Di sebuah ruangan kesehatan sekolah, terlihat seorang namja cantik yang sedang mengobati luka seseorang yang terjatuh saat pelajaran olahraga. Dengan hati-hati ia memberikan pertolongan pertama pada siswa tersebut, kemudian membalut lukanya.
"Nah sudah selesai, sekarang kau bisa lanjutkan aktivitasmu." Jaejoong kemudian membereskan perlengkapan p3knya dan segera mengembalikannya ke dalam rak yang berada di ruang tersebut.
"Terima kasih, Jae." Ucap siswa tersebut yang dibalas dengan senyuman oleh Jaejoong.
"Sama-sama." Jaejoong tersenyum dengan menawannya.
Yah, akibat beberapa peristiwa yang melibatkannya dengan Yunho beberapa minggu lalu, kini Jaejoong telah aktif menjadi anggota pengurus uks seperti yang diinginkannya dulu. Bagaimana dengan phobianya? Ia telah dinyatakan sembuh dari phobianya terhadap darah beberapa minggu yang lalu. Jadi setelah peristiwa mengharukan antara dirinya dan Yunho, Ia ditemani oleh Yunho memeriksakan dirinya ke dokter dan ia positiff telah sembuh dari phobia darahnya. Jaejoong jangan ditanya tentu saja ia sangat senang mengetahui phobianya telah sembuh, namun sayang anemia yang dideritanya masih tetap bersarang ditubuhnya, sehingga ia pun tidak boleh terlalu banyak melakukan aktivitas yang membuatnya lelah, dan setiap pagi tak lupa pula ia mengkonsumsi vitamin penambah darah, Yunho sendiri selalu memperhatikan asupan makan Jaejoong dan tak lupa pula mengingatkan jika Jaejoong lupa meminum vitaminnya.
Jadi bagaimana dengan hubungan Yunho dan Jaejoong ?
Well, mereka kini berstatus sebagai pasangan paling serasi di sekolah mereka. Dan Yunho sangat senang akan hal itu, kini angan-angannya untuk menjadi kekasih Jaejoong terkabul, dan tidak ada lagi insiden Jaejoong yang pingsan saat melihat Yunho yang berdarah. Bicara soal Yunho, ya jangan salah sifat ceroboh ditambah kesialannya masih mengakar pada dirinya, jadi dia tetap mempertahankan prestasinya sebagai pengunjung uks no.1 di sekolahnya. Lagipula ia juga akan sering-sering berada di uks sekolahnya karena ia tidak mau jika Jaejoong harus berada di sana dengan para siswa yang terkadang berpura-pura terluka hanya untuk bisa bertemu dan diobati oleh Malaikat cantik di uks.
Jaejoong kini dikenal sebagai malaikat penyembuh oleh beberapa siswa disekolahnya, tak heran ketika jadwal Jaejoong untuk menjaga uks, pintu uks selalu penuh dengan siswa-siswa dari berbagai kelas yang ingin diobati oleh sang malaikat cantik, banyak juga yang jatuh cinta pada Jaejoong dan menyatakan perasaannya padanya, namun semuanya selalu Jaejoong tolak dengan berkata.
"Maaf, aku sudah punya kekasih."
Seperti itu, sambil senyum merekah yang tak luntur dari wajahnya, sementara itu yang perasaannya ditolak tidak merasa marah atau tersinggung, dan malah merasa senang karena sang malaikat tersenyum padanya.
.
.
Setelah selesai mengobati siswa terakhirnya yang terluka Jaejoong kini duduk sendirian di dalam ruangan uks. Ia sedikit melirik ke arah jam dinding yang terpajang atas pintu uks. Waktu sudah sangat sore dan sebentar lagi bel pulang akan berbunyi. Kemudian ia melirik ke arah pintu uks dan menghela nafas dalam, hari ini sang kekasih belum datang ke uks, padahal seharusnya ia sudah diobati oleh Jaejoong yang entah terkena luka dari mana.
