o.o I'm BACK! hohoho *ala sinterclaus* it has been 2 years... yes, 2 years. apa kalian masih mengingat ff lumutan ini? :')

Yes, MINnaelf99 balik dengan membawa chapter 7, melepaskan gantungan kalian terhadap cerita ini xD

mungkin semua suda berubah. mungkin ff ini udah jelek menurut kalian. tapi apapun yang terjadi, author harus menyelesaikan cerita ini.

Here MINnaelf99 present, Chapter 7! Enjoy Reading! *^*


"Akhirnya aku menemukanmu.. bulanku." Namja itu tersenyum sangat manis. Sementara Sungmin hanya dapat terdiam. Siapa namja ini? Kenapa bukan Kyuhyun yang datang dan menolongnya?

"Kenalkan, namaku Donghae.., Lee Sungmin.." Namja yang bernama Donghae itu tersenyum manis sekali lagi. Seketika itu juga mata Sungmin membulat. Ia pernah mendengar nama ini sebelumnya. Ya, dari Eunhyuk, sahabatnya. Tapi dari mana namja bernama Donghae ini mengetahui namanya? Dan apa yang ia maksud dengan bulannya? Pertanyaan-pertanyaan ini bergelut dalam pikiran Sungmin.

Chapter 7

"A-apa maksudmu? Darimana kau mengetahui namaku?" Sungmin mengepalkan erat tangannya sendiri. Bagaimanapun juga ia tak mengenal namja bernama Donghae ini. Hanya sepenggal nama yang pernah ia dengar.

"Tentu saja aku sangat mengenalmu.." Donghae kembali mengeluarkan senyuman terbaiknya. Ia genggam tangan yang Sungmin kepalkan sedaritadi, menariknya dan mencium punggung tangan Sungmin.

Sungmin sangat terkejut dan spontan menarik tangannya. Ia menatap wajah Donghae dengan tatapan tidak percaya. Apa maksud namja ini sebenarnya?

"Jangan dingin begitu, Sungmin-ah. Bagaimana kalau kita ke café sebentar? Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Mengenai kejadian beberapa bulan yang lalu.." sekilas tampak raut wajah Donghae yang berubah. Sungmin dapat menyadarinya. Tampak sebuah penyesalan yang dalam pada mata itu.

"kau tahu.., aku-"

"Minnie!"

tak sempat Donghae melanjutkan kalimatnya, seseorang berteriak sambil menghampiri mereka.

Kyuhyun yang baru saja sampai dan menemukan bulannya sedang bersama seorang namja membuat keningnya mengerut, pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dalam benaknya. Tetapi dibanding memikirkannya, lebih baik Kyuhyun menemui Sungmin terlebih dahulu.

Kyuhyun segera berlari mendekati Sungmin dan memeluk leher Sungmin dengan satu lengannya dan menariknya agar mendekat pada tubuhnya. Ia tatap namja yang sedang bersama Sungmin itu dengan seksama. Dan setelah menyadari sesuatu, Kyuhyun tampak terkejut. Sepasang bola mata yang sama dengan miliknya, lapisan dalam mata yang bewarna merah itu menjawab seluruh pertanyaannya.

"Apa maumu? Bulan ini adalah milikku." Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Tak sedetikpun matanya melepaskan pandangan terhadap Donghae.

"Huh? Benarkah?" Diluar dugaan Kyuhyun, yang nampak adalah raut wajah tenang dari namja yang ia anggap acaman ini. Donghae menatap Kyuhyun enteng dan memiringkan senyumnya.

"Apa yang kau tertawakan?!" Kyuhyun menarik kerah baju Donghae kuat dan melayangkan kepalan pukulannya tepat ke wajah Donghae.

"Hahaha. Milikmu?" Sekali lagi Kyuhyun terkejut. Kepalan yang seharusnya sudah membuat seseorang kesakitan malah namja ini tangkap dengan mudahnya. Donghae lalu menepis mudah kepalan tinju Kyuhyun dan melemparnya ke arah samping. Ia terkekeh sekali lagi.

"Tetapi kurasa dia belum menyukaimu.., benar?" ucap Donghae penuh percaya diri dan membuat Kyuhyun semakin geram. Kembali ia buat kepalan tangan dan bersiap untuk menghajar Donghae. Kali ini Donghae pun menunjukan wajah yang serius.

"Kyu!" Ucap Sungmin sedikit meninggikan suaranya. "Ayo kita pergi dari sini." Sungmin yang merasa bahwa keadaan akan semakin kacau segera menghentikannya.

"Hmm." Kyuhyun pun menuruti Sungmin dan menggandeng tangannya untuk segera pergi dari sana. Sesaat ia melirik Donghae tajam dan memalingkan wajahnya. Merekapun pergi meninggalkan Donghae disana.

"Cih. Ternyata benar ada matahari yang bersama dengan dirinya." Donghae berdecih dan mengingat kembali beberapa waktu yang lalu anak buah yang ia pecat memang mengatakan bahwa Sungmin telah ditandai.

"Hahaha, tetapi sepertinya aku masih punya kesempatan. Tanda bulan miliknya belum merapat dan masih menimbul." Donghae kembali mengumpulkan rasa percaya dirinya dan tersenyum dengan manis.

Ia menekan salah satu kontak dan mendial nomor itu pada ponselnya. Menempelkan ponselnya pada telinganya dan menunggu jawaban dari seberang telepon.

"Aku punya tugas untukmu. Datanglah kesini dan ikuti mereka."

"…..?"

"Sungmin dan seorang matahari."

"….."

"Ya, cari tahu dimana Sungmin tinggal sekarang."

Donghae menutup ponselnya. Masih tampak punggung Kyuhyun dan Sungmin dari kejauhan. Donghae mengepalkan tangannya dengan erat.

"Kau adalah bulanku. Akan kupastikan itu." Gumamnya perlahan dan segera pergi dari sana.

