Title: Super Junior Story Sibum Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 7 / 7 End.
Main Cast: Choi Siwon & Kim Kibum.
Other Cast: Member Super Junior.
Rated: T
Genre: Romance, Family, NC, Lemon.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg, Lemon Don't Like Don't Read.
Summary: hanya karena saling memandang dari dekat tumbuhlah benih-benih cinta diantara Siwon dan Kibum. Sibum, BL, Yaoi, NC, Lemon, M-preg.
Note: ini ff udah pernah aku posting d blog jadi jangan heran kalau kalian bernah ngerasa baca ini ff oke… yg ga suka yaoi, Nc, atau M-perg jgn baca. Don't like, Don't Read…!
Author Pov
Kibum semakin jengkel dengan perilaku Siwon setiap hari. Setiap hari Siwon selalu saja mengikutinya kemana pun ia pergi. Membukakan pintu, memberinya jalan untuk lewat dan masih banyak hal lainnya yang rela Siwon lakukan untuk mereut hati Kibum lagi. Kibum pun akhirnya serasa punya bodyguard saja. Tapi itu malah membuatnya tak dapat bergerak dengan leluasa. Apa lagi setiap kali ia kesal dan marah-marah pada Siwon pasti bayi yang ia kandung langsung berekasi dan membuatnya merasakan nyeri yang sangat diperutnya yang sudah mulai membesar itu.
Tapi walau pun begitu, tetap saja Kibum tak bisa menutupi kekesalannya pada Siwon. Apa lagi saat ini, saat ini Kibum sedang berada di sebuah café hanya untuk menikmati segelas moccachino dan sepotong triple choklat cake. Tapi baru saja ia akan meminum minumannya Siwon sudah mengambil alih gelas yang ada di tangannya sambil mengatakan 'minuman ini nggak baik buat kamu yang lagi hamil, bisa membahayakan ke sehatan uri aegya'. DanSiwon pun lalu memesankan minuman lain untuk Kibum tanpa bertanya pada namja cantik itu apa ia suka atau tidak.
Kibum jadi sangat sebal dengan tingkah Siwon apalagi di tambah dengan tingkahnya yang tiba-tiba nyanyi nggak jelas didepannya yang membuat semua orang yang ada di café itu menatap tajam kearah mereka. Tentu saja hal itu membuat Kibum jadi sanggat malu.
You know you love me, I know you care
Just shout whenever, and I'll be there
You are my love, you are my heart
And we will never, ever, ever be apart
(Reader: Yack…. Yack…. Knp pakek lagu.a JB? Dean: suka-suka aku dong, Missing idea.. -_-)
Siwon mulai menyanyi dengan gitar yang entah ia dapat dari mana.
Brukkkkk
Terdengar suara hantaman keras yang membuat semua orang menatap heran pada asal suara itu. Yah, Kibum lah penyebab suara berisik tadi. Kibum yang kesal pada Siwon langsung mengerbak meja didepannya dengan cukup keras sambil berdiri dari posisi duduknya dan menatap Siwon tajam. Siwon hanya memandang datar Kibum yang memberinya deathglare mengerikan.
"Cukup Siwon hyung, jangan membuat ulah lagi. Apa kamu nggak malu sama sekali melakukan semua itu. Lihat, banyak fans girl diluar sana yang meneriaki kita berdua" teriak Kibum pada Siwon. Ia tak menghiraukan semua tatapan aneh orang-orang padanya. Terlebih lagi tatapan dari para fans girl yang mengenal mereka berdua.
"Aku muak dengan semua tingkah hyung beberapa hari ini. Cukup sampai disini semua kekacauan yang hyung lakukan dan jangan berulah apa pun lagi sebelum aku tambah benci sama hyung" kata Kibum tegas. Ia pun langsung beranjak pergi meninggalkan Siwon yang berdiri lemas di tempatnya.
