.

.

.

.

"ayo!"

"ayah mu tidak ada di rumh?"

"dia sedang ke kantor"

"oh, "

Tidak ada pembicaraan di dalam mobil, mereka terlihat sangat canggung satu sama lain.

'"bu..bukannya kau mau ke toko buku?" tanya chanyeol

"ah ne, aku lupa"

''memangnya kau ingin buku apa?" berjalan disamping baekhyun

"kau juga nanti tau"

"aish! Yasudah aku mau lihat sekitar "

"hm "

"ahh , ini dia!"

Baekhyun berusaha setinggi mungkin untuk mengambil buku itu

"eottoke?! Mengapa tinggi sekali!"

"dasar pendek!" chanyeol muncul dihadapanny dan mengambilkan buku untuk baekhyun

"ya! Aku tidak pendek!"

"lalu kenapa kau tidak bsa mengambilnya?"

"jangan meremehkan aku!" menghentekkan kakinya lalu pergi ke kasir

"dia lucu sekali, disindir seperti itu saja marah , tapi aku sesuai fakta kan? Apa salahku" monolog chanyeol

"katamu kau akan beli banyak buku"

"tidak usah, ini saja cukup"

"jinjja?"

"wae? "

"anii"

"pegang buku ini"

"kau mau kemana?"

"aku menunggu diluar"

"mwo?"

"kau yg bayarkan"

"ck!"

Baekhyun menunggu di dalam mobil sambil memerhatikan chanyeol dari jauh

"ini bukumu" memberikannya pada baekhyun

"gomawoo~"

"hm"

"ayo kita nonton !"

"memangnya kau mau menonton apa?"

"liat saja nanti"

Sesampainya disana. . .

"apa yang akan kau tonton?" tanya chanyeol

"hmm. . bagaimana dengan genre romance?"

"kau menyukai genre itu?"

"wae? Tidak boleh?"

"ah~ aku tau, kau ingin kita menonton genre itu karena kau ingin bermesraan dengan ku kan?"

"mwo?! aish Jinjja, kau ini benar2!. . . Apa yang kau bicarakan?!"

''lalu kenapa wajah mu memerah? Hmm?" chanyeol menggoda baekhyun yang membuat wajah baekhyun makin memerah

"sudahlah! Kita nonton film horror saja!"

"mwo? Memangnya kau berani?"

"kau menantangku?!"

"tidak, hanya saja, aku melihat di browser bahwa flm- film yang tayang sekarang itu benar2 menakutkan,

"a..aku tidak takut!"

"benarkah? Hmm, yasudah terserah kau saja , tapi aku tidak ikut, jujur aku juga takut. Jadi kau saja yg masuk , dan satu hal lagi kau tidak perlu khawatir aku yg akan membayarnya "

"ka..kau tidak ikut?"

"ne , wae?"

"ka..kau be..benar2 tidak ikut?"

"memangnya knp? Kau takut? Tidak ada yang menemanimu didalam?"

Baekhyun terdiam , ia bingung harus menjawab apa

"jangan memaksakan dirimu baek"

" . . . "

"ysudah kau mau menonton film apa? aku akan ikut"

Baekhyun mem-pout kan bibirnya dan menunjuk pada sebuah poster film yg bergenre romance

Chanyeol tertawa kecil melihat tingkah baekhyun yg lucu

"aku akan beli tiket nya dulu, kau memilih makanan saja, aku akan segera kembali"

"sudah kau beli?'' tanya baekhyun

''ne, mana makanan untukku?'''

"jja! '' menyerahkan minuman yang ia belikan untuk chanyeol

"aku bilang makanan''

"berdua saja"

"knp begitu?"

" aku ini baik hati, aku sedang tidak ingin merepotkanmu"

"jinjja?" chanyeol tersenyum

"hm! ayo kita masuk . sudah dimulai"

didalam chanyeol terus memerhatikan baekhyun, entah kenapa chanyeol berpikir menatap baekhyun lebih seru dibandingkan film yang berada di depannya, bagaimana tidak? baekhyun bermonolog sendiri ketika menonton film tersebut. yang membuat siapa saja gemas.

