Ansatsu Kyoshitsu
Disclaimer : Matsui Yuusei
.
Warning : OOC, Typo(s), EyD tidak sempurna, ide pasaran, dll.
.
Happy reading!
..
.
Chapter 7 : Pembagian Kelompok
"Tugas dari Bitch-sensei hanyalah merekam percakapan bahasa Inggris kita. Karena ini tugas yang mudah kita akan membaginya menjadi empat belas kelompok, setiap kelompok diisi dua orang. Dan untuk menghindari hal yang tidak perlu, kita akan mengundi pasangan kelompok kita," jelas Isogai di depan kelas.
Kataoka Megu selaku wakil ketua ada di sampingnya dengan kotak undian yang sudah siap. Ia terus mengguncangkan kotak itu agar kertas di dalamnya tercampur.
"Heh... tidak asik ah!"
"Padahal aku mau pasangan dengan Kanzaki-san."
"Semoga teman sekelompokku bukan Terasaka."
"Hah?! Apa maksudmu Karma?"
"Tenanglah! Aku tidak mau kalian hanya sekelompok dengan orang yang kalian sukai saja. Ini akan adil kan?" Isogai mencoba menenangkan suasana.
"Benar juga sih..."
"Baiklah, kalau begitu ayo kita mulai. Dari siapa?" tanya Maehara. Ia hanya tidak mau ambil pusing dengan pembagian kelompok itu. Lebih cepat selesai lebih baik.
"Dimulai dari baris depan paling kanan, Maehara ambil kertas undiannya. Yang lain mengikuti!" perintah Kataoka.
"Baik...!"
Satu persatu anak-anak kelas E maju bergantian mengambil kertas undian mereka. Tanpa persetujuan yang diucapkan mereka sepakat untuk membuka kertasnya bersamaan.
"Baiklah aku akan menulis anggota setiap kelompok. Dimulai dari kelompok satu, siapa yang mendapatkannya?"
"Aku!" seru Kurahashi Hinano semangat.
Yada Touka mengangkat tangannya dengan senyum lebar. "Kita satu kelompok Kurahashi."
"Yatta!"
"Selanjutnya!"
Isogai menyebutkan nama dan Kataoka bertugas mencatatnya di papan tulis. Beberapa menit kemudian hasilnya sudah ketahuan semua.
Okajima – Kataoka.
Sugaya – Hazama.
Nagisa – Isogai.
Fuwa – Muramatsu.
Maehara – Okano.
Takebayashi – Ritsu.
Hara – Yoshida.
Kayano – Kanzaki.
Terasaka – Itona.
Nakamura – Karma.
Sugino – Okuda.
Mimura – Kimura.
Hayami – Chiba.
Kataoka selesai mencatat di papan tulis dengan dahi yang berkedut kesal, pasalnya hampir setiap ia menulis nama selalu ada teriakan sepeti ah!, sial!, kenapa dia?, kuso!, aku tidak beruntung, dan lain yang maknanya hampir sama. Bagi mereka yang mendapat orang yang diharapkan tersenyum lega.
"Yosh! Sudah selesai. Kupikir dengan begini tidak akan ada yang prote—"
"Aku tidak mau sekelompok dengan Kataoka! Ganti pasanganku Isogai!"
"Kenapa harus dengan Terasaka? Tugasnya pasti tidak akan selesai."
"Hah?! Apa masalahmu Itona? Mau berkelahi hah?"
"Aku tidak akan kena kutukan kalau bersama dia kan? Bagaimana pendapatmu Muramatsu?"
"E-entahlah. Dia sendiri sering mengutuk kami."
"Wah, aku sekelompok dengan monyet gunung."
"Kubunuh kau Maehara!"
"Ne Sugino, kalau kau macam-macam pada Okuda-san aku tidak akan berbaik hati padamu lho..."
"Ka-karma... aku tidak akan melakukan apa-apa kok."
"Hah, untunglah aku satu kelompok dengan orang yang aman." Nagisa menghela nafasnya lega. Sangat mensyukuri mendapat Isogai sebagai rekan sekelompoknya, karena hal yang paling dihindarinya adalah satu kelompok dengan Karma—meskipun dia jenius sekalipun.
"Yah, kupikir sekelompok dengan Yoshida tidak buruk juga."
"Sebenarnya kita berdua tidak terlalu pintar dalam bahasa Inggris kan."
"Ya, kurasa juga begitu."
"Entah kenapa aku merasa iri dengan pasangan Karma dan Nakamura."
"Benar. Takebayashi juga enak, Ritsu kan bisa segalanya."
"Teman-teman, tolong tetap tenang. Ini undian yang adil jadi—"
"Ganti kelompoknya Isogai!"
"Ganti!"
"Ganti kelompoknya!"
"Isogai, ganti!"
"Ganti!"
"Isogai, kumohon ganti kelompoknya!"
Isogai Yuuma dan Kataoka Megu hanya saling pandang melihat kerusuhan akibat undian kelompok itu. Mereka berdua mengedikan bahu.
Undian memang paling mengesalkan saat mendapat orang yang tidak diharapkan. Itulah pelajaran yang dapat dipetik dari kejadian hari itu.
.
.
.
Tbc.
.
.
.
Pendek ya? Maaf. Chapter ini ada kelanjutannya di chapter selanjutnya lho. Kalau mau lihat bagaimana mereka mengerjakan tugasnya lanjut baca ya!
