Too Late?

Ch 7

Rate M

GS

Pairing KYUMIN – SIMIN- KYURIN

Masih pemula, masih butuh perbaikan. Salam kenal buat semua readers , dan mohon bantuan nya dengan kritik dan saran yang membangun. Typo mohon dimaklumi :P

Summary : masa lalu Leeteuk, Kangin, Jarin membayangi hidup Lee Sungmin tanpa ia sadari . Namun boleh kah Sungmin berharap masa depan nya adalah Cho Kyuhyun? dengan semua kesakitan Sungmin untuk mencintai Kyuhyun. apakah Kyuhyun akan membalas cinta nya.?apa kah kebahagian Sungmin akan datang terlambat?

Warn: epep ini isi nya min nya agak sedih di chap chap kedepan... yang gag tahan baca boleh di close. Gomawo

Nananananannanaanna silakan baca!

KYUMIN

'bagaimana keadaan nya? saya teman pasien.'

'maaf tuan tapiii, yeoja itu sepertinya barusaja mengalami tindak perkosaan. Saya menemukan luka di daerah genital nya dan juga bercak darah dan sperma mengering begitu saja ,di bibir nya juga terdapat luka sobekan. Keadaan tersebut menguatkan bahwa teman anda baru saja menjadi korban perkosaan'

'ya Tuhannn... Minnieeee... bagaimana bisa.'

Sayup sayup telinga gadis itu menangkap sebuah suara. Kelopak mata nya bergerak gerak sebelum terbuka sempurna dan menampakan sepasang foxy bening milik yeoja yang tengah berbaring dengan tangan kanan yang tertancap infus.

Sungmin mengerutkan kening dimana dia sekarang? Mata nya melihat sekeliling dan menemukan tirai tirai panjang yang terlihat seperti sekat ruang kesehatan.

Krekkkkk

Sungmin berjingkat saat tirai di samping nya terbuka gadis itu menoleh waspada, bukan kah tadi ia berada di gereja . Si pembuka tirai itu menatap sedih pada Sungmin. namja dengan mata indah itu tersenyum hangat pda Sungmin.

Namja itu mengambil duduk disamping tempat tidur Sungmin , mata nya tak lepas dari wajah Sungmin yang masih pucat.

"kau sudah sadar heum.? " Namja itu tersenyum lembut. " seorang penjaga gereja menemukan mu pingsan dan menelepon nomor ku karena yang terakhir kau hubungi adalah aku, aku bersyukur atas itu." Lanjut namja itu.

Mata Sungmin mulai berkaca kaca melihat senyuman malaikat pria itu, entahlah Sungmin merasa dirinya tak pantas diberikan senyum seperti itu. Dirinya telah kotor dan penuh noda, bahkan noda yang dimaksud Sungmin pun terlihat jelas di leher dan pundak Sungmin yang terbuka karena gaun tidur nya yang tipis dan longgar

"pergilah Siwon ah, aku kotor. Aku sudah kotor. Hiksss kumohon pergilah." Sungmin menangis pilu , menatap mata Siwon dengan pandangan memohon .

Siwon memandang Sungmin sedih. Tangan nya terangkat untuk menghapus lelehan air mata Sungmin namun segera Sungmin tepis.

"AKU SUDAH KOTOR SIWONAHHH. PERGILAH JEBAL." Sungmin mendudukan dirinya kasar. "PERGI... JEBALLL HIKSSS." Lanjut Sungmin dengan histeris . Tangan mungil nya memukul mukul wajah nya sendiri demi menyalurkan kekesalan nya pada dirinya sendiri yang dengan mudah menyerah pada Kyuhyun disaat namja itu mabuk.

Siwon terbelalak dengan cepat di genggam nya erak kedua tangan ringkih Sungmin agar berhenti melukai diri yeoja itu sendiri.

"KAU TIDAK KOTOR. YANG KOTOR ADALAH BAJINGAN ITU. NAMJA BAJINGAN ITU yang kotor." Amarah Siwon meluap di tatap nya Sungmin yang sesenggukan dengan mata berkilat marah.

"hiks..." satu isakan kecil menyadar kan Siwon, dengan pelan namja berdimple itu memeluk tubuh tak berdaya Sungmin dalam pelukan hangat nya.

"mianhae." Rapal Siwon berkali kali untuk menenang kan Sungmin.

'kau gadis yang sungguh baik, siapa yang tega melakukan ini pada mu, aku tidak akan memaafkan nya. aku bersumpah.'

