Sesuatu dibuat rumit, agar kau bisa merencanakan sesuatu untuk menggapainya. Karna dengan itu, kita akan tahu kalau kau memang bersungguh-sungguh, atau tidak.

Kim Ryeosa Wardhani

Present

"Famous Internet Girl"

Rated-T

Comedy, romance, drama, school life

GS

Please enjoy ^_^

Chapter 7

Sungmin's pov

Aku memandang sekelilingku. Semuanya tampak menatapku dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Terutama dua pasang manusia dihadapanku yang membuat fikiranku gila akhir-akhir ini.

"apa? Bukankah ini bagus?" aku bertanya pada mereka dengan tatapan kesal. Bayangkan saja, aku sudah merancang naskah drama ini semalaman suntuk, dan lihatlah reaksi mereka! Diam seribu bahasa. Aku tahu tanpa bicarapun mereka sangat tidak setuju dengan naskah ini. Entah apa salahnya. Padahal ini cerita yang bagus.

"aku bukannya tidak tahu cerita Les miserables ini lee sungmin. Tapi…. Untuk apa kau buat naskah dengan judul itu, tapi ceritanya sangat melenceng?" tanya ryeowook padaku. Sial, anak ini banyak tahu.

"y-ya… aku hanya mengambil sisi tokohnya saja. alurnya kurubah agar sesuai dengan yang kuinginkan. Kau tahu kan? Kalau terlalu mengikuti cerita aslinya itu akan sangat rumit sekali. Kita ini hanya klub sekolah, bukanlah opera. Dan lagi, dicerita asli kisah sang tokoh wanita fantine, terbilang cukup menggenaskan. Aku sebagai orang yang ditunjuk oleh shindong seonsangnim untuk merancang naskah, ingin cerita ini berakhir happy ending. Makanya aku buat ceritanya agak berbeda." Jelasku pada ryeowook dan yang lain. Aku menatap sekitarku lagi dengan takut-takut. Ada banyak sekali yang menatapku dengan pandangan tidak senang. Aku tahu, pasti mereka berfikir aku terlalu mengatur. Yah, aku kan hanya anggota baru. Hal yang manusiawi. Tapi mau bagaimana lagi? Shindong seonsangnim sudah menunjukku dan mempercayakanku.

"… baiklah. Kami tahunya kau sudah berpengalaman dibidang sandiwara. Jadi kami serahkan saja padamu. Lalu pembagian peran?" taeyeon, salah satu anggota pun akhirnya membuka suara dan menyetujui rencanaku. Lalu kulihat semuanya pun berangsur setuju juga. Aku tahu yeoja ini, semalaman aku bertengkar dengan heechul tentang naskah dan sempat mambahas yeoja bernama taeyeon ini. Ya, aku mengerjakan naskah dengan ditemani heechul. Semalam heechul menginap di apartemenku demi naskah dan suksesnya rencana menyatukan ryeowook dan yesung.

"yang pasti, ryeowook menjadi fantine, dan yesung menjadi valjean." Kataku sambil membaca naskah. Ryeowook tampak mengangguk-angguk. Lalu kemudian raut wajahnya langsung berubah.

"….fantine itu….. tokoh utama bukan?" tanya ryeowook.

"yup." Jawabku.

"….ja-jangan bercanda! Beri aku peran yang tidak terlalu penting saja." kata ryeowook dengan suara keras. Semua menatap kaget kepada ryeowook. Aku sudah menduga akan begini. Dan memang benar apa yang dikatakan heechul semalam sampai membuat kami bertengkar kecil.

"ya kim ryeowook… kau harus jadi tokoh utamanya. Karna kau anggota inti. Lagu bagian fantine adalah lagu yang sulit. Tidak mungkin aku menempatkan orang lain kan?" aku menjelaskan dengan lembut kepada ryeowook. Wajahnya tampak pucat pasi dan alisnya bertaut tak suka.