.

.

"Minnie.. mianhae. Jeongmal mianhae.." Kyuhyun mengeratkan genggamannya pada tangan Sungmin dan sedikit menundukkan wajahnya. Ini sepenuhnya salahnya.

Sungmin terdiam sesaat, ia menatap mata Kyuhyun lekat. Ia mengerti bahwa Kyuhyun sangat menyesal dan ia tak ingin bertengkar karena hal ini.

"Haahh.. gwaenchana. Lagipula sudah berlalu dan aku masih selamat." Sungmin hanya menghela nafas panjang.

"Apa kau tidak apa-apa? Apa kau terluka?" Kyuhyun menghentikan langkahnya dan memeriksa tubuh Sungmin. Seketika ia temukan bengkak kecil pada pergelangan kaki Sungmin.

"Aigoo~ itu tidak apa-apa. Aku masih bisa berjalan, Kyu. Gwaenchana~" Sungmin tersenyum sesaat. "Dan aku takkan pernah memaafkanmu jika kau lupa untuk menutup tanda bulan ini lagi!" Sungmin mengerucutkan bibirnya lucu. Ia ingin memperbaiki suasana ini.

"Mianhae, aku takkan mengulangi kesalahanku." Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin erat. Sementara Sungmin hanya tersenyum. Merekapun melanjutkan perjalanan.

Sungmin menatap lurus kearah jalanan. Sesaat ia kembali mengenang ucapan Donghae. "Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Tentang kejadian beberapa bulan yang lalu.."

'Apa maksudnya?' batin Sungmin terganggu oleh kehadiran Donghae.

.

.

Setelah berbelanja semua perlengkapan, Kyuhyun dan Sungmin kembali ke rumah mereka. Sungmin segera menyiapkan makanan untuk Kyuhyun dan dirinya sendiri.

"Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Tentang kejadian beberapa bulan yang lalu.." kata-kata itu terus menggema di benak Sungmin. Tanpa sadar ia menggoreskan pisau pada jemarinya.

"Agh!" Sungmin berteriak kecil dan menatap jarinya. 'Ah.. ada apa denganku sebenarnya?' batinnya.

"Minnie?! Ada apa?" Kyuhyun yang mendengar teriakan Sungmin mendatanginya dan menyadari jari Sungmin yang tergores.

Ia tampak terkejut dan mengambil tangan Sungmin dan segera menghisap darah itu. Sungmin hanya dapat meringis karenanya.

"Ada apa denganmu,hmm? Tak biasanya kau melamun seperti ini." Kyuhyun menatap lekat bulan yang ia cintai itu. Dia tahu bahwa ada sesuatu yang menganggu pikiran Sungmin.

"Aniya. Tadi tanganku hanya terpeleset Kyu.." Sungmin melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun dan kembali mengiris wortel yang akan ia masak.

"Apa kau masih memikirkan namja tadi?" Kyuhyun menatap Sungmin serius. Firasatnya sedang mujur sekali.

"Huh? Aniya. Apa yang sedang kau bicarakan Kyu." Sungmin tak menatap balik Kyuhyun dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

"Berhati-hatilah kepadanya. Dia juga matahari. Jangan sampai bertemu lagi dengannya, Minnie." Kyuhyun menatap wajah Sungmin lekat dan menggenggam kedua lengan Sungmin dengan kuat. Sejujurnya ia sangat takut jika harus kehilangan sosok Sungmin. Tak dapat ia bayangkan jika bulannya direbut matahari lain.

"Kyu, bagaimanapun juga, dialah yang menyelamatkanku tadi. Bahkan aku belum berterimakasih kepadanya." Sungmin menoleh dan menatap Kyuhyun.

"Tidak. Kau tak perlu berterimakasih kepadanya. Jangan pernah menemuinya lagi. Arraseo?!" Kyuhyun meninggikan suaranya. Ia sendiri tak sadar telah membentak Sungmin.

"Kyu!" Sungmin melepaskan genggaman Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun lekat.

"Kau sudah berjanji untuk menjagaku, tapi bahkan kau malah sangat ceroboh dan melupakan hal penting seperti itu. Sekarang kau malah membentakku dan tak membiarkanku untuk berterimakasih kepada orang itu? Kalau bukan karenanya, aku sudah menjadi bulan-bulanan seks sekarang!" Sungmin ikut meninggikan suaranya. Ia rasa ia benar tentang masalah ini.

Kyuhyun terdiam sesaat. Ia tak dapat berkata lagi. Padahal ia jelas tahu bahwa ini adalah kesalahannya, tetapi hanya karena seseorang telah menutup tanda bulan milik Sungmin dan menyentuhnya ia jadi kehilangan akal sehatnya. Hanya kepada Sungminlah ia dapat menjadi seperti ini.

Sesaat kemudian Sungmin sadar apa yang telah ia katakan, dan ia kembali berusaha menenangkan dirinya. "Kyu.. aku tidak menyalahkanmu.. hanya saja…"

"Arraseo. Kau benar, lagipula aku ini bukan siapapun bagimu bukan?"

Ucapan Sungmin terpotong oleh Kyuhyun. Dan seketika hatinya terasa sangat sakit. Bahkan ia sampai melupakan rasa sakit pada jemarinya.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin dan mengigit tanda bulan milik Sungmin, meng-kissmarknya. Sungmin hanya mengeluh sesaat karenanya. Ia tak mengerti apa yang sedang Kyuhyun lakukan.

"Kau menyukainya kan? Saat disentuh seperti itu? Temui saja namja itu dan suruh ia yang menyentuhmu, dan mendesahlah seperti seorang pelacur!" Kyuhyun berteriak membentak Sungmin. Ia benar-benar telah termakan oleh rasa cemburu.

Sungmin menutup mulutnya dengan tangannya tak menyangka Kyuhyun akan berkata seperti itu. Ia benar-benar tak percaya. Hatinya terasa hancur saat ini.

