuke dan Sai.

Sementara itu Neji yang baru keluar dari ruang kepala sekolah……..

Sial……aku lupa lagi. Kayaknya harus rapat OSIS nih……… Gumam Neji. Nggak lama kemudian HPnya bunyi. Ada sms masuk dari Tenten yang bilang kalau mereka lagi makan di kantin.

Lebih baik ke kantin saja deh. Siapa tahu aja mereka punya ide. Gumam Neji lalu segera menuju ke kantin.

Sementara itu Sasuke, Sai, Ino dan Tenten yang sudah berada di kantin……….

"Huf…..jadi kangen sama Sakura….." kata Ino sambil ngeliatin daftar menu yang dipegangnya.

Tepat seminggu sebelum kecelakaan. Mereka makan bareng di kantin.

Flashback…………

"Huf……" Sakura mengeluh sambil menarik nafas panjang.

"Kau kenapa sih?" tanya Ino heran.

"Aku lagi bimbang nih." jawab gadis berambut pink itu singkat.

"Bimbang kenapa?" tanya Tenten heran.

"Kata orang, gadis cantik itu cepat mati."

"Trus kenapa?" Sai, Ino, Sasuke dan Tenten memandang Sakura dengan pandangan heran.

"Huf…….apa aku bakalan cepat mati ya?" mendengar perkataan Sakura itu, Sasuke, Ino, Tenten dan Sai saling memandang lalu tertawa bersama.

"Emang situ cantik?" kata Ino dan Tenten barengan sambil tertawa. Sasuke dan Sai hanya tertawa kecil mendengarnya.

"Jangan ketawa dong. Aku lagi serius nih. Huf…. Apalagi kalian tahu sendirikan, namaku itu Sakura. Kata orang juga nih, pohon Sakura itu berumur pendek. Apa aku berumur pendek ya?" Perkataan Sakura yang terakhir tadi membuat keempat temannya memandang dia dengan pandangan serius.

"Eh kalian kenapa sih? Kok diam saja? Aku hanya bercanda tahu." kata Sakura sambil tertawa kecil melihat keempat temannya itu. "Aduh kok kalian jadi serius gini sih? Maaf ya." kata Sakura sambil menatap Sasuke, Ino, Tenten dan Sai bergantian. Mereka masih terus menatap gadis berambut pink itu dengan pandangan serius. "Jangan marah lagi ya. Hari ini aku traktir deh." lanjut Sakura sambil memperhatikan daftar menu ditangannya.

"Benaran nih ditraktir? Aduh makan apa ya?!" kata Ino sambil merebut daftar menu yang dipegang Sakura.

"Panggil Neji ah. Biar bisa makan bareng." kata Tenten senang lalu mengambil HPnya untuk menghubungi Neji. Seperti biasanya Neji lagi main baseball bereng Gaara dan yang lain di dekat perpustakaan. Sasuke dan Sai nggak ikutan main karena lagi pengen makan bareng Sakura, Ino dan Tenten.

"Iya makan sepuasnya, aku yang bayar deh. Tapi setelah itu jangan lupa kalian harus gantian traktir aku selama ortu kita di luar negeri ya." tambah gadis berambut pink itu. Perkataannya itu membuat Ino segera meletakkan daftar menu yang dipegangnya ke meja. Tenten yang lagi nelpon Neji jadi bengong ngeliatin Sakura. Sementara Sasuke dan Sai hanya tersenyum.

Orang tuanya Sakura, Sasuke, Sai, Ino dan Tenten lagi piknik bareng ke keliling Eropa. Dengar-dengar sih, sekarang mereka lagi berada di Hawai. Mereka ninggalin anak-anak mereka sendirian saja di rumah. Kecuali Sasuke yang tinggal bareng Itachi, yang lain pada tinggal sendiri.

"Ya kau ini. Ikhlas nggak sih traktirnya?" keluh Ino.

"Hatinya sih Ikhlas, tapi duitnya nggak ikhlas. Aku lagi bokek nih he…he" kata Sakura sambil tertawa kecil.

"Dasar" Sasuke, Sai, Ino dan Tenten jadi tertawa mendengarnya.

End of Flashback……….

"Dia nggak akan apa-apa. Diakan belum mentraktir kita." Kata Sai sambil mengelus rambut Ino lembut.

"Iya ya. Nanti kalau dia keluar dari rumah sakit, aku mau minta dia mentraktir kita sepuasnya." kata Ino kembali bersemangat.

Sementara itu Itachi yang lagi ngumpul bareng dengan Pein, Konan, Sasori dan Deidara…….

"Trus Ortu kalian sudah tahu tentang kondisi Sakura?" tanya Konan.

"Iya. Kemarin aku sudah berhasil menghubungi mereka." kata Itachi sambil memainkan pulpennya. "Katanya masih ada masalah penerbangan, jadi mereka baru bisa berangkat 3 hari lagi." lanjutnya. Tiba-tiba HPnya Itachi berdering.

"Ya….disini Itachi. Kenapa? ...Dari Rumah Sakit Konoha?"

"Rumah Sakit Konoha?" Pein, Sasori, Konan dan Deidara mulai bertanya-tanya ada kabar baru apa dari rumah sakit yang merawat Sakura itu.

"Eh?...Ya aku tahu. Aku segera kesana." Karena Itachi membalikan badannya dari teman-temannya, jadi mereka nggak bisa melihat ekspresi wajahnya saat itu. "Aku pergi dulu ya." Pamit Itachi setelah menutup HPnya.

"Eh mau kemana kamu?" tanya Pein heran lihat Itachi yang segera berdiri dari kursinya dan bersiap pergi setelah menerima telpon tadi.

"Sakura kenapa, Itachi?" tanya Sasori tapi nggak didengar Itachi.

"Oh iya aku harus menghubungi Sasuke dan yang lain dulu." Itachi segera menghubungi Hpnya Sasuke.

Kembali ke Sasuke dan yang lain yang sedang berada di kantin……..

HPnya Sasuke berdering, terdengar lagu dik dari nada deringnya. Dia segera mengambil HPnya dari saku.

"Ya... nii-san? Ada apa?"

"Dari Itachi?" Sai, Ino dan Tenten mulai bertanya-tanya.

"Eh? Sakura..." Sasuke terlihat kaget. Sepertinya ada sesuatu yang dikatakan Itachi tentang gadis berambut pink itu.

TBC……..

...

Minna, jujur ya…..
Sejak awal pembuatan ini, sebenarnya udah kepikiran gimana endingnya. Tapi mendadak aku dapat ide lain jadi saat ini aku lagi bingung milih endingnya, antara happy ending atau tragic ending. OK silahkan pilih maunya yang tragic ending atau happy ending. Katakan di review kalian maunya happy ending atau tragic ending ya……. (--sebenarnya aku lagi punya ide gila untuk yang tragic ending--)

Btw bagi kalian yang suka SasuSaku, NejiTen, SaiIno, NaruHina, dan ShikaTema, baca Between Hate and Love SPECIAL (Kencan) juga ya…….