A/N : yup aku sadar kalau cerita ini kebanyakan dari sudut pandang Nanoha(Nanoha POV). Kenapa? Karena cerita ini terasa lebih fit melalui sudut pandang Nanoha ;)

Awalnya aku agak bingung tentang dimana mereka akan berbulan madu, akhirnya aku memilih Bali :p nggak aneh kalau orang Jepang pergi ke Bali soalnya. Sekalian promosi Bali hoho.

Chapter 6

Nanoha POV

Aku senang sekali karena aku berjodoh dengan Alicia-chan. Padahal tadinya kupikir kami tidak akan bisa bersama karena kita sama-sama perempuan, tapi sepertinya itu tidak menjadi hal yang perlu dikhawatirkan lagi.

Kini aku dan Alicia-chan sedang berada dalam pesawat terbang menuju ke tempat dimana kita akan berbulan madu yaitu Bali. Tentu saja harapanku ini sangat besar, aku ingin mengalami hal-hal yang romantis bersama dengannya. Dan aku tidak bisa berhenti tersenyum. Yuuno sempat membuatku kepikiran tapi aku memutuskan untuk melupakannya. Lagipula Alicia yang aku sayangi sekarang berada di sisiku.

Setelah penerbangan yang lama di pesawat akhirnya kami pun sampai. Kami langsung menuju ke hotel yang telah dipesan. Setelah mendapat kunci kamar di resepsionis kami menuju ke kamar. Ketika sampai di depan kamar, aku menjadi nervous, lalu aku pun menarik nafas panjang, aku tidak sempat melihat bagaimana ekspresi Alicia-chan waktu itu.

"Well, shall we?"

Aku mengangguk.

Alicia membuka pintunya. Begitu terbuka aku kaget. Ruangannya diterangi oleh cahaya lilin, terdapat bunga-bunga yang juga mempercantik ruangan, dan tercium aroma yang romantis dari ruangan.

"Alicia-chan ini…"

"Kamu suka?" tanyanya dengan manis.

"Ini luar biasa sekali Alicia-chan.." hatiku tergugah.

"Mari tuan putri" Alicia-chan mengulurkan tangannya padaku. Dan aku pun menerimanya selayaknya seorang tuan putri. Dia mengantarku ke beranda jendela. Aku takjub dengan pemandangan yang pada saat malam hari terlihat begitu memesona. Kemudian dia menarik sebuah kursi dan mempersilahkan aku duduk. Di atasnya ada sebuah sampanye dingin dan dua buah gelas sampanye.

"Apakah Anda tidak keberatan minum sampanye tuan putri?" tanyanya sambil membuka sampanye. Alicia tersenyum dengan sangat manis.

"Aku sama sekali tidak keberatan"

Hatiku terkibas oleh debaran yang manis. Rasanya terasa seperti sebuah bulan madu orang dewasa...ini bukan mimpi kan...?

Alicia-chan menuangkan sampanye ke gelasku dan kemudian ke gelasnya sendiri dan kami pun bersulang.

Kami meminum beberapa teguk sambil terdiam, tapi kediaman ini terasa nyaman.

"Alicia-chan..aku tidak menyangka kamu akan menyiapkan semua ini..." kepalaku tertunduk malu-malu.

Tanganku bergerak dan memegang tangannya dengan lembut, Alicia-chan tampaknya sedikit kaget oleh tindakanku yang memegang tangannya tiba-tiba.

"Ini sangat indah..."

Alicia terlihat nervous.

"Alicia-chan, aku sayang kamu..." aku meremas sedikit tangannya untuk menunjukkan ketulusanku.

"A aku mau ke toilet dulu" katanya sambil berdiri dari kursi yang membuat aku sedikit kaget karena tidak menduga. Lalu aku melihat Alicia-chan pergi ke kamar mandi. Aku tertawa kecil.

'Alicia-chan gugup ya? Wajahnya memerah, lucunya...' pikirku dengan gemas.

Kami tidak bercinta malam itu karena lelah setelah melakukan perjalanan yang jauh.

____________________________________________________

Aku merasakan getaran di bagian pahaku. Lalu aku meraihnya dan aku baru sadar kalau aku masih menyimpan HPku disakuku. Aku membuka HPku melihat bahwa sekarang pukul 7.12 dan juga siapa yang memanggilku. Ternyata Ibuku.

Lalu aku segera bangun dari kasur dan pergi ke luar beranda untuk mengangkatnya.

"Halo Ibu"

"Bagaimana?"

"Sepertinya dia tidak menyadarinya" jawabku.

"Baguslah kalau begitu"

Aku terdiam sesaat mendengar jawaban Ibuku.

"Ibu, sebenarnya aku masih ragu...apakah ini adalah yang benar.." aku memberi jeda sesaat.

"Apakah tidak lebih baik kita beritahukan saja yang sebenarnya pada Nanoha?"

"Bicara apa kau, bukankah itu permintaan Alicia sendiri."

"Aku…hanya merasa nggak enak sudah membohonginya.."

"Kamu ini benar-benar tidak berguna."

Hatiku sakit mendengarnya.

"Jika hal itu tidak sesuai dengan kemauanmu kamu selalu saja mengeluh, contohlah Alicia, dia tidak pernah mengeluh meskipun dia harus melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginannya."

"Seharusnya kamu saja yang menggantikan Alicia...kenapa malah Alicia yang baik dan ramah itu...bukan kamu yang payah ini.."