KYUMIN

Kamar itu terlihat sangat berantakan dengan baju baju betebaran di lantai kamar yang terlihat terang akan sinar matahari yang masuk lewat jendela besar itu. Seorang namja berkulit pucat terlihat tidur nyenyak dengan sebuah bantal putih di atas kepalanya.

Drtt drtt drttt...

Getar kencang dari ponsel hitam di atas nakas membuat namja itu bergerak gelisah. Dengan malas namja berkulit putih itu beranjak turun dari ranjang dan meraih ponsel nya. keadaan namja yang masih setengah sadar itu tidak ditutupi sehelai benang pun, kejantanan yang yang kemerahan tampak terlihat.

Namja itu tersenyum senang melihat bercak darah menodai kejantanan nya. ia sudah menjadi lelaki sejati sekang. Jarin sangat menggairahkan.

Drtt drtt drttt

Sekali lagi getar ponsel itu menyadarkan Kyuhyun dari pemikiran nya.

"yeoboseo." Jawab namja itu malas.

"dimana kau nak.?" Tanya namja disebrang sana dengan nada khawatir.

"aku pergi untuk menghindari perjodohan gila umma." Jawab Kyuhyun enteng.

"pulanglah, appa mohon." Lelaki itu mendesah sesaat." Umma sedang sakit."

"mwo."

Kyuhyun mengakhiri panggilan sang appa dengan mimik wajah yang terlihat sangat khawatir. Walau bagaimana pun Cho Heechul adalah umma yang sangat ia sayangi meski sikap yeoja itu sering membuat nya marah, namun sungguh Kyuhyun sangat mencintai sang umma. Meski sang umma pernah meninggalkan nya begitu lama, tapi tetap saja, rasa cinta Kyuhyun tak berkurang sedikit pun.

Dengan gerak cepat namja itu memakai baju nya asal. Penampilan acak acakan tak ia hirau kan. Yang menjadi perhatian nya sekarang adalah sang umma. Ia harus segera pergi ke mension Cho.

Setelah mengendarai mobil mewah nya dengan kecepatan tinggi , Kyuhyun segera memasuki area mension Cho dengan langkah kaki yang beradu.

Kriekkkk...

"UMMA" namja berpenampilan acak acakan itu berlari mendekati ranjang king size bernuansa cokelat itu dengan wajah yang berkaca kaca. Namja itu tak habis pikir kelakuan nya kemarin membuat sang uma jatuh sakit.

"Kyuhyun ah... putra umma. Kau datang? Apa kau sudah berubah pikiran? Apa kau menerima perjodohan itu.?" Ucap Heechul lemah. Tatapan nya berbinar menatap sang putra yang tengah berdiri mematung di samping sang suami.

"cihh, jadi umma hanya menarik simpati ku dan mencoba mengubah pikiran ku dengan berpura pura sakit seperti ini? Benar begitu.?" Kyuhyun terlihat mendecih lirih.

"Kyuhyun ah..." Heechul menganga kaget, Kyuhyun nya berucap kasar kepada nya. air mata yeoja itu jatuh perlahan.

Hangeng hanya memijat pelipis nya pelan. Anak dan istri nya sama sama keras dan berego tinggi. Batin namja itu.

"kalau itu yang umma pikirkan sehingga berpura pura sakit seperti ini. Maka aku tidak akan terkecoh. SAmPAI KAPAN PUN AKU TIDAK AKAN MENERIMA PERJODOHAN ITU." Kyuhyun berbalik cepat dan bergerak emnuju pintu keluar kamar utama mension Cho itu, tangan nya sudah akan membuka pintu cokelat itu sebelum sebuah suara lemah menginterupsi.

"kau bilang pada umma bahwa umma tak pernah mengabulkan permintaan mu dan malah pergi ke jepang, meninggalkan mu begitu lam. " yeoja itu menarik nafas nya panjang." Umma sakit, Kyuhyun ah... miom dan kelainan hormonal pada rahim telah merenggut 8 tahun waktu umma untuk mu. umma berjuang Kyuhyun ah. Umma berjuang dengan obat obat dan terapi menyakitkan itu untuk mu, untuk kembali pada mu. uma mohon maaf kan umma karena umma berbohong pada mu. jebal, mianhae.. hiks." Heechul menangis parau dengan isakan yang mengeema keseluruh ruangan kamar. Mata yeoja itu tak lepas dari tubuh tegap sang putra yang mematung di dekat pintu.

