Figure It Out (REMAKE)

Cast:

Lee Donghae

Lee Hyuk Jae

Other...

.

.

.

Rate M

.

.

.

Warning:

OOC, BL, Typo(s), little bit TeenRomance

Terdapat adegan dewasa. Jika tidak berkenan tolong skip saja! ^_^

.

.

.

Ini FF remake dari FF KyuMin yang ngga tau kenapa pen banget jadiin FF HaeHyuk, aku dah minta izin ama kak poeri supaya bisa di remake FFnya, pengen liat respon pertama apa banyak yang suka atau ngga, yah law banyak yang suka bakalan cepet dilanjutnya, law ngga, bakalan di next tapi yah, lumayan lama, hanya nama dan gender yang saya ganti dan kata-kata yang mungkin saya tambahkan, jika alur cerita dan lainnya tidak ada yang saya ubah. gamsaHAE ^^

.

.

HaeHyuk is Real

.

.

.

.

.

.

.

Riuh tepuk tangan dan sorak yang saling bersahutan menggelora. Meneriaki juara baru untuk malam itu.

LEE DONGHAE

LEE DONGHAE

LEE DONGHAE

Satu pemuda yang berada di tengah kerumunan itu tersenyum penuh arti menatap Donghae yang sedang mengulurkan tangannya pada namja yang berhasil ia kalahkan Park Yoochun.

"Kau beruntung datang kemari malam ini" kata teman pemuda itu.

"Kau benar" pemuda tidak mengalihkan pandangannya dari Donghae. "Aku tidak sabar untuk kembali berhadapan dengannya" ujarnya dengan seringai yang terlukis di wajahnya.

.

.

.

.

Chapter 7

Tersenyum haru dengan air mata yang mengalir di pipinya. Perlahan Eunhyuk mengangkat tubuh kecil Haru lalu menggendongnya. Akhirnya, keinginan untuk mendekap putranya tercapai. Ia berucap syukur pada Tuhan.

"Hae~" Eunhyuk tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya menatap suaminya, menyampaikan betapa ia sangat bahagia karena Haru sudah bisa keluar dari kotak kaca itu. Donghae tersenyum. Eunhyuk memejamkan matanya ketika suaminya mengecup keningnya lama.

::

::

::

Eunhyuk mencium kening putranya lama. Hari sudah siang, dan dengan terpaksa ia harus kembali berpisah dengan Haru. Karena masalah biaya yang belum terlunasi, Haru belum bisa di bawa pulang. Putra Donghae dan Eunhyuk, sekarang sudah di pindahkan ke ruang bayi.

"Sabar ya sayang. Umma dan Appa akan segera membawamu pulang" bisik Eunhyuk sembari mengusap pipi putranya.

Seperti yang Eunhyuk lakukan, Donghae pun mencium kening putranya pindah ke kedua pipi mulus dan berakhir kebibir mungil Haru. "Appa dan Umma pulang dulu ne. Saranghae" ucap Donghae. Dengan berat hari mereka meninggalkan ruang bayi.

"Mohon bantuannya. Saya titip Haru" ujar Eunhyuk pada seorang suster yang berjaga. Ia membungkukkan tubuhnya dan suster itu pun sama.

"Kau akan langsung pergi ke tempat Changmin?" tanya Eunhyuk ketika mereka sudah sampai di halte dekat rumah sakit.

Donghae mendekatkan wajahnya pada Eunhyuk. Menggesek-gesekan hidung mancungnya dengan milik sang istri. "Aku akan menelpon Sungmin dan Ryeowook untuk menemanimu dirumah" ujarnya.

Eunhyuk menggeleng. "Biar aku saja". Namja manis itu mengecup pipi suaminya ketika sebuah bus berhenti. "Hati-hati" ujarnya sebelum masuk ke dalam bus.

.

.

.

Bugh

Bugh

Bugh

Donghae dengan focus terus memukul Punching bag sekedar pemanasan untuk pertandingan nanti malam. Ia terkikik melihat ketiga sahabat idiotnya yang sedang bermain-main, kadang mereka akan kejar-kejaran seperti anak kecil saja. Jika pikir anak kecil. Bukan kah mereka anak kemarin sore yang baru akan menginjak umur 19 tahun. Dan untuk dirinya- Donghae, ia malah sudah mempunyai seorang putra di usianya yang belum menginjak 20. Namja berkulit caramel itu tersenyum bangga dengan pemikirannya.

"Aiyyy. Benar kata orang jika orang gila itu selalu tersenyum sendiri" ucap Changmin sambil mendudukan dirinya di atas ring diikuti Yesung dan Kyuhyun.

"Bagaimana keadaan Haru?" tanya Kyuhyun sembari menyender-nyenderkan tubuhnya di pagar pembatas ring yang mengendur elastis.

"Haru sudah keluar dari inkubator. Ah! Aku sudah tidak sabar untuk membawanya pulang" seru Donghae dengan wajah berbinar tanpa menghentikan pukulannya pada Puncing Bags.

"Sudah ku tawari bantuanku kau malah menolak. Dengan begitu kau lebih cepat untuk membawa putramu pulang tanpa harus babak belur mengikuti duel. Ck, aku jadi merasa kau tidak mengaggapku sebagai sahabat. Bantuan dari Yesung Hyung dan Kyuhyun kau terima tapi bantuan dariku tidak" cerocos Changmin.

