Chapter 7~


.

.

"Hoammm" Dua orang beda usia itu serempak menguap di meja makan. Otomatis Heechul, Hangeng, Sungmin dan juga Jungmoo—yang akhirnya menyempatkan pulang ke rumah, menoleh ke arah kakak beradik di depan mereka.

"Kalian mengantuk? Tumben…" Heechul menyeringit sambil kembali menuangkan jus ke gelas Sungmin, "Bukankah kalian suka tidur cepat?" katanya lagi berpindah ke sebelah Yuuki lalu mengelus khawatir anak bungsunya itu

Yuuki malah balik melirik orang di sampingnya—kesal, "Ini gara – gara Onichan sih main—"

.

SRET

.

Kyuhyun sontak menoleh sambil memberikan tatapan yang membuat Yuuki berhenti meneruskan kalimatnya

"Kakakmu kenapa Yuuki?" tanya Hangeng penasaran

Yuuki menggeleng cepat—tatapannya masih terkunci ke arah Kyuhyun, "Tidak—anggap saja aku tidak bicara apapun" sangkalnya kembali mengunyah roti terlampau semangat

"Kalian aneh!" Heechul mendesah panjang, tidak mau ambil pusing lagi, "Ya sudah selesaikan sarapan kalian, Sungmin, Kyuhyun supaya tidak terlambat"

"Baik Adjumma", "Baik Umma"

Jawaban mereka berdua yang saling tumpang tindih membuat keduanya saling menatap satu sama lain. Sungmin yang menyadari tindakannya—bergegas memalingkan wajahnya sementara Kyuhyun hanya mendesah pelan.

Masih teringat dibenak Sungmin bagaimana sikap Kyuhyun semalam—dan lebih dari apapun yang pernah Kyuhyun ucapkan, tindakannya kemarin sudah cukup bagi Sungmin. Lebih dari cukup. Apalagi Kyuhyun tidak menolak hadiahnya saja Sungmin sudah senang

"Tersenyum sendirian, dasar orang bodoh!" kata Kyuhyun mengkomentari tingkah aneh Sungmin.

Suara gerutuan Kyuhyun mengundang perhatian Yuuki, ia mendongak ke atas—menatap wajah kakaknya yang meski bicara sekasar itu namun dari tadi tatapannya tidak beralih dari Sungmin

Onichan lebih bodoh. Bermain PSP punya Sungmin sampai pagi! Aku kan jadi tidak bisa tidur dengan tenang. Kata Yuuki hanya berani menyimpannya didalam hati

.

.

.

.

Sungmin pergi sekolah pagi itu dengan perasaan lebih ringan dari hari sebelumnya, ia sampai tidak menyadari sosok tinggi Kangin menyambutnya dengan raut wajah cemas setengah mati

"Bagaimana semalam? Apakah Kyuhyun menyakitimu lagi? Atau dia melempar hadiahmu? Mempermalukanmu di depan teman sekelasnya?" cecar Kangin nyaris tanpa jeda

Sungmin sampai tidak bisa menjawabnya, namun tatapan khawatir Kangin berangsur – angsur memudar saat melihat rona merah mulai menghiasi wajah sahabatnya itu

Ah—tampaknya kali ini dugaan Kangin salah besar

.

.

.

.

Sebenarnya beberapa minggu dari sekarang akan dimulai ujian kenaikan kelas atau biasa disebut Ujian Akhir Semester. Bagi para murid yang ingin meningkatkan peringkatnya mulai belajar mati – matian agar bisa menaiki kelas elit seperti kelas A, B atau C. Namun bagi murid kelas F—kelas yang berada di tingkat paling bawah, mereka bisa naik kelas saja sudah bersyukur setengah mati.

"Buat apa kau belajar serius Sungmin, paling kau tetap di kelas F" sahut salah satu temannya ketika mendapati Sungmin membaca buku bahkan sebelum bel masuk berbunyi

"Ah kau tidak tahu dia peringkat kedua UTS kemarin? Siapa tahu dia mau masuk kelas A bareng sama si Cho itu loh" goda seorang yang lain

Sungmin yang hendak berkonsentrasi belajar jadi kesal sendiri, "Aku belajar bukan demi dia atau peringkat!" Tatapannya kembali tertuju pada buku sementara bibirnya tetap berbicara, "Apa kalian tidak sadar sebentar lagi kita kelas 3? Aku sudah punya tujuan mau kemana sehabis lulus SMA nanti" ucapnya penuh keyakinan

Kedua teman sekelasnya itu saling bertatapan satu sama lain sebelum tertawa kencang seolah – olah ada lucu dari ucapan Sungmin

"Itu masih lama Sungmin! Kau pikir kejauhan!" elak temannya masih tertawa lebar

"Iya! Dibanding itu, apa kau tidak tahu sebentar lagi Valentine, kau tidak mau memberikan sesuatu pada kekasihmu di kelas A itu?"

Tangan Sungmin yang hendak membalikkan halaman sontak berhenti. Valentine? Sungmin bahkan tidak mengingatnya! Iya, dia baru tersadar kalau sebenarnya jarak dari ulang tahun Kyuhyun dan Valentine sangat dekat, tapi kalau di pikir ulang, tidak! Ia tidak mau memberikan apapun. Sungmin tidak akan menambah masalah lagi dengan Kyuhyun.

Katakan tidak pada Valentine, Lee Sungmin! Ujian Akhir jauh lebih penting!

.

.

.

.

"Aku tidak bisa Adjumma…"

Dan tidak mau, lebih tepatnya. Jerit Sungmin dalam hati

Heechul menggeleng kuat—berusaha mengindahkan penolakan Sungmin, "Tapi masa kau tidak mau memberikan apapun pada Kyuhyun... dia tampaknya suka pada hadiahmu loh~" goda Heechul saatsiang itu menarik Sungmin yang baru pulang sekolah ke arah dapur untuk berbicara penting

Mana Sungmin tahu kalau hal penting menurut Heechul itu berkaitan dengan hal membuat cokelat!

"Adjumma tahu darimana?" tanya Sungmin mulai tertarik

Heechul menatap Sungmin heran, "Bukankah sudah jelas? Mereka berdua menguap pagi – pagi dan Yuuki mau mengatakan sesuatu tentang Kyuhyun tapi tidak jadi. Itu pasti karena Kyuhyun memainkan PSP hadiahmu sampai tidak tidur semalaman" jelas Heechul dengan tepat

"Dia menyukai hadiahku?" tatapan enggan Sungmin berubah drastis, seperti tak cukup dengan kejadian semalam, sekarang Sungmin merasa hatinya terasa sangat ringan. Tidak sia – sia usahanya sekeras itu untuk memberikan hadiah Kyuhyun ternyata

"Maka dari itu" Heechul mendorong punggung Sungmin agar berdiri tepat di depan kompor, "Mau kan memberikan cake untuk Kyuhyun? Ayolah! Berikan dia kado Valentine yang sama indahnya dengan hadiah ulang tahun! Kyuhyun pasti suka!"

"Tapi Adjumma…" Untuk yang satu ini Sungmin tidak yakin, ia sudah cukup puas dengan perubahan sikap Kyuhyun semalam dan Sungmin tidak mau Kyuhyun kembali menjadi kejam hanya karena ia memberikan cokelat Valentine

Tidak—Sungmin tidak mau itu terjadi lagi

"Ayolah" bujuk Heechul kesekian kalinya, matanya tampak memohon di depan Sungmin, "Adjumma punya jurus jitu agar Kyuhyun tidak menolak cake buatanmu! Kau mau?"

"J…jurus jitu?" Sungmin memiringkan kepala—tampak berpikir, selagi ia melamun, Heechul bersiap menaruh berbagai bahan di meja dapur kemudian berbalik, membuka kulkas lalu mengambil sekeranjang buah berwarna orange yang sangat segar

"Jeruk?" Sungmin menunjuk buah yang dibawa Heechul ke atas meja

"Iya, dengan buah ini—Kyuhyun tidak mungkin menolak cake valentine buatanmu" ujar Heechul penuh misteri

.

.

.

.


"Kyaaa… kau sudah membuatkan cokelatnya?"

"Apa dia mau menerima atau tidak?"

"Aku sudah ke kelas pacarku dan dia memberikanku sebuah ciuman manis!"

Sungmin yang pagi itu berangkat sekolah—bertepatan dengan tanggal 14 Februari jadi risih sendiri. Ia bisa mendengar gerombolan remaja perempuan saling berbisik tentang pemberian cokelat pada pacar atau cowok idaman mereka.

Hampir semua yeoja tampak semangat menyambut Valentine yang jatuh pada hari ini. Semua orang—bahkan tidak terkecuali lelaki

Mungkin Sungmin sendiri pengecualian karena ia malah merunduk lesu sambil melirik penuh beban pada sekotak cake terbungkus rapi di tangannya. Bagaimana mungkin Sungmin bisa mendatangi kelas A yang penuh orang sementara ada Haruna disana, oh~ itu sama saja Sungmin mempermalukan diri sendiri

"Belum lagi, Kyuhyun tidak akan mau menerima hadiahku... ya Tuhan—aku tidak mau terlibat dengan kelas A lagi…" Sungmin menepuk dahinya—marah pada diri sendiri yang dengan gampangnya terbujuk oleh rayuan Heechul untuk membuat cake valentine.

"Bagus… betapa aku membenci Valentine sekarang" ucap Sungmin sakratis sambil menyeret langkah memasuki ruang kelas F

Disana sudah ada Kangin yang tersenyum lebar menyambut kedatangan Sungmin, "Hai… kenapa dengan wajahmu?" Kangin menunjuk muka Sungmin yang tampak masam

"Jangan tanya…" balas Sungmin sambil menidurkan kepalanya di atas meja, bungkusan cake itu tergeletak begitu saja hingga tertangkap oleh kedua mata Kangin, "Ini apa?" tanyanya curiga langsung mengintip ke dalam bungkus plastik

"Bukan apa – apa!" elakan Sungmin terlambat, Kangin yang bisa tahu dari tulisan kecil pada sebuah kertas di luar kotak membuat pria itu menggeram marah, "Apa kau tidak kapok juga Sungmin, sudah kubilang jangan berhubungan dengan orang itu!"

"Aku tidak—" Sungmin menggelengkan kepala—malas harus cerita bagaimana Ibu Kyuhyun yang memaksanya secara tidak langsung kemarin

Kangin terdiam sejenak, tak lama ia menarik lengan Sungmin hingga berdiri bersamanya, "Kemari… aku akan menunjukkanmu sesuatu!"

"Ada apa…" pertanyaan Sungmin diacuhkan Kangin, sahabatnya itu terlanjur membawa dirinya keluar kelas, berjalan sepanjang koridor hingga menuju…

"Tidak, aku tidak bilang mau ke kelas A!" Sungmin memberontak—mau melepaskan tangannya dari genggaman Kangin, tapi apa yang terjadi berikutnya sungguh diluar dugaan

Kangin tidak membawanya masuk ke ruang kelas A melainkan hanya berdiri tak jauh dari pintu masuk dimana Sungmin bisa melihat dengan jelas sosok Kyuhyun yang duduk di kursinya

Di depan pria berkacamata itu, berdirilah beberapa murid wanita yang tampak memberikan cokelat langsung ke hadapan Kyuhyun

"Te—terimalah…" ucap salah seorang gadis dengan berani menjulurkan sebuah bungkusan berpita ke arah Kyuhyun

"Cokelat?" hanya itu ucapan Kyuhyun, ia menaruh malas kotak ke sebelahnya sambil seorang gadis yang lain maju bergiliran

"Apa kau ingin membawaku supaya tahu sainganku banyak?" sindir Sungmin sambil memutar kedua bola matanya, "Aku tahu diri Kangin! Dia tidak mungkin menyukaiku jadi—"

"Ssst! Bukan itu yang mau kutunjukkan. Lihat saja" Kangin meminta Sungmin tetap melihat Kyuhyun dari luar pintu. Hampir kesepuluh murid wanita memberikan cokelat milik mereka pada Kyuhyun. Wajah mereka tadinya tampak berseri – seri, senang karena Kyuhyun mau menerima pemberian mereka namun ketika pria jenius ini berdiri, membawa seluruh cokelat itu ke dekat pintu masuk dimana ada sebuah tempat sampah besar di sana, hal yang berikutnya terjadi tak anyal membuat Sungmin sampai menutup mulutnya—tidak percaya

.