Tak lama kemudian pintu uks berdenyit terbuka, menampilkan sosok yang Jaejoong nantikan kehadirannya, tapi tunggu, ada yang salah dengan kekasihnya ini. OMG ! Yunho yang kini sedang berjalan ke arahnya dengan menggendong seekor kucing berwarna abu-abu yang lucu, seragamnya sudah compang camping kotor di beberapa bagian, rambutnya yang biasanya rapi kini berantakan dan terdapat beberapa helai rambut dan ranting pohon tersangkut diatasnya, dan seperti biasa terdapat luka cakaran dan memar yang ada di tangan, leher serta wajahnya, oh dan jangan lupakan cara Yunho memegangi punggungnya yang sepertinya terdapat memar atau luka juga di dalam sana.
Jaejoong yang kaget dengan kondisi Yunho segera menyuruh Yunho untuk duduk di sampingnya, mengambil kotak p3k dan dengan hati-hati mulai mengobati luka cakaran dan goresan yang ada di lengan, leher dan wajah Yunho.
"Yunnie.. kenapa lagi eoh..? kok bisa seperti ini ?" tanyanya pada Yunho dengan tangan yang masih telaten membersihkan dan mengobati luka Yunho.
"Umm.. akh.. tadi aku melihat dia.." Ucap Yunho sambil menunjuk kucing yang tadi ia bawa. "..sedang terjebak di atas pohon, jadi aku menolongnya turun, tapi ketika ia sudah dalam gendonganku dan aku berusaha turun ia tiba-tiba histeris dan mencakar serta menggigitku boo.."
Jaejoong masih memberikan obat pada beberapa luka Yunho, dan menutupnya dengan plester jika lukannya terlalu dalam. Setelah selesai ia memandanggi seekor kucing dengan warna abu-abu yang tadi Yunho bawa. Kucing itu kini berada diatas meja dan sibuk menjilati bulu-bulunya. Jaejoong menjulurkan tangannya dan mulai membelai kucing tersebut, sang kucing pun menghentikan jilatan pada bulunya dan mulai meliuk-liukkan badannya mendekati tangan Jaejoong sambil mengeong. Jaejoong sedikit tertawa kecil saat memainkan tangannya kepada si kucing. Yunho yang hanya menyaksikan interaksi dua makhluk hidup dihadapannya ini hanya bisa tersenyum karena baginya melihat Jaejoongnya yang tersenyum indah merupakan kebahagiaannya.
"Yunnie... Kucing ini menggemaskan lihatlah dia, ooww.. cute."
Yunho hanya tersenyum sambil berkata didalam hati 'Kau Lebihmenggemaskan boo..' Yunho kemudian ikut menjulurkan tangannya untuk mengikuti Jaejoong membelai si kucing, namun sayangnya kucing tersebut segera menjulurkan cakarnya dan mencakar tangan Yunho.
"Aw.." jerit Yunho kesakitan saat si kucing menancapkan cakar dan mengoyak sedikit tangan Yunho.
"Aku rasa ia tidak suka padamu Yunnie.. hahaha." Jaejoong hanya bisa tertawa menyaksikan saat si kucing dengan kecepatan secepat kilat mecakar tangan Yunho yang terjulur padanya. Ia kemudian dengan segera mengambil kembali obat yang ia masukkan dalam kotak p3k yang masih tergeletak di meja lalu mengobati kembali tangan Yunho yang terkena cakaran si kucing.
"Dia benar-benar kucing yang tak tahu terima kasih, padahal aku tadi dengan susah payah sudah menolongnya."
"Hehehe.. ia sangat lucu, apa boleh aku bawa pulang Yunnie? Aku ingin memeliharanya."
"Bawa saja boo, aku rasa ia tidak ada yang punya." Balas Yunho sambil melihat di sekeliling leher kucing tersebut dan melihat tidak adanya kalung yang melingkar di lehernya.
"Yeii, aku akan memanggilnya Jiji."
Jaejoong kemudian berdiri untuk menyimpan kembali kotak p3knya, belum jauh langkah kakinya melangkah Jeajoong tiba-tiba terhuyung, kaki jenjangnya seakan tak mampu untuk menopang tubuhnya dan akan membuat pantat indahnya mencium lantai uks yang dingin, Jika Yunho yang saat itu sedang mengawasi gerak gerik kekasihnya itu segera menopang tubuhnya.