"Bukan begitu, aish sulit menjelaskannya pada orang bodoh seperti dirimu" kata Donghae tidak berperasaan. Setelah tahu keadaan Donghae, Changmin langsung mengeluarkan uanganya dan memberikan padanya. Asal tahu saja, uang yang Changmin berikan sangatlah banyak bisa langsung melunasi semua biaya-biaya semua pengobatan Haru maupun Eunhyuk.

Donghae tidak mau, ia menolak tapi Changmin kekeuh. Dan pada akhirnya Donghae hanya mencomot uang Changmin beberapa ribu won agar sahabatnya itu diam, tapi Changmin malah memberikannya beberapa puluh won untuknya.

"Kita memang pemuda mesum tapi aku tidak menyangka jika kau akan lebih dulu menikah di antara kita. Aku pikir orang bodoh itu yang akan menikah lebih dulu" Changmin menunjuk Kyuhyun dengan dagunya.

"Sorry Tuan. Aku tidak mesum seperti kalian bertiga" sanggah Yesung tidak terima. Hey! Ia hanya pegang tangan, rangkul, pelukan, cium pipi, cium kening sudah.

"Belum" cibir Kyuhyun.

"Sekali kau memberanikan diri mencium Ryeowook. Aku jamin, tak lama setelah itu kau akan berubah menjadi mesum" timpal Donghae.

"Ingat. Cium bibir bukan cium pipi atau kening" ejek Kyuhyun.

"Sialan" Yesung melempar sebotol air mineral pada Kyuhyun. Membuat Donghae dan Changmin tertawa.

"Lama tidak berjumpa Lee Donghae" ujar seorang pemuda yang tiba-tiba menghampiri mereka. Donghae menatap wajah pemuda itu yang tersenyum miring padanya dengan datar.

"Lama tidak jumpa Siwon-shi" Donghae balas menyeringan pada pemuda itu.

.

.

"Hyung ada surat" Ryeowook memperlihatkan sebuah amplop putih yang baru saja diantar oleh petugas pos. Namja kecil itu menghampiri Eunhyuk dan Sungmin yang tengah tiduran dengan kaki yang sama-sama di masukkan kebawah meja.

Eunhyuk bangun menerima amplop itu lalu membukanya. Ia tersenyum dan mengeluarkan sepucuk surat dan sebuah foto.

"Manis sekali" ucap Eunhyuk.

"Aku lihat" Eunhyuk menyerahkan foto itu pada Sungmin. "Jeno" kata Ryeowook.

"Bacakan" titah Eunhyuk pada Sungmin.

Annyeong ^^

Apa kabar Hyung manis? Aku harap Hyung semua baik-baik saja disana. Bagaimana keadaan adik Haru? Semoga dia juga makin sehat. Jeno pun baik-baik saja disini.

Bagaimana menurut Hyung dengan foto itu. Heheh~ Jeno sengaja mencetaknya 2 buah. Untuk Hyung cantik dan Hyung jelek satu lalu untuk Jeno satu.

Jeno merindukan Hyung cantik. Apa Hyung merindukan Jeno juga? Hyung jangan bilang ya. Kadang Jeno merindukan ocehan si cerewet yang selalu menceramahi Jeno.

Hyung aku sudah mendapatkan Umma dan Appa sekarang. Mereka sangat menyayangi Jeno. Jeno senang sekali. Umma Jeno bilang rumah Hyung tidak jauh dari rumah Jeno sekarang. Nanti Jeno akan minta Appa untuk mengantarkan kesana. Jeno boleh mainkan?

PS: Jeno menunggu balasan surat dari Hyung. Sampaikan salam Jeno untuk Hyung jelek dan Haru. Saranghae ^^

"Nado saranghae" jawab Eunhyuk walau tahu Jeno tidak mendengarnya. "Sudah punya Appa dan Umma ya. Syukurlah aku ikut senang" gumam Eunhyuk.

"Jeno tahu alamat rumah mu?" tanya Sungmin.

"Ya. Ketika menunggu Ny Kim, Jeno minta alamat rumahku. Ah! Aku senang mendengar dia punya keluarga yang baru" ujar Eunhyuk.

"Jeno anak yang lucu. Semoga dengan keluarga barunya. Dia akan selalu bahagia" timpal Ryeowook.

.

.

"Aku baru melihatmu lagi kemarin" Siwon memulai pembicaraan.

Donghae mengendikan bahunya. Ia menatap rivalnya, terakhir kalinya ia bertarung dengan Siwon sehari sebelum ia di bawa kerumah sakit karena tulang rusuknya patah. Siapa yang jadi pemanang? Kalian pasti bisa menebaknya.

"Kau terlihat.. berbeda" Siwon melihat tampilan Donghae yang memang jauh dari kata wah ketika masih sekolah dulu. Anak buah suruhannya memberikannya info mengenai Donghae. "Aku dengar kau sudah menikah" sambungnya.

"Dan aku sudah mempunyai seorang putra" jawab Donghae. Siwon hanya manggut-manggut. "Aku rasa sudah cukup basa-basinya" ujar Siwon.

