Happiness

.

.

Disclaimer : Naruto tetap milik Masashi Kishimoto

Cerita ini milik Author ya :)

Rated T

Pair : SasuHina

WARNING! : OC, TYPO, ABAL-ABAL DAN KESALAHAN LAIN YANG MUNGKIN TERJADI.

SEMOGA DIMENGERTI :)

::

Don't Like? Don't Read!


Chapter sebelumnya :

Hinata mengangkat wajahnya dan meraskan angin malam yang menerpa wajah putihnya, Mata Hinata prlahan terpejam karena lelah. Benar apa yang dikatakan Sasuke.

Bahkan dirinya sangat mengantuk dan akhirnya tertidur. Sasuke dapat merasakan dagu Hinata yang berada dipundaknya.

Nafas teratur dari Hinata membuat Sasuke tau bahwa gadis dibelakangnya ini sedang tertidur.

" Kau tenang saja Hinata, para Hyuuga itu tidak akan menghalangiku untuk melindungimu. Aku tidak akan kalah dengan mereka. Tujuan Hidupku hanya bersama dirimu dan juga membunuh Itachi. " Ucap Sasuke tajam dengan mata Sharingan yang menyala.

::

Happiness

::

' Namun sayangnya Hinata tidak akan menjadi seorang pemimpin Clan Hyuuga ' Suara ini?

'-Menjadi seorang Bunke atau … Keluar dari Clan Hyuuga ' Apakah ini suaramu Tou-san?

' Jika kau memilih menjadi Bunke, maka segel di dahi Neji akan kami pindahkan ke dahimu- '

Kenapa ini terjadi? Apakah aku tidak pantas untuk kalian?

' Tetapi jika kau memilih untuk keluar dari Clan Hyuuga, kau juga akan keluar dari Desa Konoha. Kami akan memindahkanmu ke daerah tak jauh dari Konoha, disana ada sebuah rumah tua yang ditempati oleh Junko Baa-san, seorang Souke dari Clan Hyuuga. Kau akan tinggal dan membantu dirinya. '

Kenapa kalian memutuskan seperti itu? Aku ingin bersama kalian, aku tidak lemah!

' Baiklah, kau sudah mengambil keputusan maka 2 hari lagi kau akan resmi keluar dari Clan Hyuuga '

" TIDAAAAAKKKK! "

Keringat dingin mengalir di wajah Hinata. Kenapa? Kenapa ingatan itu kembali lagi? Kapan semua ini akan berakhir. Apakah dirinya harus terus seperti ini?

Wajah Hinata terlihat pucat, keringat itu masih mengalir. Hinata mencoba menormalkan nafasnya yang menderu.

BRAAKK!

" Hinata! Kau kenapa! " Sasuke menerobos masuk kedalam kamar Hinata, ia terkejut melihat keadaan Hinata yang sangat pucat tersebut.

" Sa-sasuke-san " Panggil Hinata dengan nafas yang tersengal-sengal

Sasuke panik, ia benar-benar panic sekarang. Apa yang harus ia lakukan? Apakah ia harus memanggil Orochimaru kemari.

" Tidak ada pilihan lain! " Ucap Sasuke datar

Langkah Sasuke terhenti saat merasakan sebuah tangan menahan lengannya, ia berbalik dan menatap Hinata yang mencoba tersenyum.

" Ja-jangan pergi. A-aku tidak ingin sendiri. Kumohon temani aku sebentar " Pinta Hinata

Sasuke menuruti permintaan Hinata, ia menduduki dirinya ditepi kasur Hinata. Tangannya membelai rambut Hinata mencoba menenangkan gadis itu.

Hinata mulai merasa tenang merasakan belaian dikepalanya, ia pernah meraskan hal ini. Belaian ini, sudah lama ia tidak merasakannya lagi. Seperti belaian Tou-san.

" Kenapa? Apa terjadi sesuatu? " Tanya Sasuke pelan, ia masih membelai rambut Hinata setelah merasa Hinata sedikit lebih tenang.

Hinata menggeleng pelan, " Tidak, hanya mimpi buruk " Ujar Hinata lemah

Sasuke melepaskan tangannya dari kepala Hinata, ia cukup terkejut saat melihat wajah Hinata yang masih pucat.

" Kau sudah makan? " Tanya Sasuke

Hinata menggeleng lemah dan hal itu membuat Sasuke menghela nafas panjang.

" Ikut aku " Ucap Sasuke yang bangkit dari posisi duduknya.

