Title : Agassi
Author : raehyuk98, ressaelfhyukjae
Length : chapter 6 of ?
Genre : romance, comedy, sad..
Cast: Lee Donghae, Lee Hyukjae, and other member sj, maupun bukan, nambah sesuai cerita..
Declaimer : They belong to god, parents, themself and they have each other, but the story MINE..
Warning : Typo and miss typo, alur membingungkan, ejaan tidak sesuai EYD, NO COPAS AND PLAGIATISM...
Rated : T/T+
heii...heii..heiii...
im bacckkkkk...^^
ada yang kangen ama epep ini?
krikkk... krikkk...
seharusnya aku sudah tau.. hmpp..
paiiii..(
peringatan... maaf kalo di chap ini ada kata kata kasar yang keluar, heheh...^^
bekkiccott...^^
Happy Reading^^
kim Ryeowook, namja dengan wajah super imutnya, dia sangat pintar di berbagai mata pelajaran, di tambah jabatannya yang menjadi ketua osis di sekolah ini membuat ryeowook memiliki sejuta pesona didirinya. bukan hanya berita isapan jempol semata, jika jemari lentiknya itu pandai membuat makanan yang sangat lezat. di umurnya yang ke 11 tahun lalu, dia sudah mendapatkan berbagai penghargaan dari lomba memasak di korea, dan lagi ryeowook juga sempat mendapat ancungan dua jempol dari chef terkenal di korea, shindong hee yang saat ini tengah wamil :( . dan aku kira kau tak akan sakit kepala mendengar suara merdunya, atau mungkin melainkan kau akan tidur terlelap saat itu juga karna suara indah bak lulaby pengantar tidur miliknya itu. dia salah seorang yang di anugrahi dengan berbagai kelebihannya. hmm.. aku rasa sudah cukup untuk membahas tentang semua kehebatannya.
"oi, ryeowook-ah.."
"chansung-ah, waeyo?"
"kim yesung memintamu ke atap sekolah.."
"kim yesung, anak yang baru masuk itu bukan? "
"ya, my hanniiiee wookkiiee~ memangnya kau pikir siapa lagi yang memiliki nama se-atristik itu selain simpananmu itu, nona"
chansung menggoda ryeowook dari depan pintu ruang osis yang beruntung hanya ada ryewook di sana, bukan rahasia lagi bagi sohib akrab yang juga keponakan ryewook itu, jika ryewook menjalin hubungan tersembunyi dengan yesung, menjadi namja ke tiga dari pertunangan yesung dan hyukjae.
"aku tak akan ragu membuatmu menyesal karna telah berbicara kencang seperti tadi chansung-ah"
ryewook memberi deathglarenya pada chansung, sahabat yang telah bersama dengannya saat mereka masih menggunakan popok dengan merek yang sama.
chansung berjalan santai kearah ryewook yang tengah memasukan beberapa buku ke dalam tasnya, merangkul tubuh mungil ryewook.
"aku hanya bercanda wookie, walaupun aku yakin, omonganmu tadi hanya ancaman kosong saja bukan? kkkk...kau tak akan mungkin tega untuk melukai wajah tampan keponakanmu ini.."
chansung menaik turunkan alisnya di hadapan ryewook, memasang wajah cool yang menurut ryewook sangat menjijikan dan membuatnya mual.
"ohh.. please, chansung-ah.. lihat, wajahmu bahkan tak lebih tampan dari boneka jerapah milikku.."
ryewook menangkup wajah chansung dengan kedua tangan mungilnya, mendekatkan ujung hidungnya ke ujung hidung chansung juga. lalu mengadu dengan keras kening mereka. bukan, mereka hanya keponakan, tak akan aku buat mereka bersama di ff ini, aku tak mau menyakiti lebih banyak pihak lagi di sini.
"awww... wookie-ya,sakittt.. "
"uppss, mian chansung-ah. aku terlalu bersemangat melakukan itu, setelah lama aku tidak melakukannya lagi, hehe.. mian ne"
"huahh... keningku benjol wookieeee..."
ryewook hanya tersenyum polos tanpa dosa, lalu segera menghilangkan diri dari hadapan chansung..
"bye, chansung-ah, aku akan menemui yesung dulu.."
"ya..ya..yaaa~ kim yesung, kim yesung, dan kim yesung, tak mungkin ada lagi tempat untuk kening ku yang benjol ini kann? aku tau.."