Siwon tersenyum tipis, ia berdiri dan berjalan menghampiri Donghae. Menepuk bahu rivalnya itu. "Besok kita akan bertarung. Dan berusahalah untuk tidak kalah malam ini" ucapnya lalu melenggang pergi.

Melihat Siwon yang sudah pergi. Changmin, Kyuhyun dan Yesung menghampiri Donghae. "Apa yang kalian bicarakan?" tanya Kyuhyun penasaran.

"Dia menyemangatiku untuk duel malam ini" kata Donghae.

"Bukan hanya itu kan?" tanya Yesung. Donghae menganggukan kepalanya. "Apa katanya?" Changmin duduk di samping Donghae.

"Mengajakku untuk berduel besok malam"

=Figure It Out (REMAKE)=

Dengan tubuh yang sudah segar, Donghae duduk di meja. Eunhyuk langsung menyiapkan sarapan pagi menjelang siang untuk suaminya.

"Menulis surat untuk siapa?" tanya Donghae ketika melihat istrinya focus menulis. Ia mengambil selembar foto kemudian tersenyum kecil.

"Lucu bukan?" kata Eunhyuk sambil tersenyum manis. "Jeno yang mengirimnya. Ini suratnya. Tulisannya sudah rapi walau umurnya masih 6 tahun" Eunhyuk menyodorkan sepucuk surat dari Jeno pada Donghae.

Namja berkulit caramel itu menyuapkan nasi sebelum membaca surat itu. Ia tersenyum kecil ketika mendapati kata 'cerewet' dan 'jelek' dari surat yang di tulis Jeno.

"Jeno sudah punya Appa dan Umma?" Donghae menatap Eunhyuk. Namja itu menganguk. "Joha. Dia pasti senang sekali" sambungnya.

"Hae~"

"Hm.."

"Eumm.. tidak jadi" ucap Eunhyuk.

Donghae mengerutkan keningnya melihat gelagat istrinya yang cemas seketika. Namja itu menyelesaikan surat yang ia tulis, memasukkannya keamplop.

"Selesaikan makanmu. Aku ingin segera bertemu Haru" rengek Eunhyuk.

.

"Ada apa hm?" Donghae merapikan helaian rambut Eunhyuk yang terlihat sedikit berantakan. Sedari pagi istrinya itu menampakkan raut cemas. Ia pikir jika mereka sudah menjenguk Haru, Eunhyuk akan kembali seperti biasa. Tapi namja pemilik senyum gusi menawan itu malah tambah takut dan khawatir.

"Perasaanku tidak enak. Kau jangan pergi hari ini ya" Eunhyuk mencoba membujuk suaminya. Sungguh hatinya tidak tenang. Mereka sekarang sedang berjalan menuju rumah menggunakan bis.

"Kita perlu uang sedikit lagi untuk membawa Haru pulang" Donghae merangkul bahu istrinya. "Instingku mengatakan hari ini aku akan mendapatkan uang lebih banyak"

Eunhyuk menatap Donghae penuh harap. Donghae menghembuskan nafasnya, mencium kilat bibir istrinya tidak peduli di mana mereka berada sekarang. "Tidak akan terjadi apa-apa" ujar Donghae menenangkan.

.

.

LEE DONGHAE

LEE DONGHAE

Seruan-seruan mengumandangkan nama pemuda yang menjadi juara bertahan. Mereka tidak sabar melihat aksi pemuda itu. Donghae memiliki pukulan yang tepat dan cepat. Itu sebabnya pemuda itu masih menjadi juara bertahan.

Disisi kanan Donghae sudah berdiri siap dan disisi kirinya seorang pemuda sebayanya juga sudah bersiap. Wasit menghampiri kedua pemuda itu, memberikan beberapa peraturan. Dan hitungan ketika pertandingan di mulai.

Siwon memulai pukulan yang bisa Donghae hindari. Keduanya bertarung sangat sengit tak ada yang menyerah. Beberapa luka lebam dan darah menghiasi wajah kedua pemuda itu.

"Aku tidak akan kalah dan menyerah darimu" seru Siwon di tengah pertarungan.

"Coba saja jika kau bisa" tantan Donghae.

Seakan tersulut emosi. Siwon melancarkan pukulan bertubi-tubi pada Donghae. Pemuda bermata teduh itu mengepakkan sayapnya menatap Siwon kasihan. Dari dulu sampai sekarang peringai rivalnya yang mudah emosi adalah kelemahan terbesar Siwon. Siapapun akan kehilangan focus jika sudah emosi dan itu memudahkan Donghae untuk menumbangkan pemuda di hadapannya.

Sangat di sayangkan, jika Siwon bisa lebih mengendalikan emosinya mungkin pertarungan ini akan lebih mengasyikan. Dengan beberpa pukulan Donghae layangkan pada Siwon dan tepat sasaran. Perut, pinggang, pinggul yang Donghae berikan.

Dua pukulan terakhir di tulang kering dan rahang, Donghae membuat Siwon tersungkur dan tidak bisa berdiri.

Seruan menyeruakkan namanya kembali terdengar. Ia berbalik melihat pada kumpulan orang di hadapannya. Siwon menatap bengis punggung Donghae.

Ia sungguh tidak terima. Selama ini ia memperbanyak latihan fisiknya hanya untuk melawan namja itu. Dan sekarang ia harus menerima kekalahannya lagi. Tidak bisa di percaya. Wasit menggengam tangan Donghae dan mengacungkannya tinggi-tinggi menandakan pemuda tampan itu adalah sang pemenang.

