Last chapter :"Ada apa Shika?" rawut wajah Naruto menjadi cemas. / "Merepotkan, maaf jika aku berterus terang tetapi ada yang aneh di kedua matamu, dan itu menyebabkan…. Kebutaan."

.

.

.

AITAKUTE, AITAKUTE…

Disclaimer: Masashi Kishimoto sensei

This fic belong to : Kanon1010

Pairing : Uchiha Sasuke X (female)Uzumaki Naruto

Slight GaaFemNaru

Rate : T

Genre : Hurt/Comfort, Romance, a little bit drama

Warning : masih belum bisa lepas dari typo dsb…, AU, (agak) ooc, dan lainnya yang akan kalian temui selama membaca. No BL karena disini Naruto sebagai cewe.

Backsound : kana nishiino – aitakute & Celin dion – all by my self

Have a nice read~

Dozoo~…..

.

Hurt 7:…

Semenjak Sasuke ditemukan tengah bermabuk-mabukan di sebuah bar oleh Itachi. Ia merasa bahwa Itachi akan melakukan apa saja agar ia bisa mendapatkan Naruto. Memang itu bisa memudahkan Sasuke mendapatkannya, tetapi cara yang Itachi lakukan pasti cara yang tak terpikirkan. Oleh karena itu dia sekarang berhati-hati agar Itachi tidak ikut campur dalam masalahnya.

"UCHIHA SASUKE!" Bentak seseorang membuyarkan lamunan Sasuke. Sasuke yang sadar sedang di tatap oleh beberapa pasang mata plus tatapan tajam dari sang bos memasang tampang tak bersalah.

"Hn."

"Jika anda tak berminat dalam rapat ini silahkan angkat kaki dari ruangan ini, Ah tidak tapi dari kantor ini!" Sindir Kyuubi yang geram melihat Sasuke yang sejak tadi menerawang gak jelas.

"Hn, maaf silahkan lanjutkan rapatnya," Jelas Sasuke singkat dan kembali memperhatikan rapat yang sudah berlangsung sejak setengah jam yang lalu.

'Lihat saja kau ayam! Berani mengacuhkan rapat ini hukuman menantimu.' Seringai Kyuubi dalam hati sambil menatap ke arah Sasuke dengan tatapan membara penuh kebencian.

.

tok tok…..

munculah Sasuke di balik pintu ruangan sang direktur utama Namikaze Kyuubi. Setelah usai rapat seperti janji Kyuubi dalam hatinya dia akan memberikan hukuman pada Sasuke akibat melamun saat rapat dan juga menjadikannya mainan. Bagi Kyuubi, Sasuke hanyalah orang yang pantas untuk di permainkan, disiksa, dan lain sebagainya karena memang ia tak menyukai keluarga Uchiha, diperkuat lagi dengan ia telah berani mempermainkan himenya Kyuubi, Naruto.

"Masuk," ujar Kyuubi datar. Ia sudah tau siapa yang akan datang, dengan gaya coolnya Kyuubi menyambut kedatangan sosok pemuda berambut raven tersebut. "Sudah tau mengapa kau kupanggil kemari?" tetap dengan gaya coolnya, ia meletakan dagunya diatas kedua tanganya yang terletak di atas meja dengan kesepuluh jarinya yang saling terpaut.

Tak ada jawaban dari Sasuke, tentu saja otak jeniusnya itu tau kenapa ia bisa dipanggil oleh si monster rubah itu apalagi kalau bukan tentang kejadiaan saat rapat tadi. Pastilah ada lagi kejahatan yang akan dilakukan Kyuubi ke Sasuke, karena sorot mata Kyuubi memancarkan kelicikan yang amat sangat.

"So, kalau kau sudah tau tanpa basi basi lagi ku katakan bahwa hukuman untukmu hari adalah menjadi Office Boy seharian! Karena ada salah satu office boy yang tak masuk kerja karena sakit maka kau yang menggantikannya. Dan tak ada protes hitung-hitung kau belajar bekerja keras merasakan penderitaan orang-orang di kantormu yang sering kau tindas. Sekarang kau bisa pergi," kata Kyuubi sambil mengeluarkan seringai iblisnya dan menggerakan sebelah tangannya sebagai kode menyuruh Sasuke pergi.

Dengan kesal sampai ke ubun-ubun, Sasuke menahan amukannya. Jika ia tak ingat si rubah iblis itu yang berpengaruh besar sudah ia bunuh. Sudah cukup dengan masalah penolakan Naruto, lalu Itachi yang akan menghalalkan segala cara dan sekarang Kyuubi yang tanpa keprikemanusiaan menyiksanya lagi membuat kepala Sasuke berdenyut-denyut. Dengan setengah hati ia menuju ke ruangan office boy dan melakukan hukumannya.