"Dan satu lagi. Jangan ikuti aku terus" Sambung Kibum tanpa menatap Siwon lalu beranjak pergi kembali keluar dari dalam cafe. Saat diluar ia bisa mendengar beberapa fans girlnya yang terus meneriaki namanya dan Siwon secara bergantian. Ia tak mengambil pusing itu semua. Ia langsung pergi dari tempat itu meninggalkan semua kekacauan yang ada.
Kibum Pov
Aish….. malunya aku. Semua gara-gara Siwon, semua orang jadi menatap kami dengan pandangan aneh. Aku kan bukan yeoja yang bisa ia rayu seperti itu. dasar nggak kreatif.
Author Pov
Sudah tiga hari Kibum tenang tanpa gangguan Siwon. Ia pikir Siwon mungkin sudah capek mengejar-ngejar dia. Dan ia tak mempermasalahkan itu sama sekali. Ia memang membutuhkan ketenangan ini.
Ting Tong…
Suara bell apartement Kibum berbunyi. Dengan cepat ia hampiri pintu depan dan melihat siapa yang dating. Saat yakin kalau yang dating bukanlah Siwon ia lalu membuka pintu itu.
"Maaf apa benar ini kediaman saudara Kim Kibum?" Tanya seorang pria yang tengah berdiri didepan Kibum. Kibum memandang orang didepannya dengan tatapan bingung.
"Ne, saya Kibum. Ada apa ya?" Tanya kibum heran.
"Saya hanya ingin mengantarkan kiriman bunga untuk anda. Bisa anda tanda tangan disini" kata orang tadi. Kibum lalu mebubuhi tanda tangannya pada tempat yang di tunjukan. Ia sedikit berpikir, siapa yang mengiriminya bunga.
"Maaf semua ini dari siapa ya?" Tanya Kibum.
"Maaf saya juga tak tahu. Saya hanya di perintahkan mengirimkan semua ini untuk anda dari toko kami" jelas orang itu sambil memberikan seikat bunga yang ia pegang pada Kibum.
"Ah… begitu. Kalau begitu terima kasih ya" kata Kibum yang ingin menutup pintu.
"Maaf tuan" panggil orang itu.
"Ada apa lagi?" Tanya Kibum seraya membuka pintu kembali.
"Bunga yang kami antar bukan hanya satu ikat itu saja tapi masih ada banyak" kata orang tadi. Setelah orang itu selesai berbicara terlihat beberapa orang masuk kedalam apartement Kibum dengan membawa bertangkai-tangkai bunga mawar beraneka warna. Yang tentu saja membuat Kibum membelalakan matanya karena kini apartementnya sudah penuh dengan banyak bunga.
"Semuanya ada dua ribu tangkai tuan" kata orang tadi lalu pamit pergi meninggalkan Kibum yang masih terbengong-bengong melihat rumahnya yang kini sudah seperti taman yang di penuhi banyak bunga.
Kibum Pov
Mwo… apa-apaan bunga-bunga ini. siapa yang mengirimkannya. Kurang kerjaan sekali orang itu. Ku amati baik-baik sekitarku. Bunga semua. Kataku perhatikan seikat bunga mawar yang ada di tanganku. Ku lihat ada sebuah kertas disana. Ku ambil kertas itu lalu ku baca. Ternyata ini semua dari Siwon. Ku kira ia sudah menyerah tentang aku ternyata tidak. Kubaca secarik kertas itu dengan seksama.
Dear my lovely Kim Kibum.
Chagy…. Aku menunggumu malam ini di taman dekat apartementmu. Ada yang ingin kukatakan padamu. Aku akan menunggumu di sana jam 7 malam. Aku akan menunggu sampai Kamu datang. Dan Aku berharap Kamu persedia datang.
Begitulah isi dari surat itu.
Aish….. namja satu ini tak pantang menyerah ternyata. Ku lirik jam yang ada di pergelangan tanganku. Masih jam 5 sore. Kataku pelan. Aish…. Apa yang ku pikirkan. Aku tak akan menemuinya. Terserah dia mau di sana sampai pagi pun aku tak akan datang.