'PLAAAKK!'

Sungmin menampar pipi Kyuhyun. Tanpa sadar air matanya telah mengalir dengan deras. Kyuhyun sangat terkejut melihat raut wajah Sungmin.

"Aku… Aku membencimu Kyu.." Ucap Sungmin dan mendorong kuat tubuh Kyuhyun agar menjauhinya, segera ia berlari keluar dari rumah itu sambil menghapus air matanya sendiri.

Kyuhyun menjambak rambutnya sendiri. "Arrghhhh! Apa yang sudah kau lakukan Kyuhyun bodoh!" Ia meninju dinding rumahnya berkali-kali. Mungkin beberapa tulangnya sudah retak sekarang.

.

.

Sungmin berjalan sambil menerawang. Air matanya berhenti mengalir, tapi hatinya masih saja sakit. Ia sama sekali tak menyangka Kyuhyun akan berkata seperti itu. Ia sudah melupakan masalah Donghae dan terus berjalan. Ia sudah tak perduli lagi, mungkin kalau saja ia dikejar ratusan namja lagi ia takkan berlari lagi.

"Ming-ah?" Seseorang memanggil Sungmin dari belakang. Tetapi Sungmin tidak mendengarnya.

Karena merasa dihiraukan orang itu kembali memanggil Sungmin dan menepuk bahunya. "Sungmin-ah!"

Sungmin berpaling dan menemukan Eunhyuk sedang tersenyum menyapanya. Tanpa ia sadari air matanya kembali mengalir.

"Hyukkie-ya! Huuuaaaaaa!" Tangisannya meledak dan ia memeluk Eunhyuk dengan erat. Sementara Eunhyuk terkejut dan berusaha menenangkannya, orang-orang mulai memperhatikan mereka dengan tatapan aneh.

"Eh..eh.. Ming-ah! Ayo kita ke apartemenku!" Eunhyuk memilih untuk menarik lengan Sungmin dan mengajaknya ke apartemennya yang sudah tak jauh dari sana.

Sesampainya mereka di apartemen Eunhyuk, Sungmin masih terlihat sesegukan. Tetapi ia merasa jauh lebih lega setelah melihat Eunhyuk dan menangis sepuasnya. Eunhyuk mendudukan Sungmin pada kursi disana dan menepuk-nepuk kepala Sungmin. Ia memang sangat menyayangi sahabatnya ini. Ia rasa bukan saatnya untuk memikirkan masalah mimpi itu.

"Hey, Ming-ah.. sebenarnya ada apa? Aku menemukanmu berjalan sambil menunduk dan terlihat murung.." Eunhyuk menanyakan Sungmin dengan nada tenang. Ia juga ingin membuat sahabatnya ini merasa nyaman.

"Ugh.. aku tak tahu bagaimana cara menjelaskannya kepadamu Hyukkie. Ini terlalu rumit bahkan aku sendiri tak mengerti." Sungmin menunduk. Ia menghapus air matanya sebisanya. Ia tak yakin untuk menceritakan soal keunikan pada dirinya dan soal Donghae yang ternyata mengenal dirinya.

"Aigo~ terakhir kali melihatmu menangis seperti ini adalah saat ayah dan ibumu bertengkar. Saat itu kau bisa kembali tertawa setelah melihatku menari di atas meja, membuka bajuku sambil memutar-mutar kaus kutangku. Apa aku harus melakukannya lagi,eoh?" ucap Eunhyuk mengingat kejadian yang membuatnya merasa malu itu.

"Pffht.." Tak disangka Sungmin yang mengingat kejadian itu malah jadi menahan tawanya. Tak dapat ia pungkiri saat itu Sungmin langsung tertawa terbahak melihat aksi Eunhyuk dan melemparnya dengan bantal. Eunhyuk selalu dapat membuatnya tertawa. Selalu.

"Yah! Kalau ingin tertawa, tertawa saja! Jangan ditahan! Itu lebih menjengkelkan kau tahu?" Eunhyuk mendorong bahu Sungmin dan ia malah ikut tertawa karena Sungmin.

"Kkk~ ah nee Hyukkie-ya. Kau selalu berhasil membuatku tertawa setiap kali aku tengah sedih. Gomawoyo!" Sungmin tersenyum dengan tulus, senyuman pertama dari hatinya untuk hari yang melelahkan ini.

"Ah, kau sudah merasa baikan,eoh? Ah.. panas sekali." Eunhyuk berkata begitu sambil melepas kaosnya. Ia berdiri dan menyalakan AC di tengah ruang apartemennya.

"Ne, kurasa sudah.. Ah! I-itu.." Kalimat Sungmin terhenti saat melihat sesuatu pada perpotongan leher dan pundak Eunhyuk. Ia mengusap matanya sekali lagi dan beranjak dari tempat ia duduk.

"Hmm? Mwoya? Kau mau minum? Ambil saja di kulkas itu." Eunhyuk berpaling sedikit untuk menunjuk kulkas di dapurnya. Dan tiba-tiba saja Sungmin mendorong tubuh Eunhyuk hingga mereka terjatuh di lantai. Sungmin berada diatas tubuh Eunhyuk.

"A-Apa yang kau lakukan Ming?" Eunhyuk hanya dapat terdiam dan membeku atas perlakuan Sungmin. Walaupun tubuhnya sangat seksi dan atletis, Tidak mungkin bukan kalau Sungmin sebenarnya tertarik pada tubuhnya?

"Hyukkie-ya! Kau ini.. 'uke'?" Sungmin memeriksa kembali bagian leher Eunhyuk. Kenapa selama ini ia tidak menyadarinya? Ah, dulu Eunhyuk selalu menutupnya dengan perban. Sampai saat Eunhyuk menari dengan membuka bajupun Sungmin tak pernah melihatnya.

