Tittle : Return
Author : Kim Joungwook
Pairing : YunJae
Length : 7
Genre : Romance, Family, Hurt/comfort
Summary : "aku hanya ingin kembali memperbaiki apa yang salah. Kesalahan yang kulakukan dulu, tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk memperbaikinya?"/"dan kembali bersamamu bukan hanya tentang kau yang akan menjadi eomma bagi Changmin, tapi juga akan kembali menjadi istriku. Yang berarti aku juga harus mempersiapkan diriku sendiri untuk menerimamu kembali." /YunJae fic! Bad summary! Just read! Chapter 7 update!
Warning : YAOI, Mpreg! Typo(s)
.
.
.
Jaejoong memandang Yunho ragu, ia menarik nafas panjang sebelum berucap.
"Eum, aku sudah memikirkan ini berulang kali. Bisakah, bisa-kah, ki, ki-ta mengulang semuanya dari awal?" Tanya Jaejoong lirih. Yunho terdiam, memandang Jaejoong dengan ekspresi yang tak tertebak. Jaejoong menelan salivanya berat.
"ya, ki-kita. Kau dan aku. Bi-bisakah?"
.
.
.
Part 7
.
Yunho terdiam. Ia memandang Jaejoong lekat-lekat, mencari keseriusan dari mimic wajah mantan 'istri'nya tersebut.
"kau tidak sedang bercanda kan? Ini tidak lucu." Respon Yunho datar. Ekspresinya tidak menunjukkan tanda-tanda baik. Jaejoong menggeleng cepat, memandang Yunho yakin.
"aku tidak sedang bercanda. Aku serius." Jawab Jaejoong. Yunho menggeleng kecil, bibirnya menyunggingkan sneyuman miring mendengar jawaban Jaejoong.
"kau terlambat. Aku tidak dalam keadaan yang bisa menjalani hubungan dengan orang lain. Aku sudah memiliki Changmin." Jawab Yunho sembari memandang Jaejoong tajam.
Jaejoong balik memandang Yunho tak terima, "hey! Aku bukan orang lain! Aku eomma Changmin!" ucap Jaejoong sedikit keras. Yunho tertawa mengejek.
"kau memang eomma bagi Changmin, tapi kau orang lain bagiku."
Jaejoong sudah akan merespon ucapan Yunho, tapi langsung terdiam saat namja itu tiba-tiba berdiri dari duduknya.
"aku tidak mau membicarakan masalah ini. Aku akan membawa pulang Changmin. Sudah malam." Tambah Yunho sebelum berjalan menuju ruang TV tempat Changmin berada.
"Yunho!" Jaejoong berteriak sembari berlari kecil menyusul Yunho yang sudah lebih dulu berjalan keluar dari ruang makan.
"kita belum selesai bicara, Yun!" tambah Jaejoong di tengah aksi pengejarannya.
.
"eh, Kyu!"
Langkah Jaejoong terhenti saat ia berpapasan dengan Kyuhyun di pintu dapur. Kyuhyun memandang Jaejoong bingung.
"kalian kenapa, Hyung? Tadi kulihat wajah Yunho hyung sangat menyeramkan." Ucap Kyuhyun. Jaejoong menggeleng kecil.
"gwenchana –Ah, Yun!"
Dan Jaejoong kembali menyusul Yunho, meninggalkan Kyuhyun dengan segala kebingungannya.
"orang dewasa memang sulit dipahami." Gumamnya pelan. Iapun kembali melanjutkan perjalanannya menuju dapur.
.
.
.
Yunho berjalan cepat menuju ruang TV, tempat di mana Changmin berada. Ia langsung berhenti begitu melihat wajah bahagia Changmin yang tengah bermain dengan Ryeowook dan Juga Yesung. Dan tanpa sadar, ia ikut tersenyum. Sangat paham bahwa saat ini kebahagian Changmin juga menjadi kebahagiannya. Poros hidupnya hanya berkisar pada buah hatinya itu.