Heechul beranjak dari ranjang nya. kepala nya enggeleng saat Hangeng berusaha memapah nya. yeoja itu ingin berjalan sendiri dnegan langkah pelan mendekati sang putra. Tangan halus heecul menggenggam tangan Kyuhyun dari belakang.

"mianhae, Kyuhyun ah." Ucap Heechul lemah. Kyuhyun masih berdiri mematung dnegan mata terpejam rapat. Pikiran namja itu kacau. Ia marah, umma nya membohongi nya saat ini. Tapi yang lebih membuat nya marah adalah karena dia telah menyakiti umma nya begitu dalam.

Tubuh yeoja itu merosot tangan nya memeluk kaki sang anak

Kyuhyun akhir nya menyerah ia terduduk menghadap umma nya dan memeluk tubuh umma nya sayang.

"ohhh putra ku yang malang, mianhae, umma mu ini memang sangat bodoh , mianhae Kyuhyun ah. Mianhae. Menikahlah dengan salah satu putri Leeteuk . Hanya itu keinginan umma, Kyuhyun ah. Jebal."

Kyuhyun mengangguk samar . "ne ne , aku akan menikahi yeoja itu, umma." Ujar namja itu lirih

'mianhae Jarin ah. Aku tidak bisa untuk berkata tidak. Aku terlalu pengecut Jarin ah aju mencintai umma. Mianhae. Saranghae... meski aku harus menikahi gadis pilihan umma.'

"gomawo Kyuhyun ah. Umma menyayangi mu." Heechul mencium kening pucat putra nya lembut.

Setelah diperksa oleh dokter pribadi keluarga Cho , Heechul segera bersiap siap untuk menghadiri peringatan kematian sahabat nya. Kesehatan Heechul yang sempat menurun, meningkat derastis, pias pucat di wajah nya telah hilang, digantikan dengan rona merah. Efek dari penerimaan Kyuhyun atas perjodohan itu terasa seperti obat bagi Heechul. Janji penting nya akan terwujud. Senyum terus mengebang dibibir nya. ia menatap suami dan anak nya yang duduk tenang diruang tengah dengan senyum bahagia.

"ayo berangkat." Kata Heechul semangat.

"apa kau sudah meminum obat." Tanya Hangeng cemas. Ia masih belum yakin kalau isteri nya sudah sehat sepenuh nya.

"euuummm" Heechul mengangguk lucu. " kita pakai 1 mobil dan satu supir. Aku ingin duduk di tengah tengah namja Cho ku saat di perjalanan." Lanjut Heechul semangat.

"terserah umma saja." Jawab Kyuhyun datar.

"ne." Hangeng menimpali dengan senyum kalem.

Keluarga itu tampak seragam, Kyuhyun mengenakan setelan jas hitam, sama seperti Hangeng, dan Heechul mengenakan hanbok polos berwarna hitam.

Perjalanan menuju tempat tujuan keluarga Cho itu di habis kan dnegan kebisuan. Kyuhyun tampak sedang berpikir keras sembari mengetuk ngetuk layar ponsel nya dengan gusar. Pikiran nya sedang tidak fokus. Apa kah ia harus memutuskan Jarin? namja itu menggeleng cepat. Jarin cinta pertama nya, ia masih sangat mencintai Jarin. tapi bagaimana dengan perjodohan ini? Kyuhyun sedikit menyesal telah mennerima perjodohan itu. Tapi apa yang harus ia lakukan. Ia begitu mencintai snag umma, tapi ia juga mencintai Jarin. hanya pemintaan kecil yang terbersit di hati namja Cho itu. 'semoga ada keajaiban .'

KYUMIN

Siwon sedikit tidak fokus dengan jalan raya. Kecepatan mobil nya juga sangat lambat. Siwon terfokus pada Sungmin yang duduk disamping nya dengan tatapan yang kosong menatap pemandangan jalan yang sedikit lengah dibalik kaca mobil. Siwon merasa sedikit marah saat ia mencoba bertanya pada Sungmin tentang namja brengsek yang memperkosa gadis itu namun Sungmin hanya menggeleng dan terus menangis. Hal itu membuat Siwon urung untuk menanyai hal itu lagi.

"aku akan mengantar mu pulang." Ucap Siwon setelah beberapa saat di alnda kebisuan.

Sungmin mengangguk lemah.

Pikiran nya masih kacau. Apa yang harus ia katakan pada appa dan Jarin karena tidak pulang semalaman. Dan lagi, apa yang akan Jarin lakukan kalau mengetahui kejadian tadi malam.?