Dengan sisa tenaganya, Siwon berdiri. Dengan tertatih ia meraih lengan Donghae membuat berhadapannya dengannya dan..

Bugh...

.

.

.

Nyut

Eunhyuk memejamkan matanya ketika hatinya serasa di injak entah mengapa. Ia memanjatkan doa terus menerus sedari tadi dan perasaannya kian gelisah. Eunhyuk meraih ponselnya dan menekan dial speed yang langsung terhubung pada Donghae.

Untuk sekian kalinya Eunhyuk menelan pahit karena tak ada jawaban dari suaminya. Rasa sesak di dadanya membuat air mata keluar dari pelupuk matanya begitu saja.

"Hae~" lirih Eunhyuk.

.

.

.

Splash

Brugh

Semua teriakan terhenti ketika melihat bagaimana Donghae sang juara bertahan ambruk dan sempat memuntahkan darah setalah mendapat pukulan telak di dada.

Kajadian itu terjadi sangat cepat hingga beberapa detik tak ada yang membuat gerakan dan suara sedikitpun melihat tubuh tegap Donghae tengkurap tak sadarkan diri.

Bugh

"APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK" maki Changmin yang langsung membogem wajah Siwon yang diam mematung. Sungguh Siwon sendiri tidak sadar dengan apa yang ia lakukan.

"MEDIS, KENAPA KALIAN DIAM SAJA" sekarang giliran Kyuhyun yang berteriak.

Suasana berubah menjadi tegang melihat bagaimana tubuh Donghae yang sedang di periksa oleh para medis.

"Siapkan Defibrillator Ekternal Otomatis (AED)" ujar ketua para medis itu pada assistennya.

"Apa yang terjadi. Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Yesung khawatir.

"Teman kalian mengalami Commutio Cordis. Dia terkena pukulan tepat di dada hingga menyebabkan jantungnya berhenti beberapa detik dan mengeluarkan darah dari mulut" jelas orang itu.

Medis merobek baju Donghae bagian depan hingga namja itu bertelanjang dada. Assisten mengelap keringat pada daerah dada Donghae. Ketua medis mengeluarkan dua paddle dan menyuruh assistennya mengoleskan krim. Ia menempelkan paddle itu pada dada Donghae. Setelah terdengar suara beep dalam monitor. Ketua menis itu menekan tompol yang berada di paddle membuat tubuh donghae terlonjak. Ia mengulang beberapa kali sampai ritme jantung Donghae kembali normal.

Para medis bernafas lega. "Apa dia akan baik-baik saja?" Tanya Kyuhyun lagi yang di jawab anggukan oleh ketua medis.

"Sedikit saja terlambat. Teman kalian akan terbujur kaku. Kita harus memindahkannya" ketua medis itu menatap Changmin sebagai pemilik tempat. Pemuda itu menganggukan badannya.

Para assisten medis segera membawa tandu dan mengangkat Donghae keluar dari arena ring tersebut. Changmin menatap bengis Siwon.

"Aku tidak percaya kau melakukan hal ini" desisnya.

=Figure It Out (REMAKE)=

Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif ata-

Plip

Eunhyuk mendesah untuk sekian kalinya. Sudah beribu-ribu kali namja itu mencoba menghubungi nomer Donghae, Yesung dan Kyuhyun dan jawaban yang di terima dari ketiga namja itu sama.

Ia melihat pada jam. Sudah jam 9 pagi dan suaminya belum menghubunginya. Eunhyuk menunggu Donghae semalaman dan tak kunjung melihat namja itu. Terlihat lingkaran hitam di matanya yang sedikit bengkak.

"Kau dimana Hae" Eunhyuk menenggelamkan wajahnya di kedua tangan yang ia lipat di atas meja. Kemudian terdengar isakan sesak dari namja manis itu.

Eunhyuk menghubungi Sungmin dan Ryeowook menanyakan apakah Kyuhyun dan Yesung menghubungi mereka. Jawaban tidak memuaskan yang Eunhyuk dapatkan lagi.

"Aku tidak bisa seperti ini terus" Eunhyuk mengelap pipinya yang basah. Mengambil tas selempangannya kemudian keluar rumah.

.

"Kyu bilang, dia menginap di rumah Yesung tadi malam" kata Ny Cho.

"Ah keurae. Kalau begitu aku permisi Ahjumma" Eunhyuk pamit, membungkukkan badannya sopan lalu melangkah pergi.

Ia sudah dari rumah Yesung, Ny Kim bilang jika putranya menginap di rumah Kyuhyun. Dan Ny Cho bilang putranya yang menginap di rumah Yesung. Hah! Benar-benar bodoh memberi alasan yang berbeda.

"Tidak ada" Eunhyuk bergumam. "Tujuan terakhirku adalah kau Shim Changmin" ucap Eunhyuk.

.

Eunhyuk memastikan lagi tempat di hadapannya ini bila saja ia salah karena terakhir kali ia kesini tempat ini tidak sebesar sekarang. Bertanya pada orang cukup membenarkan jika ia tidak salah.

Dengan kikuk ia masuk ke dalam Mirotic Cafe. Ia tersenyum lega ketika ia melihat sebuah lift yang tidak berubah tempatnya sama sekali.