"aku akan mengobatinya saat aku kembali nanti.."
ryewook berteriak saat dirinya sudah melangkah jauh dari ruang osis, beruntung saat ini keadaan cukup sepi karna bel telah berbunyi dari tadi. dan kemungkinan kecil seseorang yang akan mendengar pembicaraan mereka, ingat.. ini sekolah ter-elit dan ter-disiplin di korea.
"ya..ya..ya, tak usah repot repot, saat kau kembali aku pastikan aku telah di bawa ke rumah sakit "
chansung membalas dengan teriakan yang tak kalah kencang, entah ryeowook dapat mendengar teriakan nya atau tidak.
"dasarr.."
lalu menggerutu saat ia tak mendengar balasan lagi dari ryewook.
ryewook semakin melangkahkan kaki mungilnya cepat, bahkan melewati dua anak tangga sekaligus lalu bersyukur dia tak terjatuh saat melakukan hal tadi. ini sudah cukup lebih dari lima menit bel berbunyi, dan simpanan kesayangannya malah menyuruhnya ke atas atap sekolah ini.
ryewook bukan tidak tau, bukan juga merasa nyaman menjadi seperti namja jalang murahan yang kerjanya menggangu hubungan dan mencuri pasangan milik seseorang. dia hanya tau bahwa dia sangat mencintai yesung, persetan tentang perasaan yesung yang tak sepenuhnya ia pahami. ia hanya ingin berada di pelukan yesung sampai saatnya ia melihat yesung menggunakan cincin yang sama dengan hyukjae. maka saat itu juga ryewook akan dengan senang hati melepas yesung. dan dia percaya, bahwa cinta bisa membutakan hati seseorang.
"hehh~"
ryewook tersenyum gentir saat pikiran dari jiwa warasnya tiba tiba terlintas. dia tau ini hanya sesuatu yang semu, tapi dia hanya ingin memperjuangkan perasaannya.
cklekk..
ryewook membuka pintu di hadapannya, dan tersenyum manis saat melihat seseorang yang tengah menunggunya juga tersenyum kearahnya. rindu, perasaan yang sangat mendominasi didiri ryewook, dia sangat tersiksa saat ia mendengar yesung akan pergi ke jepang.
saat itu ryewook hanya sahabat dari yesung, yesung berbicara ia akan tinggal sementara di jepang karna alasan tunangannya, lee hyukjae. dan saat itu ryewook menyatakan perasaannya. memberikan ciuman pertamannya pada yesung dan ryewook cukup bersyukur karna saat itu yesung menerima perasaannya. yesung menjalin ikatan itu di belakang hyukjae, terus berhubungan dengan sahabat yang juga simpanannya. saat itu ryewook dan yesung hanya tau perasaan mereka, tanpa tau apa yang sebenarnya mereka lakukan.
"heii, kau tak apa baby? kau semakin cantik"
yesung merengkuh pinggang ramping namja manis di depannya. membawa hidung bagirnya menempel pada hidung namja manis itu, menghembuskan nafasnya di depan wajah ryewook. ryewook mengerang saat merasakan nafas panas yesung di wajahnya, ia menyentuh rahang yesung dengan jemari lentiknya, memejamkan matanya dan menyentuh halus bibir yesung dengan bibirnya.
"kau semakin tampan seunggie-ya.."
yesung tersenyum saat mendengar pujian dari ryewook dan menarik tengkuk ryewook lalu kembali mempertemukan bibir mereka.
"eungghhh.."
ryewook mendesah saat merasakan ciuman yesung yang tak pernah berubah dari dulu, manis dan basah. ryewook meremas surai yesung meminta yesung untuk semakin memperdalam ciumannya.
brukk. .
ryewook terpaksa melepas pagutannya, dan memandang pintu yang tiba tiba berbunyi. dia menatap yesung dengam tatapan 'apa itu? ' yang hanya di jabawab oleh gidikan di bahu yesung. ryewook kembali menatap pintu itu dan berjalan mendekat sebelum lengannya di tarik oleh yesung. yesung menggelengkan kepalanya dan menghapus bekas liurnya yang mengotori sudut bibir ryewook, mengambil alih ryewook dari rasa penasarannya.
"aku merindukanmu.."
dan yesung kembali mencium bibir ryewook lembut.
