LOVE

Chapter 7

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan YME yang menciptakan mereka.

Yunho appa mutlak milik Jaejoong umma, begitupun sebaliknya Jaejoong umma mutlak milik Yunho appa, dipasangkan berdasarkan FAKTA..Tetapi saya berharap Cho Kyuhyun menjadi milik saya.

Cast : Yunjae, Wonsu, Changkyu, Chunjae... etc

Rate: T-M

Warning: Mengandung unsur yaoi, BL,man x man, boy x boy,namja x namja, etc... yang gak suka Yunjae and yaoi jangan baca. Jika anda muntah-muntah setelah membaca fic ini itu diluar tanggung jawab saya sebagai author..

Summary : lanjutkan membaca dan simpulkan sendiri.. ;) saya tidak pandai dalam hal ini..

Ini Vampfic, klo gak suka Vampfic jangan baca.. tidak mengandung adegan action karena genrenya romance..jangan berharap terlalu banyak sama rating M-nya.. saya masih belajar karena tangan saya juga gemetaran.. maklum saya masih polos,tetapi tetap berusaha mencoba. Karenanya mian jika hasilnya gak terlalu memuaskan... ^,^? #;#!

RnR please.../^O^\/

xxxxx

"Yunnie.." Panggilnya pelan namun ia tahu Yunho tak mendengarnya, namja itu sudah meninggalkannya dan bertemu Changmin

"Saranghae..."

.

.

Setelah kejadian hari itu dimana Yunho hampir kelepasan hendak menyetubuhi Jaejoong,hubungannya dan namja cantik itu sedikit renggang. Yunho selalu menghindar jika Jaejoong berada dekat dengannya. Hal itu tak urung membuat Jaejong merasa kecewa, ia bahkan tak pernah melihat Yunho tersenyum lagi padanya sejak kejadian 3 hari bahkan tak lagi mengajaknya berbicara, hanya Junsu sebagai penghubung diantara keduannya. Ia kecewa merasa marah pada sikap Yunho yang seolah membuatnya menjadi pihak yang bersalah, membuatnya tak bisa berkonsentrasi saat belajar dan membuat Junsu dan Kyuhyun geram dengan sikapnya.

.

.

Hari ini setelah proses mengajar Jaejoong yang tidak seperti biasanya. Junsu menemui Yunho di ruangannya berencana membahas masalah di antara Jaejoong dan Yunho. Tanpa mengetuk pintu namja itu masuk dan langsung berhadapan dengan Yunho yang tengah berbaring di ranjangnya menerawang dengan pandangan menyiratkan hal itu Junsu menghela nafasnya panjang ia dapat menyimpulkan bahwa namja di hadapannya kini juga sama dengan Jaejoong.

"Hyung" panggilnya pelan sembari melangkah ke arah ranjang Yunho

"Nde, ada apa Junsuya?" Yunho yang dipanggil segera memandang ke arah Junsu

"Ada yang ingin ku bicarakan, bisakah?" Tanyanya terdiam sejenak kemudian mengangguk. Melihat itu Junsu segera duduk di samping ranjang Yunho dengan wajahnya menghadap ke arah namja itu

"Apa yang hyung pikirkan?" Mulainya

"Ani" Yunho tersenyum singkat padanya yang membuat namja manis itu mendengus pelan

"Ada apa?" Yunho kini balik bertanya

"Hyung,jika hyung punya masalah dengan Jaejoong maka bosan melihat wajah murungnya,setiap aku mengajar ia selalu melamun, kutanya tak dan Kyuhyun seperti orang bodoh hyung menghadapinya.." Ujar Junsu mengeluarkan pikirannya

"Hmm.." Yang hanya dibalas gumanan pendek dari Yunho itu

"Hyung, kau mendengarkan aku atau tidak sih?" Tanyanya kesal melihat respon Yunho

"Ne aku mendengarmu Junsuya.." Jawab yunho yang membuat Junsu tersenyum

"Masalah apa? kulihat akhir-akhir ini hyung jarang keluar kamar, hyung seperti mengindarinya. Dan lagi keadaan hyung sendiri tak jauh berbeda dengannya, selalu melamun" Tanyanya lagi mencoba mencari tahu. Yunho hanya menghela nafasnya panjang tidak menjawab satupun pertanyaan Junsu

"Ck.. arraseo selesaikan masalah kalian baik baik. Jaejoong itu masih muda hyung masih labil, jangan terlalu membuatnya tertekan,kalian terbiasa bersama hyung menghindarinya seperti ini dia pasti merasa kesepian dan akhirnya menjadi seperti sekarang" Nasihat Junsu

"Nde... segeralah keluar kau menggangguku.." Usir Yunho. Melihat itu Junsu berdecak pelan kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar pribadi hyungnya itu

"Ckk.. ingat segeralah berdamai.. jangan kekanakan "Ujarnya sebelum menutup pintu kamar itu

.