Hinata menatap Sasuke heran, pagi-pagi seperti ini? Sasuke ingin mengajak dirinya pergi kemana?

" Jangan terlalu lama berfikir, aku menunggu diluar " Ucap Sasuke datar

Hinata hanya mengangkat kedua bahunya, dengan perlahan Hinata mengikuti Sasuke yang menuju luar markas.

Sasuke berjalan di depan dan Hinata mengikutinya dibelakang, mereka melewati beberapa pohon yang ada.

Saat Hinata menatap punggung Sasuke entah kenapa rasanya sangat menyakitkan. Dia pernah dalam keadaan seperti ini dulu, sekarang ia tidak ingin berada dibelakang. Ia tak mau menatap punggung orang lagi.

" Sa-sasuke-san " Panggil Hinata

Sasuke yang dipanggil segera menghentikan langkahnya dan menatap Hinata.

" Ada apa? "

" Bolehkah, aku berada disampingmu? Aku ingin berjalan disampingmu"

Entah kenapa, perkataan Hinata kali ini mampu menciptakan rona tipis diwajah Sasuke. Tanpa bicara Sasuke hanya mengangguk sebagai balasan dari pertanyaan Hinata.

Melihat respon Sasuke membuat Hinata tersenyum kembali, ia tidak akan berjalan dibelakang lagi. Kali ini ia akan berjalan bersama. Hinata ingin berubah mulai sekarang.

" Apakah anda yakin dengan semua ini, Orochimaru-sama? " Tanya Kabuto

Orochimaru berbalik menghadap Kabuto, " Aku yakin dengan hal ini "

" Tapi bagaimana jika Sasuke menjadi marah? "

" Walaupun dia marah, kekuatanku lebih besar darinya " Ujar Orochimaru dengan nada yakin.

Kabuto mengangguk membenarkan perkataan Orochimaru, bukankah mereka tidak perlu takut dengan Sasuke?

" Lalu dimana Sasuke dan Hinata sekarang? " Tanya Orochimaru

Kabuto tampak berfikir, " Entahlah, aku juga tidak tau. Tapi aku sempat melihat mereka berdua pergi dari markas. "

Orochimaru kembali melanjutkan pekerjaannya, namun Kabuto merasa gelisah karena sesuatu.

" Orochimaru-sama tidak kah kau berfikir Hinata akan meninggalkan kita? Kau tau mungkin dirinya akan menghasut Sasuke dan pergi kembali ke Konoha " Ujar Kabuto

" Itu tidak akan terjadi "

Kabuto menekuk alisnya, " Kenapa anda bisa seyakin itu ? "

Orochimaru kembali menatap Kabuto, " Ada sesuatu rahasia yang belum kau ketahui. "

Lagi-lagi Kabuto hanya menatap Orochimaru bingung, rahasia? Tentang apa?

" Kau tidak tau bahwa Hinata telah dikeluarkan dari Clannya. " Ujar Orochimaru

Kabuto tak percaya dengan ucapan Orochimaru, bukankah Hinata merupakan penerus sah Clan Hyuuga?

" Ke-kenapa anda bisa mengetahui hal itu? "

Orochimaru menyeringai, " Mata-mataku ada dimana-mana, tapi beruntuglah kita karena tidak perlu mencari lagi. Sekarang dia sudah ada dihadapan kita dan juga dia sangat istimewa. "

Kabuto ikut menyeringai, sebentar lagi apa yang mereka inginkan akan terwujud. Ya, sebentar lagi.

Disinilah Hinata dan Sasuke berada, di sebuah pasar yang ada di desa dan Hinata tidak tau nama desa itu.

" Ki-kita dimana Sasuke-san? Ba-bagaimana jika ada yang mengenali kita ? " Tanya Hinata Gugup

Sasuke menatap Hinata, " Tenang saja, ini adalah desa biasa. Tidak ada satupun Shinobi disini, jadi mereka tidak akan mengenali kita " balas Sasuke menenangkan

Hinata hanya mengangguk, ia berjalan mengikuti Sasuke. Tak lama mereka berkeliling Sasuke berhenti tepat di sebuah toko … pakaian?

" A-apa? Pa-pakaian ? " Tanya Hinata gugup

Sasuke mengangguk, " Aku tidak ingin latihan denganmu jika kau masih menggunakan pakaian yang tidak layak itu " Ujar Sasuke sambil menunjuk baju misi Hinata yang sobek.

Hinata memerah mendengar perkataan Sasuke, benar-benar memalukan.

