Backstreet
Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Ryuka Akira
Rated : M
Genre : Romance
Warning : AU, (sedikit) OOC, typo
Summary : Pengantin baru yang menyembunyikan hubungan pernikahan mereka didepan semua orang.
Itu semua terpaksa mereka lakukan karena beberapa factor. Salah satunya…. Mereka masih berumur 16 tahun!.
-Happy Reading-
Chapter 6
-xXx-
"MANA CINCINMU?" Nada suara Sasuke meninggi. Sakura melihat jarinya dan tak terlihat apapun dijarinya. Cincin pernikahan yang selama ini dijaganya—telah lenyap entah kemana.
"Ta-tadi…. Ada disini…" jawab Sakura takut-takut
"Benarkah? Kalau begitu, mana sekarang?"
"A-aku…." Sakura mulai menangis. Air matanya perlahan membasahi pipi mulusnya. "Aku…" nafasnya terasa sesak. "Sasuke, maafkan aku…hiks…"
BRAKK
Sasuke meninju keras daun pintu disamping kepala Sakura. Sakura terus mengatur nafasnya agar tetap tenang, tapi sepertinya tidak busa, rasa bersalah dan takut terus menggebu dihatinya. Dia hanya bisa menangis melihat Sasuke yang sepertinya sudah sangat marah dihadapannya.
"Aku tidak percaya kau bisa melakukan semua ini padaku…." Ucap Sasuke pelan. Wajahnya tertunduk. Sakura tak bisa melihat raut mukanya—terhalang rambut hitamnya. "Aku… tidak bisa menyangka kalau yang melakukan semua ini memang kau Sakura, ISTRIKU!" Sasuke menatap tajam emerald Sakura yang dibanjiri air mata.
Sakura dengan segera memeluk tubuh dingin Sasuke, dia memeluknya erat. Dia ingin meredam semua kemarahan yang meledak pada diri Sasuke. "Sasuke…hiks..maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu! Sungguh!" Sakura berusaha menjelaskan semuanya. "Aku sama sekali tidak ada rasa dengan Sasori. Aku hanya mencintaimu! Aku mohon…. Maafkan aku Sasuke..hiks.."
"Lepaskan aku Sakura!" ucap Sasuke pelan.
Bukannya melepaskan, Sakura malah mengeratkan pelukannya. "Tidak mau! Aku tidak mau melepaskanmu!"
"Sakura… lepaskan!"
"Hiks… tidak mau…"
"LEPASKAN AKU!" Dengan paksa, Sasuke melepaskan dirinya dari pelukan Sakura. "kau bukan Sakura yang kukenal!" ucapnya kemudian meninggalkan Sakura yang menangis.
"Sasuke.. tunggu!" Sakura mengejar Sasuke yang kini sudah sampai diruang makan. "Sasuke, dengarkan aku. KUMOHON!" Akhirnya, dengan teriakan Sakura, Sasuke menghentikan langkahnya.
Sakura berjalan gontai kedepan Sasuke.
"Sasuke…hiks…rasanya sakitkan saat kau melihat orang yang kau cintai bersama orang lain?" Tanya Sakura masih berlinangan air mata. Perlu diketahui jika Sakura memang cengeng.
Sasuke sama sekali tidak memandang Sakura.
"Rasanya…pasti tidak enakkan saat mendengar orang yang kita cintai..hiks…sedang berdua dengan orang lain…hikss.."
"Rasanya… INGIN MATI SAJA 'KAN WAKTU KAU TAHU, ORANG YANG KAU CINTAI, BERSAMA DENGAN ORANG YANG KAU BENCI! …Hikss…" Sakura terus menangis. Sakura bahkan sempat mengusap wajahnya yang dipenuhi air mata. "Begitu juga aku…. Kau tidak tahu betapa menderitanya aku saat aku melihatmu bersama orang lain. Rasanya Sakit sekali Sasuke…hiks.. SAKIT!"
Meskipun Sasuke tidak melihat Sakura, tapi dirinya serius mencermati satu per satu kalimat yang diucapkan Sakura. Yah… dia sedikit menyadari kesalahannya. Bahkan dia sempat berfikir untuk menyelesaikan pertengkaran ini sekarang. Melihat Sakura menangis, dia juga tak tega. Bagaimanapun, itu Sakura, ISTRINYA—orang yang paling dicintainya. Orang yang tak ingin dilepasnya.