.

.

"Buta..?" Naruto memandang tak percaya ke arah pemuda berambut seperti nanas itu. Ia tau betul kalau seorang Nara Shikamaru tak pernah bisa bercanda jika menyangkut kesehatan seseorang. "Tapi, bagaimana bisa Shika? Mengapa aku akan mengalami kebutaan?" dengan bibir yang bergetar Naruto menahan emosinya saat ini.

"Aku belum bisa memastikannya sekarang, lebih baik kau ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apa akhir-akhir ini kau sulit untuk melihat atau seperti buram macam itu?" tanya Shikamaru lebih lanjut.

"Un.. memang kadang-kadang aku merasa seperti itu, kupikir hanya kelilipan saja."

"Sebaiknya kau mulai menggunakan kacamata saja, ya sekedar untuk berjaga-jaga hoaam," jelas Shikamaru sambil menguap dan merentangkan kedua tangannya keatas.

"Baiklah akan kulakukan saran mu, makasih ya dokter Nara hiihihih," goda Naruto membuat Shikamaru hanya memutarkan kedua bola matanya. Padahal dalam lubuk hatinya ia memikirkan penyebab mengapa Naruto bisa seperti itu. Hanya satu yang mengganjal yaitu ketika Naruto kecelakaan kemungkinan besar efek dari kecelakaan tersebut.

Saat sibuk tenggelam dalam pikirannya sendiri, Naruto sudah menghilang dari hadapan Shikamaru. Ia tak ingin membuat orang-orang disekitarnya repot karena masalah baru ini, makanya ia mencoba tersenyum seperti biasa. Saat sedang memasak sarapan di dapur, tiba-tiba terdengar bunyi bel dari arah pintu. Sambil tetap memakai apronnya Naruto membukakan pintu dan terlihatlah sosok Gaara yang sudah berdiri ganteng (?) dengan membawa sekantung bungkusan.

"Apa disini kediaman Uzumaki Naruto? Ada pesanan satu paket ramen ukuran jumbo hangat siap makan." Gaara bergaya ala pengantar makanan siap saji. Hal itu membuat Naruto menahan tawanya dan mengikuti alur permainan Gaara.

"Ah sayang sekali Uzumaki Narutonya sedang pergi, saya pembantunya."

"Yah, kalau begitu buat nona saja ramennya masih hangat kok." Dengan tersenyum seperti butler membuat Naruto tak kuasa menahan tawanya dan pertahanan itu pun pecah. "Hahahah gaara kau hmph- hahahah." Naruto benar-benar tertawa terbahak-bahak, Gaara yang melihat ekspresi tersebut hanya menyunggingkan senyum tipisnya yang jarang diperlihatkan kepada orang lain.

"Sudah puas tertawanya? Beginikah caramu membiarkan tamu berdiri di luar saja?" sindir Gaara yang dimaksudkan hanya bercanda dan sukses membuat Naruto meredakan tawanya dan mempersilahkan Gaara masuk kedalam, tetapi sebelum masuk dengan cepat Naruto menyambar kantung makanan berisi ramen tersebut.

.

"Naru-chan dimana letak mesin cu-ci-nya?" Matsuri yang baru keluar dari kamar tamu langsung terbata-bata melihat sosok pria tampan berambut merah tersebut dan wajahnya dipastikan mulai merona. Siapa sih yang tak tahan melihat ketampanan putra Sabaku itu.

"Ada di dekat pintu belakang, taruh saja disana biar nanti ku cucikan, ayo sarapan dulu. Gaara kutinggal sebentar ke dapur ya, oh ya dia itu Matsuri temanku saat di Ame." Naruto menjelaskan mengenai Matsuri yang masih berdiri terpaku bagaikan di hipnotis.

"Hm.."

Sepeniggal Naruto ke dapur, Gaara menghampiri Matsuri yang masih terbengong dan mulai memperkenalkan dirinya. Dengan gugup Matsuri membalas jabatan tangan Gaara lalu Gaara melepaskannya dengan segera. "Apa kamu teman dekat Naruto?" tanya Gaara pada Matsuri yang hanya dibalas anggukan pelan dari kepala Matsuri. "Kalau begitu bisa minta bantuannya?"

.

.