"Maaf Tuan bisa perlihatkan kartu anggotanya"

.

.

Donghae mengerejapkan matanya beberapa kali karena pandanganya menggabur dan pusing menyerang kepalnya. Dada terasa sakit dan ia sedikit kesusahan bernafas. Ia melihat tangan kirinya terpasang selang infus.

"Kau sudah sadar?" tanya Changmin.

Donghae menolehkan kesamping melihat pada seorang pemuda yang lebih tinggi darinya. Donghae hanya mengangukan kepalanya.

"Kau membuat kami khawatir" Donghae menengok dan mendapati Kyuhyun yang tidur di king size di sampingnya milik Changmin. Ruang namja pemilik Mirotic Cafe itu di lengkapi dengan satu kamar jika ia merasa lelah.

"Kau tahu tidurku tidak nyenyak karena ponsel kita bertiga terus berdering dengan penelpon yang sama" adu Yesung sambil mendudukan dirinya di kasur.

Donghae melihat pada jendela yang masih tertutup tirai walau begitu ia bisa melihat bias-bias cahaya yang berebut untuk keluar. Sudah pagi rupanya.

"Eunhyuk" Donghae terlonjak, istrinya pasti sangat mengkhawatirkanya. "Akh!" Donghae mencengkaram dadanya ketika ia merasa sakit dan berat karena tiba-tiba bangun.

"Tenanglah Hyung" Kyuhyun menggengam bahu Donghae dan membawa sahabatnya itu untuk bersandar di kelapa ranjang terlebih dahulu.

"Apa yang terjadi padaku?" tanya Donghae. Yang ia ingat Siwon memukulnya lalu, gelap.

"Kau mengalami Cum-cum~ ah molla. Pokoknya jantungmu sempat berhenti ketika Siwon itu memukul dadamu" jelas Yesung mendapat tatapan tidak percaya dari Donghae.

"Ah! Aku beruntung masih bisa hidup setalah mengalami itu" ucap Donghae santai, yang ia tahu, banyak orang yang tidak selamat karena serangan jantung mendadak.

"Yah! Kau beruntung. Aku tidak tahu harus berkata apa pada istrimu jika menemukan suaminya yang terbujuk kaku" cibir Kyuhyun.

Pluk

"Aww" ringis Donghae ketika Changmin melempar amplop yang isinya tebal sekali dan mengenai punggung tangannya yang di tancab jarum infus. "Gila" umpat Donghae pada sahabatnya itu yang cengengesan.

Donghae mengambil amplop itu dan membukanya. Ia menatap Changmin tidak percaya. "Kau tidak salah?" tanyanya memastikan.

"Hm. Ada seorang yang mengatakan jika duel kemarin adalah dua orang rival yang sudah bersaing lama. Jadilah mereka lebih antusias dan bertaruh gila-gilaan" Changmin melipat kedua tangannya di depan dada.

Tok tok tok

"Masuk" ucap Changmin.

Pintu terbuka, seorang pemuda membungkuk hormat. "Maaf Tuan, ada keributan di lantai bawah. Seorang namja kecil merengek untuk memperbolehkannya masuk dan dia memukuli penjaga lift" ujarnya.

"Mworago?" Changmin berdiri dari duduknya.

"Namja kecil?" cicit Kyuhyun yang langsung beradu pandangan dengan Donghae dan Yesung.

"Istriku" lirih Donghae.

.

Donghae tersenyum kaku pada seorang wanita yang di anggap namja kecil yang sedang menatapnya tajam. Ketiga pemuda di belakang namja itu tidak bersuara karena melihat aura kemarahan dari namja itu yang menguak. Ketiga pemuda itu merasa tak tega melihat keadaan pemuda yang bertugas menjaga pintu lift yang wajahnya babak beluk karena namja itu.

Jantung namja itu berpacu cepat ketika namja kecil itu berjalan mendekatinya, berdiri di si sampingnya. Mendengar suara isakan pelan. Donghae mendongak, ia tersenyum melihat wajah cantik namja itu basah karena air mata.

Donghae mengulurkan tangan kanannya yang tertancap jarum infus, memegang tangan namja manisnya itu dan membimbingnya untuk lebih dekat dengannya.

"Mianhae membuatmu khawatir" ujar Donghae pelan.

Namja manis itu merongrong bantal yang berada di samping Kyuhyun lalu memukul namja itu. Ia kesal karena namja yang berstatus suaminya itu sukses membuatnya khawatir setengah mati.

Yesung dan Kyuhyun yang tidak tega melihat Donghae meringis kesakitan karena pukulan istrinya perlahan mendekat. Mencoba melerai. "Eunhyuk Hyung kau tidak lihat Donghae Hyung kesaki-" ucapan Kyuhyun terhenti ketika Eunhyuk menatapnya tajam.

Bugh

Kyuhyun dan Yesung memejamkan matanya ketika sebuah bantal mengenai wajah mereka berdua.

"Lanjutkan saja" kata Changmin takut-takut.

Eunhyuk termenung ketika melihat Donghae yang meringis sambil memegang dadanya. Namja itu dengan lemas duduk di hadapan Donghae sambil menutup matanya dengan satu tangan.