Air mata itu lolos kembali.

KYUMIN

Mension Lee terlihat sedikit ramai oleh beberapa maid yang hilir mudik . peringatan kematian sang nyonya besar menjadi agenda tahunan yang sibuk bagi para maid selain hari natal dan tahun baru.

"apa kau melihat Sungmin unnie.? " tanya seorang gadi berhanbok hitam kepada salah satu maid yang sedang berjalan menuju runag sembahyang dengan menenteng sekeranjang jeruk.

"anni , nona. Biasa nya nona Sungmin selalu bersiap paling pagi saat peringatan kematian nyonya. Tapi

hari ini saya tidak melihat nona Sungmin sama sekali." Jawab maid itu sopan.

"aku lupa menaruh ponsel ku. bagaimana bisa unnie pergi disaat seperti ini." Jarin bergumam pelan.

Jarin menaiki tangga rumah nya dengan sedikit mengangkat hanbok hitam nya yang sedikit menghalangi langkah nya.

"appa." panggil Jarin lembut saat menemukan appa nya yang terlihat sedikit kacau didepan kamar unnie nya.

"dimana Sungmin?" tanya Kangin dengan nada yang sangat kahawatir.

Jarin memandang appa nya kaget. Appa nya sudah jauh berubah sekarang, Lee Kangin sudah mulai menerima Lee Sungmin , apakah dengan seperti itu Kangin akan meninggalkan Jarin. tanpa sadar Jarin menggelengkan kepala nya cepat.

"dimana Sungmin." Kangin mengusap wajah nya kasar. Ia khawatir dengan Sungmin.

"sebentar lagi tamu akan datang appa. kita harus kebawah. Mungkin Sungmin unnie sedang pergi sebentar." Jarin menggandeng tangan sang appa yang terlihat kokoh dengan balutan jas hitam.

KYUMIN

Foto besar sang nyonya itu di pajang dengan sangat rapih diatas meja kayu besar dengan hiasan bungamawar merah di sekeliling nya dan lilin lilin kecil di samping kanan dan kiri foto itu Relasi relasi bisnis Kangin datang silih berganti untuk mendoakan Leeteuk. Tidak banyak memang yang datang, karena Kangin hanya mengundang beberapa sahabat nya saja. Tak lupa juga kedua sahabat putrinya juga datang dengan membawa pasangan mereka.

"anyeong ahjussi." Sapa seorang namja berkepala besar dengan meembungkukan badan sedikit pada sang tuan rumah.

Kangin tersenyum menatap keponakan nya yang sudah dewasa itu. "aku tidak tahu bahwa kau berpacaran dengan sahabat Sungmin." Kangin menatap yeoja mungil disamping Yesung dengan senyum simpul.

"anyeonghaseyo ahjussi." Sapa yeoja imut itu sopan. "dimana Minnie ahjussi.?" Lanjut Ryeowook penasaran.

Kangin sedikit terhenyak, banyak nya tamu telah mengalihkan pikiran nya terhadap Sungmin tadi. "mungkin dia sedang keluar sebentar."

"iya, dimana Minnie ?" gumam yeoja berambut kemerahan yang menggandeng namja nya yang berwajah ikan mendekati Kangin dan pasangan yeeook

"tidak biasa nya." guman Ryeowook pelan." Ahh seharus nya kami bisa menunggu Minnie datang, tapi ada acara keluarga yang mendesak hari ini." Ryeowook menatap sedih pada Kangin. " baiklah ahjussi, saya pamit dulu, salam untuk Minnie."

"kami juga, ahjussi." Eunhyuk memandang Kangin penuh sesal." Sayang sekali kami tidak bisa bertemu dengan Minnie." Lanjut nya dengan desahan sedih.

Kangin tersenyum singkat setelah itu pergi meninggalkan pasangan HaeHyuk dan YeWook yang bersiap siap untuk pulang.

KYUMIN

"oppa, aku tidak ingin pulang." Sungmin bergumam lirih saat menyadari mobil Siwon yang sudah hapir sampai mension Lee.

Siwon menghentikan laju kendaraan nya dan menepikan mobil putih susu nya kepinggir jalan. Siwon menoleh kearah Sungmin yang masih setia menghadap ke kaca mobil. Namja tampan itu mendesah pelan.

"kau ingin kemana, min?"