"Huh? Apa? 'uke'? apa itu?" Eunhyuk masih terlihat heran. Ia bangun dari posisinya dan melihat apa yang tengah Sungmin perhatikan pada tubuhnya.

"Tanda.. tanda bulan itu.. kau adalah 'uke' sama sepertiku Hyukkie-ah!" Sungmin melonggarkan sedikit kaos yang ia kenakan untuk menunjukkan tanda yang sama pada tubuhnya.

"K-kau juga memilikinya, Ming? Aku selalu malu karena tanda ini terlihat seperti tanda lahir untuk yeoja, jadi aku menutupnya. Aku tidak pernah tahu kau juga memilikinya?" Eunhyuk masih tidak menyadari arah pembicaraan Sungmin.

"Hyuk, dengarkan aku. Ini bukanlah tanda lahir.. ini.. mungkin kau akan menganggapku gila, tapi ini adalah tanda yang diberikan dewi bulan untuk orang-orang terpilih. Tanda ini akan mulai bekerja saat usiamu 20 tahun, 1 bulan lagi! ulangtahunmu tanggal 4 April bukan? Dan tanda ini akan membuat namja-namja akan bernafsu dan mengejarmu untuk memperkosamu!" Sungmin menjelaskan dengan serius.

"M-Mwoya?! Kau ini bicara apa Ming? Jangan bercanda tentang hal konyol seperti ini!" Eunhyuk tidak percaya. Tentu saja ia tak percaya. Siapa yang ingin mempercayai nasib sial seperti itu?

"Aku serius Hyuk. Apa aku terlihat berbohong? Aku telah melewati masa yang sangat sulit pada hari ulangtahunku hingga kini. Aku bersyukur karena telah menemukan orang yang dapat menutup tanda itu dan tidak membuatku menjadi bulan-bulanan seks para namja gila itu. Dia adalah, Bosku.. Kyuhyun. Dia adalah seorang 'seme' yang bertugas melindungi 'uke'nya dengan membuat kissmark pada tanda bulan itu setiap hari. Karena itulah aku masih selamat hingga kini." Cerita Sungmin panjang lebar dan Eunhyuk masih menatap Sungmin dengan tak percaya.

"Aku.. akan mengalami semua itu? Kau tidak bercanda kan, Ming?" wajah Eunhyuk sangat pucat. Tak ia sangka ini adalah pertama kalinya ia tak ingin segera merayakan hari ulangtahunnya.

"Ya.. dan.. Hyukkie-ah.." Sungmin menggantung kalimatnya. Membuat Eunhyuk semakin takut untuk mendengar kelanjutan kata-katanya.

"Lambang seorang 'seme' adalah matahari yang ditandai oleh pupil mata yang bewarna kemerahan pada lapisan dalam matanya.. Donghae.., adalah salah satu 'seme'." Sungmin mengatakannya dengan perlahan. Ia harus menceritakannya kepada Eunhyuk.

"D-Donghae?" Eunhyuk terlihat berpikir, setelah ia ingat mata Donghae memanglah aneh. Tidak seperti mata orang-orang biasa.

"Dan Hyukkie-ya.. Hari ini aku bertemu dengannya.." Sungmin terlihat gugup, ia tak ingin membuat Eunhyuk terluka karena membicarakan orang yang telah menyakitinya.

Eunhyuk nampak sangat terkejut, hatinya sedikit berdenyut sakit. Dari awal memang ia telah merasa, bahwa ada sesuatu diantaran Sungmin dan Donghae.

"A-Aku juga tak mengerti Hyuk.. Kemarin Kyuhyun lupa memberikan kissmark pada tanda bulan milikku. Lalu aku pergi keluar dan ratusan namja mengejar-ngejarku sambil melepaskan pakaian mereka. Lalu aku ditolong oleh seorang dan ia menutup tanda bulanku.. Aku sama sekali tak mengenalinya, dan dia bilang dia adalah Donghae dan berkata bahwa aku adalah bulan miliknya.. Karena itu aku bertengkar dengan Kyuhyun tadi.." Sungmin menceritakannya dengan susah payah. Ia menggenggam tangan Eunhyuk kuat.

Eunhyuk hanya dapat terdiam mendengar cerita Sungmin. Bahkan ia pun tak tahu harus berkata apa. Tak ia sangka sama sekali bahwa ia akan merasa cemburu terhadap sahabatnya sendiri.. Tunggu.. Cemburu? Apa Eunhyuk memang menyukai Donghae sejak awal?

"H-Hyukkie.. gwaenchana? Ah, mianhae.. Tapi kurasa kau harus tahu tentang ini.." Sungmin menatap khawatir wajah Eunhyuk. Sampai akhirnya ia sadar bahwa Eunhyuk menangis.

"Hyukkie? K-Kau menangis? A-Apa yang membuatmu…" Sungmin menjadi panik seketika. Setelah memperhatikan wajah Eunhyuk baik-baik, ia mulai menyadarinya.

"M-Mianhae Ming-ah.. Aku tidak apa-apa." Eunhyuk berpaling dari Sungmin dan menghapus air matanya.

"Hyukkie-ya.. Kau.. menyukai Donghae?" Sungmin bertanya dengan hati-hati. Terlihat Eunhyuk terkejut mendengarnya dan berpaling kepada Sungmin perlahan. Ia tak tahu harus menjawab apa.

"Mianhae Hyukkie-ah! Aku sama sekali tidak bermaksud begitu.. aku hanya menceritakan semuanya. Aku tak ingin menutupinya darimu.." Sungmin merasa sangat bersalah sekarang. Ia sama sekali tak menyangka bahwa semuanya membawa ia dalam kondisi seperti ini.