Donghae memegang tangan yang mengalangi mata indah istrinya dan membawa Eunhyuk ke pelukan hangatnya. "Mianhae" lirih Donghae.

Eunhyuk memeluk donghae erat menyerukan wajahnya pada leher suaminya dan terisak disana. Kyuhyun, Yesung dan Changmin tersenyum kecil melihat interaksi pasangan suami istri itu dan sedikit iri.

"Aku tidak bisa tidur. Aku cemas, aku takut terjadi apa-apa padamu. Dan nyatanya betul bukan?" ucap Eunhyuk sambil menangis.

Donghae melepas pelukannya. Mengusap air mata yang membasahi wajah cantik istrinya. Mengecup kening Eunhyuk lalu beraih mengecup bibir istrinya.

"Kita jemput Haru?" ujar Donghae sambil tersenyum.

.

Donghae berjalan dengan di papah oleh Eunhyuk. Namja berkulit caramel itu menghentikan langkahnya ketika seorang pemuda seusianya berdiri di hadapannya.

"Donghae-ah" ujarnya.

"Hm" jawab Donghae singkat.

"Bisa kita bicara sebentar?" pintanya penuh harap.

"Tentu"

Tiga namja tampan dan satu namja manis menatap lurus dua pemuda yang berada 7 meja dari mereka sembari menopang dagu masing-masing.

"Aku baru melihatnya. Siapa dia?" tanya Eunhyuk.

"Dia Siwon. Rival Donghae, dia juga orang yang membuat Donghae ambruk tadi malam" jelas Kyuhyun.

"Jinja?" tanya Eunhyuk tidak percaya. "Tapi kenapa Hae yang mendapat hadiahnya?"

"Karena memang suamimu yang menang. Siwon memukul dada Donghae, hampir saja membuat suamimu itu terbujur kaku" Changmin membekap mulutnya karena kelepasan aish dasar mulutnya tidak bisa di control. Ia melirik Eunhyuk yang benar saja menatapnya tajam.

"Mwoya?!" desis Eunhyuk.

"Tapi kita bersyukur, Donghae tidak apa-apa sekarang bukan" Yesung mencoba mencairkan suasana. Changmin mengelus dadanya lega ketika melihat Eunhyuk yang tenang. Ia memberi jempol pada Yesung.

"Mianhae. Aku hampir membuatmu.." cicit Chansung.

"Tidak apa-apa" kata Donghae.

"Aku benar-benar minta maaf Donghae-ah"

"Dan aku sudah bilang tidak apa-apa ck" Donghae tersenyum tipis pada Siwon. "Asal dengan satu syarat" lanjut Donghae.

"Apa?"

"Kau harus mengantarku ke rumah sakit" ucap Donghae.

"No problem" ujar Siwon.

"Sudah di putuskan. Kajja" Donghae berdiri dan hendak melangkah.

"Hyung" panggil Siwon. Donghae menoleh. "Terima kasih" sambungnya.

.

.

Eunhyuk menangis bahagia, ia berterima kasih pada Dokter dan suster yang telah menjaga Haru selama Donghae dan dirinya tidak berada di rumah sakit. Mereka juga tidak lupa berterima kasih pada pihak administrasi karena sudah memberi keringanan hari untuk melunasi semua biaya.

Sepanjang koridor banyak orang yang melihat pada mereka yang sangat berisik. Apalagi Changmin yang selalu merengek ingin menggendong Haru yang langsung di beri penolakan oleh Donghae.

"Tampannya" seru Changmin sambil mengelus wajah Haru. Ia baru pertama kalinya melihat Eunhyuk dan Haru hari ini.

"Tentu saja, lihat ayahnya saja tampan begini" Donghae tersenyum bangga. Membuat KyuMin dan YeWook menggelengkan kepala.

"Ayo kita berfoto" pekik Sungmin.

Ryeowook mengatur posisi. Eunhyuk mengendong Haru, sedikit mengangkat tubuh putranya hingga bisa terlihat sedangkan Donghae merangkul bahunya duduk di bangku taman rumah sakit. Ryeowook dan Sungmin duduk di pinggir bangku taman lalu Kyuhyun, Yesung berdiri di belakang kekasih mereka dengan Changmin yang berdiri di tengah.

Donghae mengajak Siwon untuk berfoto. Tapi ia menolak dan lebih memilih menjadi seorang fotografer saja.

"Siap ya. Aku hitung sampai tiga" kata Siwon.

Hana

Dul

Set

"KIMCHI" seru mereka serempak sambil tersenyum lebar.

Jepret

Dan hasilnya memuaskan. Senyum lebar khas anak remaja, ceria dan bahagia tanpa beban yang membelenggu. Walau pada kenyataannya sangatlah berbeda.

.

.

Eunhyuk mengecup pipi Haru sebelum membaringkan putranya di Box Bayi yang sekarang terpakai. Menyelimuti putranya.

"Ah! Dia kelelahan rupanya" seru Changmin melihat Donghae yang sudah berbaring di kasur lipat dengan tenang. eunhyuk tersenyum kecil lalu kembali bergabung dengan sahabat-sahabatnya.

"Hm. Tidak menyangka dia bisa sakit juga" kata Siwon.

"Itu karena pukulanmu juga" ucap Kyuhyun membuat Siwon tertunduk menyesal.