"aku sangat payah dalam hal sandiwara. Kau mau aku mengacaukan drama ini? Kau bisa gunakan taeyeon sebagai peran fantine. Suara dia tidak kalah bagus denganku dan yang pasti, dia bagus dalam hal bersandiwara." Kata ryeowook. Aku sudah tahu tentang ryeowook yang sangat payah dalam urusan sandiwara. Semalam heechul menceritakan padaku bagaimana kacaunya drama kelompok ryeowook saat kelas 1. Dan heechul sempat menyuruhku mengganti cerita dan strategi lain. Tapi tentu aku tidak mau karna sudah tidak banyak waktu lagi. Bahkan heechul menyuruhku agar yeoja bernama taeyeon saja yang menjadi peran utama. Yang benar saja, rencanaku gagal kalau menempatkan orang lain sebagai tokoh utama bersama yesung.

"hahhh…. Aku akan ajari. Tenang saja. kau hanya perlu percaya diri dan jangan terlalu memikirkan hal yang tidak-tidak. Aku yakin kau bisa." Aku menasehatinya dengan lembut. Dia tak memandangku dan matanya nyaris mengeluarkan bening Kristal. Aku melirik sekilas kearah yesung yang hanya memandang ryeowook dalam diam. Entah apa yang difikirkan namja itu.

"… kau tidak mengerti lee sungmin. Ada hal lain yang membuatku tidak bisa memerankan peran utama ini." Ujar ryeowook dengan suara pelan. Aku menghela nafas berat.

"semuanya, silakan dibaca dulu naskahnya dan kalian coba berlatih sendiri dulu. Semua peran sudah kubagi dan kutulis di lembaran paling akhir." Aku segera mengintruksikan ke seluruh anggota. Kemudian aku menatap yesung.

"kau juga cobalah pelajari dulu naskahnya. Biar aku bicara pada ryeowook sebentar." Yesung pun menangguk dan mencari tempat untuk dia duduk dan mulai membaca naskah. Kulihat kembali ryeowook yang diam menundukkan kepala. Akupun menarik tangannya pelan ke tempat yang agak sepi.

"dengarkan aku kim ryeowook. Aku tahu 'hal lain' yang kau maksud tadi. Aku disini untuk membantumu." Ryeowook menatapku dengan bingung. Ia diam. Lalu mengernyit.

"…ma-maksudmu?" tanya ryeowook dengan wajah bingung yang errr…. Imut? Oke, masih lebih imut aku ya. akupun mengeluarkan ponsel dari saku jasku. Lagi-lagi aku harus gunakan cara ini agar dia tidak rewel dan mau menjadi peran utama. Ohh… rahasia berhargaku!

"maaf sebelumnya aku tidak membalas emailmu. Biar kujawab langsung saja disini." Ucapku. Ryeowook tampak semakin dan semakin bingung.

"sebenarnya perasaanmu itu salah, dan sangat rumit. Orang yang kausukai itu terlalu jauh berbeda denganmu. Tapi, jika kau sungguh-sungguh, maka tidak ada yang tidak mungkin. Apalagi, ternyata kau punya kesempatan besar." Aku berujar dengan pelan agar tak ada yang bisa mendengarku selain ryeowook dihadapanku ini. Ryeowook tampak kaget dengan kalimatku barusan. Tapi dia masih bingung.

"apalagi, jika ada celah seperti ini. Kau harus memanfaatkannya. Kesempatan tidak boleh dibuang. Dan kau harus percaya diri demi meraih cintamu." Aku tersenyum mengakhiri kalimatku. Ryeowook menatapku heran.

"…..ja-jangan-jangan…. Kau….."

"ya, aku master love consultation." Jawabku sambil menunjukkan ponselku yang menampilkan emailnya kemarin yang dia kirim. Dia tampak sangat kaget dengan mata yang membulat lebar dan tangannya menutup mulut agar ia tidak berteriak.

"ya-yang benar saja. lee sungmin kau…."

"ya, ini pasti akan sangat mengagetkan. Pokoknya, aku disini untuk membantumu. Dan drama ini, special kurancang demi hubunganmu dengan namja yang kau suka itu." Ryeowook terdiam menatapku dengan tatapan tak percayanya.