Wajah stoic itu semakin mengeluarkan aura hitam kelamnya bagaikan awan mendung yang siap mengeluarkan petirnya. Walaupun ia tak disuruh bersih-bersih tetapi menjadi pelayan alias office boy di kantor Kyuubi untuk sehari sudah membuat Sasuke habis kesabaran. Dengan seenak jidatnya para karyawan bawahan Sasuke meminta dibuatkan ini dan itu. Belum lagi yang minta fotocopy, belikan sesuatu dan lain sebagainya. Sebenarnya para karyawan itu tak ingin melakukan hal tersebut, tetapi ada seseorang yang menyuruh mereka melakukan itu dan jika mereka menolak pekerjaan mereka akan segera dicabut saat itu juga. Dan kalian pasti sudah bisa menebak siapa si dalan tersebut.

"Sasuke, ke ruanganku segera." Terdengar suara dari Intercom di ruang ob yang memanggil nama Sasuke dan itu suara si rubah iblis Kyuubi. Dengan masih menyimpan amarah dalam hatinya, Sasuke berjalan dengan wajah benar-benar tanpa ekspresi ke ruang kantor Kyuubi.

"Untuk sementara hukumanmu berakhir, segera menuju ruang rapat ada Fugaku-san disana sudah menunggu kita dan jangan lupa kau bawa laporan mengenai perusahaan mu." Peritah Kyuubi tanpa menghiraukan kehadiran Sasuke lalu ia pergi keluar ruangannya sambil memakai jas hitamnya. Tak lama kemudian Sasuke menyusul Kyuubi.

.

.

Sasuke POV

Benar-benar si rubah iblis itu menguji kesabaran ku. Dia kira bisa semena-mena pada seorang Uchiha Sasuke! Sial aku harus bertahan paling tidak 3 bulan lagi, karena setelah itu masa ku bekerja disana telah habis. Semua kelakuannya membuatku pusing mungkin aku harus membeli obat penghilang sakit kepala di apotek.

Sebuah toko bercat putih dan biru yang menghiasi pintu masuknya menjadi tujuanku, apotek Konoha healthy. Sebelum keluar mobil sempat kulihat Naruto masuk ke toko kaca mata disebelah apotek tersebut. Dengan diam-diam ku ikuti kemana ia berjalan. Sungguh aku ingin sekali memeluk tubuhnya itu menghilangkan kerinduan yang menyesakkan dada ini. Kalian pikir aku berengsek? Ya memang aku berengsek dan aku pantas mendapat perlakuan seperti itu darinya. Tapi, apakah aku tak boleh mendekatinya lagi? Mendapatkan seorang Uzumaki Naruto memang tak mudah membuatku ingat saat pertama kali mendekatinya sama susahnya seperti ini tetapi yang dulu dan sekarang berbeda, ya berbeda karena dulu aku belum menyakitinya.

End Sasuke POV

Seperti pencuri yang takut ketahuan, Sasuke perlahan mengawasi Naruto yang sedang duduk di depan seorang pria yang memeriksa kondisi matanya dengan sebuah alat. Tak jelas paa yang bisa didengar oleh Sasuke, mengingat jaraknya cukup jauh. Tetapi ia bisa melihat saat Naruto memakai bermacam model kacamata, hanya satu dipikiran Uchiha bungsu itu bahwa mata Naruto sekarang bermasalah.

Mengikuti Naruto membuatnya lupa dengan tujuan awalnya membeli obat. Sekarang ia masih mengikuti Naruto dari belakang. Naruto keluar dari toko tersebut dengan memakai kacamata berframe kotak dengan bingakai berwarna hitam, membuatnya terlihat semakin cantik. Sesekali di perjalanannya Naruto terlihat sedang melamun hingga beberapa kali para pengendara sepeda motor dan mobil mengklasonnya. Sasuke yang melihat hal itu menjadi khawatir takut kenapa-kenapa jika Naruto dalam keadaan tidak fokus seperti itu.

Tin..tin…tiiiinnnnnn!

Brukkkk… ciiiitttttt…

.

.

Naruto Pov

Aku sudah memakai kacamata, mengikuti saran dari Shikamaru. Setelah sarapan pagi bersama dengan Gaara, matsuri dan Shikamaru dan mereka smua pergi, ku putuskan untuk membeli kacamata. Tak buruk juga memakai kacamata tetapi sepanjang jalan pulang beberapa kali kutahu bahwa para motor dan mobil mengklakson ku. Bukan mauku seperti itu tetapi sesekali penglihatanku menjadi gelap semua dan membuatku terlihat seperti sedang melamun, padahal aku hanya berpura-pura agar tak ada yang curiga.