"Aniya Ming.. ini bukanlah salahmu.. Sebenarnya, di hari itu.. Hari saat Donghae melakukannya kepadaku, ia terus mengucapkan namamu.. sepertinya ia sangat menyukaimu Ming-ah.." Eunhyuk menggigit bibirnya sendiri. Ia akhirnya mengatakannya kepada Sungmin.

"Apa? Tapi.. kenapa.. Tapi.. Aku sama sekali tak mengenalnya.. Aku bersumpah Hyuk,.." Sungmin menatap wajah Eunhyuk, tak ada kebohongan yang tersirat didalamnya.

"Benarkah? Lalu.. Bagaimana mungkin.." Eunhyuk menundukan kepalanya. Sementara Sungmin masih terkejut.

"Ada yang aneh.. Kita harus memastikannya Hyukkie-ah.." Sungmin menggenggam tangan Eunhyuk. Berusaha membuat Eunhyuk lebih baik.

"Bagaimana cara memastikannya?" Eunhyuk menatap Sungmin kembali dan berusaha menguatkan hatinya. Walaupun hatinya berdenyut sakit mengenang kembali Donghae dan kejadian saat itu, ditambah dengan kenyataan yang Sungmin ceritakan kepadanya. Dia perlu tahu semua yang terjadi. Dia harus.

"Apa kau masih menyimpan nomor ponselnya?" Tanya Sungmin penuh harap. Ia harus segera menyelesaikan masalah ini dan membuat Eunhyuk kembali bersemangat. Ia tak mau menjadi alasan sahabatnya bersedih bahkan mencurigainya.

"Uh.. Tidak. Aku tak pernah menyimpan nomor ponselnya. Tapi kurasa aku tahu cara menemuinya.." Eunhyuk mengeluarkan sebuah kartu nama dari dompetnya.

"Star-Academy? Ah, dia salah satu dancer disana ya.."

"Dia tinggal disana, Ming-ah.. dia anak pemilik Star-Academy entertainment." Ucap Eunhyuk mengejutkan Sungmin kembali. Seketika ia mengingat cerita dari Heechul tentang penyelamatnya yang merupakan pemilik dari Star-Academy. Mungkinkah Donghae benar-benar anak dari Leeteuk?

"Berarti.. dia adalah putra Leeteuk-ssi?" gumam Sungmin, berusaha mencerna semua kebetulan ini.

"Kau.. mengenal Leeteuk-ssi? Dia adalah pemilih SA ent. Dia adalah ahjumma yang sangat cantik." Ucap Eunhyuk kembali mengingat wajahnya.

"Dia.. adalah namja, Hyuk. Dan dia jugalah yang memberitahukanku semua tentang tanda bulan ini.." Mendengar ucapan Sungmin, Eunhyuk sangat terkejut. Siapa yang pernah menyangka bahwa salah satu uke berada disekitarnya. Yang ia tahu, Leeteuk adalah seorang ibu yang baik dan selalu tersenyum saat berbicara kepadanya.

"Kurasa kita harus menemui Leeteuk-ssi terlebih dahulu." Sungmin mengerutkan dahinya. Semua kebetulan ini, pasti ada alasannya. Semua benang-benang yang terpaut dengan kacau ini, pasti sudah takdir yang dewi bulan berikan.

.

.

'DRRRRT' 'DRRRRT'

Ponsel Sungmin bergetar di atas meja rias di kamar Kyuhyun. Melihat bahwa Sungmin tak membawa ponselnya, Kyuhyun membanting ponsel miliknya sendiri ke atas kasur. Sudah dua jam ini ia mencari Sungmin. Ia benar-benar menyesal telah berkata seperti itu.

"Minnie.. Mianhae.." Kyuhyun meremas kepalanya kuat.

"Kyu, kaulah yang berkata ingin menjaganya. Kenapa sekarang kau yang menyakitinya?" Ia merutuki dirinya sendiri.

"Aku… Aku membencimu Kyu.." Kata-kata itu terus bergema di benaknya. Sangat sakit mendengar seseorang yang ia cintai berkata seperti itu.

"Minnie…" Kyuhyun menggepalkan tangannya, lalu segera berlari keluar rumah. Ia harus mencari bulannya kembali. Setidaknya ia harus mengetahui keadaan Sungmin saat ini.

.

.

Setelah beberapa jam Sungmin berada di apartemen Eunhyuk dan saling bercerita, Sungmin dan Eunhyuk sudah tampak lebih baik. Mereka memutuskan untuk menemui Leeteuk minggu depan saat mereka tak bekerja.

"Sudah jam 10 malam, Ming-ah. Kau tak ingin pulang dan berbaikan dengan Kyuhyun-ssi?" Eunhyuk mengatakannya sambil memakan ramyeonnya.

"Entahlah, tadi aku menamparnya dan lari dari rumah. Apa menurutmu kami tak akan saling bicara saat aku pulang nanti?" Jawab Sungmin dan ikut memakan ramyeon Eunhyuk dengan sumpitnya.

"Hmm, Kurasa dia sedang mencarimu sekarang.." Ucap Eunhyuk lagi dan membuat Sungmin terdiam.

"Aniya. Dia menyuruhku pergi bahkan mengataiku pelacur. Kurasa dia tak ingin melihat wajahku lagi.." Sungmin menatap keluar jendela apartemen Eunhyuk. Masih terasa sakit saat mengingat kejadian itu.

"Ming-ah!" Eunhyuk meletakkan ramyeonnya diatas meja dan menangkupkan kedua pipi Sungmin dengan tangannya lalu menepuknya dengan kuat.

'PLAAAK'

"Gyaaaa! Sakit Hyuk! Apa yang kau pikirkan?!" Sungmin mengusap bekas tepukan Eunhyuk dan mengerucutkan bibirnya kesal.