Ku lempar dengan sembarang bunga yang tadi ku pegang lalu berjalan ke arah kamarku. Ku rebahkan tubuhku dengan pelan ke tempat tidur. Susah memang bergerak dengan perut yang sudah tampak membengkak seperti sekarang. Aku kan namja bukan yeoja. Jadi wajar saja dong. Aku terus ngomel-ngomel tak jelas hingga akhirnya aku merasa lelah dan tertidur.
^_^ SiBum… ^_^
Kibum Pov
"Eugh…." Erangku saat terbangun dari tidur sambil merentangkan kedua tanganku. "Mwo…. Kenapa gelap sekali?" kataku saat tak ada cahaya yang dapat membantuku untuk termelihat. Ku langkakan kakiku turun dari tempat tidur dengan hati-hati lalu dengan segera ku hidupkan lampu. Dengan seketika suasana ruangan ini menjadi terang benderang.
"Aish… lapar…." Kataku sambil mengusap-usap perutku yang besar. "Baby Kamu juga lapar ya?" tanyaku pada bayi yang ku kandung.
"Kalau begitu kita cari makan saja yuk" seruku semangat. Ku langkahkan kakiku keluar dari kamar. Namun langkahku terhenti saat melihat keadaan ruang tamu yang masih penuh dengan bunga mawar. Tentu saja itu membuatku teringat sesuatu. Aku jadi teringat dengan Siwon. Apa dia masih disana? Ku lirik jam tanganku.
"Udah jam 10 malam. Pasti dia udah pulang kerena lelah menungguku" kataku. Aku putuskan untuk tak menghiraukan hal itu lagi. Aku ingat tujuan awalku keluar dari kamar. Langsung saja ku langkahkan kakiku menuju dapur. Tapi baru saja aku akan memasuki dapur aku jadi semakin teringat Siwon.
"Aish…. Dari pada kepikiran terus lebih baik ku datangi saja dia" Aku langsung meraih jaket dan berjalan ke luar apartement menuju taman yang tak jauh dari apartementku.
Author Pov
Saat memasuki taman Kibum merasa binggung karena taman itu terlihat sepi dan gelap.
"Sepertinya tak ada orang disini. Mungkin dia sudah pergi" kata Kibum. Kibum mulai melangkah meninggalkan taman itu. namun baru beberapa langkah tiba-tiba satu persatu lampu taman hidup. Di pandanginya sekitar taman. Pandangan Kibum terhenti saat melihat seseorang berjalan mendekatinya dari kegelapan. Seseorang itu tak lain adalah Siwon.
"Akhirnya Kamu datang juga chagy…" kata Siwon dengan senyum dibibirnya. Siwon mendekati Kibum.
"Cepat bilang apa yang ingin Kamu katakana padaku" balas Kibum. Tapi Siwon tak membalas kata-katanya. Kibum kaget saat tiba-tiba Siwon berlutut di hadapannya sambil megeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jaketnya.
"Would you marry me?" Tanya Siwon sambil memperlihatkan isi dari kotak tadi yang merupakan sebuah cincin putih yyang sangat cantik. Kibum memberikan Siwon sebuah senyuman yang sangat manis. Diraihnya kotak kecil yang ada di tangan Siwon. Siwon tersenyum bahagia melihat ekspresi yang diberikan Kibum. Namun kebahagiannya langsung memudar saat Kibum membuang kotak yang ia pegang.
"Jangan harap aku mau menikah denganmu. Itu nggak akan pernah terjadi" kata Kibum dengan nada tinggi. "Dan jangan pernah datang dalam hidupku lagi. Aku membencimu" sambung Kibum lalu meninggalkan Siwon.
"Kibum tunggu…" kejar Siwon. Namun Kibum tak menghiraukan pangilan dari namja tampan itu. ia terus saja berjalan tanpa melihat ke belakang. Langkahnya terhenti saat ia mendengar suara dentuman keras. Dibalikannya badannya.