BRAKK

.

Kyuhyun membuang semua cokelat itu tepat di hadapan para gadis yang memberikan padanya

"Kalian sudah tahu aku tidak suka diberi cokelat valentine, tapi masih nekat memberikannya—dasar perempuan bodoh" ucap Kyuhyun kasar yang membuat semua murid wanita itu berlarian sambil menutup mukanya dengan malu

Sungmin tertegun melihat kejadian itu. Tubuhnya seakan mematung ditempat.

Apalagi ia mendengar hampir seluruh murid kelas A bukannya menolong atau mencegah, mereka malah menertawakan tindakan Kyuhyun

Mereka tertawa?

Sungmin benar – benar tidak habis pikir. Ternyata remaja Seoul lebih buruk dari yang ia kira

Kyuhyun yang hendak berbalik dari depan pintu sehabis membuang seluruh cokelat ke tempat sampah, tak sengaja melihat sosok Sungmin bersama Kangin berdiri tak jauh dari depan kelasnya.

"Kenapa? Kau mau memberikanku cokelat juga?" Kyuhyun bertanya pada Sungmin, "Baiklah kalau itu yang kau mau—tinggal pilih, aku yang membuangnya atau kau taruh sendiri ke tempat sampah" sambung Kyuhyun tanpa belas kasihan

Sungmin mengepalkan kedua tangannya—kenapa selalu begini. Setiap kali ada tindakan Kyuhyun yang tampak seperti orang baik, esoknya Kyuhyun pasti berbalik menjadi kejam seperti sedia kala

"Ini yang ingin kuperlihatkan padamu" bisik Kangin menahan tangan Sungmin, "Kau berniat memberikan cokelat Valentine pada orang yang salah… lihat saja kado pemberian gadis lain"

Tatapan Sungmin menurun, ia tak berani memandang Kangin atau Kyuhyun yang sudah kembali ke dalam kelas, tapi semangatnya langsung hilang—menguar begitu saja

Sudah pupus harapannya untuk memberikan kado valentine bagi Kyuhyun

.

.

.

.


TENG TENG

.

"Mau ke kantin?" ajak Kangin yang sudah siap bangkit berdiri, teman sebangkunya—Sungmin, masih sibuk mencatat beberapa ringkasan pelajaran biologi, "Sebentar, tinggal sedikit lagi" ucap Sungmin tanpa mengangkat wajahnya dari atas buku

Kangin yang sudah mengamati tingkah Sungmin beberapa hari ini jadi merasa ada yang aneh, "Kau belajar sangat keras ya…" komentarnya bermakna ganda

"Iya" jawab Sungmin enteng

"Kau begitu berniat mau pindah ke kelas yang lebih tinggi kan?" tebak Kangin sambil tersenyum sedih

Sungmin sontak menengadah—menatap Kangin lebih jelas, tak lama ia menggelengkan kepala, "Kau dengar gosip darimana? Sudah kubilang aku—"

"Kalau kau tidak mengincar kelas lebih tinggi kenapa kau belajar sekeras ini?" sela Kangin masih merasa tidak rela. Ya katakan dia egois, tapi Kangin senang sekelas bersama Sungmin. Meski dia tahu kalau kadar kepintaran Sungmin jika dipaksa, memungkinan dia untuk menjadi peringkat kedua seperti UTS kemarin, sementara Kangin? Belajar seperti apapun, pria ini pasti tetap berada di kelas F

"Bukan itu… hanya saja…" Sungmin memalingkan pandangannya—tiba tiba mengingat wajah Ibunya, "Ayolah kita ke kantin, sekalian…"

.

SREK

.

Sungmin mengambil bungkusan plastik dari laci mejanya, "Kita habiskan saja cake ini, aku tidak mau cake ini terbuang percuma, kau pasti suka" usulnya

Kangin melirik plastik itu dan senyum jahilnya tampak jelas, "Aku sangat suka menghabiskan cake! Apalagi buatanmu! Ayo~" Kangin merangkul hangat Sungmin sambil berdua mereka berjalan keluar kelas menuju kantin di belakang gedung sekolah

.

.

Di kantin

"Haruna, kau tidak memesan apa – apa?"

Pertanyaan temannya itu Haruna acuhkan—tatapannya tetap tertuju pada Kyuhyun yang sedang makan siang dengan damai, "Kenapa?" tanyanya

Kelima orang murid kelas A yang juga ikut duduk makan bersama mereka ikut mendongak

"Apanya?" Kyuhyun bertanya balik sambil tetap melanjutkan acara makannya

Ekor mata Haruna memicing tajam, ia setengah bangkit berdiri seraya berkata, "Kau tidak tahu? Apa perlu kuingatkan? Kenapa kau tidak mau menerima hadiah valentine-ku! Kau tahu sudah pasti aku tidak akan memberikanmu cokelat! Tapi kenapa kau tetap—"

"Menolaknya?" sambung Kyuhyun terus mengunyah sambil pandangannya menatap isi piringnya ketimbang wajah Haruna yang sudah separuh murka, "Bukankah sudah jelas—aku tidak mau menerima lagi hadiah darimu… aku tidak tertarik menjalin hubungan dengan siapapun"

Semua murid kelas A di meja itu menatap Kyuhyun takjub—karena tidak biasanya Kyuhyun bersikap kasar pada Haruna. Gadis itu pengeculian—dulunya, tapi sekarang? Lihatlah wajah marah Haruna yang perlahan berubah merah padam—menahan amarah saat tahu perkataan Kyuhyun sama saja dengan sebuah kalimat penolakan

"Aku…"

Kyuhyun menaruh rapi sendok dan garpunya di atas piring kemudian ikut bangkit berdiri. Dan untuk pertama kalinya ia berani membalas tatapan Haruna, "Semua sudah melewati batas, seharusnya aku sadar dari dulu… tapi ya sudahlah" Tiba – tiba ujung bibir Kyuhyun tertarik sebelah, "Kau kan tahu aku benci dengan acara Valentine" Selesai mengatakan itu, Kyuhyun hendak pergi, meninggalkan Haruna bersama kelima temannya yang sama sekali tidak ia pedulikan

Tepat di depan pintu, secara bersamaan, Kangin dan Sungmin mendorong pintu masuk ketika Kyuhyun ingin keluar dari sana

"Oh kau" Kangin sengaja merangkul bahu Sungmin erat sambil menyunggingkan senyum sombong, "Silahkan lewat Tuan Besar" ejeknya untuk Kyuhyun lalu beralih menuntun Sungmin, "Ayo kita makan cake valentinemu itu" ajaknya

Sungmin yang masih terpaku pada Kyuhyun lekas menggeleng cepat, "Ayo kita duduk" jawabnya meski matanya masih sesekali melirik ke arah belakang

Seakan kembali menjadi tontonan, pergerakan seisi kantin tertuju pada Kangin dan juga Sungmin—sehingga tidak salah jika Sungmin merasa agak aneh

"Kenapa mereka melihat kita terus, apa ada yang salah?" bisik Sungmin sambil membuka bungkus kotak cake di atas meja

Pandangan Kangin menyapu ke sekeliling ruangan tak lama ia membalas bisikan Sungmin, "Memang ada yang salah, kau mau tahu apa?" pancingnya

"Mau!" Kedua mata Sungmin berbinar antusias, ia semakin mencondongkan tubuhnya ke depan

"Karena…" Kangin meletakkan tangannya di dekat telinga Sungmin, "Sejak kita masuk, Kyuhyun masih berdiri di tempatnya—ia tidak jadi keluar…"

"Ha?" Dengan cepat Sungmin kembali menoleh ke dekat pintu masuk, benar kata Kangin—Kyuhyun masih berdiri disana dan ini aneh, karena tatapan pria berkacamata itu malah tertuju pada…

"Tidak… dia kemari" desis Sungmin makin panik, kenapa apa ada yang salah lagi. Ia masih memegangi kotak cake miliknya saat langkah Kyuhyun yang berat berhenti tetap di dekat meja Sungmin dan Kangin

Lagi – lagi seisi kantin seperti tak bernapas melihat tingkah Kyuhyun. Ayolah sebelum Sungmin muncul di sekolah ini, berita tentang sikap kasar Kyuhyun pada setiap yeoja yang menyatakan cinta padanya adalah rahasia umum

Dan bukan sekali dua kali Kyuhyun menolak hadiah valentine yang diberikan padanya. Haruna memang pengecualian tapi baru sekarang, pria jenius ini tampak seperti—tertarik pada cake yang dibawa Sungmin

"Ada masalah?" tanya Kangin sebelum Sungmin bisa membuka suara, ia yang sudah tahu Sungmin akan mati kutu memilih mengambil alih

Kyuhyun dengan santai menunjuk kotak berwarna kuning gading di depan Sungmin, "Itu… kalau aku tidak salah tebak, sepertinya itu adalah hadiah valentine untukku kan? betul Sungmin?" Kyuhyun mengacuhkan pertanyaan Kangin dan berbalik bertanya langsung pada Sungmin

"Itu…" Sungmin bergerak serba salah dan ketika melihat Kyuhyun menangkap namanya tertulis pada kertas kecil di atas penutup kotak, Sungmin buru – buru menyembunyikannya

Seringaian lebar tercetak jelas di wajah Kyuhyun

"Ini memang tadinya untukmu, tapi aku akhirnya berhasil menyadarkan Sungmin kalau tidak penting memberimu kado valentine, jadi maaf saja—cake ini sekarang milikku" tukas Kangin sambil menarik kotak itu mendekat. Sungmin semakin tidak mengerti, kenapa Kyuhyun bertingkah seolah – olah menginginkan hadiahnya dan kenapa sekarang Kangin makin memperkeruh masalah! Lalu… apa semua orang tidak bisa berhenti melihat kearahnya!

"Kau salah pria tak punya otak, itu milikku—dan apapun yang kulakukan pada benda yang kumiliki, itu terserah padaku!" suara Kyuhyun meninggi, seperti bukan sifatnya—pria ini malah mencengkram kotak cake dari tangan Kangin sehingga mereka berdua seperti sedang berebut satu sama lain

"Ya! Berhenti!" Seolah tidak cukup, sekarang Haruna juga berdiri—tak sanggup melihat saja kejadian aneh ini dari jauh, ia pun bangkit berdiri mendekati meja Sungmin, "Kau kenapa sih Kyuhyun! Semenjak dia muncul!" Haruna menunjuk Sungmin kasar, "Kau sangat berubah! Pertama kau menjauhiku! Kedua kau membelanya! Ketiga kau terus memainkan benda mati hadiahnya di kelas terus menerus! Dan sekarang apa? Kau menginginkan cake buatan anak kelas F?" Haruna menyeringit heran sekaligus marah, "Apa sih maumu!"

Teriakan gadis itu seperti bom besar yang meledak disaat bersamaan. Kyuhyun perlahan menarik tangannya dari atas meja, tubuhnya berdiri tegak dan matanya menyipit berbahaya, sontak Sungmin mundur dari kursi—dia ingat betul tatapan penuh kebencian itu…

"Sudah kubilang, ini semua bukan urusanmu" bisiknya di dekat wajah Haruna, "Aku bukan kekasihmu, jadi bisa berhenti membuat semua orang salah paham? Mengerti?" Kyuhyun menarik tubuhnya kembali, ia menarik napas panjang sebelum beralih ke arah Sungmin, "Kau—ikut denganku!" perintahnya

"Tapi—" Bibir Sungmin baru mau membuka, protes, namun Kyuhyun bertindak lebih cepat, ia merampas kotak cake berukuran kecil dari tangan Kangin yang lengah kemudian kembali menoleh ke belakang dengan perasaan tak sabar, "Kau mau ikut atau tidak?" ulangnya sekali lagi yang mengundang gumaman dari para siswa di dalam kantin

Ini benar – benar diluar dugaan. Sungmin yang selama ini mereka kira, menjadi bahan tindasan Kyuhyun ternyata…

Sungmin menoleh sebentar pada Kangin—memberi isyarat meminta maaf sebelum berbalik lalu mengikuti langkah Kyuhyun keluar ruangan

"Apa mereka sungguhan pacaran?" celetuk salah satu siswa kelas D

Temannya mengangguk setuju, "Aku pikir juga begitu, Kyuhyun-shi tidak pernah seperhatian itu pada seseorang… jadi… mungkin saja" katanya memasang tampang bergairah—mendapat bahan gosipan

Kangin yang di tinggal oleh Sungmin dan juga Haruna yang masih shock dengan ancaman Kyuhyun, sontak menoleh ke arah sumber suara, keduanya menatap tajam para siswa itu, "Mereka tidak mungkin pacaran!" teriak mereka berdua serempak

.