"jadi bagaimana? Aku sudah bilang jangan menyerah kan? Aku sudah disini dan akan membantumu. Tapi kau malah menolak untuk jadi peran utama. Bagaimana? Kau mau kan? Ingat, kesempatan ini entah kapan akan datang lagi." Ryeowook diam memikirkan penawaranku. Kemudian mulutnya sedikit terbuka ingin memberi jawaban.

"ba-baiklah.. ta-tapi… aku tidak begitu yakin…." Ryeowook masih saja tidak percaya diri. Akupun merangkul bahunya dan menepuk bahunya pelan.

"kau hanya perlu mengikuti kata-kataku. Kau tahu kan? Aku ini ahlinya. Percayalah." Aku tersenyum lebar dihadapan ryeowook. Diapun balas tersenyum, bahkan air matanya sudah keluar.

"hiks… i-ini… aku tidak menyangka. Gomawo.. a-aku akan berusaha." Ryeowook terisak sambil bicara. Aku hanya bisa tersenyum senang saja karna akhirnya dia mau juga. Yah, walaupun ini berarti satu orang lagi disekolah ini tahu rahasiaku besarku.

Normal pov

Sekarang semuanya tampak tenang duduk dilantai. Sungmin berdiri paling depan memegang kertas yang diketahui berupa naskah. Ryeowook tampak diam membisu dalam duduknya sambil menunduk.

"baiklah, semuanya sudah beres. Tokoh utama adalah ryeowook dan yesung. Kita adalah murid sma yang memang pada umumnya sangat dekat dengan hal percintaan, jadi drama ini kurancang menjadi kisah romantis. Kisah antara si fantine, yang merupakan yeoja malang nan miskin, bekerja keras demi anaknya, dan jean valjean, yang merupakan bekas narapidana yang setelah beberapa lama kemudian keluar dari penjara akhirnya menjadi pengusaha kaya. Dalam cerita asli, tokoh fantine mati, dan valjean mengurus cosette, anak dari fantine. Lalu memfokuskan kecerita pembalasan dendam valjean kepada musuhnya. Tapi bagian itu kita hapuskan saja. seperti yang sudah ku bilang, kita akan lebih memfokuskan kepada kisah fantine dan valjean. Kita buat kisah keduanya menjadi kisah yang romantic dan sedikit mengharu-biru. Tapi akan menjadi kisah yang happy ending." Jelas sungmin pada seluruh anggota. Semua tampak mengangguk mengerti. Lalu yesung akhirnya membuka suara.

"maaf. Terutama buat ryeowook. Aku sedikit tahu, dan pernah dengar dari beberapa orang, kalau ryeowook sangat payah dalam urusan sandiwara. Jadi… entahlah. aku takutnya mungkin ryeowook masih keberatan dengan peran ini…." Ryeowook menatap yesung dengan kaget. Entah mengapa itu seperti nada khawatir? Atau… menghina?

"aku memang payah dalam hal sandiwara. Tapi… aku sudah bertekad untuk melakukan ini. Aku akan berusaha yesung-sshi. Mohon bantuannya." Kata ryeowook pada yesung. Yesung tampak terdiam sebentar mendapat jawaban seperti itu dari ryeowook. Kemudian ia tersenyum.

"baiklah. Kalau begitu, kita mulai latihan!" sungmin pun segera mengintruksikan kepada seluruh anggota, dan semuanya pun mulai berlatih.

Di majelis guru…..

Kyuhyun's pov

aku masih tidak mengerti dengan jalan fikiranku dan kebodohanku yang membuatku jatuh kedalam neraka ini. Entah mengapa, dengan begitu mudahnya aku termakan dengan bujukan sungmin agar aku ikut olimpiade dan dia menggantikanku di klub paduan suara. Entah apa juga tujuannya aku bahkan tak tahu. Aku langsung saja setuju tanpa pikir panjang. Ini bukanlah diriku. Bahkan saat heechul, yeoja yang sangat kucintai memohon sesuatu padakupun, akan butuh waktu lama agar aku luluh. Dan alasannya juga harus jelas. Aku benar-benar tidak mengerti.