BRAK
"BOO..!"
Yunho sukses menangkap kekasihnya sebelum tubuh indahnya mencium lantai uks yang dingin dan membenturkan kepalanya.
"Yunnie.." Ucap Jaejoong lemah ketika menyadari tubuhnya telah berada dalam dekapan sang kekasih.
"Kau baik-baik saja kan Boo? Tidak ada yang terluka?" Yunho dengan cemasnya mengecek seluruh tubuh kekasihnya takut jika terbentur sesuatu.
Jaejoong yang merasa sudah lebih baik segera berusaha untuk berdiri tegak dan meyakinkan Yunho bahwa ia baik-baik saja.
"Aku tidak apa-apa, Yunnie.. Cuma sedikit pusing.. Gwaenchana.."
Yunho yang sejak tadi telah memperhatikan wajah sedikit pucat kekasihnya itu yakin jika kekasihnya itu tidak baik-baik saja, pasti dia kecapekan dan belum meminum obat anemianya.
"Kau tidak baik-baik saja, Boo !" Ucap Yunho sambil menyentuh wajah Jaejoong yang memucat.
"Kau pasti belum meminum obat tambah darahmu kan ? lalu apa kau juga belum makan siang dari tadi?"
Jaejoong menikmati setiap sentuhan Yunho pada wajahnya, kekasih beruangnya itu memang selalu berlebihan jika menyangkut tentang dirinya. Tetapi kali ini memang kesalahan ada pada dirinya, karena sejak tadi ia terlalu sibuk mengobati luka siswa siswi yang datang ke uks hingga ia lupa jika dirinya belum memakan bekal makan siangnya dan meminum obatnya. Wajar saja jika kini kondisinya sedikit drop.
"Tadi aku terlalu sibuk mengobati siswa yang datang, jadi lupa makan siang." Ucapnya sambil menatap Yunho dengan tatapan puppy eyesnya.
"Aigoo! Sudah berapa kali Yunnie bilang kalau BooJae harus menjaga kondisi tubuh BooJae eoh?"
Yunho memegang kedua pipi Jaejoong, memposisikan dahinya agar sejajar dengan dahi Jaejoong dan menatap lembut mata doe indah milik BooJaenya.
"Jangan ulangi lagi ne.. ! BooJae boleh menolong yang lain, tapi jangan lupakan kesehatan Boojae sendiri, Arra..!"
"Ne.. Yunnie, Jongie janji gak bakal lupa minum obat dan makan lagi.."
Mereka saling tersenyum manis dengan Yunho yang melepaskan tangannya dari wajah Jaejoong. Yunho kemudian merebahkan Jaejoong di salah satu ranjang pasien uks, mengambil bekal makan siang Jaejoong dalam tasnya, kemudian memdudukkan kembali dirinya disamping Jaejoong.
"Sekarang BooJae makan, lalu minum obat ya.. jja, Yunnie suapi.."
"Aku bisa sendiri Yunnie.."
Jaejoong mencoba untuk mengambil alih bekalnya yang sudah ditangan Yunho dengan sendok berisi nasi yang diarahkan ke bibir cheri Jaejoong.
"Sudah, BooJae diam saja ya.. biar Yunnie yang suapi. Jja makan.."
Jaejoong tak punya pilihan lain untuk menolak keinginan Yunnie bearnya. Wajahnya pun bersemu kemerahan karena terpesona oleh perhatian Yunho. Dengan perlahan Jaejoong membuka mulutnya dan memasukkan sendok yang berisi makanan itu ke mulutnya.
Hup
"Ahng..."
Jaejoong sedikit tersedak karena Yunho tak sengaja memasukkan sendok terlalu dalam masuk ke dalam mulut Jaejoong.