"damn it! eiji kano.. shh, he's so sexy ugh~"
donghae terus mengumpat dari bangku tempat ia duduk saat menonton sebuah video dari kiriman seseorang dengan username marcusmingg13 di akun kakaotalk miliknya. akun itu mengirimkan donghae sebuah video porn aktor gay super sexy dari negri sakura. eiji kano, yang juga sangat donghae idolakann... dengan sebuah subyek yang bertuliskan ' i hope you like, bastardd..!.kkk...' .
donghae terus bergerak gelisah saat adik kecilnya mulai sedikit terbangun dan dengan cepat ia mem-pause video yang sangat menarik itu, lalu segera mengantongkan handphonenya kedalam saku celananya.
"cho kyuhyun brengssekkk!"
donghae berlari untuk segera menuju ke kamar mandi, beruntung pagi ini kelasnya masih terlihat sepi. maka tidak ada yang mempergokki kejadian memalukkannya tadi. donghae menyusuri lorong dengan cepat, sambil tak lupa menaruh tangannya di bawah pusar, menutupi adik kebanggaannya yang terbangun di pagi hari hanya karna sebuah video porngay.
"shitt!"
donghae semakin mempercepat langkahnya, mengumpat saat miliknya semakin mengeras di balik celananya.
brukkk...
"aww.."
"shh.."
donghae terjatuh kebelakang dengan seseorang yang ia tabrak yang menindih tubuhnya, seseorang yang donghae tabrak tadi menjerit kaget berbeda dengan donghae yang malah mengeluarkan desahannya saat sesorang yang donghae tabrak menumpu-kan berat badannya pada tangan yang tepat berada di atas adik donghae. donghae terpejam, merasakan sensasi nikmat yang adiknya rasakan, donghae semakin menggeram nikmat..
"heii..."
donghae terbelalak, suara tadi baru saja membawanya kembali kedunia nyatanya. donghae menatap seseorang yang berada di atasnya, dan segera mendorong orang itu lalu mendirikan tubuhnya.
"ka..kau.."
donghae tergagap saat melihat siapa yang baru saja mendengar desahannya.
"haekhh.. kau tak apa? "
orang itu mendekati donghae sambil memasang wajah khawatirnya.
"a..anio.. hyukkie, aku tak apa"
donghae mengikuti arah tatapan hyukjae, dan dengan cepat menutupi adiknya kembali saat adiknya lah yang sedang hyukjae tatap.
"haekhh~ aku, bisa membantumu.."
hyukjae semakin mendekat dan mendorong tubuh donghae, membuat donghae terpojok di tembok. hyukjae mendempetkan badannya, tangannya dengan jemari lentikknya yang bermain bebas di dada bidang donghae.
"enggh.. a.. anio hyukkie, kau tak perlu.. akhh.."
hyukjae menyentuh lembut milik donghae. donghae menghadapkan tubuhnya kesamping, bersiap berlari, menolak sentuhan memabukkan dari hyukjae, hingga ia sendiri menabrak tiang tembok yang berada tepat di hadapannya karna tak terlalu memperhatikan sekitar.
bughhh...
"aww.. "
donghae terbangun dari tidurnya dengan bokongnya yang mencium lantai keras kamarnya.
"shitt! mimpii.."
donghae menggeram saat bokongnya terasa perih saat di gerakan, donghae mendirikan tubuhnya dan mendudukkan pantatnya yang masih terasa panas di sisi ranjangnya, menatap jam yang berada di nakasnya, 2:30. dan memutar bola matanya.
"cho kyuhyunnn, kau memang yang paling brengsekk! huhh~ atau mungkin aku merindukannya... brengsekk. ."
donghae keluar dari kamarnya, berniat menuju dapur untuk meminum beberapa gelas air karna donghae merasa benar benar haus. donghae mengambil gelas dengan gambar ikan berwarna orangenya, lalu mengisi gelas itu dengan air dingin. donghae segera meminumnya.
"ewhh, eiji kano ku, dan... agassiku, kenapa hanya sekedar mimpiii.. akhh"
donghae kembali melanjutkan omelannya saat ia rasa tenggorokkannya sudah nyaman untuk mengeluarkan suara. donghae bersandar pada meja dapur, dan sedikit memutar ulang beberapa kejadian yang tadi ia mimpikan, lalu tersenyum aneh seperti orang yang tak waras.
"ugh..nakalll.. kkkk"
donghae terkekeh kecil saat mengingat kejadian di bagian hyukjae yang menggodanya. lalu kembali memasuki kamarnya setelah ia menaruh gelasnya kembali.
donghae semakin cepat melangkahkan kakinya di lorong sekolah yang mulai sepi, sambil terus melirik jam di tangannya dan jalanan yang sedang ia lewati secara bergantian.