"Kau itu seperti bukan Sungmin yang kukenal saja! Padahal dari dulu kalau kita bertengkar kau takkan mau menunggu lama dan terus bertanya ada apa denganku sampai kita bertengkar hebat bahkan di kantor guru saat sekolah dulu. Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau tak suka bertengkar lama-lama dengan seseorang yang kau sayangi?" Eunhyuk mengomeli Sungmin habis-habisan. Dan sepertinya mata Sungmin mulai terbuka.

"…Kau benar, Hyuk.. Aku sama sekali tak suka dengan keadaan ini. Aku harus menyelesaikan masalah ini dengannya, aku… tidak ingin berpisah dengannya.." Raut wajah Sungmin terlihat serius dan Eunhyuk pun tersenyum mendengarnya.

"Jadi, kau sudah mengakui kalau kau menyukai Kyuhyun-ssi? Hahahaha." Ucapan Eunhyuk berhasil membuat Sungmin merona. Dan melihat wajahnya itu Eunhyuk malah semakin terbahak.

"Aish kau ini, Hyuk! Ah, baiklah.. Aku harus menemuinya.. Aku pulang dulu Hyukkie-ya. Terimakasih banyak untuk hari ini!" Sungmin tersenyum sekali lagi dan beranjak untuk meninggalkan apartemen Eunhyuk.

"Akulah yang harusnya berterimakasih karena telah diberitahu semua tentang tanda itu! Kkk~ ne, hati-hati Ming-ah!" Eunhyuk tersenyum dan melambaikan tangannya.

Setelah Sungmin melangkah cukup jauh dan meninggalkan apartemen Eunhyuk, Eunhyuk sedikit menunduk dan menekuk wajahnya. Selain persoalan Donghae yang ia pikirkan, juga soal tanda bulan yang juga dimilikinya. Bagaimana cara menghadapinya kelak? Apa ia akan menjadi bulan-bulanan seks seperti yang Sungmin katakan? Mendengar cerita Sungminpun, dirinya merasa ia punya kesempatan untuk bersama Donghae karena tanda bulan itu. Namun hatinya sendiri bimbang.

Eunhyuk menutup pintu apartemennya lalu berjalan gontai ke arah kasurnya. Menarik laci kecil di sampingnya lalu mengambil sebuah foto dari sana. Tampak beberapa dancer yang tengah tersenyum dan berpose lucu setelah selesai latihan. Disana ada Donghae yang tengah tersenyum dengan lebar bersama Eunhyuk disebelahnya karena baru mengetahui bahwa mereka berdua mendapat tawaran besar di akhir tahun dan akan tampil bersama sebagai dancer utama.

"Apa yang kuharapkan sebenarnya? Ia juga menyukaiku?.. tetapi di sisi lain aku juga membencinya karena kejadian malam seusai klub itu.."

.

.

Sungmin berlari menuju rumahnya dan Kyuhyun, Membuka pintu dan mencari Kyuhyunnya. Tapi yang tampak disana adalah Heechul dan Hangeng yang sedang duduk dan tampak khawatir.

"Minnie!" Heechul segera berlari dan memeluk Sungmin dengan erat. "Kau kemana saja? Kami sangat mengkhawatirkanmu.."

"Mianhae, eomma.. Aku pergi ke apartemen sahabatku tadi.." Sungmin merasa tak enak karena membuat mereka khawatir.

"Aku sudah memarahi Kyuhyun habis-habisan, Dia juga telah kupukul berkali-kali! Ah, sungguh Minnie.. aku minta maaf atas perkataan Kyuhyun." Heechul tampak ingin menangis sampai Hangeng mendatanginya dan memeluknya.

"Aku..Aku belum memaafkannya, eomma! Karena itu aku harus menemuinya..Tapi kau tak perlu minta maaf kepadaku. Aku akan segera menyelesaikan masalah ini dengannya.." Sungmin tersenyum dengan tulus.

"Minnie…" Heechul ikut tersenyum, ia sangat bersyukur Kyuhyun bertemu dengan uke yang sangat baik seperti Sungmin.

"Kyuhyun sedang pergi mencarimu sejak kau menghilang Minnie. Kurasa dia tak akan kembali sebelum menemukanmu.." Ucap Hangeng kepada Sungmin.

"Aku akan mencari Kyuhyun.." Sungmin bergegas naik ke lantai dua dan mengganti bajunya serta mengambil ponselnya yang ia tinggal. Sekilas ia lihat ponsel Kyuhyun yang berada di atas ranjang mereka dan menghela nafas. Kenapa Kyuhyun yang malah meninggalkan ponsel sekarang? Lalu ia kembali turun dan memakai kembali sepatunya. "aku pergi dulu eomma, appa!" Sungmin bergegas pergi dan mencari Kyuhyun. Ia sangat khawatir terjadi sesuatu terhadap Kyuhyun sekarang.

"Kyu…Kyuhyun…" Sungmin terus mencari kepelosok jalanan kota Seoul. Saat ini ia berharap kota Seoul adalah tempat yang kecil, namun tentu saja di tiap sudut kota itu terdapat namja. Mau menghubungipun, ponsel Kyuhyun berada di rumah. 'bagaimana aku akan menemukannya?' batin Sungmin frustasi. Ia sendiri pun mulai merasa bersalah.

Sungmin berlari sembarang, ia pun mulai merasa lelah dan waktu sudah menunjukan pukul 11.50 dan dalam waktu 10 menit, ia akan kembali dikejar-kejar oleh namja yang melihat wajahnya. Ia harus segera menemukan Kyuhyun. Namun sepertinya cobaan untuk kedua insan ini semakin berat, terdengar beberapa kali suara petir yang memekakan telinga. Sungmin tidak membawa payung, bagaimana mungkin ia sempat untuk memikirkan payung disaat pelindung utama nya tengah menghilang? Baik kyuhyun ataupun Sungmin, keduanya saling membutuhkan.

"Bagaimana ini, kalau aku tak segera menemukannya.. akupun akan berada dalam bahaya." Sungmin mengecek waktu pada ponselnya. Tak ia sangka masalah Donghae dapat menjadi serumit ini.