Hahhh… lihatlah. Aku sangat menderita dengan tumpukan buku tebal diatas meja dan soal-soal dihadapanku ini. Apalagi orang yang paling kubenci sedang mengawasiku dengan gayanya yang sangat sok itu.

"kenapa menatapku dengan penuh kebencian seperti itu? Kerjakan saja soalnya." Ucapnya tanpa menatapku sambil membaca buku yang terlihat sangat membosankan. Sok keren.

"cih, sial." Akupun kembali melanjutkan menjawab soal membosankan dihadapanku ini. Manusia dihadapanku itu menatapku. Aku yang merasa risih karna ditatap begitupun balas menatapnya dengan sinis.

"jangan menatapku dengan tatapan menjijikkan begitu. Atau jangan-jangan kau mulai berfikiran untuk menjadikanku pacarmu selanjutnya setelah putus dengan heechul?" kataku dengan sarkastik. Dia tampak tertawa pelan.

"haha… aku bukan gay kyuhyun-sshi. Dan lagi, aku tidak menatapmu. Aku mengawasimu. Cepat kerjakan soalan itu." Perintahnya lagi. Benar-benar membuatku gila.

"masa bodoh dengan ini semua. Aku bosan mengerjakan sesuatu yang sudah pasti akan sangat mudah kujawab." Kataku setelah mendorong seluruh kertas yang ada dihapadanku tadi. Mungkin terkesan sombong? Tapi memang begitulah adanya.

"….jangan seenaknya. Bukankah kau yang menyetujui untuk ikut olimiade? Aku tahu kau memang sudah pintar. Tapi tidakkah perbuatanmu ini sangatlah tidak sopan?" hangeng berbicara dengan nada menahan marah. Aku memandangnya dengan kesal. Sungguh memuakkan sekali setiap melihat wajahnya.

"maafkan atas ketidak sopananku hangeng seonsangnim." Kataku dengan sinis. Dia hanya memandangku dengan diam.

"kenapa kau sebenci itu padaku? Bukankah aku sudah memutuskan heechul? Bukankah seharusnya kau senang ? karna dengan itu kau bisa menggaet heechul…"

"lihatlah. Kalimatmu benar-benar sangat brengsek sekali ya. aku senang dengan tindakanmu itu. Aku hanya sangat kesal karna kenapa makhluk seperti mu bisa hidup di dunia ini. Memacari heechul, kemudian memutuskannya dengan sepihak dan sangat se-enaknya. Kau bahkan lebih buruk dari seburuk-buruknya binatang."

Hangeng tampak diam saja menatapku. Entahlah. sepertinya dia agak kesal dengan kalimatku barusan.

"pasti sangat menyenangkan bukan? Menjadi guru tampan yang sangat populer, lalu bermain-main dengan murid yang menyukaimu. Sungguh kehidupanmu menyenangkan sekali."

"jangan sembarangan cho kyuhyun. Kalimatmu sangat berlebihan. Aku bukan pria seperti itu." Dia berkata dengan keras. Sungguh jika ini bukan sekolah, aku pasti sudah akan melayangkan sebuah pukulan manis untuknya.

"ya, membela diri bukanlah hal yang salah. Tapi pembelaanmu barusan sangat berbeda dengan apa yang sudah kau perbuat. Permisi." Akupun memutuskan untuk keluar dari ruangannya. Jika bertahan lebih lama lagi bersamanya, aku tidak yakin dengan hal apa yang akan aku perbuat selanjutnya.

Ryeowook's pov

Aku membaca naskah dengan keringat yang terus mengguyur dipelipisku. Sungmin memang hebat dan sangat niat sekali membantuku. Naskah ini sangat mengerikan. Terlalu banyak adegan dimana aku harus berduaan dengan yesung. Walaupun tidak sampai ada adegan yang memasukkan skinship, tapi sungguh ini sangat buruk untuk jantungku.

"ahh… apakah kau sudah mulai bisa menghayati peran ini?" tanya yesung tiba-tiba padaku. Aku menatapnya dengan diam. sebenarnya dari tadi aku terus kefikiran. aku takut kalau dia merasa tidak nyaman berpasangan denganku di drama ini.

