Undangan


"DARURAT DARURAT MEREKA MENYERANG GODRIC HOLLOWS! "

Mereka saling pandang mendengar suara panik Hermione. Butuh beberapa detik hingga Harry sadar "Sial ini hanya pengalih perhatian! CEPAT! " Harry Ron Teddy, Sirius, dan Remus sudah berpegangan tangan siap ber-apparete "aku ikut" raung mr weasley "err.. Ginny disana kan?" tanya Mr Weasley yang mulai panik

Harry hanya mengguk detik berikutnya mereka sudah dipaka menunduk karena kutukan yang hampir mengenai mereka. Keadaan sangat menyeramkan ratusan dementor terbang di langit menuju ke arah mereka. 10 raksasa menginjak – injak rumah. Banyak yang sedang berduel terpusat di depan rumah James . banyak korban berjatuhan terutama di pihak Orde.

Mereka sepontan berlari ke dalam rumah mencari keberadaan keluarga mereka. James sedang berduel dengan 2 orang pelahap maut. Moody sedang merobohkan menyerang 4 orang sekaligus. Semua berpusat di depan rumah James.

Harry masuk diikuti Ron dan teddy mencari anak istrinya yang bersembunyi di kamar Harry "Kenapa kalian tidak pergi" Kata Harry setengah panik "tidak bisa rumah ini dipasang mantra anti Apparate " Potong Hermione "Tapi kami bisa..." Kata ron "Hanya bisa masuk tapi tidak bisa keluar Ronald!" seru Hermione sedangkan Lily sedang menggendong Harry Albus dan Lily memeluk ibunya begitu pula Hugo dan Rose sedangkan James berpegangan di depan Mereka.

"Coba ada Dobby" Keluh ron "itu dia... mum kita punya peri rumah?" tanya Harry cepat menghadap Lily "Tentu Kenapa...?" Kata lily bingung sedangkan Hermione dan Ginny mengagguk. Suara ledakan di luar semakin dekat berarti pertempuran sudah mencapai halaman depan . "CEPAT"

Mereka berlari turun,dengan bunyi tar keras dari atas Harry tahu mereka sudah aman. Tinggal para merauders dan moody yang bertarung melawan sekitar 15 pelahap maut sekaligus ditambah para Dementor dan raksasa serta Voldemort sendiri menatap harry dengan tatapan mengerikan. Seperti nya ia baru tiba.

Melihat kedatangan tuanya mereka kabur sepertinya sudah di rencanakan. Seluruh Dementor melayang di Atap-atap rumah

Merah terang dan Hangat Dumbledore berdiri di balik nyala api. Menghadap ke arah Voldemort. Sekarang mereka semua mengacungkan tongkatnya ke voldemort.

"Ah.. Dumbledore mau mati rupanya" kata voldemort dalam

"Tom lebih baik kau angkat kaki dari sini " Kata Dumbledore tenang

"Belum saatnya aku membunuhmu orang tua" kata voldemort mengetahui ia akan kalah melawan Dumbledore dan Harry sekaligus

Dengan sekaejap tubunhya dipenuhi asap yang langsung terbang menjauh . sedangkan para Dementor mulai meluncur truun ke arah mereka

"Expecto Patronum" seru mereka bersamaan 9 patronus termasuk yang berasal dari tongkat rampasan Harry menyerang para Dementor yang langsung kocar-kacir menyebar.

"apa itu tadi? Voldemort kabur seperti bukan dia rasanya" Kata Sirius takjub "Dia hampir pingsan kan kemarin karena anaku? Sekarang dengan ditambah Dumbledore ?" Kata james, semua mengagguk paham.

Mereka kembali memperbaiki rumah James Sr yang tembok depanya sudah rusak. Dan seperti biasa para Auror sekarang terlambat hingga 1 jam setelah kejadian membuat Dumbledore Geram bukan kepalang.

Setelah kejadian kedua kalinya Dumbledore ikut menambahkan pertahananya di rumah itu yang menurut Harry sudah setara dengan pengamanan Hogwarts.