Ia pun memasuki sebuah gang kecil dan berhenti disana, tampak seseorang tengah memunggunginya dan berjalan lurus. Ia tampak seperti Kyuhyun. Sungmin tersenyum dengan gembira dan segera berlari mendekati namja itu. Ia genggam lengan namja itu dan berkata "Kyu! Aku mencarimu kemana-mana." sesaat kemudian saat namja itu berbalik, ia tampak bingung dengan perlakuan Sungmin. Jelas sekali bahwa Sungmin salah orang dan mengiranya Kyuhyun.

"Ah maaf.." Sungmin menunduk sedikit dan hendak berpaling. Tapi tiba-tiba saja kali ini lengannya lah yang digenggam oleh namja tadi. Terkejut, Sungmin kembali menoleh dan menatap wajah namja itu. Wajahnya terlihat kepanasan dan memerah, ia juga menyeringai menatap wajah Sungmin. Ya, waktu telah menunjukan pukul 00.00 , bekas kissmark Donghae pada tanda bulan milik Sungmin memudar.

Sungmin sangat ketakutan, ia berusaha melepaskan lengan namja itu namun cengkramannya cukup kuat. Belum pernah ia dicengkram dengan kuat oleh satu orang seperti ini. Namja itu mendorong tubuh Sungmin dan membuatnya terjatuh, lalu segera menindihnya. Di kecupnya leher Sungmin dan dijilatnya. Bukannya melenguh tapi Sungmin merasa sangat takut dan merinding. Jika memang yang dikatakan Kyuhyun benar, bukankah Sungmin seharusnya menikmatinya? Tentu saja Sungmin hanya dapat melenguh dan menikmati sentuhan Kyuhyun. Hanya Kyuhyun.

"Tidaaaaaaakkkk! Lepas! Lepaskan aku! Aaaaaaaaaa!" Sungmin terus berteriak dan meronta, namun kekuatannya kalah oleh namja dengan tubuh yang besar ini. Mulai dibukanya kaos dan celana yang namja itu kenakan, lalu menyeringai gila dan meraba nipple milik Sungmin dari luar bajunya. Namja itu semakin kesetanan dan merobek baju yang Sungmin kenakan, lalu mulai menjilati nipple Sungmin. Teriakan Sungmin pun mendatangkan orang-orang untuk melihat keadaan, namun karena namja-namja itu menatap wajah Sungmin, mereka menjadi bernafsu dan melepaskan pakaian mereka juga. Sementara para yeoja yang ikut melihat hanya mampu berteriak dan berlari dari sana. Sungmin tampak mengeluarkan air mata, kali ini habis lah dia, tampaknya ia akan betul-betul menjadi bulan-bulanan seks.

"MINNIE ! TIDAK! JANGAN SENTUH BULANKU! ARGH!"

'BUUGH!'

Kyuhyun menghajar orang-orang di hadapannya, berlari mendekat dan menyingkirkan namja-namja itu dari gang sempit itu. Dicengkramnya rambut orang yang tengah menindih Sungmin sejak tadi dan menghajarnya habis-habisan. Terlihat darah segar keluar dari mulut namja itu dan ia kehilangan kesadarannya. Namja-namja yang lain hanya dapat mematung dengan junior mereka yang masih menegang.

"Minnie…" Kyuhyun melangkah perlahan kepada Sungmin. Tampak Sungmin tengah menangis dengan keadaan yang memprihatinkan. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tangannya gemetaran dan celananya nyaris terlepas seutuhnya.

'nyuutt'

Hati Kyuhyun terasa sangat menyakitkan. Seperti dikuras oleh sesuatu. Bukan hanya karena melihat keadaan Sungmin, tetapi dirinya telah sekali lagi membiarkan Sungmin berada dalam bahaya. Jika tadi ia terlambat beberapa saat saja, mungkin Sungmin sudah mengalami trauma yang mendalam.

Kyuhyun memeluk tubuh itu. Tidak terlalu erat, namun memeluknya seperti tengah memeluk barang berharga. Dengan lembut, sangat hati-hati. Seakan tubuh itu dapat hancur saat itu juga. Perlahan mencari-cari tanda bulannya lalu mengecupnya hangat, dan menghisapnya dengan lembut. Menyisakan sebuah tanda kebiruan disana, menutup tanda tersebut. Perlahan orang-orang yang mematung di sekitar mereka kembali mendapatkan kesadarannya, dan kebingungan disana. Sebagian berlari menjauh, sebagian mengenakan pakiannya dahulu dan pergi dari sana.

"Minnie…" Kyuhyun kembali berucap, Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Sungmin lekat. Mata Sungmin terlihat merah dan sembab, tidak ada air mata lagi di sana. Mungkin terlalu lelah untuk mengeluarkannya lagi.

"Maafkan…aku.." Kyuhyun menunduk. Ia tahu betul, dari awal ini semua salahnya. Bahkan ia yang memperburuk keadaan. Menyesal, hanya itu yang dapat digumakan Kyuhyun. Ini adalah pelajaran yang berharga untuknya. Sikapnya dapat melukai orang yang ia cintai, bahkan melukai dirinya sendiri. Ia terlalu muda, sangat kekanakan. Bisa-bisanya rasa cemburunya memakan rasa cinta nya.

"Kyu…" Sungmin mengusap pipi Kyuhyun. "Gwaenchana.." ia tersenyum tulus. Tidak tampak kebencian sama sekali di dalamnya. Membuat Kyuhyun menitikan air matanya dan menenggelamkan wajahnya pada pundak Sungmin.