"Yang terpenting dia sudah tidak apa-apa" Yesung tersenyum sambil merangkul Siwon.

Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook hanya tersenyum kecil melihat tingkah 4 namja same dihadapan mereka.

"Sudah malam. Kau juga butuh istirahat hyung" ujar Ryeowook.

Bergantian mereka berpamitan pada Eunhyuk. Namja itu lalu merapikan meja kecil yang penuh dengan piring-piring kotor. Setelah selesai, ia mengunci pintu lalu duduk di samping suaminya.

Eunhyuk tersenyum. Ia mendongak melihat pada Haru yang berada di box bayi lalu melihat pada wajah lelap suaminya. Membelai pelan wajah penuh memar itu. "Jongmal gomawo Hae-ah. Saranghae" Eunhyuk menunduk mengecup bibir suaminya kemudian merebahkan tubuhnya di samping Donghae.

Ia bersyukur pada Tuhan. Akhirnya Haru sudah pulang dan bisa berkumpul dengannya dan Donghae. Eunhyuk memeluk Donghae lalu memejamkan matanya.

=Figure It Out (REMAKE)=

Tak ada yang lebih membahagiakan dari melihat senyum manis istrinya. Beberapa kali pasangan muda itu akan berhenti ketika para tetangga menyetop paksa Donghae dan Eunhyuk dan berebut melihat bagaimana rupa putra mereka.

Uang hasil duel dengan Siwon hanya terpakai setengah untuk pembayaran perawatan Haru. Masih banyak bukan? Donghae menyerahkan beberapa lembar pada Yesung, Kyuhyun dan Changmin untuk menyicil uang yang telah mereka pinjamkan padanya. Ia malah mendapat pukulan dari ketiga sahabatnya itu.

'Kami sahabatmu bukan renternir' teriak Changmin yang merasa tersinggung mewakili dua sahabatnya. Sungguh mereka membantu tanpa pamrih dan tidak berharap Donghae mengembalikan apa yang telah mereka berikan.

Lalu uangnya bagaimana?

Eunhyuk berencana membuat beberapa kue untuk para tetangga sebagai ucapan terima kasih atas bantuan untuknya dan Donghae. Ia berencana uang sisanya untuk membayar pinjaman pada Shindong dan atasan Donghae.

"Kau tidak perlu memikirkan pinjaman pada atasanku dan Shindong Hyung. Arasso"

Itulah yang Donghae katakan ketika eunhyuk mengatakan rencanannya. Namja itu menolak, ia sudah punya rencana sendiri yaitu membeli satu lemari kecil dan sebuah televisi. Untuk menemani istrinya karena Eunhyuk memutuskan berhenti menjadi pengajar musik, ia tidak bisa untuk meninggalkan Haru.

Donghae mengeratkan genggaman pada tangan Eunhyuk. Siapapun yang melihat pasti iri, kebahagiaan terpancar jelas dari paras mereka berdua. Eunhyuk membantu Donghae untuk menggendong Haru karena ia akan mencari beberapa bahan untuk membuat kue.

Eunhyuk tersenyum kecil ketika melihat Donghae yang menggendong Haru sambil duduk. Suaminya itu berceloteh ria seakan Haru mengerti dengan ucapannya.

"Aigoo.. jagoan appa kepanasan eoh?" Donghae membuka topi rajutan yang Haru pakai. Pemuda itu dengan lembut mengusap kening dan kepala putranya yang berkeringat. Donghae mencium bibir Haru ketika bayinya itu tersenyum.

"Sudah selesai?" tanya Donghae ketika Eunhyuk berdiri di hadapannya.

Eunhyuk menganguk. "Cha.. baby dengan Umma lagi" Eunhyuk membenarkan letak Baby Sling sebelum mengambil alih Haru. Donghae membayar belanjaan istrinya, membawa sekantong plastik besar yang berisi bahan kue.

"HYUNG!"

Mereka menoleh karena mendengar suara yang tidak asing bagi mereka. Dan benar saja, seorang anak kecil berlari ke arah mereka di ikuti sepasang suami istri di belakangnya.

"Jeno!" seru Eunhyuk.

Jeno tersenyum lebar. "Bagaimana kabar Hyung semua?" tanyanya.

"Kami baik" Donghae mengacak rambut Jeno.

"AH! Haru sudah sehat rupanya. Aku mau lihat" pekik Jenol. Donghae tersenyum lalu menggendong tubuh Jeno. "Tampannya, seperti Jeno, iyakan hyung" ujar Jeno semangat.

"Eoh, kalian berdua memang tampan"

"Haru tampan, Hyung tampan, Jeno tidak" goda Donghae.

"Lebih tampan Jeno dari pada Hyung" balas Jeno. Dua lelaki beda usia itu terus saja adu mulut membuat Eunhyuk tersenyum geli. Jeno melihat pada dua orang di hadapanya. Jeno bergerak minta di turunkan.

"Hyung, perkenalkan. Ini Umma dan Appa Jeno" Jeno menggengam tangan Appa Ummanya.

Donghae dan Eunhyuk tersenyum membalas uluran tangan dua orang itu. "Jeno bercerita banyak tentang kalian. Perkenalkan namaku Giljun dan ini istriku Sohyun"

.

.

