updated!

makasih bwat semua yg dah review chapt kemaren

Chiharu ChieBby: boneka pandanya bwat kazu aja ya, haha. siapp, da diupdate :D

alwayztora/leon : easter dari jumat ampe minggu, hoho. Neji emng uda cocok jd org mesum,wkwk *dijuken*

HimeUguisu : eh taw aja kazu mo bkin gaara sakit *plak* haha, Neji emang mesum, haha. haduh kalo lemon ga janji, kalo dipanjangin mungkin bisa. hehe

.

Warning : OOC, Yaoi, ga suka jangan baca, mungkin ada sedikit typo. adegan2 tertentu yg memiliki kesamaan dengan suatu anime, manga, atau acara tv lain mungkin disengaja *slapped*

Disklemer : Naruto milik Masashi Kishimoto

acara Masterchef bukan milik kazu

Fic ini punya kazu. enjoy~


Mine, Yours, Our Future

.

Chapter 6

Normal POV

"Beep beep beep"

"Ctak" suara alarm itu terhenti ketika tangan seseorang memencet tombol pada bagian atas alarm. Waktu kini menunjukan pukul 06.00 pagi.

"Hnnn~" Neji bangkit dari tempat tidurnya dengan malas. Ia berdiri perlahan. Ketika kedua telapak kakinya menyentuh lantai yang dingin, sekujur tubuhnya terlihat gemetar.

"Uhh, dingin sekali." Termometer pada jam digital menunjukan angka 10 derajat Celcius.

'Belum memasuki musim dingin saja suhunya sudah seperti ini. Semoga Gaara tidak kedinginan, dia kan tidak biasa terhadap cuaca dingin, yah di Suna memang hanya ada dua musim sih' pikir Neji sambil berjalan keluar dari kamar. Ia berjalan perlahan, namun ketika pintu kamarnya di buka, langkahnya terhenti seketika.

"Uhhh, kenapa disini dingin sekali?" dengan langkah cepat Neji berjalan ke ruang tamu, bermaksud mengecek Gaara namun ia langsung terdiam ketika melewati pemanas ruangan yang berada dalam kondisi mati.

'Heh? Pemanasnya mati? Pantas saja sedingin ini.' Ia lalu menyalakan pemanas dan bergegas ke sofa.

'Kalau sedingin ini Gaara bisa membeku' pikirnya.

Ketika tiba di sofa, ekspresi terkejut dan khawatir tidak bisa disembunyikan dari wajah Neji. Gaara tertidur di sofa dengan posisi meringkuk dan hanya menggunakan piyama tanpa sehelai kain pun menutupinya tubuh kecilnya. Dia nampak pucat, bibirnya kebiruan dan sekujur tubuhnya bergetar.

"Nghh." gumaman kecil keluar dari mulutnya, disertai juga dengan suara gemeratak gigi karena kedinginan.

"Gaara!" dengan cepat Neji membopong tubuh Gaara ke kamarnya. Meletakannya di tempat tidur dan membalutnya dengan selimut.

'Anak ini! Kenapa tidur dalam suhu sedingin ini sih? Dasar bodoh!' umpat Neji dalam hati. Ia lalu mengecek keadaan Gaara lagi. Tidak bertambah baik. Neji lalu berusaha membangunkannya.

"Hei, Gaara, Gaara bangun!" Ujarnya sambil menepuk-nepukan tangannya ke pipi Gaara. Sia-sia, Gaara masih terlelap, wajahnya sedingin es. Melihat usahanya yang tidak berhasil, Neji bergegas ke kamar mandi, mengisi bathub dengan air panas lalu berlari ke dapur, mengambil segelas air panas dari dispenser dan kembali ke kamar kemudian membopong Gaara ke kamar mandi.

"Maafkan aku Gaara. Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini tanpa persetujuanmu." Gumamnya sambil melepaskan seluruh pakaian Gaara dan membaringkannya dengan hati-hati ke dalam bathub.

"Gaara, Gaara." Neji kembali berusaha membangunkan Gaara. Melihat tidak ada respon dari Gaara, dengan cepat ia mengambil gelas berisi air panas tadi, menegaknya lalu meminumkannya pada Gaara melalui mulutnya sendiri. Kali ini sepertinya berhasil.

"Uhuk uhuk…" Gaara terbatuk-batuk. Dia lalu membuka matanya dan memperhatikan sekelilingnya.
"Gaara! Syukurlah." Neji terlihat lega.

"Um, Ne-Neji? A-aku… " Gaara Nampak kebingungan, berusaha mencerna semua kejadian dengan cepat. Ketika sadar akan posisinya, wajahnya memerah seketika.

"A-apa yang kau lakukan padaku? Ke-kenapa aku te-telanjang? Ka-kau! Ini pasti perbuatanmu! Dasar mesum!" teriak Gaara sambil berusaha menutupi bagian bawah tubuhnya dengan kedua tangannya. Teriakannya malah membuat Neji kesal.

"Hei! Kau itu hampir mati tahu! Untung aku cepat menolongmu, kalau tidak mungkin kau sudah jadi bongkahan es. Dan sekarang kau bilang aku mesum? Kalau tidak terpaksa juga aku tidak akan melakukannya tahu. Dan juga kenapa pemanasnya tidak kau nyalakan? Bodoh!" kali ini giliran Neji yang berteriak marah sambil menjitak kepala Gaara, sementara yang dimarahi hanya terdiam sambil memegang kepalanya yang dijitak tadi.