Tin..tin…tiiiinnnnnn!

Brukkkk… ciiiitttttt…

Apakah aku benar-benar tertabrak mobil? Tetapi mengapa rasanya empuk? Apa aku sudah di surga? Kenapa cepet banget sudah sampai disana?...

End Naruto POV

.

Sasuke masih terus mengikuti Naruto, beberapa kali ia terlihat khawatir saat beberapa mobil hampir menabraknya. Memang saat itu jalanan walau jalan kecil tetapi sedang ramai kendaraan berlalu lalang. Hingga tiba-tiba sebuah mobil pickup berjalan dengan agak ugal-ugalan menuju ke arah Naruto. Mobil tersebut membunyikan klakson mobilnya. Tanpa berpikir dua kali, Sasuke langsung menerjang tubuh Naruto. Sedikit saja ia terlambat menolong Naruto, nyawa gadis itu bisa melayang.

Sasuke masih dalam posisi dibawah Naruto dengan memeluknya, Naruto yang masih shock tak membuka matanya meraba-raba bagian bawahnya, Ia masih tak sadar jika ada seseorang dibawahnya. Ketika ia membuka mata, ia medapati sosok Sasuke yang sedang meringis kesakitan memegang pergelangan tangannya.

"Sasuke, sedang apa kamu?" Naruto kaget mendapati Sasuke yang berada dibawah tubuhnya.

"Bisakah kau membantuku dulu?" dengan perlahan Naruto membantu Sasuke berdiri, orang-orang yang datang menghampiri mereka karena kejadian itu mulai meninggalkan mereka berdua.

"Kamu yang nolong Naru?"

"Hn."

"Dimana mobilmu?" tanya Naruto sambil mengambil Kunci mobil yang bisa Sasuke letakan di kantung bajunya. Kebiasaan itu masih Naruto ingat dengan baik, dan tanpa sempat Sasuke bertanya lagi ia sudah dibawa Naruto menuju mobilnya yang tak begitu jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

Setelah menemukan letak mobil Sasuke, Naruto duduk di kursi pengemudi dan membawa mereka ke rumah Naruto. Sepanjang perjalanan tak ada satu patah kata yang terucap dari keduanya. Naruto meminta agar Sasuke jangan berbicara hingga mereka sampai di tempat tujuan.

Sesampainya di rumah Naruto, ia berniat mengobati luka Sasuke. Bagaimana pun juga luka itu akibat ia melindungi Naruto. Dengan perlahan Naruto memapah Sasuke masuk kedalam rumahnya.

"Tunggu sebentar ku ambilkan kotak obat." Bagaikan boneka yang manis, Sasuke menurut dengan perkataan Naruto dengan menganggukan kepalanya. Dengan telaten Naruto membersihkan luka di siku dan celana Sasuke. Karena jarak wajah mereka yang cukup dekat membuat Sasuke merasakan sensasi yang pernah dulu ia rasakan ketika pertama kali mendekati Naruto. Sensasi yang sulit ia katakan seperti rasa ingin memiliki dan nyaman. Apakah ia jatuh cinta 'lagi' pada Naruto?

"Apa yang kau lamunkan?" tanya Sasuke ketika Naruto masih sibuk dengan perban di tangan Sasuke.

"Tidak ada," jawabnya singkat.

"Kau tak pernah pandai dalam hal berbohong." Sasuke menatap intesif ke wajah Naruto. Bisa ia lihat dengan jelas wajah gadis yang ia sakiti itu, wajah itu terlihat tidak bercahaya seperti biasa. Bola mata birunya terasa redup seperti langit biru yang terlindungi awan mendung.

"Tau apa kau tentangku? Naruto dulu dan sekarang sudah berbeda." Lagi-lagi Naruto berbicara dengan ketus membuat Sasuke menghela napasnya.

"Apa aku -ah tidak apa kita tidak bisa menjalin hubungan yang baik-baik saja tidak seperti ini." Naruto terlihat menaikan sebelah alisnya dan tersenyum mengejek. "Kita baik-baik saja, hanya saja tak sebaik dulu."

Entah harus jurus apalagi yang harus Sasuke berikan agar gadis dihadapannya ini mau menolehkan wajahnya sedikit saja, agar ia bisa melihat mata kejujuran Sasuke. Karena Sasuke akui, Naruto orang pertama yang bisa membaca ekspresi Sasuke. Bahkan trend mark 'hn' andalannya pun bisa diartikan oleh Naruto. Jika setiap orang bertanya mengapa Naruto bisa mengetahui arti 'hn' Sasuke, ia hanya menjawab Insting dan itu membuat Sasuke (dulu) merasa Naruto orang yang tak salah untuk dipilihnya bahkan ia tak bisa lepas dari gadis berambut kuning panjang itu sedetik saja.

