KIM FAMILY THE SERIES

.

.

AUTHOR KILLA8894

.

GENRE FAMILY AU

.

PAIRING KIM JONGIN X OH SEHUN

.

RATED T

.

CHAPTER 7

.

HAPPY READING

.

.

.

Tak ada yang lebih membahagiakan bagi Sehun ketika ia dan Jongin merawat kedua buah hatinya yang kini tumbuh semakin menggemaskan di usia mereka yang beranjak delapan bulan.

" Sehuna, kau tidak apa-apa kan ku tinggal untuk projectku di Jeju? "

" Umm,... " gumam Sehun, ia kembali menyuapi Putra pertamanya yang tidak berhenti membuka mulutnya yang mungil. " Kau mirip sekali dengan Daddy mu ya Taeoh. Doyan makan. " Sehun terkikik geli saat Taeoh ingin merebut sendok berisi bubur di tangannya. " Sabar sayang, kau harus berbagi dengan adikmu yang manis. " Sehun menyuapkan bubur itu ke mulut Rahee dan menghasilkan teriakan protes dari Taeoh. Ya, karena wajah Rahee yang juga dominan mirip Jongin, Sehun tidak pernah menyebut anak yeojanya itu cantik, karena bukankah wajah suaminya terlalu manly untuk di sebut cantik ?

" Benar tidak apa-apa? " tanya Jongin lagi, yang merasa di abaikan oleh istrinya.

" Iya, lagi pula hanya sehari kan? " Sehun melirik sekilas ke arah suaminya sebelum kembali menyuapi Taeoh yang terlihat tak sabaran.

" Bukan sehari sayang, tapi seminggu... "

" WHATTTTT... "

" HUWEEEE... "

Jongin cepat-cepat menggendong Rahee yang menangis mendengar teriakan Mommy cantiknya, berbeda dengan Taeoh yang cuek saja dan malah kembali membuka mulutnya. Sehun menyuapi Taeoh sekali lagi sebelum benar-benar menatap Jongin yang tengah mengelus-elus punggung Rahee dengan lembut, berusaha menenangkan anaknya.

" Biasanya kan hanya sehari Nini, kau tahu, aku pasti akan kerepotan mengurus anak kita kalau sendirian. " Rengek Sehun.

" Maafkan aku sayang, tapi kau kan bisa meminta bantuan umma untuk mengurus anak kita. "

" Tidak mau, aku tak ingin merepotkan umma. " Tolak Sehun. " Apa kau benar-benar tak bisa menolak project itu? "

Jongin menggelengkan kepalanya. Sehun berdiri, meraih Rahee dari gendongan Jongin dan mendudukkan Putrinya disamping Taeoh. Ia kembali menyuapi kedua buah hatinya bergantian, walau tetap saja porsi untuk Taeoh lebih banyak.

" Kalau begitu pergilah, aku tak akan melarangmu. " Gumam Sehun.

" Sayang, ku mohon jangan marah, aku melakukan ini juga demi masa depan anak kita. Kau tahu, tak selamanya aku tetap muda dan bisa mencari banyak uang untuk tabungan anak kita. " Jelas Jongin.

" Ya ya ya, pergilan Tuan Kim, sebelum aku berubah pikiran. " Sahut Sehun cuek. Ia kesal dengan suaminya, itu sudah jelas terlihat. Soal tabungan untuk anak ? Sehun bahkan mengetahui kalau tabungan yang Jongin sediakan untuk persiapan masa depan anak mereka bisa untuk menghidupi seluruh keturunan mereka hingga beberapa generasi. Berlebihan memang. Tapi itulah suaminya.

" Aku mencintaimu dan anak kita Sehuna. " Gumam jongin. " Tolong mengertilah... "

" Na do.. " balas Sehun. Ia dengan cekatan membersihkan mulut kedua buah hatinya yang belepotan remah bubur. " Kau ingin aku menyiapkan pakaian untukmu ? Kau akan pergi besok pagi kan? "

Jongin mengangguk, tersenyum lega karena sepertinya istrinya tidak marah lagi padanya. Atau setidaknya seperti itulah yang ia kira.