" Ta-tapi aku tidak punya uang " Ucap Hinata pelan.

Sasuke menepuk puncak kepala Hinata, " Tenanglah, aku yang akan membayarnya " Ujar Sasuke santai

Hinata menatap Sasuke bingung, bagaimana dia bisa mendapat uang? Bukankah dia tidak menjalankan misi?

" Jangan menatapku seperti itu dan jangan memikirkan tentang uang, kau tenang saja "

Lagi-lagi Sasuke seakan bisa membaca apa yang sedang Hinata fikirkan sekarang.

Mereka berdua melihat-lihat pakaian yang tersedia disana, sesungguhnya Hinata tidak ingin membuat Sasuke repot. Ia tidak ingin Sasuke terbebani oleh Hinata.

" Sa-sasu- "

" Hei, apakah kau liat baju yang disana? " Sasuke menunjuk salah satu pakaian yang terletak disudut ruangan tersebut.

Hinata mengalihkan pandangannya kearah dimana tangan Sasuke menunjuk.

" Aku ingin kau mencobanya " Ujar Sasuke datar

Hinata hanya mengangguk, penjaga toko tersebut kemudian mengambilkan barang yang Sasuke inginkan. Tak berapa lama Hinata keluar dengan baju yang telah Sasuke pilih.

Penampilan Hinata memunculkan rona tipis diwajah Sasuke. Bagaimana tidak? Baju dengan lengan panjang ditambah pita putih yang menggantung di bagian bawah sebelah kanan tak luput menambah kesan manis padanya.

Warna navy yang mendominan dan warna putih dibagian kaki lengan dan beberapa bagian terasa kontras dengan kulit putih milik Hinata.

Bagian leher yang membentuk " V " berhasil menampilkan leher mulus miliknya, tidak ada lagi celana yang melapisi kakinya. Celana itu telah berganti dengan rok pendek hitam 20 cm diatas lutut.

Tak lupa kantong khusus peralatan ninja di paha bagian kanan dan juga di bagian pinggang menambah kesan manis pada Hinata.

Walau hanya baju sederhana, Hinata tetap terlihat seperti Shinobi.

" Ba-bagaimana? " Tanya Hinata

Sasuke melangkah pergi, " Kita ambil yang itu " Ujar Sasuke singkat

Setelah membayar baju tersebut, Sasuke dan Hinata melanjutkan perjalanan mereka. Mereka melewati beberapa toko, namun ada salah satu toko yang menarik perhatian Hinata.

" Sa-sasuke-san " Panggil Hinata

" Ada apa Hinata? " Tanya Sasuke

Hinata menunduk, " Bi-bisakah kita ke toko itu sebentar? Aku ingin membeli benang dan jarum mungkin saat dimarkas nanti aku bisa menutup robek di baju lamaku ini. " Ujar Hinata pelan dan dibalas anggukan oleh Sasuke.

Mereka telah menghabiskan waktu bersama, membeli dango , berjalan-jalan, bahkan terkadang mereka membantu orang tua yang kesusahan-Hinata yang membantu, Sasuke hanya melihat-.

Dan akhirnya mereka kembali ke markas Orochimaru, Hinata terus menggenggam lengan Sasuke dan hal itu membuat Sasuke bingung.

" Ada apa Hinata? " Tanya Sasuke

Hinata menunduk, " Entahlah, tapi perasaanku tidak enak " Ujar Hinata

Sasuke menepuk puncak kepala Hinata dan membuat Hinata menatap mata onxy milik Sasuke.

" Kau tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa. Aku ada disini bersamamu " Ucap Sasuke menenangkan.

Di dalam Markas, terlihat Orochimaru dan Kabuto yang menunggu kedatangan mereka berdua.

" Ah, kalian sudah datang rupanya " Ucap Orochimaru tenang

Sasuke merasakan keanehan pada Orochimaru dan Kabuto namun ia tidak tau bagaimana cara mengatakannya.

" Sasuke bisakah kau membantuku sebentar? " Tanya Kabuto

" Hn, ada apa? " Ujar Sasuke dingin

Kabuto mendekati Sasuke, " Orochimaru meminta kita untuk menjemput salah satu bahan percobaan miliknya " Ujar Kabuto

Sasuke menatap tajam Kabuto, sementara Hinata terus menggenggam lengan Sasuke.

" Baiklah, tetapi Hinata akan-"

" Tidak bisa " Potong Orochimaru cepat.