.

"Hufft, Yunho hyung menyebalkan" Gerutu Junsu sesaat setelah ia keluar dari kamar Yunho

"Ada apa baby?" Tanya Siwon pelan. Pasalnya dia baru tiba hendak menjemput Junsu setelah namja itu selesai mengajar dan langsung disambut dengan gerutuan kekasih manisnya.

"Yunho hyung dan Jaejoong sepertinya sedang punya masalah, kerjanya selalu melamun dan sikapnya semakin menjengkelkan." Jawab Junsu, Siwon mengerit bingung
"Siapa? Jaejoong atau Yunho hyung ?" Tanyanya

"Keduanya sama saja." Siwon tersenyum melihat ekspresi menggemaskan kekasihnya

"Yunho hyung hanya belum sadar akan perasaannya,lagipula keadaan seperti ini pasti sulit untuknya.." Ujarnya ambigu

"Perasaan apa?Keadaan apa?" Tanya Junsu

"Ani.. ini urusan kami." Junsu berdecak pelan saat Siwon menunjukan senyum manisnya.

"Ok. Bicaralah pada Yunho hyung, dia pasti mendengarmu.. kau kan orang kepercayaannya.." Ujarnya dengan pout di bibirnya. Siwon tersenyum

Cup

"Kau sangat manis baby." Godanya. Junsu mengembungkan pipinya sekilas

"Kemana saja selama ini sehingga baru menyadarinya. Kim Junsu memang manis.." Ujarnya bangga Siwon hanya tersenyum menanggapi sikap narsis kekasihnya

"Nde.. saranghae." Dan Junsu tersenyum mendengar pernyataan cinta yang selalu didengarnya.

Cup

"Nado.."

.

.

Malam menjelang, terlihat seorang namja tampan sedang memasuki sebuah kamar dan menatap sesosok makhluk yang tengah berbaring tenang di ranjangnya.

"Mianhae Jae..maafkan atas sikapku" Ujar Yunho pelan,takut membangunkan sosok namja yang tengah tertidur itu. Ia menatap wajah pulas jaejoong lama,Yunho kemudian mengecup kening namja itu dan keluar dari kamar Jaejoong.

Setelah pembicaraannya dengan Junsu tadi Yunho mulai merasa bersalah, bagaimanapun juga Jaejoong tidak bisa disalahkan dalam hal hanya bingung akan perasaannya pada namja cantik di hadapannya itu mengingat perbedaan usia mereka yang cukup jauh.

.

.

"Apa susahnya bilang suka. Jangan menyiksa perasaanmu sendiri hyung." Ujar Siwon langsung sesaat setelah Yunho keluar dari kamar Jaejoong. Yunho menghela nafasnya pelan ia tahu Siwon pasti mngetahui kebingungannya

"Entahlah, aku ingin dia bahagia dengan seseorang yang pantas dengannya." Yunho mengacak pelan rambutnya

"Apakah menurut hyung dia akan bahagia dengan orang lain?" Kyuhyun ikut menimpali percakapan dua namja di hadapannya kini.

"Aku tak tahu.."

"Dari awal aku penasaran kenapa hyung repot repot mau merawatnya setelah ibunya meninggal, tapi sekarang aku yakin hyung menyimpan perasaan khusus padanya." Siwon terdiam sejenak melihat respon yang diberikan Yunho

"Pertanyaannya kini adalah hyung mencintainya sebagai Jaejoong atau Youngwoong?" Lanjut Kyuhyun

DEG

"Kyuniee.."

"Pikirkan kata-kataku hyung,aku tak ingin melihat kalian berdua tersiksa." Ujar Siwon. Yunho terdiam

"Kadang aku berpikir akan sangat mudah jika aku seorang manusia biasa atau Jaejoong seorang vampire. Kau tahu seandainya aku mencintainya pun akan sangat sulit bagi kami untuk bersama di kehidupan seperti ini" Ujar Yunho pelan. Kyuhyun tersenyum

" Hidup akan menjadi sulit jika hyung sendiri yang mempersulitnya. Take it easy. Apa hyung lupa jika Minnie juga seorang manusia. Hubungan kami sudah berjalan selama lima tahun hyung. Dan selama ini kami baik-baik saja. Berhenti mempersulit keadaan dan jalani saja semuanya." Nasehat Kyuhyun.