"aku ingin ke makam umma." Jawab Sungmin tanpa mengalihkan pandangan nya dari kaca mobil.

"baiklah, kita akan kesana." Siwon tersenyum lembut tangan kekar nya terangkat untuk membelai surai indah Sungmin yang sudah terlihat sedikit rapih karena sebelum pulang tadi, Siwon dengan telaten menyisir surai indah yang sedikit berantakan itu dengan sisir dari seorang suster dirumah sakit tadi.

Sungmin memejamkan matanya erat air mata nya seakan berlomba untuk turun . Masih pantas kah ia diperlakukan semanis ini.? Bahkan ia merasa lebih kotor dari pada lumpur, karena dengan mudah lumpuh pada orang yang ia cintai. Dan merasa seperti orang jahat karena jika di telisik , Sungmin seperti benalu bagi Kyuhyun dan Jarin selama ini, apalagi ditambah kejadian tadi malam.

"heyyy... " Siwon meraih bahu Sungmin , dan menghadap kan gadis yang masih setia menunduk itu untuk menghadap nya." Sungminn... bagaimana bisa aku mengantar mu.. kalau kau belum memberitahuku tempat makam umma mu."

Sungmin mendongakan kepala nya menatap Siwon dengan wajah lemah nya. " bukit Gunjong." Ujar Sungmin sembari melepas tangan Siwon yang menangkup pipi nya dengan pelan.

Siwon menatap kesal Sungmin. namun kemudian tatapan nya melembut.

"apa kau mengenal gadis cantik yang baik hati seperti putri dongeng di dunia nyata ini? Apa kau pernah melihat kecerian nya yang bahkan hanya melihat senyum nya hari yang buruk akan menjadi indah? Apa kau mengenal nya.?" Sungmin menatap Siwon bingung, sesaat kemudian, gadis itu menggelengkan kepala nya. " aku mengenal nya. namanya Lee Sungmin, dia yeoja dengan wajah dan hati seperti putri di negeri dongeng. Dengan melihat senyum nya, semua orang akan merasa bahagia. Terutama aku." Siwon menarik kedua sudut bibir Sungmin dengan kedua ibu jari nya.

Sungmin menatap Siwon dengan pandangan berkaca kaca, senyum nya benar mengembang. Dia berharap dapat melupakan kejadian hari ini dan menjalani hari hari esok dengan biasa saja, walau pasti rasa nya berbeda.

"chaaaa... putri sudah tersenyum, maka hati pangeran Siwon merasa senang."

"oppa lebih pantas menjadi tabib kerajaan dari pada pangeran."

"hahahhah, dan aku memang lebih suka menjadi tabib dari pada pangeran. Okeee... sekarang kita ke makam umma mu."

Siwon melajukan mobil nya dengan sedikit kencang. Sungmin menatap Siwon dengan senyum simpul.

Hari ini, dan malam kemarin akan ia llupakan. Ia tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan Jarin dan Kyuhyun.

'ini sudah benar. '

KYUMIN

Kyuhyun menatap tak percaya pada pintu kayu di depan nya. pintu kayu ini sangat Kyuhyun kenal , karena hampir setiap hari di hampir 2 minggu ini Kyuhyun datangi.

Heechul menggandeng tangan putra nya yang masih mematung dipintu untuk masuk di rumah mewah itu.

Senyum dari wajah Heechul melebar tatkala mata nya menatap bayangan suami sahabat nya dan putri dari sahabat nya itu sedang berdiri didepan ruang sembahyang.

Kangin menatap kaget pada yeoja paruh baya dan namja paruh baya beserta seorang namja muda berdiri tepat didepan nya dengan senyum mengembang dari yeoja yang tak lain adalah sahabat mendiang istri nya.

"Chulie ..." gumam Kangin sedikit tidak percaya.

Jarin menatap kaget kehadiran Kyuhyun dan 2 pasangan paruh baya di samping namjachingu nya itu dengan kaget. Apa namjachingu nya mau meminta maaf atas kejadian tadi malam.

Kyuhyun menatap umma nya dan appa Jarin yang menatap penuh rindu. 'jangan jangan...'

Ruang tamu mension Lee dengan sofa sofa putih lembut yang biasanya kosong itu kini nampak penuh. Keluarga Cho duduk di sofa besar di hadapan single sofa yang diduduki Kangin. Sedangkan Jarin, gadis berhanbok hitam itu duduk di single sofa lain nya di samping sofa Heechul dengan tatapan mata bingung nya melihat wajah Kyuhyun yang terlihat begitu bahagia.

