Chef Jung!

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Pairing : Yunjae yang pasti

Genre : School Life, Romance, Drama, Friendship, Little bit humor? YAOI, alur pasaran, membosankan dan pasti banyak typos

Rate : T

Enjoy it ^o^

Ah! Sebelum mulai, Cho kasih peringatan! Di chap ini hampir 90% momen Yoochun, Junsu dan Eun Hye. Ada YunJaeMin juga tapi ga banyak. Jadi diskip ne buat yang ga suka! Inget ada crack pair disini

.

.

.

.

.

" Joongie pulaaaanngg!"

" Ahjummaaa!"

Tap

Tap

Tap

" Kau sudah pulang Joongie? Oh suie annyeong! Masuklah"

Jaejoong dan Junsu mengecup pipi Mrs. Kim kemudian berjalan masuk. Rencananya, mereka akan langsung menuju kamar Jaejoong namun langkah mereka terhenti saat mendengar isakan disofa ruang tengah.

Jaejoong dan Junsu menoleh, Yoochun tengah berbaring dengan menutup wajahnya dengan lengannya dan terdengar isakan dari mulut namja itu.

" Chunnie hyung wae?" Tanya Jaejoong namun Yoochun tetap diam

Tak lama Mrs. Kim datang dan menggiring mereka berdua menuju kamar Jaejoong dan menutup kamar itu.

" Chunnie hyung wae eomma?" Tanya Jaejoong

" Itu..." Ucap Mrs. Kim terdengar sendu

" Ne?" Jaejoong dan Junsu menatap penuh harap pada Mrs. Kim itu

" Eun Hye... Tadi pagi menelepon. Dia... Dia...Membatalkan pesanan gaunnya dan ternyata tadi malam dia membatalkan pernikahannya secara sepihak dengan Yoochun" Ucap Mrs. Kim sendu

" MWO?!"

.

.

.

.

~ Chapter 6 ~

.

.

.

.

.

" Ba-bagaimana bisa?" Tanya Junsu bingung

Bagaimana tidak, semua persiapan sudah mendekati angka 100% dan Mrs. Kim bilang apa? Dibatalkan oleh Eun Hye?

" Joongie ah, Suie..." Panggil Mrs. Kim kemudian duduk dipinggir ranjang Jaejoong. Junsu dan Jaejoong kemudian mendekat dan duduk mengapit nyonya Kim itu

" Wae eomma?" Tanya Jaejoong

" Keluarga Eun Hye sedang dalam kondisi tidak baik"

Kedua namja yang mendengar itu mengerutkan keningnya masih belum mengerti.

" Appa dari Eun Hye, terlibat penggelapan dana pada salah satu perusahaan Jepang yang sangat terkenal bersama beberapa rekannya"

" M-mwo? Lalu?" Tanya Jaejoong

" Eun Hye merasa tidak pantas untuk Yoochun karena keluarganya tercoreng sehingga dia membatalkan semua ini"

" Bagaimana mungkin?"

" Ini yang terjadi Suie ah. Menurut Yoochun desas desus menggenai Mr. Yoon menggelapkan dana sudah terdengar lama namun baik Yoochun maupun Eun Hye hanya menganggap itu angin lalu. Tapi kemarin... Mr. Yoon ditangkap dirumahnya karena memang terbukti melakukan penggelapan dana"

" Omona" Jaejoong dan Junsu membekap mulutnya kaget

Mereka tidak menyangka ini semua akan terjadi, apa lagi hubungan keduanya sangat hangat dan jarang bertengkar.

Junsu menghela nafasnya. Dia jadi memikirkan bagaimana perasaan Yoochun sekarang. Apakah dia harus menemuinya atau tidak?

" Suie ya, temui Chunnie hyung sana" Ucap Jaejoong saat melihat wajah muram Junsu

" Joongie ah..." Lirih Junsu

" Temuilah dia" Bujuk Jaejoong kemudian melebarkan senyumnya

Junsu kemudian menoleh ke arah Mrs. Kim dan mendapatkan sebuah anggukan darinya. Akhirnya Junsu bangkit dan berjalan ke arah pintu, sebelum membuka pintunya Junsu menoleh meminta semangat dari keduanya. Junsu mengambil nafas dan akhirnya keluar dari kamar Jaejoong untuk menemui Yoochun.

" Apa akan baik - baik saja Joongie?" Tanya Mrs. Kim

" Eomma ya... Bukan berarti Joongie senang dengan keputusan yang diambil oleh Eun Hye noona. Hanya saja tadi saat melihat wajah Suie... Joongie rasa Suie bisa menghibur hyung pabbo itu"

" Oh... Semoga semua baik - baik saja"

" Memangnya perusahaan siapa yang dananya digelapkan?" Tanya Jaejoong kepo

" Perusahaan yang merupakan rekan appamu! Bahkan appamu hari ini diinterogasi sebagai saksi!"

" Omo! Appa akan baik - baik saja kan?!"

" Tentu baby, appamu kan bekerja dalam jalur yang baik. Dia tidak akan mengecewakan kita" Ucap Mrs. Kim kemudian memeluk anaknya

" Jadi eomma... Perusahaan siapa?"