Yunho terdiam sejenak kemudia tersenyum pada dua dongsaengnya

" Arraseo, berikan aku waktu untuk berpikir." Dan kedua dongsaegnya tersenyum penuh arti melihat Yunho kembali masuk kedalam kamar Jaejoong. Ya Yunho memutuskan menemani Jaejoong tidur.

.

.

Malam masih panjang saat Jaejoong menggeliat resah, merasa sesak dan sedikit kepanasan. Perlahan ia mencoba membuka matanya dan disambut dengan cahaya remang-remang yang berasal dari lampu tidurnya. Ia mencoba bergerak namun langsung terdiam saat menyadari bahwa wajahnya berhadapan dengan dada bidang seseorang. Dan Jaejoong tersenyum begitu menyadari bahwa Yunho sedang memeluknya,ia mengenal namja itu dari aroma tubuhnya. Meski pelukan namja itu sedikit dingin namun ia menyukainya. Ia mengangkat kepalanya hendak melihat wajah Yunho, memastikan bahwa ia tidak bermimpi mengingat hubungannya dengan namja tampan itu sedikit memburuk akhir-akhir ini.

"Wae.. kenapa terbangun?" Yunho akhirnya bersuara saat matanya bertatapan dengan Jaejoong. Jaejoong tersenyum kecil kemudian kembali memeluk Yunho erat

"Jangan mengacuhkanku lagi.." Bisiknya tersenyum kemudian kembali mengeratkan pelukannya pada tubuh Jaejoong

"Mianhae ne.." Jaejoong tersenyum dan mengangguk dalam pelukan Yunho...

.

.

"Junsu hyung, bagaimana pendapat hyung tentang tuxedo ini." Tanya Jaejoong sembari memamerkan sebuah tuxedo berwarna putih gading pada Junsu. Malam ini adalah malam yang sangat ditunggu Jaejoong karena ini pertama kalinya Yunho mengajaknya keluar ke acara resmi perusahaan milik namja itu. Hari ini perusahaan milik namja itu merayakan ulang tahun perusahaan yang ke-12 dan Yunho mengajak Jaejoong menemaninya.

"Bagus Joongie. Kau akan memakainya malam ini?" Tanya junsu

"Ne hyung, ini dipilihkan Yunnie.." Jawab Jaejoong masih dengan senyum tergelak

"Kau sangat menyayaginya nde?" Tanyanya

"Ya aku sangat menyayanginya.," Jawab Jaejoong dengan senyum pahitnya

'aku mencintainya hyung'

.

.

" Yunnie apakah disana ramai?" Tanya Jaejoong saat dirinya dan Yunho sedang dalam perjalanan.

"Ne.. Joongie bisa berteman dengan banyak anak-anak seumuran Joongie nanti.." Jawab Yunho kemudian mengelus pelan helaian rambut jaejoong. Namja cantik itu tengah bersandar di bahunya. Dengan tuxedo putih gading yang dipilih olehnya membuat Jaejoong terlihat berkali lipat lebih cantik..

"Jeongmal?" Matanya berbinar senang menatap Yunho

"Hm,, tentu saja.." Jawab Yunho tersenyum

.

.

Suasana megah langsung menyapa Jaejoong saat namja cantik itu menapaki ruangan tempat dilangsungkan pesta ulang tahun perusahaan itu. Terlihat banyak sekali orang-orang penting yang hanya pernah dilihatnya di televisi hadir. Saat mereka memasuki ruangan itu semua mata memandang ke arah Yunho sebagai pemilik perusahaan. Jaejoong pun mendapatkan perlakuan istimewa karena datang menemani mengenalkannya kepada beberpa rekan bisnis maupun tamu undangan. Di saat yang sama Jaejoong melihat sosok yang tak asing lagi itu baru saja memasuki ballroom tempat acara bersama seorang pemuda yang sepertinya berusia beberapa tahun di atasnya.