.

.

Sementara itu~

.

"Kau mau apa lagi Kyuhyun?" tanya Sungmin yang terus mengikuti dari belakang karena ternyata Kyuhyun membawanya ke loteng gedung sekolah

Kyuhyun tidak menjawab sama sekali, ia malah duduk bersila sambil membuka kotak cake milik Sungmin. Di dalamnya berisi cake berwarna orange cerah yang Kyuhyun kenal baik

"Sudah kuduga" Kepala Kyuhyun berputar ke arah Sungmin, "Ini pasti rencana Umma bukan?" tebaknya 100% benar

Sungmin menyerah. Ia duduk—agak jauh dari Kyuhyun sambil bersandar di salah satu pagar besi, "Adjumma bilang kalau aku membuat cake itu… kau tidak akan mungkin menolaknya, jadi…" Sungmin mengedikkan bahunya—tanda pasrah, "Aku ikuti saja" katanya jujur

Kyuhyun mendengus, ia membuka kacamatanya, menaruh di samping kemudian—sesuatu yang tidak pernah Sungmin bayangkan terjadi

Kyuhyun membelah cake itu dengan pisau kecil yang ada dalam kotak lalu memakan satu potongan bulat – bulat

"EH?" Sungmin menganga lebar, ia bahkan mengusap matanya seakan tidak percaya seorang Kyuhyun yang tega membuang cokelat valentine orang lain ke tempat sampah, mau memakan cake buatannya?! Tidak mungkin!

"Kau pasti dapatnya dari resep Umma?" tanya Kyuhyun menoleh dengan mulut penuh cake, Sungmin langsung menjaga ekspresinya sebelum berdeham, "I—iya… Adjumma bilang kau suka sekali orange cake…"

"Tsk! Dasar sok tahu" Kyuhyun kembali menyendokkan potongan besar ke dalam mulutnya dengan lahap, "Kata siapa aku suka!" perkataan Kyuhyun tak anyal membuat Sungmin menahan tawanya—ia tidak pernah melihat sosok Kyuhyun yang seperti ini, sosok yang membuat Kyuhyun tampak lebih… manusiawi

"Kau menertawakanku?" Dengan insting tajam, Kyuhyun menghardik Sungmin yang duduk tak jauh di sebelah kiri, Sungmin yang sadar segera mengigit bibirnya tapi ia tak tahan melihat pemandangan Kyuhyun tanpa kacamata dengan mulut penuh cake…

Tawa Sungmin terdengar lantang di atas atap itu

"Maaf… maafkan aku… hahahaha… tapi…" Sungmin mencoba mengontrol mulutnya, tapi lagi dan lagi ia kelepasan tertawa di depan Kyuhyun, "Hahahahaha… maaf…hahaha, aku sungguh… hahahaha"

"Kau?!" Kyuhyun mendelik tajam, ia mengunyah cepat potongan terakhir sebelum berdiri menghampiri ke dekat tempat duduk Sungmin. Kedua lutut Kyuhyun menekuk, ia sudah bersiap melontarkan perkataan tajam untuk Sungmin namun… melihat mimik wajah Sungmin yang terlihat lepas di hadapannya, Kyuhyun tertegun

Ia tidak pernah melihat Sungmin tertawa lebar. Memang gadis ini pernah mencoba tertawa di depannya, tapi itu hanya untuk mengelabui Heechul, Hangeng dan Jungmoo.

Tapi sekarang…

Ya sudahlah, anggap saja ini balas budi. Pikir Kyuhyun akhirnya duduk di sebelah Sungmin, kembali memakai kacamatanya lalu menyerahkan lagi kotak cake yang sudah kosong ke pangkuan Sungmin

"Maaf…" Sungmin mendengus sekuat tenaga—menyamarkan suara tawanya, "Tapi… aku tidak tahu kau begitu menyukai orange cake, itu cake buah kan?" tanyanya bingung

"Iya, kue khas dari tanah Inggris yang suka di makan bersamaan dengan acara minum teh" jelas Kyuhyun sesekali menengadah—merasakan sapuan angin lembut mengenai wajahnya

"Oh" Sungmin merundukkan kepala—bukan untuk menertawai Kyuhyun diam diam tapi untuk tersenyum lebar karena baru kali ini dirinya bisa berbicara 'normal' dengan pria jenius di sampingnya, "Eh, ngomong ngomong tentang cake… aku baru sadar orange cake kesukaanmu terlalu asam, tidak ada rasa manis… aku ingat Adjumma memintaku untuk tidak menambahkan gula ke dalam adonan, kenapa? Kau tidak suka rasa manis ya?" tanya Sungmin panjang lebar—jujur ia juga bingung, pada saat membuat kue itu, Sungminmerasa rasa kue itu tidak pantas untuk diberikan tapi mengingat Kyuhyun menghabiskannya dalam hitungan menit, tampaknya pria ini memang suka dengan kue berasa asam tersebut

"Aku tidak suka makanan manis… kue ulang tahunku juga orange cake" Kyuhyun memberitahu Sungmin, "Umma sengaja membuatnya lebih manis karena harus dibagikan pada setiap orang… anak kelas A sudah tahu kebiasaan ulangtahunku itu"

Sungmin mengangguk mengerti tapi mendadak pikiran aneh terlintas di otaknya, "Kalau kelas A sudah tahu—berarti Haruna mengetahuinya juga?" tanyanya perlahan, sedikit memancing Kyuhyun

"Iya dia tahu" Kyuhyun lebih sering menengadah—angin sepoi sepoi membuat rasa kantuknya bertambah berat karena jujur saja semalaman ia begadang untuk menyelesaikan satu game sulit di dalam PSP

Ya, PSP hadiah orang ini! Gerutu Kyuhyun memandang sengit Sungmin

"Tapi kalau begitu… kenapa dia tidak memberikan hadiah padamu cake itu? Kau pasti akan menerima hadiah valentinenya dan—"

"Karena aku tidak suka kalau bukan Umma yang membuatnya" potong Kyuhyun enteng, ia memejamkan mata, berpikir untuk tertidur sejenak agar bisa menghilangkan kantuknya, "Aku menghabiskan cake milikmu juga karena itu hasil resep Umma bukan? Jadi jangan salah paham!" bentaknya cepat

Sungmin yang sudah terbiasa dengan peringatan keras Kyuhyun, hanya mengangguk cepat. Sungguh ia tidak berharap apa apa dari kejadian hari ini. Berbicara santai dengan Kyuhyun saja, ia sudah bersyukur setengah mati

Ya, asal Kyuhyun tidak mulai menghina atau mencercanya habis habisan, Sungmin sudah cukup senang dengan semua ini

"Fuih… tempat di sini sejuk sekali, aku baru tahu" komentar Kyuhyun refleks mengeluarkan benda hitam dari saku celananya. Sungmin yang duduk di sampingnya sempat terkejut sambil melirik wajah Kyuhyun beberapa kali

Sungmin tidak berkomentar apapun karena melihat mimik muka Kyuhyun yang berubah fokus pada game di layar PSP. Senyum bahagianya terlihat jelas di bibir Sungmin, ia berhati hati sekali tidak mengganggu Kyuhyun yang duduk di sebelahnya dan memilih menonton Kyuhyun memainkan benda itu meski harus menjaga jarak

Ini adalah harapannya—berbicara normal dengan Kyuhyun, bisa duduk disampingnya. Itu saja sudah cukup. Tidak perlu berlebihan. Sungmin menengadah lagi, merasakan sapuan angin seakan bersahabat juga dengannya kali ini.

Ah andai aku dan Kyuhyun bisa akrab selamanya seperti ini Tuhan…

.

Tak jauh dari tempat mereka duduk, Haruna yang menyusul sampai mengepalkan tangannya melihat Kyuhyun dan Sungmin duduk bersebelahan—membelakangi sosok Haruna yang berdiri di depan pintu masuk

Ini tidak mungkin! Tidak akan pernah terjadi! Geram gadis ini sangat marah. Seumur hidup dia mengenal Kyuhyun, Haruna tahu betul Kyuhyun tidak suka pada siapapun yang mengejarnya. Tidak ada pengecualian! Bahkan Haruna sempat dijauhi setelah ia menyatakan cinta pada Kyuhyun namun meskipun begitu, Kyuhyun masih ingin berteman dengan Haruna.

"Tidak. Boleh. Ada. Yang. Berada. Di samping. Kyuhyun. Selain. Diriku!" Haruna menekankan kata per kata dengan raut muka muak saat menangkap senyum lebar Sungmin yang duduk di sebelah Kyuhyun

.

.

.

.

"Bagaimana? Enakkan cake buatan Sungmin?" goda Heechul pada saat mereka berada di meja makan

Kali ini Jungmoo juga hadir dan tak lupa, seperti tahun – tahun sebelumnya, Sungmin tetap membuatkan cokelat untuk Ayahnya di hari Valentine

"Uhuk" Kyuhyun menyamarkan rasa kagetnya dengan suara batuk, ia mendesah sebelum menatap Ibunya kesal, "Umma sengaja!" tuduh Kyuhyun

"Umma?" Heechul menunjuk dirinya sendiri seakan ada yang salah disini, "Kenapa kau malah menyalahkan Umma… hei—apa Kyuhyun memakan kue buatanmu Sungminnie?" tanyanya beralih ke sebelah kanan dimana Sungmin duduk di sebelahnya

Tidak seperti Kyuhyun, raut wajah Sungmin mudah dibaca, ia mengangguk malu – malu sambil menyendokkan makanan lebih cepat ke dalam mulutnya

"Tuh kan!" Heechul menepuk tangan saking senangnya sementara Hangeng dan Jungmoo saling melirik satu sama lain dengan penuh arti. Hanya Yuuki yang sebal karena merasa Sungmin mengambil kesempatan kali ini

"Awas saja! Aku kerjain dia nanti!" desis Yuuki mendelik sombong ke arah Sungmin yang menatap ke arahnya

"Iya tapi karena Umma tahu aku pasti tidak bisa menolak cake dengan resep buatanmu" ucap Kyuhyun sinis

"Tidak ada bedanya" kata Heechul menggampangkan, "Yang penting kau mau menerima cake valentine dari Sungmin meski itu bukan cokelat!" Sebelah mata Heechul sengaja mengerling pada Sungmin seakan memberi tahu bahwa rencana mereka kemarin itu sukses besar. Siapa dulu, seorang Kim Heechul tidak mungkin gagal

"Nah karena kau sudah menerima kado valentine dari Sungmin, kau harus memberikan balasannya di hari White Day" usul Hangeng menyikut lengan Kyuhyun dari samping, "Kau mau membelinya bersama Appa? Sekalian… mau memberikan hadiah untuk Ibumu" godanya sok menaik – turunkan kedua alisnya yang mengundang tawa cekikikan dari Heechul

Kedua pasang suami istri itu sangat asyik dengan dunianya sendiri sampai tidak sadar kalau anak sulung mereka memasang tampang jemu, "Aku harus apa-?" katanya membuyarkan dunia Hanchul, Ibunya menjawab dengan enggan, "White day Kyuhyun! White day! Jangan bilang kau tak tahu!"

"Bukannya aku tak tahu, tapi…" Kyuhyun menatap lurus Sungmin yang duduk di depannya, "Apa harus?" pertanyaan itu seakan tertuju pada Sungmin bukannya pada Heechul sehingga tidak heran jika Sungmin langsung membantah, "Tidak perlu kok Adjumma, Kyuhyun memakan cake-ku juga karena itu resep dari Adjumma, jadi hehehe, aku tidak meminta kado White Day!"