"se-sedikit. Ma-mau dicoba?" tanyaku dengan ragu.

"boleh. Ah, dan lagi. Kau tidak perlu segugup itu. Apakah aku menakutkan bagimu?" tanya yesung. Astaga, yang benar saja. bagaimana bisa aku berfikir kalau dia menakutkan. Aku gugup karna debaran jantungku yang begitu dahsyatnya.

"aniyo. Aku tidak menganggapmu menakutkan. Hanya saja…." aku terdiam tak menyelesaikan kalimatku. Bodoh. Memangnya aku mau bilang apa? Hahhh….

"haha, baguslah jika begitu. Sebenarnya aku selalu merasa gerogi saat bersamamu."

"ne?" aku kaget dengan ucapannya barusan.

"ya. kita sudah satu klub dan menjadi anggota inti sejak kelas 1. Seharusnya kita dekat, seperti aku yang sangat dekat dengan kyuhyun. Tapi kau tidak banyak bicara. Jadi, aku selalu merasa canggung. dan sepertinya baru hari ini kita bicara banyak." Kata yesung dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir indahnya itu. Sial, fikiranku ini.

"ahh… sebenarnya akulah yang selalu merasa gerogi denganmu. Seperti yang semua orang tahu. Kau itu penyanyi terkenal. Jadi….. entahlah bagaimana cara mengucapkannya. Aku merasa kurang percaya diri untuk mengajakmu bicara dan… merasa tidak pantas…."

"bodoh! Kau santai saja denganku. Aku ini tidak sehebat yang orang bayangkan kok. Aku tetap seperti namja pada umumnya. Kau terlalu berlebihan sampai merasa tidak pantas. Aku ini bersahaja, dan baik hati. Jadi tidak perlu canggung begitu lagi. Arra?" jelas yesung padaku. Kalimatnya tadi sungguh membuat hatiku lega.

"baiklah. Aku akan berusaha agar tidak canggung lagi." Jawabku sambil tersenyum.

"bagus. Ahh… tapi aku tidak begitu yakin kita akan jadi tidak canggung. lihatlah naskah ini. Banyak adegan kita berdua yang…. Err… sangat romantic…." Kata yesung dengan gagap sambil menggaruk tengkuknya. Ah benar juga apa yang dikatakannya. Aku menunduk malu. Wajahku terasa memanas.

"su-sudahlah. Ayo berlatih." Ajakku dengan masih menundukkan kepala. Aku tidak dapat melihat ekspresi yesung saat ini. Tapi dapat kudengar dia seperti terkikik. Kemudian akupun mendongak menatapnya yang lebih tinggi dariku itu.

"kenapa tertawa?" tanyaku.

"hihihihi… ani. Entahlah. lucu saja. hahahahahahaha.." yesung tertawa terbahak-bahak sekarang. Entah apa yang sebenarnya dia tertawakan. Agak kesal melihatnya begitu.

"hentikan itu kim joong woon. Ayo cepat berlatih."

"hahaha.. baiklah ms. Fantine. Mari berlatih." Kamipun mulai berlatih dan mulai membaca beberapa dialog. Aku merasa ini seperti suatu keajaiban. Aku bicara dengan yesung dengan sangat akrabnya. Andai sejak dulu sudah kulakukan hal ini, pasti akan lebih bagus. Aku memandang kearah sungmin yang sibuk berlatih dengan anggota lainnya. Sungmin benar-benar penyelamatku.

At class 2-3

Normal pov

"MWO? JADI BENAR KALAU RYEOWOOK AKAN JADI PERAN UTAMA? APA SUNGMIN BODOH? MAU KEJADIAN KELAS 1 TERULANG KEMBALI YA?" teriak eunhyuk tidak percaya setelah mendengar cerita dari heechul. Heechul dan sunny tampak menutup kuping mereka karna teriakan keras dari eunhyuk.

"tidak perlu berteriak keras seperti itu, monyet! Mau buat gendang telingaku pecah ya?" kata heechul dengan kesal. Eunhyuk yang nafasnya menggebu-gebu tadipun akhirnya kini mulai tenang.