Sekitar 30 orang tewas dalam serangan itu. Upacara pemakaman di lakukan di makam samping gereja yang pernah Harry kunjungi. Suasana haru membayangi mereka. Tragisnya tidak ada 1 pun pelahapmaut yang tertangkap

Tugu perang di dirikan di alun-alun kota. "Hermione kau ingat tugu ini? " Bisik Harry sambil memandang tugu yang sama saat ia ke Godric Hollows. Dulu tugu itu berubah menjadi patung dirinya beserta James dan Lily "Tentu"

Hari-hari berikutnya tanpa disuruh semua pria di rumah itu tidak lagi tidur di kamar mereka semua berjaga di ruang tamu dengan tongkat sihir terselip di lengan mereka .Mantra Fidellius juga sudah dipasang dengan Harry sebagai penjaga rahasianya.

Selama seminggu suasana berubah. Tidak ada lagi kekonyolan James dan Fred ,cerita Al tentang Alice bahkan teriakan Ginny dan Lily pun Hilang tak berbekas.

Minggu pagi hiruk pikuk kembali terjadi. Persiapan untuk berangkat ke Hogwarts benar- benar merubah suasana. Semua bangun sangat pagi mengumpulkan keperluan sekolah mereka walupun hanya untuk 1 semester atau kurang.

Mereka menyamar sebagai siswa sekolah sihir kecil di Irlandia utara yang sekolahnya diserang oleh Voldemort bernama Salamander. Seluruh gurunya tewas dan hanya menyisakan kepala sekolah beserta seluruh murid yang tidak terluka.

"aku rindu suasana seperti ini" Bisik James ke Harry yang sedang sarapan "Kukira masih 10 tahun lagi" Kata James nyengir. Mereka berangkat dengan mobil James yang tentu sudah di perluas karena semua orang yang tinggal diasana ikut mengawal mereka ke King saja tanpa James sr ,lily sr dan Harry. Dan beberapa orang anggota Orde yang menjaga Godric Hollows.

King Cross sama sekali tidak berbeda. Di pintu masuk banyak orang berjaga memperhatikan suasana . yang menurut perkiraan Harry mereka adalah anggota Orde. Satu per satu menembus palang rintangan dengan berhati-hati agar tidak dicurigai oleh Muggle.

Asap mengepul dari Hogwarts Express. Menyelubungi Ketiga potter junior berkumpul di sekeliling Harry. "Dad? Ini akan berakhir kan?" Tanya James merintih di sertai anggukan 2 saudaranya. Dengan tatapan memohon .

"Tentu.. aku janji itu !" kata Harry.

Mereka memasuki Hogwarts Express dengan canggung. Tidak seperti biasanya . mereka berkumpul 1 kompartemen dengan Rose Hugo dan Fred sehingga terasa penuh sesak hingga James dan fred mengalah duduk di bawah.

"Muffliato " Gumam James ke arah pintu Kompartemen.

Semua memandang james bingung. Namun semua tersadar setelah seekor burung Hantu coklat keemasan milik sekolah masku kompartemen.

Dear Potter-weasley

Sebelum kalian mencapai area Hogwarts ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui. Pertama saya berharap kalian merubah nama keluarga kalian dari Keluarga Potter menjadi Parker sedangkan Weasley menjadi Weinsten. Sedangkan untuk nama depan sepenuhnya kehendak kalian namun saya sarankan kalian tidak merubah nama depan agar kalian tidak canggung dalam berkomunikasi

Kedua kepada Mr. Fred weasley saya berharap anda berperan sebagai kakak dari Rose dan Hugi weasley. Karena akan sulit menjelaskan kehadiranmu.

Ketiga saya harap kalian hadir di kantorkusaat Cangkir tehnya masih kosong

Salam Hormat

Albus Dumbledore

PS Kuharap kalian suka buku dan coklat kodoknya

" Apa maksudnya? menemuinya " Tanya Albus menatap surat itu. Semua menggeleng bingung pada bagian terakhir. Minggu lalu mereka mendapat kiriman buku dan Coklat Kodok dari Dumbledore. Buku itu tentang sekolah ihir Salamander. Dengan mantra Geminio oleh Hermione. Mereka bisa membaca masing-masing sehingga sudah hapal setiap halamanya.

Namun apa artinya coklat kodok? Harry yang mengetahui kiriman aneh itu hanya tersenyum dan berucap "Kalau kalian diajak minum teh lihat lagi undanganya!". Satu satunya yang mereka tahu cangkir teh kosong berarti sebelum pesta

Kereta masih melaju cepat sepanjang hari yang mendung itu hingga mereka menepi di stasiun Hogsmade

Review?