"Leeteuk ahjussi?" Panggil Jaejoong pelan saat sosok itu bersalaman dengan Yunho. Sosok namja paruh baya yang disapa segera mengalihkan pandangannya pada namja di samping Yunho. Ia memicingkan matanya hendak melihat dengan jelas sosok namja muda yang baru saja memnggil namanya

"Joongie.?" Tanyanya ragu, namja di hadapannya ini terliha lebih menawan

"Ne ahjussi ini Joongie.." Jaejoong tersenyum manis dan langsung memeluk Leeteuk.

"Omo.. joongie sudah besar ne.. Joongie bersama siapa?"Tanyanya sembari mengelus punggung namja yang sudah dianggapnya anak sendiri. Mengacuhkan tatapan kebingungan pemilik pesta dan seorang namja muda di sampingnya.

.

.

.

'"Jadi dia Yunho ne?" Tanya Leeteuk setelah berhasil membawa Jaejoong duduk di tempat yang lumayan sepi. Ia ingin berbicara berdua dengan namja itu, menanyakan banyak hal terkait kehidupan namja menawan di hadapannya kini.

"Ne ahjussi.." Jawab Jaejoong sembari tersenyum manis, melihat senum Jaejoong Leeteuk pun ikut pasti memperlakukan Jaejoong dengan baik sehingga Jaejoong terlihat sangat bahagia.

"Dia kelihatan baik" Ujarnya melanjutkan pembicaraan

"Dia memang baik ahjussi.." Dan Jaejoong kembali tersenyum manis. Pembicaraan mereka terus berlanjut sampai seorang namja datang menghampiri mereka...

"Appa, apakah kau tak ingin mengenalkannya padaku?."

"ck, dasar penggangu,Kenalkan Joongie. Ini Park Yoochun putra ahjussi.." Yoochun tersenyum manis menatap namja yang juga tengah menatap ke arahnya masih dengan senyum yang sama.

"Annyeong Yoochun hyung." Jaejoong sedikit menundukan kepalanya membuat gesture hormat pada namja di hadapannya kini, Yoochun tersenyum.

"Nee.. anyeong.." Leeteuk yang melihat interaksi antara kedua putranya memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.

"Ahjussi tinggal dulu ne.. "

"Ne appa.." jawab Yoochun yang disetujui Jaejoong. Setelah Leeteuk pergi Yoochun membuka pembicaraan diantara mereka.

" Jadi Yunho-ssi itu ayahmu?"

"Hm.. dia sudah kuanggap seperti ayahku sendiri.." Jawab Jaejoong sembari tersenyum getir, senyum yang tak bisa dibaca oleh Yoochun

"Appa banyak berceritera tentangmu,appa bilang kamu anak yang manis. Aku jadi ingin bertemu, syukurlah saat ini kita bertemu aku jadi tahu bahwa kau memang anak yang manis.." Jaejoong tersenyum, ia tahu Yoochun tengah berusaha untuk dekat dengannya.

"Hm..Leeteuk ahjussi pernah mengatakan bahwa anaknya berada di amerika..Jadi kapan Yoochun hyung kembali ke korea?"

" Baru sebulan hyung disini, kau tahu terkadang rasanya tak nyaman hidup sendirian di negeri orang.. " dan pembicaraan mereka pun berlanjut.

.

.

.

.

"Mereka cocok nde?" Yunho menolehkan kepalanya saat mendengar seseorang berbicara di sampingnya, ia mengerutkan alisnya bingung.

"Hmm..?"

"Yoochun dan Jaejoong.. kurasa mereka cocok.," Ujar Leeteuk mencoba membuat Yunho mengerti, melihat raut paham Yunho ia kemudian melanjutkan ucapannya.

"Joongie sangat manis, tetapi dibalik itu dia namja yang kuat.. aku bahkan masih ingat bagaimana terpukulnya dia ketika ditinggalkan eommanya." Dan Yunho merasa tertarik untuk mendengarkan.

" Sore itu kami berkunjung ke makam ibunya, aku meninggalkannya sendirian karena kurasa ia butuh privasi, tetapi ternyata saat aku kembali setelah membeli minuman aku kehilangan dia. Aku merasa bersalah tidak dapat menepati janjiku pada mendiang ibunya untuk menjaganya, saat itu aku seperti orang gila mencarinya, ia telah menjadi tanggung jawabku." Leeteuk tersenyum mengingat kenangan itu dan Yunho mengerutkan alisnya heran. Namja di depannya seperti sangat mengenal Jaejoong.