" Maa... "

Sehun yang sedang menyiapkan susu untuk buah hatinya itu segera menoleh, ia menghela napas lelah saat melihat Taeoh merangkak di lantai dan menjatuhkan botol air minum yang tak sempat ia letakkan di atas meja, dan kini air bekas tumpahan botol itu mengenangi lantai, Taeoh yang merasa kaki dan tangannya basah segera memanggil-manggil Mommy cantiknya.

" Ya Tuhan baby, tidak bisakah kau diam di tempatmu saja. Mommy lelah sayang... " namja manis itu terlihat sudah ingin menangis saat melihat Rahee ikut-ikutan merangkak mendekat dan bermain dengan genangan air, membuat pakaiannya dan Taeoh basah.

" Ya, Mommy tahu kalian lebih sayang dengan Daddy, karena itu kalian tidak pernah menurut apa kata Mommy. Mommy lelah... " Sehun akhirnya berteriak. Sungguh ini adalah hari terberat untuknya. Si kembar sangat rewel setelah ditinggalkan Jongin, bahkan mereka tidak membiarkan Sehun untuk tidur bahkan untuk semenit. Kepala Sehun berdenyut sakit, ia bahkan tak sadar baru saja telah membentak anaknya.

" Mma... " Rahee merangkak mendekat, dengan tangan mungilnya yang basah ia memegang kaki ibunya, sebelum mendongak, menatap dengan mata berkaca-kaca. Sehun yang menyadari kalau anaknya sedih karena ucapan Rahee tadi segera menggendong tubun mungil anaknya itu.

" Maa... " Taeoh ikut-ikutan menyodorkan tangan, dan mau tak mau Sehun pun menggendong Putranya itu.

" Aww, kalian semakin berat. Sekarang ayo ke kamar dan ganti pakaian. "

" Cu... cu..."

" Tak ada susu sebelum kalian ganti baju. " Tolak Sehun.

Setelah bersusah payah menggantikan pakaian untuk si kembar karena mereka yang tidak mau diam, akhirnya Sehun memberikan dua botol susu untuk mereka.

" Tetap diam disini, Mommy mau membersihkan kekacauan yang kalian buat di dapur. Ingat jangan nakal. " Sehun mencium kening anaknya bergantian dan membiarkan keduanya berbaring santai di atas karpet tebal kamar Sehun.

" Aku harap mereka tidak akan membuat kekacauan lagi. " Gumam Sehun, ia meletakkan tangannya di keningnya, kepalanya makin berdenyut sakit, ingatkan Sehun kalau ia hanya bisa tidur selama tiga jam selama tiga hari ini. Rekor terbaru untuknya yang hobi tidur.

Namja manis itu baru saja selesai membereskan kekacauan di dapur, ia tersenyum lega sebelum berniat membuat bubur untuk anaknya.

Prakk

Suara itu membuat Sehun terdiam, ia mengerjapkan matanya sebelum berlari menuju kamar. Dengan tergesa-gesa ia membuka pintu dan menatap anaknya yang duduk diam di karpet sambil menatap sesuatu. Sehun mengikuti arah pandangan si kembar, dan ia terpaku melihat laptop dan juga handphonenya pecah berantakan di lantai. Bukankah tadi ia meletakkan kedua benda itu di atas ranjang besarnya, kenapa sekarang bisa pecah berantakan di lantai, Sehun sekali lagi menatap anaknya dan ia meratap sedih.

Tangan mungil Taeoh dan Rahee sedang menggenggam ujung bed cover yang kini juga jatuh disisi ranjang.

" Hiks, bukankah Mommy sudah bilang untuk tetap diam, kenapa kalian malah membuat kekacauan lagi. " Sehun melangkah perlahan melewati anaknya dan membereskan laptop dan handphonenya yang pecah. Membuang benda itu ke tempat sampah di pojok dan menatap kedua anaknya dengan matanya yang basah.

" Apa kalian tidak pernah sayang Mommy eoh, kenapa hanya menurut apa kata daddy? "

" Maa... " gumam Taeoh.

" Jangan panggil aku Mommy, panggil saja Daddy kalian. Aku tidak mau punya anak yang tidak penurut. "

Sehun melangkahkan kakinya ke sofa dan berbaring disana, tak lupa setelah mengunci pintu kamar tentunya.

Taeoh dan Rahee saling pandang sebelum merangkak mendekati Sehun yang berbaring terisak di atas sofa.