Sasuke, Hinata dan Kabuto menatap Orochimaru yang tengah duduk dengan santai.

" Apakah kau lupa? Hinata harus beristirahat. Dengan kekuatan byakugan baru miliknya, dia harus menyeimbangkan dengan kesehatannya. " Jelas Orochimaru

Sasuke mendecih, " Baiklah, kapan kita akan pergi ? " Tanya Sasuke

" Sekarang " Jawab Kabuto.

Sasuke melepaskan tangan Hinata dari lengannya secara perlahan.

" Hinata, aku akan pergi sebentar. Ku harap kau beristirahat dengan baik, jika aku sudah kembali kita akan berbicara lagi " Ucap Sasuke pelan

Hinata mengangguk, ia menatap kepergian Sasuke dan Kabuto. Orochimaru menyeringai tipis melihat Hinata yang masih menatap Sasuke.

" Hinata " Panggil Orochimaru

Hinata menoleh, " Ada apa? "

" Apakah kau ingin kekuatanmu bertambah? Apakah kau ingin menjadi lebih kuat? " Tanya Orochimaru

Hinata terlihat berfikir, apa yang sedang Orochimaru rencanakan? Tapi menjadi untuk menjadi kuat memang impan Hinata.

Hinata mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Orochimaru. Melihat jawaban dari Hinata, Orochimaru berdiri dan menghampiri Hinata.

" Kalau begitu aku akan memberikanmu kekuatan yang istimewa. " Ujar Orochimaru yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Hinata.

" A-apa yang- "

TSSTT!

Orochimaru menyuntikan sebuah obat pada tengkuk Hinata. Pandangan Hinata mulai buram, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi? Namun sebelum Hinata mencoba memahaminya kesadarannya sudah menghilang.

Sasuke dan Kabuto telah berada cukup jauh dari Markas tersebut, tak ada pembicaraan antara mereka berdua. Keduanya tenggelam dalam fikiran masing-masing. Entah kenapa Sasuke merasakan firasat yang buruk.

SAAATT!

Sebuah Kunai meluncur kearah Sasuke, namun dengan cepat Sasuke berhasil menghindar. Mata kelam Sasuke menatap tajam Kabuto yang tengah menyeringai.

" Apa yang kau rencanakan! " Teriak Sasuke

Kabuto hanya tertawa melihat kemarahan Sasuke, " Tidak ada, aku hanya membantu mencapai tujuan yang selama ini dinantikan " Ujar Kabuto Santai

" Apa yang kau maksud dngan tujuan ! " Sasuke seakan merasakan emosi yang meluap-luap didalam Hatinya, fikirannya sekarang tertuju pada Hinata.

SRRIIINGG! DEG! DEG!

" Orochimaru akan mengambil tubuhmu danjuga byakugan milik Hinata " Ujar Kabuto yang tengah berada dalam genjutsu milik Sasuke.

Mata Sasuke terbelalak mendengar kalimat akhir yang diucapkan Kabuto padanya, sial ternyata Orochimaru telah menipu dirinya!

BRRUKK!

Tubuh Kabuto terjatuh dan terbaring tak berdaya diatas tanah karena genjutsu hebat yang Sasuke berikan.

Berbeda dengan Kabuto, Sasuke telah berlari menuju Markas. Jantungnya berdebar dengan kencang.

Tidak! Dia tidak ingin kejadian dulu terulang kembali! Dia tidak ingin orang yang dia cintai pergi dari hidupnya lagi!

" Tidak! Tidak akan! " Ucap Sasuke geram dengan air mata yang mengalir dan Sharingan yang menyala.

Dengan kecepatan dan Sharingan miliknya, Sasuke dapat sampai dengan cepat ke markas Orochimaru.

" Tolooongg! Lepaskan aku! " Sasuke tau suara ini, ini adalah suara milik Hinata. Tidak! Dia tidak akan membiarkan Orochimaru menyakiti Hinata.

BRRAAAKKK!

Sasuke menebaskan katana kearah pintu yang terkunci. Mata Sharingannya menatap tajam Orochimaru yang berada dibelakang Hinata dengan seringainya.

Mata Sasuke beralih menatap Hinata yang sedang duduk di kursi dengan tangan dan kaki yang terikat. Wajah Hinata terlihat ketakutan dan gemetar, air matanya terus mengalir.