Mataku mulai berair dan aku merasa seperti mau menangis.

"Pokonya kamu tidak boleh sampai ketahuan, kamu mengerti Fate?" katanya dengan dingin.

"Ya Ibu"

Kemudian aku langsung mendengar suara HP ditutup dan aku ikut menutupnya.

Air mata menetes di pipiku.

Seperti yang dikatakan Ibuku baru saja, aku adalah Fate bukan Alicia. Aku menggantikan Alicia ada alasannya. Aku sudah tahu bahwa memang sejak dulu Ibu lebih menganakemaskan Alicia tapi semenjak kejadian itu sikap Ibu berubah padaku, kata-katanya menjadi kejam dan sering menyakiti hatiku. Tapi aku juga tidak dapat menyalahkannya karena aku sendiri juga merasakan apa yang dialami oleh Ibu.

Aku melihat-lihat pemandangan selama beberapa lama untuk menenangkan hatiku. Lalu setelah tenang aku kembali masuk kamar menuju tempat tidur. Duduk di atasnya dan melihat wajah Nanoha yang tertidur dengan damai. Tanganku memain-mainkan ujung rambutnya.

'Nanoha...'

Aku benar-benar tidak tega. Aku memejamkan mataku erat-erat merasa hatiku dipenuhi rasa bersalah yang mau tidak mau harus kulakukan.

"Nggg.."

Mata biru keunguan pelan-pelan terbuka bertemu dengan mata merahku.

"Maaf, aku membangunkanmu ya?"

Dia menggosok-gosok matanya yang masih ngantuk. Ekspresinya yang seperti itu terlihat sangat manis menurutku.

"Pagi Alicia-chan.." dia memberikan senyuman termanisnya.

Aku mendekat dan mencium keningnya.

"Pagi sweetheart"

"Hehehe" dia tertawa kecil mendengarku memanggilnya begitu.

Aku sedikit malu-malu.

"Jadi hari ini kita mau kemana?"

~***~

Fate POV

Setelah sarapan pagi di hotel, kami menonton pertunjukan tari barong, mampir ke Galuh untuk membeli dan melihat-lihat batik dan souvenir, mengunjungi obyek wisata Goa Gajah. Kemudian kami makan siang di Grand Puncak Sari Kintamani restaurant sambil menikmati keindahan Danau dan Gunung Batur.

Lalu kami pergi ke Bedugul dan melakukan wisata air mengelilingi pura Ulundanu dan melihat danau Beratan, kami juga masuk ke dalam kawasan pura Ulundanu untuk menikmati pemandangan yang indah.

Setelah itu kami pergi ke tempat yang wajib dikunjungi ketika pergi ke Bali, yaitu Tanah Lot dan menikmati sunset.

"Matahari terbenam yang indah." Kataku dengan wajah yang damai.

Nanoha hanya terdiam, dia lalu mendekat padaku dan menyandarkan kepalanya di bahuku sambil memegang lenganku, membuat aku berdebar-debar. Semua perjalanan tadi membuat aku jadi lupa akan semua hal yang tidak menyenangkan. Aku pun terhanyut oleh suasana romantis itu. Kami berdua terdiam menikmati suasana sambil melihat matahari yang perlahan-lahan menghilang ditelan laut.

Ngomong-ngomong kami sempat menyeberang ke pura yang berada di tengah pantai itu ketika itu air laut sedang surut meskipun kami tidak masuk ke dalam. Kami juga sempat melihat ular suci. Setelah dari Tanah Lot kami menuju ke Jimbaran Café untuk menikmati makan malam dengan sea food BBQ. Lalu kami kembali ke hotel.

Di kamar kami menonton tv berdua, Nanoha duduk disebelahku. Tiba-tiba Nanoha berpindah duduk di depanku yang tidak aku sangka dia menyandarkan dirinya padaku.

"Bolehkan?" tanyanya.

Wajahnya waktu bertanya seperti itu terlihat sangat manis bagiku.

"Tentu saja" kataku, aku memeluk pinggangnya.

"Hari ini benar-benar menyenangkan..."

"Ya...sangat.." jawabku lembut.

Wajah Nanoha yang bersandar padaku terlihat sangat puas.

"Aku bahagia...Alicia-chan..."

Satu kata yang dia sebut itu membuatku teringat kembali pada Alicia. Lagi-lagi dadaku terasa sakit. Nanoha tidak menyadari wajahku yang terlihat terluka karena sedang asyik menonton film.

Benar...sekarang aku adalah Alicia...dan Nanoha menganggapku bukan sebagai Fate tapi Alicia. Bagaimanapun yang dia pikirkan adalah sekarang sedang bersama dengan Alicia walaupun...

Jejak pikiranku terhenti ketika Nanoha mengelus-ngelus tanganku dengan gerakan yang lembut yang menenangkan hatiku.

Aku memeluknya sedikit lebih erat.

'Nanoha...'

Aku suka…suka...benar-benar suka Nanoha...tidak apa-apa kan kalau aku mencintainya Alicia? Aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bersama dengannya ini... Aku merasa aku hampir menangis tapi aku berusaha keras untuk menahannya. Beruntung Nanoha sedang sibuk menonton film jadi dia tidak melihat wajahku yang seperti ini.

TBC~

A/N : Aku pernah pergi ke Bali sekali :D btw, fanfic nggak mesti panjang untuk bisa dianggap bagus :3 tapi sepertinya fanfic ini memang cukup panjang.