" Hiks, aku lelah kenapa kalian tidak mau mengerti. Kenapa kalian hanya sayang dengan Ayah kalian. Apa salah Mommy." Racau Sehun, terlalu lelah ibu muda itupun tertidur di sofa, tanpa menyadari anaknya yang sudah sampai di dekat sofa dan kemudian duduk diam dihadapannya.

Dilain tempat, Jongin sedang kebingungan karena istrinya yang tidak bisa dihubungi.

" Sajangnim, sebentar lagi rapat akan di mulai. " Kyungsoo, sekretaris Jongin melangkah masuk ke dalam ruangan dan meletakkan setumpuk berkas di atas meja.

" Apakah jadwal setelah ini masih padat? "

"Jadwal Anda penuh hingga minggu depan sajangnim. Ada apa, apa si kembar sakit? "

" Tidak, aku hanya merindukan mereka. " Jongin berdiri dari duduknya dan menatap Kyungsoo sejenak sebelum berlalu keluar ruangan.

' Apakah memang tidak ada lagi kesempatan untukku Jongina, kau tahu aku bisa berbuat yang lebih baik dari apa yang bisa istrimu lakukan. Tapi kenapa kau tak pernah melihat padaku? '

Kyungsoo memandangi punggung Jongin yang semakin menjauh. Punggung lebar mantan kekasihnya yang masih sangat dicintainya tapi tak pernah bisa ia miliki lagi.

Sehun membuka matanya perlahan saat ia merasakan sinar matahari sore yang menyorot tepat ke wajah cantiknya. Pusing yang ia rasakan sudah jauh berkurang. Ibu muda itu menguap sejenak sebelum menyadari sesuatu, ia belum memberi makan siang untuk anaknya, dimana mereka sekarang, apa mereka menangis kelaparan, Jongin pasti akan memarahinya jika tahu ia telat memberi makan kedua buah hati mereka. Namun saat Sehun bangkit dari posisi berbaringnya, ia tertegun, si kembar duduk terkantuk-kantuk di lantai tepat di bawah sofa tempat ia berbaring.

" Mma... " ucap Taeoh lirih.

" Ya Tuhan sayang, berapa lama kalian duduk disini. " Dengan cepat Sehun mengangkat kedua buah hatinya ke atas pangkuannya dan mencium kedua belah pipi tembam yang terasa dingin itu. sehun melirik jam di atas nakas dan meringis, bagaiman ia tega membiarkan kedua buah hatinya duduk dilantai menunggunya ynag tertidur selama beberapa jam?

" Maafkan Mommy sayang. " Sehun menangis sambil menciumi wajah anaknya. " bagaimana bisa Mommy tega memarahi kalian. Hiks, maafkan Mommy... "

" Ma ... Mam... "

" Kalian lapar eoh, ayo ke dapur, Mommy akan membuatkan makanan yang lezat untuk kalian. "

Sehun baru saja meletakkan kedua anaknya di atas karpet tebal tak jauh dari dapur, ia juga memberikan sekotak mainan penuh untuk anaknya.

" Diam sebentar ya, Mommy memasak dulu. " Sehun mencium kening anaknya bergantian, memberikan biskuit ke tangan mereka dan melangkah ke dapur. Ia baru ingin mulai memasak ketika, telpon di ruang tengah berbunyi. Setengah berlari Sehun menhampiri dan mengangkat telponnya.

" Hal... "

" Sayang, syukurlah kau mengangkat telponku. " Suara bass di seberang telpon terdengar begitu khawatir.

" Nini... "

" Kenapa nomormu tidak aktif sayang?, aku khawatir sekali. "

" Maaf Nini, baby merusak handphoneku dan aku belum sempat menggantinya. "

Hening sejenak.

" Maaf, karena tak bisa membantumu sekarang, aku akan membelikanmu yang baru. Oh ya, apa anak-anak merepotkanmu. "

Sehun tertawa. " Kau sudah pasti tahu jawabannya. "

" Jonginie, ayo makan, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. "

Samar-samar Sehun mendengar suara Kyungsoo di dekat Jongin, ia menghela napas panjang sebelum melirik anaknya yang telah menghabiskan biskuit di tangan mereka.

" Nini, aku tutup telponnya, baby sepertinya sudah tak sabar lagi ingin segera makan. "

" Sayang, tunggu... "

Terlambat. Sehun langsung menutup telponnya dengan sedikit emosi.

