Pukul 2 siang, sudah waktunya bagi para murid kembali ke rumah masing-masing.
Setelah pemerkosaan yang dilakukan oleh anak SMA tadi, mereka hanya meninggalkan Bee begitu saja, bahkan Andre sama sekali tidak terlihat.
Dengan seluruh badan yang terasa remuk, Bee melangkah perlahan menjauh dari tempat yang menjadi saksi saat dirinya dinikmati oleh dua orang anak SMA yang untuknya memiliki penis besar.
Bee sama sekali tidak mempedulikan tubuhnya yang sangat berantakan dan terdapat jejak-jejak sperma, terutama pada bagian selangkangan. Ia tidak peduli dengan tas sekolah dan jas sekolahnya yang masih berada di kelas, ia hanya ingin segera pulang dan beristirahat.
Dengan seragam yang sangat terbuka, tanpa pakaian dalam, dan penampilan yang sangat jelas bahwa dirinya baru saja melakukan sex, entah bagaimana Bee bisa sampai di stasiun kereta api tanpa ada gangguan berarti.
Memang ada beberapa godaan dari pria yang berpapasan dengannya, tapi itu hanya sebatas godaan tanpa ada tindakan.
Bee segera masuk ke dalam kereta, tanpa memikirkan apa-apa lagi dirinya langsung menyandarkan diri di dinding kereta, tidak mempedulikan beberapa orang pria yang mengamati sejak ia masuk.
Bee merasakan ada seseorang yang menempelkan badannya oada dirinya, mencoba mendesaknya semakin menempel ke dinding kereta. Bahkan tangan orang tersebut sudah seperti mengurung dirinya.
Beberapa menit berlalu tanpa ada pergerakan baik dari Bee maupun orang yang mengurungnya.
Perlahan salah satu tangan orang tersebut terlepas dan mengelus paha terbuka Bee.
"Kak, abis sex ya? Spermanya masih belepotan nih"
Tangan orang tersebut semakin berani menjelajahi paha Bee, dan bahkan sekarang tangan yang satunya telah ikut serta mengelus perut terbuka Bee.
"Emhhh"
Mungkin karena mendengar desahan yang Bee keluarkan, membuat orang tersebut semakin semangat menggerayangi tubuh Bee.
"Kau tidak menggunakan celana dalam? Sangat basah!"
Satu jari perlahan masuk! Diikuti dengan dua jari lainnya yang langsung bergerak keluar-masuk memberi kenikmatan pada Bee. Tidak lupa payudara Bee yang mendapat pijatan gratis.
"Aku akan membantu membersihkan vaginamu!"
Rasa geli dan nikmat menghilang dari payudara dan vagina Bee, membuat Bee tanpa sadar melenguh kecewa menginginkan kenikmatan lagi.
Sampai sebuah benda lunak perlahan menciumi vaginanya. Kaget tentu saja! Tapi seperti biasa, Bee menerima dan malah membuka lebar kakinya memberi kemudahan benda lunak itu untuk mengeksplorasi vagina basahnya.
"Ahhh emmhhh"
Bee tidak bisa mengontrol desahannya, gerakan lidah yang tengah memainkan klitorisnya terasa sangat memabukkan membuat Bee lupa diri.
Disaat Bee tengah tenggelam dalam kenikmatan yang berasal dari vaginanya, payudara kembali mendapat pijatan yang bahkan terasa lebih nikmat dari tadi.
"Kenapa kalian berbuat mesum tanpa mengajak kami?"
Bisikan yang di sertai dengan jilatan di telinga kirinya membuat Bee semakin merasa nikmat. Ia bahkan tidak menolak saat rubuhkan ditarik oleh orang-orang dan di bawa ke tengah-tengah gerbong kereta.
Seragam seksinya bahkan entah sejak kapan telah terlepas dari tubuhnya. Membuatnya telanjang bulat dengan kaki mengangkang lebar dan terbaring pasrah di lantai gerbong kereta api dengan semua mata yang tertuju padanya. Terlihat sangat mengundang bagi para penis untuk singgah di vagina merah yang sangat indah itu.
Tangan-tangan yang entah milik siapa mulai bergerak menjelajahi semua bagian tubuh Bee, mulai dari payudara, vagina, anus bahkan sampai jari-jari kaki Bee pun mereka gerayangi.