Ucapan cengengesan Sungmin hanya di anggap angin lalu bahkan oleh Jungmoo, "Tapi kau sudah susah payah Sungmin" ujar Ayahnya gemas sebelum berpaling menghadap Kyuhyun, "Apa kau tidak mau memberikan apapun? Dia sudah susah payah loh membuatkanmu cake padahal sedang sibuk – sibuknya belajar" Ayahnya malah ikut memanas manasi yang membuat posisi Sungmin jadi serba salah

Kyuhyun semakin erat memegang sepasang sumpit di tangan kanannya

Aku kan tidak minta dibuatkan cake! Umpat Kyuhyun dalam hati

"Ayo Kyuhyun—hanya hadiah kecil! Appa juga suka memberikannya pada Ummamu"

"Iya, lagipula uang sakumu kan masih banyak, tidak seperti Sungmin yang harus menghemat uang jajan demi kado ulang tahunmu" timpal Heechul berentetan dengan ucapan Hangeng

"Aku setuju" Jungmoo juga ikut ikutan, "Sungmin tidak pernah membuatkan hadiah untuk orang lain seperti yang dilakukan padamu, jadi apa susahnya sih sebuah kado balasan—"

"BAIK!" Kyuhyun nyaris kehilangan kendali dirinya, ia menggertakkan gigi sebelum menurunkan nada suaranya yang terdengar sangat marah, "Maaf... maksudku, baik—hanya kado kecil bukan?" Ketiga orang dewasa itu sempat tercengang saat Kyuhyun berteriak, namun langsung mengangguk bersemangat seakan mengiyakan pertanyaan Kyuhyun

"Oke, akan kubelikan" Saat berkata begitu, Kyuhyun tidak melepaskan tatapan penuh artinya ke arah Sungmin, "Akan kubelikan hadiah yang tidak akan ia lupakan" Entah kenapa perkataan Kyuhyun malah seperti ancaman, Sungmin sampai bergidik mendengarnya, tatapannya masih mengikuti sosok Kyuhyun yang keluar dari ruang makan hingga kepala Sungmin berputar—menatap nanar makan malamnya yang tersisa

Jangan bilang, Kyuhyun mempersiapkan sesuatu yang buruk untuknya! Oh tidak

.

.

.

.

Bulan Februari berjalan begitu cepat. Memasuki bulan Maret, seluruh siswa tingkat SMA sibuk menyiapkan ujian akhir untuk kenaikan kelas. Tidak ketinggalan sekolah Kyuhyun yang juga tampak murid berjalan berbondong bondong memasuki halaman sekolah selalu mengampit buku di salah satu tangannya

Seluruh siswa yang tadinya sempat terlena dengan acara valentine, mendadak berubah serius dan menghabiskan waktu di perpustakaan atau taman sekolah untuk mempelajari ulang semua pelajaran

Mereka bahkan tidak sadar jika tanggal 14 Maret semakin dekat yang artinya hari itu adalah hari White Day dimana sudah menjadi tradisi di Korea Selatan sebagai ajang pengembalian hadiah balik kepada para yeoja yang memberikan cokelat mereka pada hari Valentine.

Memang adat ini kurang heboh dibandingkan acara Valentine, namun bagi para pria—ini sebagai pertanda untuk membalas perasaan wanita yang mereka sukai yang sudah memberikan cokelat valentine sehingga wajar tidak semua pria ikut merayakannya. Sedikit sekali yang peduli, bahkan ada yang tidak tahu apa itu White Day

Kyuhyun termasuk golongan yang tidak peduli sama sekali. Hei, dia suka menolak cokelat semua orang dengan sadis, bahkan Haruna yang pernah memberikan sweeter untuknya pun tidak pernah ia berikan balasan pada White Day

Tapi… gara gara 3 orang yang suka ikut campur dan salah paham tentang hubungannya dengan anak kelas F itu. Kyuhyun jadi ikut terjebak di dalamnya.

.

.

.

.

"Sungmin, bisa bicara sebentar?"

Kedatangan Kyuhyun di depan kelas F sebelum bel berbunyi itu sontak menimbulkan kehebohan. Para wanita berteriak histeris sementara para pria menatap jengkel pada murid kelas A yang sombong itu

Tak terkecuali… Kangin

"Dia tidak punya waktu" jawab Kangin yang sejak kapan sudah berdiri tepat di depan wajah Kyuhyun seakan menantang pemuda itu

"Dia punya" balas Kyuhyun tenang, ia memiringkan kepala sedikit untuk menatap wajah shock Sungmin yang masih duduk di kursinya dan sempat Kyuhyun terdiam sejenak karena baru mengetahui bahwa Sungmin duduk bersama Kangin, "Ayo—ada yang mau kuberikan padamu"

Sungmin bangkit dari kursinya dengan perasaan cemas sekaligus berdebar, tidak ia indahkan seruan menggoda dari teman sekelasnya atau bahkan tarikan tangan Kangin yang tidak setuju

"Jangan mau!" kata Kangin sempat menahan Sungmin

"Kurasa bukan masalah besar, biarkan saja apa maunya ini" balas Sungmin lekas berbalik cepat karena mendengar sindiran Kyuhyun di depannya

"Aku tidak punya banyak waktu, ayo!"

Sungmin pun mempercepat langkahnya, mengikuti kedua kaki Kyuhyun yang berjalan cepat, menaiki anak tangga, hingga ke…

"Buat apa kita ke atas lagi?" cecar Sungmin agak heran—tapi tatapannya berubah melembut saat melirik pinggir pagar dimana ia pernah menghabiskan waktu berdua Kyuhyun waktu itu

Pria di depannya membetulkan tepi kacamatanya sebelum merogoh saku sebelah kanan kemudian mengeluarkan bungkus plastik transparan yang telah diikat pita, "Hadiah White Day-mu!"

Sungmin terpana melihat benda di atas telapak tangan Kyuhyun itu, "I…ini" Tatapan Sungmin beralih ke atas, tampak terharu—ia saja sudah lupa karena sibuk belajar demi kenaikan kelas, tapi ternyata Kyuhyun tidak melupakan janjinya

Sungmin meraih benda itu dengan ragu ragu disertai rasa meluap yang bisa meledak sewaktu waktu di dalam dadanya

"Sendok" jawab Kyuhyun singkat, separuh bibirnya membentuk senyum mencurigakan, "Sendok mini dengan gagang terukir, kau tahu artinya Sungmin?"

Sungmin yang masih tersentuh dengan pemberian Kyuhyun, hanya bisa menganga bodoh

"Kau pasti tidak tahu apa artinya" Kata Kyuhyun ketus, "Dasar murid kelas F!"

Hinaan Kyuhyun tidak berarti apa apa bagi Sungmin, karena ia masih tampak tidak percaya meski hadiah Kyuhyun hanya berisi sendok kecil yang mungkin banyak di jual di supermarket.

"Terima kasih Kyuhyun, aku akan menyimpannya baik baik" ucap Sungmin dengan mata berkaca kaca sambil mendekap kado Kyuhyun di dalam dadanya

Kyuhyun terdiam. Ia melirik hadiahnya lalu beralih ke arah wajah Sungmin yang tampak… tampak begitu bahagia…

"Sudahlah! Kita kembali, sebentar lagi bel masuk!" Agak kasar, Kyuhyun membuka pintu masuk loteng kemudian turun dari tangga secepat yang ia bisa, tidak peduli kalau Sungmin tertinggal jauh di belakangnya. Kyuhyun kemudian berbelok ke kiri, tempat kelas A berada. Ia masuk begitu saja ke dalam kelas tanpa tahu kalau sejak Kyuhyun pergi tadi sebenarnya Haruna sudah memantau gerak gerik pria itu

"Kau memberikannya kado?" Haruna meremas kuat pensil di tangannya hingga terpecah menjadi dua, "Aku tidak akan membiarkan Lee Sungmin memilikinya! Lihat saja!" janji Haruna pada dirinya sendiri

.

.

.

Pulang Sekolah

"Aku pulang duluan Kangin, selamat piket hehehe" Sungmin melambaikan tangannya sambil pergi keluar kelasnya dengan riang

"Dasar curang!" Kangin membersihkan kelas seraya menggerutu, tapi gerutuannya lebih kepada Sungmin, yang ia tahu jauh—jauh lebih gembira sehabis bertemu dengan Kyuhyun tadi pagi, "Hanya hadiah tidak niat seperti itu saja Sungmin sudah senang setengah mati! Ck, kau terlalu baik Sungmin!"

Selagi Kangin sibuk membereskan kelas, Sungmin yang berjalan keluar gerbang mendadak terhenti ketika Haruna menghadangnya di tengah tengah lapangan

"Kau mau apa!" tanya Sungmin tajam

Haruna tidak menjawab, ia hanya menjulurkan tangannya ke depan Sungmin, "Kau diberikan apa sama Kyuhyun, mana? Berikan padaku!" tuntutnya

Tak heran jika Sungmin terbelalak mendengar permintaan tidak wajar Haruna, "Kau kenapa? Kalau kau mau hadiah Kyuhyun minta saja sama orangnya, ini punyaku!" kata Sungmin posesif sambil melindungi saku kemejanya dengan kedua tangan, "Lagipula ini hanya sebuah sendok! Bukan benda mahal jadi kau—"

"Sendok?!" Haruna tampak terguncang begitu Sungmin menyebutkan hadiah pemberian Kyuhyun, "Kau bohong! Pasti kau bohong! Mana tunjukkan padaku!" Secara membabi buta Haruna menarik kemeja Sungmin sedangkan Sungmin refleks melindungi diri dengan menahan tangan Haruna

Keadaan sekolah yang hampir sepi karena jam pulang sekolah membuat tidak ada satu siswa pun yang datang memisahkan keduanya, bahkan harapan satu satunya Sungmin sekarang sedang sibuk piket di kelasnya

"Tidak! Aku tidak mau! Kau kenapa sih?!" Sebenarnya Sungmin agak ngeri karena sikap ganas Haruna yang tak kenal ampun lagi, Sungmin mengerang ketika Haruna berhasil menarik bungkusan kecil dari dalam sakunya

"Ini..." Senyum kemenangan Haruna menghilang. Sungmin tidak bohong. Hadiah itu memang berubah sendok mungil dengan ukiran di ujung gagangnya

"Tidak… tidak mungkin… ke…kenapa…" Haruna menggeleng lemah, ia terus menatap nanar hadiah Sungmin—masih tidak percaya dan raut wajah yang bisa terlihat kejam itu sekarang tampak… sangat terluka

"Ada apa denganmu? Itu hanya sebuah sendok…" bisik Sungmin yang sempat merasa kasihan pada Haruna tapi gadis ini sebaliknya—malah kembali menampakkan sikap kasarnya ke hadapan Sungmin, "Kau! Kenapa harus kau yang dibelikan olehnya! Kenapa bukan aku!" Ia mengguncang guncang kerah Sungmin hingga gadis itu merasakan napasnya tercekat

"Aku... tidak… tahu..." Sungmin mencengkram balik tangan Haruna kemudian menghempaskannya, "Uhuk! Kalau mau tanyakan sana pada Kyuhyun… aku tidak mengerti kenapa hanya karena sebuah—"

"Itu karena kau tidak tahu apa apa" sela seseorang yang membuat kedua gadis itu menoleh ke arah sumber suara, benar saja—tak jauh dari arah koridor, Kyuhyun muncul sambil membetulkan tas punggungnya

Sungmin dan Haruna sama sama terdiam, Kyuhyun terlebih dahulu menoleh ke arah Haruna, "Kembalikan hadiah itu" suruhnya

"Tidak!" jawab Haruna menolak mentah mentah

"Tapi itu punyaku!" balas Sungmin ikut marah, "Aku tidak peduli apa masa lalumu dengan sendok itu! Yang pasti itu hadiahku! Jadi aku yang berhak memilikinya"

"Masa lalu?" Haruna tertawa hambar, "Bahkan kau lebih bodoh dari bayangkan Lee Sungmin, tidak—aku tidak mau memberikannya" Ia mengatakan itu untuk Sungmin namun kedua matanya mengunci sosok Kyuhyun di depannya, "Bertahun tahun aku bersabar agar kau bisa memberikanku benda seperti ini… tapi kau tidak pernah membalasnya dan dia!" Ia menunjuk Sungmin lagi, "Kau dengan mudah memberikan padanya! Apa sih yang kau suka dari orang bodoh ini Kyuhyun!"