Namja pucat itu tidak menyangka bahwa sahabat umma nya adalah umma Jarin. Kyuhyun merasa bahwa ini memang sudah takdir, Jarin dan dirinya memang sudah terpaut takdir.

"mianhae.. aku baru bisa datang sekarang. Kangin-ah." Heechul menatap Kangin penuh penyesalan.

"gwenchana... Teuki disana tetap bahagia karena kau sudah mau datang mengunjungi nya. " Kangin berdehem pelan." Aku tidak tahu bahwa kau istri tuan Cho, ah maksud ku... keluarga Cho sangat anti dengan pemeberitaan di media manapun, apalagi tentang keluarga nya." Kangin menatap sedikit sungkan pada namja kalem disamping kiri Heechul. Perusahaan nya yang tak begitu besar sedikit ditopang dengan Cho kingdom yang merupakan perusahaan terbesar di Korea. Ia tidak menyangkan bahwa relasi bisnis nya adalah suami sahabat istrinya.

Heechul sedikit mengernyit saat tidak mendapati Sungmin sama sekali dimension Lee. "dimana Sungmin.?"

"kau mengenal Sungmin.? " Kangin menatap Heechul tak percaya. Darimana sahabat istrinya itu mengenal Sungmin.

"aku bertemu dengan nya saat kau sedang di jeju kemarin."

"dia sedang tidak ada dirumah. Ponsel nya juga tidak bisa dihubungi. Mungkin ia pergi ke makam Leeteuk pagi pagi sekali sebelum kami bangun ."

"Kangin ah, kau tahu, Teuki dan aku seperti saudara, seperti keluarga. Kami selalu bersama sama, sampai akhir nya aku harus pindah ke seoul dan setelah itu aku tidak bisa menghubungi nya. " Heechul menatap Kangin dengan pandangan menerawang. Ia mengenang masalalu nya bersama Leeteuk.

"dia selalu merindukan mu. " Heechul menatap Kangin dengan pandangan sedih.

"dia pasti sangat cengeng, eoh? Aku sangat mengenal nya, Kangin ah. Aku juga selalu merindukan nya."

"kami melewati waktu yang sangat sulit, Chulie ah, bahkan kami hampir terpisah, saat appa Teuki tidak merestui kami." Airmata lolos dari mata tajam Kangin. Ia mengingat semua nya. mengingat pengorbanan untuk cinta sejati nya, Leeteuk.

Heechul tak jauh berbeda dengan Kangin, wanita itu juga menangis, bahkan bahu nya sudah bergetar dalam pelukan Hangeng.

" Kangin ah, jika Leeteuk menginginkan salah satu putri nya menikah dengan putraku, kuharap kau menyetujui nya. " Heechul mengusap matanya dan menatap Kangin yang balik menatap nya kaget. "menikahkan anak Leeteuk dan anak ku adalah keinginan terbesar Leeteuk dan aku. " jelas Heechul.

"aku tidak bisa memaksa putri ku Chulie ah." Kangin menatap Jarin yang terlihat kaget dengan pandangan lembut. "putri ku berhak memilih siapa pun yang ia cintai. Aku tidak mungkin memaksa putri ku. tapi.. jika putri ku setuju menikah dnegan putramu, maka aku tidak bisa untuk tidak setuju. Lagi pula, putra mu sangat tampan. Mungkin salah satu putri ku akan menyukai nya." Kangin menatap Kyuhyun yang tersenyum kaku dengan senyuman tipis.

Jarin menatap Kyuhyun lama, situasi ini begitu sulit untuk nya, disatu sisi ia belum mau menikah, apalagi dengan Kyuhyun, ia masih ingin mengejar cita cita nya. dan disisi lain nya, ia merasa harus menerima perjodohan ini. Jika ia menolak dan Sungmin mengajukan diri untuk menerima lamaran keluarga Cho, maka Kyuhyun akan menikahi Sungmin demi perjodohan keluarga ini. Tangan tangan putih Jarin memilin milin hanbok hitam nya dengan pandangan tidak fokus.

"sebenar nya aku sduah memiliki namjachingu."

Heechul menatap kaget sekaligus senang saat Jarin mengucapkan kalimat itu. Karena jika Jarin sudah memiliki najachingu, maka Kyuhyun akan memilih Sungmin. Heechul tersenyum tanpa sadar, Lee Sungmin akan menjadi menantu nya.