"siall! aku terlambat.."
donghae berlari menuju kelasnya, berharap belum ada guru yang datang. donghae berdiam di depan pintu kelasnya, mengintip dari jendela yang lumayan tinggi untuk melihat apakah sudah ada guru. dan, huhhh~ tuhan memberkatinya, beluma ada guru yang berada di dalam kelas. dengan cepat donghae membuka pintu dan berjalan kearah bangkunya. donghae menatap seseorang yang berada di sebelahnya dengan canggung.
"hai, hyukk!"
donghae mencoba berbicara pada hyukjae, tapi hyukjae malah membuka buku tebal miliknya dan mengabaikan donghae.
"hyukkie-ya, kau tak apa? "
"hnn.."
hyukjae menjawab dengan deheman kecilnya tanpa menatap donghae sama sekali.
"kau mengabaikan ku.."
donghae mentutup buku yang tengah hyukjae baca, yang membuat hyukjae menatap tajam ke arah donghae.
"apa urusanku, kau bukan siapa siapa ku!"
hyukjae berteriak di depan wajah donghae, membuat semua orang yang berada di kelasnya menatap ke arah mereka, ada yang hanya menganggap itu biasa, tapi tak sedikit juga yang berbisik kecil. hyukjae berdiri dari bangkunya dan berjalan keluar kelas, donghae membungkuk meminta maaf dan mentap tajam kearah yeoja yang tertawa mengejek, donghae berjanji akan membuat perhitungan pada yeoja jalang itu, lalu donghae ikut berdiri dan mengejar hyukjae.
donghae menarik lengan hyukjae, membawa hyukjae ke gudang di belakang sekolah ini.
tukk...
"aww.. sakit hyukkk"
donghae meringis saat tulang kering kakinya di tendang oleh hyukjae.
"lepaskan tangan ku bodohh!"
hyukjae menghempas cengkraman donghae di tangannya beberapa kali, tapi siall, cengkraman donghae sangat kuat. hyukjae mengangkat tangannya dan mengggit tangan donghae..
"aww.. hyukk, kau kenapa? "
donghae melepas cengkramannya pada tangan hyukjae, dan mengelus bekas gigitan hyukjae di tangannya.
"lee donghae, apa kau selalu seperti ini? cihh.. kau kekanakan..."
"apa salah ku hyukk.."
"kau benar bodoh hae, kau tak liat jika semua orang sedang membicarakan kita. apa kau puas telah menyebarkan foto itu? kau benar benar berengsek lee donghae.."
tangis dan amarah hyukjae pecah saat itu juga di hadapan donghae, donghae bingung harus berbuat apa, karna dia merasa bahwa dia tak melakukan apapun.
"hyukk... kau bicara apa? foto apa? "
"kenapa? kenapa kau melakukan itu hae? apa kau sudah puas karna telah merusak hubungan ku?"
donghae semakin bingung, merusak hubungan? siapa? apa karna mimpi semalam?
"hyukkie, berbicaralah yang jelas, aku benar benar tak mengerti hyukk.."
"lihat, kau tega hae.. hikss.."
hyukjae memperlihatkan handphone dengan sebuah foto yang terpampang di handphone itu. donghae tercengang saat melihat sebuah foto dua remaja yang sedang berciuman, dan parahnya itu seorang lee donghae dan lee hyukjae.
"apa kau sudah melihatnya? dan, apa kau sudah puas telah menyebarkannya?"
"tapi hyuk, itu bukan aku.."
"tapi setidaknya itu karna mu!"
"hyukk.."
donghae menggenggam tangan hyukjae.
"lepas brengsekk... kau tau? jika foto ini sudah sampai ke tangan yesung hyung.. lalu aku harus bagai manaa? "
"aku akan mengatakan yang sesungguhnya padanya, kau tak usah takut.."
"itu sudah seharusnya, sudahlah... aku muak berhadapan dengan mu yang seperti anak kecil ini, lee donghae"
hyukjae meninggalkan donghae yang masih terbengong.
"akkhhhh.. brengsekkkk! "
donghae menendang tempat sampah tak bersalah di sebelahnya, melampiaskan rasa kesalnya.
donghae berjalan menuju ke kelas yesung, dia melongokkan kepalanya kedalam kelas tapi donghae sama sekali tak menemui bagian tubuh dari seseorang yang tengah ia cari.
"hei.."
donghae terlonjak kaget saat seseorang menepuk pundaknya.