Sungmin semakin tidak mengerti. Ini dia yang terlalu bodoh atau murid kelas A yang terlalu pintar. Apakah hadiah yang dinanti nantikan Haruna itu sebuah sendok? Yang benar saja! Apa sih arti dari sendok itu!

"Aku tidak tahu apa maksudmu Haruna, tapi…" Kyuhyun menghela napas lagi, membetulkan letak kacamatanya sebelum berbicara dengan nada setajam belati, "Andai kata aku harus memilih antara dirimu dan Sungmin, sudah pasti siapa yang kupilih, jadi kembalikan hadiahnya, itu milik Sungmin, bukan milikmu, kau mengerti?"

Rasanya seperti terhempas dari tempat tinggi ketika mendengar nada final suara Kyuhyun yang ia kenal baik, tidak menerima bantahan apapun. Haruna nyaris menangis—ia merasa keadaannya dan Sungmin sekarang berbanding terbalik

Dulu anak itu yang dibenci Kyuhyun, namun kini—Harunalah yang dibenci Kyuhyun

Dulu Haruna masih bisa memberikan hadiah Valentine pada Kyuhyun tapi kemarin? Kyuhyun yang anti kue itu malah memakan habis cake buatan Sungmin

Ini tidak adil! Dia sudah bersusah payah selama dua tahun demi Kyuhyun, akan tetapi Sungmin telah merampas semuanya itu! Tidak!

Kebencian Haruna semakin menjadi, "Dia tidak berhak menerima kado ini, tidak sama sekali!" Dengan geram, kedua tangan Haruna meremas kuat hadiah itu

"Jangan seperti anak kecil Haruna!" bentak Kyuhyun yang tahu Haruna mau melakukan apa, pria ini berebut mengambil kado mungil itu tapi kalah cepat dengan gerakan Haruna yang terlanjur membengkokkan sendok itu hingga terlipat

"Tidak! Kau gila!" Sungmin merampas sendok yang terjatuh dari tangan Haruna, "Kau benar benar kelewatan" bisik Kyuhyun, mimik mukanya tampak jijik bercampur marah, "Ternyata aku salah memilih teman"

"Terserah… kau yang salah Kyuhyun! Dan dia juga!" Haruna yang masih diliputi rasa kecewa hanya bisa menatap tajam pada Sungmin, melampiaskan kemarahan pada orang yang salah

"Itu bukan urusanku, untung setahun lagi kita berpisah—aku harap kita tidak bertemu setelahnya, ayo kita pulang Sungmin" Kyuhyun bahkan mengelap kedua tangannya sehabis memegang Haruna, seolah tidak suka bersentuhan langsung dan tak anyal itu membuat rasa sakit hati Haruna bertambah

"Kau tega sekali…" bisik Haruna melemah

"Kau baru tahu?" Kyuhyun memasukkan kembali sapu tangannya dan kembali menghardik Sungmin, "Sudah buang saja benda itu—aku bisa belikan yang baru, itu sudah rusak" katanya jadi kesal karena harus membeli baru benda yang murah tersebut

Sungmin menatap pedih kado dari Kyuhyun yang sudah rusak parah, namun ia tersenyum kemudian memasukkan lagi hadiah itu kali ini ke dalam tasnya dengan hati hati, "Tidak usah, aku akan menyimpan yang ini"

"Tapi—"

"Kita pulang, aku mau belajar di rumah…" Sungmin tersenyum sekali lagi, berusaha meyakinkan kemudian berlalu meninggalkan Kyuhyun dan Haruna di belakangnya

"Kau tahu" gumam Kyuhyun memandangi punggung Sungmin dari jauh, "Mungkin inilah alasannya aku memberikan hadiah itu pada Sungmin, aku tidak salah bukan?" tanyanya pada Haruna yang masih mematung

Haruna mendengus kasar, "Hanya karena dia terlalu bodoh untuk mengerti!" katanya kaku

"Atau karena dia mau menerima hadiahku apapun bentuknya" tambah Kyuhyun penuh makna, "Mungkin seumur hidup Sungmin tidak akan tahu arti hadiahku… tapi itu tidak merubah perasaannya" Kyuhyun menyeringai lebar lagi sebelum meninggalkan Haruna yang merasa hancur setelah mendengar perkataan Kyuhyun

"Kyuhyun—jangan bilang kau..." Haruna tidak mau melanjutkan kalimatnya, tidak—ia tidak akan percaya sama sekali sampai nanti…

Waktu sendiri yang akan menjawabnya

.

.

.

.

"Hehehe" Sungmin tertawa pelan sambil menidurkan kepalanya di atas meja belajar. Tangan putihnya memainkan berputar sendok yang sudah membengkok hingga terlipat seperti itu, namun Sungmin tidak terpengaruh, ia masih saja memainkan benda itu sambil mengingat ingat kejadian saat Kyuhyun memberikannya hadiah White Day

"Terima kasih Kyuhyun…" bisik Sungmin seraya memutar lagi sendok di atas meja namun kembali—wajah geram Haruna masih tampak jelas di ingatannya, "Oh ya kenapa gadis itu marah sekali, ini kan hanya sendok… aishh… tapi buat apa aku peduli, yang penting Kyuhyun memberikanku hadiah…" Sungmin melirik ke sekeliling, "Kutaruh dimana ya…" matanya terhenti pada kotak tua tempat Sungmin menaruh foto Ibunya, cincin hadiah Ayahnya dan sekarang koleksi berharganya itu bertambah satu

"Kau aman disini…" Sungmin menaruh rapi sendok ke dalam kotak tua sebelum dengan berat hati, berbalik fokus pada bahan pelajaran yang bertebaran di atas meja

Tapi belum sempat Sungmin mulai belajar, suara nyaring Heechul memanggilnya dari arah bawah, "Sungmin! Makan malam!"

"Iya Adjumma" jawab Sungmin sambil menutup buku bukunya kemudian turun ke bawah

.

.

.

.


"Sayang… bolehkan besok aku ikut reuni bersama Jungmoo?" rayu Hangeng yang selesai makan malam mendatangi dapur lalu memijat pundak Heechul tiba tiba

Hangeng tahu istrinya kadang tidak suka dia datang ke acara seperti ini—cemburu alasannya. Apalagi selain itu.

"Boleh kok, pergi saja" jawaban Heechul kala itu sontak membuat Hangeng jadi heran sendiri dan malah menatap takut ke wajah istrinya, "Kau tidak salah makan kan sayang?" suaranya berubah khawatir

"Ih kau lucu sayang" Heechul malah sempat sempatnya tertawa, "Sekalinya aku mengijinkanmu kau malah bengong, aneh" Ia mencubit sayang pipi Hangeng yang meyakinkan pria itu bahwa Heechul tulus memberikan ijin

"Tapi tumben…"

Heechul tersenyum penuh rahasia sebelum menuntun lengan Hangeng memasuki ruang makan dimana Jungmoo dan Sungmin masih berbincang disana serta tak ketinggalan Kyuhyun yang masih mendengarkan cerita Yuuki tentang sekolahnya

"Kebetulan kalian masih ada disini, Umma mau memberikan pengumuman" Heechul memberitahu dengan suara lantang. Kyuhyun dan Yuuki langsung berhenti bicara lalu menyimak Ibunya dengan seksama. Mungkin dari banyak sikap negatif mereka berdua—ada satu hal yang tampak jelas bagi Sungmin. Baik Kyuhyun dan Yuuki tampaknya tidak berani melawan Ibu mereka sendiri, segalak atau sejahat apapun mereka terhadap orang lain.

"Appa kalian dan Adjushi—ayah Sungmin, mau pergi reuni besok ke Busan—sampai hari Senin" ucap Heechul anehnya bernada gembira

"Kau tidak apa apa Umma?" tanya Kyuhyun mengecek keadaan Ibunya, "Tumben kau mengijinkan Appa pergi" di sebelah Kyuhyun, Yuuki mengangguk cemas.

"Hohoho Umma kan baik hati" tukas Heechul tertawa senang sementara Hangeng merasakan ada sesuatu yang direncanakan istrinya kali ini, "Tapi Umma kebetulan juga mau pergi…" suaranya dibuat sekecewa mungkin meski itu tidak bisa menipu Kyuhyun, Yuuki, Jungmoo atau Hangeng, kecuali Sungmin tentunya

"Mau kemana Adjumma?" tanya Sungmin agak khawatir

Heechul mendekap bibirnya, mulai berakting payah nan berlebihan, "Adik dari Nenek Kyuhyun dan Yuuki sedang sakit keras di desa… Adjumma disuruh menemaninya besok"

Kyuhyun melipat kedua tangannya sambil sebelah alisnya—naik, "Umma—adik dari Nenek kami kan sudah meningg—"

"DIAM!" Bentak Heechul memotong cepat ucapan Kyuhyun lalu cepat cepat kembali merubah mimik mukanya agar terlihat sedih, "Maka dari itu… sepertinya besok Appa dan Adjushi pergi reuni kemudian Adjumma beserta Yuuki harus pergi mengunjungi Nenek juga di kampung"

"Tapi Umma! Aku tidak mau ikut!" protes Yuuki langsung berdiri di atas bangkunya sehingga bocah itu tampak tinggi melebihi mereka semua

Tampang akting Heechul berubah mengerikan pas berhadapan dengan Yuuki, "Kau harus ikut" bisik Heechul separuh mengancam

Yuuki menggigit bibirnya, "Tapi kalau begitu Onichan dan orang ini akan berdua saja dirumah! Dan aku tidak akan membiarkannya!" serunya menggebu gebu

Kyuhyun mendesah panjang, oh jadi ini tujuan Ibunya—kenapa dia baru sadar dari tadi. Ia melirik perubahan wajah Sungmin dari terkejut menjadi merah sempurna

Oh bagus, Ide Umma memang gila.

"Biarkan saja, kau pasti bisa mengurus makan untuk Kyuhyun kan?" kata Heechul menepuk sayang kepala Sungmin

"Aku bukan anak kecil Umma!" Kyuhyun tampak biasa saja dengan rencana Heechul, "Kalau mau pergi, pergi saja… aku sekarang mau tidur, ayo Yuuki"

Yuuki turun dari kursi, menuruti kakaknya kemudian mereka berdua keluar pertama kali dari ruang makan. Hangeng dan Jungmoo yang mulai mengerti rencana Heechul hanya bisa melirik Sungmin—ingin tahu

"Kau tidak apa apa kan di tinggal berdua saja dengan Kyuhyun?" tanya Hangeng pelan

Sungmin meringis, menggigit bibirnya tanpa sengaja, "Apa Adjumma harus pergi? Tidak bisa menunggu sampai hari senin?" mohonnya, karena sudah jelas Kyuhyun bisa leluasa menghinanya kalau mereka ditinggal berdua saja di rumah

"No no no" Heechul menggoyangkan jari telunjuknya di depan Sungmin, "Ini urusan gawat darurat, jadi besok—selamat menjaga rumah berdua dengan Kyuhyun ya" Heechul tersenyum lebar, Hangeng juga begitu sementara Ayahnya menepuk pundak Sungmin—sebagai penyemangat. Sungmin tidak bisa berkata apa apa lagi, bahunya hanya merosot—terjatuh di badan kursi sedangkan isi kepalanya sudah memikirkan sederet kejadian buruk yang akan menimpanya esok

.

.

.

.

Pagi pagi buta Hangeng dan Jungmoo sudah berangkat menggunakan mobil pribadi keluarga Cho agar bisa sampai ke tempat reuni tanpa terlambat. Sungmin pun yang sengaja bangun pagi sempat mengantar kepergian ayahnya itu

Selang 2 jam, giliran Heechul dan Yuuki (Setelah di bujuk setengah mati oleh Ibunya sendiri) akhirnya hendak berangkat dengan membawa satu koper kecil

"Kami akan pulang besok" Heechul memberitahu, sebelah tangannya memegang koper sementara satu tangan lain menggandeng Yuuki, "Jaga rumah baik baik ya" ucap Heechul disertai kerlingan khusus pada Sungmin

Kyuhyun yang tahu rencana Ibunya, hanya memalingkan muka seraya berkata agak keras, "Tidak akan berhasil Umma" ejeknya

"Kita lihat saja" Heechul menantang balik anaknya, ia melambaikan tangan sekali lagi sebelum masuk ke dalam taksi yang sudah di pesan

Sampai di depan pagar, Sungmin masih menatap sedih kepergian bibinya. Ini hari sabtu—biasanya Sungmin bisa senggang karena seharian berada di rumah, tapi sekarang? Dengan rumah sepi dan hanya ada seorang Kyuhyun di dalamnya?