''aku yakin mereka akan mati" monolog baekhyun

"kan? mereka sudah menaiki jembatan itu!"

"berhenti berbicara dan makan popcorn mu" mengambil sebuah popcorn dan memasukkan nya kedalam mulut yeoja itu

"yak!"

"haha"

"berhentilah melarang ku! "

"setelah ini kita mau kmn?"tanya chanyeol

"pulang"

"pulang?"

"hm"

"kau tidak ingin makan/ membeli es krim dulu ?"

"aku kenyang"

"bukannya aku sudah janji akan mentraktir mu makan?"

"tidak usah, simpan saja uang mu"

"ania, tidak apa2, anggap saja ini bayaran ku karena kau telah membuatkan ku sarapan, walau aku blm menciicipinya"

"gwaenchana, anggap saja tidak pernah terjadi"

"aku tidak menerima penolakan, lagian uang ku masih ada"

baekhyun menatap chanyeol

"seharusnya kau bersyukur, kau masih mempunyai uang walau aku tau itu bukan uang mu, tapi ayah mu. simpan lah jangan kau hambur-hamburkan dengan yang tidak berguna"

chanyeol menatap baekhyun dengan kagum, baru kali ini ia menemukan yeoja yang benar-benar selama ini ia cari , berbeda dengan yeoja yang sering temui yang hanyaa ingin harta nya.

film yang mereka tonton telah selesai , baekhyun melangkahkan kakinya menuju tempat parkir diikuti chanyeol

"kau yakin akan langsung pulang?'' tanya chanyeol yang melihat baekhyun sedang memakai sabuk pengamanannya

"ne"

"tapi bukannya kau sudah bilang kalau kau ingin 2 cup es krim dan 3 buku plus menonto?"

"ania.. itu hanaya bercanda, aku sengaja mengatakan itu "

"knp begitu?"

"sudah lah , jalankan mobilmu"

''baiklah" chanyeol memajukan mobilnya

"baek"

"hm?''

''kau sudah punya pacar?'' tiba –tiba baekhyun menatap intens namja itu

"apa?!"

"hah?''

"apa yang kau bicarakan?"

"aku hanya bertanya , jangan berlebihan"

"a..ani, aku tdak punya"

"oh"

seketika ada Sesuatu kebahagian di hati namja itu

"memangnya knp?"

"tidak, lagi pula aku sudah bilang kan aku hanya bertanya "

"ck!"

"knp? "

"tidak, sudahlah cepat antarkan pulang"

"ini aku sedang mengemudi, mood mu gampang sekali berubah "

baekhyun memalingkan pandangnnya ke hadapan jendela

sesekali chanyeol meliriknya .

"sudah sampai " ia melihat baekhyun yang tengah terlelap

"baek. . ." ia mengurungkan niatnya ketika wajah manis itu menghipnotis chanyeol yang tidak tega untuk membangunkannya

"knp aku jadi seperti ini ?'' monolog namja itu

"bagaimanapun juga aku tidak bisa membohongi diriku sendiri"

chanyeol mengelus pelan pipi yeoja tersebut , hingga membuat yeoja itu terbangun.

"ehm? sudah sampai?." chanyeol mengaruk tengguk nya yang tidak gatal

'apa ia tau apa yang aku lakukan tadi?'batin namja itu

"ya! chanyeol" baekhyun membuat chanyeol ke alam sadar nya

"ada apa?"tanyanya

"oh! tunggu sebentar" chanyeol langsung membukakan pintu untuk baekhyun

baekhun melangkahkan kaki nya keluar dari mobil itu

"gomawo"

"selamat malam" ucap namja itu

"hm.. aku masuk"

chanyeol menatap punggung yeoja itu yang telah menjauh

"sepertinya aku menyukainnya"

.

.

"dari mana kau?'' disambut oleh ayahnya

"aku habis menonton film"

"dengan siapa?"

"tentu saja dengan teman ku"

"knp kau tidak ijin pada ayah?"

"untuk apa aku harus seperti itu?"

"bagaimana pun juga kau harus memberitahu ayah, aku khawatir jika kau kenapa2"

"jika aku terjadi sesuatu , apa ayah akan menghampiriku kesana?"