"eh, mian.. kau kaget hae?"
seseorang yang tadi menepuk pundak donghae tertawa saat melihat ekspresi terkejut donghae. sedangkan donghae hanya menekuk wajahnya saat mendengar tawa tanpa beban seseorang di depannya yang semakin pecah.
"yakk... changmin hyungg.."
"ahahaha... oke...oke.. mian, tapi tadi kau sedang apa hae, kau terlihat seperti maling.."
"ehmm.. yesung, kim yesung dia di mana hyung?"
changmin melipat kedua tangannya di depan dadanya, dan memasang wajah berpikir kerasnya.
"ishh.. aku tak sedang memintamu menjawab pelajaran yang sangat susah hyungg..."
"ehehe... "
changmin tersenyum gaje ke arah donghae.
"hmp.. sepertinya dia ada di uks hae.."
"hoahh.. jinja! oke baiklah.. gomawo changminiie hyunggg... paii.."
donghae meninggalkan changmin yang terbengong melihat tingkah donghae. sesampainya di depan pintu uks, donghae memberanikan diri untuk membuka pintu uks dan pemandangan yang tengah donghae lihat pertama kali adalah.. seorang kim yesung yang tengah memagut bibir ketua osis di sekolah ini. kim ryewook.. donghae mendekat ke arah yesung yang membelakanginya dan belum menyadari keberadaan donghae, donghae menarik baju belakang yesung dan segera memberi yesung pukulan di wajah tampan yesung hingga yesung tersungkur, darah segar keluar dari sudut bibir yesung. yesung menggeram saat merasakan perih di bibirnya.
"lee donghae, apa yang sedang kau lakukan?"
ryewook berbicara dengan nada tingginya dan berdiri di hadapan donghae, menjaga donghae untuk tidak lagi menyerang yesung.
"cihh.. jalang brengsekk, aku tak ada urusan dengan mu, minggir."
donghae mendorong tubuh mungil ryewook hingga ryewook juga tersungkur.
"bocah tengikk.. beraninya kau.."
yesung kembali berdiri dan menarik kerah baju donghae mendorong donghae hingga berhimpitan dengan kasur.
"dasar namja brengsek tak tau malu!"
bugghh..
yesung memukul perut donghae.
"huhh, apa masalahmu bocah? "
"kau tau, kau orang yang paling bodoh.. kau telah menodai perasaan cinta seorang lee hyukjae, kau benar-benar bodohh!"
"hahh, aku mengenalmu, kau bocah yang tak tau malu karna telah memcium pasangan orang lain bukan.. kau tak ada bedanya dengan aku.. sama-sama bodohh!"
"brengsekk!"
donghae memukul perut yesung, dan menendang tubuh yesung yang telah kembali terjatuh. donghae menarik kerah baju yesung dan berbisik di telinga kanannya.
"setidaknya aku tak sebregsek dirimu, kim yesung!"
donghae kembali melayangkan tangannya ke wajah yesumg.
"stopp, lee donghaee!"
"hyu.. hyukkie.."
"brengsekk.. menjauh kau.."
hyukjae memasuki ruang uks bersama dengan ryeowook di belakangnya, hyukjae mendorong tubuh donghae hingga donghae menjauh dari yesung.
"hyukk.. ini tak seperti yang..."
"keluar hae!"
hyukjae memapah tubuh yesung, membantu yesung untuk berdiri dan membawa yesung untuk terduduk di kasur uks.
"tapi hyukkie.."
"keluar kata kuu, lee donghae! "
hyukjae berteriak ke pada donghae dengan mata berkaca miliknya.
"hyukk... baiklah, aku hanya ingin kau tau, dia seorang yang brengsekk!"
"lee donghae! kau tak seharusnya berbicara seperti itu.."
"tapi itu memang dirinya, hyukk"
"cukup hae, keluar lah sekarang.."
donghae menatap hyukjae dan membalikan tubuhnya dan menatap tajam ke arah ryewook saat donghae berpapasan dengan ryewook.
"jalang!"
dan berucap sinis untuk ryeowook sebelum dirinya keluar dari uks.
"haee..."
siwon memanggil adik tercintanya dari sofa yang ia duduki.
"he, hyunghh.. haeho? " (ne, hyung.. waeyo? )
donghae berujar dengan mulut yang penuh dengan ice cream yang baru ia masukan ke dalam mulutnya dan sedikit mengeluarkan liur di sudut bibirnya.. eww... sexy, ehh, jorok!