"Ah~ aku lebih baik ikut mereka juga" gerutu Sungmin tidak rela

"Kalau begitu ikut saja" celetuk Kyuhyun tiba tiba sudah berdiri di samping Sungmin, "Buntuti taksi Umma dan pergi dari hadapanku, itu lebih baik kan?" wajah Sungmin makin cemberut karena secara tidak langsung Kyuhyun mengusirnya barusan

"Kau tahu ini bukan keinginanku!" seru Sungmin membela diri

"Dan sudah pasti bukan keinginanku juga" Kedua tangan Kyuhyun terlipat di atas dadanya sebelum berbalik hendak masuk ke dalam rumah, "Oh ya…" Ia sempat terhenti di depan pintu, "Jangan menggangguku, jangan memanggilku kalau tidak ada kepentingan dan bersikaplah seolah olah kau tidak ada, mengerti?"

Dada Sungmin mencelos. Jujur, ia kadang bingung dengan sikap Kyuhyun. Dua hari yang lalu, Kyuhyun bisa bicara baik baik, kemarin Kyuhyun membelanya di depan Haruna dan memberikan hadiah pula, tapi sekarang? Kyuhyun kembali ke sikapnya semula

M-e-n-y-e-b-a-l-k-a-n

"Huh kenapa sih aku bisa jatuh cinta padanya, pasti dulu kepalaku terbentur sesuatu" Sungmin mengutuk diri sendiriseraya menyeret kakinya—dengan enggan, masuk juga ke dalam rumah

.

.

.

.

Keadaan rumah keluarga Cho tampak sepi. Dua orang yang ditinggal sibuk dengan kegiatan masing – masing. Sungmin berkonsentrasi mengulang pelajarannya selama kelas 2 di dalam kamar sementara Kyuhyun, yang sudah pasti tidak pernah belajar—malah asyik memainkan hadiah Sungmin di tangannya

Ya, berkat Sungmin… Kyuhyun benar benar punya kegiatan dan hobi sekarang, meski yah… benda PSP itu terlalu menyita seluruh waktu Kyuhyun seharian

"Ini gara gara orang bodoh itu!" gerutu Kyuhyun sambil memainkan tombol di dekat layar, "Aku jadi penasaran kan! aishh senjatanya salah!" Ia mengumpat pelan, menyandarkan kepala ke dinding lalu mulai bermain lagi

.

.

Di kamar sebelah~

"Huaaahhhhh aku tidak mengerti biologiiiiii" Sungmin mengerang sambil menjatuhkan tubuhnya ke atas hamparan kertas di lantai, "Sudah dua jam belajar tapi aku tidak mendapatkan apa apa, aishhh otakku! Ayo bekerjalah" Dengan bodoh, Sungmin malah memukul kepalanya, bermaksud menempa dirinya.

"Aw sakit!" Karena agak keras memukul, Sungmin malah tambah pusing, sadar kalau sikapnya yang bodoh ia akhirnya berbalik membaca ulang semua materi lalu mencoba keras memahaminya satu persatu

.

KRIUKK~

KRIUKK~

.

Meski beda tempat, kedua orang ini mendengar perut mereka mulai berbunyi. Sungmin yang mengelus bagian bawah tubuhnya melirik jam dinding di atas, "Pantas sudah siang… ugh makan dulu baru belajar lagi" Ia pun keluar dari kamar lalu hanya selang beberapa detik, pintu kamar Kyuhyun juga terbuka

"Eh?" Sungmin bergerak gugup saat mau menuruni anak tangga

Kyuhyun tidak jadi keluar, ia hanya memegangi pintunya sambil menatap Sungmin, "Kau mau kemana?" tanyanya

"Masak" jawab Sungmin kelaparan, "Adjumma sudah membeli bahan mentah kemarin, jadi aku berpikir mau membuat sesuatu"

"Kebetulan, aku juga lapar—buatkan aku satu porsi, kalau sudah selesai panggil aku ke atas mengerti?"

Helaan napas panjang terdengar dari hidung Sungmin, ternyata pria ini juga tidak mau repot, "Baik Tuan" ejek Sungmin dengan berani

Kyuhyun menganggukkan kepala, "Bagus kau sadar aku Tuan Rumah, sana siapkan makan siang. Aku lapar"

BRAK

Pintu Kyuhyun tertutup dengan bunyi keras, Sungmin menghela napas lagi. Ia pun turun ke bawah dan mulai acara memasaknya

.

.

.

2 jam kemudian

"Argh! Sungmin buat apa sih sampai selama ini membuatnya dari tadi!" Kyuhyun yang sudah tidak sabar akhirnya malah keluar dari kamar lalu turun ke bawah dengan gusar, "Jangan bilang dia sengaja tidak membuatkanku, atau…" wajah Kyuhyun berubah ngeri, "Dia tidak bisa memasak?"

Langkah berat Kyuhyun menggema ke setiap sudut ruangan, saat masuk ke dalam dapur—Kyuhyun terbatuk batuk saat udara di sekitarnya penuh dengan butiran terigu yang mengambang

"Uhuk! Apa ini Sungmin!" Kyuhyun mengibaskan tangannya kesana kemari sambil mendekat ke sosok yang tampak tenang di dekat kompor

"SUNGMIN!" Tangan Kyuhyun menarik kasar pundak Sungmin hingga gadis itu membalikkan badan, "Kau buat apa sih!" bentak Kyuhyun untuk ketiga kalinya, ia akhirnya bisa melihat wajah Sungmin penuh olesan tepung kering

"Membuatkanmu makan siang dan makan malam" balas Sungmin enteng, ia mengambil sebuah benda elastis panjang dari atas meja, "Lihat… aku harus membuatkan adonan mie dahulu sebelum memasaknya, bagus kan? aku sudah belajar ini sejak kecil loh" ucapnya malah bangga seakan tidak melihat wajah marah Kyuhyun dari tadi

"Kau mau buat…"

"Ramen! Apa lagi selain itu!"

.

Tidak sampai 20 menit, Sungmin sudah memotong mie hingga memancang tipis, memasak kaldu yang isinya daging sapi segar, rebung dan sayuran putih kemudian menyajikannya ke dalam sebuah mangkuk

"Ini untukmu!" Ia menyerahkan mangkuk ke depan Kyuhyun lalu menyendokkan porsinya sendiri

Kyuhyun melirik isi mangkuk—agak sangsi, "Apa kau yakin rasanya seenak buatan Adjushi?" katanya sambil mengambil sumpit

"Sudah pasti, aku kan dibesarkan di samping Appa setiap kali dia membuat ramen, jadi aku hapal mati" Sungmin berkata penuh percaya diri sambil duduk di depan Kyuhyun dan menunggu pria itu mencicipi masakannya

Kyuhyun menyendokkan kuahnya hati hati ke dalam mulutnya

SRUPP

Enak!

"Bagaimana?" tanya Sungmin cemas

"Lumayan" jawab Kyuhyun datar sambil memakan lahap ramen buatan Sungmin

"Kau tidak bisa memuji orang ya?" kata Sungmin jadi kesal sendiri, sudah jelas Kyuhyun suka ramen masakannya tapi malah di bilang lumayan!

"Tidak" Kyuhyun menghabiskan ramen itu dalam hitungan menit, Sungmin yang baru mengambil sumpit hanya bisa menganga lebar melihat mangkuk itu bersih tak tersisa

"Kenapa? Aku lapar! Tadi kita kan hanya sarapan roti!" Kyuhyun membela diri

Sungmin menahan senyumnya, ia senang Kyuhyun ternyata suka ramen buatannya. Memang tindakan lebih jujur dari sekedar kata kata

"Mau kuambilkan lagi? Masih banyak kok" Sungmin menawarkan diri, ia belum memakan bagiannya namun malah mengambil lagi mangkuk kosong Kyuhyun

"Boleh saja" Kyuhyun berkata dengan tenang, tapi begitu mangkuk dari tangan Sungmin pindah ke depannya, Kyuhyun kembali menghabiskan mie dengan lahap, seolah tidak peduli pada sikapnya yang selama ini menjauhi Sungmin

Senyum Sungmin makin mengembang lebar. Ia asyik menonton sambil ikut makan bersama Kyuhyun

"Kau bisa meneruskan kedai Ayahmu kalau begini" ucap Kyuhyun yang selesai menghabiskan mangkuk keduanya

Itu pujian dalam arti lain untuk kamus Kyuhyun, tapi reaksi Sungmin bukannya senang malah senyumnya memudar perlahan lahan

"Ada yang salah?" kata Kyuhyun menyeringit tidak suka

Sungmin menggeleng cepat, "Hanya saja—aku rasa aku tidak bisa meneruskan kedai Appa… aku ingin jadi bidan hehehe" jawabnya agak disertai bercandaan karena takut Kyuhyun malah menghina cita citanya ini

Bidan? Pikiran Kyuhyun berputar keras, sebelum ia bertanya lebih lanjut, Sungmin sudah membuka mulutnya

"Ummaku meninggal karena waktu itu kurang tenaga bidan di desa kami… hanya para Ibu tetangga dan Bibi An amatiran yang membantu Umma… jadi aku pikir… kalau aku bisa menjadi bidan… mungkin aku bisa membantu Ibu Ibu di daerah terpencil untuk melahirkan… sehingga tidak perlu ada anak lahir tanpa Ibu di sampingnya…" Setelah mengatakan itu, Sungmin beralih memakan ramen, menyereputnya dengan suara keras karena ia tidak suka keheningan seperti ini, ia tidak suka Kyuhyun menatapnya tajam dari arah depan. Sungmin tidak suka dikasihani

"Oh ya kalau kau Kyuhyun, kau mau jadi apa setelah kita lulus sekolah nanti?" Sungmin mengalihkan pembicaraan, ia balik bertanya pada Kyuhyun yang malah memainkan sumpit di tangannya

"Entahlah, mungkin jadi seperti Appa—meneruskan perusahaannya, menikah lalu membentuk keluarga… seperti itu kan yang diingini para orangtua…" nada suara Kyuhyun hampir terdengar bosan

"Kau tidak punya keinginan?" sekarang Sungmin balik mengasihani Kyuhyun

Kyuhyun tertawa kecil, "Aku saja tidak tahu mau menjadi apa, tidak seperti dirimu yang punya tujuan… yah jadi apapun tidak masalah kurasa"

"Tapi… " Bahu Sungmin terkulai lemas, "Sayang sekali dengan kepintaran sepertimu, kau bisa jadi apapun Kyuhyun!" suara menggebu gebu Sungmin berubah memelan saat berkata, "Kalau aku punya otak sepertimu aku pasti mau jadi Dokter spesialis kandungan… sayangnya, aku tahu aku bodoh… jadi aku hanya bisa memilih menjadi bidan…"

"Menjadi bidan juga tidak mudah—"

"Tapi lebih memungkinkan untuk orang bodoh sepertiku" jelas Sungmin kembali melanjutkan acara makannya yang tertunda

"Oh makanya akhir akhir ini kau belajar keras ya?" goda Kyuhyun sambil menopang dagu dengan tangan kiri

"Iya" Pipi Sungmin memerah karena malu, "Tapi itu lebih baik daripada aku menyerah… aku tidak akan menyerah, aku pasti bisa!" Kedua tangannya terkepal ke atas—menyemangati diri sendiri.

"Bagus, teruskan saja cita citamu yang mulia itu" ucap Kyuhyun sakratis, untung Sungmin tidak merasa tersinggung sama sekali, ia malah menghabiskan makanannya sambil terus menatap Kyuhyun

"Apa kau mau kubantu supaya bisa menemukan cita citamu?" kata Sungmin menawarkan diri dengan polosnya

"Ha? Apa kau bodoh, apa aku bilang aku tidak punya cita cita begitu?" Kyuhyun memasang sikap defensif, ternyata berbicara banyak di depan Sungmin membuat yeoja itu melewati batas teritorial Kyuhyun

"Tadi kau bilang tidak punya keinginan?"