"maksudmu?''

"jika ayah sedang mengadakan rapat penting , apa ayah akan ke sana?"

"baek "

"tidak kan?, pastia ayah akan menyuruh seseorang , dan orang itu bukan ayah"

ayahnya menghela nafas nya panjang

"masuk ke kamarmu"tanpa berpikir panjang baekhyun lari menuju kamarnya

"selalu sja seperti itu!" ia jatuhkan tubuhnya pada ranjang kesayangannya

"aku harus gunakan hidupku sebaik mungkin, jangan karena hanya masalah ini aku turun" ia langsung mengerjakan tugas-tugasnya yang sudah mulai menumpuk

sudah pukul 11 malam dan baekhyun masih mengerjakan tugasnya, ia terus memaksakan matanya agar tetap terbuka.

drttt drtt

"ne ?"

"kau blm tidur?" baekhyun langsung melihat siapa penelpon itu

"apa yang kau lakukan chanyeol?"

"ania, aku hanya memastika saja , aku pikir kau sudah tidur"

"aku sibuk"

"kau sedang apa?"

"mengerjakan tugas"

"sampai jam segini?"

"hmm"

"tidurlah , jangan memaksakan diri"

"aku akan mnegerjakannya sampai tuntas"

"kau ini, hanya mementingkan tugas mu"

"aku mementingkan tugas karena aku seorang pelajar , yang siap menerima semua tugas"

"kau menyindirku?"

"dengar, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu , aku ingin menyelesaikan tugas ku dulu"

"yasudah aku matikan "

"ne"

tutt

"untuk apa dia menelpon ku malam-malam seperti ini"

chanyeol menatap jam dinding nya

"jam segini dia masih mengerjakan tugas? , rajin sekali , ucapannya benar2 menampar ku "

dilubuk hatinya namja itu ingin sekali menelpon kembali baekhyun namun ia mengurungkan niatnya karena takut menganggu yeoja tersebut

.

.

.

" aku berangkat "

"makan dulu sarapan mu ''

"tidak usah aku sudah kenyang"

"ayah akan mengirim mu makanan"

"tidak usah , aku tidak ingin merepotkanmu , walau kau yang bukan mengantarkannya "

"sekali lagi , aku berangkat "

ayahnya hanya menatap datar

"seperti biasa tas ku" baekhyun menatap malas

"bisa tidak untuk 1 hari ini aku tidak menjadi pembantu mu?"

"knp begitu?!"

"aku lelah, badanku lemas" chanyeol dapat melihat mata lelah dan wajah yang pucat dari yeoja itu

"berikan padaku" chanyeol mengambil tas nya dan berjalan mendahului baekhyun

"yak? kau marah padaku?" ucapnya dari belakang

"aish~ sudah lah aku tidak peduli"lanjutnya

saking lelah nya baekhyun tidak sengaja menabrak seorang yeoja didepannya.

"dasar bodoh! pakai matamu!"

"maafkan aku , aku sedang tidak focus"

"yak! yeoja miskin! berani sekali kau menabrakku, kau tau akibatny?!"gadis itu menarik kerah baekhyun, namun baekhyun tidak melayani nya sama sekali

"kau tau ? aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu"

"jangan sok dingin padaku!" tamparan itu tepat di pipi baekhyun , sementara baekhyun hanya memegang pipi yang telah ditampar itu

"rasakan itu, klau perlu aakan aku hancurkan wajahmu"

bukannya marah baekhyun justru membuat yeoja itu semakin berapi-api

"kau sirik pada wajh ku? karena lebih mulus dan cantik dibandingkan dengan mu? "

"jaga ucapan mu!" sekali lagi jin ah menampar baekhyun hingga membuat sudut bibir yeoja itu berdarah

baekhyun hanya berdecih , tidak sama seklai membalasnya

"wae? kau takut padaku ? hingga tak berani berbuat apa2?!" sindir jin ah

"aku sedang malas berurusan dengan wanita abnormal seperti mu" dengan smirk nya

"aku tidak akan mengampunimu!" jin ah menarik paksa baekhyun menuju kamar mandi

"lepaskan!" chanyeol melepas paksakan pegangan jin ah dan langsung memegang lengan baekhyun

"oppaa"

"berhenti memanggilku seperti itu"

"baek kau tidak ap—"

ucapan nya terputus saat melihat pipi yeoja itu memerah padam dan sudut bibir nya berdarah akibat tamparan jin ah.