"Siwon…" pekik Kibum saat melihat tubuh Siwon yang bersimbah darah di aspal. Ternyata suara tadi adalah suara mobil yang menabrak tubuh Siwon yang sedang mengejarnya. "Siwon…. Siwon…." Kibum merahih tubuh Siwon.
"Siwon…. Bertahanlah….. ku mohon bertahanlah….." kata Kibum yang panik. Dengan kesadaran yang hampir hilang Siwon berusaha tersenyum dan menggapai wajah Kibum. Kibum yang melihat hal itu langsung meraih tangan Siwon.
"Ku mohon bertahan" kata Kibum. Tapi ke sadaran Siwon telah hilang. "Siwon…. Siwon… bangun…." Kibum menggoyan-goyangkan tubuh Siwon. Namun namja tampan itu tak kunjung bangun.
"Tolong panggilkan ambulance…" pinta Kibum pada orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tak lama kemudian ambulance datang membawa Siwon kerumah sakit secepatnya.
^_^ SiBum… ^_^
Kibum terus mondar mandir tak jelas di sepanjang koridor rumah sakit. Dia sangat khawatir dengan kondisi Siwon saat ini. dia terus menyalahkan diri sendiri. Siwon jadi seperti ini itu semua karena dia. Kibum berhenti mondar mandir saat melihat dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Segera ia dekati dokter itu.
"Bagaimana ke adaan Siwon dok?" Tanya Kibum pada sang dokter.
"Tenang saja dia tak apa-apa. Tak ada yang perlu di khawatirkan. Dia hanya mengalami benturan kecil yang menyebabkan kepalanya mengeluarkan darah" jelas sang dokter membuat hati Kibum sedikit lega.
"Boleh saya melihatnya dok?" pinta Kibum.
"Tentu saja. Tapi saat ini dia belum sadarkan diri"
"Ah… ne, gomawo dokter" kata Kibum langsung melangkahkan kakinya memasuki ruang rawat Siwon. Dilihatnya tubuh namja itu yang terbaring lemah di atas ranjang dengan kepala yang diperban. Kibum mendekati tubuh Siwon. Diraihnya tangan Siwon.
"Wonnie bangun. Jangan seperti ini. apa Kamu tak kasihan melihatku dan bayi kita ini?" Kibum mengarahkan tangan Siwon tepat pada perutnya. "Aku sudah memaafkanmu. Jadi cepat bangun. Maafkan tingkahku selama ini yang terlalu ke kanak-kanakkan" digengamnya tangan Siwon.
"Wonnie… maafkan aku. Cepat bangun… aku mau menikah denganmu. Aku mau…"kata Kibum sedih. "Kalau Kamu tak cepat bangun bagaimana kita bisa menikah" Tiba-tiba Kibum merasakan tangan Siwon bergerak. Di pandanginya wajah namja tampan itu yang mulai sadar.
"Eugh…." Erang Siwon saat tersadar sambil mengusap kepalanya dengan tangan yang tak di genggam Kibum.
"Wonnie… akhirnya Kamu sadar juga" senang Kibum.
"Aku dimana?" Tanya Siwon.
"Kamu di rumah sakit. Tadi Kamu kecelakaan. Kamu membuatku khawatir tau" kata Kibum sambil cemberut.
"Kamu siapa?" Tanya Siwon tiba-tiba.
Deg….
Kenapa Wonnie tak mengingatku? Jangan-jangan dia hilang ingatan. Kata Kibum dalam hati.
"Ini aku Kibum. Wonnie" kata Kibum.
"Wonnie? Apa itu namaku?" Tanya Siwon lagi.
"Wonnie Kamu jangan bercanda. Aku tahu aku salah tapi jangan seperti ini. semua ini nggak lucu" pekik Kibum.
"Mian…. Tapi aku memang tak bisa menginggat apa-apa. Siapa sebenarnya Kamu?" Tanya Siwon.