"kemarilah! hyung ingin berbicara"
siwon membalikkan badannya sambil menepuk sisi sofa yang kosong di sebelahnya. memberi adiknya tatapan tajam saat melihat donghae tak juga bergerak dari kursi makan yang tengah ia duduki.
"kenapa menatap ku seperti itu?"
donghae bersungut saat melihat sang kaka yang memberinya tatapan mematikannya. dan donghae kembali menyuapkan sendok ice creamnya kedalam mulutnya, seolah tak peduli dan mengacuhkan sang kaka.
"lee donghae, kemari kataku!"
"kau yang ingin berbicara hyung, seharusnya kau yang kesini... wekk"
donghae menjulurkan lidahnya meledek sang hyung, siwon berdiri dari duduknya, melangkah mendekat pada donghae, dan menarik telinga adiknya itu dengan perasaan yang terhinanya.
"awww... aww... mian.. mian hyuunggg! aww..."
siwon melepas telinga donghae saat dia telah membawa donghae ke depan sofa. siwon menepuk kedua tangannya seolah telah menyelesaikaan tugas yang berat.
"hyuunggg... kupingku panass~"
donghae menggosok gosokkan telinganya yang terasa panas karna ulah sang hyung dengan tangannya. siwon hanya tersenyum kecil, dan kembali menepuk sisi sofa kosong di sebelahnya yang tidak bersalah. donghae menuruti hyungnya, dan mendudukkan dirinya di samping sang hyung.
"lalu sekarang apa? "
donghae bertanya dengan nada jengkelnya saat melihat sang hyung melipat satu kakinya bertumpu pada lutut di kaki yang satunya lagi dan membawa tangannya menggantung di depan dadanya sambil memasang wajah serius yang memuakkan bagi donghae. huhh~ dia seperti paman paman beruban yang banyak beban.
"aku tau apa yang kau katakan tadi lee donghaekkhh! "
"huh, jinjayo? "
donghae mencondongkan wajahnya mendekat pada sang hyung, memasang mimik wajah 'kau serius' nya di depan wajah sang hyung yang hanya beberapa centi.
"yaish.. sudahlah..."
siwon mendorong wajah donghae menjauh dari hadapannya. adikku gila!
"aku akan berbicara serius, jadi dengarkan lah!"
"heumm... aku adalah pendengar yang baik hyungg.."
"oke.."
mereka berdua mengambil posisi yang bagus di sofa itu, mendudukkan diri mereka senyaman mungkin. entah mengapa, padahal donghae tidak tau apa yang akan hyungnya bicarakan.
"pertama-tama, aku ingin mengajukan pertanyaan padamu..."
donghae hanya mengangguk, mempersilahkan sang hyung untuk bertanya padanya.
"apakah kau mengenal... lee hyukjae?"
mata donghae nyaris keluar saat mendengar nama seseorang yang donghae sedang hindari. donghae menatap sang hyung yang juga tengah memandangnya dengan tatapan menyelidiki. donghae membenarkam gesture tubuhnya seperti semula memasang wajah seolah tak ada sesuatu hal yang dapat menimbulkan pertanyaan yang lebih aneh lagi.
"ya, aku mengenalnya.."
donghae mengangguk dengan nada datarnya dan mengalihkan pandanganya pada layar hitam tv di depannya saat bertemu tatapan yang semakin memojokkan dirinya dari sang hyung.
"hmmp, okkee..! kau... menyukainya bukan? "
"A..a..hyu.. hyung tau dari mana? "
donghae tak dapat lagi menyembunyikan perasaan kagetnya. bagaimana...bagaimana bisa.. ohh myyy... kenapa jadi seperti ini?
"dari hyung hyukkie, kim heechul.."
"huh, hyung mengenalnya? "
donghae semakin bingung dengan kenyataan yang baru saja ia dengar ini.
"heii.. memangnnya siapa yang memasukkan mu ke sekolah elit itu huhh? kau tak akan pernah masuk tanpa bantuannya hae, ahh..dan lagi dia adalah kekasihku!"
duarrr.. cttarr... byyarr byyurr..jresss...
seketika petir dan derasnya hujan mengisi otak kosong donghae. apa lagi ini?