"jadi, apa Changminnie senang bertemu eomma?" pertanyaan Ryewook tiba-tiba membuat Yunho memusatkan seluruh konsentrasinya untuk mendengar jawaban sang buah hati.
"ne~ neomu joha!" jawab Changmin sedikit berteriak. Ia melonjak senang disamping Ryeowook.
"changminnie akhirnya bisa bertemu eomma setelah selama ini tidak pernah bertemu. Sekarang, Minnie bisa bercerita pada teman-teman Minnie tentang apa yang eomma masak dan eomma lakukan untuk Minnie di sekolah." Tambah Changmin. Ryeowook dan Yesung yang mendengarnya tersenyum kecil, menyadari betapa polosnya anak kecil disamping mereka ini.
"tapi Minnie gak suka pada eomma, eomma sibuk kerja terus~ Jadi Minnie gak bisa terus bersama eomma. Apalagi eomma juga tidak tidur bersama appa. Bukankah appa dan eomma harus tidur bersama seperti drama yang Minnie lihat bersama Chunnie samchon? Iyakan Wookie hyung?" Tanya Changmin. Ryeowook mengangkat salah satu alisnya memandang Yesung, meminta pendapatnya. Ia cukup bingung bagaimana menjawab pertanyaan itu.
"geuraeyo? Apa Minnie pernah menonton drama seperti itu bersama Chunnie samchon? Apa judulnya?" Tanya Yesung, mencoba mengalihkan perhatian Changmin dari masalah eomma dan appanya. Dan Changmin dengan semangat menjawab pertanyaan itu.
Menceritakan bagaimana jalan cerita drama yang pernah ia tonton bersama sang samchon.
Dan Yunho tanpa sadar menghela nafasnya lega saat mengetahui Yesung berhasil mengelabui Changmin. Ia mengingatkan dirinya sendiri untuk melarang Yoochun mengajak Changmin menonton drama setelah ini.
.
Saat mengetahui Changmin kembali asik bercerita tentang drama itu pada YeWook, Yunho membawa pandangannya mengamati ruangan paling luas dari apartement mewah milik Jaejoong ini. Melihat bahwa semua yang ada disana memang sesuai dengan apa yang seharusnya.
Mewah dan berkelas.
Dia tidak berubah, bahkan tanpa sadar Yunho masih mengingat bagaimana sifat mantan istrinya itu. tapi ia langsung terkejut saat matanya menangkap jam dinding yang sudah menunjukkan hampir pukul 9 malam.
"changminnie, jibae kajja!" ucap Yunho akhirnya. Changmin dan juga YeWook langsung menoleh dan memandang Yunho. sedikit terkejut mengetahui bahwa Yunho juga ada di sana.
"jigeum appa?" Tanya Changmin tidak rela. Yunho tertawa kecil dan mendekat kea rah Changmin, berlutut di depan anaknya yang tengah duduk dilantai itu.
"chagi~ besok kau harus sekolah, kan? Sekarang kita pulang dan tidur. Sudah malam, sayang~" ucap Yunho, mencoba memberi pengertian pada namja ciik itu.
"ne~ Changminnie pulang dulu, ne? Kapan-kapan Minnie bisa main lagi bersama Ryewook hyung." Kali ini Ryewook ikut bersuara saat wajah Changmin masih belum rela. Namja cilik itu mengerucutkan bibirnya, memandang tak terima kea rah Ryewook dan Yunho.
"Yesung ahjussi~" Changmin merengek pada Yesung, mencari orang yang mau memabantunya untuk menolak ajakan Yunho pulang.
Yesung tersenyum kecil, "Changminnie pulang bersama appa, ne?!" dan jawaban sang ahjussi tidak membantunya sama-sekali.
"eomma~!" dan tiba-tiba ia berteriak, memanggil sang eomma. Satu-satunya orang yang masih bisa ia harapkan.