"Wonnie apa Kamu benar-benar tak mengingatku dan bayi kita" Kibum meraih tangan Siwon lalu menuntun tangan itu ke perutnya. Siwon hanya mengelengkan kepala. Air mata perlahan membasahi wajah Kibum. Ia benar-benar tak kuat melihat kenyataan itu. dengan segera ia melangkahkan kakinya meninggalkan Siwon. Namun belum juga ia keluar dari ruangan itu ia sudah merasakan dua buah lengan kekar melingkar di pinggangnya. Ia sangat kaket dengan apa yang baru ia rasakan.
"Kamu mau kemana chagy? Kenapa ninggalin aku?" bisik orang itu di telingga Kibum. Orang itu tak lain adalah Siwon.
"Won… Wonnie" ucap Kibum.
"Ne… ini aku chagy. Kenapa?" kata Siwon. Dibalikkannya wajah Kibum agar menghadap wajahnya.
"Wonnie… bukankah tadi Kamu…."
"Hilang ingatan…." Potong Siwon yang tahu akan pikiran Kibum. "Aku Cuma pura-pura. Sebenarnya aku sudah siuman dari sebelum Kamu masuk keruangan ini" kata Siwon lagi.
"Mwo…. Jadi Kamu mengerjaiku….." marah Kibum sambil berjalan meninggalkan Siwon.
"Yack…. Chagy mau kemana" Siwon meraih tangan Kibum.
"Pergi…. Udah lepasin aku"
"Chagy… jangan marah dong. Masak baru baikan udah marahan lagi" pinta Siwon.
"Siapa yang mau baikan sama kamu"
"Lho… bukanya tadi kamu bilang udah maafin aku ya" kata Siwon menggoda Kibum.
"Kapan? Nggak ingat tuh" kata Kibum yang salah tingkah.
"Tadi waktu aku pura-pura pingsan" kata Siwon polos.
"Kamu salah dengar kali" kata Kibum yang berusaha pergi lagi.
"Chagy… jangan gitu dong. Maafin aku ya" pinta Siwon sambil memeluk tubuh Kibum.
"Nggak mau.."
"Ayolah… maafin"
"Nggak mau…."
"Maaf…"
"Nggak"
"Maaf… Maaf… Maaf…Maaf.."
"Nggak… Nggak… Nggak… Nggak…"
"Chagy…. Ya udah kalau nggak di maafin aku mati aja" kata Siwon sambil melepaskan pelukannya lalu berjalan ke luar ruangan.
"Eh…. Mau kemana?" Tanya Kibum yang melihat Siwon pergi.
"Mau ke atap. Mau loncat dari sana" kata Siwon polos.
"Mwo… jangan…." Kibum meraih tangan Siwon.
"Udah jangan cegah aku. Aku mau mati aja kalau kamu nggak mau maafin aku" kata Siwon sambil menyembunyikan senyum liciknya.
"Ya udah deh aku maafin. Tapi jangan bunuh diri ya" pinta Kibum.
"Bener nih di maafin?" Tanya Siwon memastikan. Kibum hanya menganguk malu.
"Akhirnya" lega Siwon sambil memeluk Kibum.
"Wonnie bisa lepasin nggak pelukannya?" pinta Kibum.
"Eh… kenapa?" Tanya Siwon heran.
"Kasihan babynya kejepit" kata Kibum yang membuat Siwon tertawa lepas.
"Wonnie…" jengkel Kibum.
"Ah… mian chagy…" kata Siwon yang sadar akan kekasihnya itu yang sedang manyun.
"Baby…. Mian ya…" kata Siwon di depan perut Kibum. Lalu mencium perut Kibum. "Jadi nggak sabar pingin anak kita cepat lahir" kata Siwon pada Kibum.
"Ne… aku juga tak sabar"
"Kira-kira dia namja atau yeoja ya?" Tanya Siwon.
"Entahlah… aku kan belum melakukan pemeriksaan" jawab Kibum. Siwon kembali memeluk tubuh Kibum tapi kini dari belakang karena ia tak ingin menyakiti bayinya yang ada di dalam perut Kibum.
"Aku pingin anak kita namja" kata Siwon.
"Kenapa?"
"Karena kalau anak kita namja pasti akan setampan dan segagah aku appanya" kata Siwon narsis.