"Yunnie hati 'nyam' hati donk kalau nyuapinnya...'nyam'"
"Mian BooJae tadi Yunnie tergesa-gesa nyuapinnya..." Yunho kemudian mengambil kembali makanan yang ada di kotak bekal dan kembali memasukkannya ke dalam mulut Jajoong. Tapi entah Jaejoong yang ngemut sendoknya kekencengan, atau bibir sexy nya yang menempel pada sendok dengan sensual, hingga jantung Yunho berdetak lebih cepat dan pikiran-pikiran aneh pun terlintas dalam otaknya.
Glup
Yunho menelan ludahnya agak kasar ketika melihat Jaejoong yang menjilat sisa makanan pada sendok. Dan tiba-tiba ia menampilkan smirk yadongnya . ia lalu meletakkan bekal Jaejoong di meja. Jaejoong yang tiba-tiba melihat Yunho berhenti menyuapinya dan meletakkan bekalnya di meja, membuatnya bertanya tanya apa yang terjadi dengan Yunhonya.
"Yunnie kenapa kok berheenti nyuapin Joongie..?"
"..." tanpa suara Yunho masih setia memandangi wajah Jaejoong yang kini terlihat imut dimatanya. Tatapannya turun dari mata hitam besar Jaejoong lalu terhenti pada bibir merah merekah semerah ceri. Tetap memandangnya lekat bibir yang kini agak sedikit terbuka karena Jaejoong masih heran melihat kelakuan Yunnienya itu.
'Damn! Aku ingin mencicipi bibir merah itu, apakah rasanya manis seperti buah ceri?'
Yunho terus memperhatikan Jaejoong lebih tepatnya bibirnya dengan pikiran yadong yang terus berputar di otaknya.
"Yunnie gak mau ya nyuapin Joongie? Kan udah aku bilang kalau Joongie bisa kok makan sendiri. Yunnie sih me..."
Braaaaaaaaaaak
Secara tiba-tiba Yunho mendorong tubuh Jaejoong hingga terjatuh ke ranjang tempat jaejoong duduk mengistirahatkan dirinya. Yunho lalu menindih tubuh Jaejoong dengan tubuhnya dan perlahan mendekatkan wajahnya kearah wajah Jaejoong.
"Yu..Yuunnie.. apa yang...?"
"Boo.." Yunho memanggil nama Jaejoong dengan nada berat dan mendesah sambil matanya yang terus melihat kearah bibir merekah Jaejoong.
"Yun.." Jaejoong yang telah mengerti apa yang terjadi dengan Yunho, kemudian memejamkan matanya perlahan sambil sedikit mendekat ke wajah Yunho.
Yunho tak mensia-siakan respon kekasihnya , ia segera menempelkan bibir tipisnya ke bibir merah merekah Jaejoong. Bibirnya perlahan bergerak lincah di atas bibir Jaejoong, Yunho dengan perlahan menjilat bibir ceri yang tadi membuatnya penasaran akan rasanya.
Seakan tak puas hanya menjilat bibir Jaejoong, ia lalu mengulum bibir bawah dan atas Jaejoong dengan bergantian. Tak disangka pula oleh Yunho, Jaejoong juga melakukan hal yang sama pada bibir tipis Yunho.
"AHHMMNN...NNGHHH..."
Merasakan lampu hijau dari kekasihnya, ia mulai menggigit bibir bawah Jaejoong hingga mengakibatkan ia mendesah dan bibirnya terbuka, membuka akses bagi Yunho untuk mengeksplor bagian dalam mulut Jaejoong. Mengecek semua penghuni yang ada di dalamnya.
"MHMMMPCKCKCPK..HNGMMNCNGKPCK..."
Jaejoong kian mendesah nikmat ketika lidah Yunho mulai mengajak lidahnya untuk menari bersama. Tangan Yunho pun tak tinggal diam, ia mulai meraba-raba dada berisi Jaejoong, mencari sesuatu yang menonjol dibalik seragam sekolahnya yang sudah terbuka sebagian kancingnya karena ulah Yunho. Tangan satunya mulai meraba bagian bawah Jaejoong yang mulai sedikit menonjol. Membuka resleting celannya dan perlahan memasukkan tangannya kedalam celana Jaejoong mencari sesuatu yang sudah mengeras dan perlahan mengurutnya hingga menghasilkan desahan nikmat dari sang pemilik.