"dan namjachingu ku, adalah Kyuhyun oppa." Lanjut Jarin dengan wajah merona nya. 'aku tidak bisa menyerahkan Kyuhyun atau appa padamu, unnie. ' gumam Jarin

Heechul menatap Jarin kaget. Benarkah yang dikatakan Jarin. tak jauh beda, Kangin juga menatap kaget pada Jarin dan Kyuhyun bergantian.

Kyuhyun tersenyum tipis, Jarin mengakui hubungan nya didepan orangtua nya sendiri dan orang tua Kyuhyun. itu berarti hubungan yang selama ini mereka jalani memiliki arti besar.

"benar kata Jarin, umma, appa dan Kangin ahjusi. Aku dan Jarin memang memiliki hubungan sejak beberapa minggu ini. Dan umma, yeoja ini lah alasan mengapa aku menolak perjodohan umma kemarin. Aku tidak tahu bahwa yeoja yang akan dijodohkan dengan ku adalah Jarin. yeojachingu ku sendiri. Dan kupikir tidak perlu mengajukan pertanyaan padaku untuk memilih salah satu diantara kedua putri Kangin ahjusshi, karena aku jelas memilih yeojachingu ku, Jarin." Kangin Heechul dan Hangeng menatap tak berkedip pada Kyuhyun.

"baiklah, ini sudah begitu jelas, mungkin ini takdir untuk mu dan Teuki . aku menyetujui perjododhan ini." Ujar Kangin dengan senyum bahagia.

Sebagai seorang suami dan appa, Kangin merasa sudah melakukan hal yang terbaik, ia bisa mengabulkan keinginan istri nya tanpa memaksa putri nya untuk menerima perjodohan ini. takdir memang begitu baik memihak Jarin dan Kyuhyun.

"ne. " Heechul tersenyum singkat.

Tidak dipungkiri, hati Heechul menginginkan Sungmin untuk menjadi menantu nya. sejak awal Heechul bertemu gadis manis itu, Heechul sudah sangat jatuh cinta, bukan hanya fisik, tapi hati nya dan perilaku nya sangat lembut , sangat mirip dengan Leeteuk.

Jika boleh jujur, Heechul hampir tidak percaya kalau Jarin adalah putri Kangin dan Leeteuk, entah lah, Heechul sama sekali tidak melihat diri Leeteuk maupun Kangin dalam diri Jarin. Tapi, Jarin tetap anak Kangin dan Leeteuk, juga calon menantu nya.

KYUMIN

Gadis itu memeluk batu nisan umma nya dengan uraian airmata. Raga dan jiwa nya terlihat rapuh. Bahu sempit gadis itu bergetar dalam rangkulan lengan namja bertubuh atletis yang merangkul nya dari samping, mencoba menyalurkan sedikit kekuatan bagi gadis bermata indah itu.

"mianhae, umma... jeongmal mianhae... " gumam Sungmin berkali kali.

Siwon membelai punggung bergetar Sungmin .

'Umma, mianhae.. aku sudah begitu mengecewakan umma. Aku sangat jahat umma, aku mencintai namja dongsaeng ku sendiri umma. Bahkan aku sangat mencintai nya. aku tidak boleh membuat Jarin menderita dengan mencintai namja nya umma, karena aku sudah berjanji padamu untuk selalu menjaga Jarin dan appa.' gumam Sungmin dalam hati.

Setelah beberapa saat menangis di makam umma nya, Sungmin dan Siwon bergegas keluar dari arel pemakaman itu. Siwon tampak menggandeng tangan Sungmin dan menuntun yeoja itu melewati gundukan gundukan makam.

Sret..

Siwon menatap Sungmin yang tiba menghentikan jalan nya dengan bingung.

"oppa." Sungin menatap Siwon lama. " tolong lupakan kejadian ini."

Siwon membelalak kaget, namja itu menatap Sungmin yang begitu terlihat memohon dengan pandangan tak percaya.

"oppa ingin aku menjadi Minnie yang dulu kan. Jadi kumohon lupakan kejadian ini oppa, lupakan hari ini. Dan aku juga akan melupakan hari ini." setetes air bening mengalir dipipi merona Sungmin.

Siwon memandang sendu Sungmin. sebenar nya ia ingin sekali menemukan orang yang telah berbuat sekeji itu pada Sungmin dan memukul nya hingga wajah dan tubuh namja itu remuk. Tapi Sungmin meminta nya melupakan hari ini. melupakan kejadian keji yang Sungmin alami.