" Sial! Apa yang kau lakukan pada Hinata " Teriak Sasuke geram

Orochimaru mendecih, " Kabuto itu memang tidak becus, dia tidak bisa diharapkan! " Ujar Orochimaru kesal

Namun tatapan kesal itu berganti menjadi seringaian yang menakutkan tapi itu tidak mempan bagi Sasuke.

" Lepaskan Hinata atau aku akan membunuhmu! " Ucap Sasuke dingin tak lupa Sharingan miliknya yang aktif dan tangan kanan yang mengangkat Katana miliknya.

" Tetapi bagus juga, aku juga tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk mengejarmu. Kalian berdua sudah ada disini, dengan kekuatan yang kalian miliki aku akan menjadi abadi dan tak ada yang bisa menandingi diriku! " Ujar Orochimaru bangga tanpa menghiraukan perkataan Sasuke tadi.

Sasuke menatap Orochimaru tajam, " Apa yang kau inginkan darinya! Bukankah kau hanya menginginkan tubuhku ini?! "

Orochimaru tertawa kecil, ia menatap Sasuke.

" Sesuatu yang tidak semua Hyuuga memilikinya " Ujar Orochimaru tajam

Sasuke bingung dengan ucapan Orochimaru, sesuatu yang tida dimiliki semua Hyuuga? Apa itu?

" Kau bahkan tidak tau- "

Orochimaru mengusap pelan rambut Hinata dan hal itu membuat Sasuke geram.

" –dia memiliki chakra Hamura. " Ucap Orochimaru

Sasuke terkejut, ia menatap Hinata yang masih ketakutan. Aura membunuh terasa jelas oleh Orochimaru.

" Lagi pula dia menerima tawaranku untuk memberikannya kekuatan. "

Tangan Orochimaru berpindah memindahkan rambut Hinata kearah samping dan membiarakan leher Hinata terlihat.

" Jangan bilang kau- "

GRAATT!

" Aaakkhh! " Hinata berteriak kesakitan saat merasakan gigitan dilehernya.

Orochimaru melepaskan gigitannya dan melihat Sasuke yang terdiam diambang pintu.

Gigitan itu mulai membentuk sgel yang sama seperti milik Sasuke. Hinata menjerit kesakitan, tangannya mengepal mencoba menahan rasa sakit dilehernya.

PSSTT! PSSTT!

Sebuah bayangan hitam melintas didalam fikiran Hinata, sebuah kenangan yang terasa tidak asing baginya muncul kembali. Namun karena rasa sakit itu lebih besar membuat Hinata kembali tidak sadarkan diri dengan tanda yang melekat dilehernya.

" AKU AKAN MEMBUNUHMU, OROCHIMARU! " Desis Sasuke tajam.

Beberapa detik kemudian hawa disekitar Sasuke berubah, ini adalah hawa pembunuh.

Tiba-tiba pedang listrik mengalir dari katana Sasuke dan mengarah ke Orochimaru namun dengan cepat Orochimaru menangkis menggunakan kedua tangannya.

Orochimaru tampak terkejut, " Chakra alamiah ini … tapi, aku tak pernah melihat perubahan dalam bentuk chakra sebelumnya. "

Sasuke menatap Orochimaru tajam, " Tak ada lagi yang bisa kupelajari darimu saat ini. " Sasuke mengaktifkan kekuatan dari segel yang Orochimaru berikan.

" Kurasa aku bisa menjadi tak berperasaan. " Tambahnya lagi

Langkah kaki Sasuke yang mulai mendekat kearah Orochimaru membuat Katana yang ia arahkan menembus kedua tangan Orochimaru.

" Hei Orochimaru, kau lebih lemah dari aku. Tak ada gunanya lagi aku menyerahkan tubuhku padamu. "

Orochimaru mendecih mendengar perkataan Sasuke, ia menyeringai.

" Sombong sekali. Kau hanyalah seekor anak burung dari Clan Uchiha " Ujar Orochimaru

Sasuke menatap Orochimaru tajam, " Jika aku bukan anak burung, kau tak akan punya kesempatan denganku. Ya kan? Kau… telah memantauku. Mencoba membujuk anak burung ini di Shi no Mori saat ujian chuunin. "

Orochimaru tertawa pelan. " Ya, Aku memang menginginkanmu. ".