" Jung's Company"

" Hmm? Sungguh familiar" Ucap Jaejoong kemudian bersandar pada dada eommanya

.

.

.

Junsu berjalan mendekati namja yang sedang berbaring itu. Isak tangisnya sudah tidak terdengar berganti dengan dengkuran halus, sepertinya Yoochun lelah menangis.

" Wajahmu sembab hyung" Lirih Junsu menatap sedih namja yang menjadi cinta pertamanya

Tidak dipungkiri debaran itu masih ada walau tidak sekencang dulu sebelum namja jangkung itu...

" Ish! Kenapa malah memikirkan dia sih!" Jengkel Junsu

" Enghh... Suie?"

Junsu tersentak kaget dan memukul pelan mulutnya yang berteriak sehingga Yoochun sekarang terbangun dan duduk.

" Suie?"

" N-ne hyung"

" Wae?"

" An-aniya hyung"

" Kau pasti sudah mendengar kabarnya bukan" Ucap Yoochun kemudian tersenyum miring

Yeoja yang dicintainya membatalkan pernikahan mereka dan bahkan tidak bisa dihubungi sekarang. Junsu perlahan duduk disamping Yoochun, dia merasa tersiksa melihat wajah merana Yoochun sekarang.

" Hy-hyung ah semangatlah" Ucap Junsu

" Bagaimana bisa sementara kekasihku itu menderita" Ucap Yoochun kemudian mengacak kasar rambutnya

" Hyung ah"

" Akkkhh! Jinjja! Aku harus apa eoh?!"

" Hyu-hyung ah"

Junsu menatap sendu namja tampan yang ada disampingnya. Apa... apa dengan membuatnya bahagia bisa membuat dirinya juga bahagia? Dia tidak sanggup juga melihat Yoochun berantakan seperti ini.

" Hyung ah..." Panggil Junsu pelan

" Hmm?"

" Kenapa... Kenapa kau tidak coba meyakinkan Eun Hye noona?"

" Aku sudah... Tapi, dia beralasan bahwa orangtuaku tidak akan mau menerima aib sepertinya"

" ..."

" Aku, tidak pernah menganggapnya seperti itu. Aku mencintai dirinya apa adanya. Meskipun benar orangtuaku tidak menyetujuinya aku... aku ingin berjuang bersamanya"

Junsu menatap sendu Yoochun, yah... Dia merasa kalah saat ini. beruntung sekali Eun Hye dicintai oleh namja seperti Yoochun.

" Kalau begitu hyung tunggu apa lagi?"

" N-ne?" Yoochun menoleh dan melihat Junsu

" Kejar dia, yakinkan dia baru hyung meminta restu dari orangtua hyung! Buat dia menerima hyung kembali! Jangan menyerah" Junsu dengan susah payah mengucapkan semua kata - kata itu meski perih dirasa

" Suie"

" Aku... Aku akan membantu hyung! tenang saja eoh?!"

Mata Yoochun kembali berembun, dia merasa sangat cengeng menjadi seorang namja. Tapi bagaimana lagi? Yang mendukungnya hanya keluarga Kim disini. Bahkan orangtuanya sangat amat tidak menyetujui dia menikah dengan Eun Hye setelah penangkapan Mr. Yoon.

Grep

Mata Junsu membulat kala Yoochun memeluknya dengan erat. Perlahan Yoochun menepuk punggung Junsu.

" Gomawo Suie, gomawo"

Junsu memejamkan matanya dan mengatakan bahwa semua akan baik - baik saja. Dia hanya harus merelakan namja yang dicintainya untuk bahagia dengan orang lain.

" Ne hyung..." Ucap Junsu dengan nada bergetar

" Suie? Kau kenapa?" Tanya Yoochun lalu melepaskan pelukannya dan memegang bahu Junsu erat

" An-aniya hyung" Ucap Junsu kemudian mengalihkan wajahnya

" Kau menangis, hey..."

" Ak-aku... Aku hanya terharu melihat ada seseorang yang memperjuangkan cintanya hyung. sungguh indah untukku"

Yoochun tersenyum menanggapi ucapan Junsu. Dia jadi semangat kembali untuk melanjutkan hidupnya, padahal tadi dia sudah merasa buntu dan lebih baik untuk bunuh diri saja. Hah...

.

" Suie baik sekali"

" Ne... Suie bersikap dewasa"

" Hum..."

Mrs. Kim tersenyum dalam persembunyiannya itu. Namun tak lama dia memperhatikan jari lentik anaknya dan dia tersentak. Mrs. Kim kemudian menarik anaknya menjauh dari sana.

" Eommaa! Sakit!" Pekik Jaejoong

" Mian baby. Ya! Darimana kau dapat cincin ini?"

" Ini?" Jaejoong menunjukkan jarinya pada sang eomma

" Ne"

" Dari Yunho hyung"

" Mwo? Bisa eomma lihat?"

Mata Jaejoong memincing curiga. Dia sedikit ragu memperlihatkannya karena takut diambil oleh sang eomma. Jaejoong sangat mengenal baik sifat shopaholic eommanya terutama perhiasan.