Beberapa saat terdiam, akhir nya dokter muda itu menganggukan kepala nya dan membelai lembut rambut kelam Sungmin dengan senyum joker nya.

'aku berharap, kejadian yang ingin kau lupakan ini tidak menghasilkan sesuatu yang pada akhir nya akan memaksamu mengingat kejadian pahit mu ini, Minnie ah.'

KYUMIN

Hari hari berlalu dengan sangat cepat. Kini sudah lebih dari dua minggu setelah kejadian buruk itu, Lee Sungmin, gadis cantik itu masih terus mencoba melupakan kenangan pahit itu dengan menyibukan dirinya dengan sejumlah CV yang akan ia kirim ke beberapa rumah sakit di Seoul.

Sampai saat ini tidak ada yang berubah banyak dari kehidupan Sungmin, appa nya masih tetap sibuk dengan perusahaan nya, Siwon masih sering meengunjungi nya, dan.. Jarin serta Kyuhyun yang sibuk dengan acara pertunangan mereka.

Pertunangan.? Yeah, pertunangan sepasang kekasih itu akan diadakan 1 minggu lagi. Ternyata yeoja paruh baya yang mengunjungi mension Lee sehari sebelum peringatan kematian Leeteuk adalah umma Kyuhyun, keluarga Cho datang saat peringatan kematian umma nya dengan maksud untuk mengunjungi appa nya dan meminta restu untuk menjodohkan anak mereka. Sebelum nya keluarga Cho tidak mengetahui bahwa Kyuhyun sudah menjalin hubungan dengan yeoja, dan seperti sebuah tali sambung antara benang merah, yeoja chingu Kyuhyun adalah Lee Jarin, anak leeteuk dan Kangin. Hal itu semakin membulatkan tekat Sungmin untuk melupakan Kyuhyun, dia akan menjadi pendosa jika menghalangi Jarin dan Kyuhyun bersatu. Oleh karena itu, Sungmin pun telah mempersiapkan semua nya, termasuk mengirim salah satu CV nya ke rumah sakit di luar kota.

Tidak dapat dipungkuri, kabar pertunangan dan perjodohan Kyuhyun dan Jarin telah menyita pikiran Sungmin, dan berdampak di kesehatan gadis itu. Badan yang putih bersih itu sedikit pias dan mengurus. Nafsu makan nya turun, serta sering mual dan pusing.

Bahkan sekarang gadis itu pun masih merasakan mual, lihat saja, badan nya yang membungkuk di kamar mandi berkeramik pink itu . Nafas nya memburu, barusaja bibir pucat nya mengeluarkan muntahan, yeahh walaupun isi muntahan nya hanya air saja. Tapi sungguh, gadis itu terlihat kesakitan dengan keadaan nya sekarang. Air mata menetes pelan disudut mata nya yang terpejam erat menahan sakit diperut nya.

TBC/END

Maap typos nya

Eitts.. jangan ada yg marah dengan pertunangan Kyurin, karena saya akan menggagalkan nya. wkwkkwkwk

Saya tahu chap ini benar benar hancur , mianhae ne, soal nya saya sedang hilang mood atas cerita ini. mudahan setelah dengar lagu Kyuhyun, mood saya jadi balik, ehheheh

Saya tahu, porsi kyumin moment nya emang benar benar sedikit di chap chap saya sebelum nya, namun saya usahakan chap chap depan kyumin moment nya akan banyak.

Tapi saya tekan kan lagi, di epep saya ini hidup Sungmin memang menderita, jadi jika ada yang tidak tega, boleh close aja.

Saya usahakan update seminggu sekali, atau 10 hari sekali. Heheh maklum , saya masih anak sekolah, jd ngatur waktu nya agak susah untuk nulis depan laptop lama lama.

Masalah review, bagi yang punya akun, saya akan balas review lewat PM aja ne. Terus yang gag punya akun, saya usahakan chap depan ada sesi jawab menjawab pertanyaan kalian (bagi yg nanya).

Terimakasih buat yang review ya, walaupun yang view ama yang review sangat berbeda jauh ( 7421:220) . heheheh..

Gomawo all #bow.

Oiya, mau promosi, cerita pendek saya, hanya 3 chapter. Judul nya " I GIVE YOU MY ALL" /KYUMIN/GS/RATEM/HURT/.

Yang minat langsung ngacir baca ne.!

Maaf untuk hasil yang kurang memuaskan ini. mudahan, chap depan lebih baik