Jaejoong yang sebenarnya sudah berdiri dekat dari sana langsung berjalan menghampiri sang aegya, "ne, chagi?"
"Changminnie tak mau pulang~ Changminnie mau bersama eomma dan Wookie hyung~" rajuk Changmin pada sang eomma. Jaejoong tersenyum kecil mendengarnya.
"bagaimana kalau sekarang eomma akan mengantar Changminnie dan appa pulang ke rumah? besok Minnie bertemu eomma lagi. otte?" tawar Jaejoong. Changmin masih mengerucutkan bibirnya, tapi saat melihat wajah meyakinkan eommanya yang berjanji untuk bertemu lagi besok, akhirnya ia mengangguk kecil.
"arasseo~ Minnie pulang sekarang. Tapi bersama eomma dan appa, ne?" pinta Changmin lagi. Jaejoong memandang sekilas Yunho sebelum mengangguk. Mendapat respon positif dari namja musang, sang appa untuk mengijinkannya ikut mengantar Changmin pulang.
"ne~" jawabnya riang. Ia langsung berdiri dan meminta gendong pada Jaejoong. Namja cantik itu tertawa sebelum membawa Changmin dalam gendongannya.
"jja, ucapkan salam pada Wookie hyung dan Yesung ahjussi." Ucap Jaejoong. Changmin langsung tersenyum kecil memandang Yesung dan Ryewook.
"annyeong ahjussi, hyung~" ucapnya kurang semangat, belum mau pergi sebenarnya. Ryeowook dan Yesung balas tersenyum.
"ne~ annyeong, Min-"
"dan aku dilupakan? Bagus sekali kau, hyung!" suara Kyuhyun tiba-tiba terdengar dari belakang Jaejoong dan memotong kalimat Ryeowook, membuat namja itu sedikit berjengit kaget.
"yak! Kamchagi!" bentak Jaejoong. Kyuhyun meringis dan mengabaikan teriakan Jaejoong itu. justru mencubit kedua pipi tembam Changmin.
"Bocah tengil~ selamat pulang~" ucap Kyuhyun masih dengan mencubit gemas pipi Changmin. Changmin mengerucutkan bibirnya tak suka, membuat wajahnya terlihat makin tak beraturan (?).
"nappeun ahjussi!" ucap Changmin sembari mencoba melepas cubitan Kyuhyun pada kedua pipinya. Kyuhyun tertawa dan melepaskan tangannya dari wajah Changmin.
"kecil-kecil kau sudah berani menga-" dan ucapan Kyuhyun terpotong saat Yunho menarik kerah bajunya menjauh dari Changmin, membuat Changmin menjulurkan lidahnya memandang sang appa membelanya.
"jeonjaengiya!" teriak Kyuhyun sembari menatap Changmin kesal. Ryeowook tersenyum dan membantu Yunho untuk menarik lengan Kyuhyun menjauh. Membiarkan Yesung mengantarkan YunJae dan Changmin keluar dari apartement itu.
"annyeong, Wookie hyung~" teriak Changmin sekali lagi sembari melambaikan tangannya sebelum pergi.
"ne~ Annyeong, Changminnie~" balas Ryewook sembari melambaikan tangannya juga. Meninggalkan Kyuhyun yang hanya mendengus kesal melihatnya. Menyadari Changmin tidak berpamitan padanya.
.
"jadi, kita akan menginap di apartement Jaejoong hyung?" Tanya Kyuhyun begitu tubuh mereka tak terlihat lagi. Ryeowook menggeleng.
"aniya. Kita pulang ke rumah. Kita akan menyusul Yesung hyung turun, hanya dia yang membawa mobil." Jawab Ryeowook. Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar hal itu.
"lalu, kenapa kita masih di sini? Kajja, kita menyusul Yesung hyung." Ucap Kyuhyun sembari mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
"tunggu dulu, Kyu!" ucap Ryewook tiba-tiba, ia menahan lengan Kyuhyun dan menarik namja itu agar kembali menghadapnya.