"Mwo… tidak. Dia akan setampan aku" kata Kibum.
"Kamu itu cantik chagy…." Kata Siwon yang membuat Kibum cemberut. "Wajahmu lucu sekali chagy…" goda Siwon yang membuat wajah Kibum memerah. "Kamu kenapa chagy….." Tanya Siwon yang melihat perubahan di wajah Kibum.
"Bagaimana hubunganmu dengan yoona?" Tanya Kibum pada Siwon.
"Aku sudah mengakhirinya sejak lama" jujur Siwon.
"Sejak kapan?"
"Sejak…. Sejak kita kehilangan salah satu anak kita" ucap Siwon pelan. "Mian chagy…. Itu semua kesalahanku. Andai saja aku tak mengacaukan semuanya. Pasti kita bisa memiliki kedua anak kita dengan utuh" sesal Siwon.
"Tak apa. yang sudah terjadi biarlah terjadi. Sekarang kita mulai saja dari awal" kata Kibum sambil mengengam wajah Siwon dengan kedua tangannya.
"Gomawo chagy…" ucap Siwon lalu mengecup bibir Kibum sekilas yang membuat wajah Kibum kembali memerah. "Ayo chagy…" ajak Siwon.
"Eh… mau ke mana?" binggung Siwon.
"Pulang ke rumah orang tua ku tentunya. Kita sampaikan kepada mereka kalau pernikahan kita akan tetap berjalan"
"Tapi…."
"Kenapa? Kamu tak mau menikah denganku?" Tanya Siwon takut-takut.
"Bukan begitu…. Aku mau menikah dengamu"
"Kalau begitu ayo kita pulang secepatnya" ajak Siwon yang tak sabaran.
"Tunggu dulu…" cegah Kibum.
"Apalagi sih chagy…." Siwon mulai kesal.
"Apa Kamu sudah baikan? Aku takut kalau Kamu masih sakit" kata Kibum sambil menunjuk-nunjuk kepala Siwon yang di perban.
"Oh… ini… aku tak apa-apa malahan sekarang aku merasa sangat sehat" kata Siwon. "Aw…"erang Siwon saat tangannya mengenai kepalanya yang sedang di perban. Tampak Siwon sangat kesakitan yang membuat Kibum jadi panik.
"Wonnie Kamu kenapa…" takut Kibum sambil memegang namja tampannya itu.
"Kamu khawatir ya… pada ku" goda Siwon yang ternyata hanya pura-pura sakit.
"Yack…. Choi Siwon… Kamu mengerjaiku lagi ya" kesal Kibum karena di kerjai lagi.
"Jangan cemberut dong. Tar jelek lho" rayu Siwon. Tapi Kibum tetap memanyunkan bibirnya. "Aish… Kamu ini…" Siwon lalu mengendong Kibum ala bride style keluar dari ruang rawat.
"Yack…. Wonnie apa yang Kamu lakukan" kaget Kibum dengan perbuatan namja tampan itu.
"Mengendongmu sampai ke rumah" jawab Siwon santai.
"Aku tak mau turunkan aku" pinta Kibum.
"Udah diem aja. Nanti kamu bisa jatuh kalau terus gerak-gerak" kata Siwon kewalahan karena Kibum terus bergerak-gerak dalam gendongannya.
"Makanya turunin aku" pinta Kibum.
"Nggak mau" kekeh Siwon.
"Wonnie aku malu" kata Kibum karena semua mata memandang pada mereka berdua.
"Makanya diam aja. Atau kamu mau aku cium disini" senyum Siwon.
"Nggak mau.…." Kata Kibum takut bercampur malu.
"Makanya diam aja"
"Ne…" kata Kibum akhirnya mengalah. Kibum sangat malu dengan apa yang Siwon lakukan padanya. Segera ia benamkan wajahnya pada dada bidang Siwon.
^_^ THE END… ^_^
Commentnya jangan lupa ya.
Makasih buat semua yg udh baca, like n comment ff aku ini.