"apa yang terjadi dengan mu?"

baekhyun tidak membalas sama sekali

"jin ah! apa yang kau lakukan ?!"

"knp oppa selalu membelanya?! , yeoja itu bukan siapa-siapa mu!"

"dia kekasihku!" shock .. satu kata untuk mereka berdua (jin ah dan baekhyun)

"mwo?" akhirnya baekhyun membuka mulutnya

"aku tidak percaya ! oppa sengaja kan berbohong padaku hah!?"

"kau pikir aku tipe orang yang sedang bercanda?! , dan mulai sekarang aku peringatkan kau sekali lagi jangan pernah kau mengganggu baekhyun!, atau aku yang akan turun tangan!" merangkul baekhyun dan pergi meninggalkan jin ah yang sedang membeku di tempatnya

kesabaran ku sudah habis!

.

.

chanyeol membawa baekhyun ke uks, ia mulai mencari kotak p3k , dan membantu baekhyun menyeka darah yang keluar dari bibirnya.

"akh!"

"mianhae, aku akan melakukannya dengan perlahan'' ia meniup-niup kecil di selanya agar baekhyun tidak merasa terlalu sakit. namun yang ditiup dapat merasakan jantungnya yang berdekat cepat

"knp kau mengatakan kalau aku ini pacar mu?"

"tidak apa2" ucap chanyeol yang masih focus pada bibir baekhyun *eh lukanya maksudnya

"aku sedang tidak ingin bercanda"

"knp kau malah bertanya ? kau seharusnya senang , karena aku yang pertama kali menyebutmu sebagai kekasihku"

"knp aku harus senang?"

"karena aku tidak pernah berkata seperti itu"

"jangan bilang-"

"kau orang pertama" timpal chanyeol

baekhyun memutar matanya malas

"beri tau dia yang sebenarnya saja , aku benci pura2"

"ania. kalau begitu jadikan menjadi sungguhan "

"mwo?!"

"wae? kau tidak suka pura2 , yasudah jadikan sungguhan saja"

"mana bisa begitu?!"

"tentu saja bisa, sudahlah kau masih terikat kontrak dengan ku , jangan membantah"

berjalan so cool di depan baekhyun

"namja itu benar2 . ., ah! sudhalah aku lapar "

mengingat perut nya yang sudah keroncongan, baekhyun berjalan menuju kantin

"kmn luhan? tidak biasanya dia tidak ke kantin"

ia segera memesan mie ..

saat ia akan memakan mie nya

"makan lah ini" sebungkus roti dan susu ada dihadapannya

"untuk apa itu?" tanya baekhyun

"tentu saja untuk dimakan" balas chanyeol

"aku sedang makan, jadi itu untukmu saja" saat akan memasukan mie nya kedalam mulut, chanyeol menarik mie itu dan menjauhkannya dari baekhyun

"kau itu sedang sakit jadi tidak boleh makan seperti itu, makan lah yang mengandung banyak gizi"

"biarkan saja! kembalikan mie ku! aku ingin memakannya"

tanpa jawaban, chanyeol memasukkan roti yang ia bawa tadi kedalam mulut yeoja itu

"telan"perintah nya

dengan terpaksa baekhyun menelannya

"aku tidak suka dipaksa"

"jika kau tidak dipaksa kau akan semakin sakit"

"memangnya kalau aku sakit knp huh?"

skatmat

apa yang harus chanyeol jawab

"eu.. itu.. kau kan asisten ku jadi kau harus selalu sehat agar aku tidak selalu merepotkanmu!"

"aku? merepotkan mu ?! hah! siapa yang memulai nya? tuan park"

"aku tahu ini tidak akan berujung , sudahlah makan saja ini !"

"ck! pergilah jangan menggangguku"

"apa bibir mu masih sakit?"