"Namun beberapa minggu kemudian kami bertemu lagi di salah satu pusat perbelanjaan, saat itu ia meminta maaf dan mengatakan bahwa ia tak bisa pulang bersamaku karena ia ingin membalas budi seseorang. Seseorang yang telah melunaskan biaya perwatan dan operasi ibunya. aku mencoba memahaminya dan membiarkannya dengan keputusannya, aku bukan siapa siapa dan tidak punya hak untuk melarangnya.. aku hanya bisa berharap yang terbaik baginya.." dan Yunho telah mengerti apa yang telah terjadi.

" Terima kasih karena telah menjaganya selama ini.. Joongie bilang Yunho-ssi sangat baik padanya, aku merasa senang karena ternyata keputusannya tidak salah.." Leeteuk tersenyum padanya.

"Sekali lagi terima kasih.."

" Hmm.. aku senang jika Jaejoong juga senang.." Jawabnya sembari melihat ke arah namja cantik yang tengah tertawa renyah bersama namja yang diketahuinya sebagai putra Leeteuk.

.

.

.

.

.

"Yunho-ssi bisakah kita bicara? " Yunho kembali mengerutkan keningnya, setelah leeteuk pergi kini putranya datang kepadanya.

"Ya tentu saja." Jawabnya seraya mempersilahkan yoochun duduk di sampingnya.

"Aku rasa aku menyukainya.." Ujar Yoochun langsung, ia tahu bahwa Yunho memahami maksudnya.

Deg

"Hmm..kenapa mengatakannya kepadaku?" Tanyanya sembari mencoba tersenyum.

"Jaejoong bilang Yunho-ssi sudah dianggap seperti ayahnya sendiri, jadi sebelum mengatakan hal ini padanya aku meminta ijin Yunho-ssi dulu.." Ujar Yoochun tetap tersenyum

'Ayah yaa?' Yunho tersenyum kecut

"Apakah kau akan menjaganya dengan baik?" Tanya Yunho pelan, inilah yang terbaik baginya, membiarkan Jaejoong bersama seseorang yang dapa membuatnya bahagia.

"Tentu saja." Yoochun tersenyum meyakinkan

"Tak akan menyakitinya?"

"Ya"

"Baiklah, kau boleh mendekatinya.." Putusnya tanpa menyadari seorang namja cantik yang tengah menatap pedih ke arahnya.

.

.

.

"Apa maksudmu?" Yunho membalikan tubuhnya kaget mendengar suara seseorang yang familiar di telinganya, seseorang yang telah menemaninya selama lima tahun ini.

"Apa?.." Tanya Yoochun pelan saat menyadari tatapan kecewa Jaejoong pada namja di depannya. Jaejoong tersenyum padanya, senyumnya terlihat kecut.

" Aku pergi.." dan Jaejoong segera meninggalkan namja di depannya yang tengah menatapnya nanar. Saat Jaejoong pergi Yoochun hendak mengejarnya namun tangannya ditahan oleh Yunho.

"Maaf Yoochun-ssi, ini masalah antara kami. Untuk saat ini tolong jangan dekati dia dulu.."

"Kenapa?" tanya Yoochun bingung

" Maaf.." Yunho segera keluar mengejar Jaejoong...

.

.

.

"Jae..." Panggil Yunho saat melihat Jaejoong menuju tempat mobil terparkir. Ia segera mengejar namja itu saat ia melihat Jaejoong mempercepat langkahnya menjauhi dirinya.

" Tunggu Jae.." Jaejoong terkejut saat mendapati Yunho yang telah berada di depannya. Ia segera menghindar dan masuk kedalam mobil dan membuat sopir yang tengah menunggui mereka terkaget karena ulahnya. Yunho mengehela nafasnya kasar. Ia menyuruh sopir itu keluar dan ia mengambil alih kemudi sebelum Jaejoong hendak pergi. Ia mengunci mobil dari dalam dan menatap Jaejoong. Namun namja cantik itu menghindari tatapannya. Keheningan menyeliputi mobil itu lama sampai Jaejoong membuka suaranya.

"Kenapa hyung mengijinkan Yoochun hyung melamarku? " Tanyanya pelan
"Jae.." Yunho menghela nafasnya pelan melihat Jaejoong yang terlihat sangat rapuh. Pundaknya bergetar menahan tangis.

"Bukankah kau menyukainya? Beberapa orang bilang kalian terlihat cocok bersama,lagipula dia bisa membahagiakanmu Jae.." Jawab Yunho dengan pelan juga.