" Ya! Apa - apa an matamu itu! Eomma tidak akan mengambilnya" Ucap Mrs. Kim yang mengerti arti mata Jaejoong yang menyipit itu

" Janji?"

" Ppalii"

" Janji dulu eomma"

" Aish! Ne! Eomma janji akan langsung mengembalikannya"

" Oke" Jaejoong kemudian melepaskan cincin itu kemudian memberikannya pada sang eomma

Mr. Kim segera mengambilnya dan melihatnya. Cincin itu sangat sederhana namun matanya begitu jeli melihat cincin sederhana itu.

' Cincin ini begitu halus, bukan cincin murahan. Uri Joongie pernah memakai cincin murahan dan kulitnya iritasi... Jadi namja itu memberikan cincin mahal? Hmmm, cincin ini diberikan oleh si koki kantin itu? berapa gajinya hingga bisa membeli cincin ini? Dan... JY? Omo, ada ukirannya juga di dalam cincin ini?'

" Sudah eomma! Kenapa melihatnya seperti itu sih!" Ucap Jaejoong kemudian mengambil cincin berharganya itu

" Ya! Eomma kan hanya melihatnya!" Ucap Mrs. Kim kemudian mengerucutkan bibirnya kesal

" Habisnya eomma seperti ingin mengambilnya!" Ucap Jaejoong sembari memakai cincin itu kembali

" Ish dasar pelit" Cibir Mrs. Kim " Tapi Joongie ah, apa... Cincin itu diberikan oleh koki kantin sekolahmu itu?"

" Hum, wae?"

" Siapa namanya?"

" Ish eomma pelupa dasar! Namanya Jung Yunho!"

" Oh... Namanya terdengar familiar... Ah, sudahlah. Eomma siapkan snack untuk kalian dulu ne"

" Oke!"

Jaejoong akhirnya pergi untuk menemui Junsu dan Yoochun. Mereka mengobrol bersama walaupun Yoochun masih terlihat tidak bersemangat, Jaejoong kini berdoa semoga saja semua mendapatkan yang terbaik.

" Besok kau temani aku mencari hadiah untuk Eunie ne?" Ucap Yoochun, dia memang memanggil Eun Hye dengan Eunie

" N-ne hyung" Jawab Junsu

Yoochun sudah mulai bangkit dan mencoba percaya diri untuk mendapatkan tunangannya kembali.

.

.

" Yunho hyung... Eodie?" Lirih Jaejoong sembari menatap layar ponselnya

Tidak ada pesan maupun panggilan dari Yunho dan itu membuat Jaejoong sungguh gelisah. Diabenar - benar penasaran kemana Yunho pergi.

.

- Satu Minggu kemudian -

.

Srettt

Yoochun menutup matanya saat bunga yang diberikan untuk kekasihnya itu langsung dilempar begitu saja ke arah wajahnya. Junsu dan Jaejoong yang melihat kejadian itu dari dalam mobil hanya bisa kaget dan merasa kasihan dengan Yoochun.

Sudah seminggu ini Yoochun berusaha meyakinkan Eun Hye untuk kembali namun semua usahanya sia - sia. Bahkan Eun Hye tidak pernah keluar dari rumahnya kecuali untuk kepentingan yang benar - benar mendesak. Dan hari ini Yoochun kembali datang ke rumah Eun Hye untuk memberikan bunga hanya saja dia menolaknya dan melemparkan bunga itu.

" Kka..." Lirih Eun Hye

" Eunie ya..."

" Yoochun ah, jangan menyakiti dirimu"

" Ani... Aku menginginkanmu Eunie.."

" Andwe... Kita tidak bisa bersama. Lihat, aku hanya sebuah aib"

" Itu kesalahan appamu bukan dirimu"

" Kumohon Yoochun, kka..."

Eun Hye masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Yoochun yang terlihat sangat mengenaskan.

" Kajja Suie... Kita hampiri Chunnie hyung" Usul Jaejoong

" Ne"

Kedua namja itu keluar dari persembunyiannya dan lari ke arah Yoochun.

" Hyung ah, gwaenchana?" Tanya Jaejoong khawatir melihat Yoochun yang menunduk

Begitu pula Junsu, dia menatap miris Yoochun yang menunduk itu. Hatinya juga sakit melihat namja tampan itu sedih seperti ini.

" Ani!" Yoochun mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Jaejoong dan Junsu bergantian " Gwaenchana. Dia sudah mulai membalas kata - kataku. Itu berarti dia sudah bisa menerima kembali kehadiranku"

" Hyungie" Jaejoong tersenyum penuh haru, tidak menyangka bahwa sepupunya akan seperti ini

" Kajja, kita makan dulu sembari memikirkan langkah selanjutnya!" Ucap Yoochun mencoba gembira kemudian menarik Jaejoong dan Junsu dari sana kemudian memasukkan mereka ke dalam mobil

" Kita kemana hyung?" Tanya Junsu

" Makan saja. Pulang sekolah tadi kalian belum makan siang dan langsung menemaniku bukan?"