"hyung ingin memberikanmu ucapan selamat datang dengan benar." Ucap Ryewook saat melihat wajah penasaran Kyuhyun. Dan namja itu langsung tersenyum lebar mendengar ucapan Ryewook.
"welcome, Kyu~" ucap Ryewook sembari berjinjit untuk mengecup dahi Kyuhyun, memejamkan mata saat bibirnya menyentuh kulit Kyuhyun. namja itu menahan pinggang Ryeowook dan sedikit menundukkan tubuhnya untuk membantu Ryewook agar tidak terjatuh.
"ne, gomawo, Wookie hyung." Balas Kyuhyun, ikut memejamkan matanya nyaman. Ryeowook tersenyum dan melepas kecupannya di dahi Kyuhyun, masih dengan tangan di kedua bahu namja itu.
Dan mereka saling melempar senyum dengan kedekatan itu, kedua tangan Kyuhyun yang memeluk pinggang Ryewook dan Ia yang masih mencengkeram pundak Kyuhyun.
"kau semakin tampan." Ucap Ryeowook sembari tangannya merapikan rambut Kyuhyun yang jatuh menutupi wajahnya.
Kyuhyun mengulum seyumnya mendengar hal itu.
"Really? I think, I'm always handsome." Jawab Kyuhyun narsis. Ryeowook terkikik kecil, menangkupkan salah satu tangannya pada pipi Kyuhyun, membelai lembut wajahnya.
"hn, You're always handsome. And now, you're more handsome." Ryeowook tersenyum kecil setelahnya, menyadari Kyuhyun yang tersenyum lebar mendnegar kalimatnya barusan.
"How about your past years? Were you happy? You did'nt come home last year, and I miss you so badly." Rajuk Ryeowook dengan bibir yang mengerucut kesal. Kyuhyun terkekeh dan mengecup cepat pipi Ryeowook.
"nado bogoshipeo. Manhi~" jawab Kyuhyun. Ia mendekatkan tubuhnya dan merengkuh Ryeowook dalam pelukannya. Ryeowook tersenyum dan membalas pelukan itu sama erat.
"hn~ Arrayo~"
Dan mereka mempertahankan posisi itu untuk waktu yang cukup lama, tak menyadari sepasang mata yang sedari tadi melihat kejadian itu.
.
.
.
"ehm! Jadi, kau benar-benar berniat selingkuh Kim Ryeowook?" sebuah suara rendah tiba-tiba tertangkap oleh pendengaran Ryeowook. Namja manis itu menegakkan tubuhnya dan segera melepas pelukannya di tubuh Kyuhyun.
"hyungie?" Ryeowook memandang bingung pada Yesung, setahunya, kekasihnya itu sudah berada di basement menunggunya dan juga Kyuhyun untuk turun.
"aku butuh penjelasan atas apa yang kulihat tadi, Wookie~" dan Yesung justru memandang tajam ke arah Kyuhyun.
Kyuhyun mendengus mendengarnya, balas menatap Yesung jengah.
"Yesung hyung! Sudah kubilang aku tidak selingkuh!" Ryeowook menghentakkan kakinya kesal. Ia tak terima dituduh selingkuh oleh kekasihnya itu.
"lalu? Berada dipelukan namja lain dalam waktu yang cukup lama dan dalam keadaan yang cukup 'intim'. Itu tidak selingkuh namanya?" Tanya Yesung lagi. ryeowook mendengus, berjalan kea rah Yesung dan memeluk lengan namja itu.
"hyung selalu berpikir bahwa aku dan Kyuhyun berselingkuh. Apa hyung sudah lupa siapa Kyuhyun itu?" kali ini Ryeowook balik bertanya. Kyuhyun tertawa merendahkan memandang Yesung.
"Yesung hyung tipe pencemburu berat ternyata, Wookie hyung~" ucap Kyuhyun. "setelah dua tahun hyung memperkenalkannya sebagai kekasih hyung, baru kali ini aku menyadari bahwa Yesung hyung adalah orang yang mudah cemburu." Tambah Kyuhyun.