"aku hanya merasa sungmin itu bodoh sekali. Seperti yang sudah semua orang tahu. Ryeowook itu benar-benar sangat payah dalam hal sandiwara." Kata eunhyuk dengan sedikit mendramatisir.

"kau berlebihan kim ryeowook." Ejek sunny. Eunhyuk pun langsung menatap sunny dengan tidak suka.

"kau tak tahu bagaimana rasanya jadi aku yang sekelompok dengannya saat itu. Benar-benar…. P-a-r-a-h!"

"aku sudah ceritakan kejadian kelas 1 itu pada sungmin. Tapi dia tetap nekat. Lagipula… aku yakin kok, dia pasti bisa mengajari ryeowook." kata heechul sambil menjilat permennya.

"hahhh… entahlah. aku tidak begitu yakin. Aku hanya bisa bantu doa saja. semoga seluruh anggota klub paduan suara selamat sentosa. Doaku menyertai mereka. Amin." doa eunhyuk sambil memejamkan mata dan mengadahkan tangan ala orang yang tengah berdoa. Heechul dan sunny hanya bisa memandang eunhyuk yang berlebihan dengan malas.

"tapi beruntung sekali sih ryeowook. Jadi peran utama dengan yesung. Pasti bakal banyak yang cemburu tuh." Kata sunny dengan cemberut.

"ah benar. Hampir separuh yeoja sekolah ini kan fans yesung. Lalu bagaimana nanti kalau ada wartawan yang datang dan meliput drama musical mereka? Pasti fansnya diluar sana bakal heboh." lanjut eunhyuk setuju.

"ah, tapi ini hanya drama. Tenang saja. mereka pasti mengerti~" kata sunny dengan melambaykan tangannya. Heechul hanya terdiam.

"semoga hasil akhirnya benar-benar 'happy ending' " gumam heechul.

Sungmin's pov

Aku berjalan menyelelusuri koridor yang sudah mulai sepi. Sejak beberapa saat yang lalu memang sudah saatnya pulang. Tapi aku agak terlambat karna masih membicarakan sesuatu dengan anggota paduan suara mengenai lagu yang akan dibawakan nanti.

Aku sangat puas dengan hasil latihan drama kami. Apalagi ryeowook dan yesung sudah terlihat sangat akrab. Bahkan mereka berdua sudah berencana untuk berlatih bersama diluar sekolah. Benar-benar perkembangan yang sangat cepat. Dan kurasa, yesung itu sebenarnya sudah punya ketertarikan pada ryeowook sejak dulu. Well, kalau begini pasti bakal mudah. Haha!

Aku melewati suatu kelas dan kulihat didalamnya masih ada orang. Akupun membuka pintu kelas itu. Namja yang berada dikelas itupun langsung menatap kearahku.

"oh, kau belum pulang?" tanyaku pada namja didalam kelas itu yang diketahui adalah kyuhyun. Ya, kyuhyun terlihat sangat sibuk dengan berbagai buku dengan tulisan mandarin yang tidak kumengerti, juga beberapa lembar soal.

"aku baru saja akan pulang." Jawab kyuhyun dan dia pun mulai mengemasi buku-bukunya. Sebenarnya aku merasa kasihan. Karna bagaimanapun juga, dia jadi begini karna aku.

"kau terlihat lelah…."

"ya, dan semua berkat kau." Kata kyuhyun menyindirku. Hahh… tentu saja. ini pasti berat untuknya.

"mianhe ne? hanya 3 minggu. Bertahanlah. Hehe" aku tak tau lagi harus berkata apa dan hanya kalimat semangat yang bisa kuucapkan. Kulihat kyuhyun tampak tersenyum di sela-sela kegiatannya mengemasi barangnya.

"kau tahu? Tadi aku sempat bertengkar kecil dengan cina oleng itu." Cerita kyuhyun padaku. Kami mulai keluar kelas bersama untuk pulang.