" Ne" Ucap Jaejoong dan Junsu kemudian mengelus perut mereka

" Mianhae aku menyusahkan" Sesal Yoochun

" Gwaenchana Chunnie hyung"

" Sebagai gantinya, kalian makanlah sepuasnya"

" Yaaayyyy!" Jaejoong terpekik senang mendengarnya

Akhirnya mereka masuk ke dalam satu mall terbesar yang baru dibuka di kawasannya. Mereka berjalan menuju salah satu restoran Jepang.

Jaejoong berjalan dibelakang, dia mengamati interaksi antara Junsu dan Yoochun. Sepertinya Junsu sudah mulai mengurangi rasa sukanya terhadap Yoochun karena dia sedikit demi sedikit berpaling pada namja lain. Namja yang saat ini tidak ada disampingnya, namja yang pernah Junsu sebutkan dalam igauannya. Jaejoong tersenyum sendiri saat mengingat hal itu.

Ngomong - ngomong... Jaejoong pun merasa kesepian, sangat... Dia merindukan namja bermata musang yang sudah mencuri semua perhatiannya. Ponsel namja itu bahkan tidak aktif, lalu dia menyuruh Jaejoong untuk menunggunya? Sampai kapan? Satu tahun? Dua tahun? Lima tahun? Sepuluh tahun? Andwe...

.

.

" Eoh? Bebek? Nu... gu?"

Seorang namja kelewat tinggi yang memakai kacamata hitam itu memperhatikan seseorang yang dia kenal. Tak jauh darinya seorang namja berpantat bebek berjalan dengan dua orang yang dia kenal. Terlihat namja yang terlihat manis itu sangat dekat bahkan menempel pada namja tampan disebelahnya bahkan kadang mereka memegang dan saling merangkul satu sama lain.

" Jadi? Dia yang meninggalkanmu hmm?" Ucap namja itu pelan " Tapi, bukankah dia seharusnya menikah dengan yeoja itu... Tapi, bukankah keluarga yeoja itu tengah bermasalah?"

Namja itu mengerutkan keningnya. Dia memasukkan tangannya pada kantong celananya sembari memikirkannya.

" Dia yang membuatmu patah hati eoh? Dan apa kau senang bisa dekat dengannya sekarang"

" Tuan, ada apa?"

" Eh?" Namja itu menoleh dan melihat asistennya menatap bingung ke arahnya

" Aniya" namja jangkung itu menoleh ke kanan dan kirinya " Hyung eodie?"

" Tuan Yunho sudah didalam ruang pertemuan"

" Aish! Hyung itu! Hyuuunng! Tunggu aku! Ups.. Aish! Kenapa aku berteriak!"

.

.

.

Deg

Jaejoong menoleh saat mendengar suara itu. Dia mengenal suara ini, suara yang memenuhi hari - harinya satu bulan belakangan ini. Jaejoong mencari sosok itu sampai melihat sesosok punggung namja dan dia sedang berlari menjauh, Jaejoong mencoba mengejarnya namun...

" Joongie kau sedang apa?"

Jaejoong kembali menoleh, dibelakangnya Yoochun dan Junsu menatapnya bingung.

" N-nde? Aniya hyung"

Awalnya Jaejoong bimbang akan ikut Junsu atau mengejar namja itu. Tapi walaupun mengejar namja itu pasti dia sudah menghilang entah kemana. Jadi Jaejoong memutuskan untuk mengikuti kembali Junsu dan Yoochun.

' Jika tadi yang aku lihat benar Changmin hyung, berarti ada kesempatan aku bertemu dengan Yunie hyung bukan? Omo! Yunie hyung? Apa yang Joongie katakan eoh?! Kenapa memanggilnya seperti itu!'

" Joongie wae? Kenapa melamun? Apa makanannya tidak enak?" Tanya Yoochun

" Ani hyung, Joongie hanya sedang memikirkan sesuatu" Jawab Jaejoong

" Makanlah dulu. Hmm... Kenapa hyung baru melihat cincinmu itu? boleh hyung lihat?" Tanya Yoochun

" Hmm?" Jaejoong mengerutkan keningnya " Kenapa hyung ingin lihat? Tidak hyung, tidak eomma... ketika melihat cincin ini langsung bilang ingin melihatnya"

" Desainnya sangat sederhana"

" Ne, ini" jaejoong memberikan cincin itu pada Yoochun

Yoochun melihat cincin sederhana itu dan terpaku pada ukiran nama dibalik cincin itu.

' JY? Aku seperti mengenalnya? Tidak mungkinkan?' Yoochun menatap Jaejoong yang tengah memakan katsudon-nya ' Tidak mungkin dia ada disini kan? Aku... aku sudah mencari mereka disini'

" Hyung gwaenchana?" Tanya Junsu

" Ne, ini cincinnya Joongie ah" Ucap Yoochun kemudian mengembalikan cincin itu dan Jaejoong langsung memakainya

Mereka menyelesaikan makan siang mereka kemudian beranjak pulang.

.

" Bukankah itu Junsu Min?"

" Eh?" Seorang namja jangkung menoleh dan melihat tiga namja yang dikenalnya menunggu di lobby, sedang menunggu mobil jemputannya " Ne"

" Bersama..."