Ryeowook tanpa sadar tertawa kecil mendengarnya, tidak mempedulikan Yesung kini justru memandang tajam ke arah mereka berdua.
"dan aku semakin tidak menyangka, bahwa hyung akan cemburu pada 'adik kandung' kekasihnya." Dan Kyuhyun benar-benar menyeringai sekarang. Yesung menekuk wajahnya, memandang tak terima ke arah Ryeowook dan juga Kyuhyun.
"lagipula, aku masih cukup sadar untuk tidak mencintai kakak kandungku sendiri, Yesung hyung~" ucap Kyuhyun telak. Yesung mendelik mendengarnya.
"aku tidak akan cemburu jika kalian tidak bersikap mesra sepanjang waktu. Berpelukan, bahkan berciuman." Yesung menyampaikan alasannya. Kyuhyun masih menyeringai, sedangkan Ryeowook tersenyum mendengarnya.
"dengar." Ryeowook menarik tubuh Yesung hingga kini mereka berhadapan.
"aku mencium Kyuhyun di sini…" tangan Ryeowook menyentuh pipi Yesung,
"di sini…" lalu berpindah ke dahinya.
"dan aku menciummu di sini,.." dan ibu jari Ryeowook membelai lembut bibir bawah Yesung, membuat namja itu terdiam, shock!
"tahukan perbedaannya?" Tanya Ryeowook sembari tersenyum setelah menjauhkan tangannya dari wajah Yesung.
Kyuhyun tertawa keras memandang wajah speechless milik kekasih hyung-nya itu, membuatnya mendapat delikan tajam dari Ryeowook. Membuatnya terpaksa menutup mulut.
"a-aku paham."
.
.
.
Yunho dan Jaejoong berjalan beriringan memasuki kediaman Jung dengan Changmin yang masih melekat digendongan sang eomma.
"kau sudah pulang, Yun?" suara eomma Jung tiba-tiba terdengar, membuat YunJae menghentikan langkah mereka untuk menaiki tangga menuju kamar Changmin.
"ah, ne eomma. Eomma belum tidur? Apa Yoochun juga belum tidur?" Tanya Yunho, sedangkan Jaejoong hanya menunduk kecil, masih sedikit canggung pada mantan mertuanya tersebut.
"ajik. Yoochun masih menonton TV, ini eomma akan tidur. Jumuseyo~" ucap Eomma Jung aembari tersenyum kecil melihat bagaimana keadaan YunJae saat ini. Dan YunJae terdiam bingung memandang senyuman penuh arti milik eomma Jung itu.
Yunho dan Jaejoong saling berpandangan sesaat setelah eomma Jung pergi, dan Jaejoong hanya mengangkat kedua bahunya tak tahu. Yunho menghela nafas kecil dan melanjutkan langkahnya menuju kamar Changmin.
.
"kau letakkan saja Changmin di kasurnya, biar aku yang mengganti bajunya nanti." Ucap Yunho. Changmin menggeleng keras di gendongan Jaejoong.
"sireo! Eomma sini tidur dengan Changmin." Ucap Changmin tiba-tiba membuka matanya. Jaejoong dan Yunho yang mengira Changmin sudah tidur langsung terkaget.
"eh? Tapi eomma harus bekerja besok sayang~" Yunho mencoba memberi pengertian untuk Changmin.
Namja cilik itu mengerucutkan bibirnya tak terima.
"kalau begitu, appa dan eomma menemani Changminnie di sini sampai Minnie tidur." Ucap Changmin mutlak. Jaejoong tersenyum dan langsung mengangguk, menurunkan tubuh Changmin ke atas kasur dan juga ikut merebahkan tubuhnya disamping Changmin. Dengan senang hati ia akan menemani sang buah hati untuk tidur.