Tapi… dia selalu terbayang akan Sasori. Sasori yang tadi bersama Sakura seharian.
"Mungkin…orang diluar sana sangat memimpikan untuk menjadi istrimu. Mereka pasti mengira akan sangat bahagia jika mendapatkan seorang suami yang sangat sempurna…" ucap Sakura. "Tapi mereka tidak tahu, betapa sakitnya jadi istrimu. Menahan semua rasa ingin marah." Sakura kembali mengusap air matanya. "Kalau saja aku lebih kuat dari ini. Aku pasti tidak akan menangis jika aku melihatmu dengan orang lain. Hiks…" Sakura menghela nafasnya. "Aku…. Aku cuma ingin memilikimu seutuhnya.. hiks…" Sakura kembali menangis sejadi-jadinya.
Sasuke menatap Sakura yang tertunduk lesu. Tangannya ingin sekali membelai tubuh mungil yang menderita itu.
Tapi…
Lagi-lagi amarahnya masih menguasai dirinya.
"Cih… aku mau tidur!" ucap Sasuke kemudian menuju kamar lagi-lagi Sasuke meninggalkan Sakura begitu saja.
Sasuke menjatuhkan segera tubuhnya diatas kasur besar dikamarnya. Dia tidak memperdulikan Sakura yang entah bagaimana perasaannya sekarang. Bagaimanapun difikirannya, Sakura bersalah, dan dia wajar merasakan semua itu. Dia harus merasakannya.
"Sasuke... aku bolhe tidur disampingmu?" Tanya Sakura takut-takut.
Tak ada jawaban.
"Ya sudah kalau tidak boleh..." Sakura mengambil sebuah bantal-membawanya keluar kamar.
Sakura membawa sebuah bantal tadi keruang tamu. Lalu dia meletakkannya diatas sofa. Ya, Sakura tidur di sofa itu. Dimalam yang dingin ini-tanpa selimut. Sedangkan Sasuke, dia dikamarnya. Dia pasti terlelap dengan nyaman.
-xXx-
Tapi, ternyata salah. Sasuke sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Dia terus mengubah posisi tidurnya, berusaha mencari rasa kantuk yang sama sekali tak mau datang. Di otaknya, terus berputar-putar ingatan ketika Sasori bersama Sakura. Rasanya ingin memecahkan kaca ketika mengingatnya. Tapi... Sasuke juga teringat akan Sakura yang menangis, yang memohon dihadapannya... Dia tak mampu melihat Sakura yang seperti itu.
'Sepertinya aku berlebihan...' batinnya. Lalu dengan segera sasuke berlari keluar kamar.
"Sakura?" Sasuke terkejut bukan main saat melihat tubuh Sakura yang menggigil kedinginan diruang tamu. Bibirnya sedikit kebiruan. Matanya sembab. Sasuke segera berlari ke arah istrinya yang terbaring lemah diatas sofa. "Sakura... kau tidak apa-apa?" Sasuke memeluk erat tubuh istrinya yang terlelap-dalam kondisi yang menyedihkan.
"Sakura, maafkan aku. Aku hanya ingin kau tahu betapa besar rasa cintaku... maaf..."
"Sa-suke... a-aku...mi-minta ma-af... a-aku mencintaimu.. sa-suke..." Sakura mengigau dalam mimpinya.
"Bukan, bukan kau yang salah. Tapi AKU!" Dengan segera Sasuke menggendong Sakura menuju kamar.
Dikamar, Sasuke meletakkan Sakura di atas kasur lalu dengan segera enyelimuti tubuh Sakura dengan selimut tebal-lalu memeluknya erat-sangat erat. Dia sangat menyesal telah membuat orang yang dicintainya jadi seperti ini.
"Maafkan aku Sakura."
Sasuke menciumi wajah mulus Sakura. Dihirupnya lekat-lekat aroma wangi tubuh istrinya itu. Dibelainya kening Sakura, rambutnya. Dikecupnya bibir pink yang manis itu.