'Aneh.. aku tidak memukulnya, ataupun mengomelinya. Bahkan untuk mengekspresikan wajah yang mengatakan bahwa aku terluka karenamu. Tetapi aku seakan mengerti perasaannya, ia terlampau mencintaiku sampai sejauh ini. Sampai ia takut kehilanganku. Menangis untukku.. Bagaimana aku bias memahami dan memaafkannya semudah ini? Apa akupun, mencintainya?' batin Sungmin lalu ia pun membalas pelukan Kyuhyun dan menenangkan mataharinya itu.

Malam itu bulan tak tampak, dan tentunya juga matahari. Bahkan hujan turun dengan sangat lebat. Menyiram kedua tubuh itu sempurna. Seakan membersihkan kotoran pada tubuh mereka. Membawa dan mengalirkan kotoran itu pergi menjauh, lalu menyisakan kenangan yang tak terlupakan. Mungkin bukan kenangan yang manis, tetapi kenangan yang telah membuka hati dan pikiran mereka.

Apakah tanda bulan milik Sungmin akan segera tertutup?

Apakah tidakan yang akan Donghae lakukan untuk merebut Sungmin?

Bagaimana dengan kebimbangan Eunhyuk dan tanda bulan yang dimilikinya?

TBC~


YO YO

Bagaimana dengan kelanjutan kisah mark you as mine kali ini? pasti udah pada lupa dengan ceritanya hahahaha

oke, sebenarnya Author menghilang karena terjebak internet sehat dan gabisa log in .

lalu beberapa minggu yang lalu temen author bilang ada caranya. lalu mulai lah author mengutak-atik.

sempet ada beberapa kendala tapi sekarang udang bisa di post ceritanya hehehehe :D

author sebenarnya kurang percaya diri karena udah lama ga nulis.. tapi author bertekad bahwa cerita ini harus kelar. HARUS

author juga minta maaf, mungkin setelah ini adegan NC akan di skip.. mungkin banyak yang ga setuju, tapi ketahuilah kurasa kalian juga

sadar bahwa adegan NC yang kubawa tidak berbakat membawa kalian klimaks.. *jeduak xD

author melanjutkan ff ini juga untuk kalian yang masih setia sampe lumutan nungguin ff ini.. *terharu.. serius terharu*

chapter 7 ini merupakan draft author yang udah diketik setengah dan pupus gara2 internet sehat. jadi mungkin kalian

akan menyadari perubahan pada gaya penulisannya. yang jelas ini masih dirikuuu, MINnaelf99 yang lebih tua 2 tahun! wuhuuu XD

author akan segera membuat chapter 8. jadi wait for me AGAIN yaaa XD

please keep Read n Review! ^^~

Yak mari kita balas-balas review~~

dirakyu : Terimakasih! wuhuhuhuhu o.o bagaimana dengan chapter kali ini?

Rio: wah dirimu! hahahaha mungkin aku la setan yg sesungguhnya hilang dan muncul.. *gloomy* maaf aku lupa kita ngomongin apa yah.. .-.

choKYU : hahaha kesambet ide ide mungkin. nah nih author ngilang 2 tahun.. keren gak :'3 salahkan internet sehat dan diriku yg terlambat tahu caranya

Maximumelf : BISA! selama tanda bulan belum tertutup seutuhnya! seperti halnya kita yang masih bisa tuker2 pacar sebelum nikah :D #plaks

CL : hey bumratatata tatatata~ HEY! namamu bikin author joget im the best. apakah chapter ini menjawab pertanyaan-pertanyaan mu? :3

Naizhuamakusa : sssttt! jangan spoiler XD #ups baca kelanjutannya aja ya :p

sparkyu : author akan membahas hubungan mereka di chapter selanjutnya! mudah2an kamu masih baca yaa ;-;

rearelf : AUTHOR JUGA HUUAA *mewek* iyaa, untuk anaknya kangteuk outcast sebenarnya.. ga perlu dikhawatirkan xD

liu13769 : kenapa? :0 kamu ga mengerti dibagian mana?

.137 : tapi kalo bukan karena Donghae,uri ming uda di sodok sodok namja-namja gila itu ;-; apa chapter ini menjawab pertanyaanmu? :3 anak sulung Kangteuk outcast hehehe. jadi abaikan saja XD

kyuminlov3r : kayak kita pacaran aja.. masih bisa milih2 kan? XD selama tanda ming belum tertutup sempurna, siapapun bisa jadi mataharinya ;)

WineMing : entah kenapa aku suka baca mini ff mu XDD

farla 23 : Betul! masalah semakin kompleks! setelah chapter ini bakal disusul konflik2 baru :3

Princess pumpkin elf: ga menutup kemungkinan bakal M-Preg xD tapi ... lihat nanti yaa hahaha :D

Yc K.S.H : ga pengaruh kokk.. sama aja ilang pas udah besokannya heheh belum dong, kyumin belom saling terikat xp iya gapapa, maaf juga author menggantungmu 2 tahun ;-;

kimhyuna8803 : thankyouuu xD semoga chapter ini menjawab pertanyaanmu yaa.. yap kenapanya akan dibahas di chapter depan! XD

aikira99 : hahaha gimana jadinya temenmu bikin ff? aku ga masalah kok.. kalo memang kenyataannya bukan plagiat cerita ku aku maklumi.. karena ya namanya ide bisa datang dari mana aja dan dalam bentuk apapun ^^ goodluck buat temenmu yaaa..

Park Heeni ; Hai kamu yang sudah banyak membantuku :D Donghae mabuk saat itu, dia kira dia ense an sama ming u.u dibahas di chapter selanjutnya! di tunggu yaa~

Dan buat semua yang bilang apakah ff akan dilanjut, saya kembali membawa chapter baru!

And BIG THANKS TO all reviewer yang gak author balas. bukannya gak mau bales. tapi nanti kepenuhan disini. yang jelas author gak pernah melewatkan satupun review buat dibaca. jujur author senyum senyum bacanya. jeongmal gomawoyo ;))

Keep Read n Review yaa ! :D

See you at next chap! :D