"NGHN.. MMHHHMMPCCKKK...NNGHN..."
Seakan tuli akan desahan Jaejoong , Yunho mulai mengocok dengan keras burung kecil Jongie, hingga yang punya melepaskan tautan bibir mereka ketika sesuatu yang hangat akan keluar dari lubang kecil itu.
"NGGHHHNNN.. Yuunnnnnhh...Ada yang mau keluar...NNGGGHHH..."
Yunho makin mempercepat kocokannya hingga kekasihnya itu mendesah keras.
"AAAHHHHHHHH..."
"HOSH..HOSH..HOSSHH..Yunnie~"
Jaejoong mengambil nafas dengan ngos ngosan, tenaganya habis seolah anemia nya kembali. Mata sayunya menatap Yunho yang kini mulai kembali mendekatkan wajahnya ke arah wajah Jaejoong.
"Boo~.. boleh aku melakukannya..?" tanya Yunho pada Jaejoong dengan sedikit mendesah dan menggesekkan Juniornya yang sudah membesar dan masih terbalut celana dengan Junior Jaejoong yang masih terkulai lemas akibat orgasme yang baru saja dialaminya.
"Ngghhhhh~... Yuuunnhh.." Jaejoong tak kuasa menahan desahannya atas kelakuan yunho. Kemudian menganggukkan kepalanya sambil menunduk malu.
Yunho dengan perlahan menarik celana Jaejoong yang masih tersisa pada setengah kakinya. Kemudian sambil kembali meraup bibir Jaejoong, jari jari lincah Jaejoong mulai mengelus pelan rectum Jaejoong yang mulai berkedut. Dengan pelan ia mulai memasukkan satu jarinya.
Jaejoong mendesah ketika satu jari Yunho mulai memasuki rectumnya, dan mulai mengin out kan jarinya tersebut.
"ANGHHNNN..Yunnhh.."
Yunho kemudian menambah jari yang memasuki rectum Jaejoong. Hingga kini tiga jari Yunho sukses mengobrak abrik rektum Jaejoong.
"AKKKHHHHHHH... Sakit Yunn.." Jaejoong menggeliatkan badannya ke kanan dan ke kiri, dan tangannya berusaha untuk melepaskan tautan jari Yunho dengan rectum nya.
"Tenang Boo, sebentar lagi tidak akan sakit.." Yunho kemudian menciumi dada Jaejoong dengan jari yang masih mencari titik ternikmat dalam rektum Jaejoong.
"AAAAAHHHHHHHHHHH~..Yunh.. di sana.. enak..."
Jaejoong mendesah nikmat ketika jari Yunho menemukan titik ternikmat itu dan menyodoknya dengan bringas.
"AHH...AHH..AH... " Desahan Jaejoong semakin menggila ketika Yunho mempercepat sodokannya dalam rektum Jaejoong ditambah bibirnya yang masih mengigit, menghisab dan menjilat nipple Jaejoong yang mengeras.
Yunho yang tak tahan melihat wajah keenakan sang kekasih serta desahan kenikmatan yang dikeluarkannya. Perlahan membuka celannya dan mengeluarkan Juniornya yang sejak tadi sudah mengeras dan mengeluarkan sedikit pre cum di ujungnya.
Yunho kemudian mengeluarkan jarinya dan memposisikan Juniornya di depan rektum Jaejoong yang telah memerah akibat sodokan Yunho
Jaejoong yang merasa apa yang membuatnya nikmat menghilang, memandang Yunho dengan mata sayunya serta tatapan jika ia masih menginginkannya.
"Yunnhh~"
"Boo~.. aku masukkan ne..!" ucap yunho yang mulai menyentuhkan ujung juniornya dengan mulut rektum Jaejoong.
"Ne.. Tapi pelan-pelan ne Yunnie.."
"Pasti.. tahan ne.." ucap Yunho yang mulai melebarkan kaki Jaejoong dan mengkalungkan tangan Jaejoong pada lehernya.