"Maafkan aku..." dia terus menggumamkan kata maaf. Dan akhirnya Sasuke ikut tertidur dengan Sakura dalam pelukannya.
-xXx-
Tanpa terasa, matahari pagi telah datang menyinari bumi. Sinar yang menyilaukan mata, menyusup masuk kedalam sebuah ruangan. Ruangan yang didalamnya masih terdapat seorang wanita yang masih tertidur. Wajahnya masih sama seperti tadi malam-lemah dan sangat menyedihkan. Tapi tak menutupi kecantikan yang dimilikinya.
Wanita itu perlahan membuka matanya.
"Aku dikamar? Apa Sasuke yang membawaku?"
Wanita itu bangun dari tidurnya. Dia melihat sekeliling. Sasuke tidak ada.
"Sasuke? Mana dia?"
Dia mulai berlari mengelilingi rumahnya. Mencari-cari dimana suaminya.
"SASUKE! KAU DIMANA?"
'Apa dia pergi...?'
"TIDAK. KAU TIDAK BOLEH PERGI DARIKU!"
Keseimbangan tubuh Sakura mulai melemah. Rasa pusing terus menggerogoti kepalanya. Sakura pingsang... Tapi dia bisa merasakan seseorang memeluknya dari belakang.
-xXx-
Sakura dapat merasakan tangan seseorang membelai pelan keningnya. Tangan itu begitu hangat. Dia ingin tangan itu terus begitu, jangan berhenti selamanya. Tapi matanya terasa sulit untuk terbuka. Dia sangat ingin melihat siapa orang ini?
"Sakura? Sudah sadar?" Tanya orang itu-Sasuke. Ketika Sakura berhasil membuka matanya.
"Sasuke... kau tidak meninggalkanku 'kan?"
"Siapa yang akan meninggalkanmu sayang? Aku sangat mencintaimu." Ucap Sasuke tersenyum. Perlahan dia mendekatkan bibirnya ke bibir Sakura. 'Cup' ciuman hangat terasa lembut dibibir keduanya. "Aku tadi ke supermarket, belanja."
"oh..."
"Aku sudah memanggil dokter. Sebentar lagi dia akan datang,"
Ting Tong
"nah, itu dia datang, Aku buka pintu dulu!" Sasuke berlari keruang tamu untuk membukakan pintu.
Tak lama kemudian, masuklah seorang dokter lelaki berkacamata. Dokter kepercayaan keluarga Uchiha.
"Dokter, tolong periksa istriku ya."
"Iya Sasuke, selama ada aku semua akan baik-baik saja."
"Terimakasih dokter Kabuto."
Sekitar 20 menit kabuto memeriksa kesehatan Sakura dengan peralatan medisnya. Sasuke hanya menunggu Sakura disampingnya. Dia tidak begitu paham dengan apa yang dilakukan Kabuto. karena dokter bukan cita-cita yang dinginkannya selama ini.
Akhirnya, cek kesehatan pun selesai.
"Sakura tidak apa-apa. Hanya kelelahan saja." Ucap Kabuto
"Baguslah kalau begitu." Sasuke bernafas lega, lalu mengusap kening Sakura.
"Tapi Sasuke. Ada yang ingin aku bicarakan sebentar denganmu. Ikut aku keluar!"
Sasuke lalu mengikuti Kabuto.
-xXx-
"Istriku kenapa?"
"Sasuke..."
"Hn...?"
"Selamat, kau akan jadi ayah!"
"A-APA?"
-xXx-
Sasuke lompat-lompat kegirangan ketika dia memasuki kamarnya. Dia sangat bahagia, dia bahkan tidak menyadari Sakura yang menatapnya aneh.
"Kau kenapa?" Tanya Sakura
"Sayang... kau jangan terkejut ya!"
"Ada apa?"
"Kau... kau akan menjadi seorang ibu!" Sasuke sangat bangga mengatakannya. "Kita akan punya anak!"
TBC
waww..?
apa ini?
Maaf kalau mengecewakan kalian semua.. maaf yaa... -_-
terimakasih aja deh buat semua yang udah mau baca...
minta review nya yaa... yayaya.. biar bisa cepat apdet.. heheh (apa hubungannya?)
review !