"jja, kajja tidur!" ucap Jaejoong sembari memeluk tubuh Changmin. Ini sudah malam, dan tak baik membiarkan anak kecil tidur terlalu larut. Ia hanya menuruti permintaan sang aegya untuk membuatnya cepat terlelap.
Dan Changmin mengangguk dan memeluk tubuh Jaejoong dari samping lalu memejamkan matanya.
Yunho terdiam, memandang Jaejoong yang kini menepuk pelan punggung Changmin karena namja itu yang tidur menghadapnya. Dan tanpa ia inginkan, kenangan masa lalu kembali menyeruak masuk ke pikirannya.
Bagaimana dulu Jaejoong merawat Changmin.
Me-nina bobok-an anak mereka itu.
Menemani Changmin tidur.
Dan segala perilakunya menyangkut sang buah hati.
The way he do that is still the same.
Dan ia sadar, sampai kapanpun, seorang eomma akan tetap menjadi seorang eomma. Tak ada yang bisa memisahkan dua hal yang seharusnya memang bersama, memutus ikatan darah pada hubungan anak-ibu adalah hal yang tak mungkin.
Suddenly, Yunho feels guilty to his son.
And it becomes more pitiful cause he was not the one who left their only son.
"appa, kajja tidur!" ucapan Changmin tiba-tiba membuat Yunho sedikit tersentak. Mengembalikannya dari ingatan masa lalu dan juga perasaan kacaunya.
Yunho tersenyum tipis dan mendekati ranjang Changmin untuk ikut tidur disampingnya.
"Minnie ingin setiap malam tidur dengan eomma dan appa seperti ini~" ucapan riang Changmin membuat Yunho dan Jaejoong saling berpandangan sesaat sebelum Yunho memutuskan untuk mengalihkan pandangannya.
Dan Jaejoong hanya bisa tersenyum miris melihatnya, menyadari bahwa kehadirannya memang belum bisa diterima sepenuhnya oleh Yunho.
Bahkan dengan adanya Changmin yang menghubungkan mereka.
.
.
.
Suasana dalam mobil itu hening, tak ada satupun yang berusaha bersuara ataupun beranjak keluar. Suara jam digital yang berada di mobil Yunho terdengar jelas, menunjukkan waktu yang mulai larut, bahkan memang sudah larut.
10.45.
Sudah 15 menit mereka berdua tak ada yang bersuara satupun, tidak melakukan gerakan berarti apapun.
Tadi, setelah mengantar Yunho dan Changmin kembali ke rumah Jung dan menidurkan namja cilik itu, Yunho mengantar Jaejoong untuk kembali ke apartementnya, dan langsung ditolak oleh Jaejoong. Ia meminta diantar ke rumah Ryeowook dan Yesung yang memang lebih dekat dari kediaman Jung. Ia masih merasa tidak enak dan merepotkan namja Jung mantan suaminya itu.
Dan sekarang, setelah mobil Yunho sampai di depan rumah Ryewook –yang kini ditinggalinya bersama Yesung-, justru Jaejoong tak keluar dari mobil. Yunho berkali-kali melirik jam di dashboard mobilnya, merasa tidak nyaman karena sudah larut dan belum pulang.
Apalagi kini dengan keadaan hanya berdua dengan mantan 'istri'nya.
Yunho menghela nafasnya panjang dan mengusap kasar wajahnya, membuang pandangannya ke jendela.
"apa maumu?" dan akhirnya Yunho yang pertama membuka suara. Jaejoong menoleh, memandang Yunho dengan pandangan terlukanya.
"aku sedang berpikir." Jawab Jaejoong cepat. Yunho mengerutkan keningnya mendengar jawaban itu, tak mengerti.
"karena aku tak bisa menemukan jawaban dari semua hal yang mendasari dirimu untuk tak menerimaku kembali." Ucap Jaejoong. Yunho membisu mendengarnya.