" Jadi menurutmu aku bahagia bersamanya?" Tanya Jaejoong langsung menatapnya tajam.

"Jae..." Yunho merasa sakit hati melihat namja cantik di hadapannya mulai mengeluarkan air matanya dengan mata masih menatap tajam ke arahnya.

"JAWAB AKU BRENGSEK, APA MENURUTMU AKU BAHAGIA BERSAMANYA..." Jaejoong mengeluarkan emosinya bersamaan dengan semakin deras air mata yang keluar dari mata indahnya.

Plak

"Aku tak pernah mengajarimu berkata kasar Jae.." Jaejoong tersenyum kecut kemudian terkekeh pelan

" Kau selalu seperti ini, kau tak pernah mengerti perasaanku..aku membencimu JUNG YUN HO.."

Deg

Yunho merasakan sakit di hatinya

" Jawab aku Yunnie,apa kau mencintaiku?"

"Kita berbeda Jae.. bisakah kau mengerti, aku hanya ingin yang terbaik bagimu.." Ujarnya mencoba membuat namja dihadapannya mengerti

"Kenapa? Apa karena kau seorang Vampire? " Jaejoong menatap matanya

Deg

"Jae.."

"Apa karena kau seorang Vampire? Jawab aku Jung Yunho.." Jaejoong terenyum kecut melihat reaksi Yunho

"Jadi benar ya? Hanya karena kau seorang Vampire.. bukankah Kyuhyun hyung juga seorang Vampire tapi dia baik-baik saja dengan Changmin hyung." Jaejoong menarik nafasnya panjang. Yunho tersenyum.

"Apa alasanmu tidak ingin menjalin hubungan denganku, karena aku masih kecil?, aku sudah dewasa Yunnie-ya. Aku bahkkan sudah mengenal cinta saat kau membawaku bersamamu.." Yunho kini tahu apa yang harus dilakukannya, ia tak akan ragu lagi dengan perasaannya.

"Jae dengarkan.." Yunho memegang bahu Jaejoong dan membawa wajahnya menatap ke arahnya.
"Ani kaulah yang seharusnya mendengarkan.." Jaejoong menggelengkan kepalanya masih dengan kekehan kecil yang terdengar memilukan

" Dari awal aku sudah tahu, aku melihatmu menghisap darah wanita itu di pertemuan pertama kita.. dari awal mencintaimu aku pikir aku bisa bertahan dengan sikapmu. Kau selalu menutupi banyak hal dariku. Kenapa kau tak katakan saja jika kau seorang Vampire? Aku bisa mengerti. Mengapa setelah 5 tahun bersama kau tak bisa mempercayaiku? Apa aku tak penting bagimu huh?.." Jaejoong kembali mengoceh dengan air mata mengalir deras

"Jae.." Jaejoong terus melanjutkan ocehannya tanpa mempedulikan Yunho yang menatapnya nanar..

"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan salah satunya tentang Youngwoong, siapa dia dan apa hubungan kalian? Kenapa Siwon hyung menyamakannya denganku? Apa kau mengambilku dan memeliharaku karena kami mirip? Apa memang tak ada sedikitpun perasaanmu untukku sebagai Kim Jaejoong?" Jaejoong menarik nafasnya pelan dan menatap Yunho. Ia mengarahkan jarinya untuk menggapai wajah Yunho dan mengelus pipi Yunho pelan

"Kejadian waktu itu, apakah kau tak pernah memikirkan alasannya? Aku mencintaimu hyung.." Ujarnya menatap mata Yunho dalam

"Jae dengarkan.." Yunho tersenyum padanya dan membuat Jaejoong menitikan airmatanya lagi.

Hiks

Yunho tersenyum dan menghapus air mata namja di hadapannya membuat jaejoong menutup matanya, ia telah membuat Jaejoong kehilangan banyak mutiara matanya.

" Kau benar, aku memang seorang Vampire, maafkan aku Jae.. maaf aku tak peka terhadap perasaanmu...mianhae.." Ujarnya pelan. Jaejoong membuka matanya perlahan dan tersenyum kecut

" Aku lelah... kau selalu meminta maaf, tetapi selalu kembali menyakitiku.. aku manusia biasa Yunnie... aku.."

Cup

"Kau kuberi ijin untuk membunuhku jika aku kembali menyakitmu.. aku juga mencintaimu."

Hiks

Hiks

Cup

Cup

Cup

" Uljima"

Tbc

Chap depan NC ^.^!