" Ne, bersamanya... Menarik bukan hyung?"

" Tapi, bukankah harusnya dia menikah dengan anak pertama keluarga Yoon?"

" Tapi Mr. Yoon kan salah satu tersangka penggelapan dana"

" Oh, hyung lupa. Lalu? Junsu..."

" Sepertinya, dia adalah namja yang bebek itu sukai"

" Apa Junsu akan kembali mengejarnya?"

" Hah... molla"

" Ya! Kenapa mengerucutkan bibirmu itu eoh? Tidak lucu, kau cemburu?"

" Hyung menyebalkan! Cepat bawa aku pulang! Aku merindukan eomma!"

" Ne, manja"

" Ya!"

Namja bermata musang itu tertawa setelah berhasil membuat adiknya kesal. Kemudian matanya beralih pada seorang namja cantik yang sedang berdiri dan kadang mengerucutkan bibirnya. Dia bersyukur namja itu baik - baik saja.

Matanya turun menuju tangan sang namja cantik, dia melihat sebuah cincin masih menempel dijarinya. Seketika dia meraba salah satu jarinya dan mengelus cincin yang serupa dengan namja cantik itu.

" Bersabarlah Boo.." Bisik namja musang itu

.

.

- Satu Minggu Kemudian -

.

Yoochun tersentak kaget saat para pemegang utama saham memasuki ruang rapat. Yoochun merasakan ini semua bagai mimpi untuknya.

Di depan sana, dua orang namja yang dia kenal tengah berdiri dengan senyum mengembang dibibirnya.

.

" Masuk!"

Yoochun segera masuk ke dalam ruangan itu ketika seseorang menyuruhnya masuk. Dia membuka pintu itu dan melihat CEO baru perusahaan duduk dikursi kerjanya sedangkan seorang namja satunya lagi sedang duduk santai disofa panjang disana.

" Annyeong hyung"

" Yun... Min..."

Kedua namja itu tersenyum pada Yoochun membuat mata Yoochun berair dan membiarkan mereka bernostalgia dan saling bercengkrama.

.

.

.

" Hyung! Kita mau apa lagi hari ini?" Tanya Junsu

" Ne, hyung sudah siapkan semua dengan benarkan?" Kali ini Jaejoong yang bertanya

" Tentu, aku akan pastikan aku akan di terima olehnya hari ini!" Ucap Yoochun penuh semangat

" Hyungie hwaiting!" Pekik Junsu dan Jaejoong dengan semangat

Mereka berdua menyemangati Yoochun didalam mobil. Mereka sedang menunggu kekasih dari Yoochun pulang dari tempatnya bekerja didepan flat yeoja itu. Bekerja? Ya... Karena semua telah disita Eun Hye memutuskan untuk bekerja untuk menyambung hidupnya dan eommanya. Susah memang karena semua yang didatangi melihat latar belakang Eun Hye, tapi dia bersyukur saat sebuah restoran menerimanya walau hanya untuk mencuci piring.

Yoochun menjadi sangat prihatin, apa lagi Eun Hye sejak kecil selalu dimanjakan barang - barang mewah oleh orangtuanya dan sekarang?

" Hyung itu dia!" Ucap Jaejoong menepuk - nepuk punggung Yoochun

" Ne! Doakan hyung ne?"

" Hum"

Yoochun keluar dari mobil dan langsung menghampiri Eun Hye. Dia langsung menahan lengan yeoja itu dan berlutut. Eun Hye hanya menatap kaget namja itu, walaupun sudah berkali - kali Yoochun mencoba membuatnya kembali namun dia juga tetap kaget jika seperti ini.

" Eunie ah... Marry me...?" Ucap Yoochun kemudian membuka kotalk beludru merah itu

" Yoochun ah..." Eun Hye hendak berkata namun Yoochun menyelanya terlebih dahulu

" Aku sudah bicara pada mereka dan mereka menyetujuinya. Tinggal meminta restu orangtuaku saja Eunie yah..."

" M-mwo?"

" Aku sudah menemui mereka dan mereka berkata kau berhak bahagia... Kesalahan appamu bukan kesalahanmu"

" Bagaimana denganmu?"

" Hanya dirimu yang bisa membuatku bahagia. Kumohon, kembalilah... Tidak usah pikirkan yang lain karena semua ini kita yang jalani"

Mata Eun Hye seketika berembun. Dia tidak sedang bermimpi bukan?

" Eunie yah..."

Yoochun mendekat dan memeluknya erat, Yoochun terus mengatakan betapa dia mencintai yeoja itu. Menenangkannya dan akhirnya meminta yeoja itu kembali padanya dan berhasil. Eun Hye menganggukkan kepala dalam tangisannya.

" Hyungie..." Lirih Jaejoong

Jaejoong menoleh saat mendengar suara isakan, disebelahnya Junsu menangis walau tanpa suara. Seketika Jaejoong memeluk Junsu, dia merasa sakit melihat Junsu seperti itu.

" Suie ah... Gwaenchana"

" Hum... Ak-aku... Hiks..." Junsu membalas pelukan Jaejoong dengan erat

Ceklek

Pintu mobil itu terbuka mendadak dan Junsu langsung melepaskan pelukannya menatap ke arah pintu. Disana Yoochun tengah menggandeng Eun Hye.