"ne, sekarang pergilah"tanpa melihat yang bertanya

"apa yang harus aku lakukan kepada jin ah?"

baekhyun menatap chanyeol

"kau tidak usah melakukan apa2, aku baik2 saja "

"dia sudah membuat mu begitu"

"sudah biarkan saja , lebih baik kau temani sehun sana"

"baiklah " mengelus puncuk yeoja itu dan pergi meninggalkan nya

baekhyun memerhatikan roti dan susu pemberian chanyeol

"apa aku yang hanya beranggapan jika chanyeol memiliki sisi perhatian"

.

.

"yak! chanyeol!"

"hm?"

"aish! jadi daritadi kau tidak mendengarkan ku?" ucap sehun yang mulai kesal dengan sikap chanyeol yang sedang berada di dunia nya sendiri

"mwo?"

sehun membalikkan pundak chanyeol agar namja itu menatap nya

"ceritakan padaku"

"apa yang harus aku ceritakan?"

"ck! tentang baekhyun! aku yakin kau bersikap seperti ini karenanya"

"aku sedang malas"

"kau bilang mau menceritakannya padaku "

"nanti saja " chanyeol bangkit dari duduknya

"aku akan ke kamar mandi"

.

.

baekhyun berjalan menyusuri lorong , tak sengaja ia mendengar ucapan para yeoja mengenai dirinya

"kau dengar, tadi pagi jin ah menampar baekhyun dengan keras sampai membuat chanyeol marah "

"chanyeol? marah ? "

"ya, aneh bukan? bukannya chanyeol tidak peduli pada siapapun ,tapi semenjak kehadiran baekhyun , pusat perhatiannya hanya pada baekhyun"

"benar juga , knp aku baru menyadarinya, lagian kan dia hanya menjadi asisten sementara , tapi perhatiannya sungguh besar"

"benar juga knp dia bersikap seperti itu padaku ? "

ia kembali mengingat ucapan chanyeol .

beberapa menit lagi jam belajar akan selesai, baekhyun seger menyelesaikan tugas nya .

"baekhyun aku duluan "

"ne " baekhyun membereskan barang2 nya

saat ia melangkahkan kakinya keluar kelas , tubuhnya dicekal oleh seorang yeoja

"jin ah?"

"annyeong "

"apa yang akan kau lakukan padaku?"

"tidak ada, hanya ingin memberi ancaman padamu"

"aku peringatkan sekali lagi jangan pernah kau mendekati chanyeol lagi , dia hanya milikku seorang tidak ada yang lain "

"jinjja ? apa chanyeol mengakui itu ?" dengan smirk nya

jin ah mengepalkan kedua tangannya

"jangan berpura2 dihadapan ku , aku tau kalian berdua tidak berpacaran, maka dari itu jauhilah chanyeol, aku tau kau sekarang sedang menjadi pembantu nya kan?"

"aku hampir tertawa saat mereka bilang kau menjadi pembantunya, apa kau tidak mempunyai uang? sehingga kau mengemis pada chanyeol untuk menjadi pembantunya, pfft~ sedih sekali"lanjutnya

ia sudah tidak bisa menahan emosi nya , satu tamparan tepat di pipi yeoja itu

"tidak ada yang boleh menginjak harga diriku"

"hah! semahal itu kah ? memangnya berapa? kau mau aku menghargai mu berapa? 1 won?"

baekhyun diam , menunggu ucapan yeoja itu

"wae? knp kau tidak menamparku?! kau takut?"

"apa kau tidak bosan sering menampar seseorang? bagaimana jika kita berkelahi di ring tinju saja? kau mau?"

"kau pikir itu lucu?!"

"wae? kau takut? memang seharusnya kau takut karena nyali mu hanya sebesar atom "

"jaga ucapanmu"

"memangnya kau tidak menjaga ucapan mu?"

"hah! aku tidak ingin berbicara dengan yeoja seperti mu , dan ingat sekali lagi, saat aku melihatmu dengan chanyeol aku tidak akan diam " berjalan meninggalkan baekhyun

"hah?! dia tidak ingin bicara padaku?! memangnya apa yang baru saja dia lakukan?! yeoja bodoh"

.

.

tbccc.. ()/