Sasuke semakin mendekat dan hal itu membuat luka dalam untuk Orochimaru

" Aku ingin membalas dendam. Aku siap memberikan tubuhku jika itu berarti aku bisa mencapai tujuanku. Kau hanya ingin Sharingan kan? Tapi. Itachi tak bisa kau kalahkan … itulah sebabnya kau datang padaku.- " Ujar Sasuke tajam

" Kau yang mereka sebut Sannin jenius. Tapi kau hanyalah anak berbakat yang biasa saja kau bahkan tak bisa sederajat dengan nama Uchiha. Tak bisa melampauinya. Apakah tujuanmu itu? Pindah dari satu persembunyian ke persembunyian lain, melakukan percobaan memainkan nyawa orang seenaknya. Dengan dalih ingin menguak misteri dunia ini. Kau terus saja mempermainkan orang lain dengan alasan bodoh dan egoismu itu! "

Sasuke menatap kearah Hinata yang tidak sadarkan diri karena Orochimaru.

" Kau membuatku muak "

Pertarungan yang sesungguhnya pun terjadi antara Sasuke dan Orochimaru. Sasuke bukanlah lagi orang yang lemah, perasaan benci didalam hatinya itulah yang membuatnya kuat.

Apalagi saat melihat orang yang dicintainya hampir dibunuh kembali didepan matanya persis seperti dulu.

Pertarungan sengit antara Murid dan guru itu berlangsung selama 30 menit, dan seperti biasa kita bisa dengan mundah menebak pemenangnya. Siapa lagi kalau bukan …. Uchiha Sasuke.

Sasuke menghampiri Hinata yang masih tak sadarkan diri, ia menebaskan katana miliknya kearah tali yang mengikat Hinata.

Tubuh tak berdaya Hinata hampir saja jatuh saat tali itu dilepaskan namun dengan cepat Sasuke menggendong Hinata.

Ditatapnya wajah Hinata dan bekas air mata yang masih tercetak jelas disana, bahkan matanya tak luput dari bekas segel yang telah tertanam di tubuh Hinata.

" Maafkan aku Hinata, aku tidak bisa menjagamu dengan benar! Aku membiarkanmu masuk dalam perangkap Orochimaru yang bodoh itu! Aku tidak bisa melindungimu Hinata, aku- "

" Sa-sasuke-kun " Sasuke terkejut mendengar gumaman Hinata. Dirinya tersenyum tipis.

Dengan cepat Sasuke melangkah dan meninggalkan Markas Orochimaru yang berantakan karena pertarungannya itu. Sasuke tidak akan membiarkan Hinata tetap berada disini, walaupun ia yakin bahwa Orochimaru telah mati.

Namun saat ini tujuan Sasuke masih sama, ia akan tetap membunuh Itachi dan juga tetap bersama Hinata. Ia tidak akan meninggalkan Hinata sendiri.

Walau tanpa Orochimaru, artinya Sasuke harus menemukan pengikut yang lain untuk mengalahkan Itachi. Berarti tempat yang Sasuke tuju saat ini adalah Markas Orochimaru ditempat lain.

Jarak yang ditempuh tidaklah jauh, hanya membutuhkan waktu 1 hari untuk menempuhnya. Namun saat ini yang menjadi penghalang adalah turunnya Hujan.

Bukannya Sasuke takut dengan Hujan, tetapi kali ini persoalannya berbeda. Hinata masih tak sadarkan diri, ia tidak mungkin membiarkan Hinata terkena Hujan.

Sasuke menemukan gua yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, dengan cepat Sasuke masuk dan membaringkan tubuh Hinata. Karena Hujan pakaian yang Sasuke dan Hinata kenakan menjadi basah, Sasuke tau Hinata pasti sangat kedinginan.

Sasuke mencoba masuk kedalam gua mencoba mencari sesuatu dan benar ia menemukan beberapa kayu berukuran kecil dan besar, juga sebuah kain Hitam yang cukup untuk menghangatkan diri.

Ia membawa kayu dan kain tersebut ketempat dimana Hinata berada. Sasuke membuat kayu menjadi beberapa tumpukan dengan cepat ia membentuk segel jutsu dan menghembuskan api dari mulutnya.

Sasuke melepaskan pakaiannya yang basah, ia meletakannya di kayu yang ukurannya besar. Kayu itu Sasuke letakan didekat Api unggun tersebut, sehingga panas api itu akan mengeringkan pakaiannya.

Mata onyx miliknya menatap Hinata yang masih tak sadarkan diri. Ia memberanikan diri untuk mendekati Hinata. Jantung Sasuke berdebar-debar, ia ragu untuk melakukan ini.

Namun apa boleh buat, ia tidak mau Hinata kedinginan. Dengan perlahan ia membuka pakaian Hinata yang baru dibelinya, untung saja Hinata menggunakan dalaman Hitam yang dibalut jarring.