"Naruto! Tolong jangan siksa aku seperti ini." Untuk pertama kalinya seorang Uchiha Sasuke memohon kepada seseorang, hingga membuat Naruto menaikan sebelah alisanya memandang Sasuke dengan tatapan seakan berkata apa-kau-kata-menyiksamu?

"Maaf bisa diulang?"

"Tolong jangan siksa aku seperti ini, N-A-R-U-T-O." ulang Sasuke dengan penekanan nama Naruto. Saat ini ia masa bodo dengan segala harga diri seorang uchiha atau apalah itu. Di depan Naruto ia membuang semua hal itu.

"Hahahhahahahah apa apa? Seorang Uchiha Sasuke memohon? Ahhahah sepertinya akan ada hujan badai." Naruto tertawa terbahak-bahak tetapi bukan tertawa dalam artian bahagia, ia tertawa mengejek dengan apa yang dilakukan pemuda raven di hadapannya ini. "Pfh.. maaf Sasuke, aku rasa kau sudah gila dan-"

"Ya kau benar, sekarang aku memang gila, Gila karena mu. Kau pikir aku masih bersama Sakura? Kau salah dia bahkan hanya memanfaatkan ku saja. Dan ia telah memberikan hukuman atas apa yang kulakukan padamu Naru." Jelas Sasuke memotong pembicaraan Naruto.

"Apa aku bertanya? Sudahlah Sasuke aku sudah tak perduli lagi." Naruto berniat meninggalkan Sasuke tetapi tangan pemuda itu ternyata lebih cepat dari yang ia duga. Sasuke manarik tangan Naruto dan membuat gadis mungil tersebut terjatuh diatas sofa dengan posisi Sasuke diatasnya. "Apa yang kau lakukan?"

"Mengikatmu dengan diriku, aku jatuh cinta lagi denganmu Uzumaki Naruto." Sesaat setelah mengucapkan itu, Sasuke mencium bibir Naruto dengan tiba-tiba membuat Naruto mendorong tubuh Sasuke yang diatasnya dengan kencang hingga ia menabrak ujung sofa.

PLAK!.. sebuah tamparan yang cukup kencang hingga membuat sudut bibir Sauke berdarah dilayangkan oleh Naruto. Terlihat bulir-bulir air mata membasahi wajahnya.

"Hentikan Uchiha! Kau pikir aku mainan mu HAH!" Sasuke tersentak dengan Naruto yang membentaknya seperti itu. Walau ia tau bahwa Naruto suka berteriak dan memiliki suara yang cempreng tetapi tak pernah ia sampai seperti ini.

"Naru, maaf..bu-bukan maksudku." Sasuke perlahan mendekati Naruto yang terisak di ujung sofa satunya lagi, tetapi lagi-lagi penolakan di dapatinya. Bukan Sasuke namanya jika ia menyerah dengan apa yang ingin ia dapatkan maka ia memluk Naruto dengan erat meskipun gadis itu meronta-ronta dalam tangisnya.

"Maaf, maaf aku hanya ingin kau merasakan betapa tulusnya aku ingin kembali denganmu Naru," Sasuke makin mempererat pelukannya dan mengelus-ngelus rambut panjang Naruto. "Maaf jika aku terlalu memaksa hingga membuatmu seperti ini."

"Tapi bukan harus dengan cara ini.. hiks hiks.."

"Hn. Naru, jika kau tak bisa menerimaku kembali secepat ini bisakah kita berteman dulu." Tawar Sasuke dengan merenggangkan pelukannya. Meskipun ragu, tetapi perlahan Naruto melihat sorot mata ketulisan Sasuke dan ia mengangguk menjawab penawaran Sasuke.

Setelah semua terkendali dan tenang Sasuke pamit dari rumah Naruto jika ia kelamaan pergi bisa-bisa si rubah iblis itu akan menambah menyiksanya. Seusai kepergian Sasuke, Naruto kembali mendapat masalah dengan penglihatannya dan memegang kepalanya dan terjatuh pingsan di ruang tamu tanpa seorang pun yang mengetahuinya.

.

.