"Ma-maaf." Gumam Gaara pelan. Mereka berdua sama-sama terdiam beberapa saat sampai tiba-tiba suara bersin Gaara memecah kesunyian.

Neji hanya menghela nafas. Ia lalu berjalan keluar sambil mengambil handuk lalu memberikannya pada Gaara.

"Ini, keluar dari sana dan pakai ini. Jangan sampai kau masuk angin." Ucapnya datar. Gaara terdiam.

"Kenapa?" Tanya Neji ketika melihat Gaara tidak berespon pada kata-katanya.

"Um, ber-berbaliklah." Gumam Gaara sambil menunduk.

"Hah?" Neji terlihat bingung.

"Ku-kubilang berbalik! Jangan mengintip!" teriak Gaara. Wajahnya sudah memerah. Neji hanya tertawa kecil.

"Hmph. Kupikir apa. Baik, baik. Aku tidak akan mengintip." Neji lalu membalikan badan sambil tetap mengulurkan tangannya yang masih memegang handuk. Dengan hati-hati Gaara lalu keluar dari bathtub dan mengambil handuk yang diulurkan Neji. Tanpa sadar, Neji melirik ke pemandangan indah di belakangnya. Wajahnya memerah seketika. Kulit putih Gaara terekspos jelas tanpa sehelai kain pun menutupinya. Dengan cepat ia mengalihkan pandangannya, tidak ingin ketahuan jika mengintip.

'Jika memandang lebih lama bisa-bisa aku mimisan' gumam Neji dalam hati.

"Ka-kau sudah boleh berbalik." Ujar Gaara tiba-tiba. Neji lalu berbalik dan terdiam ketika melihat apa yang ada di depannya.

Gaara hanya mengenakan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya sementara bagian perut ke atas terekspos jelas dan kini ia berdiri di hadapan Neji.

'Ma-manisnya!'pikir Neji dalam hati. Tanpa sadar dari hidungnya keluar cairan kemerahan.

"Ne-Neji! Kau mimisan! Kau tidak apa-apa?" Gaara yang terlihat khawatir dengan cepat mengambil tissue dan mengelap mimisan Neji. Kini jarak keduanya sudah sangat dekat.

'Kami-sama. Dia manis sekali. Kulit putihnya itu, leher jenjangnya, lalu… ' pandangan Neji kini beralih ke dua tonjolan pink di dada Gaara. Mimisannya semakin banyak keluar. Ditambah lagi bagian bawah tubuhnya sepertinya mulai 'bereaksi' melihat kemolekan tubuh Gaara.

Melihat semakin banyak darah yang mengalir dari hidung Neji, ditambah lagi dengan wajahnya yang kini memerah, Gaara semakin khawatir. "Ne-Neji. Kau beneran tidak apa-apa?"

"A-Aku tidak apa-apa" jawab Neji panik. Dia tidak ingin ketahuan oleh Gaara, apalagi bagian bawah tubuhnya semakin tidak tenang.

"Mu-mungkin hanya kedinginan. Ka-kau ke kamar saja dan kembalilah tidur, a-aku mau mandi dulu." Jawab Neji terbata-bata. Gaara memandang Neji curiga, tidak percaya pada alasannya. Tentu saja, dimana-mana orang mimisan karena kepanasan, bukan kedinginan. Neji sendiri tidak berani memandang mata Gaara, takut ketahuan jika ia berbohong. Gaara masih memandang Neji, tapi yang dipandang tidak bereaksi, dia hanya menghela nafas,

"Hah, ya sudah, sana mandi." Gaara pun kembali ke kamar, meninggalkan Neji yang dengan cepat menutup pintu kamar mandi, menyalakan shower lalu melepaskan ketegangan di bawah tubuhnya sambil membayangkan tubuh indah Gaara. Dasar Neji mesum.

….

Gaara's POV

Dia pikir aku bodoh apa. Mana ada orang mimisan karena kedinginan. Dasar bodoh. Lagian dia tiba-tiba mimisan setelah melihatku setengah telanjang. Anak kecil juga tahu kalau mimisanmu itu karena kau berpikiran aneh-aneh. Dasar om-om mesum.

"Hoaamm~" ngantuknya. Sepertinya tidurku memang tidak nyenyak. Yah, salahku juga semalam tidur tanpa menyalakan pemanas.

"Oh iya!" Sekarang aku baru ingat. Jam 10 nanti aku harus ikut audisi kontes memasak itu. Sekarang harus cepat-cepat ke supermarket untuk belanja. Hmm, jam 7 ya, sepertinya masih sempat menyiapkan bahannya. Nanti saja baru memberitahu Neji mengenai hal ini.

Dengan segera aku berlari keluar menuju ke supermarket paman Nara. Tidak lupa membawa buku resep milik ibu dan mengambil jaket, yah, cuaca di luar sedang dingin, aku tidak ingin mengambil resiko masuk angin dan roboh ketika memasak nanti.

.

TBC a.k.a bersambung


Okeh!

updated, next chapter skitar smingguan lagi.

.

oh btw, royal fiance belum bisa diupdate, maap, ga janji kapan, lagi ga mood ngetik, huhu *slapped*