"jadi, apakah kesalahanku sebesar itu sampai kau tak bisa memaafkanku?" Tanya Jaejoong tiba-tiba. Yunho yang awalnya tak memandang namja itu langsung ikut menoleh, menatap pandangan terluka yang diperihatkan Jaejoong padanya.
"aku tak tahu seberapa besar kesalahanku saat itu, dan seberapa banyak waktu dan kejadian yang terlewat olehku. Tapi, apakah semua itu tak termaafkan?" Tanya Jaejoong lagi. Yunho hanya diam, memandang lekat-lekat wajah Jaejoong yang kini berlimpah air mata.
Hancur sudah pertahanannya selama ini untuk menjadi namja kuat di depan Yunho.
"maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku yang meninggalkanmu, dan kini aku yang memohon padamu untuk kembali. Sungguh betapa hinanya diriku." Dan Jaejoong tersenyum miris di akhir kalimatnya. Masih dengan air mata yang setia mengalir.
"aku hanya ingin kembali memperbaiki apa yang salah. Kesalahan yang kulakukan dulu, tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk memperbaikinya?" Tanya Jaejoong. Yunho masih membisu, hanya mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan Jaejoong, dengan pandangan yang belum beralih dari wajah namja itu.
Mereka saling berpandangan beberapa saat, sampai akhirnya Jaejoong menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menundukkan wajahnya menghindari tatapan Yunho.
"jebal, Yun~ katakan sesuatu~" pinta Jaejoong lemah. Ia sungguh-sungguh menekan segala ego-nya untuk mengucapkan semua tadi.
.
"aku tidak membencimu. Aku juga tidak dendam padamu." Ucap Yunho akhirnya. Jaejoong membuka kedua telapak tangannya, memperlihatkan kembali wajah sembabnya dan memandang Yunho lagi,
"aku memaafkanmu, sekalipun kau tidak meminta maaf." Tambahnya lagi. dan isakan Jaejoong semakin keras terdengar.
"dan kembali bersamamu bukan hanya tentang kau yang akan menjadi eomma bagi Changmin, tapi juga akan kembali menjadi istriku. Yang berarti aku juga harus mempersiapkan diriku sendiri untuk menerimamu kembali." Jelas Yunho. Jaejoong terdiam, isakannya mulai tak terdengar lagi.
" dan perasaan yang sudah lama aku coba untuk hilangkan, aku coba untuk tak mengingatnya lagi, tak semudah itu untuk mengembalikannya." Yunho menatap intens mata Jaejoong.
"jika kau mau memulai semuanya dari awal,…"
Dan Yunho sengaja memotong kalimatnya sampai situ, mengulurkan kedua tangannya untuk menghapus jejak air mata di wajah Jaejoong. Namja cantik itu hanya diam, membiarkan Yunho mengusap lembut wajahnya dan memandang Yunho penuh arti, menanti kelanjutan dari kalimat yang akan diucapkannya.
"buat aku kembali jatuh cinta padamu."
.
.
.
TBC
Hwahahahah~ Ketawa nista!
Otte, otte? Baguskah?
Ini sudah hampir end loh kayaknya~ saya juga kagak tahu sich~
Tapi ternyata FF ini lebih panjang dari yang saya perkirakan. Dan di chapter ini, adegan terakhir ngena banget buat saya~
Btw, Sudah tahukan Kyuhyun itu siapa? Wkwkwkwk. Tidak akan ada konflik dalam hubungan YeWook. Orang ini FF YunJae, ngapain YeWook pake' ruinning dengan konflik asmaranya sendiri~ hahahahaha
Apakah reader-deul cukup puas dengan chapter pendek ini? Sepertinya memang kependekan (-,-), tapi kalau dilanjutkan, nggak seru dong~ bagusnya TBC-nya emang diletakkan di situ! Benerkan? Kkk~
Terima kasih untuk semua reviews yang masuk, saya snagat menghargainya. Jeongmal Gomawoyo~
So, mind to give me some reviews again?