"Do Kyungsoo kalau kau pikir bisa merebut suamiku secepat itu, kau salah." Sehun menyeringai.

Jongin terlihat uring-uringan pagi ini, ya semenjak kejadian dimana Sehun menutup telponnya, namja manis itu tidak pernah mau mengangkat telpon darinya. Dan itu membuat Ayah dua anak itu begitu frustasi.

" Sajangnim, rapatnya akan segera di mulai. "

Jongin melirik ke arah Kyungsoo, hari ini namja mungil itu mengenakan kemeja ketat dengan dua kancing terbuka dan juga celana yang menempel ketat di kakinya. Jongin memejamkan matanya, bayangan Sehun lagi dan lagi menghantui pikirannya.

" Katakan pada Chanyeol hyung untuk menggantikanku, aku ingin istirahat. "

" Kau sakit? " tanya Kyungsoo cemas. Namja itu ingin mendekat tapi Jongin menggerak gerakan mengusir dengan tangannya.

" Aku tidak apa-apa, aku hanya ingin istirahat sebentar. " Gumam Jongin.

" Tapi... "

" Pergilah keluar Do Kyungsoo. " Perintah Jongin.

Dan Kyungsoo tanpa kata-kata segera berbalik dan melangkah keluar dari ruangan Jongin.

Di sisi lain sebuah mobil berhenti tepat di depan gedung perkantoran milik Kim Corp. Seorang namja manis turun dari mobil itu dengan gerakan anggun, sebuah kacamata hitam bertengger manis di atas hidungnya yang mancung. Ia membungkuk sejenak untuk menggendong kedua anaknya di kiri kanan, dan melangkah dengan anggun memasuki lobby.

Kyungsoo yang baru turun ke lantai dasar langsung tertegun saat melihat siapa orang yang berjalan ke arahnya.

" Aku harap suamiku ada di dalam ruangannya Kyungsoo hyung. " Sehun menyeringai dengan angkuh sebelum berjalan melewati Kyungsoo.

Sesampainya di depan ruangan suaminya, tanpa mengetuk Sehun langsung melangkah masuk.

" Bukankah sudah aku bilang untuk tidak menggangguku Do Kyungsoo. " Geram Jongin tanpa menoleh.

" Yakin tidak ingin aku mengganggumu Suamiku? "

Suara itu membuat Jongin tersentak kaget, dengan cepat ia menoleh, dan matanya melotot saat melihat ke arah istrinya.

" Kau berjalan dari lobby seperti itu? " tunjuknya.

" Ne, ada yang salah dengan penampilanku? " Tanya Sehun bingung.

Jongin mengerang pelan, ia mendekat, mencium kedua belah pipi buah hatinya sebelum mengecup lembut bibir Sehun.

" Da..da.. Tta.. Daa.. " Taeoh dan Rahee bersemangat saat meliat Ayah tampan mereka.

" Ya Tuhan sayang jangan memamerkan aset milikku di depan umum. Kau mau aku hukum? "

Jongin menatap lapar ke arah Sehun, namja manis itu memakai kemeja putih miliknya yang tentunya kebesaran di tubuh rampingnya, tiga kancing atas kemeja itu terbuka menampilkan belahan dadanya yang menggoda. Dan Sehun hanya mengenakan celana jeans selutut untuk bawahannya.

" Ck, aku kan tidak telanjang di depan umum Nini. "

" Tetap saja sayang, aku akan menghukummu seharian. " Jongin menyeringai.

" Aku sudah melihat jadwalmu hari ini, bukankah kau ada rapat setelah ini? " tanya Sehun dengan senyum mengejek.

" Oh dan kau pasti belum tahu sayang kalau aku sudah melimpahkan semuanya pada Chanyeol hyung. Jadi ayo ke hotel, tapi sebelum itu kita titipkan anak-anak pada Baekhyun. " Bisik Jongin.

Glekk

Matilah kau Kim Sehun karena sudah membangkitkan beruang tidur.

.

.

.

.

.

.

.

.

END

Wajib review ne..

Untuk FF yang lain mungkin akan sedikit lama updatenya. Soalnya aku lagi sibuk pake bangettttttttttt... Ini juga nyempet2in bwt update...