"Ahh jangan! Jangan! Lepaskan aku!"
"Kau menolak disaat vaginamu telah saat basah seperti ini? Jangan bercanda! Hanya buka lebar kakimu dan berikan kami desahan terbaikmu, kami akan membawamu terbang hahaha"
Bee terus mengatakan tidak, tapi tidak dengan tubuhnya yang sudah sangat panas mendamba sentuhan penis. Mengharapkan perhatian dari para penis yang ada di sekitarnya.
Penis-penis mulai terlihat dimana-mana, dan tanpa menunggu waktu lama, Bee sudah merasakan penis yang mengisi vagina dan anusnya. Penis-penis itu sungguh sangat tidak sabaran!
Kedua tangannya di tarik untuk meremas penis lainnya yang tidak mendapat bagian. Seluruh tubuhnya benar-benar di tutup dengan penis yang entah ada berapa banyak.
Entah sudah sampai mana kereta ini membawa mereka. Tidak mempedulikan gerbang kereta yang sempit untuk tempat sex orang sebanyak itu.
Bee tidak tau pasti ada berapa penis yang sedang menggangbangnya saat ini, mungkin 10... atau lebih? Bee tidak tau dan tidak mau tau, dirinya hanya menikmati sensasi saat penis-penis itu memberi kenikmatan pada tubuhnya.
"Aaaahhhhhhh"
Entah sudah tembakan sperma yang ke berapa yang Bee terima, seluruh tubuhnya sudah tertutupi sperma, namun sepertinya penis-penis itu masih terlalu bersemangat menggenjot dirinya.
"Ahh sudahhh, akuuh lelah mhhhh"
"Nikmati saja cantik"
Bee juga melihat ada beberapa kamera ponsel yang di arahkan padanya... Ahh peristiwa di sekolah tadi terulang kembali...
"Argggghhh"
"Jangan rekam! Ku mohon jangan rekam! Ahh"
"Ayo keluarkan desahan terbaikmu sayang! Kau berbakat menjadi bintang porno hahaha"
"Ahh jangan!"
"Diam jalang! Hanya mendesah dan nikmati penis kami! Tidak usah sok menolak disaat tubuhmu mengatakan ingin!"
Pria yang sedang menghentak pinggulnya semakin menghentak kuat diiringi rasa kesal karena Bee yang terus berkata tidak.
Tembakan sperma terakhir, sebelum sang pria mengeluarkan penisnya dan mengarahkannya pada wajah penuh sperma Bee.
"Bersihkan ini sayang"
Dengan tenaga yang tersisa, Bee menjilati penis di depannya berusaha membersihkannya dari sisa sisa sperma dan cairan vaginanya yang sudah menyatu.
"Kau harus naik kereta ini setiap hari sayang, tubuh indah ini tidak boleh di simpan sendiri, kau harus membiarkan kami para lelaki menikmatinya hahaha"
"Kau benar, tubuh ini sangat sayang bilang tidak dimanfaatkan dengan baik, melayani kami contohnya hahaha"
Bee sama sekali tidak menjawab, lagi pula mulutnya masih tersumpal penis. Dan lihatlah para pria itu yang kini masih mengambil gambar telanjang dirinya, terutama vaginanya yang masih mengalirkan sperma.
"Sungguh hari keberuntunganku, bisa merasakan seorang gadis muda yang sangat menggairahkan seperti ini"
"Aku rela seharian menaiki kereta api ini bila ditemani gadis seseksi dia"
"Vaginanya sangat pas untuk penisku, jepitannya sangat enak"
Berbagai komentar kotor dilontarkan para pria yang telah puas menikmati vaginanya. Rasa lelah tidak bisa dipungkiri.
Dalam satu hari ini, sudah lebih dari 20 penis yang ia layani, belum lagi jika di rumah nanti para pelanggan Mommy-nya tiba, bisa di pastikan vaginanya juga akan ikut terjamah.
Bee tidak peduli lagi dengan sekitar, ia hanya ingin istirahat, biarlah tubuh telanjangnya dinikmati oleh para pria itu. Matanya sudah terlalu berat, bahkan saat vaginanya kembali mendapat sodokan, Bee tidak bereaksi, tentu saja karena Bee sudah terlebih dahulu jatuh tertidur, membiarkan penis penis yang masih haus pijatan itu kembali mengeksplor vagina basahnya...