"jadi maksud hyung dia adalah kaka ipar ku? "
"yaps, binggo, dia adalah calon kakak iparmu, sebentar lagi aku akan menikahinya, hohh... hei hei, kenapa jadi membahas ku?jadi bagaimana boy ? kau menyukainya kan? "
"ya, seperti yang sudah kau dengar. aku menyukainya, bahkan mencintainyan tapi dia menolakku karna dia telah bertunangan"
"ohhh~ jangan pesimis seperti itu nae dongsaeng. mereka baru bertunangan, belum sah terikat janji suci, kau masih bisa memilikinya"
"tapi dia mengatakan jika rasa cintaku menyakitinya"
donghae menekuk dalam wajahnya, sebelum tadi sempat bercahaya mendengar dorongan samangat yang hyungnya berikan.
"dan kau mau menyerah? aku tak melihat sosok lee donghae saat ini"
siwon beranjak dari duduknya dan meninggalkan sosok malang sang adik.
"hyunggg... kau mau kemanaa? "
"bertemu dengan pacar kuuu, berusaha lah haee, kaka iparmu sangat mendukung dan merestui muu... byyeee..."
siwon melambaikam tangannya tanpa membalikkan badannya menghadap donghae, dan segera menghilang dari tatapan donghae.
"aku harap juga seperti itu.."
"chulliee-ya, my huunniiee~ kau di mana baby?"
siwon berteriak memanggil sang kekasih setelah ia berhasil menerobos masuk melewati pintu apartemen kekasihnya yang berpassword, siwon mencari heechul dari sudut kamar, kamar mandi, dapur, hingga kembali lagi ke ruang utama. heechul tak ada. siwon mengeluarkan handphone nya dari saku, berniat menelpon sang pujaan hati sambil terus mendekat pada sofa biru di depannya.
"astaga! hyukkie, kau tak apa? "
siwon kaget saat melihat adik iparnya tegeletak menggigil di atas sofa itu, siwon mendekat dan menaruh telapak tangannya di permukaan dahi hyukjae.
"omona.. kau demam hyukkie"
siwon memapah tubuh hyukjae dan membawanya kekamar heechul, menidurkannya dikasur itu. siwon sedikit berlari saat ke dapur, ia mencari alat untuk mengkompres hyukjae. siwon kembali dengan sebuah handuk kecil di tangannya yang telah ia basahi air hangat, dia menaruh handuk kecil itu di dahi hyukjae.
"hyukkie, kau tak apa? "
siwon menepuk-nepuk pipi hyukjae saat adik iparnya itu hanya memejamkan matanya dari tadi. hyukjae perlahan membuka matanya, dan tersenyum pada siwon sambil menggenggam tangan siwon yang berada di pipinya.
"anio hyung, gwaenchana. aku hanya demam ringan"
hyukjae berucap lirih pada siwon, yang lebih mirip sebagai bisikkan di telinga siwon.
"kau ingin aku membawamu ke dokter?"
"anio, tidak usah. kemarin aku sudah memeriksakan keadaanku, dokter mengatakan jika aku hanya terlambat makan. jika boleh, aku hanya ingin hyung membawakan ku obat yang berada di sebelah sofa."
"Baiklah, tunggu disini!"
hyukjae kembali tersenyum saat melihat wajah kaka iparnya yang sangat mencemaskannya. mian. hyukjae berusaha bangun dari tidurnya, hanya igin duduk bersender di kepala kasur itu, tapi kepalanya terasa benar benar pusing saat ini.
"aww.."
hyukjae meringis saat tubuhnya kembali tertidur karna tangan bergetarnya yang tak mampu menahan beban badannya.
"yakk! kenapa kau bergerak hyukkie, jangan banyak bergerak, kepalamu pasti sangat sakit kan"
"ne, hyung, mian. aku hanya ingin duduk saja."
"kau tidak bisa hyukkie, apa kau sudah meminum obatnya? "
"ne hyung."
hyukjae menjawab dengan mata yang setengah terpejamnya.
"beristirahatlah, aku sudah memberi tahu hyungmu"
"ne"
tak lama siwon dapat mendengar dengkuran halus dari hyukjae, sebenarnya siwon ingin menanyakan sesuatu pada hyukjae, tapi akhirnya ia urungkan, saat melihat kondisi sang adik iparnya. siwon menarik selimut untuk menutupi tubuh hyukjae, berharap adik iparnya sembuh dengan cepat. lalu meninggalkan hyukjae beristirahat.
siwon kembali ke ruang utama dan mendudukkan dirinya di sofa itu. menutup matanya dengan lengan kekarnya, dan melepas satu kancing kemeja teratasnya. menghembuskam nafasnya kasar seolah sedang berputus asa.