"Dan itu bukan berarti aku tidak punya cita cita bodoh!"

"Tapi… kau ingin menjadi apa kalau begitu?"

Kyuhyun diam seribu bahasa. Seumur hidupnya tidak ada satupun pertanyaan yang tidak bisa dia jawab, namun di depan orang bodoh bernama Sungmin, ternyata ada pertanyaan yang luput dari perhatian Kyuhyun

Dia ingin menjadi apa? Dia pun tidak tahu. Mungkin benar Kyuhyun tidak punya keinginan apapun. Kyuhyun merasa dunia ini berjalan begitu saja tanpa ia harus ikut campur

"Aku mau tidur" Kyuhyun mengambil keputusan pergi dari hadapan Sungmin yang kebingungan melihat sikapnya. Terserah, ia tidak peduli.

"Kyuhyun kenapa ya?" Sungmin mengangkat bahunya—tanda menyerah sambil memilih membereskan dapur seorang diri

.

.

.

Jam 01.34

"Aku menyerah!" Sungmin mengerang putus asa menghadapi setumpuk kertas soal ujian tahun lalu yang dia minta dari wali kelas. Ia mau belajar keras demi nilai nilainya untuk masuk sekolah tinggi nanti.

"Tapi kalau melihatku tidak ada satu kemajuanpun, rasanya semakin mustahil saja" Tubuh Sungmin merosot ke bawah lalu menggeliat pelan, kedua matanya menatap jauh ke langit langit, "Aku mau tidur… tapi masih ada 20 soal lagi yang harus kupelajari… hmm" Sungmin memejamkan matanya, mencoba lebih rileks sambil memaksakan diri mengambil satu soal lembar lagi

"Ayo kau pasti bisa!" Rasa ngantuk yang menyerang tidak menyulutkan semangat Sungmin untuk belajar, tapi tetap saja—beberapa kali ia mencoba membaca satu baris soal, Sungmin sampai terantuk antuk, "Hoammm… aku harus minum kopi! Supaya bisa begadang!" ucapnya sambil berjalan keluar kamar

.

KREK

.

"Eh? Kau belum tidur Kyuhyun?" sapa Sungmin untuk kedua kalinya membuka pintu bersamaan dengan Kyuhyun keluar dari kamarnya

Kyuhyun menggeleng sambil menguap beberapa kali, "Ada yang harus kukerjakan dan… hoamm, itu penting" Ia menutup mulut dengan sebelah tangan lalu mengucek kedua matanya yang tertutup bingkai, "Kau sendiri?"

"Aku mau membuat kopi, kau mau?" tawar Sungmin

Itu juga tujuan Kyuhyun hendak turun ke bawah jadi ia mengangguk sebelum mengikuti langkah Sungmin menuruni anak tangga

.

.

"Ini kopinya"

Kyuhyun menerima cangkir beralaskan piring kecil dari tangan Sungmin, ia hanya bergumam kecil sebelum menyeruput minuman itu secara perlahan

"Kau masih belajar? Tidak mau menyerah?" kata Kyuhyun melirik kertas soal di tangan Sungmin

Sungmin tidak jadi mengangkat cangkirnya, "Apa begini caramu mengajak orang lain bicara? Kasar sekali" kritik Sungmin sesudah itu mulai meminum kopi miliknya

"Terserah" Kyuhyun mengaduk aduk kopi itu tanpa semangat, padahal tadinya sehabis minum kopi ia mau langsung ke atas melanjutkan game PSPnya yang belum tamat itu

Ya, tanpa Sungmin ketahui Kyuhyun sudah menghabiskan malam malam dengan bedagang semenjak memegang PSP di tangannya

Tapi begitu melihat Sungmin yang sesekali menghirup minumannya sekaligus membaca ulang soal biologi, Kyuhyun jadi gemas sendiri

Ia mengamati Sungmin yang terus menerus mengucapkan soal yang sama tanpa tahu apa jawabannya

"Hepar jawabannya!" celetuk Kyuhyun yang tidak bisa menahan diri

"Ha?" Sungmin mengangkat wajahnya dari atas kertas soal

"Hepar, hepar! Hati! Itu bahasa kedokterannya!" jelas Kyuhyun tidak sabaran, "Jawabannya penyakit hati karena aliran darah yang terkena racun cairan plasenta bisa mengenai hati lewat pembuluh darah"

Ucapan Kyuhyun yang panjang lebar dan berbahasa ilmiah membuat kepala Sungmin tambah pusing saja, "Sebentar… kau mau jawab nomor berapa sih Kyuhyun?"

"Tsk! Kau lamban!" tangan kanan Kyuhyun menarik kertas itu hingga melebar di atas meja, ia menunjuk nomor 20 yang berada di halaman belakang

"Owh… itu jawabannya…" Sungmin mengangguk mengerti sambil menuliskan kecil kecil penjelasan Kyuhyun tadi

Kyuhyun menyeruput isi cangkirnya yang tinggal sedikit, "Kalau kau mau membuatkanku kopi lagi, aku akan membantumu menjawab semua soal ini, bagaimana?"

Tanpa banyak bicara, Sungmin langsung bangkit berdiri, mengisi ulang cangkir Kyuhyun kemudian duduk dengan kedua matanya berbinar senang

"Tidak usah menatapku bodoh" Kyuhyun menggerutu tidak senang, ia pun merunduk mulai acara belajar mengajarnya yang dadakan itu, "Nah kalau nomor ini… kau harus menghapal susunan kromosom pada manusia setelah itu…"

Sungmin mendengarkan semua perkataan Kyuhyun secara seksama. Disini Sungmin bertugas mencatat sementara Kyuhyun menggunakan otak jeniusnya untuk menjelaskan secara terperinci jawaban dari setiap pertanyaan berikut bahasa latin yang belum pernah di dengar Sungmin

Mereka berdua tampak tekun mengerjakan soal bersama, menghabiskan kopi hingga Sungmin harus merebus air untuk kedua kalinya sampai sampai tidak sadar kalau matahari mulai memunculkan sinarnya dari balik jendela dapur

Kepala Kyuhyun sudah terkulai—30 menit yang lalu setelah menjelaskan jawaban pertanyaan terakhir pada Sungmin sedangkan Sungmin? ia pun tertidur pulas menelungkup di atas meja—saling berhadap hadapan

.

.

TOK TOK

.

"KAMI PULANGGGGG!" Teriakan nyaring Heechul yang membuka pintu seenaknya tidak juga membuat Sungmin atau Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Akibat begadang hingga pagi, keduanya bahkan tidak terbangun meski jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi

"Onichannn!" Yuuki ikut teriak sambil berlari masuk ke dalam, firasatnya tidak enak dan benar tebakannya ketika melihat kamar mereka berdua kosong melompong, "Tapi PSP Onichan ada di disini, jangan jangan…" Yuuki berbisik ngeri sambil berlari hampir membanting pintu kamar Sungmin

Kamar Sungmin yang berantakan itu pun tidak berpenghuni

"Tidak ada juga! Tapi si Sungmin juga tidak di sini! Jangan bilang mereka jalan berdua lagi!" Yuuki sudah membayangkan hal yang buruk terjadi, rasa bencinya pada Sungmin tidak berkurang sedikitpun meski kemarin itu ia sempat memberi kelonggaran

"Lihat saja si bodoh itu! Kalau Onichan benar benar pergi dengannya, aku akan—"

"KYAAAAA! Yuuki! Kemari!" pekikan Heechul mengundang Yuuki untuk turun ke bawah, "Ada apa Um…huaaaaa" Yuuki ikut berteriak meskipun teriakannya memiliki arti beda dengan teriakan Ibunya barusan

"Harus kufoto! Harus kekekeke~" Dengan sigap, Heechul mengeluarkan kamera antiknya kemudian memotret adegan dimana Kyuhyun dan Sungmin tertidur di atas meja makan di temani kedua cangkir kopi dan beberapa lembar soal yang berserakan

Yuuki yang sadar dari shocknya sontak berteriak sekuat tenaga, "ONICHAANNNNNNN!"

"Ng!" Kyuhyun menggeliat pelan—merasa terganggu namun tetap tidak terbangun kemudian tanpa di sangka sangka, tangan Kyuhyun yang terulur malah menggenggam tangan Sungmin di dekatnya

"Kyaaa! Ini adegan yang sangat bagus! Harus di abadikan!" Heechul nyaris tersedak saking senangnya, ia memencet tombol kamera beberapa kali sementara Yuuki menatap tidak rela ke wajah Kyuhyun yang terlelap

"Aku tidak mau punya kakak ipar bodoh seperti Sungmin... hueeee"

.

.

.

TBC

.

Ada yang tahu arti hadiah White Day Kyuhyun itu apa? Kalau ada yang bisa jawab satu orang ajaaa, gw akan update lebih cepat huahahahahahaha

.

Balasan Review :

Nova : Hehehe, ini udah lanjut makasih ya ^^ di tunggu komennya

Kaisooism : dua hari sekali T_T saya yang nangis hehehe, Kyu di siksa? Semua ada waktunya kok XD

Ckhislsm137 : Makasihhhhhhh, ga gitu nyesek kok ^^

Deviyanti137 : Karena karakternya emang kayak gitu ^^ ini memang gw ganti orang jadi Sungmin, tp karakternya tetep pake Kotoko… dan di situ emang dia tulus banget

Vitaminsparkyu1123 : Saya sakit diare T_T ga bisa ngapain, karena cairan tubuh suka kebuang jadi lebih mudah lemes, saya lebih sering berbaring tanpa bisa nyentuh PC sama sekali T_T Kyu ngga terbuat dari batu ^^ dia punya hati kok, tapi mungkin tertutupi dengan sikap angkuhnya dia

Lee Hyun Ri : Next partnya sekarang XD, ini udah cepet dan mungkin kurang bagus ^^ di tunggu komennya aja ya hehehe

Ayysimpson : Benci sama Cinta itu seperti dua sisi mata koin intinya Kyuhyun bakal kena karma aja!

.1 : Makasih udah bilang chap ini spesial ^^ di tunggu komennya lagi

Cho Hyun Ah Sparkins 137 : Ini udah kilat ^^ makasih atas dorongan semangatnya, Ganbatte!

JSJW407 : Karena dia gengsi… dia sebenarnya ngerasa bersalah sekali… tapi ngga mungkin meruntuhkan harga dirinya jadinya ya gitu deh… hehehe, kalau nonton dorama Itazura Na Kiss original dari Jepang yang lama banget itu, lebih ga ada romantisnya, Naokinya sedingin salju =_=

Maximumelf : Mungkin niat tulus Sungmin yang bikin Kyuhyun makin bersalah, Kyuhyun selama ini hidupnya penuh dengan kecurigaan sih XD

ParkHyoRi KMS-YJS : Saya kan sakit T_T kemarin aja itu udah maksain banget hehehe, maaf ya, ini udah saya tepati janji saya untuk update cepat XD

Heldamagnae : Hehehe, saya juga makanya Kyuhyun itu bisa ngga ga curigaan melulu bawaannya, Sungmin kan baik -3-

Triple3r : Cuma 3 minggu kok *panik* Ini pas seminggu updatenya dan beneran nungguin kan? jadi di tunggu balik komennya

: Kyumin kissu? Gw kasih bocoran deh, kalau pernah nonton ver animenya bakal tahu kapan Kyumin bakalan kissu / hehehe, suka? Hmm… baca partnya aja deh pasti tahu kapan Kyuhyun mulai suka hahahaha dan ini udah di update cepetan kan? kekeke

Dirakyu : Yes, I agree… Little thing make big effect, apalagi kalau dibuat dengan hati tulus… mungkin Sungmin ga punya kelebihan apapun, tp ketulusannya bahkan bisa meruntuhkan gunung Fuji sekalipun… hahahaha, jangan nangis ya, saya ga suka juga nyiksa Sungmin hehehe

Benivella : Gapapa kok reviewnya borongan ^^, WKWKKWKWKKWKKW Endingnya udah kebayang dan masalah Kyumin menikah, gini deh, di ver Jepang yang terbaru 2013, Naoki sama Kotoko menikah ngga? Kalau udah pernah nonton pasti tahu jawabannya ^^… Kyumin itu ditakdirkan bersama… mereka akan selalu bersama… jadi tenang aja ^^