" Mwo? Junsu yah! Kenapa kau menangis?" Tanya Yoochun khawatir

" An-aniya hyung. Aku hanya terharu"

Yoochun tersenyum mendengar perkataan junsu.

" Aish, terima kasih kalian sudah membantuku! Dan karena aku sudah berhasil, aku akan mentraktir kalian semua!" Ucap Yoochun senang

Yoochun kemudian membuka pintu mobil depannya untuk sang kekasih. Namun Eun Hye lebih memilih duduk di belakang bersama Jaejoong dan Junsu. Junsu duduk diantara Jaejoong dan Eun Hye. Saat mobil mulai jalan, Eun Hye menggenggam tangan Junsu. Junsu yang kaget menoleh dan menatap yeoja itu.

" Mianhae" Lirih Eun Hye

Awalnya Junsu mengerutkan keningnya, namun dia seakan mengerti apa maksud dari Eun Hye. Junsu kemudian tersenyum.

" Gwaenchana" Ucap Junsu pelan

" Ya! Apa yang kalian bicarakan eoh? Kenapa berbisik seperti itu?" Tanya Yoochun melirik kebelakang

" Hanya pembicaraan pribadi" Ucap Junsu membuat Yoochun menggerutu sebal

.

.

Butuh dua minggu untuk meyakinkan orangtua Yoochun dan akhirnya mereka mendapatkan restu dari kedua orangtua Yoochun.

Dan sekarang mereka merancang kembali acara pernikahan mereka hanya saja lebih cepat karena mereka memang sudah menyiapkan sebelumnya.

.

Jaejoong duduk didekat jendelanya dan menatap keluar sana. Sudah sudah satu bulan lebih dia tidak bertemu Yunho dan itu membuat Jaejoong benar - benar merindukannya sampai dia merasa gila karena terus memikirkan namja itu setiap saat.

" Ugghh... Bogoshippo Yunie hyung..."

Tok tok tok

Ceklek

Jaejoong menoleh dan melihat eommanya masuk dan menghampirinya. Sang eomma baru saja pulang dari salah satu pesta perusahaan milik rekan kerjanya.

" Joongie ah, kau belum tidur?" Tanya sang eomma

" Belum eomma..."

" Wae? Masih merindukan kokimu itu?" Tanya Mrs. Kim

Blush

" Eomma!"

" Aish! Sayang sekali, padahal tadi eomma bertemu dengan anak dari teman appamu. Dia sangat tampaaaannn! Eomma ingin kau berkenalan dengannya baby, siapa tahu jodoh" Ucap sang eomma panjang lebar

" Eomma!" Pekik Jaejoong

Dia paling tidak suka jika eommanya mulai menjodohkannya dengan anak dari rekan kerja appanya.

" Arraseo baby, eommakan hanya berkata saja. Siapa tahu kau mau... Daripada menunggu pangeran spatulamu itu"

" Eommaaa~~"

" Aish! Ne ne ne! Dasar! Sudah malam, saatnya kau tidur! Bukankah besok kita harus datang pagi ke gereja hmm?"

" Ne eomma... Aku tak menyangka mereka akhirnya bisa menikah juga" Ucap Jaejoong sembari berjalan dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya

" Ne, lalu... Bagaimana Suie?"

" Suie? Dia sudah lebih baik eomma... Mungkin karena ssebenarnya dia sudah menemukan seseorang yang bisa mengalihkan pikirannya dari Chunnie hyung"

" Nugu? Eomma belum dengar ceritanya"

" Hmm? Masa sih? Dia itu adik dari chef kantin Joongie eomma"

" Omo! Kenapa kalian bisa menyukai kakak adik itu eoh?"

" Mo-molla eomma"

" Aigo... Eomma jadi penasaran dengan mereka. Kalau namja itu sudah kembali segera pertemukan eomma dengannya ne?"

" Aish eomma ini! Ne... Joongie pasti akan mengenalkan mereka dengan eomma"

Mrs. Kim tersenyum lembut kemudian mengecup kening anaknya dan beranjak dari sana.

" Jalja baby"

" Ne eomma"

Mrs. Kim mengelus pelan puncak kepala Jaejoong dan tak sadar Jaejoong sudah tertidur saat dia mengelusnya.

" Semoga pilihanmu tidak salah ne baby?"

Cup

Kembali Mrs. Kim itu mengecup kening anaknya, membenarkan posisi selimut sang anak dan akhirnya meninggalkan Jaejoong yang sudah terlelap.

.

.

" Ya, saya bersedia"

" You may kiss the bride"

Prok Prok Prok

Tepuk tangan meriah itu terdengar dari salah satu gereja di pinggir Seoul. Junsu menitihkan kembali airmatanya saat Eun Hye menjawab pertanyaan sang pastur.

" Suie..."

" Semoga mereka bahagia ne?" Lirih Junsu saat melihat sang namja, Yoochun mencium mempelai wanitanya dengan lembut

Jaejoong menggenggam erat telapak tangan Junsu mencoba membuat Junsu lebih tenang.