bep..bep.. bep.. cklekk...
siwon melihat ke arah pintu saat mendengar suara password apartemen yang di pencet sangat cepat. dia tau itu pasti kekasihnya. siwon segera berdiri, dan membuat petunjuk 'shh, jagan berisik' dengan satu jarinya yang menempel di depan bibir nya saat melihat heechul akan berteriak.
heechul sempat terdiam menatap siwon, dan dengan cepat mengangguk. lalu heechul mendekat pada siwon dengan langkah yang seperti maling, mengendap ngendap. sebenarnya tak harus seperti itu. siwon terkekeh sendiri melihat tingkah kekasihnya. jika ini situasi yang memungkinkan, mungkin siwon akan menertawai tingkah konyol heechul.
"hyukkie, bagaimana dia? "
heechul bertanya pada siwon dengan suara yang siap meledakkan tangis. siwon menepuk tempat kosong di sebelahnya, membawa heechul kedalam pelukannya, menaruh kepala heechul bersandar di dada bidangnya sambil mengecupi surai halus heechul.
"dia tak apa, dia sudah memeriksakan keadaannya, dia hanya telat makan katanya. sekarang ia berada di kamarmu, beristirahat setelah ia meminum obatnya"
heechul membenarkan duduknya, menaruh wajahnya di perpotongan leher siwon, dan terisak di sana.
"shh, uljima. dia tak apa, dia kuat"
siwon mengelus punggung sempit heechul, membuat heechul sedikit tenang. heecul melingkarkan lengannya, memeluk siwon erat dan menghirup aroma tubuh siwon yang membuatnya sedikit tenang
"ta..tapi, bagai mana jika..."
"kau tak percaya pada hyukkie dan aku? "
siwon memotong ucapan heechul.
"Anio, aku percaya pada kalian berdua."
heechul menggeleng dalam pelukan siwon, tidak, dia percaya pada adiknya dan kekasihnya. dia percaya dengan ucapan siwon bahwa adiknya memang seseorang yang kuat.
donghae terus melihat ke arah langit-langit di ruang utama apartemen, dengan tangan nya yang ia lipat dan menjadikannya sebagai bantal. dia sudah lima jam lebih menunggu sang hyung pulang, ada hal penting yang ingin ia katakan pada siwon.
cklekk...
pintu apartemen terbuka, menampilkan sesosok yang sudah dari tadi donghae tunggu. donghae membuat dirinya terduduk dan memanggil sang hyung sebelum hyungnya berhasli membuka pintu kamarnya.
"hyungg..."
siwon membalikkan tubuhnya dan menatap kearah suara yang terdengar di kegelapan.
"hae, itu kau?"
"ne hyung.."
donghae menyalakan lampu duduk di sebelah sofanya.
"kau sedang apa? ini sudah malam"
"hyung ada yang ingin aku bicarakan"
donghae mengabaikan pertanyaan sang hyung dan berucap dengan tampang yang sangat serius.
"kau mau bicara apa hae? "
siwon menempatkan tubuhnya di sebelah donghae, memasang wajah antusias untuk mendengarkan cerita donghae.
"hyung, aku ingin kembali ke LA"
plakkk..
"aww ... sakit hyung"
siwon menatap tajam ke arah donghae setelah tadi memukul kepala belakang donghae.
"kau bicara apa hae, kau tau, hyukjae sedang sakit."
"Lalu kenapa? itu bukan urusanku"
donghae berdiri dan meninggalkan siwon yang masih terdiam mendengar perkataan donghae tadi.
"Haee..."
siwon memanggil donghae sebelum adiknya itu membuka pintu kamarnya.
"waeyo? "
donghae sama sekali tak memandang hyungnya, ia berbicara dengan membelakangi sang hyung.
"aku harap kau tak menyesal.."
"ya, aku harap. aku telah mempersiapkan segalanya, dan aku akan berangkat besok"
donghae menutup pembicaraannya, dan memasuki kamarnya.
.
.
.
TBCCC...
eottae? kkk.. semoga pada sukaa...
di chap ini udah pada taukan desahan siapa yang donghae denger kemarennn... kalo belum tau, coba baca chap ini sekali lagi... hehe^^
mian, aku lama gak update nih epep..
otakku mampet, idenya lagi pada kaburr..
jadi mian kalo di chap ini rada gimana gituuu... okeee..
saran dan kritik sangat di butuhkannn... so review pleasee^^
gomawo.. bow^^