Rona tipis menghampiri wajah putih Sasuke. ia menyipitkan matanya mencoba untuk tidak melihat, walaupun terlihat kejam Sasuke tidak akan mau berbuat mesum pada seorang wanita.

Sasuke membiarkan Hinata menggunakan rok yang hanya sedikit terkena air hujan tadi. Sekarang tinggal satu tahap lagi. Sasuke meletakan kepala Hinata diatas pahanya dan memberikan kain Hitam yang ia temui tadi.

Kain itu menutup tubuh Hinata, ia yakin saat ini Hinata tidak lagi merasa kedinginan. Sasuke menggeser poni yang menutupi wajah Hinata.

" Maafkan aku karena membiarkanmu terikat dengan segel ini " Ujar Sasuke sambil mengusap segel dileher Hinata

" Sa-sasuke-kun " Sasuke melihat kelopak mata Hinata yang perlahan terbuka.

Hinata perlahan beranjak dari paha Sasuke masih dengan kain yang menutupi tubuhnya. Dirinya memang sedikit terkejut melihat kain di tubuhnya dan juga Sasuke yang tengah bertelanjang dada.

" Kau jangan salah faham, aku tidak melakukan sesuatu yang buruk padamu. Kau tau saat kau tak sadarkan diri, diluar sedang hujan maka dari itu baju milikmu sedang aku keringkan "

Hinata tersenyum kecil, " Terimakasih Sasuke-kun "

Sasuke tersentak mendengar ucapan Hinata, apakah ini mimpi? Hinata memanggil dirinya dengan sebutan Sasuke-kun ?

" Kenapa kau memanggilku seperti itu " Tanya Sasuke

" Aku sudah ingat semuanya " Jawab Hinata

Sasuke terkejut, namun rasa terkejutnya itu dapat dengan cepat ia tutupi menggunakan wajah datarnya.

" Maksudmu? "

" Aku ingat saat kita masih kecil, aku ingat kita pernah bermain bersama, aku ingat tentang Itachi-nii " Jelas Hinata

Sasuke tersenyum senang mendengar perkataan Hinata, akhirnya hari yang telah Sasuke tunggu-tunggu telah tiba. Tapi masih ada yang perlu Sasuke pastikan.

" Tentang perjodohan itu ? " Tanya Sasuke

Hinata mengangguk dan memunculkan rona tipis di wajahnya maupun Sasuke. Suasana menjadi Hening, tidak ada yang berniat memulai pembicaraan. Keduanya tenggelam dalam fikiran masing-masing.

Sasuke menghela nafas, " Hinata, tentang perjodohan itu. Mungkin kita tidak akan- "

" Aku tau tentang pembatalan sepihak itu " Ujar Hinata pelan

Sasuke menatap Hinata yang menunduk. Namun pada detik berikutnya Hinata balas menatapnya.

" Aku tau mereka membatalkan itu karena Clan Uchiha hanya tinggal dirimu sendiri. "

" Begitu ya? Lalu kenapa kau bisa melupakanku? " Tanya Sasuke pelan

Hinata menggenggam tangan Sasuke, " Saat aku mengetahui tentang pembantaian Clanmu, aku dikurung dan tidak boleh bertemu denganmu lagi. Lalu seingatku tetua memanggilku dan melakukan sesuatu namun aku tidak tau. Mungkin mereka menghapus ingatan itu dariku "

Sasuke membalas genggaman Hinata, ia tersenyum melihat Hinatanya telah kembali.

" Aku senang kau telah kembali, tapi aku merasa bersalah karena membuatmu memiliki segel ini " Ujar Sasuke sambil memegang segel dileher Hinata

Hinata menatap Sasuke sendu, " Mungkin ini memang sudah takdirku. Tak apa jika aku harus merasakan sakit disini- " Ucap Hinata yang memegang segelnya juga

" – Tapi kau masih ada disini bukan? Kau akan terus bersamaku,kan? " Tanya Hinata

Sasuke mengangguk, " Ya, aku akan tetap bersamamu. " Ujar Sasuke sambil tersenyum tipis, senyum yang telah lama menghilang dari wajahnya.

" Hinata, apakah kau … masih mencintaiku? Bukankah kau mencintai Naruto? " Tanya Sasuke

Hinata menggeleng, " Entahlah aku juga tidak tau, tapi saat bersamamu aku bisa melupakan Naruto-kun, mungkin kita akan memulainya lagi seperti dulu? " Ujar Hinata

GREEP!