Suara roda dari sebuah ranjang rumah sakit terdengar sangat terburu-buru membawa tubuh seorang gadis berambut kuning cerah ditambah dengan langkah-langkah kaki yang setengah berlari, membuat orang-orang yangs sedang berjalan santai di lorong rumah sakit tersebut harus minggir memberikan jalan kepada mereka.

Tubuh yang tak lain dan tidak bukan adalah Naruto itu segera dibawa masuk ke UGD. Matsuri orang pertama yang menemukan Naruto pingsan di ruang tamu dengan bibir yang membiru dan tubuh yang kaku hampir seperti orang mati. Dengan panik ia menelpon Shikamaru dan Kyuubi untuk mengabarkan Naruto berada di perjalanan ke Rumah Sakit. Dan kebetulan Shikamaru yang sudah berada di rumah sakit karena mengurus surat kepindahan dinasnya dari Amegakure ke Konoha, langsung menjemput kedatangan ambulans.

Dokter bersama Shikamaru berada di dalam ruang UGD sedang memeriksa keadaan Naruto. Tak berapa lama kemudian Kyuubi dan Gaara datang menyusul.

"Bagaimana dengan Hime? Kenapa itu bisa terjadi? Jawab!" Kyuubi Lepas kontrol, ia memegang pundak Matsuri dan mengguncang-guncangkannya.

"A-aku tidak tau, tiba-tiba saat aku kembali Naruto sudah tergeletak pingsan di ruang tamu." Matsuri menjelaskan sambil menunduk karena tak berani menatap wajah marah kakak tirinya Naruto itu.

"Kyuu, lepaskan kau membuatnya sakit." Perkataan Gaara menyadarkan Kyuubi yang masih memgang pundak Matsuri, kemudian ia minta maaf sambil melepaskannya.

"Bagaimana kondisinya saat kau temukan?" lanjut Gaara yang masih penasaran mengapa Naruto bisa seperti itu.

"Tergeletak di lantai, tubuh dingin, bibir membiru. Aku benar-benar bersalah tidak menemani Naruto di rumah padahal Ino-san berpesan agar aku menjaga Naruto tetapi aku malah mengacaukannya.. hiks…hiks.." Matsuri menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan mulai terisak. Gaara hanya menghela napas dan menepuk pundak Matsuri agar ia menjadi tenang.

tak lama kemudian Shikamaru bersama dokter Kabuto, dokter pribadi Naruto keluar dari ruang UGD. Dibelakangnya terbaring Naruto yang siap dibawa ke kamar inap. Kyuubi dan lainnya segera menghampiri kedua dokter tersebut dengan harap tidak mendengar kabar buruk mengenai Naruto.

"Kemana Ino dan Sai? Kalian siapa?" tanya Kabuto saat memandang ke semua orang yang ada disana.

"Mereka sedang di luar kota karena ada pekerjaan. saya Matsuri teman Naruto dan ini Gaara dan dia Kyuubi kakak dari Naruto," jelas Matsuri mewakili semuanya.

"Kakak Naruto? Saya baru tau kalau Naruto memiliki seorang kakak. Kalau begitu anda bisa ikut ke ruangan saya? Ada yang harus saya bicarakan dengan anda selaku keluaraga dari Naruto," terang dokter Kabuto pada Kyuubi.

"Maaf, di Kamar mana Naruto dibawa?" tanya Gaarasebelum kepergian Kabuto dan Kyuubi.

"DI lantai 2 kamar no 2310."

"Lebih baik aku menjaga Naru, jika ada apa-apa segera kau memberitahukan ku ya Kyuu," Kyuubi mengangguk menanggapi Gaara karena bagaimanapun Gaara adalah sepupunya dan ia percayakan himenya dijaga oleh Gaara. "Apa kau mau ikut Matsuri?"

"I-iya aku ikut, kau Shika?"

"Aku ikut bersama dokter ada yang ingin ku katakan padanya, merepotkan." Jelas Shikamaru sambil mengikuti Kyuubi dan Kabuto yang telah berjalan duluan.

.

Di kamar 2310 terbaring lemah Naruto. Selang Infus terpasang ditubuhnya dan berbagai selang lain yang menopang hidupnya. Gaara duduk disamping ranjang Naruto, mengenggam tangan Naruto mencoba mengalirkan kehangatan yang dimilikinya. Ia menyayangi Naruto. Awalnya ia hanya merasa sayang pada seorang adik, ternyata perasaan sayang itu lebih dari sekedar adik.