"mwo? Aishh… aku sudah menduganya sih. Kau ini. Tidak baik kan dengan guru seperti itu. Lalu kau bilang apa saja?" tanyaku padanya.

"emm…. Aku bilang kalau dia itu lebih buruk dari seburuk-buruknya binatang." Jawab kyuhyun enteng. Memang gila anak ini.

"y-ya! tidakkan itu keterlaluan? Mana boleh kau begitu…."

"biar saja. dia pantas mendapatkannya."

"hahh… terkadang kau ini agak mirip heechul ya. sama-sama mengerikan." Kataku bergumam kecil. Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman.

"terserah saja kalian mau bertengkar dengan kalimat seperti apa. Asal jangan sampai baku hantam saja. kau bisa di skors." Aku menasehati kyuhyun. Dia tampak diam saja tak peduli.

"3 minggu. Aku tak yakin tidak ada baku hantam selama waktu itu. Mungkin ada agak dua, atau tiga kali…"

"ya! jangan direncanakan seperti itu. Aishhh…" anak ini memang sangat membenci hangeng seonsangnim ternyata. Ckck

"lalu bagaimana dengan rencana membuat drama musical?" tanya kyuhyun padaku.

"lancar kok. Tadi aku sudah membagi naskahnya kepada seluruh anggota. Dan kami juga sudah mulai sedikit berlatih. Yang pasti ini akan menjadi acara tahunan klub paduan suara yang paling keren." Jawabku semangat dengan sangat percaya diri. Rasanya sudah lama sekali aku tidak semangat seperti ini.

"haha… ku doakan bakal sukses. Lalu, aku dengar kehebohan dari suara eunhyuk yang berteriak dengan keras, katanya ryeowook jadi peran utama? Apa itu benar?"

"ya begitulah. Kenapa? Mau bilang kalau dia payah? Hahh… kalau dia mau belajar dia pasti bisa kyuhyun-sshi."

"aku tidak ingin bilang begitu. Kufikir malah itu bagus. Ryeowook dan yesung. Mereka pasti bisa membuat chemistry yang bagus antara satu sama lain." Jelas kyuhyun. Aku terdiam kurang mengerti dengan kalimatnya barusan.

"ma-maksudmu?" tanyaku dengan raut bingung.

"sebenarnya yesung sudah dari dulu tertarik dengan ryeowook. Tapi ryeowook terlalu pendiam dan terkesan dingin. Jadi yesung jatuh mental duluan." Jelas kyuhyun padaku. Aku berusaha mencerna maksud kalimat kyuhyun barusan. Itu berarti… mereka saling menyukai?

"i-itu berarti…" belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, kyuhyun memotong duluan.

"busmu sebentar lagi akan datang tuh." Kata kyuhyun menunjuk kearah bus yang sudah mulai mendekat.

"ah ye. Oh ya, kata heechul dia menunggumu di kafe biasa. Dia duluan karna dia keburu lapar. Dia menyuruhmu agar cepat menyusul."

"baiklah." Jawab kyuhyun seadanya sambil melirik kearah jam.

"kalian memang sangat dekat sekali ya. dank au juga sangat perhatian dengan heechul. bahkan saat heechul menginap kerumahku, kau mengantarkannya."

"tentu saja. bahaya seorang yeoja keluar malam-malam." Mendengar jawaban dari kyuhyun, entah mengapa dadaku sedikit sesak. Heechul sangat beruntung dicintai oleh namja seperti kyuhyun. Sangat disayangkan heechul malah mencintai hangeng seonsangnim. Aku hanya bisa tersenyum kecut.

"oke, busku sudah datang. Terima kasih sudah mengantarku. Selamat berjuang untuk 3 minggu kedepan. Bye!" aku melambaykan tangan kearah kyuhyun, dan dia pun membalasnya. Kemudian kami berpisah sampai disini.

At kafe

Kyuhyun's pov

Aku memasuki kafe langgananku yang sering aku dan heechul singgahi sejak smp. Kulihat heechul sedang asik melahap makanannya dengan agak ganas(?) di meja yang memang sering kami tempati.