"Anak Appa sudah halum eumm" Donghae mencium pipi Haru gemas. Suara telivisi yang menyala terkalahkan oleh kicauan tersenyum lalu melanjutkan membuat makan malam. Suaminya itu tambah banyak bicara dari sebelumnya.

Donghae dan Eunhyuk berbicang dulu dengan Giljun dan Sohyun. Lalu menyempatkan berfoto bersama Jeno seperti keinginan anak itu. Rumah Jeno pun memang tidak jauh dari tempat mereka tinggal hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan berjalan kaki. Mereka pamit ketika seorang kurir yang mengantarkan lemari dan televisi sudah berada di depan rumah.

"Eoh! Haru halum, tapi Appa bau" goda Eunhyuk sambil memencet hidung bangirnya.

"Appa bau juga, Umma masih mau" balas Donghae memeletkan lidahnya pada Eunhyuk yang menatapnya. Satu kecupan di bibir Donghae didaratkan pada Haru sebelum melesat kekamar mandi.

.

.

Eunhyuk duduk bersandar pada dinding di atas kasur lipat, sembari menggendong Haru yang sedang minum ASI dari dot bayi miliknya. Sedangkan suaminya sedang menonton acara tv menjadikan pahanya sebagai bantal.

Eunhyuk mengulurkan tangan yang bebas untuk mengusap pucuk kepala suaminya. Ia kembali tersenyum. Sungguh tak ada yang lebih membahagiakan dari pada ini. Suami yang begitu tulus mencintai putra dan dirinya, Haru yang sudah sehat dan dapat berkumpul bersama.

Tanpa melepas tatapan dari layar tv, Donghae menggengam tangan Eunhyuk. Mencium telapak tangan istrinya lalu menangkupkan di pipinya tanpa melepaskan tangan Eunhyuk.

Tak ada pembicaraan sama sekali antara Donghae dan Eunhyuk. Walau begitu mereka bisa merasakan kebahagian masing-masing. Mereka menikmati kebersamaan mereka dalam diam.

"Hae~" Sungmin mengusap pipi suaminya yang mengantuk.

"Hm"

"Bangun dulu, aku akan menidurkan Haru" ucap Eunhyuk.

Tanpa membuka matanya, Donghae memindahkan kepalanya dari paha Eunhyuk ke bantal yang asli. Eunhyuk bangun dan dengan perlahan menidurkan Haru.

Ia membawa segelas air dan mengeluarkan obat Donghae. "Hae~ kau belum minum obat" Eunhyuk menggoyangkan bahu suaminya.

"Hae~" rengek Eunhyuk.

Dengan malas, Donghae bangun menatap Eunhyuk dengan cemberut. Langsung saja ia meminum semua obatnya. Donghae merampas salep untuk luka luar dari genggaman Eunhyuk lalu menyimpannya. Menarik tubuh istrinya untuk tidur. Antisipasi Eunhyuk berontak, Donghae langsung memerangkap Eunhyuk dalam pelukannya.

"Hae~ ck!. Kalau tidak di pakai, luka mu kapan sembuhnya" ucap Eunhyuk.

"Nanti juga sembuh sendiri. Sekarang waktunya tidur" Donghae mengeratkan pelukannya. "Aku bahagia sekali" gumamnya.

Eunhyuk tersenyum. "Nado. Hae"

"Hm"

"Nyanyikan sebuah lagu" pinta Eunhyuk.

"Aku ngantuk sekali"

Eunhyuk berdecak sebal. "Kalau begitu cium aku" Donghae membuka matanya.

Cup

"Sudah. Tutup matamu"

Namja manis itu mengerucutkan bibirnya. "Itu kecupan. Aku bilang cium"

"Jangan menggodaku Hyuk.."

"Wae? Aku menggoda suamiku sendiri" ujar Eunhyuk.

"Kau benar. Tapi apa kau lupa jika suamimu ini adalah laki-laki bergairah besar"

"Eoh. Sangat tahu. Di goda sedikit sudah berdiri tegak"

"Maka dari itu. Menggoda suami tampanmu ini jika kau sudah bersih"

Dongae masih ingat, terakhir kali Eunhyuk menggodanya, istrinya memang bertanggung jawab menenangkan sang 'adik' tapi jika hanya blow job tanpa merasakan ketatnya lubang istrinya. Bagaikan sayur tanpa garam. Sebentar, aku tidak suka sayur batin Donghae.

"Aku sudah tidak berdarah lagi Hae" bisik Eunhyuk.

"Jinja?" tanya Donghae antusias. Eunhyuk menganguk. Namja itu menghembuskan nafasnya, mengecup bibir Eunhyuk sebentar lalu kembali memeluk istrinya itu.

"Nanti saja. Saat ini aku hanya ingin memelukmu" ujar Donghae sembari memejamkan matanya. Eunhyuk tersenyum. Ia bersyukur menjadi namja yang sangat bahagia karena mendapatkan suami yang sangat mencintainya. Ia pun memejamkan matanya menyusul Donghae kealam mimpi.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Halooo…. Chapter 7 is up…

Woah~ entah sekian lama ngga update ni FF, sibuk ujian sih, mian '/\' nah, setelah ini bakalan update ampe END, di tunggu yah,, aduh bingung mau ngomong apa lagi, pokoknya maaf law baru update sekarang,, mian,,