'Naru sadarlah..' ucap Gaara dalam hati. Hatinya sangat miris melihat Naruto seperti itu. Ia tau Naruto selalu tersenyum palsu pada semuanya tapi ia tak pernah melupakan saat pertama kali bertemu Naruto yang tersenyum tulus untuknya dan itu yang membuat Gaara menyukai Naruto.

"Engh…dimana aku?" lirih Naruto yang setengah tersadar.

"Kamu berada di Rumah Sakit Naru-chan, apa yang kamu rasakan sekarang? Biar kupanggilkan Dokter," ujar Matsuri yang terlihat bahagia melihat Naruto sadar.

"Tidak usah aku baik-baik saja. Tolong air.. aku haus sekali," pinta Naruto dengan suara yang amat sangat lemah. Lalu tanpa menunggu lama Gaara mengambilkan segelas air putih di meja samping ranjang Naruto dan memberikannya. Segelas ukuran sedang langsung habis dalam sekejap. "Terima Kasih Gaara."

"Ada apa denganmu Naruto? Bagaimana kau bisa pingsan?" tanya Gaara dengan wajah cemasnya.

"Entahlah Gaara tiba-tiba semua gelap, kepala Naru sakit dan aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu," jelas Naruto dibarengi dengan senyumannya.

"Mungkin kau kelelahan, apa hari ini kau pergi ke TK?"

"Tidak, hari ini ada rapat dengan pengurus yayasan jadi sekolah diliburkan. Ow ya yang menemukan ku siapa?" tanya Naruto memandang ke arah Gaara dan Matsuri.

"Aku Naru-chan. Maafkan aku ya, aku tidak bisa menjaga dirimu." Matsuri tertunduk malu karena rasa bersalahnya.

"Sudahlah, aku kan bukan bayi yang harus dijaga bhuu~.. eh Matsuri apa kau melihat kacamata ku? Aku butuh itu sekarang."

"Sejak kapan memakai kacamata? Tadi pagi kan masih belum pakai," tanya Gaara sambil melihat Naruto mengambil Kacamata berframe hitam itu dari tangan Matsuri dan mulai memakainya.

"Baru siang ini, kurasa mataku ini sudah mulai minus," jawab Naruto dengan enteng.

.

.

-di ruang dokter Kabuto-

Ruangan yang tak cukup besar berwarna putih dengan sebuah ranjang dan meja beserta kursinya. Duduk tiga orang pria dewasa dengan wajah seriusnya. Pria paling mencolok dengan rambut merah ke orangenya masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari mulut kedua dokter tersebut. Sebuah kenyataan pahit lagi yang harus diterima himenya, bahwa Naruto akan mengalamai kebutaan jika pecahan kaca saat kecelakaan dulu yang terdapat di matanya tidak diangkat dengan oprasi. Saat di Ame dokter yang emnangani Naruto kurang teliti memeriksa semuanya.

"Apa tidak ada pilihan lain dok?" tanya Kyuubi yang berharap Naruto bisa memiliki kesempatan hidup normal.

"Kurasa tidak, tetapi ini bisa menyelamatkan penglihatannya. Dan kami semua akan berusaha agar ia bisa melihat dengan normal. Pecahan kaca tersebut sudah lumayan lama berada di mata adik anda tuan Namikaze, jika kita biarkan saja pecahan itu akan melukai syaraf-syaraf yang lain," jelas Kabuto dengan memberikan pengertian pada Kyuubi.

"Bagaimana jika penglihatannya tidak kembali?"

"Terpaksa ia hidup dengan dunia gelap atau jika ada mata yang cocok akan ditransplatansikan." Sambung Shikamaru mengantikan Kabuto.

Sempat keheningan menyergapi mereka bertiga, Kyuubi harus menentukan apa yang harus dilakukannya untuk menyelamatkan Naruto. Saat itu pintu ruang dokter Kabuto terbuka dan terlihatlah sosok….

"Saya siap untuk mendonorkan sebelah mata saya."

.

.

.

TBC…

.

a/n : HWEEE GOMEN GOMENNN T0T … maafkan kanon yang amat sangat lama mengupdate fic ini…karena banyak hal yang mengganggu kanon menyelesaikan ini huhuhu maaf ya T-T…

ow ya kanon liat dari para reader banyak yang nanya aitakute itu artinya apa? Kanon kasih tau ya.. aitakute artinya I miss you atau kangen… karena ini sequel dari aitakute yang Cuma oneshot makanya untuk sequelnya kanon tambahin jadi aitakute aitakute .. seperti itu n_n

dan buat yang review di fic kanon "she's my sensei and my love too" karena baca fic itu jadi penasaran sama gambarnya ya? Kanon pasang gambarnya nanti jadi foto profil, Kalau mau liat lewat pc ya….