"WOI!" aku iseng dan mengagetkannya saat dia sedang mengunyah makanannya. Heechul tampak tersedak dan terbatuk-batuk. Aku yang khawatir langsung saja menyodorkan air putih untuknya.

"hahh… kau cari mati ya?" kata heechul setelah meminum air putihnya. Aku hanya bisa cengengesan memandangnya yang kesakitan begitu.

"kau makan seperti orang yang berpuasa selama satu minggu. Sangat rakus dan terlihat tidak anggun. Kalau sikapmu begitu siapa yang mau jadi pacarmu nanti?"

"masa bodoh, yang penting aku kenyang." Jawab heechul dengan sinis. Hahh… dia selalu saja begitu sejak kecil. Ckck aku mulai mengkhawatirkan masa depannya jika sifatnya masih tetap begitu.

"kau tidak pesan sesuatu?" tanya heechul padaku.

"melihatmu makan membuat nafsu makanku hilang seketika." Jawabku dengan mengejek. Heechul langsung saja melempar tisu kearahku. Tapi tidak kena~

"menyebalkan." Heechul pun kembali melanjutkan makannya. Aku hanya memandangi dia makan. Dia terlihat begitu lucu saat sedang makan begini.

"hey, ayo pergi ke taman hiburan dihari sabtu." Ajakku tiba-tiba. Oke, sebenarnya saat mengatakan ini aku tidak terlalu sadar. Spontan saja keluar dari mulutku. Heechul tampak memandangku bingung.

"tidak biasanya kau mengajakku jalan-jalan. Oke, aku mau. Lagian sudah lama sekali kita tidak main ketaman hiburan." Jawabnya langsung. Aku tidak menyangka kalau dia langsung setuju. Yeayy!

"ahhh… bukankah kau sedang sibuk mengurus persiapan olimpiade? Memang kau masih punya waktu?"

Oh sial. Aku melupakan hal itu. Hahh… bagaimana ini?

"tenang saja. bisa ku atur. Kujemput jam 4." Kataku lagi. Masa bodoh dengan persiapan olimpiade.

"baiklah~" heechul pun melanjutkan makannya dengan ditemani kyuhyun yang hanya diam menatap heechul dengan kagum..

~TBC~

Alohaaaaa! Masih adakah yang ingat dengan cerita ini? Nih author bawain chap 7 yang masih rada-rada gak jelas… dan telat pulak u,u

Maafkan atas keterlambatan publish T.T Author lagi dilanda galau karna gak lulus snmptn dan pbud. dan sekarang lagi puyeng mikirin persiapan buat tes sbmptn. Asli deh ngurus masuk kuliah, terutama buat masuk ptn yang di inginkan tuh ribet banget T.T

Selain itu juga author belum selesai baca novel Les Miserables yang dijadiin bahan drama buat klub paduan suara sungmin. Soalnya tebal bukunya aja 602 halaman -_- dan author baru baca 40 halaman doang. Maka jadilah ceritanya sedikit author karang aja deh. Biar cepet huehe~
ah, buat yang nanya ini fanfic bakal sampai chap berapa… author sendiri masih belum tahu. Yang pasti gak sampai lah 20 chap^^ jadi sabar aja ya sampai nih ff tamat kkkkkk~

Semoga chapter ini, bikin kalian cukup puas^^ sebenarnya author agak kecewa dengan review chap 6 yang menurun dari chap sebelumnya. tapi gakpapalah. Resiko karna ceritanya makin lama makin gak jelas, dan terlambat publish juga u_u

dan buat chap depan.. author mungkin bakal telat publish lagi. Soalnya gak lama lagi author harus berangkat buat tes. Dan author bakal agak lama diluar kota dan gak tahu bakal sempat lanjutin ff atau enggak.

Doain author sukses ya pas tes sbmptn nanti ^0^

BIG THANKS FOR

Ita-chan, SSungMine, jiy
riesty137, KyuMin48, kyutmin
dewi. , InnaSMI137, olive1315
nova137, HyukBunnyMing
punyuk monkey, yantiheenim

Akhir kata, LANJUT or NOT? Tell me everything in REVIEW ^_^