Sasuke menarik Hinata kedalam pelukannya, " Terimakasih Hinata. Entah mengapa bebanku terasa sedikit lebih ringan "

Wajah Hinata memerah, ia melepaskan pelukan Sasuke.

" Su-sudahlah, sekarang sedang hujan lebih baik kita tidur. " Ucap Hinata gugup

Sasuke tertawa kecil, " Baiklah " Sasuke beranjak dari tempatnya dan menuju ke dinding gua, ia menggerakan tangannya seolah memanggil Hinata.

Hinata menuruti Sasuke dan mendekat pada pria itu, Hinata masih menggenggam kain yang menutup tubuhnya.

" Aku tidak bisa tidur jika tidak bersandar, kau ingatkan? " Tanya Sasuke

Ya, Hinata mengingatnya. Dari kecil Sasuke memang tidak bisa tidur jika tidak bersandar.

" I-iya aku ingat. Nah sekarang tidurlah " Baru saja Hinata akan memunggungi Sasuke namun dengan cepat Sasuke menahan tangan Hinata.

Hinata menatap Sasuke heran, " Ada apa? "

" Kau lupa? Dulu kau selalu tidur disini kenapa sekarang tidak? " Ucap Sasuke sambil menepuk dada bidangnya.

BLUUSHH!

Wajah Hinata memerah, " Ti-tidak mau! Ki-kita bukan anak kecil la-lagi! Dulu juga kau yang memintanya! Pokoknya aku- Kyaaa! "

Sasuke menarik Hinata kedalam pelukannya, sehingga Hinata bersender pada dada bidangnya. Bisa dipastikan wajah Hiata sangat merah sekarang.

" Aku kedinginan, jadi jangan pernah coba melepaskannya " Ujar Sasuke datar. Jika Sasuke sudah memerintah, dia tidak akan suka dibantah.

Apa boleh buat? Akhirnya mereka berdua tidur dengan posisi saling berpelukan, Sasuke meletakan dagunya diatas kepala Hinata. Sasuke mencium puncak kepala Hinata singkat.

" Aku sangat mencintaimu " Ujar Sasuke pelan dan taklama ia juga menjemput mimpinya.

...

Yoosshh! Maaf ya tentang fic kemaren nggak ada Author Note dan balasan untuk para reader yang mau reviews T_T kelupaan sih hehehe. Author minta maaf ya untuk fic ini wordnya lebih banyak dari sebelumnya. Tenang-tenang fic ini belum tamat kok :) , cerita lika liku cinta mereka masih panjang hahaha. Gak panjang-panjang amat kok T_T jadi tetap ditunggu ya. Oke, kali ini kita akan membalas Review yang dari chap 5 & 6 :

Chap 5 :

Salsabilla12 : Iya dong sasu-kun itu imut kalau lagi blushing hehehe. Ah tebakannya salah loh :D Orochimaru itu malahan punya niat jahat dan disini telah terungkap yeaay :)

onyx dark blue, NurmalaPrieska, nana chan : Oke, makasih atas dukungannya

dimpleryeong : Nanti akan kita liat perkembangannya :) Nah disini telah terungkap :)

sasuhina69 : Hehehe ini udah selesai kok UAS nya. Telat gak nih up nya ? hehehe

Ayu493 : Makasih udah nungguin ff ini, hehehe iya bener juga apa yang kamu katakan, emang jarang yang ada canon nya.

ana : Oke, di chap ini udah ditambahin kok romansanya.

sasuhina always (guest) : Oke, dichap ini mereka udah bersatu lo :3

Chap 6 :

Icatisa : Di chap ini udah terungkap kok :)

hyacinth uchiha : Permintaannya udah dikabulin tu, hinata nya udah inget hehe

sasuhina69 : iya sama-sama, oke tetep ditunggu ya chap depan :)

NurmalaPrieska : Tenang-tenang, karin pasti muncul kok hoho#tawajahat.

salsabilla12, Laventa 288 (guest), Xiangyang (Guest), nana chan (guest): Oke, makasih atas dukungannya.

Andini uchiha (Guest) : Tentang Hinata kembali atau tidak bakalan dibahas dichap lain nanti hehehe, tetap ditunggu ya :)

Noname : Orang ke-3 mungkin dichap depan udah muncul, makanya tetap ditungguin ya :)

Nah sekian balasan dari Author, yang terpenting tetap ditunggu ya :3