Nova137 : Karena Kyuhyun udah negative thinking sama Sungmin… ada alasannya kok… kenapa dia benci banget sama Sungmin… tp nanti ya hehe

AyyaLaksita : Maaf chinggu T^T saya juga ga sengaja karena emang lagi sakit hehehe, ini udah di cepetin, thanks ya buat komennya ^^

Lilin Sarang Kyumin : Karena mereka berotak dangkal =_= saya juga kesel ngeliat kelas A di Itazura na Kiss ver mana aja (kecuali Korea), saya sengaja bikin hobi Kyu main game itu karena Sungmin… hehehehe

Pipinkyuu : Ini udah cepet hehehe, emang sesedih itu ya? Huaa makasih banget ^^ di tunggu komennya

KimCha : 'agak' baik T_T Kyuhyun emang keterlaluan, tp ngikutin karakter Naoki, emang ga semudah itu bisa buat Kyuhyun jatuh cinta hehehe

Nina317Elf : Udah lanjut dan makasih buat semangatnya ^^ di tunggu komennya ya

Cho MeiHwa : Seminggu pas! *bangga nepatin janji* semoga ga membosankan dan mau tetep di baca ya hehehe

ChanMoody : Saya sakit hueee, Kyuhyun gimana ya… dia kadang bikin Sungmin melambung tapi kadang menjatuhkannya terlalu keras… itu orang bener kelewatan, saya rasa sih Kyuhun salah pergaulan XD kebanyakan temenan sama iblis sih *lirik Haruna*

Babychoi137 : makasihhhhh saya sangat nghargain reader yang mau review borongan kekeke~ yang penting terlambat daripada tidak sama sekali hehehe, ini udah update ^^ di tunggu kritik dan sarannya ya

Abilhikmah : Apa? *plakkk

Minge-ni : Kayaknya ngga bisa deh, Kyuhyun itu emang omongannya kasar bukan? Ini nih yang bikin saya kesel juga pas nonton doramanya! Si Sungmin bakalan nyesuain diri sama Kyuhyun tp belum tentu sebaliknya… ha~ liat aja nanti deh

Kwiyoming : Ini ga sesuai sama Itazura na Kiss yang asli, beda banget karena ini kan remake-an hehehehe, cuma temanya sama setiap chapter, misalnya ciuman ngga sengaja, ada kan? tp alurnya beda sama sekali hehehe aslinya itazura kan komedi romantis, sedihnya dikit kok tp saya bikin agak lebih berat sih hehehe FF Kyumin banyak kok yg lebih bagus, tp saya sudah berusaha cepet update, di tunggu komennya ya

himCHANrin : Ngga, dia bukan maniak game sama sekali XD, Sungmin yang bikin Kyuhyun jadi punya hobi sendiri… udah lebih cepet kok, maaf ya kalau jelek T_T

Mayasiwonest : Gapapa ketinggalan beberapa chap, baca aja dari awal lagi hehehehe makasih

Cho Kyuri Mappanyukki : jangan nangis ^^ saya ngga nyiksa Sungmin lama lama kok, ntar juga Kyuhyun kena batunya kwkwkwkkw

Cloudswan : Karena dia benci, dan benci memang seperti itu hehehe, makasih ya mau komen

Ristinok137 : saya sakit T_T bukan sengaja kok huaaaaaa, semoga lebih kedepannya Kyu bisa jatuh cinta sama Ming hehehe

Tika137 : Sungmin kan juga nyesel jatuh cinta sama Kyu, tp mau gimana lagi… dia beneran sayang T_T biarinlah, mungkin seorang Sungmin bisa meluluhkan Kyuhyun ^^

Gye0mindo : Kyuhyun sebenarnya nanti mulai tersiksa, cuma beda dengan Sungmin yang raut wajahnya gampang kebaca, Kyuhyun malah bisa menyembunyikan perasaannya loh hehehe

Dming : Kyuhyun bakalan menyesal kok tenang aja, maaf ya buat kamu nunggu tapi ini udah aku tepatin kok pas seminggu hehehehe dan maaf kalo jelek, tapi mau kan tetep komen? Kritik saran saya terima banget kok hehehe, dan kalo kamu bisa nebak arti hadiah White Day Kyuhyun di atas, saya akan update kurang dari seminggu kwkkwkkwkw

Guest : Dia ngga mungkin ngga jatuh cinta sama Kyuhyun, kan Ming jodohnya sama tuh evil, mereka selalu bersama… haaaa indahnya jadi shipper mereka

Mothreedglittle : Kyu mulai jatuh cinta sama Ming? Baca chapter deh dengan teliti biar tahu kapan ya, karena gw akan menulis secara tersirat, kalau reader ga keberatan menjelang akhir chap, gw akan buka seluruh perasaan Kyuhyun, tp kalau itu ga keberatan loh hehehe, disitu kita akan lihat cerita dari segi seorang Kyuhyun. Maaf ya kalau ini jelek T_T moga moga masih sudi baca dan mau komen hehehe

Guest : Seorang pria angkuh kayak Kyuhyun ga akan mungkin nunjukkin dia ngejar2 Ming, sama kayak tokoh Naoki di drama Itazura na Kiss manapun… tp dia punya caranya sendiri dan akan dia tunjukkan pada Sungmin ^^

Aey raa kms : Ini udah update ^^ di tunggu lagi ya komennya kalau tidak keberatan hehehe

Fanni : Dia mulai sadar dan tertampar secara perasaan, kalau dunia ngga sesempit yang dia pikir selama ini… jadi yah… Kyuhyun mulai membuka hatinya hehehehe, ini udah lanjut ^^ moga suka ya, Love u too 3

Danhobak : Jangan nangis dong ^^ saya kan ga bermaksud nyiksa Sungmin juga hehehe. Ini remake asli dari saya ^^ hanya tema per chap yang sama dengan cerita aslinya. Misalnya belajar bersama, Kyumin juga belajar bersama kan di sini, tapi niat, alasan dan alurnya jauh beda dari yang asli. Saya penggemar fanatik dorama ini tapi saya juga tidak mau hanya mengubah karakter menjadi Kyumin, saya ingin membuat alur cerita sendiri agar adil T_T karena kalo cerita aslinya, Kotoko (char cewek) ngejar Naoki (char cowok) hampir 17 episode sedangkan Naoki ngejar Kotoko paling cuma 1 episode terakhir, ngga adil kan! makanya saya bikin sendiri hehehe

Asih Chokyuhyunmin : Karena Sungmin berpikir hanya untuk Kyuhyun, dia ngga peduli cintanya ga diterima, dia ngga peduli kalau Kyuhyun tetep benci sama dia asal kadonya tersampaikan, mungkin ini yang namanya cinta tak bersyarat, tulusnya setengah mati T_T

Guest : Ini udah di percepat… dan emang sesedih itu ya? Huaaa saya ngga sengaja kok menyiksa Sungminnya, semoga masih mau baca ya hehehe

Parkyuhyun : Kedatangan Sungmin membawa perubahan dalam diri Kyuhyun, hanya itu yang bisa saya katakan hehehe

Ranny : Saya sakit huaaaaaaaa… iya ini di cepetin semoga ga membosankan dan mau meninggalkan review lagi hehehe, di tunggu ya

Black Paradise : hahahaha, mereka berantemnya sering kok ^^ jadi di tunggu aja ya, thanks buat komennya

Okta : Saya ngga tega! Ceritanya emang harus kayak gini… Kyuhyun menyesal? Lebih dari itu, Kyuhyun akan mulai merasakannya hehehe thanks ya

Nurganevi : Huaaa makasih ya, aku nunggu komennya juga ya

KS : wkwkkwkwkw, saya ampe takut buka kotak review karena ada yang gedor2 kekekeke, ini udah cepetan kan? maaf ya kalau membosankan kan Ibunya Kyuhyun emang hobi foto moment mereka ntar tambah banyak koleksinya deh hehehe, salah besar! Yuuki masih benci ke Sungmin kwkwkkwkwk, oke deh, thanks ya mau baca ff hancur ini ^^

Guest : Ini udah lanjut, makasih ya mau komen ^^

KYUMIN13 : MAKASIHHHHHHH, NGOMONG APA AJA SAYA TERIMA KOK DENGAN SENANG HATIIII HEHEHE, thanks banget ya ^^

Qen137 : Jahatnya Kyu kan emang sesuai karakter Naoki ver Jepangnya hehehe, kapan Sungmin bisa bahagia? Kalau dia jauhin Kyuhyun sih *plakkk* hehehe liat aja nanti

Santiyani : Ini udah lanjut :D jahat kan emang sifatnya si Kyuhyun *plak* wkwkkw, canda... thanks ya buat komennya

PaboGirl : Mereka udah jodoh dari sejak semula :D baik di ff dan kehidupan nyata, jadi saya akan tetap ini happy end kok ^^

Fishychovycouple : Saya bikin beda karena ini remake . Kalau cuma beda cast sama lokasi, itu sih bukan remake hehehe, dan saya mau membuat jalur itakiss sesuai kemauan saya huahahaha, biar adil gitu T_T jgn Ming mulu yg ngejar2 si Kyu

Awlia : Ngga bagus2 banget kok... masih banyak author yang lebih bagus dari saya ^^ hehehe, ini udah lanjut, thanks ya buat komennya

Cywelf : Udahhhhh hehehehe thanks ya, moga moga masih mau komen lagi di chap 7 ^^

Thalia kms : Udah lanjut ^^ balik saya tunggu komennya loh~ kritik dan saran saya terima dengan senang hati

Anindhita Meilaruya : Chap ini ga sedih kok (gentian aja biar reader ngga ngerasa gw tega banget) hehehehe, masih berkenan untuk review?

KyuMinMi : Ngga senyesek itu kok *bela diri* ada waktunya kok, dan chap baru ini Kyuhyunnya baik kok hehehe, di tunggu reviewnya ya ^^

Winecouple : Kyuhyun tidak mau tahu, atau memang tidak tahu, yang pasti rasa bersalah itu salah satu hukuman juga buat dia hehehe

TsubakiMing : Pergerakannya slow karena dorama aslinya juga gitu T_T emang si Kyuhyun nih! *salahin casting* Kyuhyun yang ngejar2 Ming? Dalam arti harafiah sih ngga, tapi dalam bentuk yang lain :D tunggu aja ya

Rama : Baik Naoki atau Kyuhyun sama sama kejam kok, tapi Naoki lebih ke tindakan dengan beneran cuekin Kotoko, kalau Kyuhyun lebih ke kata2 yah hehehe, ini udah update, di tunggu komennya ya :D

Cho Minyu : Kalo ngga nyakitin Sungmin, itu gw ga bisa janji karena yah... sikap Kyuhyun suka bikin orang salah paham sih ^^ thanks ya buat komennya, di chap ini ga sedih2 amat kok hehe

Cywelf : Udah :D hehehe

Payong : Jangan sider dong T^T kalo sider ga berhak nagih FF kalo lelet update :P kekeke, kissu? Tahu dramanya kan? Saya akan kasih adegan kissu sesuai dengan adegan doramanya

KobayashiAde : Soalnya saya mau bikin cerita Itakiss yang 'dark' dari versi aslinya hehehe

Kyujeje : Seorang Cho Kyuhyun akan selalu luluh di depan seorang Lee Sungmin :D jadi tenang aja hehe

Fariny : Iya, baru nyadar pas baca ulang, Kyuhyun kadang baik, kadang jahat hahaha, tapi itulah dia... di chapter ini dia baik kok, ngga sedih hehehe

Minzy : kalau orang ngga suka sih mau gimana? Tp seiring waktu... mereka bakal XD

ABLuELF : Yah jangan sedih dong… saya nulisnya ga ampe nangis kok… *krn ga punya hati* di chapter ini ga ada sedih2an kok hehehe dan jangan keseringan reader T^T, komen itu bisa jadi penentu semangat author buat nulis loh XD

.

Thanks buat 88 yang komen FF butut ini, sumpah saya terharu setengah mati karena pas chap 1 FF ini hanya di komen 18 orang… saya tahu tulisan saya masih berantakan dan ada kekurangan disana sini… tapi apalah saya tanpa reader…

Jadi maukah anda selalu bersama saya hingga kisah ini berakhir?