" Ne, mereka harus bahagia kalau tidak Joongie akan memukul Chunnie hyung!"

" Ne, aku juga" Ucap Junsu

Mereka turut larut pada kebahagiaan disana. Tanpa tahu sesosok namja menatap mereka dari pintu gereja. Sosok itu pergi sebelum namja cantik yang menjadi fokusnya itu menoleh karena Yoochun melambai ke arahnya.

" Aish! Pergi kemana namja itu eoh?"

" Nugu?" Tanya Eun Hye

" Si Jung namja menyebalkan itu"

" Semoga nanti dia datang di pesta resepsi"

" Oh, ne. Awas saja kalau dia dan adik jerapahnya itu tidak datang!"

" Hyung sedang apa eoh? Tadi melambai pada siapa?" Tanya Jaejoong yang mendekat ke arah Yoochun

" Eoh! Salah satu temanku. Semoga saja dia datang nanti. Aku akan mengenalkannya padamu dan Suie"

" Oh, ne..."

" Suie wae? Kenapa menangis lagi?" Tanya Eun Hye

" Pesta ini sungguh membuatku terharu noona" Jawab Junsu

" Aish jinjja!" Ucap Eun Hye kemudian memeluk Junsu " Gomawo Suie, gomawo"

" Ne" Jawab Junsu dengan terisak

.

.

Jaejoong dan Junsu memasuki ruang pesta itu dengan senyum mengembang, walaupun tadi pagi sudah bertemu dengan Yoochun dan istrinya, mereka kembali menemui mereka berdua untuk memberikan selamat dan hadiah yang mereka sudah buat.

Setelahnya Jaejoong dan Junsu bergabung dengan orangtua mereka dan para orangtua itu mengenalkan anak mereka masing - masing.

Junsu mengajak Yoochun keluar ruangan setelah mendapatkan izin dari Eun Hye.

" Wae Su?" Tanya Yoochun

" Hy-hyung ah.."

" Ne?"

" Ada yang ingin ku katakan padamu sebenarnya"

" Tentang?"

Junsu mencoba mendongak dan menatap Yoochun dengan wajah memerahnya.

" Omo! Kau sakit? Kenapa merah sekali wajahmu?!" Tanya Yoochun kemudian menangkup pipi Junsu

" Hy-hyung!" Junsu melepaskan tangan Yoochun dari wajahnya

" Ne Suie ah?"

" Aku sebenarnya... Me-menyukaimu"

Raut wajah Yoochun berubah menjadi serius, dia menatap lekat namja manis didepannya.

" Suie ah..."

" Aku menyukaimu bahkan sebelum hyung dan noona berpacaran. Tapi, gwaenchana hyung ah... Aku bahagia melihat hyung bisa bahagia sekarang" Junsu menghela nafasnya

" Suie, mianhae... Aku tahu perasaanmu hanya saja aku hanya menganggapmu adikku sama seperti Joongie"

" E-eh? Gwaenchana hyung! Aku sudah menerima semuanya kok"

" Hum, semoga kau bisa menemukan orang yang benar - benar mencintaimu ne?"

Junsu menatap sendu Yoochun, dia memang sudah berusaha mengikhlaskan semuanya. Dan hari ini dia hanya ingin mengucapkan selamat tinggal pada cinta pertamanya itu.

" Tolong jangan sakiti noona ne?" Pinta Junsu

" Ne, aku janji"

" Terima kasih sudah menjadi cinta pertamaku hyung... Annyeong"

" Kau masih adikku Su"

" Tentu, aku akan menjadi adikmu. Hyung dan..."

" Ne?"

" Ng..."

Cup

Yoochun membulatkan matanya saat Junsu mengecup pinggir bibirnya. Setelahnya Junsu menatap Yoochun.

" No-no-noona sudah mengizinkannya hy-hyung. Annyeong" Ucap Junsu kemudian lari meninggalkan Yoochun yang membeku

Yoochun menatap kepergian Junsu dalam diam, dia sudah tahu lama tentang perasaan Junsu. Hanya saja dia hanya menganggap namja itu sama seperti dia menganggap Jaejoong sebagai sepupu atau adiknya. Yoochun kemudian tersenyum dan berjalan masuk menuju ruang resepsinya untuk bicara pada sang istri.

" Omo!" Junsu menepuki pipi gembulnya " Aku malu, aku malu!"

Junsu kemudian mengipasi wajahnya yang terasa panas itu dan mengambil nafasnya terengah. Tak lama pergerakannya itu terhenti dan dia tersenyum.

" Setidaknya aku sudah memberikan ciuman pertamaku untuknya. Annyeong cinta pertamaku..."

" Itu ciuman keduamu" Munculah sebuah suara dari belakang tubuh Junsu

" Mwo? Ani, aniya... Itu ciuman pertamaku" Jawab Junsu tanpa menoleh

" Hmm? Benarkah? Aku rasa tidak"

" Mwo? Benar kok. Tu-tunggu... Suara siapa itu?" Ucap Junsu sedikit merinding, bukankah dia hanya sendiri " Mirip suaranya si jerapah?"

" Dasar bebek"

" Omo!"