Yunho pun bersiap memasukkan juniornya yang mengeras, hingga tiba-tiba..
BRAAAKKKK...!
"JOOONNNGGGIIIEEE...! AYO PULANG.."
Suara seperti bebek tiba-tiba terdengar dengan pintu yang terbuka dengan kasar. Dilanjutkan dengan suara cempreng yang menggema mengikuti suara bebek tersbut.
"YUNNHOOO HYUUNNGG.. ayoo pulang.."
Yoochun yang berdiri diantara Junsu dan Changmin segera menyadari apa yang terjadi di dalamnya dengan segera menutup mata Junsu dan Changmin.
"YAK.. YUN.. BISA TIDAK KAU MENGUNCI PINTU JIKA INGIN MELAKUKAN 'ITU'"
"YAK! SEHARUSNYA AKU YANG BERTERIAK KENAPA KALIAN MENDOBRAK PINTU SEPERTI ITU.. TAK TAHU SITUASI.."
"AISHH, terserah kaulah, cepatlah pakai celanamu dan Jaejoong.."
"CK.. Pengganggu.."
Yunho kemudian memakai kembali celananya, sesekali mendesah melihat juniornya yang masih membesar karena belum terpuaskan. Beda lagi dengan Jaejoong yang sejak mendengar suara Junsu, sudah menyembunyikan dirinya di dalam selimut, sambil perlahan memakai kembali celana serta kemejanya yang sudah awut-awutan.
Yoochun dengan perlahan melepaskan tangannya pada wajah Junsu dan Changmin, kemudian mendudukkan dirinya dalam uks. Diikuti oleh Junsu dan Changmin.
"Kenapa sih hyung mataku pake ditutup segala, aku kan juga pingin lihat Joongie dan Yunho hyung make out.." Protes Changmin.
PLAKK
Yoochun langsung memukul kepala Changmin, yang mulai berbicara ngawur.
"Kau masih dibawah umur Changmin-ah.."
Junsu masih tak berkomentar dan menatap Jaejoong yang wajahnya memerah dengan bibir bengkak, serta bercak merah yang sedikit terlihat di leher mulusnya.
"Joongie..." Ucap Junsu..
"Kamu..."
Jaejoong berdebar menunggu akhir dari ucapan Junsu.
"Sakit..?"
GUBBRRRAAKKK
Jaejoong dan yang lain sudah was-was menanti pertanyaan Junsu, melotot heran dengan orang didepannya tersebut. Aigoo.. Junsu terlalu polos ne..
"Ti..ti..dak kok Su-ie.." Jawab Jaejoong sambil sedikit melirik Yunho yang memanyunkan bibirnya. Ternyata Yunhonya masih kesal dengan kelakuan para sahabatnya itu.. ia pun tersenyum manis. Kemudian menggendong Jiji dan mendekati Yunho yang berdiri di pojok ruangan. Ia kemudian mendekatkan tubuhnya dan berbisik di telinga Yunho.
"Kita lanjutkan di rumah Joongie ne.. 3" kemudian mencium lembut pipi Yunho. Dan tiba-tiba..
CRASSSHHH
"AAAAKKKHHHHHH..."
"YUNNIEEE..."/ "YUNHO"/ "YUNHO HYUNG"
Jaejoong, Junsu, Yoochun dan Changmin berteriak ketika melihat Jiji dengan sadisnya mencakar hidung Yunho hingga berdarah. Jiji lalu melepaskan diri dari pelukan Jaejoong dan dengan santai nya melenggangkan kakinya pergi dari ruang uks meninggalkan keempat orang yang sibuk membantu Yunho mengobati lukanya.
Hahhh.. hidup yang menyenangkan sekaligus mendebarkan.. :D
~FIN~
See You In the next YunJae story... ^_^
Thanks to:
Semua yang telah membaca, mendukung, memberi vote, dan mereview karya ff pertama dari Swag_25 dengan cerita YunJae Series ini..
Serta para pembaca yang baru membaca karya ini di kedepannya...
Jangan lewatkan karya Swag_25 selanjutnya..
Annyeong.. ^_^