Ok saatnya balas review….

E : iya ini sudah lanjut maaf lama ya …. Sankyuu udah baca + review ^^

NanaMithrEe : udah tau kan mata naru kenapa? Salahkan dokter yang nanganin naru itu! Huh.. +digetok,yg salah authornya bikin cerita gitu+ *nyengir* hehehe .. Sankyuu udah baca + review ^^

CCloveRuki : maaf lama diupdetnya ya chiharu T-T.. Sankyuu udah baca + review ^^

Rosanaru : maaf lama ya… bukan penyakit tapi akrena kecelakaan yang ada di chap 2/3 itu lhoo +lupa sama cerita sendiri xp+ emang! Kita kulitin aja si kakek itachi *diamaterasu* hihihih xp… Sankyuu udah baca + review ^^

Al eye LIGHT : buka di new story aja.. ntr ikutin peraturan disitu.. tapi upload dulu ceritanya yang dari pc n_n

Od3rschwank mi4w-mi4w : maaf lama ya… kanon jd bingung mau manggil kamu apa nih wkwkkw xp …sepertinya karena donor mata deh.. tunggu aja kelanjutannya .. Sankyuu udah baca + review ^^

Shiho Nakahara : iya nihh kelamaan ga update jd acak acakan T-T.. maaf jika typonya mengganggu,,,apa sudah cukup sasuke di siksa kyuu? ..naru butaa hmm lihat aja nanti *snyum jahil*…. Sankyuu udah baca + review ^^

Kazuki NightNatsu : apakah sudah cukup tersiksa nih, zuki? Kanon mentok mau buat dia tersiksa.. Sankyuu udah baca + review ^^

Aigaara : hwoo apa benar bikin nangis? *kanon kaget* iya donk dia itu kaka paling protektif. Mudah-mudahan ga jadi buta heheheh xp … Sankyuu udah baca + review ^^

Uchiha cuChan clyne : maaf juga kanon lama update *membungkuk* … Sankyuu udah baca + review ^^

Ashahi Kagari-kun : eh pak sulaiman? Bukannya dia udh punya istri 5? *oot* wkkwkw xp klo kanon sih maunya sad ending… selama ini bkin hurt malah jadi happy ending.. makanya mau bkin sad nih.. dukung ya! Ahhahaha Sankyuu udah baca + review ^^

Kyuki-Uchiha : makasihh …duh maaf ya kanon lama updatenya *nunduknunduk* yes! Permintaanmu untuk sasu menderita sudah terjadi wkkwkw… Sankyuu udah baca + review ^^

Yashina Uzumaki : nah! Yas kanon sudah update wkwkwk xp maaf lama ya..yahh jangan nangis darah donk ntr naru jadi sedih deh T-T…. tenang aja ga selamnaya naru menderita kok…eh arti aitakutenya udah kanon jawab ya di a/n… Sankyuu udah baca + review ^^

Imouto Aruzaki-chan : waduh makasih.. tapi belom seberapa keren ini dibanding fic para senpai yang lain… Sankyuu udah baca + review ^^

Devil eye's : masih kurang a? devil mau kasih masukan biar sasu menderita lagi?... ow ya disini Naruto namanya Uzumaki karena dia pake marga ibunya..sedangkan Kyuubi kakak tiri naru, jadi dia pake marga Namikaze.

Maokushikushi : IYA SEMANGAT! Ahahhah kaya rock lee ya hihihi xp..emng idenya macet… Sankyuu udah baca + review ^^

Yuna Namikaze : ummm beluam tau nih mau buta atau nggak.. mungkin baru burem-burem gitu aja dulu..hahah jangankan yuna, kanon juga suka liat dia tersiksa hihihih xp…blom tau bisa dibilang slight atau nggak soalnya Gaara ma naru belom jadian mungkin slight kali ya.. Sankyuu udah baca + review ^^

Nanaki Kaizaki : hahah jadi si teme dari goa hantu wkwkkw xp Sankyuu udah baca + review ^^

Dida : maaf lama ya… Sankyuu udah baca + review ^^

Uchiha Hikari : duh makasih banget …maaf lama ya di updatenya Sankyuu udah baca + review ^^

.

Saa~ minna bagaimana cerita chapter ini? Maaf lagi ya untuk keterlambatan ini…

Kanon tunggu kritik, saran, masukan, tambahan, sanggahan dan lainnya di kotak REVIEW

Sankyuu ….