Junsu terlonjak kaget dan langsung membalikkan tubuhnya. Didepannya terlihat sesosok makhluk tinggi yang sedang mengumbar senyumnya.

" Ka-kau..."

" Berani sekali kau selingkuh dibelakangku"

" Mwo?! Ak-aku ti-mmhhhh!"

.

.

.

.

" Hah..."

Terdengar helaan nafas dari balkon hotel bintang lima itu. Jaejoong sedang menyendiri sekarang. Melihat pernikahan Yoochun hanya mengingatkannya pada seseorang.

" Yunie hyung..." Lirih Jaejoong, matanya menatap langit yang ada di depannya

Tangannya mengelus jari dimana cincinnya berada.

" Yunie hyung eodie eoh? Aku ingin bertemu dengannya... Dia ingin menunggu Joongie menunggu sampai kapan?"

Jaejoong kembali menghela nafasnya. Entah kenapa amarahnya mulai naik ke ubun - ubun saat memikirkan Yunho saat ini. Dengan kasar dia meminum minumannya dengan kasar.

" Huh!" Jaejoong membersihkan sisa minumannya menggunakan lengan jasnya " Biar saja, mulai besok Joongie akan jalan dengan Hyun Joong saja!" Pekik Jaejoong akhirnya kesal sendiri

" Memang kau berani?"

" Kenapa tidak?! Joongie akan buktikan padanya bahwa Joongie bisa"

" Coba saja"

" Ne! Tu-tunggu! Siapa yang berbicara?" Ucap Jaejoong kemudian menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri namun tidak menemukan siapapun " Omo! Apa ini hanya khayalan Joongie? Joongie mendengar suara Yunie bear..." Lirihnya

" Merindukanku hmm?"

" Ne..." Ucap Jaejoong pelan kemudian menatap cincinnya " Omo!"

Jaejoong membalikkan tubuhnya dan dia langsung membeku melihat seseorang berdiri dibelakangnya.

" Annyeong Joongie"

Jaejoong tersentak mendengar suara itu, dia mengenal baik suara itu apalagi dia sangat merindukannya. tapi... kenapa sosoknya berbeda?

" Nu-nuguseo?" Tanya Jaejoong bingung

" ..."

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Mwo? TBC? Wae? Wae? Wae?

Mian chap ini pendek karena chap depan udh end! Hehehehe...

Makasih ya udah dukung ff Cho baik yang lama dan belum rampung sampe yang baru, Cho menghargainya!

.

Special Thanks :

.

GaemGyu92 (tggu chap dpn ne?), Rly. C. JaeKyu (cho jg kgn sama bang mimi na cho huwweeee #curhat mode on), JeremmyKim (sama Cho lah, sape lagi coba hahaha), Ega EXOkpopers (iaaa, pasti lanjut kok hahaha), Boo Bear Love Chwang (ckckckckc... Ioo tbc lg tu), littlecupcake noona (ne, cho jg kgn sama mereka T,T), farla23 (sama cho boleh ga? #digampar bang mimin), narayejea (setuju! Nado hwaiting!), Yunjae Heart (ne eonn.. mana ff na nambah 2 Kkkkk bnyk utang dah, minsu tetep kok), dims, cha yeoja hongki (msh penasaran?),

diahmiftachulningtyas (ga kok, semoga Susu jumma bisa setia ne?), Jung Sister (nado annyeong! Makasih udh sempetin baca ff Cho. Nado hwaiting!), Yunjae (hubungan? Kasih tau ga yaaaaa... kkkk), akiramia44 (hah... jd nyesel selingkuh sama bang Mimin anaknya Jaemma Kkkkk, ga kok. ga ada yang kesiksa ^^), joongmax (ne, Susu jumma sudah ternoda! Hahaha), xing mae30 (ne...), anik0405 (ia dunk... kasian kalo jalan ditempat! hahaha), yoon HyunWoon (ne, real Life bnr" bikin susah update sekarang hah...),

Dewi15 (tentu donk! hahaha), danactebh (masama ^^ pasti dilanjut kok!), abilhikmah (nado Bogoshippo hahaha #plakk PD beud... udh ke jawab ne?), GOMCHI46 (bebek polos? waduh Cho sukanya bebek muda bakar? #plakk apa hubungannya coba! Hehehe.. ne haus akan kasih sayang kkk), jaena (nado hwaiting! Cho berusaha kebal kok! Hahahaha), shipper89 (YooSu? Nonono... hahahaha), para Guest, follower, yang udh fav ff Cho dan tentu aja para SiDer

.

Sekali lagi makasih yaaa #bow ada yang belom kesebut?

untuk para Guest, mian Cho ga taruh satu - satu namanya. Nanti kalo ripiu dikasih nama ya biar Cho bisa balas. Hehehehehehe muaahhh muaahhh ^^

Makasih juga buat yang udah ripiu di ff Cho yang baru Voice sama Yunie 'Otaku' Bear. Hehehehe...

Mian kalo chap ini ga memuaskan dan ne? #bow

.

Ada request buat chap terakhir ff ini? Ups... keceplosan?

Hahahah

Annyeong?

Chuuu~~